Tampilkan postingan dengan label Ubud. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubud. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 April 2018

Campuhan Ridge Walk Ubud Bali Trek Jogging Bukan Biasa

Campuhan Ridge Walk Ubud Bali Trek Jogging Bukan Biasa

 
Campuhan Ridge Walk Ubud Bali Trek Jogging Bukan Biasa
Pose impian di Campuhan Ridge Walk

"Jadi besok ke Campuhan, sayang?"

Abang bertanya sambil mengoleskan selai roti, di antara kilau sinar matahari yang menerobos dedaunan hijau, teras kamar hotel Kampung Ubud pagi itu.

"Iya dong, Bang"

Mudah-mudahan cuaca cerah seperti beberapa hari ini juga berlaku besok hari, aku bergumam dalam hati.

***

Alhamdullillah, semesta mendukung dan turut mengaminkan doa!

Jadilah pagi ini, kami bersiap-siap ke Campuhan Ridge Walk Ubud Bali trek jogging bukan biasa, salah satu dari beberapa lokasi aktivitas favorit di Ubud, Gianyar Bali.

Inilah kenapa penting mengetahui aktivitas favorit di tempat wisata agar liburan semakin optimal, maksimal, berkesan dan tentu saja tak terlupakan!

Di Ubud ada banyak hal-hal fantastik!

Satu di antaranya kegiatan berjalan kaki.

Iya, kamu tak salah baca, hanya dengan berjalan kaki alias goyang lutut.

Di jalan setapak pedesaan, di antara pematang sawah yang berjenjang bahkan hanya berjalan melenggang menikmati alam.

Baca juga : Sawah Terasering Tegallalang Bali

Nah, menyusuri hamparan hijau memukau trek jogging Campuhan Ridge Walk adalah hal favorit yang harus menjadi pertimbangan ketika di Ubud, Gianyar, Bali.

Dan mencapai puncaknya ketika tiba di punggung bukit dengan panorama alam memukau. Berada di antara pelukan hamparan ilalang, lembah sungai Campuhan, deretan pohon tropis hijau memukau dari seberang bukit di antara bangunan vila dan rumah penduduk.

Layaknya sebuah lukisan.

Ini Yang Akan Engkau Dapatkan!

Meski jauh meringsek di kesunyian dan di tengan perbukitan, di sini tidak akan kau temukan becek dan kumuh. Tidak sama sekali!

Jalur trek jogging permanen dan kokoh sudah tersedia.

Bahkan hanya dengan sandal jepit, kau masih bisa menikmati, cuma ya tidak nyaman dan tidak optimal ya.

Dalam perjalanan kemarin kami bahkan menemukan beberapa orang berjalan tanpa alas kaki sama sekali. Mungkin sedang praktik refleksi.

Nuansa hijau perbukitan sangat kental di sini.

Nyanyian jangkrik sesekali, gemercik sungai Campuhan dan hembusan sang bayu di antara dedaunan hijau. Sederhana, tapi percayalah, sangat memukau!

Kapan Waktu Terbaik?

Dari berbagai literasi digital diperoleh pagi hari sekitar jam 6 sampai 6.30 atau sore menjelang sunset adalah waktu terbaik mengeksplor Campuhan Ridge Walk Ubud Bali trek jogging bukan biasa ini.

Dan itu terbukti, it works!

Mengapa?

Kalau kesiangan bisa meleleh, guys...

Panasnya tak terkira, karena saat di punggung bukit, hanya ada hamparan ilalang hijau memukau, tak ada kanopi di sana, beberapa pohon sejenis pinang yang menjadi ikonik Campuhan Ridge Walk Ubud, tak cukup merayu garang sang surya untuk melembut.

Kami pun mengikuti nasihat jitu ini!

See, ini sekali lagi membuktikan betapa penting sekali mencari literasi tentang tempat yang akan dikunjungi ya guys.

Berangkat pagi sekali juga memberi kemungkinan hanya sedikit bertemu penduduk lokal yang akan beraktivitas, jadi perjalanan terasa sangat personal, serasa punya hutan dan bukit pribadi!
So, sekali lagi, early morning or late afternoon untuk bisa maksimal menikmati eksotika Campuhan Ridge Walk Ubud Bali ini ya.
Bagaimana Cara ke Campuhan Ridge Walk Ubud Gianyar Bali?

Sehari sebelumnya aku sudah bertanya pada staf hotel Kampung Ubud Bali, tempat kami menginap. Hotel kami terletak di jalan Monkey Forest, jadi cukup terus berjalan ke Utara ke arah Jalan Raya Ubud, sesampainya di pertigaan berbelok ke kiri.

Aku juga sudah punya contekan, salah satu petunjuk bahwa kita sudah berada di trek yang benar adalah harus menemukan tanda "GOING TO THE HILL". 

Setelah itu tinggal mengikuti petunjuk yang sudah disiapkan untuk menghindari salah jalan.

Ini adalah pengalaman pertama kami di Bali, jadi belum begitu percaya diri. 

Aku ingat, ada 3 kali aku bertanya dan yihaaa... akhirnya sampai juga di persimpangan ikonik ini.

Campuhan Ridge Walk Ubud Bali Trek Jogging Bukan Biasa
Pastikan bertemu tanda ini ya! 

Yup, tanda ini sangat ikonik di dunia maya "GOING TO THE HILL" atau MARWICK IBAH .

Selain itu ada juga beberapa petunjuk kalimat disertai anak panah sebagai informasi tambahan agar tidak tersesat, namun tentu saja dalam bahasa Inggris, karena eh karena di Ubud, kita bangsa Indonesia adalah turis, hahaha... atau boleh jadi, yang sering review Campuhan Ridge Walk Ubud Bali adalah para turis luar yang tersesat lalu curhat sehingga dibuatlah petunjuk ini

Campuhan Ridge Walk Ubud Bali ini adalah salah satu tempat impianku, jadi  waspadalah, waspadalah akan banyak penampakan pose di tulisan ini!

Yang pasti tak cukup satu, hahaha...

Tak disangka-sangka abang juga gak tahan, ikutan latah.

See, kebahagiaan memang menular, fix!

Selagi asyik berfoto ria seorang turis manca negara dengan peluh di sekujur tubuh melintas. Jam tujuh sudah pulang jogging, kira-kira jam berapa doi mulai ya...?

"Good Morning!"

Sapaku sekaligus menghadiahinya senyuman memecah kebekuan dan dia membalas dengan seuntai senyuman dan ucapan, "Good Morning!"

Usai berpose ria kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan, karena kontur sedikit curam. Di sini, lebar jalur trek jogging hampir 3 meter karena masih harus berbagi dengan jalur masuk ke Pura Gunung Lebah. Terbuat dari konkrit kokoh dan terawat. Keren!

Menjelang tikungan, pohon beringin besar sudah menanti, karena hari masih cukup pagi, suasana mistis dan horor sungguh terasa banget di sini. Hiiiii.... kelam dan mencekam,  akar beringin yang berjuntai-juntai semakin memperjelas keadaan. Bisa membayangkan?

Di seberang pohon beringin, ada tempat parkir mobil dan roda dua, dan hei lihatlah, sudah lumayan banyak nih yang parkir.

Aha! Ada satu tanda lagi di sini dan lebar jalur trek pun semakin mengecil, jadi kira-kira 1.5 meter. Tertera juga jarak yang akan kita tempuh, kira-kira 2 km. Catat!

Campuhan Ridge Walk Ubud Bali Trek Jogging Bukan Biasa
Belokan pertama sebelum jembatan mini

Semakin dekat ke jembatan gemericik sungai semakin terdengar, kepo semakin menjadi-jadi.

Dan akhirnya... sampailah kami di jembatan mini.

Di sisi kiri-kanan jembatan, hijau dedaunan semakin memanjakan pandangan. So peacefull dan cantik sekali!

Campuhan Ridge Walk Ubud Bali Trek Jogging Bukan Biasa
Dedaunan hijau memukau

Dinding Pura Gunung Lebah segera menggeliat dari balik tikungan sementara gemercik air sungai mengiringi dari sebelahnya. Sempurna! Aku terjebak keindahan.

Belum hilang rasa takjub, kejutan lain sudah menunggu di depan.

Lihatlah, apa itu di ketinggian...?

Ternyata, meru pura yang berjumlah 7 menjulang mengintip dari kejauhan, seolah mengucapkan salam kedatangan.

Campuhan Ridge Walk Ubud Bali Trek Jogging Bukan Biasa
Meru Pura Gunung Lebah 

Untuk sesaat aku tak bisa berkata-kata. Diam dan takjub mengepung hati. Mendadak adrenalin mengambil kendali.

Seumur-umur aku belum pernah diapit keindahan seperti ini. Menghirup aroma segar daun di pagi hari, di tengah gemercik sungai yang bersinergi dengan nuansa hijau di sekeliling serta keindahan pura dan... ini nih, sedang berdua bersama kesayangan. Huuuaaaa...

Tanpa sadar aku beranjak mendekat dan memeluk babang suami. I just want to give him a big hug, share the moment, the feeling... awawawaw... hush, sirik aja loe!

Untung aja masih pagi, belum banyak manusia di sini. (((manusia)))

"Gimana, sudah bisa lanjut?"

Babang berbisik dengan tatapan menggoda.

Dari jauh terdengar suara langkah. Datang dari balik tikungan. Sekelompok turis remaja domestik yang mau pulang.

"Selamat pagi!"

Kembali aku memberi salam dan senyuman.

"Selamat pagi!"

Merekapun membalas dengan senyuman.

"Lari yuk!"

Sambil berkata begini babang suami berlari, tapi tak berlangsung lama karena kontur trek jogging sudah berubah lagi, kini agak mendaki.

"Pelan-pelan saja, Bang, hemat tenaga, aku mengingatkan, masih jauh lho perjalanan!"

Dan benar saja kami terus mendaki dan mendaki sampai-sampai aku bisa mendengar nafasku ngos-ngosan, kedodoran, di antara semilir angin perbukitan. Malu ah sama rumput yang bergoyang, hahaha...

Makin siang makin sering kami berpapasan dengan para turis namun dengan arah yang berlawanan, meski berpeluh namun masih menyisakan seuntai senyuman.

Di lain kesempatan, dering bel sepeda, anjing dan pemiliknya (mungkin?) dan kostum warna-warni outfit turis membuat mood semakin menggelora, tak sabar ingin cepat tiba di punggung bukit Campuhan Ridge Walk.  

Masih seperti tadi, sesekali kami berhenti dan berpose, tentu saja! Hahaha...

Tak seperti saat di rumah di Balikpapan, di Campuhan Ridge Walk Ubud Bali, babang suami doyan banget berbagi ekspresi. Travelling so magic, ya!

Akhirnya, kami pun tiba di punggung bukit Campuhan Ridge Walk ikonik itu!

Bermandi peluh, sudah tentu!

Campuhan Ridge Walk Ubud Bali Trek Jogging Bukan Biasa
Campuhan Signature View!

Sunset Hill, Bukit Cinta, Bukit Campuhan dan Bukit Cinta Gunung Lebah adalah beberapa nama lain destinasi kekinian di Ubud ini.

Sekelompok turis perempuan mancanegara sedang menyiapkan sesi foto. Mereka bertukar kostum di tempat terbuka, hanya berbekal kain yang dipegang oleh teman lainnya. Beberapa ransel besar tergeletak begitu saja di tanah. Mungkin isinya, aneka outfit ya. Kepo kembali menggoda. Niat banget mereka, luar biasa!

"Good Morning!"

Aku berbagi salam lagi.

"Good Morning!"

Balas mereka hampir serentak.

Ketika mendekati pohon pinang ikonik punggung bukit Campuhan Ridge Walk, keharuan seketika menyergap dan aku bersujud di antara trek jogging. Namun, babang suami menegur katanya "gak perlu sampai begitu, say, iya kalau treknya bersih, lha kalau pas ada kotoran, gimana?"

Masuk akal juga sih. Cuma aku diam saja, karena masih terbalut emosi lalu mengucap alhamdullillah, bisa sampai di sini, di Campuhan Ridge Walk Ubud Bali. Kali ini hanya dalam hati.

Tak membuang waktu kami pun segera larut berbagi ekspresi disaksikan panorama asri, hamparan ilalang, lembah Campuhan, bangunan vila yang tersembunyi di antara pohon tropis di tebing bukit, sinar  surya yang semakin garang serta peluh di badan, hahaha...

Enjoy, guys...!

Campuhan Ridge Walk Ubud Bali Trek Jogging Bukan Biasa
Cieee, boleh juga nih gaya si abang sayang

Campuhan Ridge Walk Ubud Bali Trek Jogging Bukan Biasa
Bangunan vila bersembunyi di antara pohon tropis

Campuhan Ridge Walk Ubud Bali Trek Jogging Bukan Biasa
Pose insidental itu!

Kog bisa foto bareng dengan anjing?

Sebenarnya ini kejadian insidental.

Begini ceritanya,

Saat berjalan-jalan sambil mengambil foto, aku melihat ada beberapa spot foto di antara ilalang. Sepertinya memang disediakan di sana untuk pose ala-ala.

Mendadak pose terbang di antara spot ilalang langsung terbayang.

Nah, pas sedang asyik khusyu (((khusyu))) mau pose, anjing yang awalnya duduk bareng turis perempuan manca negara tadi, tiba-tiba masuk frame dan diam di sana, hahaha.

Aslinya nih aku takut setengah mati, takut doi berubah pikiran dan menerkam.

Sesaat kami saling menatap, doi dengan kalem berhenti pas di samping aku. Kami bertatapan lagi, semakin dekat dan lekat. Tapi aku tetap diam tak bergerak.

Mungkin doi tersepona eh terpesona dengan pose aku ya, hahaha...

"Gimana nih, sayang, ada anjing, eh?"

"Tidak apa-apa, Bang, malah semakin keren, jawabku sambil berusaha tenang dalam pose terbang, ala-ala yoga gitu deh"

"Foto cepat, bang!"

 Dan... klik!

Gimana, kamu suka?

Lucunya, usai aku menuntaskan pose, doi pun langsung pergi kembali ke turis perempuan manca negara tadi, Duduk manis lagi, hihihi... What a day!

Sementara itu, meski matahari semakin garang, namun orang-orang semakin ramai saja berlalu-lalang.

Bahkan ada yang sedang pra-wedding lengkap dengan make up, kostum dan drone crew. Iya, guys, panas-panas begini, demi apa coba!

Di bagian lain ada yang sedang syuting, karena kerap melakukan gerakan yang sama dan berulang-ulang, gerakan seolah berlari dan aku mendengar suara, "siap.... action!"

Ahhh, terbuktilah Campuhan Ridge Walk memang Bukit Cinta!

Semua aura di sini penuh suka cita, penuh damai, sarat cinta.

Sebenarnya aku ingin meneruskan perjalanan sampai ke Karsa Kafe, namun babang suami sudah lapar dan ingin isi 'bahan bakar'.

Rasanya belum puas sih. Tapi kami harus kembali, karena perut aku juga ikutan latah, tidak mau lagi diajak kompromi.

Hampir 2 jam kami mengeksplor Campuhan Ridge Walk dan saatnya menyusuri kembali trek jogging, tapi kali ini dengan arah berlawanan, pulang kembali ke hotel.

Meski panas sudah mulai memanggang, tapi masih saja kami berpapasan dengan orang-orang yang baru datang.

Oh iya, kalau ke sini bawa juga botol minuman ya, karena tak ada warung di sepanjang trek jogging kecuali di Karsa Kafe, itu pun masih jauh, masih kira-kira 2 km dari simpang jembatan mini tadi.

Suatu saat aku ingin kembali ke sini lagi dan juga ke tempat-tempat wisata menarik lainnya di Bali seperti Kelingking Beach di Nusa Penida, Desa Penglipuran, Danau Beratan Bedugul dan lain-lain.

Bagaimana dengan kamu?

Sudah ada rencana liburan tahun ini? Atau untuk tahun depan?

... atau mungkin mau icip-icip Campuhan?

Ada banyak lho strategi berburu tiket pesawat murah!

Di antaranya:
  • Kudu fleksibel dengan waktu dan tujuan
  • Pilih hari penerbangan dengan menghindari akhir pekan atau hari libur nasional
  • Pilih jam penerbangan paling pagi atau paling malam, di mana kebanyakan orang banyak menghindarinya.
  • Pilih destinasi liburan yang sedang promo. Sekali-kali biarkan destinasi promo yang membawamu, dan bersiaplah untuk kejutan!
  • Menjadi member atau langganan newsletter agen travel online 
  • Gunakan mode incognito agar cookie pada browser selalu ter-reset sehingga kamu akan selalu mendapatkan harga promo. Dulu aku sempat menjadi korban lho. Setelah habis beli tiket promo terus mau beli lagi, harganya langsung lebih mahal.
  • Gunakan kartu kredit. Jangan buru-buru alergi ya. Karena eh karena kita bisa memanfaatkan layanan kartu kredit dengan bijak misalnya menggunakan poin untuk mendapatkan diskon tiket pesawat atau kemudahan pembayaran secara angsuran tanpa bunga.
  • Sering bergerilya mencari informasi sebanyak-banyaknya karena tidak ada faktor kebetulan atau keberuntungan untuk mencari tiket pesawat murah.
Jadi, kapan kita kemana?

Sabtu, 04 Maret 2017

Pentingnya Mengetahui Aktivitas Favorit di Tempat Wisata


Pentingnya Mengetahui Aktivitas Favorit di Tempat Wisata


Pentingnya Mengetahui Aktivitas Favorit di Tempat Wisata. Ternyata, jantungnya seni dan budaya Bali itu ada di Ubud ya. Jadi, setiap aktivitas wisata di sini, umumnya akan berhubungan dengan budaya, kemesraan terhadap alam, spritual dan ikatan antara manusia yang pada akhirnya melahirkan kesan mendalam bagi setiap pelancong.

Nah, kalau aku, saat mendengar Ubud yang terbayang langsung hamparan sawah terasering (baca:bertingkat), film Julia Robert, Eat Pray Love dan kentalnya khasanah aura magis.

Menurut beberapa artikel yang pernah aku baca, Ubud lebih terkenal kepada turis manca negara ketimbang turis domestik. Pesona keheningan dan jauh dari hiruk-pikuk, sangat menenangkan sepertinya menjadi pertimbangan.

Terus, apa saja dong yang bisa kita lakukan saat liburan di Ubud?

Berikut beberapa alternatif aktivitas favorit tempat wisata di Ubud


1. Rafting di Sungai Ayung

Bagi masyarakat Bali, sungai Ayung dianggap suci dan sumber kehidupan, namun untuk para pelancong melakukan aktivitas di sepanjang sungai merupakan pengalaman spektakuler yang amat berkesan dan pasti takkan terlupakan!

Termasuk dalam kategori sungai kelas II dan III, arung jeram di sini sangat cocok untuk rafter pemula, yakni mereka yang ingin berarung jeram tanpa bahaya sambil menikmati pemandangan indah menyusuri sungai, di mana yang tampak pada sebelah kanan dan kiri suasana alam liar menawan dan air terjun eksotis. 

Bagai adegan dalam film-film petualangan, sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan atraksi monyet yang bergelantungan di pohon bersinergi dengan kicauan burung yang bersahutan.


Rafting di Ubud


2. Menikmati Keindahan Hamparan Sawah Bertingkat (Terasering) 

Dua tempat ikonik untuk menikmati sawah bertingkat adalah Terasering Jatiluwih di Tabanan dan Terasering Tegallang Ubud. Karena ini tentang Ubud, kita fokus ke Tegallalang ya.

Adalah sebuah desa bernama Tegallalang yang juga merupakan sebuah ibukota kecamatan dari Tegallalang.

Kawasan desa wisata ini sarat dengan nuansa alam. Sejauh mata memandang hijau membanjiri sudut pandang. Iya, hamparan sawah bertingkat memanjakan mata, untuk kamu pencinta kesegaran dan ketenangan, ini sungguh keberkahan!

Apalagi jika dinikmati sambil bersantap dengan keluarga atau pasangan halal, paket premium euiii, hahaha... ini mah gue banget yak!

Sawah Bertingkat


Sepertinya sawah bertingkat memang tempat ikonik Ubud Bali Indonesia, sampai-sampai majalah online Indonesia Travel menjadikannya sebagai gambar sampul untuk artikel tentang tempat wisata di Ubud.

Sawah Bertingkat di Ubud
Source: http://www.indonesia.travel/en/destination/area/ubud

3. Trekking di Campuhan Ridge Walk

Nah yang demen ge-el alias goyang lutut alias jalan kaki ala petualang sejati, boleh deh uji nyali berjalan kaki mencoba trek jogging bukan biasa Campuhan Ridge Walk Ubud Bali.

Karena berjalan kaki, tentu bisa lebih intens dong menikmati suguhan murni khas Bali.

Di sini kita akan menemukan beragam view seperti pura, sungai, lembah, perkampungan khas Bali dan tentu saja menghirup udara sarat oksigen. Sssst... saatnya puaskan hasrat fotografi di sini. Xixixi... Mau pose apa saja, tariiik maang!

Beberapa tips untuk sukses menaklukkan tantangan ini antara lain:
  • Kenakan pakaian yang terbuat dari katun agar keringat terserap dengan baik
  • Pakai sepatu ringan dan nyaman, tak perlu yang terbaik, karena di tengah perjalanan suka ada lumpur yang tersesat, hehehe. Jadi, pastikan sepatu mahal dan keren tetap tinggal di rumah/penginapan ya.
  • Bawa perlengkapan air minum atau camilan karena sepanjang jalan tak begitu banyak orang berjualan.
  • Nah ini kudu wajib hukumnya. Peralatan dokumentasi seperti kamera, tongsis dan konconya. Tentu kamu tak ingin momen ini hilang ditelan waktu. Sepanjang perjalanan akan ada lekukan lembah, pemandangan mempesona baik dari kedua sisi atau datang dari bagian bawah.
  • Waktu perjalanan lama 3-4 jam, lebih dari cukup untuk memuaskan hasrat fotografi (baca: narsis)
  • Waktu eksplor terbaik pagi dan sore hari agar tak terbakar matahari
  • Pastikan membawa losion anti nyamuk karena mereka doyan darah pelancong, hahaha... hush! 
Campuhan Ridge Walk
Source : http://www.bali-indonesia.com/magazine/campuhan-ridge-walk-bali.html

4. Monkey Forest Ubud

Ingin sesuatu yang berbeda untuk kunjungan kali ini?

Nah, ini dia salah satu primadona tempat wisata turis baik domestik atau manca negara di Ubud, yang cocok didatangi bareng keluarga. Menyaksikan tingkah polah monyet yang lucu dan lugu dijamin bisa membuat kita senam mulut.

Tempat ini sebenarnya adalah kompleks pura sekaligus cagar alam dengan pepohonan tinggi dan rindang, yang sangat cocok menjadi habitat ratusan kera yang sudah familiar dengan para wisatawan.

Karena mereka sangat aktif, rasa ingin tahu mereka juga sangat tinggi. Jadi siap-siap dengan aksi mereka yang sukar diprediksi. 

Beberapa di antara mereka suka mejeng di pintu masuk dan menunggu dengan sorot mata penuh selidik, sepertinya mereka tahu dan menunggu para calon "korban". 

Seperti halnya bangsa kera mereka jatuh cinta sama pisang. Jika ingin narsis bareng, kudu minta tolong sama pemandu, siapa tahu mereka mendadak  berubah jadi kasar dan merampas barang-barangmu. Semuanya demi keamanan dan kenyamanan semata.

Monkey Forest Ubud
Source: http://livingintravels.com/balijskaya-istoriya-zhivi-naslazhdajsya-fotografiruj/

Source: http://www.bali-indonesia.com/ubud/ubud-monkey-forest.htm

5. Yoga di Pagi Hari

Yup. Ubud memang identik dengan yoga. Bahkan terkenal sampai ke manca negara. Tenang, untuk kelas pemula juga ada. Kudu merogoh kocek, tapi yang gratis juga tersedia. Apalagi kalau ajak aku, boleh deh gratis, tis. Hihihi...

Pagi hari adalah waktu yang sempurna melakukan yoga. Saat udara masih segar, pikiran rileks, bersinergi dengan suasana sarat spritual dan magis. Waktunya untuk mengembalikan energi positif pada sukma dan raga sekaligus narsis binti eksis. Tetap yak...!

Apalagi jika yoga dilakukan sambil menghadap sungai atau sawah. Sempurna!

6. Puaskan Hasrat Belanja di Pasar Seni Sukawati

Jalan-jalan tanpa ole-ole, rasanya gimana gitu ya.

Ya... gimana dong?

Yuk siapkan kocek dan keluarkan jurus seni tawar menawar terbaikmu di sini. Julia Robert saja syuting di sini lho. Iya di filmnya Eat Pray Love itu. Masih ingat adegannya?

Berbagai ole-ole khas Bali tersedia lengkap di sini. Datanglah lebih awal agar mendapatkan harga perkenalan. Pasar buka jam 10 pagi. Catat ya!

Untuk mendapatkan "harga lokal" kudu akrab dengan penjual. Gunakan panggilan "mbok" untuk perempuan yang berarti ibu, dan "Bli" untuk laki-laki yang berarti Abang. Dan cobalah menawar dengan setengah atau bahkan 3/4 dari harga yang diajukan pertama kali.

Kudu tega, gitu? 

Yup!

Oh iya, tidak semua barang bisa kita dapatkan dengan harga terjun bebas, karena ada beberapa barang sudah punya standar harga dan tak bisa ditawar lagi.

Jadi, gimana dong agar tahu bahwa kita mendapat harga terbaik?

Survei harga dengan cara berkeliling dan kunjungi pedagang yang menjual barang yang sama dan tanya harganya. Iya, samalah caranya saat kita belanja di pasar tradisional di tempat kita sendiri.

Selamat berbelanja ria!

Pasar Seni Sukawati Ubud
Source: http://www.anythingbali.com/senangnya-berbelanja-di-pasar-sukawati/

Nah, sekarang sudah tahukan ya betapa pentingnya mengetahui aktivitas favorit di tempat wisata agar liburan semakin optimal, maksimal, berkesan dan tentu saja, tak terlupakan!