Ekowisata Mangrove Center Graha Indah Kariangau Balikpapan

"Bang, besok pagi minta tolong antarkan ke Mangrove Center ya"

"Mangrove Center di Balikpapan itu ada 4 lho, Bunda, yang mana nih?

"Haaa, ada 4! Oh...Mangrove Center Graha Indah Kariangau, Bang, Abang sudah pernah ke sana kah?"

"Belum, sih, besok sama-sama kita cari saja ya"

Beginilah, kalau kebanyakan hibernasi, hihihi #slabmeintheface mode on! Destinasi hits di kota sendiri, malah belum update.

mangrove center graha indah
Mengintip view dermaga dari rimbun eksotika Rhizopora
So...
Agar mendapat gambaran utuh Mangrove Center Graha Indah Kariangau Balikpapan (MCGI) aku melakukan mini riset dengan membaca artikel online. Lumayan lah buat menambah wawasan, karena eh karena, I have no clue at all.

Baidewei subway,
Mencari informasi apalagi jika itu berkaitan dengan sebuah event blogger, sudah seperti ritual untukku. Bukan apa-apa sih, biar gak jaka sembung pakai swallow, agar nyambung giccu lho.

Misalnya  seperti pentingnya mengetahui aktivitas favorit di tempat wisata

... atau pentingnya melakukan konsultasi sebelum melakukan perawatan wajah

Apalagi yang ini nih pentingnya mempersiapkan kehamilan dengan baik

Mangrove Center Graha Indah Balikpapan

Ternyata, Mangrove Center ini terletak di kawasan perumahan Graha Indah, Kariangau Balikpapan. Sesuatu yang belum aku temukan dalam artikel yang pernah aku lahap.

Saat memasuki pintu gerbang perumahan, jauh dilubuk hati, aku masih ragu, "Masak iya sih ini jalan yang benar? Masak sih mangrove di dalam perumahan? Sounds, impossible to me!

Tapi, petunjuk jalan, semua memang mengarahkan ke sini. So, aku asumsikan dari sinilah asal muasal nama Mangrove Center ini, dari nama perumahan Graha Indah di kelurahan Kariangau di Balikpapan Barat.

Pagi itu, saat melaju di atas roda, anganku membawa kenangan ke kawasan yang dulu pernah jadi jajahan eh jalur ritual aku saat menjadi karyawan di salah satu perusahaan rekondisi alat berat di seputaran Kariangau. Namun, kala itu, sungguh aku tak tahu, bahwa nun di dalam sana ada eksotika kanopi Rhizophora

Begitu memasuki perumahan Graha Indah, panduan plang dengan tulisan Mangrove Center, meski kecil, langsung menuntun kita.

Jadi, pastikan kecepatan kendaraan sedang ya agar plang tidak lolos dari jangkauan penglihatan. Tapi, jika ingin haqqul yakin bisa coba cara lain, bertanya dengan warga sekitar.

Sepertinya warga sekitar sudah familiar dengan mangrove center ini, karena saat kami mengkonfirmasi, semua menyarankan petunjuk yang sama.

Alhamdullillah akhirnya kami sampai juga.

Terus terang, pas tiba di kawasan mangrove, udara sejuk segera menerpa. Apalagi pas di kawasan pembibitan yang rimbun dengan mangrove, aku merasa seperti di dunia lain, bukan di dalam kota.

Iya, aura mangrovenya terasa kental banget! Apalagi saat suasana hening, hanya ada suara fauna dan eksotika mangrove saja. Membawa angan berkelana.

Kamu harus merasakan ini juga ya, mendadak puitis mode on, tanpa terduga!

mangrove center graha indah
Sumber @EHIndonesia
Oh iya,

Saat menulis artikel ini, aku juga mengetikkan kata kunci Mangrove Center Graha Indah, iseng mencari tahu artikel apa yang nangkring di page one google.

Ternyata, berita dari www.rimbawan.com. Di sana tertulis efektif November 2018 lalu, APHI (Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia) menyatakan dukungan menyiapkan kawasan wisata yang terintegrasi di Kalimantan Timur dalam mempromosikan ekowisata dengan memugar pintu gerbang MCGI.

Penampakannya seperti ini, pemirsah!

Mangrove Center Graha Indah Balikpapan
Sumber foto: www.rimbawan.com 
Ketua MCGI, Bapak Agus Bei yang tahun 2017 lalu menerima penghargaan Kalpataru dari Bapak Jokowi juga menambahkan, bahwa kawasan ini awalnya hanya 90 hektar, kemudian berkembang menjadi 150 hektar mangrove alami yang juga sudah mampu menciptakan ekonomi kreatif dan kesempatan kerja.

Bapak Agus Bei juga curhat, mengharapkan dukungan pemerintah khususnya dengan peraturan walikota untuk meningkatkan fasilitas MCGI, melalui kerjasama dengan pemangku kepentingan lainnya dalam bentuk kerjasama atau kemitraan lainnya.

Tahukah kamu?

Kegiatan menanam mangrove di Sungai Somber ini ternyata sudah dimulai sejak 1997, yang dipelopori oleh Bapak Agus Bei.

Aku ingat momen saat mewawancarai beliau, "Saya sempat lho dikira orang gila dan stress, mba, karena membersihkan plastik di kawasan mangrove, sendirian, kurang kerjaan apa ya, menanam mangrove sendirian, mungutin plastik sendirian"

Pak Agus Bei tertawa dan matanya sesaat menerawang.

Alhamdullillah, ketika MCGI mulai memberikan peluang ekonomi kreatif dan lapangan pekerjaan, warga sekitar mulai membantu usaha beliau.

... dan mencapai puncak ketika tahun 2017 diundang ke istana presiden menerima penghargaan Kalpataru.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kalpataru_(penghargaan)

Flora dan Fauna Mangrove Center Graha Indah

Masih menurut Pak Agus Bei, ada sekitar 40 jenis mangrove yang tumbuh di MCGI.

Namun 2 spesies ini, Bakau kurap  (Rhizophora mucronata) dan Bakau Minyak (Rhizophora apiculata) menjadi tumbuhan dominan.

Sedangkan bekantan, fauna endemik khas MGCI, ada sekitar 400 (Nasalis narvatus atau proboscis monkeys, kera berhidung mancung (ke bawah) dan berbulu orannye).

Mau tahu makanan favorit bekantan?

Nama buah mangrove ini mengingatkan aku akan seorang desainer, Anne Avantie.

Buah Avicennia lanata dan Avicennia marina.

Gimana, mirip apa gak sih?

Atau aku yang maksa? Hahaha.

... dan bekantan suka lalapan juga lho (pantesan energik yak, hihihi), dari jenis Sonneratia alba.

Ndilalah, beberapa hari sebelum menulis artikel ini, aku kebetulan menonton saluran Animal Planet, dan menemukan fakta unik.

"Untuk menjadi jantan dominan dan menarik lawan jenis, selain punya hidung mancung dan body kekar, bekantan kudu piawai 'bernyanyi'. Yang suaranya paling keras dan lantang, dialah juaranya!"

Hadiahnya, adalah, tarrraaa...

...  bisa mengembat eh mengawini semua betina di kelompoknya.

Hahaha... warbiyasah nih wan bekantan!

Tapi itu belum selesai, pemirsah!

Film dokumenter itu juga menambahkan, bahwa sang betina bisa selingkuh asal tidak ketahuan.

Hahaha... aku asli ngakak pas menonton tayangan  Wildest Indonesia ini.

mangrove center graha indah
Sumber: https://gpswisataindonesia.wordpress.com

Hal-Hal Yang Harus Diketahui Saat Bolang ke Mangrove Center Graha Indah Balikpapan

Agar kunjungan ke Mangrove Center Graha Indah ini berlangsung nyaman dan menyenangkan, sebaiknya ketahui beberapa hal berikut ini:

> Reservasi
Melakukan reservasi is a must!
Bisa melalui akun ig @mangrove_center_bpn atau founder Pak Agus Bei di @gus.bei

Reservasi diperlukan demi kenyamanan tur, karena kadang-kadang sering ada rombongan tamu dalam jumlah besar, sementara jumlah perahu yang tersedia terbatas.

> Hindari Saltum (Salah Kostum)
Untuk masuk ke dalam perahu biasanya dengan melompat, disarankan menggunakan atasan dan bawahan celana/kulot. Ini murni pendapatku pribadi sih.

Namun, sekali lagi ini hanya bersifat saran ya, karena aku pernah menemukan beberapa foto di instagram akun di atas, ada lho yang buat foto pre wedding di MCGI ini. Yup, mengenakan gaun ala pengantin gitu dan naik ke atas perahu. Yang pasti tanpa safety vest! Seram juga ya.

Tapi... mungkin saja di sekeliling perahu pengantin wanna be sudah siap-siap tim penyelamat ya

So, once again, untuk pilihan outfit, the choice is yours!

> Kenakan Safety Vest
Ini hukumnya wajib, pemirsah!
Untuk alasan keselamatan, mengenakan safety vest is a must, karena akan tur sepanjang rawa mangrove yang bermuara ke perairan yang meski tenang tetapi dalam.

> Dokumentasi
Nah ini juga hukumnya wajib!
Siapkan semua amunisi, saat ke MCGI, karena kamu tidak akan pernah tahu pengalaman luar biasa apa yang menunggumu.

> Waktu Tur Terbaik
- Jam 7, 8 dan 9 di pagi hari, di mana cuaca masih sejuk.

- Jam 16.00 sampai 1700 sore
Adalah waktu terbaik tur mengelilingi kawasan MCGI, karena saat itu air pasang mencapai puncak sehingga bisa berkelana jauh ke anak-anak sungai, merasakan sensasi berlayar di bawah kanopi hutan bakau.

Suasana juga sangat hening. Jika beruntung kita bisa bertemu bekantan yang sedang bergantungan mencari makan di pohon bakau.

Satu yang aku catat saat perjalanan adalah, ketika mendekati rimbunan mangrove, mesin perahu sengaja dimatikan, agar bekantan sudi menampakkan diri.

Namun, kami belum beruntung, hingga waktu tur usai, bekantan tak kunjung muncul, pemirsah! Jadi, sepertinya kudu ke sini lagi bersama kamu. Iya, kamu!

Manfaat Mangrove

Dari tadi ngomongin mangrove melulu, memangnya kenapa sih harus peduli sama isu mangrove?
Biar lebih afdol, yuk simak infografis berikut ini!

mangrove center graha indah
Sumber: https://himasuperindoblog.wordpress.com/2017/11/06/mangrove/

Anganku kembali berkelana, ke tahun 1997, saat bekerja di Balikpapan Coal Terminal, perumahan Graha Indah dimana kolegaku Bapak Chaidir, pernah mengalami banjir besar dan juga di beberapa titik bahkan ada puting beliung.

Ternyata bencana puting beliung inilah yang menjadi pencetus Pak Agus Bei untuk menanam bakau. Awalnya hanya di depan rumahnya, bekas areal tambak. Namun, di langkah pertama ini beliau belum berhasil. Beberapa bibit bakau mati dan tercabut terkena arus pasang.

Namun beliau tidak berputus asa, berbekal internet dan otodidak, budi daya bakau dilanjutkan.

Nah di fase inilah orang sering melihat beliau menanam bakau yang masih dianggap asing oleh warga. Bahkan sempat dikira stress dan gila, seperti yang telah aku ceritakan di awal artikel.

But, the show must go, Pak Agus tak perduli omongan nyinyir dan julid, tetap meneruskan usaha menanam bibit bakau. Bahkan beliau melepas profesi awalnya, kontraktor infrastruktur dan kelistrikan.

Perlahan usaha ini membuahkan hasil, bibit bakau tumbuh, dan dalam waktu tujuh tahun, bakau sudah tumbuh sempurna, menimbulkan perasaan sejuk saat dipandang mata.

"Memang butuh waktu lama, kata Pak Agus Bei"

Hingga pada tahun 2015, bibit bakau yang ditanam sudah ribuan di luas sekitar 40 hektar.

Kawasan rimbun mangrove ini selain mendatangkan manfaat bagi warga sekitar seperti tidak pernah lagi ada serangan angin kencang, udara sejuk, juga mengundang kawanan bekantan berhidung panjang yang kini justru memberi nilai ekonomis, mendatangkan wisatawan.

Biar semakin afdol, yuk saksikan video tur MCGI berikut ini.


Sebagai tambahan,

Tur dilakukan sore hari, di mana malam sebelumnya, hujan turun, jadi terlihat warna air keruh karena bercampur sedimen tanah.

Jadi, kalau ke Balikpapan, bolang ke MCGI is a must ya.

Btw, apakah di kotamu ada destinasi ekowisata juga?

Share yuk di kolom komentar di bawah ini!


Jual Mobil Bekas Online Hanya Satu Jam di BeliMobilGue.co.id

Yang pernah transaksi di situs jual mobil bekas online, mana suaranya?

jual mobil bekas online

Aku sih belum kalau secara langsung, namun pernah mendengarkan cerita waktu suami sharing pengalaman keluarga di Medan, Sumatera Utara.

Tepatnya, beberapa bulan lalu, ketika kakak ipar di Balikpapan minta tolong dicarikan mobil bekas oleh keluarga di Medan, karena beliau punya rencana mau mudik dan touring di Sumatera Utara. Biar puas dan nyaman enaknya pakai mobil sendiri, kata beliau. Dan setelah itu mobil bisa dikirim via kapal ke Balikpapan.

Biar lebih cepat karena waktu yang mepet, pencarian mobil bekas ini menggunakan dua cara, offline, juga di situs jual beli mobil bekas online.

Namun sayangnya pengalaman pertama ini meninggalkan kesan kurang nyaman, karena ternyata deskripsi mobil yang diuraikan di situs jual beli mobil bekas online itu tidak sesuai dengan kondisi nyata saat dilakukan pengecekan langsung di lapangan.

Bukan langsung alergi juga sih, tapi yaitu tadi, hitung-hitung buat pengalaman ya.

Aku juga jadi teringat kembali, ketika beberapa tahun lalu punya pengalaman jual mobil bekas.

Saat itu kami (aku dan suami) memutuskan membeli mobil baru untuk usaha penyewaan mobil. Mobil bekas ini memang sudah berusia lebih dari tiga tahun dan kondisinya sudah tidak layak lagi untuk disewakan karena performanya yang sudah sangat menurun.

Sudah wajar juga sih, karena kan mobil digunakan oleh berbagai tipe dan karakteristik pengendara. Ada yang kalem ala Rinto, namun ada juga sebaliknya sangar bagai Rambo, hahaha. Namanya juga mobil sewaan. Jadi, itu sudah bagian dari resiko.

Waktu dengar suami mau jual mobil bekas, aku termasuk yang excited banget! Soalnya ini pengalaman perdana. Bak kata pepatah, yang pertama memang selalu penuh cerita!

Cara praktis dan simpel adalah membawanya langsung ke dealer mobil di mana pertama membelinya.

Tapi jual mobil bekas seperti ini tetap ada pro dan kontra juga, dan malangnya kadang berujung tak sesuai harga yang dinginkan.

Kami lalu skip cara ini!

... dan memutuskan jual mobil bekas dengan cara tradisional, seperti menuliskan kata 'di jual' di mobil, promo dari mulut ke mulut serta membuat iklan di surat kabar lokal.

Mau tahu cara yang mana yang berhasil?

... atau mau tahu banget?

Hahaha...

Yup, yang old stuff, dari mulut ke mulut itu, pemirsah!

Strategi Sukses Jual Mobil Bekas

Tahukah kamu?

Selayaknya bisnis lain yang profesional, agar sukses jual mobil bekas, diperlukan beberapa strategi seperti di bawah ini:

Periksa Kondisi Eksterior, Interior dan Mesin Mobil

Masih ingat dong ya perasaan saat melihat mobil baru yang eksterior dan interior yang kinclong. Pasti langsung meleleh, beccul?

Begitu jugalah ekspektasi pembeli melihat mobil bekas, karena kesan pertama itulah yang langsung tertangkap dan terekam di memori mereka.

Pasti pembeli ingin dong beli mobil bekas dengan jok nyaman, empuk dan bersih, sound system mumpuni, AC sejuk, deru mesin kalem, rem yang berfungsi dan lain-lain.

Jadi, pastikan dan periksa semua bagian dengan detail sebelum memasang tanda Mobil Dijual.

Itu akan membantu melambungkan harga tawar jual mobil bekas!

P-E-R-C-A-Y-A-L-A-H!!!

Jujur

Setelah melakukan pengecekan kondisi eksterior, interior dan mesin mobil, ternyata harus melakukan perbaikan, dan itu perlu biaya yang sangat besar dan tak mungkin dilakukan, berlakulah jujur dengan pembeli, ceritakan kondisi yang sebenarnya, apa adanya!

Periksa Kelengkapan Dokumen

Pembeli paling suka dengan hal ini.

Dokumen mobil bekas yang masih lengkap seperti faktur, BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor), STNK dan lembar pajak, Form A (untuk mobil import), kuitansi kosong dan fotocopy KTP pemilik mobil.

Kuitansi kosong ini biasanya terdiri dari 2:

1 lembar kuitansi kosong dengan tanda tangan pemilik kendaraan sesuai BPKB
1 lembar kuitansi kosong dengan materai dan tanda tangan pemilik kendaraan sesuai BPKB

Survei Harga

Harga adalah paling krusial saat bicara tentang jual mobil bekas. Lakukan survei harga dan bandingkan dengan kondisi mobil.

... lalu tetapkan harga yang kompetitif!

Tahukan?

Tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah, kompetitif lah!

... dan ini memang perlu seni.

... perlu waktu.

Tapi bisa dimulai kog dengan mengetahui tahun pembuatan mobil, memastikan penurunan harga (biasanya mobil mengalami penurunan harga untuk setiap tahunnya), kondisi mobil dan memeriksa harga kompetitor.

Jual Mobil Bekas Online di BeliMobilGue.co.id


Gimana, masih tertarik jual mobil bekas seperti aku dengan gaya tradisional?

Atau mau yang instan, jual beli mobil bekas online, anti ribet seperti di situs BeliMobilGue.co.id.

BeliMobilGue.co.id adalah C2B (Consumer to Business) Marketplace yang menawarkan solusi mudah untuk jual mobil bekas.

Yup, diklaim hanya perlu 1 jam lho untuk jual mobil bekas melalui BeliMobilGue.co.id dengan cepat, aman dan nyaman.

Tak sabar, aku pun langsung cek dan masuk ke situs BeliMobilGue.co.id

Langsung input  data mobil seperti merk, model, tahun, tipe model, transmisi manual atau otomatis dan masukkan email.


...karena tak ada pilihan kota Balikpapan, aku masukkan kota Surabaya (kota lain adalah Bali dan Jabodetabek)

Tarraaa... ini hasilnya!

jual mobil bekas online

Ketika aku coba dengan kota lain seperti Bali dan Jabodetabek, kisaran harga pun ikut berubah.

Sayangnya situs ini masih terbatas pilihan kotanya. Hanya ada Bali, Jabodetabek dan Surabaya.

Semoga kota-kota lain menyusul ya.

Lanjut!

Setelah mendapatkan kisaran harga dan berkas lengkap, buatlah jadwal inspeksi mobil secara gratis di lokasi terdekat.

Yup, jangan lupa bawa semua berkas mobil ya!

Usai inspeksi, mobil akan ditawarkan ke rekanan penawaran.

Pastikan kesepakatan harga final jual mobil bekas juga sudah didapatkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Jika mobil bekas sudah terjual, uang akan ditransfer ke rekening pemilik mobil bekas.
jual mobil bekas online

Ada yang punya pengalaman jual mobil bekas online?

Yuk share di kolom komentar ^^

Sensasi Menikmati Pesona Wisata Alam Terbuka Lodge Maribaya

lodge maribaya

Sensasi Menikmati Pesona Wisata Alam Terbuka Lodge Maribaya. Sebuah foto indah sahabat yang sedang berayun ekspresif dengan latar belakang hutan pinus ijo royo-royo masuk di grup WAG. Ada hastag Lodge Maribaya di sana!

"Masya Allah" bisikku dalam hati.

Ini adalah foto kesekian tentang Lodge Maribaya yang aku lahap dalam beberapa waktu belakangan ini.

Yang paling sering saat aku berselancar di instagram. Yup, hastag Lodge Maribaya sukses menancapkan obsesi di dada!

... dan seperti sudah diduga, setiap melihat postingan keseruan ala Lodge Maribaya, godaan bolang semakin meraja.

 "Ya Allah, semoga suatu hari aku bisa ke sana!"

 Doa pun kembali aku munajatkan.

... lalu sejak saat itu aku pun gencar mencari tahu tentang Lodge Maribaya!

Alhamdullillah, rupanya Allah SWT mengijabah pinta.

Maret 2018,  usai mengantarkan Yasmin yang lolos seleksi AFS Hiroshima Jepang via  bandara Soeta, mumpung masih di Jakarta kami (aku plus suami, bang Iqbal) memutuskan untuk sekalian ke Lodge Maribaya di Lembang, Bandung.

Rencananya sih pengin menikmati salah satu spot wisata romantis Bandung 

Untuk menghemat biaya kami memilih menginap di sebuah hotel budget di wilayah Pasteur.

Biar makin afdol, aku pun bertanya kepada staff hotel tentang akses ke Lodge Maribaya, dan disarankan menggunakan moda transport online serta berangkat pagi sekitar jam 8 lebih disukai untuk menghindari macet.

Alhamdullillah, saat itu memang bukan pas akhir pekan, jadi menurut staff hotel, mungkin kami akan beruntung, tidak terjebak macet, maksudnya, hahaha.

Keesokan harinya, aku bersama suami kompak menggunakan outfit cerah, topi pantai dan kaca mata. Biar greget, lah! Minimal hasil fotonya anti lebay, hahaha...

Mobil online telah tiba, dan ongkos ke sana kurang lebih Rp 60.000 dari Pasteur.

"Bu, biar cepat kita lewat Punclut ya?"

Pengendara menawarkan jalur alternatif, sesaat setelah kami berada di dalam mobil

"Terserah Bapak saja, mana yang terbaik ya!"

Ternyata jalur Punclut ini memang agak unik, selain badan jalan yang kecil, juga hampir sepanjang perjalanan merupakan tanjakan curam dan panjang.

Jadi, yang bawa kendaraan pribadi, pastikan kondisi kendaraan sehat wal-afiat ya, guys!

Masih menurut bapak pengendara, kawasan Punclut biasanya lebih semarak saat malam tiba di mana kafe-kafe akan berbagi malam dengan pengunjung, menikmati Bandung dari ketinggian.

Belakangan aku baru tahu, bahwa rute ke Lodge Maribaya memang ada berbagai cara, tergantung di posisi mana kita berada.

Kembali ke laptop!

Perasaanku semakin membuncah ketika mobil mulai mendekati lokasi Lodge Maribaya.

Ternyata kami harus berhenti dan melanjutkan perjalanan menggunakan shuttle bus gratis yang sudah menanti.

Tepat seperti yang dikatakan staff hotel di Pasteur, suasana Lodge Maribaya memang masih sepi saat kami tiba di pintu loket. Bahkan saat itu kami langsung dilayani, membeli tiket regular weekday Rp 20.000 per orang (tiket weekend Rp 25.000, libur nasional Rp 35.000)

Begitu lolos dari pintu tiket, view ikonik Lodge Maribaya segera tertangkap mata. Dibuka dengan selasar bambu yang penuh pesona, bagai hidangan pembuka selera, luar biasa!

Kami terus berjalan, menuruni anak tangga. Hmmm... lumayan juga nih kalau pas naik, bisa membakar karbo, hahaha

Mendadak adrenalin mengambil kendali, ketika view ikonik Lodge Maribaya, perlahan tersibak. Aku sibuk menjinakkan gejolak. Di sini, di jantung yang semakin memompa liar!

Masya Allah. Inhale... Exhale... Inhale... Exhale!

Samar-samar aku mendengar dialog Melayu Malaysia, semakin lama semakin jelas di telinga.

... dan hei benarlah, sekelompok turis mancanegara asal Malaysia sedang berpose di sebuah lokasi datar dengan platform kayu dan latar belakang hutan pinus yang membius.

"Dari Malaysia ya Bu? tanyaku pada seorang ibu yang sedang duduk

"Iya, Nak, tepatnye dari Kuala Lumpur"

"Wah, keren! Tahu dari mana tentang Lodge Maribaya ini, Bu?"

"Oh, kebetulan saye ada keluarge di Bandung dan diajak ke sini"

Kami lalu larut dalam percakapan sambil menikmati panoramau hijau yang memukau.

Ibu itu lalu meminta aku untuk mengambil foto keluarga. Setelah itu mereka pun berpindah spot ke lokasi di sebelahnya.

Ternyata sudah ada antrian di sana!

Aku dan suami melanjutkan sesi foto pre wedding eh pasca wedding dong ya. Uhuk! Soalnya, view dari lokasi ini, indah sekali!

Hari itu, alhamdullillah, kebetulan langit sangat cerah. Mestakung lah!

Sama seperti ibu dari Malaysia tadi, puas berfoto di spot ini, kami bergeser juga ke sebelah. Ke spot wahana foto ikonik Lodge Maribaya.

Sky Tree. Begitulah tertulis di sana!

"Yup, lihat ke sini! Tangan dibuka ya! Satu, dua, tiga! Angkat kaki kiri! Mau loncat juga boleh! Ya, begitu, satu, dua, tiga! Gaya lain juga boleh,satu, dua, tiga!"

Sambil celingukan kanan kiri, aku berusaha mencari pemilik sumber suara instruksi ini!

Aha! Ternyata berasal dari mas sutradara merangkap fotografer yang bersembunyi, membidik dari bangunan saung mini.

Sementara, di depannya, di sebelah pohon ada segerombolan pengunjung menumpuk bagai ikan teri. Ternyata di situ tempat membayar tiket untuk berfoto di area Sky Tree!

Saat itu aku membayar Rp 15.000 untuk pose di Sky Tree per orang dan hasil foto bisa diambil saat mau pulang nanti.

Dan bisa ditebak, arahan pose pun sama seperti yang tadi, hahaha.

lodge maribaya

Kebahagianku semakin lengkap saat bang Iqbal juga memutuskan latah untuk berfoto, bahkan sambil melompat, yihaaa!

lodge maribaya

Oh iya, sebelum berfoto di pohon, kami menggunakan bod harness, alat keselamatan yang dipasang di tubuh.

Hal ini tentu saja demi untuk keselamatan pengunjung juga, karena eh karena beberapa pose yang dilakukan ada yang percis di bibir platform kokoh Sky Tree, di mana medan terjal sudah menunggu di bawah sana. Huuuaaa... cukup membuat jantung memompa liar juga!

Usai dari Sky Tree, kami beranjak ke sepeda udara, Zip Bike!

Saat inilah aku melihat ternyata antrian Sky Tree sudah mengular. Hiii...! Untung tadi cepat datang ya!

Usai membayar tiket Rp 20.000 per orang (iya, kudu bayar lagi, hihihi), di area Zip Bike, kami baru sadar ternyata antrian juga sudah lumayan mengular.

Tapi, kami tetap sabar menanti, mengingat betapa kerennya kalau berhasil foto di sini.

Angan pun langsung membawaku ke beberapa foto ikonik ala Zip Bike yang pernah aku nikmati di beranda media sosial.

Yup, sama seperti saat di Sky Tree, kami juga pakai alat keselamatan di sini.

Sejujurnya aku sempat agak jiper lho sesaat mau menaiki sepeda udara ini. Namun aku menepis semua kebimbangan. Dan dengan bismillah, aku pun naik ke sadel sepeda.

Sepeda di Zip Bike ini didesain khusus. Rodanya dari besi dan memiliki kabel yang bisa ditarik mundur. Kami diminta mengayuh sepeda ke tengah, dan di bawah sana, jurang terjal, menganga!

Benar-benar uji nyali deh!

"Ya, berpegangan sambil berhadapan, iya, gitu, tahaaan! Kembangkan kedua tangan dan melihat ke sini ya! Sambil senyum juga boleh! Tangan di stang sambil senyum dan lihat ke sini! Sekarang, boleh gaya bebas ya"

Begitulah, mas fotografer memberi aba-aba, ketika sepeda mulai kami kayuh dan akhirnya berhenti di tengah.
lodge maribaya

Selanjutnya kami menuju ayunan untuk berdua, yang menjadi signature-nya Lodge Maribaya, Valley Swing!

... dan antri lagi!

... dan bayar lagi (Rp 25.000 per orang!)

... dan pakai harness (alat keselamatan) lagi

lodge maribaya

Selanjutnya kami bergerak ke wahana Bamboo Sky.

Dari namanya sudah jelas dong ya ini spot seperti apa. Tepatnya seperti menara pandang yang terbuat dari bambu dengan latar belakang perbukitan hijau. Indah dan unik banget!

Yup, urutan masih seperti di atas, beli tiket Rp 20.000 per orang, ambil antrian dan pakai alat keselamatan.

lodge maribaya

Kuliner ala Omah Bambu Restaurant

Hari pun beranjak siang, kampung tengah juga mulai protes mau minta 'dilayani'

Kami memilih makan di restoran Omah Bambu dengan panorama indah, menghadap hutan pinus Lodge Maribaya.

Aku ambilkan daftar menu dari situs Lodge Maribaya (www.thelodgemaribaya.com) ya, soalnya, saking laparnya, lupa foto, hahaha.

lodge maribaya

Pas lihat penampakan lalapan serba hijau, salada dan mentimun segar, letih, lelah, lesu, letoi, langsung bubar! Hahaha...

Tersedia juga tempat sholat dan toilet lho. Saat itu sih lumayan lah bersihnya! Hanya debit air di toilet agak lambat.

Urusan kampung tengah usai, kami melanjutkan mengitari lokasi Lodge Maribaya.

Ternyata masih ada beberapa spot foto berbayar (lagi) seperti Gantole, Glass Deck, Sky Plane dan Hot Air Balloon Hydraulic.

Namun sayang, tak berapa lama mendung  menggantung, kami memutuskan untuk check out dari Lodge Maribaya dan singgah di bagian pengambilan foto.

Kami pun diminta mengunduh aplikasi Shareit, memilih foto favorit dengan biaya Rp 10.000 per foto.

Masya Allah, ternyata babang fotografer punya banyak stok foto, namun kami memutuskan hanya memilih yang terbaik saja, eh bukan ding, tepatnya menghemat dana, hahaha.

Yup, kami putuskan hanya memilih 20 foto!

Setelah itu kami diminta menghapus sisa foto lainnya.

Huuuaaa... Ada rasa-rasa tak rela, kakaaa... Namun karena kudu bayar Rp 10.000 per foto, akhirnya, harus rela. H- A-R-U-S!

Dan benarlah, saat kami asyik memilih foto, hujan pun seperti tumpah. Sangat deras!

Eits, hampir lupa, kami juga menukarkan potongan tiket dengan 2 gelas susu dingin. Meski diminum saat cuaca dingin, susunya enyaaak guys!

Untuk sesaat lupa perih karena harus membayar 20 foto sebesar Rp 200.000, hihihi.

Saat diantar shuttle bus kembali ke tempat parkir, kami sempat kebingungan, karena hari sudah sore, tidak ada lagi angkutan umum yang beroperasi.

Iya, kami sempat bingung gimana cara mau balik ke Pasteur.

Untunglah ada satu keluarga yang tadi bareng di shuttle bus, membawa mobil pribadi, menawarkan mengantarkan sampai lokasi di mana moda transport online tersedia.

Alhamdullillah ya, rezeki anak soleha... *kibasponi

Berikut beberapa catatan dan tips yang bisa aku bagi jika tertarik bolang ke Lodge Maribaya.

Tips Berkunjung, Kelebihan, Kekurangan Lodge Maribaya

Tips Berkunjung

- Usahakan berangkat pagi, menghindari antrian panjang
- Hindari berangkat di hari libur/akhir pekan, lagi-lagi untuk menghindari antrian panjang wahana
- Karena banyak wahana outdooor, gunakan outfit nyaman dari bahan katun, mengenakan celana panjang dan bawa payung
- Gunakan sandal dan sepatu nyaman. Terdapat banyak tangga karena landscape berbukit
- Gunakan tabir surya dan pernik lain seperti topi, kaca mata hitam untuk meminimalisasi paparan mentari
- Jangan terpaku sama antrian satu wahana dan mintalah informasi pada petugas, wahana mana yang sedang sepi atau antrianya tidak panjang
- Pastikan baterai HP full dan bawalah power bank, untuk menghindari mati gaya, hahaha
- Siapkan memori cadangan untuk simpan foto di HP
- Unduh aplikasi Shareit untuk mengambil foto yang akan ditebus
- Tukarkan tiket dengan minuman dingin/susu

Kelebihan Lodge Maribaya
- Sarat pesona alam wisata terbuka
- Banyak pilihan spot berfoto yang out of the box, kudu siapkan nyali, hihihi...
- Area yang cukup luas
- Fasilitas cukup lengkap
- Berada satu arah dengan tempat wisata lain seperti: The Ranch, Kebun Bunga Begonia, Maribaya Resort dan Taman Hutan Raya Juanda

Kekurangan Lodge Maribaya
- Menurutku harga cukup menguras kantong, hahaha. Setiap spot foto perlu biaya!
- Biaya transfer foto lumayan mahal Rp 10.000 per foto
- Karena transportasi umum jarang, alternatinya kudu sewa mobil+supir
- Susah mendapatkan moda transport online seperti gojek, gocar, grab dan uber
- Kurang cocok untuk para lanjut usia atau stroller bayi, karena landscape naik turun dan bertangga

Berikut video warna-warni sensasi menikmati pesona wisata alam terbuka Lodge Maribaya.

Semoga bermanfaat!



Warna-Warni Pengalaman Ramadan di Negeri Sakura

ramadan di negeri sakura
Sakura pertama Yasmin 
Ini adalah sepenggal kenangan ramadan tahun lalu, saat Yasmin berada di Hiroshima, sebagai perwakilan Indonesia untuk program pertukaran pelajar AFS ke Jepang selama lebih kurang 11 bulan.

****

"Bunda, buruan ke kamar, sudah tersambung nih video callnya"

Suara hubby terdengar lamat-lamat dari balik pintu kamar tidur

Aku langsung membuat mode hibernate di laptop dan bergegas ke kamar tidur.

Di sana, di layar, Yasmin sudah stand by di depan kamera.

Meski sudah seringkali video call, tetap saja keharuan hadir membahana.  Namun cepat-cepat aku menguasai emosi, karena teringat pembekalan dari pengurus AFS, agar menghindari momen emosionil saat berkomunikasi agar tidak mempengaruhi kondisi emosi buah hati.

Saat itu akhir Mei 2018, sudah hampir 2 bulan Yasmin berada di Hiroshima, mewakili Indonesia, setelah lolos seleksi AFS untuk tahun 2018-2019 (Year Program - YP 2018-2019).

Ini adalah pengalaman ramadan di negeri sakura yang pertama bagi doi dan ramadan pertama bagi kami tanpa Yasmin di Indonesia.

Kami, of course, excited banget dong ya, mendengar pengalaman suka duka ramadan di negeri sakura.

Sebelum lanjut, aku mau menambahkan sedikit informasi yang aku kutip dari artikel Mei 2018 di www.tempo.co tentang pemeluk Islam di Jepang ada sekitar 160.000 orang.

Masih kecil memang dan membuat Islam adalah minoritas di negeri sakura.

Namun jika dibanding dengan 50 tahun lalu, terjadi kenaikan hampir 25 kali lipat jumlah masyarakat Jepang yang memeluk agama Islam.

Nyok, lanjut!

Seperti biasa Yasmin mengenakan earphone saat video call demi kenyamanan, karena biasanya waktu sudah menunjukkan di atas jam 10 malam.

Tahu sendiri dong ya, masyarakat Jepang sangat menghargai privasi. Jadi, Yasmin pun rupanya sudah mulai tertular kebiasaan ini. It's a good things, right, isn't it?

Kami memilih waktu ini karena obrolan bisa dilakukan dengan santai dan agak lama durasinya.

Oh iya, tambahan informasi nih...

Waktu Balikpapan dan Hiroshima, beda satu jam, di mana Hiroshima lebih cepat satu jam.

Saat itu, di Hiroshima sedang peralihan musim semi ke musim panas dan suasananya masih 11-12 lah dengan di Balikpapan.

"Assalaamualaikumwarohmatullaahi Wabaraakatuh"

Seperti biasa kami mengawali video call dengan salam

"Waalaikumsalamwarohmatullaahi Wabaraakatuh"

"Apa kabar, Yasmin?"

"Baik, Bun, Dad"

"How is your day?"

Aku langsung kepo dong, hihihi...

"Same, as usual, Bun, home and school,"

"I see, can you share, about your ramadan, my dear?"

Sampai di sini, Yasmin terlihat sumringah.

Jadi gini, Bun...

Malam sebelum sahur pertama, Yasmin cerita dong yang ke host family bahwa Yasmin mau puasa.

... bahwa puasa itu ada sahur

... bahwa puasa itu tidak boleh makan dan minum di waktu yang telah ditentukan

... bahwa waktu buka puasa itu ada ketentuannya

... bahwa di bulan puasa perhitungan amal kebaikan dilipatgandakan

Nah, yang langsung bereaksi adalah Mama host family, Bunda...

Begini kira-kira dialog mereka yang aku tangkap ya. Tentu saja mereka bicara dalam bahasa Jepang.

Tapi aku terjemahkan ya, tsaaah... #kibasponi

Sssst... yang terakhir ini jelas hoax, jangan percaya ya! Bahahaha... (((terjemahkan)))

Lanjut...

"Jadi, jadi... Yasmin harus bangun pagi sekali gitu ya, untuk makan?"

"Iya, Okaa-san"

"Mohon maaf banget ya, sepertinya, Okaa-san tak akan bisa bangun jam segitu untuk menyiapkan sarapan, belum biasa"

"Oh, tidak ada-apa, Yasmin bisa kog bangun sendiri, nanti pakai alarm"

"Oh... syukurlah"

Nah, kalau teman-teman dan guru di sekolah lain lagi nih ekspresinya, Bunda...

Jadi, beberapa hari sebelum ramadan, Yasmin sudah share ke sensei, kalau akan puasa.

(sensei - panggilan di Jepang untuk orang yang dihormati karena posisinya. Biasanya yang mendapatkan gelar ini adalah seorang guru - wikipedia)

Nah, pas sehari sebelum ramadan, sensei mengingatkan kembali di depan kelas, bahwa selama sebulan nanti Yasmin akan puasa dan sarapan di awal hari.

Langsung deh seisi kelas heboh dan gaduh.

"Waduh, jadi harus bangun pagi-pagi sekali ya!"

"Itu beneran ya, tidak makan seharian?"

"Terus, kalau ga makan seharian, ntar kan bisa mati"

Hahaha, tak ayal, kami berdua ngakak mendengar ekspresi teman-teman Yasmin itu.

ramadan di negeri sakura
Yasmin bersama teman putri Setouchi High School Hiroshima
Mendadak aku juga ingat, saat kerja di sebuah perusahaan, pernah juga mengalami hal yang sama, seorang expatriat asal Colombia memberikan reaksi yang sama...

"Are you sure want to do it? 

"Yes, I am"

"You are not gonna hmmm... die, are you?"

Katanya sambil menatap aku lekat-lekat.

"No. I am not I have done it for couple years as other moslems as well"

"Well to me it doesn't make any sense" katanya sambil menggeleng-gelengkan kepala

Aku tak menyalahkan juga sih, mungkin wawasannya tentang Islam juga sangat sedikit karena boleh jadi karena jarang berinteraksi dengan lingkungan muslim ya.

Namun banyak juga expatriat lainnya, terutama saat aku bekerja di perusahaan tambang emas di pedalaman hutan Kelian, Kutai Barat, Kalimantan Timur beberapa tahun lalu, seperti yang aku tuliskan di sini kebanyakan mereka sudah akrab dengan keseharian muslim seperti kebiasaan mengucapkan salam, sholat, puasa, zakat, mengenakan hijab, lebaran dan lain-lain.

Kembali ke laptop!

Menurut Yasmin, memang memerlukan pengorbanan berpuasa di negara yang minoritas muslim.
Benar-benar keimanan diuji, karena semua harus dikerjakan sendiri.

... tidak ada yang mengingatkan sholat

... tidak ada yang mengingatkan puasa

... tidak ada yang mengingatkan ngaji

dan lain-lain.

Saat tidak menegakkan sholat tidak ada yang perduli, saat makan di restoran di bulan ramadan tak ada yang nyinyir dan sebagainya.

Jadi benar-benar banget melakukannya semata karena Ilaahi Robbi, Insya Allah, Insya Allah.

Begitulah, selama kurang lebih sebulan Yasmin menjalankan ramadan di negeri sakura, tentu saja dipotong masa menstruasi ya.

Ramadan di Negeri Sakura Banyak Cobaan 

Ramadan di negeri sakura banyak cobaan, iyesss!

Dimulai dengan sahur.

Yup, Yasmin harus bangun sendiri dengan menyetel alarm.

Beda saat dengan di Indonesia, Yasmin tinggal makan, karena aku sudah menyiapkan semuanya, jadi, tinggal sorong deh, bahahaha.

Menurut Yasmin menu sahurnya berganti-ganti antara ramen (mi instant), sup instan, ayam goreng, nasi dan lain-lain. Kadang-kadang jika ada sisa makan malam yang masih layak, dipanaskan lagi.

Masih menurut Yasmin (lagi) nih, nasi di Jepang itu sangat pulen. Jadi makan nasi saja sudah nikmat banget! Apalagi susu Jepang, nikmatnya tiada tara!

Aku bisa membayangkan kelezatan dua makanan ini hanya dengan memandang sorot mata, ekspresi dan aura doi ketiga berbagi cerita. Biasanya doi jarang banget tuh memuji-muji makanan. Berarti da best banget lah!

"Pernah gak sahur?" tanyaku kepo

"Sering, hahaha" jawab Yasmin terkekeh

"Why?"

"Pas alarm bunyi, dimatikan, tunggulah sebentar lagi, eh ternyata, keterusan, Bunda"

Hmmm... aku cuma bisa nyengir, kalau sudah begini.

"Kalau buka, gimana?"

"Biasanya bareng keluarga angkat bunda, menunya seperti makan malam biasa"

"Sebutin dong apa saja!"

"Waduh, banyak bunda, sudah gak ingat lagi, yang pasti yang seperti sahur, ada nasi, daging, ayam, oseng sayuran, buah segar seperti tomat dan timun"

"Pernah makan di restoran?"

"Jarang banget bunda, kayaknya host family Yasmin lebih suka makan di rumah, lagi pula makan di restoran di Jepang itu mahaaaaal banget! Biasanya kalau ada nenek dan kakek datang baru deh kita sesekali makan di restoran, kayak family time, gitu"

"I see"

ramadan di negeri sakura
Yasmin bersama jamuan keluarga besar host family
Melihat foto di atas, pengalaman dan kenangan saat ikut perjalanan Ibu Cerdas Attack Goes to Jepang, menikmati Sensasi Lift dan Eskalator Transparan di Umeda Sky Building dan Osaka Castle Istana di dalam Taman pun langsung berkejaran di ingatan.

Semoga kelak bisa menjejakkan kaki lagi di negeri sakura ini. Aamiin.

Cobaan lainnya, karena memang Islam minoritas di Jepang, adalah sangat sulit menemukan mesjid. Bahkan di distrik Asaminami-ku Hiroshima, tempat tinggal Yasmin belum ada mesjid.

Jadi yang punya kebiasaan tarawih di mesjid tiap hari, bisa dipastikan akan skip ke mesjid nih. Tarawihnya di rumah saja ya.

Pusat komunitas muslim  terdekat ada di distrik Higashi-ku, tepatnya di The Islamic Cultural Center yang berjarak hampir 280 km dari Asaminami-ku, dengan jarak tempuh kurang lebih 3.5 jam.

"Kalau sholatnya, gimana Yasmin?"

"Biasanya, Yasmin sholat di kamar, di rumah, Bun. Sholat Zuhur dan Ashar di qadha di Ashar, Magrib dan Isya di qadha juga, dikerjakan saat Magrib atau juga kadang di Isya"

Meski sebenarnya ukuran apartment keluarga itu kecil, host family Yasmin dengan senang hati mengalokasikan satu kamar untuk Yasmin. Keluarga kecil itu rela berbagi kamar dengan putrinya yang berusia 10 tahun.

"Pernah mengikuti aktivitas ramadan dengan komunitas muslim selama di Hiroshima, Yasmin?"

"Tak pernah, Bunda. Soalnya Yasmin pulang sekolah sudah sore, sudah lelah banget, pengen istirahat saja di rumah. Paling banter taraweh dan membaca Alquran di kamar"

"Terus, reaksi teman-teman Yasmin di sekolah gimana, kalau pas jam makan siang?"

"Biasa saja tuh bunda, mereka tetap saja makan di kelas seperti biasa"

"Tak ada yang bilang seperti ini, maaf ya, kami mau makan dulu"

"Hahaha, gak ada tuh Bunda, mereka biasa saja, yah seperti hari biasa lah"

Waduh, aku bisa membayangkan saat ramadan Yasmin harus mencium-cium aroma kuliner teman-temannya yaa, di jam lapar pula. Sungguh cobaan yang menggoda iman!

Cobaan lain adalah karena ini menjelang musim panas, waktu siangnya lebih panjang, 16 jam, which is berarti harus menahan lapar lebih lama ketimbang di Indonesia yang hanya 13-14 jam.

Tetapi jika dilihat dari sisi berbeda, alhamdullillah kesempatan untuk mendapatkan pahala juga lebih lebar ya. Panjangnya siang otomatis mengakibatkan durasi malam hari lebih singkat. Hal ini tentu juga menjadi tantangan sendiri karena rawan bangun telat.

Cobaan lainnya lagi adalah karena mayoritas non muslim tentu saja banyak orang yang tidak puasa di setiap sudut kota. Restoran dan pusat perbelanjaan pun bebas berjualan kuliner di pelupuk mata.

Tak ada perubahan gaya hidup selama ramadan, restoran, mall dan kantor tetap dengan aktivitas seperti biasa. Tidak ada kebijakan seperti di Indonesia misalnya, masuk kantor bisa agak sedikit siang dan pulang kerja bisa lebih cepat seperti yang pernah aku alami sebelumnya.

Ramadan di Negeri Sakura Itu Sarat Tantangan

Dari semua uraian Yasmin di atas aku membuat kesimpulan bahwa ramadan di negeri sakura itu sarat tantangan!

Dengan semua daftar cobaan, kita ditantang untuk menunaikan ibadah ramadan lebih baik dan lebih kuat di negeri sakura ini karena memiliki nuansa yang sama sekali berbeda dengan negeri kita sendiri.

Terutama Yasmin yang bersekolah di private schooll yang mayoritas siswa-siswinya non muslim yang tidak berpuasa, aku yakin pasti mengalami tentangan tersendiri terutama saat jadwal makan siang dan melakukan aktivitas yang menguras tenaga.

Syukurlah, menurut Yasmin, selama bulan puasa, doi mendapatkan dispensasi dari sekolah, diizinkan tidak mengikuti aktivitas yang menguras tenaga.

Alhamdullillah, karena mungkin sudah terbiasa puasa saat ramadan di Indonesia, dan saat itu, Hiroshima juga sedang peralihan dari musim semi ke musim panas, sehingga suasana iklim dan cuaca tak jauh berbeda dengan di Indonesia, Yasmin bisa melewati ramadan di negeri sakura dengan lancar.

Aku percaya, ramadan di negeri sakura pastilah spesial ya, karena tidak mendengar azan yang saling bersahutan, aneka panggilan sahur, pemberitahuan imsak dan berbuka serta  jarang menemukan mesjid selayaknya di Indonesia.

Bahkan suatu hari, bisa jadi malah merindukan warna-warni pengalaman ramadan di negeri sakura ini saat kembali ke tanah air nanti.

Semoga warna-warni pengalaman ramadan di negeri sakura ini bermanfaat ya.

Ayo, siapa nih yang pernah ramadan di negeri orang atau punya pengalaman unik saat ramadan?

Yuk, cus sharing pengalaman di kolom komentar di bawah ini ya. Ditunggu...


Bersama Ringankan Lara dengan Peduli Sehat Galang Dana Online

galang dana online

Bersama Ringankan Lara dengan Peduli Sehat Galang Dana Online. Aku masih ingat, beberapa waktu lalu, sekitar tahun 2013, satu artikel penggalangan donasi kesehatan dari situs galang dana online muncul di beranda facebook

Ini adalah fenomena baru untukku, saat itu.

Yup, aku baru tahu bahwa penggalangan donasi kesehatan bisa dilakukan secara online!

Terus terang, saat itu aku masih agak sedikit sinis dengan galang dana online, mengingat masih maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan penggalangan dana. Walau begitu, artikel itu tetap saja sih aku baca untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus juga wawasan.

Dan hei ternyata... sejak saat itu, seiring dengan tumbuhnya pengguna internet di Indonesia, sebagaimana dilaporkan hasil survey dari APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) kegiatan  galang dana online pun kian menjadi trend.

galang dana online

Padahal biasanya urusan dana ini adalah "sensitif" bagi masyarakat.

Kehadiran situs penggalangan donasi online ini juga merambah ke dunia kaum selebriti dan publik figur yang mendapat kemudahan untuk menggunakan ketenaran dan kepopuleran mereka untuk menginspirasi berbagai pihak dalam hal yang positif.

Yang paling marak salah satunya adalah donasi ulang tahun, seperti yang dilakukan Raisa Andriana dan Vidi Aldianto.

Tahukah kamu?

Galang dana online bisa menjadi jawaban untuk membantu meringankan beban saudara kita terutama bagi mereka yang jauh dari jangkauan hidup sehat atau yang belum memiliki gaya hidup sehat, menderita sakit kritis dan terpaksa tidak bisa mendapatkan akses perawatan karena tidak memiliki biaya berobat.

Terutama untuk golongan masyarakat bawah, yang memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari saja sudah kesulitan apalagi konon memikirkan biaya kesehatan.

Aku pernah menyaksikan sendiri saat dirawat di rumah sakit pasca bedah mulut gigi geraham karena infeksi geraham akut, ada beberapa pasien yang terlambat mendapat penanganan karena ketiadaan biaya pengobatan dan belum tersedianya fasilitas kesehatan yang memadai di sekitar domisili.

Namun ada juga yang memang terlambat mendapat penanganan, selain karena ketiadaan biaya pengobatan plus karena kurangnya pengetahuan tentang penyakit yang diderita, seperti yang pernah aku dapatkan dalam materi seminar penyebab pencegahan dan pengobatan kanker prostat beberapa waktu lalu.

Bukan itu saja, fenomena ini juga dialami golongan menengah ke atas lho, yang harus berjuang untuk mengobati sakit kritis secara kontinyu yang kadang berujung kematian karena pada akhirnya sudah tidak memiliki lagi dana untuk melanjutkan biaya pengobatan.

Nah, untuk itulah layanan penggalangan donasi kesehatan online seperti Peduli Sehat hadir memberikan solusi, membantu meringankan lara!

Namun berhati-hatilah!

Niat baik ini sering kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab yang ingin mencari keuntungan pribadi atau kelompok.

Jadi, penting banget mengetahui platform lembaga donasi galang dana yang kredibel melakukan galang dana online agar donasi tepat sasaran!

Lebih Dekat dengan Peduli Sehat Galang Dana Online
Peduli Sehat hadir sebagai wadah yang menawarkan layanan penggalangan donasi kesehatan secara online, realtime dan transparan!

Peduli Sehat berfokus pada pasien yang menderita penyakit kronis serta tidak memiliki cukup dana perawatan, berobat untuk bertahan hidup dikarenakan tidak cukup biaya untuk menutupi biaya lain seperti biaya obat dan susu untuk pasien balita, alat medis penunjang kesehatan) yang tidak dapat dibiayai oleh kartu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan) atau JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).

galang dana online

Peduli Sehat galang dana online ini bisa diakses melalui www.pedulisehat.id atau melalui aplikasi Peduli Sehat di Play Store, dan juga akan segera hadir di iOS.

Metode  Peduli Sehat Galang Dana Online 
Galang dana donasi kesehatan ini bisa dilakukan dengan 2 cara :

1. Perorangan/Individu
2. Organisasi/NGO

Untuk bisa menggalang donasi online, penggalang dana harus melakukan beberapa rangkaian prosedur yang bisa diakses di situs www.pedulisehat.id di bagian Syarat dan Ketentuan.

Semua data yang diterima juga akan diverifikasi dan bahkan jika diperlukan Peduli Sehat berhak melakukan verifikasi lanjutan serta investigasi terhadap sebuah kampanye yang dianggap patut untuk ditelusuri.

Diagnosa penyakit adalah bagian krusial dalam verifikasi galang dana online ini agar bisa mendapatkan donasi kesehatan.

Verifikasi juga dilakukan terhadap rumah sakit yang memberikan surat keterangan, data pasien serta hasil diagnosis.

Dengan beberapa rangkaian prosedur verifikasi, Peduli Sehat beritikad menjadi platform penggalang donasi kesehatan online yang terbaik dan kredibel, lebih mudah, efektif dan tepat sasaran!

Tertarik menjadi penggalang donasi kesehatan?

Silahkan mencoba sendiri layanan donasi online ini.

Cara Donasi Peduli Sehat Galang Dana Online
Untuk memberikan donasi kesehatan di Peduli Sehat begitu mudah!

1. Masuk ke www.pedulisehat.id tanpa perlu login
2. Pilih kampanye

galang dana online

3. Klik Donasi
4. Masukkan jumlah donasi
5. Pilih metode pembayaran  yang tersedia, ada Virtual Account (BCA, Mandiri, Sinarmas, BNI, Danamon, MayBank, Permata),  Alfagroup, aplikasi pembayaran QR Code LinkAja, e-wallet (OVO dan GO-PAY) atau online banking (Danamon)
6. Tuliskan komentar (opsional)
7. Klik di bagian tulisan jika "ingin berdonasi sebagai anonim"
8. Klik selanjutnya
9. Masukkan Nama dan Nomor Telepon
10. Bagikan di media sosial

Mau tahu lebih banyak tentang kiprah Peduli Sehat?

Cus langsung kepoin instagram @pedulisehatindonesia

Di sana kita akan menemukan kampanye-kampanye yang sudah dilakukan terhadap saudara-saudara yang membutuhkan termasuk kisah-kisah di belakangnya.

Misalnya seperti kisah ananda Vica yang menderita hidrochepalus dan bibir sumbing, di mana target donasi sudah tercapai. Alhamdullillah.

Cepat sembuh ya sayang...

galang dana online

Oh iya,

Sebagai bahan pertimbangan, perlu diketahui juga bahwa Peduli Sehat sudah tercatat lho di Kemenkumham dengan No. AHU-0033383.AH.01.01 tahun 2018 dan Kominfo dengan No. 01204/DJAI. PSE/10/2018 serta diawasi Kementrial Sosial.

Jadi, tunggu apa lagi?

Mari bersama ringankan lara dengan Peduli Sehat galang dana online yang bisa dimulai dengan Rp 10.000