D'Max Hotel Dekat Bandara Internasional Lombok Gratis Antar Jemput


hotel dekat bandara internasional lombok

D'Max Hotel Dekat Bandara Internasional Lombok Gratis Antar Jemput. Pesawat Lion dari Yogja menuju Lombok akan mendarat jam 2000WITA jika tak ada delay menghampiri.

Aku memutuskan memilih menginap di hotel dekat bandara Internasional Lombok untuk melanjutkan perjalanan esok hari menuju Senggigi.

Kenapa tak langsung ke Senggigi saja?

... karena eh karena menurut informasi hasil browsing,  bis DAMRI tujuan Senggigi hanya beroperasi sampai jam sepuluh malam saja, pemirsah!

... dan juga karena ini perjalanan budget ketat, kalau bisa, iya kalau bisa, semuanya ingin dihemat!

Kayaknya ini alasan utama deh, HAHAHA, kamu ketahuan!

Beklah...

So, aku pun berburu hotel dekat bandara internasional Lombok!

Mataku langsung tertarik dengan fitur image hotel D'Max.

Hmmm... aku langsung teringat artikelku tentang pentingnya gambar untuk artikel 

Aku sekali lagi membuktikan bahwa otak manusia memang lebih mudah memproses informasi visual lebih cepat bahkan sampai 60,000 kali ketimbang tulisan

Aha, langsung deh aku klik dan menemukan beberapa rekomendasi seperti di bawah ini:

- hanya berjarak 2km dari LIA (Lombok International Airport)
- tersedia shuttle car by request dari dan menuju hotel D'Max
- harga relatif kompetitif

Hotel D'Max 

Tahukah kamu?

As predicted, Lion kembali membuktikan 'signature' nya.

Yay, pesawat delay lagi.

Tepuk tangan dong!

HAHAHAHA...

Ini asli sarkasme banget yak.

Aku, sekali lagi berusaha menikmati dan memetik hikmah, yang sudah bermula saat pesawat mulai lepas landas.

... dan aku mulai menghitung waktu!

Meski aku sudah membaca doa, berusaha beringsut dari bayang-bayang kecelakaan Lion 610 yang masih hangat, pemirsah.

Namun, semakin aku berusaha melupakan, malah semakin menancap di pikiran.

Tapi, doa terus saja aku ikhtiarkan, terus dan terus...

Di luar pekat semakin menggeliat, perlahan menelan tubuh pesawat.

Akhirnya, hanya ada lampu di ujung sayap dan badan pesawat yang menari-nari mengiringi gemulai hening dan syahdu kegelapan.

Alhamdullillah, akhirnya roda pesawat mengecup landasan.

Aku yakin semua penumpang terbebas dari perasaan tertekan.

Aktivitas di kedatangan bandara LIA tampak sepi. Hanya ada mobilitas  beberapa porter menunggu bagasi.

Aku segera meraih mobile-wifi XL Go Izi menekan power ON dan membuka jendela chat WA.

"Mba, aku baru mendarat dan menunggu bagasi"

... dan menekan tombol sent

Lama... tak ada balasan hingga kami ke luar bandara.

Wajar sih, karena hari telah beranjak berganti. Hampir tengah malam, ternyata!

Beberapa orang segera menyerbu begitu kami bergerak keluar dari terminal kedatangan.

"Mohon maaf, sudah ada yang jemput ya", aku menolak halus

Berkali-kali aku mengucapkan kalimat ini.

... sampai akhirnya

Seseorang yang sangat gigih menempel kami.

"Dijemput siapa, bu?"

"Dari hotel D'Max, Mas"

"Oh, kalau begitu tunggu di terminal DAMRI bu, biasanya mereka akan menjemput di sana dengan mobil warna biru yang ada tulisan D'Max"

"Terima kasih infonya ya, Mas"

"Sama-sama Bu, nanti kalau perlu mobil saya ada unit, bu"

"Terima kasih. Sepertinya kami akan pakai sepeda motor teman, yang tinggal di Lombok, tapi sekali lagi terima kasih atas informasinya ya, Mas"

Si Mas tersenyum dan tetap menemani kami di kursi sampai akhirnya mobil hotel D'Max tiba.

Usai saling mengucapkan salam, mobil melaju menembus jalanan diiringi ucapan maaf pengendara hotel D'Max yang membuat kami harus menanti.

"Tidak apa-apa, Mas, memang pesawat yang terlambat"

Yup, perjalanan memang tak sampai 5 menit, kami sudah tiba di resepsionis dan langsung check in!

Rekomendasi pun dicontreng.

Setelah menunjukkan kode reservasi dan menerima kunci kamar no smoking (sayang sekali, aku sudah lupa nomornya, yang aku ingat ada di lantai 5, paling ujung) kami lalu diarahkan ke restoran untuk menikmati welcoming drink, jus guava. Alhamdullillah.

hotel dekat bandara internasional lombok

Usai menaruh koper, aku memutuskan untuk melakukan ritual malam, menggosok gigi dan membersihkan diri.

Di depan pintu kamar mandi aku sempat berdiri sesaat, ternyata pintu ini harus digeser ala pintu Jepang itu. Karena aku menggunakan full power, pintu bergeser dengan kencang, HAHAHA. Aku sendiri sampai kaget. Ada-ada saja, ahhh!

Baidewei, aku suka banget shower di kamarku ini!

Ada 2 jenis. 1 yang kecil dan 1 yang besar. Lengkap dengan air panas. Dibutuhkan feeling untuk mendapatkan setelan air panas yang pas.

Aku pilih shower besar dan brrr... wow debit airnya kencang banget! Kayak mandi di bawah curahan air hujan deras gitu. Mendadak ingat masa kecil dulu, kegirangan saat diizinkan mandi air hujan.

Aku menggosok tubuh dengan sedikit memijat dan rasa letih itu pun berangsur minggat. Setelah mengenakan baju tidur aku beringsut ke peraduan dan gantian giliran hubby membersihkan diri.

Tadinya aku tawarin mandi bersama gitu, hahaha, hubby menolak katanya mau melepas hajat, hahaha.

Gua ditolak, euy, perih hati ini, Rosalinda!

Paragraf di atas ini sebenarnya mau aku batalkan saja, tapi gak pa-pa, karena eh karena memang realita, hahaha...

*****

Alhamdullillah, tidur kami berdua nyenyak sekali sampai subuhnya pun kesiangan.

Usai sholat subuh kami membersihkan diri lagi dan siap-siap sarapan.

Tahukah kamu?

Ketika menginap hotel, waktu sarapan adalah momen favorit, yang paling kami tunggu-tunggu. Iya, kamu tak salah baca, kami berdua.

Gerangan kuliner apa yang menanti kami di restoran ya...?

Keluar dari kamar aku minta hubby berpose di gang di antara barisan kamar yang menurutku sangat instagenic.

hotel dekat bandara internasional lombok

Keluar dari lift, kami melewati ruangan restoran saat dijamu welcoming drink jus guava tadi malam. Namun, pagi ini tak seorangpun ada di sana? Hmmm...

Aku lalu bertanya ke staff resepsionis.


Olala, ternyata restoran untuk sarapan pagi terletak di samping bangunan induk hotel dan kami harus melewati ruangan lobi.

Pagi ini cahaya mentari menembus masuk ke lobi, membuat interior yang didominasi warna orange terlihat catchy dan mendadak membuat fisik berasa penuh energi dan hasrat fotografi pun semakin, well, let say, mendidih.

HIHIHI...  jadi ya, pose lagi!

hotel dekat bandara internasional lombok


Bangunan restoran ini itu terpisah dari bangunan induk hotel dengan konsep semi outdoor  menghadap ke hamparan sawah.

Yup, cuaca cerah dan aneka formasi awan nun jauh di sana menggenapi indah suasana. Daun tanaman pun urun bergoyang seolah mempersembahkan tarian selamat datang.

hotel dekat bandara internasional lombok

Melangkah masuk ke restoran, seorang staff dengan penampilan rapi dan sedap dipandang, menyapa sembari menghadiahkan sebaris senyuman.

"Maaf, boleh tahu dari kamar berapa ya, bu?"

Aku menyebutkan nomor kamar dan membubuhkan tanda tangan.

Aha, ternyata sudah banyak tamu yang sarapan!

hotel dekat bandara internasional lombok

Mataku menyapu ruangan dan memutuskan duduk di samping pak kusir meja makan dekat hidangan salad dan buah.

Salad, buah dan puding merupakan menu utama kami saat nginap di hotel, karena kalau di rumah bisa dihitung tuh makan buah di pagi hari, HIHIHI.

Jadi ini sekilas seperti ajang 'balas dendam' ya, HAHAHA

Lagipula ini semacam cara untuk membatasi diri agar tidak 'lapar mata' karena biasanya usai menyantap buah, perut terasa lebih penuh sehingga nafsu untuk makan dengan porsi besar otomatis berkurang.

Hal ini erat kaitannya dengan sistem perncernaan yang memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna serat, demikian literasi yang pernah aku baca.

Sambil menikmati hidangan, aku juga menyesapi keunikan suasana restoran ini. Aku suka konsep outdoornya, kinda transfer me to a different space, serasa menikmati kuliner di kampung nenek, mengingatkan atmosfir masa kecil, berlari-lari telanjang kaki di pematang sawah.


Secara umum aku suka nginap dan puas akan pelayanan di D'Max, hotel dekat bandara internasional Lombok ini sekaligus merekomendasikannya ke kamu, iya, kamu, kamu dan kamu!

Saat melakukan booking aku mendapat harga sekitar Rp 385.000 untuk Superior Room termasuk sarapan.

Kadang-kadang suka ada promo juga dari OTA, tapi... tergantung amal ibadah, kayaknya, hahaha... canda woi... canda...!

Ahhh, hampir lupa...

Ini dia menu utamanya!

Usai sarapan aku juga bertemu mba Velicia YosintaSales Executive  hotel D'Max yang sejak dari Yogja, kami sudah mulai membangun korespondensi.

Ini adalah pertemuan perdana kami, tapi kami ngobrol layaknya sahabat lama lho. Semua obrolan kami nyambung terutama tentang Sumatera Utara.

hotel dekat bandara internasional lombok

Senang sekali!

Aku jadi ingat quote terkenal itu :

Friendship is not about whom you have known the longest. 
It's about who walked into your life 
and said 
"I'm here for you", and prove it!

Pada kesempatan kali ini aku belum berkesempatan mencicipi kolam renang, jadi belum bisa kasih referensi.

Tapi aku suka konsep desainnya!

Diapit di antara jejeran bangunan kamar, aku percaya kolam renang ini jelas akan memberikan nuansa berbeda.

hotel dekat bandara internasional lombok

Saat tiba di balkon kamar aku juga mengeksekusi pose model wanna be gitu, HAHAHA...

Tapi kayaknya ada sedikit penampakan di latar belakangnya.

Ahh, sudahlah, tak mengapa, Rosalinda!

Baidewei, subway, gimana, kamu suka?

hotel dekat bandara internasional lombok

Aku juga mau menambahkan, karena kami tiba sudah tengah malam, dan pagi-pagi sudah langsung sarapan, sesi foto kamar pun jadi terlupakan.

Tapi kalau browsing dengan kata kunci Superior Room hotel D'Max, penampakannya kurang lebih begini ya untuk one double bed king size.

hotel dekat bandara internasional lombok

Dan ini untuk double bed plus single bed.

hotel dekat bandara internasional lombok

Semoga pengalamanku nginap di D'Max hotel dekat bandara internasional Lombok ini bermanfaat.

Kalau kamu, punya kriteria atau masukan apa untuk hotel yang berada dekat bandara?

Atau mungkin mau berbagi pengalaman saat menginap di hotel dekat bandara?

Sila berbagi di kolom komentar di bawah ini ya because... you know sharing is caring, right?

Tapi, kalau belum punya ide, monggo nih pemanasan dulu sambil mencari tahu, kenapa sih tempat wisata femes di Lombok Barat ini Gili Trawangan jadi destinasi kesayangan wisatawan.