![]() |
| Road to Saudi Arabia |
Well, that is my intention. Hahaha...
Jadi gini,
Hadiah perjalanan ke Jeddah hasil mengikuti #ChangiTravelQuest by Changi Airport menyisakan berbagai babak drama dalam kehidupanku. Begitu banyak sehingga aku ingin membuat sekuelnya. #Halah
Drama sudah dimulai sejak pertama kali aku memutuskan untuk mengikuti kontesnya. Bak ramuan kuliner India yang acha-acha ramai jenisnya, aneka godaan juga menghampiri hamba. Lebih tepatnya berbagai pertimbangan berkejaran bak tongkat estafet atlit lari olimpiade Barcelona.
Bagaimana tidak?
Changi Airport Singapore memiliki fans jutaan, kakaaa. Kesempatan untuk menang bagai menegakkan benang basah. Apalagi sekilas saat baca S&Knya, ada ketentuan multiple point yang didapat dengan membagi link referral.
Belakangan aku ketahui, itu adalah salah satu kondisi, dan bukan harga mati!
Jadi Bismillah, efektif 14 September 2015 akupun memainkannya.
Benar kata pepatah, tak kenal maka tak sayang!
Sejak hari pertama berkenalan, aku langsung kecurian. Hatiku, dicuri!
Ternyata permainan ini mengasah kepandaian membaca peta dengan bantuan aplikasi.
Pertanyaan berkisar tentang tujuan seluruh kota yang dilayani pesawat yang berasal dari Changi.
Hadiahnya, sepasang tiket pulang pergi ke seluruh tujuan tempat wisata impian, dan bisa bawa satu teman.
Fantastik!
Saat itu yang terbayang hanya Jeddah.
Jangan tanya mengapa.
Meski aku sudah pernah umroh, keinginanku masih menggelora. Kenangan Nabawi, mesjid Quba, Kabah dan Masjidil Haram segera bermain di pelupuk mata.
Kembali ke laptop!
Sebulan memainkannya, pengetahuan geografiku perlahan membaik. Sungguh!
Hampir 3 minggu berlalu sejak kontes ditutup, aku malah hampir lupa!
****
Sebelum pengumuman pemenang aku jarang sekali memeriksa email, dan ini hampir berakibat fatal.
Jadi, dear bloggers sering-sering buka email ya.
Kita takkan pernah tahu apa yang bakal kita lewatkan.
****
Menjelang saat magrib di suatu hari, awal bulan November, ada inbox masuk ke FBku, dari Changi.
Seketika endorfin mengambil kendali.
"Have you checked your email, Rosanna"
"I am so sorry, not yet"
Usai mengetik, aku langsung terbirit-birit buka email. Mataku hanya terpaku pada baris terakhir, badan email kubaca sepintas, badanku mendadak lemas
Kurang 2 menit jam 18:00, batas pengiriman berkas.
Ya ampuun, email ternyata sudah dikirim 3 hari yang lalu.
Penuh pasrah, aku langsung menjawab lemah.
"I am so sorry, I just read it"
Sambil mengetik, mataku kembali melirik jam dinding, padahal di notebook ada jam kan ya.
Tapi, tetap saja mataku kembali ke sana.
"Well, for you I will extend until 23:59, after that I cannot accept!"
So sweet!
Huuaaaa... aku langsung sujud syukur diiringi gema azan magrib yang bersahutan dari sudut perumahan.
Selanjutnya, suami dan anakku mendekat, menatap lekat-lekat, siap melumat, mengharapkan penjelasan akurat, namun dengan jantung yang hampir melompat, akhirnya aku mengajak mereka sholat.
****
Luap emosi melemah, ku seret langkah kembali ke meja. Email kubaca. Kali ini penuh hikmat dan cara seksama dan bukan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Olala...
Ternyata, aku hanya masuk dalam short list pemenang, dan diminta untuk tidak mempublishnya.
Sepertinya Changi tahu I am just human yang tak jauh dari eksis dan narsis. #biasalaa #sosialita #kibasponi
But yet still, I still have hope!
Semua berkas yang diminta segera aku email.
Masih di hari yang sama via inbox FB kami berkorespondensi. Setelah ada konfirmasi semua berkas telah diterima, Changi menutup pembicaraan dan meminta koresponden selanjutnya harus dilakukan via email.
Sambil menikmati makan malam, akupun berbagi diikuti pertanyaan bertubi-tubi.
"Kog, bunda pilih Jeddah sih, coba Hongkong, pasti seru bisa ke Disney!"
"Atau ke Disney yang di Orlando"
"Atau USS, Singapore"
And as always, suamiku mengingatkan dengan intonasi datar "Ini bukan penipuankan ya?"
Tak ada sukacita, atau sedang bersandiwara?
Hahaha... entahlah
Kami sibuk dengan pikiran masing-masing.
Dramaku memasuki babak baru, apakah aku berhasil menjadi nomor satu?
Stay tune...
Sssst... baca lanjutannya di sini kakaa...




















