Pengalaman Bedah Mulut Infeksi Akut Abses Fossa Canina Dextra

Pengalaman Bedah Mulut Infeksi Akut

Pengalaman Bedah Mulut Infeksi Akut Abses Fossa Canina Dextra. Hari itu usai menyetrika, mendadak aku merasa sekujur tubuh nyeri. Padahal beberapa jam sebelumnya aku masih sehat walafiat, menyetrika sambil berdiri kira-kira hampir 2 jam.

Iya, aku lebih suka menyetrika sambil berdiri. Hasilnya lebih rapi, menurutku. Mungkin karena sejak dulu, ibu terbiasa mengajarkan aku cara itu, jadi terbawa deh sampai kini.

Aku lalu merebahkan diri sambil mengingat-ingat kembali makanan apa yang aku santap, kog sampai sekujur badan mendadak nyeri begini.

Saat babang suami pulang aku minta tolong dipijit, karena eh karena tangan suami jempol semua, hahaha...

Alhamdullillah perasaan sedikit lebih baik meski waktu terasa merambat sangat lambat sampai akhirnya malam menjelang dengan tubuh masih sedikit nyeri karena aku terbiasa tidak mengkonsumsi obat pereda nyeri, aku tetap berangkat ke pulau kapuk.

Keesokan harinya nyeri tubuhku sedikit hilang, namun sebagai gantinya, saat bercermin aku menyadari, pipi sebelah kanan agak bengkak.

Hmmm, ini pasti karena geraham goyang itu lagi, rutukku dalam hati. Aku sudah sering alami hal ini sebelumnya.

Refleks aku membuka mulut, ya ampun, gusiku bengkak sekali, itu dia penyebab pipi ikutan super tembem. Kayak pentolan!

Biasanya aku akan berkumur dengan air garam dan semuanya akan kembali lebih baik!

Jadi gini,

Gigi geraham bagian kanan atas aku sudah lama goyang. Lalu aku konsultasi ke dokter gigi dan dinyatakan gusi dan gigiku sehat tidak ada infeksi, hanya goyang saja.

Dokter menyarankan agar dirawat dulu, dengan rajin konsumsi vitamin C dan kumur dengan air garam hangat, karena gusi dan giginya masih sehat. Kalau ada keluhan, boleh kembali, begitu menurut dokter.

Aku langsung bersorak dalam hati, yay, asik tak perlu dicabut!

Bukan apa-apa sih karena kalau dicabut bisa dipastikan saat aku tertawa, geraham ompong akan menghiasi media sosial, bisa-bisa harga pasaran terjun bebas, eh, pegimana?

Aku, atau tepatnya kami sekeluarga cocok banget dengan dokter gigi Norma ini. Sosoknya yang ramah dan gemar berbagi langsung mencuri hati. Iya, tak perlu diminta, beliau akan berbagi detail penyakit yang kami derita. Bahkan jika pasien kurang ramai, kami juga kerap bercanda, tapi tentu saja waktu sesi konsultasi ya.

Jadilah beberapa tahun aku merawat gigi geraham goyang itu dengan berbekal teknik dari dokter gigi keluarga tadi seperti perbanyak konsumsi vitamin C dan kumur dengan air garam.

Alhamdullillah hampir 5 tahun aku mengamalkan ini, gigi geraham yang goyang tak pernah menyusahkan. Memang sih masih goyang dan aku kerap menggunakan mulut sebelah kiri untuk mengunyah makanan.

Tapi sungguh tak pernah alami bengkak seperti di pagi ini plus nyeri tak tertahankan!

Aku langsung minta ditemani babang suami ke dokter gigi. Karena pakai BPJS kami harus menyesuaikan dengan klinik yang bekerja sama dengan BPJS dan itu bukan dokter Norma!

Alhamdullillah, dokter gigi kali ini masih muda dan ramah juga.

Saat itu dia membawa balitanya ke kamar praktek. Gadis kecil itu sedang duduk di kursi periksa  pasien (dental chair) yang seperti well, kursi di film futuristik, menurutku, eeeaaa.

Gadis kecil itu pun seperti mengerti dan tanpa diminta dia beringsut pergi.

Saat itu tak ada pasien lain, aku langsung dilayani dan diperiksa. Saat membuka mulut tak sadar aku meringis kesakitan. Dokter tampak terkejut dan dia langsung berkata "Ibu, saya rujuk ke dokter spesialis bedah mulut (Sp. BM) ya, langsung pergi sekarang!"

"Baik, Dok" aku mendengar suaraku saja kurang jelas karena tak bisa membuka mulut dengan sempurna.

"Saya tak bisa menangani kasus ibu, sudah parah, harus ke spesialis bedah mulut, ya Bu"

Sambil berkata dokter membuat rujukan.

"Ibu mau dirujuk kemana?"

"Rumah Sakit Umum Daerah saja, Dok!"

Di dalam mobil menuju Rumah Sakit  Umum Daerah aku menahan nyeri yang amat sangat. Sudah seperti kami duga sebelumnya, rumah sakit yang menjadi rujukan pasien BPJS ini bukan main ramainya, dan sesuai prosedur kami juga harus ngantri dong ya.

Saat giliran tiba, staff rumah sakit menghubungi poli gigi dan ternyata sudah tutup. Ternyata sistem pelayanan di poli gigi pakai sistim kuota. Kalau sudah memenuhi 17 kuota pasien, maka dengan alasan apapun tidak akan menerima pasien lagi, karena untuk satu tindakan per pasien bisa makan waktu lama, tergantung diagnosa.

Kami memaklumi alasan ini. Staff itu kemudian merujuk kami ke Rumah Sakit Dr. R Hardjanto yang dulu disebut Rumah Sakit Tentara (RST).

Sebenarnya aku ingin ke Rumah Sakit Pertamina, dengan alasan babang suami punya teman SMA yang kini menjadi wakil direktur di sana, namun ternyata BPJS tidak menjalin kerja sama dengan mereka.

So, I have no choice dong ya, karena ingin mengakhiri derita ini. Drama banget yak!

Masih dengan nyeri yang menyayat hati, kami bergerak lagi menuju RS Dr. R. Hardjanto. Ramai lagi dan antri lagi. Ngeri!

Ternyata hari itu beberapa calon prajurit sedang diperiksa oleh dokter bedah mulut yang sama. Jadi pasien umum dan calon prajurit berebut perawatan dokter bedah mulut ini.

Ruang tunggu penuh dengan pasien, dan ternyata ada yang sudah menunggu sejak poli gigi belum buka. Apalagi aku yang sudah datang siangan, entah jam berapa kelak tiba giliran. Duh, aku membayangkan bertambah lama lagi derita nyeri yang harus aku nikmati eh jalani.

Untung ada gadget dan internet yang menemani jadi sambil menunggu pun aku tetap masih produktif karena saat itu aku dapat pekerjaan jadi influencer sebuah provider.

Bosan duduk aku berjalan hilir mudik ke sana dan ke sini sambil sesekali mengambil foto seperti yang satu ini.

Pengalaman Bedah Mulut Infeksi Akut

Jam hampir menunjukkan jam satu siang ketika akhirnya namaku dipanggil.

Aku diminta menunggu karena saat itu dokter sedang berhadapan dengan seorang calon prajurit. Nada suara dokter sangat tinggi dan penuh emosi. Calon prajurit di depannya hanya menunduk.

Dokter bedah mulut ini seorang wanita sekaligus juga perwira, terlihat dari seragam dan tanda pangkatnya. Duh, belum-belum aku sudah merasa terintimidasi.

Akhirnya giliranku tiba!

"Apa keluhannya, Bu?"

"Geraham atas kanan goyang dan infeksi sepertinya, dokter"

"Coba kita periksa!"

Kami berdua menuju dental chair  yang bagiku penampakannya saja sudah sangat mengintimidasi, hihihi.

Takkan pernah aku lupakan momen emosionil ini, sesi percakapanku, sesaat dokter melakukan pemeriksaan, aku masih duduk di dental chair.

"Ibu harus dirawat nih, sudah parah banget, rawat inap ya!"

Aku sejenak terdiam, membayangkan betapa tidak nyamannya berada di rumah sakit, lalu dengan terbata dan lirih aku menjawab...

"Apakah... apakah... masih bisa dirawat jalan saja, bu dokter?"

Sungguh reaksinya di luar ekspektasi aku!

"Ibu ini gimana sih, kondisi ibu ini sudah parah, dan bisa berakibat kematian, tahu nggak sih! Jadi kalau ntar ada apa-apa jangan salahkan saya ya, Bu!"

Usai berkata ketus begitu dokter meninggalkan aku dan langsung menuju tempat duduknya.

Dengan tubuh gemetar aku menyusul dari belakang, nyeri gigi semakin tak tertahankan, aku mencoba tegar, namun apa daya air yang menganak akhirnya lolos juga di kedua pipi.

"Lho, kenapa ibu menangis, saya cuma bilang apa adanya, kasus ibu ini sudah parah!"

Saat itu aku hanya mengatakan apa yang ada dibenakku.

"Coba dokter ngomongnya lebih halus dok, jangan kasar begitu, jawabku bergetar"

"Lho saya memang begini bu kalau ngomong, tuh tanya staff-staff saya!"

Sambil berkata begitu mata dokter itu menyapu pandangan ke seluruh orang yang berada di ruangan. Aku hanya terdiam dan cuma bisa menatap staff yang berada tepat di depanku. Tatapannya yang penuh iba padaku bisa aku rasakan.

"Jadi, gimana, mau dirawat atau mau pulang, Bu!"

Kali ini nada suaranya sudah tidak seketus tadi.

"Baiklah, saya dirawat saja, bu dokter"

Aku sudah tidak bisa konsentrasi lagi mendengarkan instruksi dokter. Aku hanya melihat tangan dokter meraih beberapa formulir, mengisinya, menconteng dan menyerahkan ke staffnya.

Ruangan hening seketika. Bahkan kalau ada jarum jatuh bisa terdengar kayaknya.

Beberapa saat kemudian, staff yang tadi iba melihatku segera mendatangi dan berbisik

"Ibu, duduk di situ dulu, katanya sambil menunjuk ke sofa panjang"

Selanjutnya aku diminta ke ruangan laboratorium sambil membawa formulir periksa darah lengkap. Setelah diambil darah aku juga diminta ke ruangan rontgen.

Di sini aku dirontgen di bagian wajah. Alat berputar mengelilingi wajahku. Tak sampai  5 menit, aku diminta menunggu hasilnya.

Di sini juga tak lama, kira-kira 10 menit, hasil aku dapatkan dalam amplop coklat. Sambil kembali ke ruangan dokter bedah mulut kami singgah di ruang laboratorium untuk ambil hasil darah yang tadi.

Saat kembali melewati ruang tunggu sudah tak ada orang lagi, rupanya jam layan pasien sudah berakhir.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dukungan ini, ibu harus operasi besok ya, jadi mulai nanti malam jam 10 harus sudah puasa karena ibu akan dibius total"

Alhamdullillah, kali ini suara ibu dokter sejuk banget. Mungkin sudah selesai makan siang ya, hahaha...

Selanjutnya oleh perawat kami diminta lapor lagi ke loket BPJS untuk mengurus ruangan rawat inap. Sesaat sebelum menyerahkan formulir ke petugas sekilas aku membaca diagnosa utama yang tertera, "Abses Fossa Canina Dextra"

Tak ada kesulitan di sini, staff BPJS menangani secara profesional dan ruangan kelas 3 masih tersedia.

Kami izin sebentar untuk makan siang di kantin rumah sakit. Aku mengunyah pelan-pelan di bagian mulut sebelah kiri. Untung soto kantin rumah sakit itu endes, satu mangkok soto pun ludes, des!

Usai makan kami lapor lagi ke BPJS dan kami segera diantar ke ruang perawatan di kelas 3 sesuai kelas BPJS.

Babang suami izin mau sholat zuhur. Kebetulan aku sedang datang bulan, jadi libur deh.

Kejadian di ruang dokter masih aku simpan, karena aku tahu karakter babang yang tak bisa menerima perlakuan seperti ini. Bisa-bisa ada drama berseri nanti.

Aku diarahkan ke ruangan di mana aku akan berbagi dengan 7 orang wanita dewasa. Ruangan kelas 3 ini, punya AC namun sepertinya rusak karena jendela ruangan dibuka lebar-lebar dan kipas angin gantung sedang beroperasi. Siap-siap kepanasan ntar malam, pikirku dalam hati.

Usai sholat zuhur, babang izin pulang mau ambil beberapa pakaian untuk stok selama di rumah sakit. Menurut dokter sih usai operasi aku bisa langsung pulang. Jadi tak perlu banyak membawa stok pakaian.

Malam itu aku tidur bersama pasien lain sedangkan babang pulang. Kasihan kalau harus tidur di lantai rumah sakit. Lagi pula aku masih bisa melakukan semua aktivitas sendiri.

Oh iya selang infus di pasang saat menjelang Isya. Jadi sejak sore aku masih bebas wira-wiri sambil bermain gadget. Rasa nyeri di gigi sesekali menghampiri dan pipiku semakin bengkak seperti zombie.

Beberapa pasien mendatangiku dan menanyakan penyakitku. Mata mereka menatap penuh iba. Aku menjawab terbata karena nyeri semakin menggila saat mulut terbuka.

Keesokan pagi, datanglah berita itu lewat perawat jaga!

Berita apakah gerangan?

Tunggu ya... soalnya sudah kepanjangan, nanti kedodoran, eh gimana?


Posisi Tidur Pasangan Singkap Keintiman Dalam Hubungan


Posisi Tidur Pasangan Singkap Keintiman Dalam Hubungan


Tulisan ini hanya untuk pasangan halal, di luar itu resiko tanggung sendiri, xixixi...

Are you ready guys...

*****

Hari ini begitu berwarna-warni, kayak pelangi!

Saat mencari bahan tweeps untuk tugas negara, (((negara))) hahaha, aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi di sebuah artikel "bagaimana posisi tidur pasangan singkap keintiman dalam hubungan"

Appaaa...?

Hahaha, shock? Well, you are not the only one, my dear...

Biar lebih afdol aku langsung telusuri tuh asal mula artikel yang ternyata berasal dari situs negara sebelah. Sebelah mana? Nun jauuuh di sana. Penting banget apa yak? Hahaha...

Ehem, benerin pose, tarik kursi, saatnya serius!

Serius sudah bubar mba, Candil memutuskan untuk membuat album solo.

Duh, ini beneran lho mau serius!!!

Beklah!

Jadi gini,

Pasti sering banget yah mendengar bagaimana perilaku dan sikap kita memberikan dampak terhadap apa yang terjadi dalam hidup.

Baca juga : 5 Bahaya Buruk Sangka

Iya, bagaimana kita bersikap akan sangat menentukan kehidupan seperti apa yang kelak kita alami.

Ternyata eh ternyata posisi tidur, iya, guys, posisi tidur bisa menjadi salah satu perilaku yang rupanya mampu menjelaskan sesuatu dalam hidup.

Bukan hanya sekedar memberikan tubuh kesempatan untuk istirahat, posisi tidur juga  mampu singkap keintiman dalam hubungan.

Hmmm... interesting!

Memang sih ada banyak cara untuk mengetahui sejauh mana intensitas keintiman hubungan yang dijalani.

Namun dalam kesempatan kali ini, seperti yang aku kutip dari Boldsky, kita bisa lho mengetahui dari posisi tidur.

Perhatian-perhatian, biar makin seru, sediakan camilan, please!

Kembali ke laptop!

Jadi, saat membaca artikel dari Boldsky ini, aku langsung mengangkat wajah dari layar laptop dan mengingat-ingat beberapa posisi tidur bersama pasangan yang tahun ini genap 25 tahun aku tiduri eh jalani.

Aku menahan diri untuk tidak mengintip kesimpulan artikel per artikel, biar lebih greget gitu saat mengetahui hasilnya.

Yuk, kita sama-sama intip posisi tidur yang bagaimanakah gerangan?

Langsung gelar lapak...


1. Liberty

Posisi ini adalah ketika kedua pasangan tidur saling membelakangi namun tanpa menyentuh.

Aku langsung terkenang posisi inilah yang belakangan jadi favorit kami sekaligus menebak dalam hati (sebelum membaca kelanjutan artikel ya) pasti ini posisi tidur yang paling gawat dan tercela. Masak tidur sama pasangan saling membelakangi sih.

Tahukah kamu?

Ternyata oh ternyata menurut psikolog justru posisi tidur seperti ini menunjukkan hubungan yang intim, terikat dan saling mencintai. Kental dengan kedekatan namun sangat mandiri untuk hal pribadi.

Alhamdullillah...

2. Cherish

Kali ini posisi tidur pasangan masih saling membelakangi sekaligus saling bersentuhan. Ini menggambarkan rasa nyaman dalam posisi kebebasan.

Mirip dengan posisi tidur Liberty, perbedaannya hanya punggung saling bersentuhan.

Posisi ini menggambarkan bahwa pasangan memiliki awalan yang indah saat memulai hubungan dan merasa santai saat bersama.

Pasangan ini juga memiliki kepercayaan satu sama lain dan saling memberikan keleluasaan ruang pribadi yang dibutuhkan.

3. Pillow Talks

Posisi ini saling berhadapan seolah ingin mencoba berkomunikasi lewat hati.

Pasti kamu mengira inilah posisi tidur terbaik ya!

Aku juga...!

Lagi-lagi penonton kecewa.

Posisi tidur seperti ini justru menggambarkan komunikasi yang gagal dan tidak memiliki keintiman.

Sebenarnya mereka perlu bicara, itulah kenapa mereka tanpa sadar mencerminkan lewat posisi tidur dan ingin mewujudkan keinginan itu.

4. Lover's Knor

Ini adalah posisi tidur di mana kaki dan lengan pasangan saling bertindih eh terjalin.

Wait...!

Ayo katakan padaku apa yang ada di dalam pikiranmu?

Apakah kita sama?

Yay... syukurlah kali ini aku dan kamu sepakat!

Iya percis seperti yang ada di benakku, bahwa posisi tidur ini ternyata menggambarkan keintiman dan romansa sekaligus penyesuaian keintiman dan mandiri.

Biasanya pasangan akan saling mengunci selama 10 menit pertama (((mengunci))), so sweet ya istilahnya, bikin meleleh.

Lanjutkanlah... penasaran ini!

Eh iya, setelah saling mengunci 10 menit kemudian melepaskan satu sama lain dan akhirnya... tertidur.

Posisi tidur seperti ini menunjukkan bahwa pasangan akan selalu ada satu sama lain namun mereka juga mencari ruang untuk sendiri.

Apakah ini posisi tidur favoritmu?

Selamat, ya!

5. Spooning

Istilah kerennya, menyendok!

Aku langsung ingat istilah 'nyendok' waktu kuliah. Itu lho saat dibonceng dengan memeluk pinggang sang pengendara. Kita yang memeluk pinggang disebut, nyendok!

Ayo siapa di sini yang sering nyendok?

Wkwkwkwk, apalagi nyendok seseorang that you feeling crush with him, sedaaaappp! Eh, gimana?

Lanjutkan!

Posisi tidur seperti ini adalah umum untuk hubungan awal dan untuk setiap pasangan, di mana sang pria memeluk erat dari belakang pasangannya sambil menekuk kakinya.

Khas tipe alpha male personality yang mempersembahkan perlindungan.

Posisi tidur ini biasanya akan terjadi setiap hari dan secara perlahan berangsur berganti ke posisi yang lebih nyaman, rileks untuk kedua pasangan.

Survei membuktikan,18% pasangan akan menggunakan posisi tidur ini dan disebut juga sebagai posisi tradisional.

6. The Romantic

Posisi tidur ini biasanya disukai pasangan baru dan dimabuk (((dimabuk))) cinta, cieee. Seperti yang biasa kita tonton di film romansa.

Pasangan saling berhadapan, di mana lengan biasanya bertumpu ke dada pasangan. Kadang kala wanita tidur di atas dada pria yang juga memeluknya dengan intens dengan kedua lengannya.

Iya posisi tidur ini biasanya terjadi pada fase di awal hubungan yang merupakan manifestasi semangat, hasrat dan gelora asmara.

Hmmm... sedaaappp!

7. Superhero

Pernah lihat Superman mengajak pasanganya terbang di udara?

Nah posisi ini diaplikasikan di tempat tidur.

Dalam posisi ini wanita sepenuhnya menganggap pasangannya adalah muara mencari rasa aman.

So... sweet yak!

8. Miscellaneous

Namanya juga rupa-rupa ya!

Kali ini pasangan tidak memiliki posisi tidur tertentu, bisa saja variasi di antara ke 7 posisi di atas atau mungkin memiliki posisi lain yang dianggap nyaman.

Iya, pasangan tidak terikat pada posisi tertentu yang penting satu sama lain merasa nyaman.

Nah itu dia 8 posisi tidur pasangan yang mampu singkap keintiman dalam hubungan.

Gimana, kamu setuju?

Eh, mawu kemana?

Artikelnya belum kelar nih, masih ada bagian yang lebih seru!

Biar lebih afdol yuk kita tonton sama-sama rangkuman 8 posisi tidur yang mampu singkap keintiman dalam hubungan.


Sumber video: rumble.com

Jadi, yang mana posisi tidur favoritmu?


Mengintip Gaya Pengasuhan Negara Paling Bahagia Sedunia The Danish Way Of Parenting


Mengintip Gaya Pengasuhan Negara Paling Bahagia Sedunia The Danish Way Of Parenting

Mengintip Gaya Pengasuhan Negara Paling Bahagia Sedunia The Danish Way Of Parenting. Beberapa hari ini di beranda akun media sosial, postingan tentang The Danish Way Of Parenting, metode parenting Denmark, berseliweran.

Awalnya sih aku hanya membaca selintas saja, karena memang saat itu 'jam tayang utama', jadi ada banyak postingan yang sedang bersaing dan biasanya aku lebih 'melirik' artikel ringan (dulu) misalnya tentang perjalanan. Hitung-hitung buat pemanasan, giccu.

Baca juga : Begini Cara Mengetahui Waktu Ideal Publish Posting Blog

Sampai suatu hari, usai menyeruput secangkir teh hangat dan roti, hatiku dicuri kepsyen share FB di grup Kumpulan Emak Blogger dari mba Nabilla DP, parenting blogger Indonesia.

Ini sekaligus self reminder juga bahwa penting banget ya buat kepsyen yang mampu 'mencuri hati'. C-A-T-A-T!

Tulisan mba Nabilla mengajak aku berkenalan lebih dekat dengan buku The Danish Way Of Parenting, metode parenting Denmark. Yah, hitung-hitung buat pemanasan (lagi), sebelum mendapat kiriman bukunya. Hahaha... kode keras ne!

Jadi gini,

Meski putriku sudah menginjak usia remaja, tulisan tentang gaya pengasuhan (parenting) selalu mampu membiusku. Apalagi jika cara penjabarannya sederhana, mudah dicerna serta didukung dengan riset dan literasi yang valid.

"Betapa terberkati ya menjadi  seorang blogger, bisa menemukan hal baru, menambah wawasan sekaligus bahan inspirasi tulisan bahkan menciptakan peluang"

Baca juga: Ketahui Kiat Menciptakan Peluang Dari Blog

Biasanya saat membaca tulisan yang menarik selain membacanya berulang-ulang, aku juga membuat catatan, agar lebih paham dan nendang, (((nendang))) woi, piala dunia sudah usai, woi, xixixi. Fokus, fokus!

Baiklah!

Nah, sesekali aku juga akan membuka jendela baru di browser, mencari tulisan lain sebagai pembanding atau sekedar mengkonfirmasi  sumber tayangan infografik, apalagi untuk membuat tulisan yang 'berat' seperti parenting ini,  keabsahan data adalah mutlak!

Baidewei, subway, menurut situs verywell family.com ada 4 tipe parenting utama yaitu:

1. Authoritarian Parenting

"Ini adalah gaya pengasuhan di mana buah hati dituntut mengikuti perintah-perintah orangtua, cenderung keras, dan kerap menggunakan hukuman untuk mengendalikan serta kurang responsif terhadap kebutuhan"

2. Authoritative Parenting

"Orangtua dengan tipe pengasuhan seperti ini gemar berdiskusi dengan buah hati, memberikan kebebasan dan dukungan namun juga menetapkan peraturan dan batasan"

3. Permissive Parenting

"Apakah bunda termasuk orangtua yang tidak memberikan batasan dan aturan kepada buah hati? Gemar memanjakan buah hati? Nah bisa dipastikan  bunda adalah tipe orangtua dengan gaya pengasuhan seperti ini"

4. Uninvolved Parenting

"Ini adalah gaya pengasuhan orangtua yang acuh, tidak terlihat dalam kehidupan buah hati, tidak menetapkan batasan yang tegas serta tidak menetapkan standard yang tinggi"

Hal ini disebabkan karena orangtua telah mempunyai masalah sendiri. Misalnya depresi, sering alami penganiayaan fisik atau diabaikan ketika kecil.

Jadi, sekarang boleh deh kita tambahi yang ke 5 adalah The Danish Way Of Parenting.

Setuju?

Kira-kira, kita termasuk yang mana nih?

Tapi sebelum melangkah jauh kita semua harus sepakat ya bahwa setiap anak adalah unik, jadi gaya pengasuhan anak satu dengan yang lainnya bisa jadi berbeda-beda. Bahkan anak yang terlahir dari orang tua yang sama dengan gaya pengasuhan yang sama bisa jadi kelak memiliki kepribadian berbeda. Pernah mengalaminya?

Kembali ke laptop!

Pernahkah bunda memperhatikan keluarga atau mungkin tetangga yang memiliki kecenderungan semua anak-anaknya berhasil sukses baik karir dan rumah tangga, sementara kebalikannya ada juga keluarga yang porak-poranda, bahkan cenderung terperangkap dalam keadaan gulita, terus menerus.

Aku sepenuhnya percaya bahwa gaya pengasuhan orang tua sangat berpengaruh terhadap pengembangan kepribadian buah hati diikuti pengaruh lingkungan sekitar. 

Terlahir dari keluarga sangat sederhana, aku yakin sekali pasti ibuku dulu tak sempat laa membaca buku-buku gaya pengasuhan, apalagi yang seperti The Danish Way Of Parenting ini. Jadi aku paham sekali kalau beliau hanya meneruskan gaya pengasuhan warisan dari nenekku.

Lewat gaya pengasuhan dan interaksi dengan orangtua kita banyak belajar apa yang baik dan buruk, yang benar dan salah, serta kelak mau jadi orangtua seperti apa.

Meski genetik berperan mencetak blue print perkembangan potensi, tapi ia tidak mampu menjanjikan pertumbuhan buah hati seperti apa. Sebaliknya, lingkungan yang didesain orangtua lah yang akan menginstruksikan dan mengarahkan genetik, mau diloloskan keseluruhan atau di nonaktifkan sebagian. Singkat kata, parents are the true gene therapists!

Jadi, sebagi orangtua, bola ada di tangan kita sekarang ini, mau jadi apa dan seperti apa pertumbuhan buah hati. Terutama di beberapa tahun pertama fase kritikal pertumbuhan, buah hati bukan saja mengalami perkembangan bahasa dan komunikasi, dia juga sedang membentuk kepribadian.

Yup, pilihan ada di tangan kita, para orangtua!

Kalau menurut situs di atas sih sepertinya ibuku termasuk yang nomor 1 dan ayah nomor 3, hahaha. Gak kompak banget ya. Padahal dalam gaya pengasuhan penting tuh kekompakan orangtua. In my case, sepertinya gaya pengasuhan ibuku lebih dominan!

Aku juga bisa pastikan tentu saja gaya pengasuhan ibuku ada kurang lebihnya ya. Yang pasti, zaman waktu nenek masih hidup dan saat aku masih anak-anak tentu saja sudah jauh berbeda, tantangannya juga ikut berbeda.

Namun hei, ternyata, di Denmark justru gaya pengasuhan warisan turun temurun ini termasuk salah satu yang terbaik dan diakui dunia.

Haaa, terbaik? Tahu dari mana?

Jadi gini,

PBB, melalui UNSDSN (United Nations Sustainable Development Solutions Network), mengeluarkan laporan tahunan World Happiness Report (Laporan Kebahagiaan Dunia).

Masih menurut PBB, indikator kebahagiaan suatu negara diukur antara lain dari dukungan sosial, harapan umur sehat, kebebasan memilih pilihan hidup, pendapatan perkapita, persepsi terhadap korupsi, kedermawanan dan distopia.

Dan untuk  World Happiness Report 2018Gallup World Pool, sebuah organisasi jajak pendapat yang biasa menangani pooling presiden di Amerika Serikat, merilis hasil survei untuk PBB, negara-negara Skandinavia seperti Finlandia, Norwegia dan Denmark masing-masing memegang rekor puncak, negara dengan rakyat paling bahagia!

Yang bikin menarik dari hasil jajak pendapat ini adalah meski GDP (Gross Domestic Product) per kapita di Finlandia lebih rendah dari negara tetangganya di Skandinavia dan jauh lebih rendah dari Amerika Serikat yang bahkan tidak masuk dalam 10 besar, survei membuktikan Finladia menduduki ranking utama tahun 2018 ini

Ini artinya apa?

Artinya sekali lagi bahwa kekayaan tidak serta merta menjamin keluarga bahagia.

Puk-puk dada sendiri, xixixi.

Mengintip Gaya Pengasuhan Negara Paling Bahagia Sedunia The Danish Way Of Parenting
Sumber: sumber : http://worldhappiness.report/ed/2018/
Mengintip Gaya Pengasuhan Negara Paling Bahagia Sedunia The Danish Way Of Parenting
Sumber: sumber : http://worldhappiness.report/ed/2018/

Berikut urutan selengkapnya dari 5 besar sejak tahun 2016 sampai dengan 2018.

Mengintip Gaya Pengasuhan Negara Paling Bahagia Sedunia The Danish Way Of Parenting
Sumber : https://www.kaskus.co.id/

Pasti langsung pada kepo Indonesia urutan keberapa ya?

Pengen tahu, apa pengen tahu banget?

Untuk tahun 2018 ini, Indonesia urutan ke 96, jauh dari bahagia. Hiiksss.

Itulah kenapa kali ini kita perlu belajar dari gaya pengasuhan dari Denmark. Yuk beli bukunya!

Hahaha... kamu ketahuan! Jualan lagi deh dia.

Berikut bocoran halus kiat gaya pengasuhan ala orang Denmark, yang merupakan negara paling bahagia ke tiga tahun 2018 yang diakui dunia (PBB) menurut buku The Danish Way Of Parenting, yang aku ringkas dari berbagai sumber.

Secara garis besar gaya pengasuhan dalam buku ini menggunakan akronim P-A-R-E-N-T yakni Play, Authenticity, Reframing, Emphaty, No Ultimatums dan Togetherness.

Play - Biarkan buah hati cukup bermain karena anak memerlukan ruang untuk belajar dan tumbuh, Orangtua tetap ada dan hadir namun hanya untuk mengawasi.

Authenticity - Mengajarkan buah hati menjadi sosok otentik, apa adanya, jujur dan menghadiahkan pujian jika mereka bekerja keras dalam belajar.

Reframing - Mengajarkan buah hati untuk selalu melihat sisi terang dalam segala hal.

Emphaty - Mengajarkan buah hati untuk menempatkan diri di posisi orang lain dan tidak menghakimi.

No Ultimatums - Menghindari memakai kekuatan sebaliknya mencintai metode pendekatan dengan buah hati.

Togetherness - Menerapkan konsep prinsip kebersamaan, kenyamanan serta kehadiran dengan buah hati.

Aku yakin pasti makin kepo sama buku The Danish Way Of Parenting ini ya. Tos atuh laaa...!

Buah hati adalah tanggung jawab terbesar orangtua sepanjang hidup. Mengasuh mereka merupakan kewajiban sekaligus tantangan.

Mari kita sama-sama menanamkan bahwa mengasuh buah hati bukan tekanan tetapi hal yang menyenangkan!

Baidewei, subway, aku juga setuju banget sama pernyataan bahwa memang tidak ada gaya pengasuhan yang betul-betul benar! Karena eh karena setiap anak itu unik. Jadi gaya pengasuhan pun subyektif!

Tapi, tak ada salahnya mengadopsi gaya pengasuhan dari negara paling bahagia sedunia kan ya, yes, give it a try, shall we?

Tugas kita sebagai orangtua atau calon orang tua untuk belajar dari mana saja, sedini mungkin, bahkan kadang jauh sebelum buah hati lahir.

Lagi-lagi karena terlahir dari keluarga sangat sederhana, aku ingat sejak duduk di sekolah dasar ibu sudah mengajarkan kami bertanggung jawab seperti mengangkat peralatan makan sendiri ke tempat cucian, membereskan tempat tidur dan masing-masing kami memiliki daftar tugas harian, mingguan dan bulanan.

Dulu aku sempat menganggap ibu adalah orang tua yang keterlaluan, masak anak kecil sudah punya tugas sih.

Ternyata itu cikal bakal agar kelak kami punya rasa tanggung jawab dan mental mandiri!

Ibu juga sering mengingatkan agar kami punya tabungan jika menginginkan sesuatu, meski jarang banget dikasih uang lebih, hahaha... Ternyata itu cara halus ibu membentuk agar kami punya mental 'hero' dan kudu berjuang untuk mendapatkan sesuatu.

Namun ada juga beberapa gaya pengasuhan ibu yang tidak akan aku adopsi seperti kurangnya managemen emosi alias gampang naik darah.

Aku percaya ini mungkin ada kaitan dengan keadaan finansial rumah tangga yang saat itu sangat-sangat sederhana.

Sedangkan untuk buah hatiku, the one and only, Yasmin, jauuuh sebelum aku mengandungnya, aku sudah berjanji akan melakukan improvisasi dalam gaya pengasuhan, tak perduli dengan pendapat orang, karena aku sepenuhnya yakin, akulah yang paling tahu yang terbaik buat buah hatiku!

Apalagi saat Yasmin lahir, saat itu sudah memasuki era millenial. Tak mungkin aku menggunakan gaya pengasuhan yang sama seperti aku kecil dulu.

Aku berusaha untuk mengikuti gaya parenting nomor 2, Authoritative Parenting,  dengan kekurangan di sana sini, tentu saja. Apalagi aku manusia, tempatnya khilaf meraja.

Yang pasti, sampai saat ini aku masih terus belajar dan belajar, serta berbagi dengan dunia tentang gaya pengasuhan, karena itu tadi, setiap anak adalah unik!

Baca juga : Cara Hebat Eksplor Bakat

Sebagai penutup, aku berharap kelak bisa berbagi materi lengkap The Danish Way Of Parenting, buku yang disusun berdasarkan riset, mengadopsi gaya pengasuhan yang baik, untuk generasi Indonesia yang lebih baik! Insya Allah.


Referensi:

http://worldhappiness.report/ed/2018/
http://bentangpustaka.com/read/33957/yuk-kenalan-dengan-the-danish-way-of-parenting--gaya-mengasuh-anak-ala-orang-denmark.html
https://www.idntimes.com/news/world/meita-eryanti/pelajaran-mengasuh-anak-dari-denmark-negara-terbahagia-di-dunia-c12/full
https://www.liputan6.com/health/read/2847973/6-cara-praktikkan-hygge-rahasia-bahagia-orang-denmark
https://www.kaskus.co.id/thread/5ab17bf796bde6de688b4568/7-alasan-kenapa-negara-negara-skandinavia-jadi-negara-paling-bahagia-di-dunia/
https://www.kaskus.co.id/thread/5aaea7ccdad77020328b4568


Gili Trawangan Jadi Destinasi Kesayangan Wisatawan, Mengapa?

Gili Trawangan Jadi Destinasi Kesayangan Wisatawan Alasannya
Ayunan ikonik di depan Vila Ombak yang hits itu!
Gili Trawangan Jadi Destinasi Kesayangan Wisatawan, Mengapa?  "Jam berapa besok di jemput, Bu?"

Pak Salim, local guide kami bertanya sesaat setelah mengantarkan kami pulang ke hotel di Senggigi.

"Bisa lebih cepat Pak, jam delapan pagi?"

Gili Trawangan Jadi Destinasi Kesayangan Wisatawan Alasannya
Iconic swimming pool view Bukit Senggigi Hotel
Aku meminta satu jam lebih cepat dari jadwal hari pertama karena sudah tak sabar ingin eksplor dan mencari tahu alasan kenapa Gili Trawangan jadi destinasi kesayangan wisatawan mancanegara a.k.a wisman maupun wisatawan domestik a.k.a wisdom.

Bahkan situs brilio.net menjadikan propinsi NTB sebagai posisi nomor satu untuk destinasi wisata halal tanah air, mengalahkan Aceh, Sumatera Barat, Jawa Timur bahkan Yogjakarta.

Sore itu kami memutuskan untuk istirahat lebih cepat dan hanya ke luar dari hotel menikmati surya tenggelam dari simpang jalan tak jauh dari Bumi Senggigi Hotel sembari melahap jagung bakar 3 rasa, asin, manis dan pedas. Amboi, nikmatnya!

Semoga besok mestakung, semesta mendukung, doaku dalam hati sesaat mematikan lampu peraduan dan menjemput impian.

Eh, satu lagi, postingan ini akan panjang dan banyak penampakan, jadi siapkan camilan, tahukan? Itu lho cecudah celapan cebelum cepuluh, camilan! ^^

***

Jam setengah sembilan Pak Salim dan supir tiba. Agak telah sih.

"Insya Allah, gak pa-pa Bu, masih sempat kog eksplor semua destinasi hari ini"

Pak Salim seperti bisa membaca pikiranku.

Baiklah, Bismillah, semoga demikian adanya, aamiin.

Toyota Kijang Innova yang kami tumpangi tahunnya sudah agak lama. Duh, lupa tepatnya tahun berapa. Namun terlihat sangat dirawat. Sama laaa kayak cinta juga, kudu dirawat, eh gimana? Hahaha.. tuh, jadi curhat.

Perjalanan ke Gili Trawangan ini sendiri merupakan bagian dari paket wisata Lombok, grand prize, kontes #mobilimpian dari Mobil123.com. Aku mengikuti kompetisi ini selama satu bulan penuh di facebook dan mengumpulkan poin tertinggi.

Baiklah, sebelum memulai petualangan, cieee, (((petualangan))), berikut beberapa persiapan agar eksplor Gili Trawangan jadi pengalaman tak terlupakan!


1. Sediakan pakaian ganti jika ingin berbasah-basah ria
  • Kecuali kalau kamu memang menginap di sini, hal ini tentu tak perlu.
2. Oleskan sunblock karena kegiatan akan banyak terpapar matahari

3. Periksa sekali lagi semua kelengkapan fotografi seperti kamera, gadget, power bank, tongsis, memori card dan tentu saja membawanya ya, hahaha...

4. Lengkapi properti fotografi seperti kaca mata, topi, selendang, topi pantai atau produk endorse (jika ada, hahaha...) karena akan banyak spot cantik di sini, demikian 'bocoran halus' dari internet.

Tak lupa juga sandal atau sepatu ringan jika ingin berkeliling Gili Trawangan dengan berjalan kaki.

Tapi pilihan lain juga ada, seperti menyewa cidomo Rp 75.000/hari atau bersepeda cantik dengan Rp 50.000/hari).

Menurut pak Salim rute kami kali ini akan menyusuri pantai Senggigi, melahap keindahan panorama Bukit Malimbu 2 atau Bukit Malaka dan akhirnya sampai di pelabuhan Bangsal Pemenangan dan menyeberang ke Gili Trawangan.

Gili Trawangan Jadi Destinasi Kesayangan Wisatawan Alasannya
Pose di Bukit Malaka biar gak hoax!
Are you ready guys...?

Waspadalah, waspadalah akan banyak penampakan yang mampu membuatmu menyesal banget liburan ke Lombok!

What...?

Iya, menyesal, karena akan ingin kembali lagi, xixixi...

Serius amat!

Menurut wikipedia Lombok terdiri dari 5 wilayah pemerintahan yaitu:

1. Pemerintah Kota Mataram
2. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat
3. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur
4. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah
5. Pemerintah Kabupaten Lombok Utara

Pantai Senggigi, Bukit Malimbu dan Gili Trawangan termasuk dalam objek wisata di Lombok Barat.

Kesan pertama sejak mobil bergerak meninggalkan hotel adalah jalan utama yang mulus dan kelihatan baru diadakan pengecatan ulang marka jalan. Warna putih di bagian tengah dan kanan-kiri jalan begitu jelas dan sangat kontras dengan warna aspal yang hitam legam. Keren.

Jadi tambah semangat ne!

Pagi itu jalan utama masih sepi. Mentari mengintip malu dari balik tajuk pepohonan yang berbaris di kedua sisi jalan.

Sangat kontras jika kita ke luar di saat malam. Kafe di kanan-kiri jalan sangat semarak dengan aneka lampu hias dan aktivitas wisatawan mancanegara.

Yup, sama seperti di Campuhan Ridge Walk Ubud, Senggigi didominasi wisman juga, guys.

Aku dan babang suami hanya sesekali berbicara, terbius keindahan panorama sepanjang perjalanan. Tajuk rapat pepohonan yang seakan berkejaran berselang-seling dengan garis pantai yang mengintip , menggoda sesekali dari balik pepohonan.

Sinar mentari yang lolos dari lekuk tajuk dedaunan, menciptakan view unik di tengah jalan hitam pekat.

Sesekali kami melewati perkampungan penduduk yang masih sepi aktivitas. Tapi aku sempat melihat sekilas sekelompok kerbau gemuk melahap rumput hijau sambil mengibas-ngibaskan ekornya. Rasa damai dan bahagia tak ayal perlahan merayap, menjalar. Bahagia memang sederhana, fix!

Sungguh keindahan panorama perjalanan dari Senggigi melalui rute Bukit Malaka menuju Gili Trawangan sangat memanjakan mata!

"Kita akan berhenti di Bukit Malimbu dua atau Bukit Malaka"

Pak Salim memecah keheningan pagi dan tak lama mobil melambat dan akhirnya berhenti.

"Silahkan dibawa properti foto-fotonya, Bu"

Tanganku segera meraih ulos Batak yang sudah aku siapkan sejak dari hotel tadi pagi. Sudah lama banget aku memimpikan momen ini. Berbagi eksotika ulos Toba di destinasi-destinasi wisata indah.

Sebuah bis ternyata sudah parkir manis di sana.

Ya ampun, tempat ini selayaknya pasar kaget, saudara-saudara!

Ada banyak penjaja souvenir, termasuk properti fotografi seperti topi pantai yang bikin ngiler tingkat dewa. Rasanya pengen diborong, bruakakaka... Modelnya itu lho, asli bikin mupeng.

Ya Allah, pelihara hamba dari perilaku konsumtif yang bisa menggila, bisikku lirih di dalam dada, sembari memegang beach hat yang memang sudah aku siapkan sejak dari Balikpapan.

Iya, doi sudah menemani aku hampir 2 minggu ini. Mulai dari Balikpapan, Jakarta, Maribaya dan kini di Lombok.

Begitu melihat kami mendekat, penjaja segera mendaratkan 'bisikan' demi 'bisikan' menggoda, hahaha...

"Dipilih Bu, cuma sepuluh ribu, sebagai harga pembuka, mumpung masih pagi ucap ibu sambil menunjukkan kalung mutiara"

"Ini mutiara air tawar, ayo silahkan dilihat dulu, Bu"

Sebaris senyuman aku hadiahkan namun tetap saja mataku melirik penuh selidik. Hihihi...

Wow, ternyata makin ke dalam semakin ramai orang yang sedang unjuk ekspresi (baca : selfie). Agaknya penumpang bis yang tadi kami lewati.

Mendengar sekilas pembicaraan sepertinya mereka rombongan turis domestik, yang terdiri dari berbagai usia, dari anak-anak hingga dewasa.

Aku sempat merekam beberapa dialog mereka gunakan dalam bahasa Jawa bercampur dengan bahasa Indonesia. Riuh sekali.

Ada yang sendiri, berpasangan serta dengan keluarga.

Yang paling seru sesi wefie bareng keluarga. Suami yang merangkap fotografer dadakan sedang memberi arahan. Namun sayang pasangan tidak sepakat. Akhirnya mereka bertukar spot lagi. Hasilnya masih kurang memuaskan, mereka mencoba pose lagi.

Untunglah hal itu tak berlangsung lama karena mereka menyadari kami yang sudah dari tadi stand by jadi penonton menunggu spot yang sama juga, hahaha.

"Dari sini kita bisa melihat 3 Gili, Bu, itu yang di ujung Gili Trawangan, di tengah Gili Menok dan paling kecil Gili Air, demikian jelas Pak Salim"

Gili Trawangan Jadi Destinasi Kesayangan Wisatawan Alasannya
Bisakah kamu menemukan Gili Trawangan di foto? 
Kami langsung memutar badan mengikuti telunjuk Pak Salim.

Masya Allah, indah nian!

"Sini Bu, saya bantu foto berdua, ujar Pak Salim lagi"

"Terima kasih Pak!"

Enjoy the view guys...

Gili Trawangan Jadi Destinasi Kesayangan Wisatawan Alasannya
Pose pemanasan menuju 25th anniversary...

Gili Trawangan Jadi Destinasi Kesayangan Wisatawan Alasannya
Mencoba menerawang masa depan 

Gili Trawangan Jadi Destinasi Kesayangan Wisatawan Alasannya
Meski panas melibas, tetap pose, demi apa coba...!
Kalau sudah foto-foto di tempat kece begini bikin suka lupa diri. Sampai akhirnya kehabisan gaya, hahaha... (((kehabisan gaya)))

Panas yang menyengat hadir bagai alarm pengingat. Akhirnya dengan separuh nafas eh hati kami meninggalkan tempat eksotik ini. Semoga bisa berjumpa lagi.

Bis besar tadi juga sudah pergi. Jadi, bisa pose deh di tulisan ikonik ini.

Gili Trawangan Jadi Destinasi Kesayangan Wisatawan Alasannya
Ulos Tapanuli rasa Lombok
Rasa haus segera menyergap ketika kami masuk dalam mobil. Terasa aliran keringat merambat cepat. Aku biarkan jendela mobil terbuka sejenak untuk mengeluarkan hawa panas dari dalam mobil yang dari tadi terparkir di pinggir jalan.

Panorama indah selanjutnya mampu mengusir gerah. Kembali kami dalam pelukan tajuk pohon di kanan-kiri jalan.

Jalanan mulus bikin perjalanan semakin menyenangkan plus harapan akan segera membasuh rindu bertemu dengan Gili Trawangan yang telah lama aku impikan.

Akhirnya tibalah kami di pelabuhan Bangsal Pemenang.

Turun dari mobil, Pak Salim langsung menuju pelabuhan speedboat, bicara dengan motoris, tak sampai 5 menit kami sudah diminta naik.

Saat menulis artikel ini, iseng aku tanya mbah Google, ternyata harga umum public boat menyeberang dari Bangsal ke Gili Trawangan berkisar Rp 15.000 per orang. Jadwal mulai jam 0800WITA - 1700WITA plus retribusi masuk ke 3 Gili Rp 2.000 per orang - untuk info lebih lanjut bisa klik http://www.marijelajahindonesiaku.com

Nah di sini pentingnya membawa sandal, karena bisa langsung dicopot, masukin tas plastik atau langsung lempar ke dalam laut, eh bukan laaa, maksudnya ke dalam boat. Tapi pastikan belum ada orang di dalam ya, nanti bisa kena timpuk sandal, hahaha.

Kebetulan hanya kami bertiga penumpang yang dibawa plus motoris dan helper, total 5 orang.

Pagi itu cuaca cerah sekali! Thanks GOD!

Semilir angin, lukisan awan dan view yang ditawarkan, dijamin bikin nyesal ke Lombok! Karena eh karena pasti ingin mengulang lagi dan lagi. Nah loe!

Hanya 25 menit kami sudah mendarat di pelabuhan Gili Trawangan. Kecepatan boat biasanya dipengaruhi besar kecilnya amalan loe eh gelombang laut.

Sesaat menjelang boat menepi, mendadak aku langsung ingat view di Sangalaki Pulau Tanpa Penghuni dan Maratua. Bening air laut dan suasana nyaris sama. Huuuaaa, jadi pengen ke sana lagi.

Woiii, fokus woiii, ini masih tentang Lombok ne!

Sejauh mata memandang wisatawan mancanegara a.k.a wisman mendomidasi destinasi ini. Beberapa wisatawan domestik nyempil alias nyaris tak terlihat.

Berasa turis akuuh... dan langsung meraih kaca mata. Kog mendadak gelap yaa, hahaha...

"Silahkan, Pak, Bu, eksplor Trawangan, barang-barang bisa ditaruh di sini, saya akan menjaganya, Pak Salim langsung membawa kami ke spot tempat duduk"

Aktivitas harian Gili Terawangan segera terekam. Cidomo, sepeda dan wisatawan berlalu-lalang. Yang bikin istimewa tingkat dewa, takkan ada polusi karena asap knalpot di sini. Untuk menjaga kualitas udara, kendaraan bermotor tidak diizinkan beroperasi, klakson free!

Namun sangat disayangkan kebersihan sepertinya belum jadi panutan, namun eksotika Trawangan mampu menutup itu semua. Terbukti wisatawan tetap menjadikan Gili Trawangan menjadi destinasi kesayangan.

Kami memutuskan untuk berkeliling Gili Trawangan dengan... berjalan kaki, seperti yang pernah kami lakukan saat piknik seru di pulau tanpa penghuni di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Kami memulai dari sebelah kanan. Pilihan random saja, tidak ada alasan khusus.

Lima belas menit pertama lalu-lalang wisatawan masih ramai.

Di kanan-kiri jalan banyak tersedia aneka layanan mulai dari warung kuliner, berbagai pilihan akomodasi, penyewaan alat snorkeling, counter agent pilihan paket wisata hoping island, agen transportasi penyeberangan ke Bali sampai lokasi jual-beli souvenir.

Gili Trawangan Jadi Destinasi Kesayangan Wisatawan Alasannya
Meleleh sama kepsyennya...!
Kami sempat bertemu dan nogbrol dengan pasangan wisman dari Milan, Itali yang juga baru mendarat dan berjalan kaki mencari penginapannya 'Wilson Retreat'.

Sambil berjalan beriringan aku bertanya dari mana mereka tahu tentang Gili Trawangan?

Hampir serentak mereka menjawab dari referensi teman plus ditambah informasi dari internet.

Sungguh jauh di libuk hati, aku merasa bangga sekali!

"Kalau kamu dari mana?"

Mereka balas bertanya.

"Me... me an Indonesian, but my domicile is in Balikpapan, East Kalimantan!"

"Where is it?"

Lalu aku menjelaskan bahwa Indonesia terdiri dari 5 pulau besar dan aku mendiami salah satu pulau besar itu, namun sayang sekali mereka tidak tahu di mana tepatnya Kalimantan. Dan aku tidak sampai hati ingin menjelaskan, karena sepanjang perjalanan, wisman wanita itu rupanya sangat tersiksa dengan panasnya cuaca saat itu.

Mereka hanya tahu Bali dan Borobudur, hehehe...

Untunglah Wilson Retreat segera terlihat dari kejauhan dan setelah berbagi salam kami pun  melanjutkan perjalanan.

Kami juga menemukan beberapa persimpangan yang ternyata jalan pintas untuk mengelilingi pulau dan batas jalur cidomo. Aku penasaran mengapa jalur cidomo dibatasi.

Namun hal itu tak berlangsung lama karena beberapa menit kemudian rasa ingin tahuku segera berlabuh.

Ternyata ada satu spot dimana garis pantai hanya tersisa untuk seluas ukuran kaki berjalan di atas semen konkrit, yang berbatas langsung dengan tepi laut dan karang-karang kecil. Itulah kenapa cidomo tak bisa sampai ke sini.

Dan di sini juga aku sadari bahwa hirup-pikuk pelabuhan sudah tak ada lagi. Hanya ada nyanyian  ombak, desau angin, formasi awan, langit biru dan kekasih hati, uhuiii...

Untuk mengurangi penat sesekali kami berhenti untuk minum air dan yup tentu saja berbagi ekspresi dengan eksotika Gili Trawangan.

Gili Trawangan Jadi Destinasi Kesayangan Wisatawan Alasannya
Pose impian itu...!
Makin menjauh dari pelabuhan desain akomodasi juga semakin mewah dan sarat privasi.  Bahkan beberapa spot di depan akomodasi hanya diperuntukkan untuk tamu hotel yang bersangkutan.

Hmmm... aku bisa membayangkan pasti harga yang ditawarkan juga pasti cukup 'lumayan'.

Ada harga ada rupa, tentu saja ya!

Terbukti saat aku menuntaskan tulisan ini, iseng aku browsing ke internet, untuk kelas small luxury hotel harga yang ditawarkan bergerak dari tujuh ratusan ribu hingga ke tiga juta rupiah permalam.

Tapi hei, jangan berkecil hati. Kita bisa juga kog menemukan hotel budget di sini. Cuma ya tentu saja view yang ditawarkan pasti jauh berbeda. Puk-puk dada sendiri, xixixi...

Dalam hati aku sebenarnya ingin banget menginap di sini, menggenapkan kenangan, menikmati sensasi terbit dan tenggelamnya sang mentari bersama pujaan hati, cie...cie...

Gili Trawangan Jadi Destinasi Kesayangan Wisatawan Alasannya
Penampakan akomodari eksklusif

Gili Trawangan Jadi Destinasi Kesayangan Wisatawan Alasannya
Masih tentang akomodasi eksklusif
Namun karena kami sudah memilih paket menginap di hotel di Bumi Sengigi, jadi keinginan ini kami simpan dulu di sanubari. Siapa tahu ada rezeki bisa ke sini lagi. Aamiin.

Hampir satu setengah jam kami berjalan, kini keriuhan kembali menerjang. Agaknya kami sudah mendekati areal pelabuhan lagi.

Aku ingat tadi di awal Pak Salim berkata bahwa biasanya untuk mengelilingi Gili Trawangan diperlukan 2 jam dengan kecepatan normal. Mungkin maksudnya dengan total waktu sambil berfoto-foto kali ya. Sayang aku lupa mencatat persisnya jam berapa tadi kami mulai bergerak.

Yang aku ingat sekarang perut mulai protes minta diisi, xixixi...

Beberapa payung warna hijau mengintip dari kejauhan bersinergi dengan umbul-umbul warna-warni. Cantik nian!

Semakin dekat semakin terlihat kesibukan di bibir pantai meski saat itu cuaca aduhai super hot sekali.

Wisatawan berbaris, antri di depan sebuah ayunan ikonik yang dibangun menjorok ke pantai. Air sebening kristal mengitari ayunan ikonik ini. Kita bahkan bisa melihat dengan jelas bebatuan koral disekelilingnya.

Semakin unik ketika aku melihat seekor kuda beserta pengendara berada di sekitar ayunan.  Kira-kira mereka sedang dalam misi apa ya? Seumur hidup aku belum pernah lihat ada kuda di pantai, kecuali di adegan film, tentu saja.

"Bang, yuk kita ikutan antri, ujarku bersemangat"

"Ayo, kata abang tak mau kalah!"

Saat itu yang sedang in action satu keluarga wisman tapi mereka tidak menggunakan bahasa Inggris. Sepertinya sang ibu sedang mengarahkan putrinya yang didaulat jadi fotografer dadakan, yang sedang mengalami kesulitan karena tombol rana tak berhasil dieksekusi. Kayaknya gadget sedang macet. Berkali-kali dia mengikuti petunjuk ibunya, namun tombol rana tak kunjung juga bereaksi.

Aku ingin sekali menolong, namun tiba-tiba sang ibu dengan aura yang masih geregetan memutuskan keluar dari frame dan mengajak keluarganya keluar dari spot foto.

Selanjutnya sepasang sahabat secara bergantian berfoto. Segalanya mulus dan lancar! Tak sampai 5 menit menunggu, tibalah giliran kami.

Sebenarnya aku takut setengah mati kalau-kalau handphone akan jatuh. Semua ekspresi yang terekam selama liburan belum dipindah ke laptop.

"Pegang kencang-kencang ya, bang, aku berbisik pada abang"

"Insya Allah, Abang menjawab tenang!"

Dengan tubuh sedikit gemetaran, antara senang, takjub dan aneka perasaan yang sedang berlompatan, aku berjalan perlahan menuju ayunan, merasakan sensasi kaki bergesekan dengan bebatuan sambil menjaga keseimbangan karena arus gelombang meski kecil namun cukup membuat adrenalin memainkan peranan. Degup jantung semakin liar, tak terbantahkan!

Ini dia eksekusinya...

Saat berpose inilah aku menyaksikan antrian ternyata sudah semakin mengular. Maksud hati sih ingin pose lebih banyak lagi. Tapi ini bukan saat yang tepat!

Aku segera turun dan bergantian dengan babang kesayangan.

Cekidot guys...

Gili Trawangan Jadi Destinasi Kesayangan Wisatawan Alasannya
Ayunan ikonik Vila Ombak 

Gili Trawangan Jadi Destinasi Kesayangan Wisatawan Alasannya
Masih ayunan ikonik Vila Ombak

Gili Trawangan Jadi Destinasi Kesayangan Wisatawan Alasannya
Gak nyangka babang mau ikutan pose di ayunan
Eksotika Gili Trawangan mampu membuat wisatawan antri, di siang bolong yang memanggang begini, demi apa coba...!

Kami segera beranjak menuju tepi jalan dan menemukan darimana asal barisan beberapa payung hijau dan umbul-umbul warna-warni yang sedari tadi mencuri hati.

Ternyata oh ternyata bagian dari properti Vila Ombak, sodara-sodara!

Iya, Vila Ombak yang hits di dunia maya itu!

Saat berfoto di depan properti ini, hilir mudik wisman (((wisman))) lagi-lagi yang mendominasi.  Yang pasti selera pakaian mereka tentu saja berbeda dengan kita orang Timur ya. Ya, jadi kudu menjaga pandangan, iman dan imran hahaha...

Kami melanjutkan perjalanan lagi, masih berjalan kaki namun kini energi sudah mulai terkikis, senyum pun perlahan berganti jadi meringis, tapi untunglah belum sampai terlihat bengis. Hahaha... Ceritanya mau bermain diksi gitu lho. Maksa banget yak!

Benar perkiraan Pak Salim hampir 2 jam memang waktu yang diperlukan!

Kamipun tiba di tempat semula, bergegas memanggul ransel dan berjalan gontai mengikuti Pak Salim dari belakang, hahaha...

Ya ampun, ternyata kami berbalik arah menuju tempat kami berfoto di ayunan tadi. Duh, tahu gitu  kenapa gak nunggu di situ saja ya. Sungutku dalam hati, tentu saja, hahaha...

Tapi, cepat-cepat aku usir aura negatif itu. Rasanya tak layak mengisi liburan dengan kekecewaan. Bisa merusak mood ntar. Berabe!

Ada 10 menit kami berjalan kaki akhirnya tiba di restoran Black Penny.

Restoran ini bersebelahan dengan travel agent yang saat itu sedang mendata puluhan wisman yang sedang rapi antri untuk mendapatkan pass paket snorkeling dan menyelam, karena usai dipanggil mereka segera mendapatkan satu set peralatan snorkeling dan selam lalu menuju kapal yang sudah sedari tadi bersandar.

Usia mereka masih sangat muda belia, ekspresif dan berisik, tentu saja, hahaha... ABG di belahan dunia mana saja mah tetap sama kali, ya. Sama deh kayak kita dulu, jugak!

Sambil menunggu, alunan musik menghentak diputar berpadu dengan hirup-pikuk jalanan dan celoteh para wisman.  Riuh sekallee! Tapi agaknya pemandangan ini sudah menjadi santapan sehari-hari karena semua orang asyik dengan aktivitas sendiri.

Yang sedang makan minum tak merasa terganggu, yang sedang santai di pantai juga begitu, yang sedang berlalu lalang di jalanan meski kadang berhenti memeriksa keadaan namun kemudian melanjutkan perjalanan. Bahkan beberapa di antaranya bersinergi menari menikmati musik yang memang sumvah... mengundang goyang!

Aku tersenyum menyaksikan sekaligus terharu bisa langsung merasakan gejolak, eksotika dan semakin memahami kenapa Gili Trawangan jadi destinasi kesayangan wisatawan.

Tak berapa lama hidangan pun tersaji, tapi hei tentu saja selayaknya ritual blogger, meski lapar telah  mendominasi namun dokumentasi wajib dieksekusi, xixixi...

Gili Trawangan Jadi Destinasi Kesayangan Wisatawan Alasannya
Menu makan siang ala Black Penny Gili Trawangan 
Rencananya usai makan kami akan kembali ke Senggigi lewat hutan Pusuk di mana eksotika panorama yang tak kalah indah sudah menanti kita, begitu menurut Pak Salim.

Baidewei, subway, menu di atas so yummy...!

Last but not least, see you when I see you, Gili Trawangan!

Gili Trawangan Jadi Destinasi Kesayangan Wisatawan Alasannya
See you, Gili Trawangan...!

Ketahui 5 Alasan Pentingnya Gambar Untuk Artikel


Ketahui 5 Alasan Pentingnya Gambar Untuk Artikel. Hai... sudah lama juga nih gak nulis tentang blogging.

Jadi gini,

Beberapa hari ini aku melahap, cieeee... (((melahap))) beberapa tulisan tentang betapa pentingnya konten visual dalam kempen pemasaran termasuk laa pentingnya gambar dalam sebuah artikel. 

Satu tulisan menarik versi blog.kissmetrics.com menyatakan gambar merupakan trend utama dari keseluruhan trend 6 tipe konten visual yang kudu digunakan dalam kempen pemasaran selain video, infografik, meme, presentasi dan skrinsyut.

Menurut mammothinfograpihcs.com "otak manusia memproses informasi visual 60.000x lebih cepat dibandingkan dalam bentuk teks, karena 90% informasi yang tersalur ke otak kita adalah dalam bentuk visual"

5 Alasan Gambar Penting Untuk Artikel
sumber infografik : http://mammothinfographics.com/why-infographics/

5 Alasan Gambar Penting Untuk Artikel
sumber infografik : http://mammothinfographics.com/why-infographics/

Pernahkah kamu tertarik membaca sebuah blog hanya dan hanya karena konten visualnya?

Aku, pernah!

Iya, cuma dari melihat konten visual gambar atau infografik, sudah tergelitik untuk mengklik.

Tapi ya... tentu saja agar konten visual berkerja optimal, konten juga harus berkualitas dan menarik!

Menghasilkan konten unik, menarik, menawarkan solusi, informatif, akurat dan menciptakan hubungan dengan para pembaca adalah misi blogger di sepanjang usia.

Dan aku percaya itu tidak mudah! Hahaha... jadi curhat deh ^^

Nah, setelah urusan konten beres, saatnya kita mengetahui 5 alasan pentingnya gambar untuk artikel.

1. Apakah kamu punya otoritas menggunakannya?

Iya, ini penting!

Google salah satu mesin pencari zaman now sangat menyukai konten orisinal dan unik!

Mohon maaf ya, aku harus berkali-kali mengingatkan. Bukan untuk siapa-siapa sih, lebih kepada as  a self rminder, tepatnya!

Jadi jika harus menggunakan gambar dari pihak lain, gunakan atribut untuk menyebut sumbernya ya.

Tak punya stok foto cakep?

Tenang... kita bisa pakai jasa shutterstock. Ada banyak gambar berkualitas yang bisa kita beli melalui AgenShutterstock.com ini. AgenShutterstock.com ini juga bagian dari IDCopy.

Sedangkan Shutterstock sendiri adalah situs dengan stok vektor dan foto dengan koleksi tema yang banyak dan berkualitas.

Tak perlu punya kartu kredit, proses cepat, harga bersahabat, fitur pembayaran tempo, tanpa watermark, bisa diedit, bebas royalti dan hak cipta adalah beberapa kelebihan menggunakan AgenShutterstock.com ini.

2. Apakah ada relevansinya?

Tentu saja dong ya, karena bagian judul dan fitur gambar apalagi untuk profil postingan blog inilah yang paling dini ditangkap mata.

Jadi pemilihan gambar untuk fitur profil postingan blog adalah krusial, demikian juga gambar pendukung lainnya!

Jika konten memaparkan tentang tips blogging, hiasilah postingan blog dengan segala sesuatu tentang blog. Bisa saja laptop, meja kerja, keyboard atau gabungan dari ketiganya.

Tapi kita bisa juga kreatif.

Potongan dari dari judul artikel bisa dijadikan inspirasi!

Misalnya dalam postingan Begini Kiat Menghapus Postingan Blog SEO Friendly ini aku menggunakan foto telunjuk dan tulisan SEO untuk menarik perhatian.

Lumayan laaa, ada di halaman utama google dengan kata kunci 'menghapus postingan blog SEO friendly kiatnya'

5 Alasan Gambar Penting Untuk Artikel

Sedangkan untuk artikel favorit lain Publish Posting Blog Waktu Idealnya aku menggunakan beberapa gambar notebook, bunga dan secangkir kopi.

3. Apakah mampu menyita perhatian?

Nah untuk yang ini aku juga masih terus belajar dan belajar. Dan seringnya aku kebingungan memilih yang terbaik dari yang terbaik.

Jadi, sekali lagi, tak cukup hanya relevan, tapi juga menyita perhatian!

Terutama untuk profil postingan blog, karena gambar inilah yang akan meninggalkan impresi pertama untuk para pembaca, apakah tetap melanjutkan untuk membaca atau yaa... cuma dilirik saja, atau yang lebih apes tak dilirik sama sekali, duh.

Gambar profil postingan blog ini jugalah yang akan muncul bersama URL blog saat tombol share diklik pembaca.

4. Apakah memiliki kualitas?

Aku biasanya menyayangkan banget saat mampir di artikel terutama tentang travelling dimana konten sudah oke namun gambar memble.

Tiba-tiba saja gelora seperti terjun bebas ke lembah, seperti kehilangan selera.

Pernah mengalaminya?

Tak jarang juga terjadi sebaliknya, apalagi jika foto yang bercerita. Bisa dipastikan aku langsung menghapalkan nama blognya dan menjadikan blogwalking menjadi agenda rutinitas di sana.

5. Apakah ukurannya ramah netizen?

Menurut Hootsuite di tahun 2018, pengguna smartphone di Indonesia lebih banyak dari laptop/desktop computer.

Jadi, ukuran gambar ramah gadget adalah keniscayaan!

5 Alasan Gambar Penting Untuk Artikel
sumber : www.slideshare.net
Sementara itu, think.storage.googleapis.com menyatakan 53% pengunjung mobile site hanya menunggu maksimal 3 detik untuk membuka sebuah situs.

5 Alasan Gambar Penting Untuk Artikel
sumber : https://think.storage.googleapis.com/docs/mobile-page-speed-new-industry-benchmarks.pdf
Jadi, betapa krusialnya memilih gambar yang mampu mengoptimasi blog sekaligus ramah netizen ya.

Yup, tantangannya semakin meningkat, selain kualitas tinggi namun tetap ramah netizen alis cepat unggah!

Sebagai patokan, para mastah mengatakan usahakanlah ukuran gambar kurang dari 100kb!

Mengurangi resolusi foto di halaman HTML tidak berlaku dalam halaman ini, jadi menggunakan aplikasi optimasi photo editor pihak ke tiga, lebih disukai.

Aku pribadi menggunakan jpeg-optimizer.com karena di sana tertera panduan dan mudah dieksekusi!

Caranya:

1. Masuk ke situs jpeg-optimizer.com

2. Pilih gambar yang akan dioptimasi

3. Sesuaikan compress image dan resolution photo sesuai kebutuhan yaitu kurang dari 100kb!

4. Klik optimize photo

Tarra... photo optimasi siap tayang!

Semoga 5 alasan pentingnya gambar untuk artikel ini bermanfaat!

Atau kamu mau menambahkan alasan lain, ditunggu di kolom komentar ya ^^