Ramadan Ekstra Kiat Belanja Online Hemat

Ramadan Ekstra Kiat Belanja Online Hemat

Ramadan Ekstra Kiat Belanja Online Hemat. "Sayang, coba deh lihat, ini keren ya...?"

Abang berjalan menghampiri aku di kamar dengan tatapan tak lepas dari layar HP. 

Yup, doi terus melangkah fokus tetap ke HP, kagak pakai lirik kanan kiri, kalau ada sesuatu yang menghalangi, bisa dipastikan suara klontengan bakal membahana lagi.

Masya Allah, di tampilan layar, sepasang sneakers keren zaman now lengkap dengan harga promo, tapi masih mampu bikin kantong bolong, melambai-lambai gemulai bagai nyiur di pantai.

Dalam hati aku berbisik, alamak, keren kali! Aku juga doyan yang seperti ini.

"Yaaa, bolehlah, kataku sambil berusaha normal lalu buru-buru melipat selimut, langsung akting kayak orang kehilangan mood, padahal aslinya takut, takut tergoda, hahaha..."

"Hmmm... kalau hadiah voucher belanja kemarin masih ada?"

Belum menyerah, abang bertanya, masih dengan nada sumringah.

"Masih, bang, kenapa ke...?"

Aku berusaha menjawab dengan suara yang dibuat senormal mungkin, ehem.

"Boleh juga nih, ya say!"

Senjata pamungkas babang akhirnya diluncurkan!

"Tapi.. biasanya nih bang, menjelang Ramadan nanti, toko-toko online sering buat promo, kita tunggu saja, ya, siapa tahu harganya bisa terjun bebas lagi"

Sampai di sini, aku bisa bernafas lega, pembicaraan berakhir dengan damai sentosa, bruakakaka...

Berhasil, berhasil, horeee...! Lalu kayang, hahaha...

Ramadan kali ini akan sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena, tahun ini putri kami satu-satunya, Yasmin, sedang berada di Hiroshima, Jepang mengikuti program pertukaran pelajar AFS.

Yasmin akan menghabiskan bulan Ramadan beserta keluarga angkat yang notabene warga Jepang hingga Februari tahun depan

Jadi, kami akan menjalani Ramadan berdua kembali, seperti saat menanti kehamilan selama 7 tahun lalu pasca pernikahan.

Biasanya saat Ramadan, siang hari, Balikpapan senantiasa garang tingkat dewa, jadi aku jarang sekali ke luar rumah untuk belanja. Sedangkan malam hari, selayaknya kaum muslim yang lain juga, kami pun Insya Allah, menunaikan ibadah malam. Plus dengan paket internet di rumah yang lumayan juara kuota dan koneksinya, aku lebih suka belanja online.

Apalagi menjelang Ramadan dan mencapai puncaknya saat lebaran, toko-toko online akan berlomba-lomba meluncurkan promo combo, termasuk Tokopedia dengan Ramadan Ekstra, salah satu e-commerce kredibel favoritku!

Yuk intip Ramadan Ekstra kiat belanja online hemat Tokopedia selama bulan suci Ramadan:

[1] Bandingkan harga setiap toko online di Tokopedia

Memiliki banyak toko online berkualitas, Tokopedia memungkinkan kita untuk membandingkan harga berbagai produk kebutuhan dengan mudah. Cukup cari produk yang dibutuhkan di kolom search, maka ribuan produk akan tampil.

Pilihlah produk dengan spesifikasi yang pas dan harga yang tepat!

[2] Pilih produk berkualitas dari kreator lokal

Untuk membuat Ramadan Ekstra, bukan harus melulu gunakan barang branded dengan harga selanget. Tokopedia e-commerce dengan produk terlengkap memiliki koleksi berbagai produk kreasi lokal maupun brand terkenal.

Pilihlah produk kreator lokal dengan kualitas yang mampu bersaing namun dengan harga miring!

[3] Temukan toko online paling terdekat

Komponen biaya yang tak boleh terlupakan saat belanja online adalah ongkos kirim a.k.a ongkir. Di Tokopedia kita bisa mengetahui detail lokasi toko online.

Pilihlah lokasi toko online yang terdekat untuk mengurangi ongkir yang berlebihan!

[4] Pilih cara pembayaran paling tepat

Di Tokopedia berbagai metode pembayaran telah tersedia, tinggal pilih. Mulai dari Saldo Tokopedia, transfer bank, kartu kredit, cicilan hingga melalui mini market.

Pilihlah metode pembayaran sesuai kondisi keuangan dan hemat pengeluaran belanja online pasti kau dapatkan!

[5]  Pilih metode pengiriman paling efisien

Tokopedia menyediakan berbagai alternatif pengiriman, mulai dari yang konvensional sampai kurir instan melalui jasa pengiriman online.

Pilihlah metode terbaik dan efisien!

[6] Manfaatkan diskon dan promo

Tarraaa... ini dia yang paling aku damba!

Saat belanja online, diskon dan promo sangat signifikan untuk menghemat pengeluaran, lho.

Tokopedia memberikan kesempatan baru untuk menikmati Ramadan kali ini. Dengan rangkaian promo sepanjang bulan Ramadan, membuat Ramadan kali ini semakin Ekstra, Ramadan Ekstra!

Dan itu belum cukup!

Tokopedia masih memiliki puncak promo kejutan tanggal 25 Mei nanti yang akan membuat Ramadan Ekstra semakin Ekstra, layaknya festival belanja online "Black Friday"

Bebas ongkir, hadiah buat konsumen yang kirim testimoni serta kupon undian setelah belanja minimal Rp 50.000 adalah beberapa impianku untuk puncak promo Ramadan Ekstra kali ini. Boleh dong ya berandai-andai ria, mumpung masih gratis, kakaa...

Yang pasti puncak promo 25 Mei ini, fix, sukses bikin aku tambah kepo, kalau kamu?

Baidewei, subway, semoga Ramadan Ekstra kiat belanja online hemat ini bermanfaat ya!




Campuhan Ridge Walk Ubud Bali Trek Jogging Bukan Biasa

Campuhan Ridge Walk Ubud Bali Trek Jogging Bukan Biasa
Pose impian di Campuhan Ridge Walk

"Jadi besok ke Campuhan, sayang?"

Abang bertanya sambil mengoleskan selai roti, di antara kilau sinar matahari yang menerobos dedaunan hijau, teras kamar hotel Kampung Ubud pagi itu.

"Iya dong, Bang"

Mudah-mudahan cuaca cerah seperti beberapa hari ini juga berlaku besok hari, aku bergumam dalam hati.

***

Alhamdullillah, semesta mendukung dan turut mengaminkan doa!

Jadilah pagi ini, kami bersiap-siap ke Campuhan Ridge Walk Ubud Bali trek jogging bukan biasa, salah satu dari beberapa lokasi aktivitas favorit di Ubud, Gianyar Bali.

Inilah kenapa penting mengetahui aktivitas favorit di tempat wisata agar liburan semakin optimal, maksimal, berkesan dan tentu saja tak terlupakan!

Di Ubud ada banyak hal-hal fantastik!

Satu di antaranya kegiatan berjalan kaki.

Iya, kamu tak salah baca, hanya dengan berjalan kaki alias goyang lutut.

Di jalan setapak pedesaan, di antara pematang sawah yang berjenjang bahkan hanya berjalan melenggang menikmati alam.

Nah, menyusuri hamparan hijau memukau trek jogging Campuhan Ridge Walk adalah hal favorit yang harus menjadi pertimbangan ketika di Ubud, Gianyar, Bali.

Dan mencapai puncaknya ketika tiba di punggung bukit dengan panorama alam memukau. Berada di antara pelukan hamparan ilalang, lembah sungai Campuhan, deretan pohon tropis hijau memukau dari seberang bukit di antara bangunan vila dan rumah penduduk.

Layaknya sebuah lukisan.

Ini Yang Akan Engkau Dapatkan!

Meski jauh meringsek di kesunyian dan di tengan perbukitan, di sini tidak akan kau temukan becek dan kumuh. Tidak sama sekali!

Jalur trek jogging permanen dan kokoh sudah tersedia.

Bahkan hanya dengan sandal jepit, kau masih bisa menikmati, cuma ya tidak nyaman dan tidak optimal ya.

Dalam perjalanan kemarin kami bahkan menemukan beberapa orang berjalan tanpa alas kaki sama sekali. Mungkin sedang praktik refleksi.

Nuansa hijau perbukitan sangat kental di sini.

Nyanyian jangkrik sesekali, gemercik sungai Campuhan dan hembusan sang bayu di antara dedaunan hijau. Sederhana, tapi percayalah, sangat memukau!

Kapan Waktu Terbaik?

Dari berbagai literasi digital diperoleh pagi hari sekitar jam 6 sampai 6.30 atau sore menjelang sunset adalah waktu terbaik mengeksplor Campuhan Ridge Walk Ubud Bali trek jogging bukan biasa ini.

Dan itu terbukti, it works!

Mengapa?

Kalau kesiangan bisa meleleh, guys...

Panasnya tak terkira, karena saat di punggung bukit, hanya ada hamparan ilalang hijau memukau, tak ada kanopi di sana, beberapa pohon sejenis pinang yang menjadi ikonik Campuhan Ridge Walk Ubud, tak cukup merayu garang sang surya untuk melembut.

Kami pun mengikuti nasihat jitu ini!

See, ini sekali lagi membuktikan betapa penting sekali mencari literasi tentang tempat yang akan dikunjungi ya guys.

Berangkat pagi sekali juga memberi kemungkinan hanya sedikit bertemu penduduk lokal yang akan beraktivitas, jadi perjalanan terasa sangat personal, serasa punya hutan dan bukit pribadi!
So, sekali lagi, early morning or late afternoon untuk bisa maksimal menikmati eksotika Campuhan Ridge Walk Ubud Bali ini ya.
Bagaimana Cara ke Campuhan Ridge Walk Ubud Gianyar Bali?

Sehari sebelumnya aku sudah bertanya pada staf hotel Kampung Ubud Bali, tempat kami menginap. Hotel kami terletak di jalan Monkey Forest, jadi cukup terus berjalan ke Utara ke arah Jalan Raya Ubud, sesampainya di pertigaan berbelok ke kiri.

Aku juga sudah punya contekan, salah satu petunjuk bahwa kita sudah berada di trek yang benar adalah harus menemukan tanda "GOING TO THE HILL". Setelah itu tinggal mengikuti petunjuk yang sudah disiapkan untuk menghindari salah jalan.

Ini adalah pengalaman pertama kami di Bali, jadi belum begitu percaya diri. Aku ingat, ada 3 kali aku bertanya dan yihaaa... akhirnya sampai juga di persimpangan ikonik ini.

Campuhan Ridge Walk Ubud Bali Trek Jogging Bukan Biasa
Pastikan bertemu tanda ini ya! 
Yup, tanda ini sangat ikonik di dunia maya "GOING TO THE HILL" atau MARWICK IBAH .

Selain itu ada juga beberapa petunjuk kalimat disertai anak panah sebagai informasi tambahan agar tidak tersesat, namun tentu saja dalam bahasa Inggris, karena eh karena di Ubud, kita bangsa Indonesia adalah turis, hahaha... atau boleh jadi, yang sering review Campuhan Ridge Walk Ubud Bali adalah para turis luar yang tersesat lalu curhat sehingga dibuatlah petunjuk ini

Campuhan Ridge Walk Ubud Bali ini adalah salah satu tempat impianku, jadi  waspadalah, waspadalah akan banyak penampakan pose di tulisan ini!

Yang pasti tak cukup satu, hahaha...

Tak disangka-sangka abang juga gak tahan, ikutan latah.

See, kebahagiaan memang menular, fix!

Selagi asyik berfoto ria seorang turis manca negara dengan peluh di sekujur tubuh melintas. Jam tujuh sudah pulang jogging, kira-kira jam berapa doi mulai ya...?

"Good Morning!"

Sapaku sekaligus menghadiahinya senyuman memecah kebekuan dan dia membalas dengan seuntai senyuman dan ucapan, "Good Morning!"

Usai berpose ria kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan, karena kontur sedikit curam. Di sini, lebar jalur trek jogging hampir 3 meter karena masih harus berbagi dengan jalur masuk ke Pura Gunung Lebah. Terbuat dari konkrit kokoh dan terawat. Keren!

Menjelang tikungan, pohon beringin besar sudah menanti, karena hari masih cukup pagi, suasana mistis dan horor sungguh terasa banget di sini. Hiiiii.... kelam dan mencekam,  akar beringin yang berjuntai-juntai semakin memperjelas keadaan. Bisa membayangkan?

Di seberang pohon beringin, ada tempat parkir mobil dan roda dua, dan hei lihatlah, sudah lumayan banyak nih yang parkir.

Aha! Ada satu tanda lagi di sini dan lebar jalur trek pun semakin mengecil, jadi kira-kira 1.5 meter. Tertera juga jarak yang akan kita tempuh, kira-kira 2 km. Catat!

Campuhan Ridge Walk Ubud Bali Trek Jogging Bukan Biasa
Belokan pertama sebelum jembatan mini

Semakin dekat ke jembatan gemericik sungai semakin terdengar, kepo semakin menjadi-jadi.

Dan akhirnya... sampailah kami di jembatan mini.

Di sisi kiri-kanan jembatan, hijau dedaunan semakin memanjakan pandangan. So peacefull dan cantik sekali!

Campuhan Ridge Walk Ubud Bali Trek Jogging Bukan Biasa
Dedaunan hijau memukau

Dinding Pura Gunung Lebah segera menggeliat dari balik tikungan sementara gemercik air sungai mengiringi dari sebelahnya. Sempurna! Aku terjebak keindahan.

Belum hilang rasa takjub, kejutan lain sudah menunggu di depan.

Lihatlah, apa itu di ketinggian...?

Ternyata, meru pura yang berjumlah 7 menjulang mengintip dari kejauhan, seolah mengucapkan salam kedatangan.

Campuhan Ridge Walk Ubud Bali Trek Jogging Bukan Biasa
Meru Pura Gunung Lebah 

Untuk sesaat aku tak bisa berkata-kata. Diam dan takjub mengepung hati. Mendadak adrenalin mengambil kendali.

Seumur-umur aku belum pernah diapit keindahan seperti ini. Menghirup aroma segar daun di pagi hari, di tengah gemercik sungai yang bersinergi dengan nuansa hijau di sekeliling serta keindahan pura dan... ini nih, sedang berdua bersama kesayangan. Huuuaaaa...

Tanpa sadar aku beranjak mendekat dan memeluk babang suami. I just want to give him a big hug, share the moment, the feeling... awawawaw... hush, sirik aja loe!

Untung aja masih pagi, belum banyak manusia di sini. (((manusia)))

"Gimana, sudah bisa lanjut?"

Babang berbisik dengan tatapan menggoda.

Dari jauh terdengar suara langkah. Datang dari balik tikungan. Sekelompok turis remaja domestik yang mau pulang.

"Selamat pagi!"

Kembali aku memberi salam dan senyuman.

"Selamat pagi!"

Merekapun membalas dengan senyuman.

"Lari yuk!"

Sambil berkata begini babang suami berlari, tapi tak berlangsung lama karena kontur trek jogging sudah berubah lagi, kini agak mendaki.

"Pelan-pelan saja, Bang, hemat tenaga, aku mengingatkan, masih jauh lho perjalanan!"

Dan benar saja kami terus mendaki dan mendaki sampai-sampai aku bisa mendengar nafasku ngos-ngosan, kedodoran, di antara semilir angin perbukitan. Malu ah sama rumput yang bergoyang, hahaha...

Makin siang makin sering kami berpapasan dengan para turis namun dengan arah yang berlawanan, meski berpeluh namun masih menyisakan seuntai senyuman.

Di lain kesempatan, dering bel sepeda, anjing dan pemiliknya (mungkin?) dan kostum warna-warni outfit turis membuat mood semakin menggelora, tak sabar ingin cepat tiba di punggung bukit Campuhan Ridge Walk.  

Masih seperti tadi, sesekali kami berhenti dan berpose, tentu saja! Hahaha...

Tak seperti saat di rumah di Balikpapan, di Campuhan Ridge Walk Ubud Bali, babang suami doyan banget berbagi ekspresi. Travelling so magic, ya!

Akhirnya, kami pun tiba di punggung bukit Campuhan Ridge Walk ikonik itu!

Bermandi peluh, sudah tentu!

Campuhan Ridge Walk Ubud Bali Trek Jogging Bukan Biasa
Selfie dengan fitur beauty Asus Zenfone3MaxID!

Sunset Hill, Bukit Cinta, Bukit Campuhan dan Bukit Cinta Gunung Lebah adalah beberapa nama lain destinasi kekinian di Ubud ini.

Sekelompok turis perempuan mancanegara sedang menyiapkan sesi foto. Mereka bertukar kostum di tempat terbuka, hanya berbekal kain yang dipegang oleh teman lainnya. Beberapa ransel besar tergeletak begitu saja di tanah. Mungkin isinya, aneka outfit ya. Kepo kembali menggoda. Niat banget mereka, luar biasa!

"Good Morning!"

Aku berbagi salam lagi.

"Good Morning!"

Balas mereka hampir serentak.

Ketika mendekati pohon pinang ikonik punggung bukit Campuhan Ridge Walk, keharuan seketika menyergap dan aku bersujud di antara trek jogging. Namun, babang suami menegur katanya "gak perlu sampai begitu, say, iya kalau treknya bersih, lha kalau pas ada kotoran, gimana?"

Masuk akal juga sih. Cuma aku diam saja, karena masih terbalut emosi lalu mengucap alhamdullillah, bisa sampai di sini, di Campuhan Ridge Walk Ubud Bali. Kali ini hanya dalam hati.

Tak membuang waktu kami pun segera larut berbagi ekspresi disaksikan panorama asri, hamparan ilalang, lembah Campuhan, bangunan vila yang tersembunyi di antara pohon tropis di tebing bukit, sinar  surya yang semakin garang serta peluh di badan, hahaha...

Enjoy, guys...!

Campuhan Ridge Walk Ubud Bali Trek Jogging Bukan Biasa
Cieee, boleh juga nih gaya si abang sayang


Campuhan Ridge Walk Ubud Bali Trek Jogging Bukan Biasa
Bangunan vila bersembunyi di antara pohon tropis


Campuhan Ridge Walk Ubud Bali Trek Jogging Bukan Biasa
Pose insidental itu!

Kog bisa foto bareng dengan anjing?

Sebenarnya ini kejadian insidental.

Begini ceritanya,

Saat berjalan-jalan sambil mengambil foto, aku melihat ada beberapa spot foto di antara ilalang. Sepertinya memang disediakan di sana untuk pose ala-ala.

Mendadak pose terbang di antara spot ilalang langsung terbayang.

Nah, pas sedang asyik khusyu (((khusyu))) mau pose, anjing yang awalnya duduk bareng turis perempuan manca negara tadi, tiba-tiba masuk frame dan diam di sana, hahaha.

Aslinya nih aku takut setengah mati, takut doi berubah pikiran dan menerkam.

Sesaat kami saling menatap, doi dengan kalem berhenti pas di samping aku. Kami bertatapan lagi, semakin dekat dan lekat. Tapi aku tetap diam tak bergerak.

Mungkin doi tersepona eh terpesona dengan pose aku ya, hahaha...

"Gimana nih, sayang, ada anjing, eh?"

"Tidak apa-apa, Bang, malah semakin keren, jawabku sambil berusaha tenang dalam pose terbang, ala-ala yoga gitu deh"

"Foto cepat, bang!"

 Dan... klik!

Gimana, kamu suka?

Lucunya, usai aku menuntaskan pose, doi pun langsung pergi kembali ke turis perempuan manca negara tadi, Duduk manis lagi, hihihi... What a day!

Sementara itu, meski matahari semakin garang, namun orang-orang semakin ramai saja berlalu-lalang.

Bahkan ada yang sedang pra-wedding lengkap dengan make up, kostum dan drone crew. Iya, guys, panas-panas begini, demi apa coba!

Di bagian lain ada yang sedang syuting, karena kerap melakukan gerakan yang sama dan berulang-ulang, gerakan seolah berlari dan aku mendengar suara, "siap.... action!"

Ahhh, terbuktilah Campuhan Ridge Walk memang Bukit Cinta!

Semua aura di sini penuh suka cita, penuh damai, sarat cinta.

Sebenarnya aku ingin meneruskan perjalanan sampai ke Karsa Kafe, namun babang suami sudah lapar dan ingin isi 'bahan bakar'.

Rasanya belum puas sih. Tapi kami harus kembali, karena perut aku juga ikutan latah, tidak mau lagi diajak kompromi.

Hampir 2 jam kami mengeksplor Campuhan Ridge Walk dan saatnya menyusuri kembali trek jogging, tapi kali ini dengan arah berlawanan, pulang kembali ke hotel.

Meski panas sudah mulai memanggang, tapi masih saja kami berpapasan dengan orang-orang yang baru datang.

Oh iya, kalau ke sini bawa juga botol minuman ya, karena tak ada warung di sepanjang trek jogging kecuali di Karsa Kafe, itu pun masih jauh, masih kira-kira 2 km dari simpang jembatan mini tadi.

Suatu saat aku ingin kembali ke sini lagi dan juga ke tempat-tempat wisata menarik lainnya di Bali seperti Kelingking Beach di Nusa Penida, Desa Penglipuran, Danau Beratan Bedugul dan lain-lain.

Bagaimana dengan kamu?

Sudah ada rencana liburan tahun ini? Atau untuk tahun depan? Atau mungkin mau icip-icip Campuhan?

Ayo mulai booking sekarang!

Tahukah kamu?

Ada banyak lho strategi berburu tiket pesawat murah!

Di antaranya:
  • Kudu fleksibel dengan waktu dan tujuan
  • Pilih hari penerbangan dengan menghindari akhir pekan atau hari libur nasional
  • Pilih jam penerbangan paling pagi atau paling malam, di mana kebanyakan orang banyak menghindarinya.
  • Pilih destinasi liburan yang sedang promo. Sekali-kali biarkan destinasi promo yang membawamu, dan bersiaplah untuk kejutan!
  • Menjadi member atau langganan newsletter agen travel online 
  • Gunakan mode incognito agar cookie pada browser selalu ter-reset sehingga kamu akan selalu mendapatkan harga promo. Dulu aku sempat menjadi korban lho. Setelah habis beli tiket promo terus mau beli lagi, harganya langsung lebih mahal.
  • Gunakan kartu kredit. Jangan buru-buru alergi ya. Karena eh karena kita bisa memanfaatkan layanan kartu kredit dengan bijak misalnya menggunakan poin untuk mendapatkan diskon tiket pesawat atau kemudahan pembayaran secara angsuran tanpa bunga.
  • Sering bergerilya mencari informasi sebanyak-banyaknya karena tidak ada faktor kebetulan atau keberuntungan untuk mencari tiket pesawat murah.

Sekarang waktunya mengeksekusi strategi berburu tiket pesawat murah di atas!

Mengapa?

Aku pernah lihat ada promo dari JD Flight pas browsing di JD.id. Mari kita buktikan!

Tuh bener kan, memang lagi ada promo, ne!

Banner promo itu!

Kalau belum punya akun, kita kudu klik 'daftar' agar bisa memulai pemesanan.

Pastikan isi semua dengan lengkap!

Isi dan lengkapi sesuai intruksi!

Setelah itu lakukan pemesanan dengan melengkapi pilihan dengan cara klik pilihan untuk sekali jalan atau pulang pergi, tujuan penerbangan, waktu penerbangan, jumlah penumpang, kelas penerbangan lalu klik 'Cari Tiket'.

Buruan dapatkan promonya!


Aku coba lakukan pemesanan ke Bali dari Balikpapan, dan tarraaa... begini tampilannya:

Tinggal pilih sesuai kebutuhan

Ini adalah tampilan langkah 1 'Pilih Penerbangan Pergi'

Tampilan ini menyediakan berbagai fitur seperti menu sortir yang memuat waktu berangkat, waktu tiba, durasi dan harga. Tinggal pilih dan klik!

Ada juga informasi tambahan seperti tersedianya daftar pilihan kota transit, kuliner di dalam pesawat, total lamanya penerbangan, waktu pelayanan bandara, daftar maskapai yang melayani penerbangan, detil penerbangan serta rincian harga. Cukup arahkan kursor lalu klik untuk mendapatkan informasi dan klik lagi untuk kembali ke tampilan semula.

Jadi pastikan semua diklik dengan cermat, lalu klik 'Pilih Pergi'.

Terlihat di sini detail ringkasan penerbangan pergi dan kita masih diberi kesempatan untuk merubahnya dengan klik 'Ubah Pergi'.

Namun jika sudah yakin dengan semua pilihan, kita bisa lanjut dengan pilih penerbangan pulang dan klik 'Pilih Pulang'.

Pastikan isi sesuai pilihan lalu klik!

Tampilan selanjutnya berisi kotak peringatan di bagian atas, semua informasi penerbangan secara lengkap termasuk harga.

Kita juga akan diminta mengisi semua nama penumpang dan kontak detil. Seret terus ke bagian bawah dan di sana ada tulisan 'bayar sekarang'. Jadi, pastikan bagian ini bacalah dengan cermat ya!

Tuh, praktis dan mudah pesat tiket pesawat di JD.id ya!

Karena eh karena tiket pesawat sudah di tangan, sekarang saatnya kita mencari hotel. 

Mendapatkan harga hotel murah memang tidak segampang mendapatkan harga tiket pesawat murah.

Mengapa?

Karena harganya fluktuatif. Harga mampu bergerak bukan per hari saja melainkan per jam, tergantung tingginya permintaan. Jadi, sering-sering mengintip situs diskon misalnya di JD Hotel.

Mumpung kita  masih di situs JD.id, langsung deh ketikkan 'hotel' di kolom pencarian dan dapatkan tampilan JD Hotel seperti di bawah ini:

Yup, tinggal pilih, isi dan klik!

Wow, sedang ada promo ya sekarang!

Tinggal masukkan data sesuai tampilan dan bersiaplah mendapat kejutan liburan.

Untuk informasi penting lainnya silahkan turunkan kursor dan jelajahi setiap informasi yang ingin kamu dapatkan semuanya dalam satu klik!

Fix, pesan tiket di JD Flight bikin liburan impianmu jadi kenyataan!

Jadi, kapan kita kemana?


Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Indonesia Corners dan JD.ID. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi.




About Me

About Me Rosanna Simanjuntak

Hola...! Namaku Rosanna Simanjuntak.

Ini jelas nama asli, sesuai KTP-lah!

Kata ayah sebenarnya namaku dulu mau ditambah Fondesto, karena dulu beliau bekerja di bioskop dan suka bintang film dari Italia yang punya nama belakang Fondesto.

Pas nulis "about me" ini, iseng-iseng cek di google,  ternyata Fondesto itu berasal dari bahasa Inggris "fond" artinya indah.

Mungkin ayah berharap, agar kelak aku memiliki  akhlak yang indah. Aamiin.

Mumpung ini artikel suka-suka, kita lanjut, survei mini ini, ya.

Nah, bentuk superlative adjective-nya jadi fondest, migrasi ke Italia jadi "Fondesto" deh (yang ini versi gue, asli, xixixi). Paragraf ini gak penting sih, but I am sure you guys will read it until the end, right? Hihihi...

Aku asli suku Tapanuli Utara, mamakku boru Butar-Butar.

Menghabiskan masa kecil sampai SMA di kota sejuk Pematangsiantar, 128km dari Medan, ibukota propinsi Sumatera Utara.

Kalau mau ke Danau Toba dan sekitarnya, boleh deh ajak aku sebagai dayang-dayang ya. Insya Allah, kita tak akan tersesat dan bisa pulang dengan aman, eeaaa.
Aku juga seorang ibu dari Nabila Yasmin Pohan, putriku semata wayang. 7 tahun baru nongol setelah pernikahan, di saat aku sudah melupakan hasrat memiliki momongan. Seorang istri dari pria Tapanuli Tengah Muhammad Iqbal Pohan yang dipertemukan oleh sahabat satu kos, saat kuliah di Samarinda, Kalimantan Timur.

Tentang suka duka mendapatkan buah hati selama penantian 7 tahun aku tuangkan di Pentingnya Mempersiapkan Kehamilan Dengan Baik.

Dari Sumut ke Kaltim, jauh amat eda?

Jadi gini.

Di zaman aku, anak SMA di semester terakhir bisa memilih universitas pilihan via PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan). Formulir bisa dibawa pulang ke rumah agar bisa diskusi dengan orang tua.

Mamak langsung kasih saran ke Balikpapan karena saat itu ada adik mamak (tulang) yang kebetulan seorang tentara bertugas di sana.

Saat itu Balikpapan belum punya universitas, yang terdekat berada di Samarinda, 115 km dari Balikpapan, ada Universitas Mulawarman.

"Pilih universitas, apa ya Mak?"

"Karena di sana banyak kayu, kau pilih saja yang tentang kayu lah, jawab Mamak"

Tersisa 2 fakultas, pertanian atau kehutanan. Yang terakhir akhirnya jadi pilihan.

Dengan diiringi derai air mata, karena aku tak pernah berpisah jauh dengan keluarga, aku berangkat sendiri, iya sendiri dengan kapal motor Kambuna. Saat itu masih Rp 68.000 harga tiketnya.

Mei 1986 aku berlayar dari Belawan ke Semayang, pelabuhan Balikpapan.

Pasti ada dan banyak pembaca di sini yang belum lahir yaa, Hahaha... Atau ada yang langsung ambil kalkulator untuk menghitung usiaku? Hmmm... I really do not mind, at all.

Saat menyelesaikan tugas akhir kuliah, aku mendapat panggilan kerja sebagai seorang sekretaris, di perusaan tambang emas PT Kelian Equatorial Mining, nun jauuuh di pelosok Kutai Barat, di tengah rimba, di daerah Prampus, Kelian.
Bekerja dengan suasana multi kultur, budaya dan bahasa, menemukan hal-hal baru sekaligus menggali potensi diri. 
Aku percaya pasti banyak yang bingung ya. Si eda nih kuliah di kehutanan, tapi bekerja sebagai sekretaris. Hmmm, weird? Not really.

Memang sih ilmu yang aku dapatkan tidak seluruhnya bisa diterapkan, namun psikologi pengembangan diri yang aku dapatkan selama masa perkuliahan banyak membantuku dalam membina hubungan kerja dengan berbagai karakter individu, kultur dan budaya. Sangat, sangat membantu. Hal yang tak bisa aku beli dan dapatkan secara instan.

Setelah menikah aku memutuskan pindah kerja ke kota. Aku termasuk orang yang suka pengalaman baru dan menyukai tantangan terutama dalam dunia pekerjaan.

Jadi meski sebagai seorang sekretaris kadang-kadang aku juga diberi tanggung jawab lebih seperti basic purchasing, basic accounting, human resources dan public relation.

Aku suka sekali!

Berbeda dengan beberapa tipe karyawan yang gemar mengeluh jika diberi uraian tugas di luar tanggung jawabnya, aku justru melakukan kebalikan, meski gaji belom dibayar keroyokan. Hayati tak pernah, komplain.

I am pretty sure, it's really worth it, somehow!

Kini aku baru menyadari semua hal-hal itu sangat banyak membentuk kepribadianku.

Aku juga tak pilih-pilih menyerap ilmu. Dari yang muda, tua, junior apalagi senior.

Aku juga percaya, kita harus luwes dengan segala bentuk perubahan. Bagiku, melawan perubahan sama halnya dengan mengubur kesuksesan dan attitude seperti itu kudu... ditenggelamkan!

Hahaha, mendadak ingat ibu Susi, menteri perikanan, one of my role model, eeeaaa (lagi).

Eh lupa, ini kan tentang "about me" ya. Jadi melebar deh kemana-mana, upps!

Kembali ke laptop!

Blog ini banyak bercerita tentang perjalanan, pengasuhan dan keluarga, inspirasi, tinjauan produk, pesan-pesan sponsor dan ini nih yang terutama, gaya hidup. Karena eh karena, percayalah, aku tak bisa hidup tanpa gaya hidup! Hahaha.

Sepertinya aku tipe penulis story telling, pentutur, makanya kadang suka ngelantur, xixixi. Jadi kudu punya kerangka karangan agar tidak 'tersesat' di perjalanan.

Prestasi dalam blog belum apa-apa dibanding para pendahulu. Sering sih ikut lomba, cuma banyak kalah, hahaha. Bangga, gitu, fyuuuh!

Momen yang paling berkesan saat blogging adalah ketika mendapat email kerja sama dan... dibayar. Senangnya bukan kepalang. Jeleknya... aku jadi ketagihan, xixixi. Ini kenapa jadi ngikik melulu ya?

Meski saat itu rate card masih seharga pulsa paket internet pemula, aku sangat-sangat bersuka cita!

And you know what, saat melihat lagi ke belakang, ternyata hobi menulis ini sudah tertanam di gen aku.

Aku menyadari saat menyaksikan sendiri, mamak yang kini menjelang 80 tahun juga masih punya diari.

How cool is that!

Walaupun isinya tentang uang keluar masuk dan kejadian sehari-hari, yup, my mom still doing it, passionately!

Beliau bahkan mempersiapkan diri, seperti kayak mau kencan gitu, kalau mau menulis. Pasti setelah habis mandi dan santai.

Kayak me time gitu deh, bahasa anak zaman now. Lengkap dengan penggaris, pulpen warna merah dan hitam. Dan... jreng, jreng,jreng... tulisan indah. Iya, tulisan jadul yang miring itu. Awesome!

Serius Ngeblog

Ngeblog serius aku mulai Juli 2014.

Saat itu aku memposting ulang cerita mencuci lebih cepat dan hemat yang telah membuat aku terpilih menjadi pemenang di sebuah fanspage pengharum pakaian dan mendapatkan sebuah mesin cuci mutakhir dan besar saat itu dengan nilai hampir 3 juta rupiah.

Mesin cuci bahkan diantar dengan menggunakan truk ekspedisi dari Jakarta.

Wih, mesin cuci lintas propinsi. Mesin cuci aku jual ke keluarga terdekat, karena mesin cuci aku yang lama masih layak pakai. Lumayan, bisa bantu dapur ngepul *kibasponi!

Prestasi ini sangat menginspirasi dan memberi suntikan motivasi!

Sejak saat itu menulis dan kecintaanku mengikuti kuis di medial sosial menjadi tantangan baru.

Benarlah kata pepatah, melakukan hal yang disuka melahirkan semangat. Semangat memberi energi!

Bayangkanlah, akan seperti apa hidup jika di setiap detiknya dihiasi, dipenuhi, dan diberkahi dengan suka cita?

Setiap hari kita lalui dengan energi dan semangat! Tak perduli apa pun yang nanti akan dihadapi.

Adakah yang lebih sempurna dari itu?

Baca juga : 5 Tekad Untuk Mengeksplorasi Kekuatan Diri

See... kayaknya ini sudah melebar lagi nih kemana-mana.

Baiklah!

Seperti kebanyakan profil 'about me' kayaknya kudu buat daftar 'pencapaian'ya..?

Hmmm... *usap jenggot eh dagu dulu*

Ada... apa nggak yaa...?

Tarrraaa... ini dia!


1. Salah satu pemenang 2017 Travel Blog Award


2. Salah satu pemenang SATU Indonesia Awards Blog Competition #Astra60Balikpapan"Ketika Prestasi dan Inspirasi Bersinergi di Balikpapan"



Baru itu aja kayaknya, xixixi...

Last but not least, enjoy my blog...

Upps, hampir lupa, untuk kerjasama silahkan menghubungiku di contact ya.



Ashley Hotel Jakarta Hotel Bisnis Kawasan Strategis

Warna-Warni Keseruan Blogger Day di Ashley Hotel Jakarta, Hotel Bisnis di Kawasan Strategis

"Pagi mbak, sudah adakah ancar-ancar acara BloggerDay 2018 nanti?"

Begitulah kira-kira bunyi pesan yang  aku kirim 8 Maret lalu melalui FB ke mbak Ya Yat, ketua event BloggerDay 2018

"Pagi, mbak, rencananya sih antara tanggal 17 atau 25 Maret"

Dalam hati aku langsung berdoa semoga saja tanggal 17 Maret, karena eh karena sekalian mau antar ananda ke Jakarta untuk mengikuti orientasi pra pengiriman pertukaran pelajar AFS ke Jepang.

Alhamdullillah, pucuk dicinta ulam tiba, here I am, akhirnya touch down di ibukota, Jakarta! Hadir untuk pertama kali berbagi keseruan BloggerDay 2018BloggerCrony Community 3rdAnniversary.

Ditemani babang suami, kami berangkat jam setengah tujuh dari Ciputat dengan tije a.k.a busway tujuan halte Sarinah karena Ashley Hotel Jakarta, tempat BloggerDay 2018 dihelat terletak di kawasan strategis hotel di jalan Wahid Hasyim Jakarta Pusat.

Pagi itu 17 Maret 2018, kebetulan hari libur nasional Nyepi kakaaa... jadi bisa laa menikmati sumringah ramah Jakarta yang bersinergi dengan cuaca cerah sambil duduk manis sepanjang rute Ciputat-Sarinah.

Apalagi ada Dilan eh babang ganteng di sebelah, huuuaa... bahagiaku pun merajalela.

Turun di halte Sarinah, aku bertanya pada pak kusir yang sedang bekerja babang satpam, "di manakah gerangan Ashley Hotel Jakarta?"

"Ibu terus saja, ikuti jalan Wahid Hasyim ini dan setelah lampu merah pertama jalan kira-kira 15 meter sampai deh"

"Terima kasih ya, Pak!"

Dan benarlah, kira-kira 5 meter sebelum sampai, dari jauh aku sudah melihat beberapa teman blogger turun dari ojol dan tentu saja.... sudah ada yang in action pose syantiek di depan Ashley Hotel Jakarta.

Tentu saja aku tak mau kalah dong ya, *kibasponi.

Ulala... mumpung cuaca sedang cerah saatnya merekam ekspresi di Ashley Hotel Jakarta!

Ashley Hotel Jakarta Hotel Bisnis Kawasan Strategis

Sambil mengambil beberapa foto, aku juga bertemu dengan sosok-sosok blogger kece yang biasanya hanya bertemu lewat blogwalking seperti Mbak Zata, Mbak Helena, Mbak Gita Siwi, Teh Nchie Hanie dan tentu saja Mbak YaYat dan Mbak Wawa.

Ashley Hotel Jakarta Hotel Bisnis Kawasan Strategis


Ashley Hotel Jakarta Hotel Bisnis Kawasan Strategis

Sejauh mata memandang yang ada hanya untaian senyum yang terkembang menikmati keseruan seleberasi ulang tahun BloggerCrony Community 3rdAnniversary.

Keseruan semakin kental saat memasuki area photobooth Alfa Kreasi. Warna hijau terasa banget sangat mendominasi. Yup, nuansa alam segera terekam dalam memori!

Pose lagi dong, ahh, cekrek!

Ashley Hotel Jakarta Hotel Bisnis Kawasan Strategis

Sesuatu, iya sesuatu di dalam sini menghentak ingin dilampiaskan, apalagi kalau bukan, tettere tettettt... berbagi keseruan!

Bergerak ke ruang event di Downing 10, keseruan tak kalah heboh juga berlangsung di sini. Berbagi hangat pelukan, cipika-cipiki serta ekspresi keceriaan bersinergi menularkan energi positif. 

Akhirnya, pengumuman MC kocak "gak sombong cuma riya" dengan mic mahalnya - Yosh Aditya, untuk memulai  acara BloggerDay 2018 berkumandang juga.

Sesi dimulai dengan menikmati sarapan persembahan Anns Bakehouse, croissant.

Seperti biasa sesi fotografi lengkap dengan hiasan hastag dan godaan hadiah semakin menghangatkan suasana.

Selanjutnya, pada kesempatan pertama, pengisi materi dari Indosat Ooredoo, Mas Tuhu Nugraha berkenan berbagi kiat.

Ashley Hotel Jakarta Hotel Bisnis Kawasan Strategis

Beberapa kiat yang berhasil aku rekam sekaligus juga nendang untuk seorang digital influencer agar mampu bertahan di era transformasi digital di antaranya :
  • Kudu memiliki keunikan, attitude dan kepiawaian bernegosiasi
  • Memanfaatkan google analytic, google adsense, akun media sosial untuk optimalisasi blog
  • Memperluas jaringan baik online maupun offline
  • Tidak melulu money oriented
  • Bersedia investasi secara mandiri untuk pengembangan diri

Tak terasa jam makan siang menjelang.

Kali ini double pack lunch box Tumpeng Ayu Dapur Solo siap memanjakan lidah! 

Seperti biasa ritual dalam setiap acara kumpul blogger selalu ada sesi fotografi dan hastag khusus, kakaaa, hahaha...

Maka tak ayal lagi, ruangan penuh dengan hilir mudik blogger yang mencoba peruntungan dengan mengeksplor setiap sudut dalam ruangan.

Tumpeng Ayu Dapor Solo mendadak jadi seleb dan memenuhi instagram story dari 100 blogger yang menghadiri BloggerDay 2018.

BloggerDay 2018 di Ashley Hotel Jakarta kali ini juga bertabur hadiah dari beberapa BCC BloggerPreneur juga para sponsor Markamarie, Rejuve Skin Lab dan Sandeeva Spa & Reflexology.

Hadiah yang paling aku incar adalah paket treatment dari Rejuve Skin Lab.

Takdir berkata lain, aku belum beruntung.

Namun untuk kategori blogger paling jauh BloggerDay2018 aku mendapatkan hadiah camilan yummy. Alhamdullillah.

Usai ishoma, materi selanjutnya adalah Creative Writing dengan Mind Mapping (peta pikiran) dari mas Away, Anwari Natari.

Ashley Hotel Jakarta Hotel Bisnis Kawasan Strategis

Dengan adanya peta pikiran, materi yang akan ditulis diharapkan akan lebih terorganisir secara visual dari ide dan konsep, karena eh karena kita belajar menggunakan otak kanan. Klop banget nih buat yang idenya kerap meloncat-loncat, karena pasti gak bakal ada yang terlewat.

By the way, biasanya nih, sesi pembicara usai makan siang, godaan kantuk kerap menyerang.

Namun tidak dengan materi Mas Away.

Aku seperti terhipnotis, kakaa... Terbawa gaya dan alur presentasi. 

Mas Away kerap berinteraksi dan memiliki mobilitas tinggi. Berjalan hilir mudik lengkap dengan mimik dan sense humornya yang tinggi sembari berbagi kiat mind mapping.

Aku percaya 100 blogger yang hadir di BloggerDay2018 akan merasa "tidak sama" lagi. 

Pasti lebih "berisi" dan percaya diri untuk bisa menulis lebih baik, lagi dan lagi!

Intinya, dengan mind mapping, kita tak perlu menulis dengan gamblang misalnya untuk menggambarkan sebuah keindahan.

Dengan pemilihan akurasi rima dan diksi, pembaca akan betah dan mampu menikmati keindahan yang kita tuangkan. Bahkan kunjungan berulang ke blog pasti akan kita dapatkan.

Perlu sering latihan dan banyak membaca adalah kiat menguasai mind mapping.

Aku pernah lho mencoba bermain "rima dan diksi" di Danau Toba 5 Lokasi Terbaik Menikmatinya dan Piknik Seru ke Pulau Tanpa Penghuni.

Gimana, kamu suka?

3B - Terobosan Digitalisasi Tanpa Pasword Ashley Hotel Jakarta

"Paswordnya apa, mbak?"

"Gak pakai pasword, mbak"

"Haaah, apa?"

"Iya, mbak ga salah dengar, langsung login saja untuk bisa memakai jaringan internet di Ashley Hotel Jakarta"

Yup, terbukti sesuai dengan pemaparan dari Fawzan Aziima, Corporate Marketing Communication Manager Ashley Hotel, ini adalah branding yang ingin ditancapkan oleh Ashley Hotel Jakarta, 3B, Broadband, Bed and Breakfast.

Ashley Hotel Jakarta Hotel Bisnis Kawasan Strategis

Terletak di Jalan Wahid Hasyim yang dikenal sebagai salah satu kawasan strategis bisnis dan hiburan, Ashley Hotel Jakarta hadir membawa angin segar pada para pebisnis dan traveller di era digital ini.

Ashley Hotel Jakarta Hotel Bisnis Kawasan Strategis

Memiliki 186 kamar dan 11 ruang rapat adalah komitmen Ashley Hotel Jakarta pada bulan Juli 2018 nanti untuk memenuhi solusi terutama bagi para pebisnis dan traveller.

Berikut 5 tipe pilihan kamar di Ashley Hotel :

- Studio
- Executive
- Deluxe
- Superior
- Ashley Suite

Luas kamar bervariasi mulai dari 20m2 hingga 32m2 yang masing-masing dilengkapi SmartTV LED 40", mini-bar, coffee & tea maker, exclusive amenities dan king koil bed yang dijamin bisa bikin tidur nyenyak, sleep like a baby setelah menjalani aktivitas melelahkan seharian.

Untuk pilihan ruang rapat, tersedia pilihan Downing 1-11.

BloggerDay 2018 sendiri berlangsung di Downing 10 yang berukuran 12x12m dengan kapasitas 100 orang dengan tipe classroom.

Ruang rapat terkecil berukuran 4x6M ideal untuk 20 orang dengan tipe classroom, dan 8 orang untuk tipe banquet.

Iya, berlokasi di kawasan strategis, dekat stasiun kereta Gondangdia, halte busway Sarinah, wisata kuliner jalan Sabang, perbelanjaan Tanah Abang dan berbagai tujuan wisata, Ashley Hotel Jakarta yakin mampu merebut hati konsumennya.

Pas tahu dari WAG BloggerDay 2018, bahwa Ashley Hotel dekat dengan halte Sarinah, aku semakin semangat banget ikutan, jadi semacam pelecut semangat gitu! Apalagi bagi orang daerah seperti aku yang belum tahu seluk beluk kota Jakarta, kemudahan akses moda tranportasi publik seperti ini adalah, segalanya!

Wangi lemongrass segera menyapa ketika pintu lobbi Ashley Hotel terbuka. Desain plus interior unik bersinergi dengan spot foto instagramable sangat kental terasa.

Ashley Hotel Jakarta Hotel Bisnis Kawasan Strategis

Rasa aman dan nyaman segera menyergap raga dalam pelukan kokoh beton-beton penyangga yang didesain dengan segenap citarasa. 

Ingin rasanya setiap mili ruang di hotel ini didokumentasi agar tertancap jauh ke relung hati. 

Apalagi kombinasi warna tanah dan krem keemasan yang mendominasi, tak ayal rasa homey segera menghampiri dan tak kuasa aku hindari.

Beranjak ke dining room Adele, interior  unik juga telah menanti. Aku segera tak sabar ingin berbagi keseruan di sini. Melebur bersama sentuhan kemewahan yang tersaji.

Ashley Hotel Jakarta Hotel Bisnis Kawasan Strategis

Ashley Hotel Jakarta Hotel Bisnis Kawasan Strategis

Dalam kesempatan ini aku juga baru tahu bahwa Ashley Hotel Jakarta berada dalam satu managemen dengan Juno Hotel dan Yellow Bee Hotel yaitu Prima Hospitality group.

Duh, semakin geregetan pengen icip-icip kemewahan dan keramahan Ashley Hotel Jakarta.

Hari itu rasanya waktu bergulir tidak seperti biasanya, tahu-tahu sudah jam 5 sore saja, dan tibalah di penghujung acara BloggerDay 2018.

See you on BloggerDay 2019 yaaa...

Insya Allah...

Ashley Hotel Jakarta Hotel Bisnis Kawasan Strategis


Anyang-Anyangan? Di PRIVE URI-CRAN Aja!

Kiat Mengatasi Anyang-Anyangan Dengan Prive Uri-Cran

"Dengan ibu Rosanna Simanjuntak?"

"Iya, betul"

"Ibu, mohon bantuan informasi kalau mau beli Prive Uri-Cran buat anyang-anyangan di Pekanbaru di mana ya?"

"Mohon maaf,  ini dengan siapa ya?" 

Tanyaku tak kalah heran, selain kaget mendapat panggilan di siang bolong, juga karena eh karena biasanya cuma babang suami yang sering telepon, hahaha... plus si Bapak menyebut lengkap namaku sesuai di KTP.

Hmmm...

Perasaan sih fans abadiku cuma satu, ahay... *kibas poni!

"Begini bu, saya menemukan tulisan tentang Prive Uri-Cran dan anyang-anyangan di blog ibu, terutama tentang penyebab anyang-anyangan, sebagian besar sama banget dengan yang saya alami!"

Si Bapak langsung memborbardir seperti bisa membaca pikiran aku.

Begitulah, kejadian ini semakin menambah keyakinanku bahwa kekuatan sebuah tulisan sungguh tidak boleh dipandang sebelah mata dan kita memiliki kewajiban untuk menyajikannya dengan jujur, dengan segenap tanggung jawab, karena boleh jadi ada pihak-pihak yang tertolong dengan tulisan kita.

Baca juga : Ketahui Manfaat Menulis Kisah Hidup Pribadi

Apalagi di zaman now di mana internet dalam genggaman, bow. Semua tulisan dalam sekejap bisa menjadi viral.

Jadi, waspadalah, waspadalah! Eh, ini kenapa kog jadi kayak Bang Napi yak.

"Biasanya sih di Guardian ada, Pak, atau Bapak browsing di google, ntar kalau belum ketemu boleh telepon saya lagi, mungkin saya sudah punya tambahan informasi"

"Oh iya, ya, kog saya lupa, baiklah Bu, saya cek dulu"

Setelah si Bapak menutup pembicaraan, aku langsung melipir ke blog dan membaca lagi tulisan tentang Prive Uri-Cran solusi alami dan praktis atasi anyang anyangan itu.

Kira-kira di bagian mana ya yang berhasil menarik perhatian si Bapak, hmmm...?

Apakah ceritaku dibaca habis sampai selesai?

Karena eh karena lumayan panjang juga tuh curhat pengalaman saat mengalami sakit saat buang air kecil karena dehidrasi plus sering menahan hasrat pipis karena toilet yang kurang higienis.

Iya hampir 3 kali aku mengalami anyang-anyangan, yang ternyata, jika tidak diatasi secara serius bisa memicu terjadinya infeksi saluran kemih.

Yup, anyang-anyangan memang kerap datang berulang!

Berikut penyebab anyang-anyangan yang biasanya jadi faktor pemicu.

1. Dehidrasi
  • Dehidrasi alias tubuh kehilangan cairan, baik oleh aktivitas fisik atau kurangnya minum cairan. Iya, dalam kondisi ini tubuh akan menyesuaikan diri dengan mengurangi produksi urine. Jadi, penting memenuhi kebutuhan konsumsi air putih ya.
2. Kehamilan
  • Saat hamil ukuran rahim akan membesar dan akan mendorong kandung kemih dan perasaan ingin BAK akan lebih sering menghampiri. Solusinya hanya satu, tuntaskan hasrat pipis itu!
3. Bakteri
  • Ini terjadi saat kandung kemih terinfeksi bakteri Escherichia Coli atau E. Coli (keren banget yak namanya :p). Doi biasanya bersemayam di usus besar dan kadang ikut bolang bareng feses di anus.
Nah, jika kita membasuh organ intim dengan metode yang kurang tepat, yaitu dari anus menuju vagina, nebeng deh doi.

Jadi, please hati-hati kalau membersihkan organ intim ya, cint ^^

4. Anatomi Wanita

Posisi lubang anus, liang vagina dan kandung kemih yang berdekatan dan terbuka juga menjadi pemicu, ditambah kelalaian saat membersihkan organ intim sehingga kerap terjadi bakteri dari anus, vagina mengkontaminasi saluran kemih.

Dalam tulisan itu, aku juga menyajikan beberapa kiat mencegah anyang-anyangan seperti:
  • Menghilangkan kebiasaan menahan keinginan buang air kecil
  • Rutin mengganti pakaian dalam
  • Menggunakan bahan pakaian dalam yang mampu menyerap keringat
  • Mengkonsumsi air putih 8 gelas sehari
  • Membersihkan organ intim dengan cara yang benar yaitu darai arah vagina ke anus
  • Jika memungkinkan hindari menggunakan toilet duduk di tempat umum
  • Menggunakan air mengalir untuk membasuh organ intim
  • Memenuhi kebutuhan serat dalam tubuh misalnya dengan Prive Uri-Cran

Kenapa harus Prive Uri-Cran?

Selain kandungan vitamin C yang tinggi yang bersinergi dengan ekstrak Cranberry, kemasan yang praktis dalam bentuk sachet dan kapsul juga merupakan produksi reputable company PT Combiphar yang mengklaim senantiasa berkala menjalankan audit quality control room, pelatihan dan ilmu terbaru dari para mitra kaliber internasional serta mengutamakan kualitas tinggi.

Hmmm... dari inti tulisan di atas kira-kira bagian mana ya, yang membuat Bapak tergerak dan jatuh hati sama Prive Uri-Cran?

Hahaha... saat menulis tulisan ini, godaan kepo itu menghampiri lagi.

Alhamdullilah, aku sih Insya Allah sampai tulisan ini tayang,  sedang tidak anyang-anyangan, namun sepertinya memori di kepala sudah merekam nih kalau anyang-anyangan ya di Prive Uri-Cran aja!

Kiat Mengatasi Anyang-Anyangan Dengan Prive Uri-Cran

Ups, hampir lupa, Pive Uri-Cran boleh juga lho diminum sebagai suplemen makanan untuk membantu kesehatan secara umum.



Eniwei, pasti kamu masih kepo tentang nasib si Bapak tadi ya?

Tenaaang.... beberapa hari kemudian, beliau menelepon kembali, dan sudah menemukan apa yang dicari.

Jadi bikin tambah yakin, kalau anyang-anyangan, di Prive Uri-Cran aja!


Ini Lho Manfaat dan Efek Samping Terapi Radio Frekuensi


Ini Lho Manfaat dan Efek Samping Terapi Radio Frekuensi alias setrika wajah. Haa, appaaa... setrika wajah?

Begitulah reaksi aku, saat mendengar pertama kali tentang terapi ini, beberapa tahun yang lalu.

Langsung deh yang terbayang kegiatan setrika yang 3 kali seminggu aku jalani. Katrok yak!

Jadi...

Biar gak syok kayak aku, ternyata perlu juga nih menambah wawasan dengan mengikuti betapa pesatnya perkembangan teknologi terapi klinik estetika terutama untuk memperlambat penuaan.

Aku menggunakan istilah memperlambat di sini, karena mustahil untuk melenyapkannya sama sekali.

Menjadi tua itu sudah sunnatullah alias kodrat manusia, setuju?

Kembali ke laptop!

Ternyata jauh panggang dari api.

Setrika wajah alias RF alias Terapi Radio Frekuensi ternyata bukan horor, sodara-sodara!

Etapi, hati-hati lho, artikel kali ini berbau horor eh review dan promosi.

Jadi, waspadalah, waspadalah!

Hahaha... mendadak ingat Bang Napi.

Duh, kebiasaan ini, suka ngider kemana-mana. Fokus woi, fokus!

*benerindasi

Jadi gini,

Sejak diluncurkan di klinik ERME dan kerap mendapat 'godaan' iklan dari sang founder Ria Mei Saputra, akhirnya aku putuskan untuk mencoba terapi radio frekuensi ini. 

Seperti biasa sebelum melakukan perawatan wajah, 2 atau 3 hari sebelumnya aku menghentikan pemakaian day cream dan night cream agar manfaat terapi radio frekuensi lebih optimal dan efektif, begitu masukan yang aku terima dari Ria.

Untuk day dan night cream aku juga memakai koleksi ERME skincare.


Sudah lebih dari 5 tahun, karena cocok di kulit, di kantong dan kadang-kadang jadi endorser. Nah, yang terakhir kayaknya alasan utama, hahaha.

Hush, ngakak, muluk, fokus, please!

Beklah...

Terima kasih, Ria. Sering-sering ya, hahaha... eh, ini koh malah curhat ya :p.

Apakah Terapi Radio Frekuensi Itu?

Terapi radio frekuensi termasuk perawatan instan.

Terapi ini mengklaim kita bisa langsung merasakan manfaat, namun tetap, tentu saja berbeda untuk setiap orang, karena eh karena tiap kulit itu unik, tiap masalah itu juga unik.

Terapi ini tanpa bedah, menggunakan gelombang dan panas dari radio frekuensi untuk merangsang tumbuhnya kolagen yang berfungsi meremajakan sekaligus mengembalikan kekencangan kulit yang kendur.

Prinsip kerjanya adalah, bagian yang diterapi dipanaskan, lalu gelombang energi dan panas radio frekuensi memasuki kulit  hingga penetrasi ke dermis yang diklaim akan memberikan perubahan langsung kepada jaringan.

Apakah Terapi Radio Frekuensi Cocok Untuk Semua Tipe Wajah?

Terapi ini juga diklaim aman untuk semua jenis kulit, namun konsultasi dengan dokter di klinik tetap diperlukan.

Beberapa daftar pertanyaan di bawah ini bisa menjadi acuan sebelum memulai terapi.
  • Apakah prosedurnya menyakitkan?
  • Jika kulit kita rendah toleran apakah tetap masih bisa jalani terapi ini?
  • Bagian tubuh mana saja yang bisa diterapi?
  • Bisakah untuk membantu melenyapkan bekas luka?
  • Bisakah perawatan ini digabung dengan perawatan jerawat?
  • Berapa lama waktu yang diperlukan untuk 1 sesi perawatan
  • Apakah diperlukan pengulangan perawatan?
  • Apakah harus menjalankan diet khusus agar hasil optimal?
  • Apakah ada efek pasca perawatan?
  • Apakah bisa membilas wajah setelah perawatan?
  • Apakah ada rentang usia untuk perawatan ini?
Jadi, pastikan semua informasi di atas kamu dapatkan, karena untuk setiap kasus dan tipe kulit berbeda juga hasil dan cara penanganannya.

Pentingnya Referensi

Seperti biasa, sebelum menjalani terapi, mencari referensi bagi aku is a must

Iya dong, karena aku orang awam, mencari referensi merupakan cara aman sekaligus menambah wawasan. Apalagi ini tentang perawatan wajah. Tidak boleh main-main!

Jadilah berbagai referensi offline maupun online, lokal dan internasional menjadi santapan.

Biasanya aku sesuaikan dengan kata kunci sesuai jenis perawatan. Seperti kali ini ya radio frekuensi.

Namun hanya beberapa situs terbaik, secure serta kompeten yang aku jadikan acuan seperti lifestyledotcomliputan6dotcom dan hellosehatdotcom.

Sedang untuk situs luar, aku lebih suka langsung ke youTube. Rasanya lebih afdol dan nampol kalau lihat langsung.

Favoritku adalah akun dokter Amiya Prasad M.DTop Cosmetic Surgeon yang buka praktek di New York.

Dari penjelasan beliau aku mendapat pencerahan bahwa semua tipe perawatan memerlukan konsultasi, jadi penting banget konsultasi sebelum melakukan perawatan  sekaligus memilih klinik yang terpercaya.
"Sebuah klinik perawatan idealnya menanyakan masalah sekaligus harapan pelanggan terhadap perawatan, jenis terapi yang cocok, biaya yang akan dikeluarkan serta efek yang ditimbulkan. Semuanya harus transparan"
Jadi menurut beliau, klinik kecantikan bukan melulu tentang bisnis dan profit. Kepercayaan pelanggan di atas segalanya. Profit adalah bonusnya, eeeaaa.


Terapi Radio Frekuensi di ERME

Di klinik ERME tersedia beberapa perawatan radio frekuensi.

Tinggal pilih sesuai kebutuhan, hasil konsultasi dengan dokter, harapan kita pasca perawatan dan ini nih yang paling penting sesuaikan dengan finansial.


Terapi  Radio Frekuensi Mata

Setelah sesi curhat alias konsultasi tentang kantung mata (eye bag), perawatan radio frekuensi mata akhirnya menjadi pilihan.

Begini prosesnya.

Pertama-tama terapis membersihkan wajah dengan gerakan melingkar dan pemijatan.

Aku suka banget sesi ini saat tangan terapis yang halus lembut melakukan tugasnya. Rasanya seperti dibawa ke negeri antah berantah, hahaha yang ini agak alay yaaa.

Selanjutnya, bagian yang akan diterapi diberi gel, area kantung mata sebelah kanan.

Dan terapi pun dimulai...

Bergerak satu arah dari arah dalam keluar.

Suasana kamar perawatan sejuk berbalut keheningan, hingga aku bisa mendengar suara alat mendesis perlahan. Brrr... brrr... brrr.

Alat ini memiliki dosis panas yang disesuaikan dengan kebutuhan. Mulai dari dosis 1 sampai dengan 3.

Beberapa menit pertama aku memakai dosis 2, dan ingin uji nyali ke dosis 3. Namun hanya beberapa menit, karena mulai kurang nyaman alias agak panas, aku minta untuk kembali ke dosis 2 lagi.

Tapi kayaknya ini gak usah ditiru ya. Aku khilaf. Untung tidak terjadi apa-apa.

Satu sesi mata lamanya 15 menit dan diikuti mata sebelahnya lagi 15 menit.

Lalu sesi terapi dengan device berakhir.

Setelah itu wajahku dipijat sebentar dan selanjutnya kedua mata aku dan bagian yang di terapi tadi dibubuhi masker selama setengah jam. Maskernya berwarna kuning, harum kunyit dan adem banget, maknyooos!

Sesi ini menandai berakhirnya rangkaian terapi radio frekuensi.

Cerita dong gimana sensasi saat alat Radio Frequency beraksi?

Meski sudah membaca referensi plus dukungan moril dari mba terapis tetap saja perasaan gugup melanda, beib.

Momen ketika device menyentuh, dada sedikit bergemuruh namun berangsur-angsur sensasi nyaman menjalari tubuh.

Percis seperti sensasi pijat. Namun kali ini plus rasa hangat.

Hanya ketika minta dosis ditingkatkan lebih, aku sedikit merasa panas dan perih, dan langsung minta kembali ke dosis semula lagi.

Menurut mba terapis, setiap orang punya reaksi berbeda, ada juga yang toleran dengan dosis tiga.

Fiuuh...!

Manfaat dan Efek Samping Terapi Radio Frekuensi

Berikut manfaat dan efek samping terapi radio frekuensi bagiku pribadi, jadi sangat subyektif banget yak.

- Area bekas terapi memerah, tapi tanpa perih dan dalam waktu 1x24 jam akhirnya lenyap
- Wajah lebih kinclong dan lebih tirus
- Kantung mata masih ada dan belum berubah.

Hal ini karena kondisinya yang sudah terlalu parah, jadi diperlukan pengulangan terapi radio frekuensi berkali-kali untuk hasil optimal.

Aku juga diminta tidak menggaruk area terapi, menghindari paparan sinar matahari langsung, namun dipersilahkan menggunakan day dan night cream seperti semula.

Ria juga menambahkan, perawatan ini tidak boleh dilakukan pada tubuh yang dalam kondisi hamil atau memakai alat pacu jantung. Catat!

Sebagai penutup, insight dari artikel di skintighteningsagedotcom tentang 5 Best and 5 Worst Reasons RadioFrequency Skin Devices sepertinya perlu aku tambahkan, tentang bagaimana mengetahui apakah terapi radio frekuensi cocok untukmu?

Yaitu pentingnya melakukan uji coba didampingi dokter/dermatologis yang kompeten.

Yup, seperti yang aku tulis di bagian awal, sebuah klinik terapi yang baik, selalu melakukan uji coba terlebih dahulu dengan gratis pada kunjungan perdana, untuk mengetahui apakah kamu cocok atau tidak untuk produk terapi yang ditawarkan.
Ini adalah upaya pertama untuk mendapatkan kepercayaan sekaligus menunjukkan sejauh mana kompetensi klinik tersebut.
Jadi, hati-hatilah terhadap klinik yang hanya tertarik kepada uangmu saja, ya!

Betewe, punya pengalaman dengan terapi radio frekuensi atau yang lainnya?

Yuk berbagi di sini.

Semoga curhat manfaat dan efek samping terapi radio frekuensi ini bermanfaat, ya.

Eitsss, mo kemana seh? Ojo buru-buru, nih ada bonus video untukmu...


ERME Skincare Clinic
Sentra Eropa AB.5 No.19
Balikpapan Baru
Balikpapan

WA
0818 0712 3576
0812 5328 9000