Ketahui Manfaat Menghargai Diri Sendiri

menghargai diri sendiri bersama lazada 11.11

Sejak memutuskan menjadi ibu rumah tangga yang kadang kala harus 24 jam berada di rumah, aku sempat merasa ada yang hilang dari diri ini.

Baca juga : 4 Kiat Terciptanya Bahagia di Rumah

Apalagi sebelumnya, saat menjadi wanita kurir eh karir, kadang-kadang aku bisa menghabiskan waktu selama hampir 12 jam di kantor.

Saat itu, aku jarang sekali punya waktu untuk memegang gadget, bahkan untuk sekedar say hello di media sosial. Boro-boro.

Yang ada, aku berkutat dengan pekerjaan yang seperti membelitku. Maklumlah aku bekerja di bagian HRD which is yang hampir tiada hari tanpa masalah, fiuuh!

Jadi, begitu aku menjadi ibu rumah tangga murni dan buah hatiku juga semakin mandiri, aku punya banyak waktu luang plus tersedianya jaringan internet yang lumayan kencang di rumah, membuat godaan melirik kembali semua akun media sosial yang pernah aku buat semakin membebat.

... bahkan aku memberanikan diri membuat blog dan membeli domain, cie, cie...

Tentang blog ini, semua aku pelajari otodidak. Sempat hampir 2 tahun blog terbengkalai karena aku tidak punya motivasi untuk membenahi, karena terbelit keasyikan media sosial facebook, kakaa...

Kemudian... takdir berkata lain!

Ketika aku bergabung dengan komunitas blogger, lalu sering blogwalking perlahan namun pasti motivasi mulai menghampiri.

Aku semakin giat membekali diri dengan berbagai tip dan trik blogging, DA dan PA ikut latah perlahan merangkak naik sampai akhirnya kesempatan mendapatkan job review pun menghampiri.

Aku juga getol mengikuti berbagai lomba di media sosial terutama facebook, baik lomba foto maupun video yang alhamdullillah beberapa di antaranya sampai bisa mengantarkan kami travelling ke Saudi Arabia.

Meski harus aku akui, bendera kemenangan tak selalu berkibar, tapi aku tetap maju tak gentar ^^

Nah, saat itu untuk lomba video aku sedikit mengalami kesulitan dan memiliki tripod adalah impian.

Tahukah kamu?

Tripod impian akhirnya aku beli di Lazada lho, pada tanggal 23 April 2015 dan kondisinya masih bagus sampai saat ini.

menghargai diri sendiri bersama lazada 11.11

Tentu saja, karena aku merawat dan menyimpannya dengan layak!

Itu adalah barang impian yang aku beli dari honor menulis di blog. Jadi, sangat istimewa sekali.

Begitu juga saat aku mendapat job review dari Lazada selanjutnya, voucher belanja aku belikan fashion impian yang saat itu sangat kekinian 'Sierra Danish Slip-Slap Pants Skirt Navy.

menghargai diri sendiri bersama lazada 11.11

Celana ini merupakan outfit favorit sehingga tanpa sadar jika dalam setiap kesempatan selalu saja aku kenakan.

Sampai-sampai babang suami protes, "Emangnya gak ada celana lain ya, Bun, kog ini mullu, sih?"

Tapi karena terlanjur cinta, yah tetap saja, L4, loe lagi, loe lagi ^^

Menghargai Diri Sendiri

Aku percaya menghargai diri sendiri adalah faktor krusial untuk membangun self esteem dan confidence, seimbangkan kehidupan dan pekerjaan sekaligus meningkatkan kesehatan psikologis.

Jika kita  tidak menghargai diri kita sendiri, lalu siapa lagi?

" The way you treat yourself sets standards for others"

~ Sonya Friedman


Percayalah, mencintai diri sendiri bukan bentuk arogansi atau narsisme!

Justru itu adalah bentuk terima kasih kita kepada Sang Pencipta atas karunia yang diberikan kepada kita, fisik dan non fisik.

Jadi, salah satu cara aku mencintai diri sendiri adalah dengan berdamai dengan diriku sendiri, mengizinkan diriku bersenang-senang sedikit laa, misalnya membeli produk impian dengan hasil keringat sendiri, rasa puas memenuhi relung sanubari, meski tidak selalu harus merek wah dan mahal.

Aku juga mulai menerima keadaan kehidupan yang jelas-jelas agak berbeda dibandingkan saat masih memiliki penghasilan lumayan ketika menjadi karyawan.

Bendera putih juga aku lambai-lambaikan pada aktivitas makan malam di restoran dan perawatan rutin di spa kesayangan.

Iya, aku harus lebih realistis dan berhenti membanding-bandingkan keadaan ketika aku menjadi karyawan, karena sekarang faktanya kini aku full time IRT dan ehem, Travel & Lifestyle Blogger ^^

Tapi, hei... percayalah masih ada banyak orang yang jauh kurang beruntung dibanding keadaan kita saat ini, right?

Aku juga percaya, kalau kita selalu melihat dan membandingkan apa yang dimiliki oleh orang lain, itu tidak akan pernah berhenti. Capek dan buang-buang waktu!

Tapi untuk menjadikannya motivasi, hell yes, aku setuju sekali.

Kembali ke laptop!

Saat ini aku lagi demen banget pakai gamis, apalagi kalau mampu bikin aku tambah pede dan manis!

Lalu ditoyor,  ^^.

Jadi, mumpung dalam waktu dekat akan ada festival pesta belanja Lazada 11.11 di mana akan ada banyak program dengan tawaran dan diskon fantastis seperti wonderland, shake it, slash it dan flash sale, aku mulai kasak-kusuk eh browsing deh di Lazada dan menemukan salah satu koleksi yang mencuri hati ini.

menghargai diri sendiri bersama lazada 11.11

Gimana, kamu suka?

Kalau aku, asli meleleh ^^

Semoga sih ini bukan PHP. Maksudnya, pas kelak barang diterima nanti tetap seindah foto di atas.

So, guys, yuk hargai diri sendiri, misalnya dengan berburu barang impianmu di Lazada dan masukin ke wishlist!

Tapi... tetap belanja dengan bijak ya. Beli sesuai kebutuhan!

Semoga kita termasuk orang yang beruntung di event Lazada 11.11 kali ini ya.

Begini Kiat Mengatasi Rasa Gugup di Segala Situasi

mengatasi rasa gugup di segala situasi kiatnya
Image by Rani @kucingtheexplorer
Begini Kiat Mengatasi Rasa Gugup di Segala Situasi. "Kak, ada tawaran untuk membuat event, nih?"

Sebuah WAG masuk dari Mas Bambang Herlandi, ketua Blogger Balikpapan.

"Event apa, Mas?"

"Eventnya sih dari Lembaga Sensor Film (LSF) Jakarta, tentang #BudayaSensorMandiri tapi boleh kog berkolaborasi dengan ide event Blogger Goes to School yang pernah beberapa waktu lalu kita gagas itu"

#BudayaSensorMandiri adalah program LSF untuk mengajak masyarakat Indonesia sedini mungkin untuk memilih tayangan/film/konten yang sesuai usia sekaligus mengajak orang di sekitarnya untuk berbuat serupa.

Blogger juga merupakan orang yang memiliki kapasitas untuk membuat, mempromosikan dan memviralkan konten.

LSF memandang perlu bergandengan dengan Blogger agar dapat menghimbau pembaca blog untuk memilih konten positif sesuai usia.

Lalu pikiranku segera melayang ke beberapa pertemuan saat bersilaturahmi dengan anggota komunitas blogger Balikpapan, di mana kami sering berdiskusi ingin membuat sebuah event dengan nuansa blogger, tentunya.

Aha, pucuk dicinta ulam pun tiba, hatiku bersorak ria!

"Ayo, Mas, Bismillah!" Balasku dengan penuh semangat membara.

Begitulah, dalam waktu 2 minggu ke depan kami harus sudah siap untuk menghelat acara Blogger Goes to School ini.

Agak mendadak memang, karena sesuai permintaan klien, cie, cie, klien... so the show must go on!

mengatasi rasa gugup di segala situasi kiatnya
Image by Rani @kucingtheexplorer
Beberapa hari kemudian...

"Tapi untuk menarik peserta umum kayaknya agak mepet nih, Mas, sepertinya peserta harus melulu siswa sekolah nih, apalagi temanya juga kan Blogger Goes to School?"

Aku langsung mengeluarkan uneg-uneg dengan Mas Bambang.

"Ntar aku konfirmasi lagi dengan pihak yang berkompeten ya, kak"

Beberapa jam eh hari kemudian... (ingat film Sponge Bob )^^

Konfirmasi pun didapatkan bahwa acara ini akan digelar di SMALA (SMUN 5) Balikpapan dengan peserta siswa sekolah dan umum, maksimal 100 peserta, biar lebih greget eh optimal.

Para peserta akan mendaftar via formulir google yang terdapat di bio instagram Blogger Balikpapan @bpnblogger.

Aku dan segenap anggota blogger Balikpapan juga dihimbau untuk memposting undangan di akun media sosial kami terutama, instagram!

And you know what, this event actually is my debut, sharing about my passion in front of a formal event!

Jadi, bisa dibayangkan berbagai perasaan segera berjumpalitan. Antara persiapan, tak sabar menunggu hari H dan mau mulai dari mana, HAHAHA.

Lalu kemudian yang terlintas adalah MJ, iya Michael Jackson!

Tahukah kamu?

Meski sudah dinobatkan sebagai King of the Pop semasa hidupnya, MJ, tetap getol berlatih dengan timnya lho, apalagi kalau ada konser khusus melanglang ke penjuru dunia.

Itulah kenapa dalam setiap atraksinya, MJ nyaris sempurna!

Dan aku setuju 100%, bahwa practise makes perfect, indeed!

Untuk itu, aku pun mulai melahap berbagi literasi, *cieee gayak bener dah istilahnya!

Mulai dari bagaimana mengatasi gugup saat presentasi, membuat presentasi yang menarik, public speaking sampai membuat presentasi sederhana di power point.

Iya, aku belajar otodidak!

Kiat Mengatasi Rasa Gugup di Segala Situasi


Untuk mengatasi rasa gugup aku langsung browsing di YouTube dengan kata kunci 'kiat mengatasi rasa gugup di segala situasi' yang mengantarkan aku kepada saluran SuccessBefore30 dari Chandra Putra Negara dan mendapatkan beberapa pencerahan.

Aku pilih tips dari doi karena tutorialnya sederhana dan masuk akal, HAHAHA, which is:

1. Melatih nafas

Karena dengan menarik nafas yang dalam itu akan membuat kita jadi rileks/tenang sekaligus mengurangi rasa panik.

2. Afirmasi

Atau disebut juga auto suggestion positif (sugesti positif)

Caranya, dengan mengucapkan kalimat sakti ini agar mampu merasuk kedalam hati : "saya cinta diri saya, saya sangat bahagia, saya pasti bisa!"

Begitu terus berkali-kali di setiap kesempatan.

3. Berlatih

Kita bisa karena terbiasa. Jadi berlatih adalah harga mati! Dengan sering berlatih otomatis gugup akan berkurang dan akhirnya hilang.

Sering berlatih akan membuat kita ahli!

4. Persiapan

Persiapan bisa dilakukan dengan datang lebih awal, satu atau dua jam. Dengan melakukan persiapan, kita akan menguasai panggung, audiens dan seluk beluk.

Singkatnya, you know what to do, kata tetangga gue di Amrik ^^

Memang persiapan tidak menjamin kita akan tampil sempurna, tapi bisa meminimalisir rasa gugup!

5. Berdoa

Kita harus menyertakan Yang Maha Kuasa dalam setiap aktivitas, meminta agar kita diberi kelancaran.

Membangun Komunikasi dengan Audiens

Sedangkan untuk membuat presentasi menarik aku mencari tutorial dengan kata kunci 'kiat membangun komunikasi' yang kemudian menuntunku ke saluran YouTube 3speakers Indonesia, yang terdiri dari Hilbram Dunar, Bayu Oktara dan Uli Herdiansyah.

Tip berkomunikasi dengan tepat sekaligus powerful dan membuat audiens merasa nyaman adalah dengan membuat hubungan emosi
.
Hal ini disebabkan karena komunikasi adalah banyak mengenai rasa. Komunikasi adalah seni!

Dengan menggunakan teknik cerita, maka otomatis, emosi audiens atau orang yang kita ajak cerita akan nyambung dengan kita/pembicara.

Iya, cerita adalah sebuah teknik untuk menyampaikan sebuah poin atau gagasan yang membuat audiens terlibat secara emosi dengan materi pembicara, karena pada dasarnya semua orang suka mendengar cerita atau 'didongengin'.

Jadi menggunakan teknik cerita dalam sebuah presentasi atau berbicara di depan umum, biasanya secara tidak langsung audiens akan lebih memperhatikan dengan seksama.

Namun untuk meraih kepercayaan audiens ini perlu diterapkan beberapa kiat seperti kualitas vokal dan cara kita berbicara.

Hindari berbicara dengan banyak jeda, sering mengulang beberapa kata serta banyak menggunakan kata-kata yang tidak lazim.

Semua ini akan membuat audiens tidak percaya, tidak adanya ikatan emosi dan pada akhirnya tidak mau mendengarkan, bahkan berdoa agar pembicara segera menyudahi presentasinya. Alamak!

Nah, untuk itu kita perlu berlatih.

Wow, ini sama dengan poin 3 dari kiat Mas Chandra di atas ya, berlatih!

Dimulai dengan latihan membaca artikel, lalu menceritakan kembali di depan kaca dalam waktu 30 detik, satu menit atau dua menit.

Bisa juga dengan melakukan rekaman dengat gadget agar bisa melakukan evalusi.

Dalam teknik bercerita kita juga bisa menggunakan pendekatan persuasif (membujuk), hiperbola (melebih-lebihkan), mengambil sampel dari satu kejadian atau bahkan menggunakan humor.

Namun khusus untuk soal humor harus selalu menghindari SARA, karena referensi audiens itu berbeda-beda. Lucu buat kita, belum tentu lucu buat orang lain.

Apalagi kalau sudah 'main fisik' seperti badan kegedean, kependekan, muka aneh dan lain-lain, wajib dihindari atau dihilangkan dari materi presentasi.

Selanjutnya dalam teknik bercerita kita juga kudu memperhatikan 4 hal seperti alur cerita, arah cerita, kecepatan bercerita dan akhir cerita.

Buatlah audiens terkesan, karena kesan lebih penting dari pesan!

Pas sampai di bagian ini, aku mengulang-ulang video, seakan ingin menancapkannya dalam dan jauuuuh ke relung hati,  "kesan lebih penting dari pesan, kesan lebih penting dari pesan!"


Kiat Membuat Presentasi Menarik


Terakhir, untuk membuat presentasi menarik di power point, aku belajar dari saluran YouTube Dzulfikar Nurfikri. Masih dengan konsep yang sama, tutorial simpel dan mudah dieksekusi.

Jadi sambil mempelajari materi sekaligus aku juga menuangkannya ke dalam bentuk power point.

Belajar menggunakan instruksi sederhana di bilah menu seperti home, insert serta animations.

mengatasi rasa gugup di segala situasi kiatnya
Belajar membuat materi presentasi dengan power point

Aku juga masih mengingat beberapa hal krusial yang pernah aku dapatkan saat sering menghadiri seminar waktu menjadi anggota ISI (Ikatan Sekretaris Indonesia) Balikpapan.

Bahwa salah satu syarat agar bisa membawakan presentasi dengan menarik adalah menggunakan kata kunci singkat di materi power point, perbanyak interaksi dan hindari membaca materi power point yang tertera di layar!

Karena apa?

Karena eh karena audiens pasti juga akan melakukan hal yang sama, membaca materi. Percayalah, presentasi pasti akan terasa garing dan membosankan!

Nah, untuk mengeksekusi kiat dari Mas Chandra di atas, aku beberapa kali berlatih dengan materi sekaligus menghitung durasi, karena hanya diberikan total waktu selama satu jam termasuk sesi tanya jawab.

Jadi, kalau saat itu tetangga aku menyimak dan merekam dengan camera candid, bisa dipastikan mereka akan terbahak, karena aku berlatih dengan volume suara yang lumayan kencang dan menggunakan bahasa tubuh ala presenter, HAHAHA.

And ... you know what?

Aku membuktikan sendiri, bahwa berlatih memang sangat berperan untuk meminimalisir kegugupan, membuat semakin familiar dengan materi, semakin bersemangat dan percaya diri!

Membangun dan Prospek Blog


Yup, dalam kesempatan kali ini, 'Membangun dan Prospek Blog' adalah materi yang aku pilih.

Mengapa?

Karena aku mengalami dan menjadi bagian dari proses ini!

Selain karena ini adalah my debut tampil berbagi tentang blogging di depan audiens, aku juga merasa nyaman karena pernah dan masih menjadi bagian dari proses 'membangun dan prospek blog'.

Jelas lebih nyaman, karena aku akan berbagi suka duka pengalaman aku pribadi plus tentu saja bersinergi dengan berbagai literasi yang sesuai dengan materi kali ini.

Ternyata eh ternyata ada banyak lho informasi berharga yang tersedia di dunia maya.

Tinggal ketik sesuai kata kunci dan dalam sekejap semua informasi ada dalam genggaman jari!

Alhamdullillah, di akhir acara, dengan kerendahan hati aku meminta masukan dari beberapa sahabat blogger dan secara umum mereka menilai, my debut layak diapresiasi dan meminta agar aku bersedia berbagi kiat di lain kesempatan lagi.

mengatasi rasa gugup di segala situasi kiatnya
Image by Rani @kucingtheexplorer

Nah, jadi begini nih kiat mengatasi rasa gugup di segala situasi versi aku, kalau kamu?


Anjangsana ke Toko Oleh-Oleh Khas Balikpapan Gulung Jenebora


toko oleh oleh khas balikpapan gulung jenebora double cheese

Anjangsana ke Toko Oleh-Oleh Khas Balikpapan Gulung Jenebora. "Jam 11 saja ya Bu, kalau mau ke Gulung Jenebora"

Demikian sebaris WAG konfirmasi dari Mas Candra, Area Coordinator toko oleh-oleh khas BalikpapanGulung Jenebora, masuk!

Aku kenal Mas Candra, saat ingin mengambil piring untuk makan siang dalam acara "Bimbingan Teknis ~ Sinergitas Promosi Pariwisata Pasar China Dengan Pelaku Industri Parwisata" beberapa waktu lalu.

Baca juga : Karakteristik Wisatawan Tiongkok

toko oleh oleh khas balikpapan gulung jenebora

Dari percakapan itu juga wawasan aku bertambah, bahwa toko oleh-oleh sejenis Gulung Jenebora juga tersebar di seluruh nusantara seperti di Aceh, Banjarmasin, Batam, Bukittinggi dan Pekanbaru.

Terbukti ya, tak kenal maka tak sayang!

Selama ini aku memang belum pernah ke dalam toko Gulung Jenebora, toko oleh-oleh khas Balikpapan ini. Paling banter hanya lewat-lewat saja di depannya karena kalau pas mau ke mal E-Walk dari arah Damai atau Balikpapan Permai, harus melewati jalan yang berada tepat di depan Gulung Jenebora.

Sesuai dengan tagline "Gulung Jenebora" pasti bisa nebak dong ya. Yup ini toko oleh-oleh aneka varian bolu gulung.

Sedangkan Jenebora adalah nama salah satu kampung yang sudah ada sebelum tahun 1724 yang berada di kawasan teluk Balikpapan, namun kini masuk dalam wilayah PPU, Panajam Pasir Utama.

"Jene" sendiri merupakan kata majemuk dalam bahasa Bugis yang berasal dari kata "Jene" yang artinya air, sedangkan "Bura" artinya busa putih.

Kembali ke laptop!

Begitu turun dari mobil, aku menyapu pandangan ke sekeliling dan mataku terpaut pada tanaman kembang kertas orange yang ngejreng dan indah terletak di daerah pintu masuk.

Meski hari sangat terik aku mencoba mengambil foto toko dengan latar depan kembang kertas blur.

Ini hasilnya!

toko oleh oleh khas balikpapan gulung jenebora

Gimana, kamu suka?

Selanjutnya aku masuk kedalam toko untuk menemui Mas Candra. Namun mataku segera tertarik ke beberapa rak oleh-oleh yang tertata rapi.

Ternyata oh ternyata toko oleh-oleh khas Balikpapan Gulung Jenebora juga menjual aneka oleh-oleh lain seperti amplang, aneka kerupuk, ikan asin, berbagai abon seafood, camilan pisang salai, soft durian bahkan beberapa karya kerajinan tradisional seperti tas dan gelang manik.

Aku segera asyik dalam aktivitas  mengambil beberapa video dan foto. Lagi khusyu shooting (((shooting))) eh, Mas Candra menghampiri, lalu kami memutuskan duduk di area photo booth.

Iya, di Gulung Jenebore tersedia juga photo booth sederhana, di sebelah kanan dan kiri, di bagian depan toko. Khusus di bagian kanan tersedia pernak-pernik bagi pengunjung yang ingin memuaskan hasrat berbagi ekspresi.

Misalnya seperti ini...
toko oleh oleh khas balikpapan gulung jenebora

Mas Candra menjelaskan bahwa Gulung Jenebora mulai beroperasi Desember 2012 di Balikpapan. Wah, berarti hampir 6 tahun ya. Kalau usia sekolah, sudah mau masuk SD, nih :D.

Di Balikpapan, Gulung Jenebora punya 3 outlet.

Satu yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman  No. 429 yang saat ini aku kunjungi, kedua, ada di Jalan Soekarno Hatta KM-5 dan terakhir di bandara SAMS Balikpapan dekat boarding gate.

Biasanya kalau ada wisatawan yang mau eksplor tempat wisata di kepulauan Derawan seperti Kakaban Danau Dalam Pelukan, Maratua, dan Sangalaki Pulau Tanpa Penghuni,  pesawat akan transit dulu di bandara SAMS Balikpapan, jadi monggo nih mampir dulu di outlet bandara untuk melengkapi momen indah liburanmu.

Seiring permintaan pasar dan perkembangan bisnis, Gulung Jenebora pun terus melakukan inovasi produk bolu gulung dan cake sehingga saat ini sudah terdiri dari berbagai varian seperti black forest, cake buah naga, rainbow naga, gulung nenas, gulung durian, gulung polkadot,  gulung naga ijo, gulung greentea, pandan cheese, simple brownies dan yang terbaru double cheese.

toko oleh oleh khas balikpapan gulung jenebora double cheese

Kisaran harga mulai dari Rp 45.000 sampai dengan Rp 69.000.

Khusus untuk outlet di bandara harganya Rp 5.000 lebih mahal dari kedua outlet lainnya.

Namun kadang-kadang suka ada promo dan kuis juga lho, terutama jika akan ada peluncuran produk baru. Jadi, kudu rajin kepoin akun instagram @gulungjenebora ya ^^

Sedangkan untuk harga oleh-oleh khas Balikpapan lainnya seperti amplang, abon tertera di depan rak. Jika tidak menemukan label harga, silahkan bertanya ke mba kasir.

Untuk tester amplang, abon dan gulung jenebora juga tersedia. Namun tidak untuk semua varian.

Nah, pas aku ke sana aku kebagian tester varian Gulung Jenebora nenas. Suka banget! Bolunya lembut, manisnya pas, berpadu dengan aroma nenas. Ga bikin eneg!

Menurut Mas Candra, varian gulung favorit adalah gulung durian, rainbow naga dan selai coklat kacang.

Sedangkan amplang favorit adalah mawar sari, nusantara dan bondang.

Pada kesempatan itu aku juga diajak tur ke dapur Gulung Jenebora yang ternyata terletak di seberang toko.

Mas Candra juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat desain ruang display dan operasional dapur toko oleh-oleh khas Balikpapan Gulung Jenebora juga akan direnovasi biar lebih afdol dan kekinian.

"Tak kenal maka tak sayang!"

Pasti familiar dong dengan ungkapan ini ya.

Yuk, lebih dekat dengan Gulung Jenebora, toko oleh-oleh Balikpapan via video di bawah ini!

Semoga anjangsana ke toko oleh-oleh khas Balikpapan Gulung Jenebora ini bermanfaat.

Kalau ke Balikpapan, monggo colek aku ya, siap jadi dayang-dayang ne :D


Momen Ter-WOW di Wakayama Kuroshio Ichiba Tuna Filleting Show

Momen Ter-WOW di Wakayama Kuroshio Ichiba Tuna Filleting Show

Momen Ter-WOW di Wakayama Kuroshio Ichiba Tuna Filleting Show. Saat telah mendapat konfirmasi bakal berangkat ke Jepang, aku jadi sering-sering browsing tentang Jepang. Biar gak kudet gitu, ceritanya.

Tapi aku fokusnya hanya ke tempat-tempat wisata melulu, melahap eksotika view musim dingin, semi, panas dan gugur.

Tak pernah sekalipun aku melirik atau terpikir membaca artikel tentang pasar (ichiba) tradisional di Jepang.

Momen Ter-WOW di Wakayama Kuroshio Ichiba Tuna Filleting Show

Jadi, waktu ikut tur Ibu Cerdas Attack Goes To Jepang dan tiba di Kuroshio Ichiba, Wakayama, aku hampir tak percaya bahwa itu adalah... pasar tradisional.

Jepang terdiri dari 4 pulau utama: Honshu, Hokkaido, Kyushu dan Shikoku dan Wakayama adalah nama salah satu prefecture di pulau Honshu, kalau di Indonesia seperti propinsi.

Apalagi saat tiba di lokasi pasar ikan!

Kesan pertama yang aku tangkap, tak ada bau amis, becek, kumuh, khas pasar, you know laa seperti di negara kita, Indonesia.

Gak percaya?

Ini nih penampakannya, biar gak hoax :D

Momen Ter-WOW di Wakayama Kuroshio Ichiba Tuna Filleting Show


Momen Ter-WOW di Wakayama Kuroshio Ichiba Tuna Filleting Show

Momen Ter-WOW di Wakayama Kuroshio Ichiba Tuna Filleting Show

Kayak di mal aja, ya...

Baidewei, subway, agenda ke Wakayama Kuroshio Ichiba memang termasuk dalam daftar tempat wisata hari kedua setelah mengunjungi pabrik deterjen Attack dan Kao Eco-Lab di Wakayama, yang merupakan bagian agenda perjalanan Ibu Cerdas Attack Goes To Jepang.

Pengalaman tur selengkapnya bisa juga dinikmati di serba-serbi ngebolang ke Jepang termasuk saat alami sensasi lift dan eskalator transparan serta menikmati Osaka Castle istana di dalam taman.

Rombongan tur kali ini berjumlah kurang lebih 12 orang, jadi kemana-mana kami menggunakan moda transport bis.

Sesampainya di Kuroshio Ichiba memang sudah siang. Pasar terlihat sangat lengang.

Begitu ke luar dari bis, aku langsung menyapu pemandangan sekitar.

"Ini mah jauh banget dari view pasar, bisikku dalam hati"

Gimana menurutmu, setuju?

Momen Ter-WOW di Wakayama Kuroshio Ichiba Tuna Filleting Show

Ternyata setelah aku cek di intenet, Kuroshio Ichiba memang satu lokasi dengan Kota Marina Wakayama, sebuah pulau buatan di kota teluk, Wakayama.

Di pulau ini ada juga Porto Europa Theme Park, taman populer di kalangan keluarga dan anak-anak, yang berisi komidi putar (ferris wheel), seluncuran (roller coaster) dan atraksi lainnya, khas sebuah taman.

Jadi sekali lagi, kesan pasar yang becek, bau, pengap, kotor, you name it laaa, semuanya itu, tak ada!

Oh iya, karena memang membawa uang saku terbatas aku tidak punya rencana untuk shopping di Kuroshio Ichiba.

Window shopping aja laaa, HAHAHA, iya, cukup memanjakan mata saja...!

Aku dan beberapa sahabat langsung memuaskan hasrat, dengan klik sana dan sini. Kami diberikan waktu hanya sekitar 1 jam karena masih harus melanjutkan perjalanan, menggenapkan jadwal sebelum bersiap balik ke Jakarta keesokan harinya.

Sama seperti view outdoor di sekitar pasar, suasana indoor pasar tradisional Kuroshio Ichiba juga tidak banyak berubah. Terasa lengang dan tenang.

Mengapa oh mengapa? Pasar kog lengang, something is missing, pikir aku, sok tahu!

Aku lalu mencari Pak Usman, the guide,  dan tak sabar ingin mendapatkan penjelasan.

Aha, itu dia!

"Pak, kog pasarnya, lengang ya? Tanyaku, to the point"

"Iya, sudah tak banyak aktivitas kalau jam begini".

"Umumnya di pasar tradisional Jepang, semua kudu disiplin mengikuti jadwal."

"Misalnya, pagi hari sering dipilih jadi puncak aktivitas transaksi termasuk lelang ikan serta aktivitas penyayatan ikan tuna jumbo (Tuna Filleting Show). Sampai-sampai rutinitas mengangkut sampah dan membersihkan pasar juga ada jadwalnya lho"

"Oh gitu..."

"Coba deh perhatikan di sekeliling, sudah tak tercium bau sama sekali kan, dan tak terlihat sampah sama sekali!"

"Iya, kalau di Indonesia, ini mah seperti view dalam mal ya, pak, Tak tahan aku akhirnya menuntaskan kepo"

 "Tapi, sebentar ya saya tanyakan, siapa tahu masih ada jadwal Tuna Filleting Show lagi"

Usai berkata begitu, Pak Usman bergegas pergi. Tak berapa lama beliau kembali dengan aura wajah berseri.

"Yuk, kita kesana, sebentar lagi ada pertunjukan penyayatan ikan tuna jumbo (Tuna Filleting Show), atau Maguro dalam bahasa Jepang, yang di sini mampu menyedot kunjungan wisatawan"

"Haaa! Serius, Pak?"

"Iya, Tuna Filleting Show merupakan nadi pariwisata di Kuroshio Ichiba. Wisatawan dari segala penjuru biasanya hadir dan takjub dengan kelihaian para nelayan profesional saat menyayat ikan tuna jumbo."

Saat kami tiba, ternyata sudah banyak wisatawan yang berkerumun, and the show it's about to begin...

Dua orang nelayan profesional dengan hiasan kepala, berdiri menghadap meja, salah seorang berhadapan dengan ikan tuna jumbo di atasnya.

Momen Ter-WOW di Wakayama Kuroshio Ichiba Tuna Filleting Show

Momen Ter-WOW di Wakayama Kuroshio Ichiba Tuna Filleting Show

"Ihhh, ukuran tunanya saja sudah mampu mengintimidasi aku!"

Rasanya belum pernah aku sedekat ini dengan ikan sebesar ini, wow!

Bulu romaku langsung merinding, euuiii...

Apalagi saat "algojo" mulai menyayat tuna jumbo. Tepuk tangan riuh membahana berkali-kali setiap algojo sukses menyayat tuna menjadi lebih kecil. Momen ter-wow, indeed!

Sambil menyayat tuna dengan berbagai jenis pisau, bahkan ada yang seperti samurai, sesekali sang algojo juga berbicara (dalam bahasa Jepang tentunya) dan memperlihatkan hasil sayatan tuna jumbo kepada kami, diiringi riuh tepuk tangan tanpa henti.

Beberapa wisatawan juga mengambil foto dan video, termasuk aku dong. Tapi aku cuma mengambil foto, karena memori kamera sudah hampir penuh, bow.

Begitulah segelintir aktivitas harian di Kuroshio Ichiba, Wakayama.

Hari itu aku menjadi saksi bahwa sungguh event Tuna Filleting Show yang termashyur itu memang terbukti merupakan nadi pariwisata Kuroshio Ichiba.

Tak heran mengapa televisi Jepang pun sering meliput aktivitas menakjubkan ini.

Dalam sehari ada 3 kali Tuna Filleting Show, seperti terlihat di gambar atas, jam 11.00, 12.30 dan 15.00. C-A-T-A-T!!! Kudu ingatin ya, next kalau mau ke Kuroshio Ichiba!

"Masya Allah, aku berbisik dalam hati, semoga negaraku, Indonesia, suatu hari bisa kelak seperti ini,  punya aktivitas mirip Tuna Filleting Show, menjadikan aktivitas di pasar menjadi sumber devisa negara!"

Surga Seafood  dan BBQ

Selain itu, ternyata Kuroshio Ichiba adalah famous for eating tours juga!

Buat kamu pencinta wisata kuliner, inilah saatnya, tersedia begitu banyak jenis makanan!

Iya, pasar ini surga untuk penikmat seafood dan BBQ!

Begitu memasuki pasar ikan, aroma khas seafood dan ikan panggang segera menyerbu indera.

Di berbagai lorong aku menyaksikan stand-stand hasil olahan seafood yang dihiasi dengan plang unik yang sangat mengundang.

Ada pula ikan tuna tiruan yang melayang di atap, seperti berenang di udara.

Aku menguatkan mental untuk tidak over budget, harus!

Melihat aku yang hanya berjalan dan belum memegang apa-apa di tangan, Mas tour leader  (maafkan aku Mas, lupa namanya) dari travel agent mungkin iba - nih ibu kere banget yak - HAHAHA... menawarkan sebuah hasil olahan seafood cumi-cumi panggang yang ditusuk menyerupai sate dan sudah berlumur bumbu.

"Terima kasih ya, Mas"

"Hmmm... awalnya agak aneh di lidah, namun perlahan hormon seretonin bekerja, dan satu tusuk sate cumi-cumi pun sudah berpindah ke dalam perut, HAHAHA"

Ternyata, beberapa teman juga memutuskan membeli hasil olahan seafood sate cumi-cumi yang sama.

Sambil memegang tusuk sate cumi-cumi, kami mengitari Kuroshio Ichiba, seperti mengulang keseruan masa kecil dahulu, makan sambil jalan-jalan, namun kali ini di pasar ikan Jepang.

Cuma itu tadi, karena aku bawa uang saku terbatas, aku tak berani belanja apapun di sini, takut syok, hahaha, plus malu juga mau tanya-tanya sama teman, ketahuan ga punya doku! Sudah laa ga punya doku, bawel pulak lagi. Banyak kali nanti awak kenak pasal, iya kan! Dibully lagi, HIHIHI...!

Di Kuroshio Ichiba, kalau mau dine-in juga ada!

Tinggal pilih seafood atau meat favorit dan para chef akan memasak sesuai pesananmu.

Takkan ada penipuan di sini, karena mereka mencantumkan harga dengan tulisan besar-besar!

Untuk menggenapkan sensasi di pasar Kuroshio Ichiba sebaiknya memang menyediakan budget lebih, agar bisa menikmati kuliner khas di sini.

Cuma, di Kurosio Ichiba aku tak melihat  noodles handmate Jepang yang terkenal itu? Udon dan Soba!

Saat membuat tulisan ini aku langsung browsing apa sih perbedaan keduanya- [thick udon (mi tebal), thin udon (mi tipis)] dan  [soba (mi soba)]

Ternyata, kalau udon itu terbuat dari campuran tepung gandum, garam dan air, sedangkan soba adalah campuran tepung soba dan air.

Udon punya tekstur yang lebih mantap saat dikunyah sementara soba punya rasa yang lebih kuat! (sumber: matcha-jp.com)

But, it is fine! Mungkin harus ke Jepang lagi, biar bisa lihat sekaligus makan udon dan soba lagi. Aamiin...

Nah, bagi turis muslim seperti aku, memang tetap harus bertanya ya apakah santapan di sini sudah muslim friendly.

Tapi Sis, aku gak bisa bahasa Jepang?

Gak pa-pa pakai bahasa Inggris patah-patah plus bahasa tarzan eh tubuh juga it works kog!

Masih menurut Pak Usman, kini orang Jepang sudah terbiasa dengan wisata halal, jadi kadang tanpa diminta mereka akan menjelaskan mana hidangan halal dan non halal.

Satu lagi tip dari pak Usman, guide kami, usahakan saat bolang ke pasar tradisional Jepang  harus di hari kerja plus Sabtu karena kebanyakan pasar akan tutup di hari Minggu atau saat hari libur.

Atau jika ingin merasakan sensasi acara pelelangan ikan, datangnya pagi subuh sekalian.

Mau?

Satu yang aku sesalkan adalah aku sama sekali tidak berinteraksi dengan warga lokal di Kuroshio Ichiba. Jadi, tak ada yang bisa aku tuliskan di sini, HIKS.

Semoga kalian tidak mengulangi kesalahanku ini saat bepergian ke luar negeri nanti.

Untung saja aku sempat mengabadikan kenangan sesaat sebelum kembali lagi ke bis bergabung dengan teman-teman.

Momen Ter-WOW di Wakayama Kuroshio Ichiba Tuna Filleting Show

Iseng-iseng aku ketik "Tuna Filleting Show" di google dan menemukan YouTube mba Emily le Hui Lie.


Aku sedikit kaget karena babang yang berdiri di sebelah "algojo" pada gambar di atas, saat perjalananku ke Jepang, kini giliran doi yang jadi "algojo" di video mba Emily.

Coba deh perhatikan!

Anyway, semoga kalian juga bisa menikmati momen ter-wow di Kuroshio Ichiba Tuna Filleting Show ini ya...

Ssst! Begini Lho Karakteristik Wisatawan Tiongkok

karakteristik wisatawan tiongkok

Ssst! Begini Lho Karakteristik Wisatawan Tiongkok . Sebuah pesan 'terusan' masuk lewat WAG Blogger Balikpapan.

Tentang acara "Bimbingan Teknis - Sinergitas Promosi Pariwisata Pasar China Dengan Pelaku Industri Pariwisata"

Mataku sih langsung fokus sama 'Pasar China'. Memangnya ada Pasar China ya di Balikpapan?

Namun jauh di lubuk hati aku sudah tak yakin dengan hipotesa konyolku ini.

Lalu iseng aku ketik di google pakai kata kunci "Sinergitas Promosi Pariwisata Pasar China Dengan Pelaku Industri Pariwisata"

Ternyata eh ternyata, beberapa artikel sudah tayang. Bimbingan teknis sejenis ini juga sudah dilaksanakan di beberapa kota di Indonesia seperti Medan dan Semarang.

Olala... ini tentang bagaimana kiat merebut pasar pariwisata China/Tiongkok!

Duh, terbukti betapa konyol hipotesa awalku, hihihi...

Selanjutnya aku mencari asal muasal pesan 'terusan' WAG tadi.

Ternyata berasal dari akun instagram @balikpapan_city yang kerap menjadi mitra ibu Hetifah Sjaifudian, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, terutama yang berkaitan dengan komunitas media sosial.

Ini adalah kali kedua aku mendapat info acara bagus seperti ini karena kerap kepo-in instastory @balikpapan_city.

Baidewei, subway, tulisan ini akan agak panjang dan berbau akademis,  jadi, waspadalah, waspadalah!

Saran aku sih sediakan camilan, tahukan? Itu lho cecudah celapan cebelum cepuluh, camilan! ^^

Kembali ke laptop!

Biar tidak saltum alias salah kostum aku DM deh mimin @balikpapan_city. Ternyata acara ini ga pakai dress code. So dengan nge-jins dan atasan casual aku siap sekolah lagi ^^

Rasanya sudah lama banget tidak mengikuti acara seperti ini. Pakai acara nginap satu malam di Hotel Grand Tjokro Balikpapan, lho, asli bikin kepo!

So, you guys  can imagine betapa antusiasnya aku!

Yup! Jam 11 teng aku sampai deh di lobi hotel. Langsung ke resepsionis tanya lokasi acara dan minta password wifi, xixixi... ^^

Aku lalu diarahkan ke ballroom Sapphire.

Sesampainya di sana, tak satu pun staff yang aku kenal, belakangan aku ketahui ternyata panitia inti, semuanya diboyong dari Kementrian Pariwisata Jakarta.

Mereka masih "touch up" venue di sana-sini. Mengatur OHP (overhead projector), memeriksa mike, tes-tes... dan sebagainya.

"Silahkan duduk dulu bu" Seorang panitia mempersilahkan aku sambil tersenyum manis.

"Registrasi dimulai baru jam 1 nanti, usai sholat Jumat," kata si mba menambahkan

"Beklah, mba, terimakasih!"

Sambil menunggu acara, aku membuka tas mengambil notebook, membuka blog sambil cek ombak, hahaha... lumayan atuh la, buat pageviews!

Waktu berlalu tanpa terasa. Tahu-tahu sudah masuk waktu sholat zuhur.

Usai sholat, aku menghampiri panitia dan bertanya apakah sudah bisa makan siang, karena aku lihat hidangan sudah tersaji rapi dan perut sudah mulai demo, saudara-saudara! ^^

"Silahkan, bu"

Beklah!

Hidangan kali ini sederhana namun menggugah selera.

Sepiring mie goreng plus sambal dan kerupuk sudah pindah ke dalam perut sekarang, hahaha, plus satu mangkuk kecil es cendol segar. Alhamdullillah. Rasanya aku siap bertarung ne! ^^

Peserta yang terdiri dari berbagai komunitas seperti pelaku UMKM, YouTuber, pemilik/pengurus objek wisata di Balikpapan, perwakilan akun instagram komunitas netizen dan aku sendiri, blogger kece eh, juga sudah terlihat di sekitar venue.

Aku juga bertemu Vicky Siburian, sahabat lama dari Kelas Inspirasi, punya kenalan baru Candra Area Coordinator Oleh-Oleh Balikpapan, Gulung Jenebora dan mba Weny praktisi UMKM yang piawai membuat cake dan cookies.

Acara agak molor dimulai jam 13.30, itu juga setelah MC Reval Zulfi, Duta Wisata Manuntung tahun 2014 yang kini berdinas di Sekretariat PemKot Balikpapan memanggil para peserta untuk memasuki ruangan.

Usai menyanyikan lagu Indonesia Raya dan berdoa, acara pun dimulai!

karakteristik wisatawan tiongkok

Bapak Djum'ali yang mewakili Bapak Walikota Balikpapan membacakan sambutan tertulis yang intinya sangat mendukung adanya kegiatan positif seperti ini.

Selanjutnya Ibu Irma Nurmayanti mewakili Kepala Dinas Pariwisata Balikpapan membeberkan potensi beberapa tempat pariwisata di Balikpapan seperti Pantai Kemala, Pantai Lamaru, Pantai Manggar, Pantai Kilang, Penangkaran Buaya, Batu Dinding Borneo, Bukit Bangkirai dan lain-lain.

Agar lebih afdol dan nampol, monggo search  aja pakai keyword "tempat wisata hits di Balikpapan".

Tak kurang ada 40 lokasi. Gak percaya? Buruan browsing, xixixi...

Selanjutnya, sambutan atau tepatnya curhat dari Pak Joko Purwanto, Direktur Badan Promosi Wisata Daerah Balikpapan!

Kalimantan Timur, dengan luas hutan tropis yang tersisa 60-75% sesungguhnya merupakan modal luar biasa untuk tujuan wisata minat khusus seperti ekowisata dan wisata petualangan.

Terdapat 10 kabupaten dengan potensi wisata yang sangat besar namun belum memberikan hasil signifikan karena kurangnya sinergi antar stakeholder.

Kurangnya semangat pengelolaan daerah serta aset wisata juga mengakibatkan rendahnya kinerja dan daya saing daerah tujuan wisata. Otomatis kreativitas juga ikut terjun bebas!

Pasar China atau Tiongkok memang sangat ideal dijadikan leading sector pariwisata di Balikpapan.

Tentu saja faktor utamanya karena Balikpapan memiliki bandara internasional namun ironisnya tidak memiliki rute internasional kecuali Silk Air tujuan Singapore itupun tidak bisa berangkat setiap hari.

Yup, sungguh ironis sekali ya!

Di bagian akhir Pak Joko berbagi informasi tentang Pulau Balabalagan.

Meski secara administrasi termasuk dalam daerah Sulawesi Barat namun akses dari Balikpapan ke pulau ini relatif lebih dekat dijangkau.

Jika menggunakan kapal biasa, waktu tempuh sekitar 10-12 jam. Hal ini tentu saja  kurang efektif ya, karena maksimal orang bisa menikmati perjalanan itu biasanya hanya 6 jam, itupun jika pakai pesawat terbang. Sedangkan jika ditempuh dengan jetfoil (sejenis feri cepat) bisa dipangkas menjadi 2-3 jam.

Ketika Pak Joko mengutarakan niatnya untuk melalak ke Pulau Balabalagang ini, banyak peserta yang mengacungkan tangan untuk join, termasuk aku, hahaha...

"Mari kita berdoa semoga ada investor yang tertarik ya," imbuh Pak Joko lagi.

Di bagian terakhir curhatnya Pak Joko menghimbau betapa pentingnya sinergitas promosi wisata, terutama, antara legislatif, eksekutif dan semua pihak yang terlibat dalam industri pariwisata!

Sesi tanya jawab sesi pertama didominasi curhat peserta. Tentang perlunya peningkatan infrastruktur di tempat wisata seperti akses masuk, kualitas jalan dan tentu saja sinergitas stakeholder pariwisata termasuk perhatian serius dari jajaran pemerintah Balikpapan serta komunitas agar upaya menggalakkan sektor pariwisata tidak hanya sekedar jargon dan jargon semata!

Selanjutnya materi dari Bapak Budi Setiawan, Dosen STP Sahid Jakarta!

Sebelum memulai sesi, Pak Budi mengajukan beberapa pertanyaan untuk menghangatkan suasana seperti siapa saja yang sudah pernah mengikuti pelatihan sejenis ini, yang memiliki usaha pariwisata, non pariwisata, siapa yang dari asosiasi pariwisata, dari akademisi serta yang dari desa wisata termasuk Pokdarwis.

Terus terang baru kali ini aku tahu tentang Pokdarwis, karena kebanyakan bertapa di depan notebook, hahaha...

Ayo siapa yang mau tos sama akuh?

Yup, Pokdarwis adalah.... Kelompok Sadar Wisata!

Selanjutnya, foto Presiden Jokowi mengawali sesi kedua ini.

karakteristik wisatawan tiongkok

Fix, tourism is a Leading Sector, officially!

Asyik! Jadi semangat ne nulis tentang travelling! ^^

Apalagi konfirmasi dari slide yang berikut ini.

karakteristik wisatawan tiongkok


Dan ini!
karakteristik wisatawan tiongkok

Terutama dari info grafis terakhir ini, jelas banget ya, kenapa penting banget sinergitas promosi pariwisata itu!

Melibatkan banyak stakeholder!

Mulai dari transportasi, akomodasi, atraksi dan souvenirisasi. Ah yang terakhir mah agak lebay ya, Maksudnya souvenir, giccu. Ceritanya, mau main diksi, gitu lho! ^^

Aku suka banget sama infografis dari Pak Budi ini. Cerdas, ringkas, informatif!

Apalagi saat membawakan materi. Energik dan komunikatif!

Terutama saat menjelaskan syarat daya tarik pariwisata!

karakteristik wisatawan tiongkok

Dalam banget yak.

Dengan infografis begini, kita bisa mengerti betapa krusialnya sinergitas promosi pariwisata ini.

Lalu beliau kaitkan lagi dengan Sapta Pesona!

karakteristik wisatawan tiongkok

Sesampainya di sesi ini, Pak Budi lalu berjalan ke mejaku, melangkah ke sisi sebelah kanan dan menuangkan air mineral ke dalam gelas di depanku.

"Perhatikan, saat menuangkan air seperti ini di depan wisatawan, posisi ini, kata beliau sambil menunjukkan maaf  'ketiak' beliau sendiri, ini adalah amat krusial!"

"Pastikan tidak ada bau, juga dari sini, kata beliau lagi sambil menunjuk mulut beliau"

"Jadi bisa dibayangkan, jika nanti ada wisatawan di Balikpapan mengalami kesan yang kurang menyenangkan, pasti semua akan ikut dirugikan, karena sekarang zaman digital, semua bisa viral dalam hitungan jam, menit bahkan detik!"

Begitu pula sebaliknya, jika ada kesan yang menyenangkan, semua pasti ikut ketiban rezeki.

"Jadi, efek domino sangat berperan sekali!" Pak Budi kembali menegaskan.

Cuma ada 2 pilihan. Mau terkenal karena kebaikan atau keburukan!

Karena tak ada ruang untuk "rata-rata!"

Duh, pas menyampaikan hal ini, aku mendadak merinding, karena pernah mendengar hal yang sama dari seorang motivator ternama, "tak ada ruang untuk rata-rata!"

Oh iya, buat kamu yang belum sempat browsing tempat wisata hits di Balikpapan dan Kalimantan Timur, boleh nih contek versi Pak Budi.

karakteristik wisatawan tiongkok

Wow, Batu Dinding!

Miniaturnya Great Wall, itung-itung buat pemanasan sebelum ke Tiongkok laaa ^^

Untuk pengalaman yang lebih afdol, hindari bepergian saat musim liburan atau weekend ke Batu Dinding ya.

Baca juga : Ini Dia 4 Cara Afdol Menikmati Pesona Batu Dinding Borneo


karakteristik wisatawan tiongkok


karakteristik wisatawan tiongkok

Wah ada Kakaban, si danau dalam pelukan!

Di Kakaban kita bisa  berenang bareng ubur-ubur tanpa sengat lho!

Aku sudah pernah menuliskannya di sini ^^

Juga tentang Maratua tempat di mana engkau ingin waktu berhenti sementara, saking indah dan sarat pesona!

Berikutnya, tet te re tet tet.... ini dia sesi yang paling di nanti!

Tentang karakteristik wisatawan Tiongkok/China

Seiring dengan perkembangan ekonomi Tiongkok yang sangat pesat, pasar pariwisata Tiongkok banyak dilirik sebagai pasar wisata baru yang sangat menjanjikan bagi sejumlah negara, termasuk Indonesia!

Perilaku wisatawan dapat digunakan untuk memahami kecenderungan wisatawan dalam memilih dan melakukan pembelian atas produk wisata.

Perilaku wisatawan Tiongkok ini juga berubah seiring perkembangan dan kemajuan media sosial.

Yuk kita intip sama-sama pegimana sih karakteristik wisatawan Tiongkok itu!

karakteristik wisatawan tiongkok


karakteristik wisatawan tiongkok

Pas sampai di sini, anganku langsung melayang ke suasana  saat travelling di daerah Campuhan Ubud Bali.

Tepat sekali!

Beberapa kali aku bertemu wisatawan Tiongkok baik muda atau tua, mereka gemar berkelompok!

Dan kalau satu orang sudah belanja di satu tempat, maka bisa dipastikan yang lain akan langsung mengikuti.

Mendadak aku jadi senyum-senyum sendiri, mengingat semua momen ini, so true banget!

Inilah kenapa penting mengetahui karakteristik wisatawan!

Agar kita bisa merancang produk wisata yang disesuaikan dengan karateristik wisatawan dan mendapatkan hasil yang optimal!

Mau tahu lebih banyak lagi tentang karakteristik wisatawan Tiongkok ini?

Simak fakta yang tak kalah menarik berikut ini!

karakteristik wisatawan tiongkok

Ini!

karakteristik wisatawan tiongkok

Dan tentu saja yang paling utama adalah yang ini!

karakteristik wisatawan tiongkok


Ternyata pantai di Indonesia guys, sangat mencuri hati mereka, karena eh karena, di Tiongkok sangat sulit menemukan pantai unik dan indah.

Sesi pertama hari ini sangat berkesan sekali, dan pernyataan Pak Budi di atas begitu terpatri, untung aja gak sampai ngigau di dalam mimpi, xixixi...

Usai sesi, pak Budi aku culik buat eksis bareng! Biar gak hoax, hahaha...

Maafkan foto yang kabur ya. Selain ruangan memang kesannya 'melow dan sendu', HP aku juga kayaknya belum support atau sang fotografer belum setting fitur.  Elus-elus HP... ^^

karakteristik wisatawan tiongkok

Untuk sesi hari kedua akan aku tulis di postingan karakteristik wisatawan Tiongkok selanjutnya ya...

Stay tune...!