7 Kiat Agar Kemampuan Berbahasa Inggris Meningkat

"Miss, your English is very good!"

Begitulah, apresiasi yang aku dapatkan dari Mr. Patrick  Sibourg, Senior Vice President Golden Tulip saat event konferensi pers Golden Tulip Balikpapan Hotel & Suites beberapa waktu lalu.

Tiang, mana tiang...?

Padahal sih menurutku, kemampuan berbahasa Inggris aku masih perlu ditingkatkan lagi, karena masih biasa-biasa aja lah. A long way from perfect! Aku percaya, di luar sana, masih banyak yang jauh lebih fasih, lebih lancar dan lebih segalanya daripada aku.

masih perlu meningkatkan kemampuan berbahasa inggris

Tahukah kamu?

Untuk bisa di tahap ini pun -percaya diri melakukan percakapan berbahasa Inggris- merupakan jalan panjaaaang bagiku. Kayak lagu itu lho, sepanjang jalan kenangan. Apalagi kalau mengingat betapa saat SMA dulu, aku sebel to the moon sama pelajaran ini. Bukan apa-apa, karena susah dimengerti, menurutku. Please, jangan ditiru ya!

Apalagi, saat itu, diperparah dengan jadwal pelajaran bahasa Inggris yang sering banget di jam titik kulminasi, tengah hari, saat rasa lapar melilit, membelit. Pokoknya berasa sangat terintimidasi!

Sementara, di depan ruang kelas sana, dalam dekapan singgasananya, bapak guru tercinta, malah semakin semangat, so energik, terus mengajar pakai bahasa Inggris cas,cis, cus, ces, ces, (mungkin habis ngopi di kantin, hihihi) sedangkan aku semakin tenggelam dalam diam, nyaris kelam, gagal mencerna apa pun apa yang beliau mantrakan. Deritakoe!

And you know what, saat kuliah aku bertemu lagi dengan momok ini, bahasa Inggris, ketika salah satu dosen kerap banget memberi tugas literasi dengan mencari referensi buku teks berbahasa Inggris di perpustakaan. Jadi, mau tak mau, suka tak suka, aku harus belajar bahasa Inggris!

belajar bahasa inggris

And what a magic, ketika aku berhasil menerjemahkan, memahami pengetahuan dari buku literasi, rasa puas di sini, di dalam sini, sulit aku lukiskan. Dan slowly but sure membuatku, ketagihan! Bak judul film kolonial, di sini cinta pertama kali bersemi. Berawal dari terpaksa, belajar dan kemudian berakhir, cinta!

Sometimes the thing you never choose for your life, choose you for a reason,
and the thing you would never pick, pick you to become brave,
and sometimes... you get what you need-by walking through what you never wanted-
and the thing you never wanted,
may turn out to be, be the thing you need most!

Well, works for me!

.. and thanks to English akhirnya aku bisa diterima menjadi sekretaris di perusahaan tambang emas, di pedalaman rimba Borneo, yang sebagian besar staff managerialnya ekspatriat Australia dengan bahasa pengantar yup, bahasa Inggris (lagi).

Di perusahaan ini aku menemukan harmoni bekerja dengan multikultur, ras dan keyakinan, menemukan banyak pencerahan, memolesku menjadi pribadi saat ini.

Di perusahaan ini juga, semua karyawan baik WNI atau WNA, termasuk staff managerial dan non managerial punya kesempatan belajar bahasa selama satu jam setiap hari dan dibayar, pemirsah! How cool is that!

Maksudnya dibayar, Hayati?

Kita belajar bahasa menggunakan waktu kerja, jadi gaji pokok tidak dikurangi. Aku ingat dulu nama lembaga pendidikannya adalah LIA, Lembaga Indonesia Amerika. Jadi, yang WNI belajar bahasa Inggris dan sebaliknya WNA belajar bahasa Indonesia.

"One of the great way to improve English speaking skills is by surround yourself with the English language!"

Teringat lagi aku mantra dari pengajar LIA, Ms. Barbara, memberikan kiat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Mantra inilah yang terus melekat di benakku sampai saat ini! Dengan mantra ini juga via gaya parenting aku memperkenalkan bahasa Inggris ke putriku Yasmin sejak usia dini, termasuk ke murid private.

Saat aku browsing, menurut effortlessenglishclub.com mantra dari Ms. Barbara di atas termasuk lho dari 7 kiat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.

Jadi, bagi kamu yang masih merasa kurang percaya diri, masih gugup, sudah belajar bahasa Inggris beberapa tahun dan belum kunjung lancar berbahasa Inggris, percayalah, kamu tidak sendiri!

semangat untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris

Masih mengutip dari effortlessenglish.com, beberapa murid yang menguasai English grammar, mengakui tidak memiliki keberanian sama sekali untuk berbahasa Inggris terutama dengan native speakers. Ditambahkan juga, bahwa kiat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris hanya bisa dilakukan dengan banyak mendengarkan dan mempraktekkannya!

Biar lebih greget berikut 7 kiat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris ala effortlessenglish.com yang ternyata beberapa diantaranya tanpa aku sadari sudah aku adopsi selama ini.

Itulah kenapa pas menemukannya saat browsing aku langsung bookmark dan bertekad untuk menjadikannya bahan postingan di blog sesuai dengan eksekusi beberapa kiat dari 20 rekomendasi meningkatkan kualitas konten blog diantaranya memberi nilai tambah dan jadi diri sendiri.

nilai tambah dan jadi diri sendiri

Aku juga percaya, 7 kiat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris ini bukanlah satu-satunya cara, masih ada banyak kiat lainnya. Tidak percaya? Coba deh ketik dengan kata kunci kiat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.

Oh iya sebelum aku lanjutkan, sekali lagi harap camkan bahwa listening adalah fondasi untuk speaking!

Temukan Partner untuk Berbahasa Inggris

Di lokasi perumahanku sendiri, untuk mendapatkan kesempatan berbahasa Inggris dengan native speakers adalah sangat kecil.

Biasanya aku suka melakukannya pada saat travelling, terutama di destinasi yang kebetulan banyak wisatawan mancanegara seperti Campuhan Ridge Walk Ubud Bali, Gili Trawangan Lombok, Danau Toba di Sumatera Utara dan saat dinobatkan jadi Pemenang Utama Changi Travel Quest ke Saudi Arabia.

Tapi, buat yang belum punya kesempatan, please jangan kecil hati, amati dan perhatikan teman yang punya passion berbahasa Inggris dan jadikanlah dia sparring partner!

Atau bergabung dengan klub percakapan bahasa Inggris di kotamu atau komunitas online. Be creative, guys!

komunitas untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris

Pastikan Mendengar Saat Berbicara

Ketika punya kesempatan bicara dengan native speakers, gunakan indera pendengaran secara optimal. Seimbangkan antara mendengarkan dan saat melakukan percakapan.

Usahakan percakapan terjadi dua arah dengan cara menyiapkan pertanyaan. Saat partner mengajukan pertanyaan, berikan jawaban yang panjang dan jika memungkinkan tanya kembali dengan kata-kata seperti, "What about you?" atau "What do you think"

Biasanya aku akan fokus menatap sekaligus mendengarkan saat partner bicara dan jika dia berbahasa Inggris dengan cepat serta kurang jelas, biasanya aku akan berkata, "Excuse me, could you repeat again please?"

... and again it works for me, doi akan mengulang bicara dan kali ini menurunkan tempo bicara

Rekamlah Saat Latihan Berbahasa Inggris

Nah, ini kiat favoritku. Merekam suara sendiri. Rasanya keren juga mendengar suara sendiri apalagi kalau pas bicara dengan native speakers.

Saat mendengarkannya kembali, evaluasilah di bagian-bagian mana yang perlu koreksi. Buatlah catatan untuk perbendaharaan kata-kata baru serta di bagian mana yang menimbulkan salah paham.

buat catatan satu dari kiat meningkatkan kemampuan berbahasa inggris

Kelilingi Diri dengan Bahasa Inggris

Untuk kiat yang satu ini, aku kerap juga mendengarnya. Membenamkan diri dengan segala hal yang berbau bahasa Inggris seperti menonton acara TV yang menggunakan bahasa Inggris, film dan subtitle dengan bahasa Inggris.

Tontonlah berulang kali! Seiring waktu biasanya akan semakin paham. Mendengarkannya, membantu menolong gimana sih sebenarnya irama/cengkok serta intonasi bahasa Inggris. Jika sudah terbiasa, praktekkanlah!

Latihanlah dengan Musik dan Film

Dengarkan  dan ikutlah bernyanyi lagu berbahasa Inggris. Musik adalah alat terbaik untuk belajar intonasi dan pelafalan.

Mendengarkan dan ikut bernyanyi bisa membantu melatih mengingat perbendaharaan kata dan kelompok kata (terutama jika lagunya mudah dimengerti), dan ini sangat menolong untuk belajar pelafalan bahasa Inggris secara natural.

Tanpa disadari, saat bernyanyi menirukan penyanyi, kita belajar melafalkan selayaknya penutur asli (native speakers).

Apalagi saat menonton film, dapat paket premium. Bisa belajar pelafalan, dapat perbendaharaan kata baru, ungkapan-ungkapan (idiom), bahasa slank juga seni mendengarkan.

Buktikan sendiri, guys!

Membaca dengan Nyaring

Yup, ini favoritku juga. Biasanya aku akan membacanya berulang-ulang sambil menirukan jurnalis favoritku, Najwa Shihab, bahahaha. Ayo ngaku, siapa yang seperti aku?

membaca nyaring kiat untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris

Membaca nyaring tanpa partner, tanpa beban harus memikirkan kata berikutnya adalah hal menyenangkan!

Jika punya banyak kuota, tontonlah video yang ada transkrip sambil mendengarkan pelafalan native speakers.

Cobalah, sangat menyenangkan!

Bicara dengan Diri Sendiri

Nah, pas menuliskan kiat terakhir ini, I am actually talk to my self. Kind a cool, huh! I love it! You should do the same!

Berlatih bicara dengan diri sendiri juga mengurangi stress karena tak ada seorang pun di sana yang akan protes saat kita melakukan kesalahan. So true, indeed, right? See, I'll do it again. I am talking to my self.

Finally, semoga 7 kiat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris ini bermanfaat.

Seperti yang sudah dituliskan di atas, aku percaya pasti kamu juga punya kiat lainnya. Kindly drop your comments below, guys.

Temen Kondangan, Film yang Dianjurkan Bagi Jomblowati dan Jomblowan

Yang pernah resah menghadiri undangan mantan dan perlu temen kondangan, mana suaranya?

Gimana? Sedap-sedap ngeri ya...?

pentingnya temen kondangan saat menghadiri undangan mantan

Kebetulan aku belum pernah sih. Cuma dulu pas zaman kuliah pernah diminta akting, jadi pacar sahabat (sebut saja namanya Budi) agar sang mantannya tidak nguber-nguber melulu. Rupanya Budi jadi resah dan sudah sampai ke tahap sangat terganggu, karena sang mantan sering stalking bahkan datang ke rumah.

Selain memang Budi beneran sudah agak gerah, juga sungkan sama orang tuanya. Soalnya itu cewek eh mantan, suka tiba-tiba nongol saja di rumah. Seringnya pas malam minggu. Duh!

Mantan Budi sampai tanya begini, "Eh, katanya, sudah punya pacar baru, kog kamu tidak wakuncar sih?" atau ujug-ujug buat penawaran "Ayo, kita mulai lagi lembaran baru"

Ini sih versi Budi ke aku ya. Si Budi sampai bela-belain datang ke kost-an aku, mau minta tolong. Berarti urusan rada genting, iyekan.

The bottom line is, menurut Budi, dia sudah tidak ada hati lagi, plus sudah tidak tahan dengan perangai mantan yang  dulu pernah sempat mencuri hati, yang lagi-lagi menurut Budi, katanya tuh mantan sangat posesif gitu, suka larang ini dan itu.

Cuma Budi tidak sampai hati bilang dan yang terucap hanya mau putus saja. No reason, gitu! Wajar atuh lah mantan, kepo tingkat dewa. Kalau kejadian ke aku, kayaknya bakalan gitu juga neh!

Kami, bersama satu orang sahabat cowok lagi, sampai buat skenario lho. Jadi, ntar pas malam minggu aku akan akting, jadi pacarnya di rumah Budi. Intinya mau buktikan bahwa Budi, sahabatku itu, sudah move on, mampu melupakan mantan dan beneran sudah punya gebetan.

Aku masih ingat perasaanku yang ikut deg-degan, bahahaha.

"Ntar aku ngomong apa ya, Bud?"

"Kamu diam saja, Ann. Biar aku aja yang ngomong!"

Dan benarlah, tak berapa lama mantan sahabatku itu datang. Masya Allah, doi, tjakep kebangetan lho. Dalam hatiku, apa tidak salah nih si Budi, hmmm.

... dan kami langsung berkenalan. Masih terekam jelas tatapan tajam sang mantan. Berasa dikuliti. Ngeriik!

Tak lama aku mendengar suara lirih isakan.

Budi langsung mengajaknya pergi ke sudut ruangan. Mereka pun berbicara. Aku berusaha nguping, bahahaha. Tapi sepertinya mereka setengah berbisik-bisik, pemirsah.

Tak berapa lama mantan pun pergi. Aku pun ikut bernafas lega. The show is over!

Any how, misi kami berhasil, sang mantan tidak pernah stalking lagi!

... dan sejujurnya aku berharap sandiwara ini terus berkelanjutan, tapi ternyata harapan tinggal harapan, bahahaha. karena si Budi menurutku, you know, masuk bucket list lah. Deritakoe!

Tentang Film Temen Kondangan

Boleh dong cek ombak lagi ya? Kira-kira, kalau diundang ke kondangan mantan, apa yang akan kamu lakukan?

Kalau aku sih, bakal meng-aaminkan banget tuh ucapan Putri, lakon Prisia Nasution di trailer film Temen Kondangan, "Golden Rules ke kondangan mantan, Jangan Datang Sendirian!"

Yang pasti, aku akan mengenakan outfit kondangan yang siap bakal bikin nyesal mantan!

Tahukah kamu?

Film Temen Kondangan yang disutradarai oleh Iip Sariful Hanan ini, ternyata terinspirasi dilema kisah nyata menghadiri kondangan mantan yang terjadi di sekeliling kita, namun gaduhnya berlanjut lebih heboh di dunia maya, tentang penting atau tidaknya membawa pasangan ke kondangan atau pernikahan mantan.

Artis pendukung film temen kondangan

Dan seperti biasa, kalau sudah dibawa ke dunia maya, pro dan kontra pastilah ada, pemirsah!

Ayo, kamu tim yang mana neh?

Aku ingat pernah juga diskusi tentang ini dengan teman-teman. Pendapat dominan, tidak mau dong disangka belum move on, jadi, kudu bawa pasangan ke kondangan is a must!

"Eh, pasangannya, mana?, "Sendirian aja nih?" atau "Belum bisa move on ya?" daftar pertanyaan ini meski disampaikan dengan gaya guyon, pasti dong masih mampu menghadirkan momok tak berkesudahan.

Menghibur, Pencerahan dan Inspirasi

Temen Kondangan dibintangi Prisia Nasution, Gading Marten, Samuel Riza, Kevin Julio, Reza Nangin serta Olivia Jensen.

Ada juga Iszur Muchtar, Pierre Gruno, Feby Febiola dan si cantik jembatan Ancol, Diah Permatasari.

Putri, selebgram cantik, follower bejibun, kreatif, penuh ide dan medok Sunda, sedang resah karena mantan terindah Dheni, mengundangnya agar hadir di pernikahannya.

Masalahnya sebagai selebgram, pencitraan adalah sebagian dari lifestyle, right? But apa mau dikate,  status Putri lagi Jones alias Jomblo Ngenes! Doi, tentu saja tidak mau dong dianggap belum bisa move on dari mantan. No, big NO!

Untuk itu Putri lalu mencari kandidat temen kondangan. Tidak tanggung-tanggung, 3 sekaligus which is Galih (Gading Marten), Juna (Kevin Julio) dan Yusuf (Reza Nangin).

... dan ketiganya hadir bersama di kondangan!

Hmmm, sudah bisa menebak dong apa selanjutnya yang akan terjadi? Yup, rusuh parah, pemirsah!

Mau tahu serusuh apa kondangan Dheni, akhirnya?

Mesti saksikan sendiri biar greget ya, mulai 30 Januari 2020, film Temen Kondangan hasil besutaan sutradara Iip Sariful Hanan dan produksi MNC Pitures ini di bioskop kesayangan.

Baidewei, subway, ntar nontonnya kamu mau ajak siapa?

Eits hampir lupa, MNC Pictures berharap film ini bisa menjadi hiburan sekaligus melahirkan pencerahan atau bahkan inspirasi, terutama buat para jomblowan dan jomblowati!

Sedangkan untuk yang sudah memiliki pasangan, diharapkan memiliki empati, mengkondisikan, agar para jomblo punya kekuatan untuk menghadiri kondangan mantan meski harus menyewa temen kondangan, syukur-syukur mampu #MoveOnDiKondangan.

Biar makin afdol, nyok kite intip trailernya, nyook...!



Ada Kejutan di Konferensi Pers Golden Tulip Balikpapan

Smart casual!

Yup! Itulah dress code yang tertera di undangan event konferensi pers Golden Tulip Balikpapan yang aku terima melalui Public Relations, Berlian Afrianti.

ocean view uninterrupted golden tulip balikpapan
Image by @magamata8
Biar lebih greget aku langsung browsing dong, apa tuh smart casual biar tak ada insiden saltum, salah kostum... hahaha. Maklumlah aku belum familiar dengan istilah ini. Paling banter dengan istilah casual dan business formal. That's it!

So, agar semakin afdol aku juga browsing-browsing tentang operator hotel Golden Tulip yang ternyata punya markas di Paris, Perancis.

Begitulah beberapa ritual aku, jika akan menghadiri event. Event apa saja, tak pandang bulu, buat mendongkrak wawasan biar agak nyambung, giccu.

Konferensi Pers Golden Tulip Balikpapan


konferensi pers golden tulip balikpapan
Image by @syech_nur
"Mom, jadikah menghadiri konferensi pers besok pagi?"

Obrolan WA masuk dari Berlian Afrianti, untuk konfirmasi yang kedua kali.

"Yes, dear, see you there!"

Centang dua langsung terbaca di layar gadgetku.

Terus terang aku tak sabar lho alias kepo, kejutan apakah gerangan yang menanti di event konferensi pers Golden Tulip Balikpapan? Dan mengapa kota Balikpapan yang dipilih?

Finally, Jumat, 17 Januari 2020 akhirnya tiba! Saatnya menjadi bagian dari konferensi pers Golden Tulip Balikpapan!

I Ketut Kartika, General Manager Golden Tulip Balikpapan

Acara konferensi diawali dengan sambutan dari PR Golden Tulip Balikpapan, yang membacakan susunan acara sekaligus mengucapkan terima kasih kepada hadirin yang telah meluangkan waktu menghadiri konferensi pers ini.

"Masuknya Golden Tulip ke Balikpapan merupakan hal yang bagus, mengingat Balikpapan kelak menjadi pintu utama masuknya investor, visitor serta turis dalam rangka pemindahan ibukota di Kalimantan Timur"

"Kami, beserta tim juga optimis bisa mencapai target tahun ini dengan mengejar segmen-segmen family, traveller termasuk segmen baru kaum millenial yang terkenal dengan gaya hidup cepat, instan dan fleksibel!"

"Dengan 4 tipe kamar yang total berjumlah 150, di mana setiap tipe dilengkapi dengan kitchen set, Golden Tulip Balikpapan siap menjadi hotel pionir di Balikpapan"

"Seiring pemindahan ibukota serta ditetapkannya Balikpapan menjadi kota MICE (Meeting, Incentive, Convetion, Exhibition) maka tahun depan Golden Tulip Balikpapan juga akan membangun ballroom baru dengan kapasitas sampai maksimum 1000 orang"

"Disamping itu, juga akan dibangun lounge baru (BLU Lounge) yang terbuka, dengan ocean view yang langsung bisa dilihat dari lobi, dilengkapi dengan atraksi live music yang dimulai sejak siang sampai malam hari, setiap hari. Ini jugalah yang akan membedakan Golden Tulip Balikpapan dengan hotel lainnya"

"... juga akan ada Coffea and Co (Coffeshop) termasuk Tulipe Restaurant dengan 150 kapasitas tempat duduk"

"... dengan memprioritaskan fasilitas dan layanan, kami yakin akan mencapai target dan mampu bersaing dengan kompetitor!"

Teringat lagi aku akan poin-poin sambutan di atas dari Bapak I Ketut Kartika selaku General Manager Golden Tulip Balikpapan saat konferensi pers yang berlangsung di ruangan Aventurine di area lobi.

Patrick Sibourg, Senior Vice President Operations Golden Tulip

"Balikpapan is a lovely and funtastic city! Lovely for business, oil and gas, funtastic airport, no pollution, no traffic jam, no flood. Balikpapan should became a funtastic destination!

"Efektif Januari 2020, Golden Tulip International mulai beroperasi di Balikpapan. International artinya meliputi kualitas, standar, respek ke pelanggan dan loyalty programs"

"This is very important. We want to be recognize as an international brand in Balikpapan!"

"Balikpapan adalah kota ketiga yang dipilih di Kalimantan setelah Banjarmasin dan Pontianak karena merupakan kota destinasi dan kota berkembang"

"Louvre is our umbrella, French Company but own by China's company, Jin Jang. It is a bit complicate, huh. "

Sampai di bagian ini aku tak mampu lagi menahan ketawa dengan gaya Mr Patrick Sibourg, Senior Vice President Operations Golden Tulip yang saat konferensi pers mengenakan baju batik dan juga minta izin akan menggunakan bahasa pengantar ala gado-gado, bahasa Inggris dan Indonesia.

Beberapa celetukan beliau tak ayal mengundang senyum bahkan tawa peserta konferensi pers yang terdiri dari media lokal, influencer dan blogger.

"Louvre Hotel Grup (LHG) termasuk dalam 10 besar grup jajaran utama di dunia. Ada 100 hotel budget di Paris dan 2700 di seluruh dunia dan 12 hotel di antaranya berada di Indonesia dengan brand Golden Tulip. Sementara Jin Jang memiliki  jaringan 10.000 hotel di seluruh dunia"

Jin Jiang adalah perusahaan negara untuk agen perjalanan dan pariwisata terkemuka di China yang dijalankan berdasarkan strategi perencanaan lima tahun di China. Perusahaan ini telah mengindentifikasi bahwa pariwisata dapat dijadikan sebagai salah satu alat utama pengembangan investasi yang harus mendapat prioritas. Sumber bisnis.com

Golden Tulip Indonesia

Golden Tulip Indonesia merupakan bagian dari Louvre Hotels Group. Golden Tulip Indonesia dimulai pada tahun 2013, dengan Golden Tulip Galaxy Banjarmasin sebagai hotel pertama yang dibuka.

Golden Tulip Indonesia saat ini mengoperasikan hotel di bawah bendera Golden Tulip yang terkenal di dunia yang terdiri dari: Royal Tulip, Golden Tulip, Golden Tulip Essential di Bogor, Tangerang, Malang, Belitung, Pontianak, Banjarmasin dan Bali.

Setiap pengembangannya akan menggabungkan komitmen dari jaringan hotel internasional dengan keunikan nuansa dan pelayanan lokal serta menawarkan pengalaman yang menginspirasi dan menyenangkan.

Low angle fotografi golden tulip balikpapan
Image by @rosannasimanjuntak

Louvre Hotels Group

Louvre Hotels group berkedudukan di Paris, Perancis, berdiri sejak tahun 1976 dan Juli 2009 beraliansi dengan Golden Tulip Hospitality Group. Lalu pada tahun 2015 diakuisisi oleh Jin Jiang Hospitality Group yang berbasis di Shanghai.

Louvre Hotels Group mengoperasikan enam brand hotel, dimulai dari kamar mewah hingga ekonomi: Royal Tulip, Golden Tulip, Golden Tulip Essential, Premiere Classe, Campanile dan Kyriad yang tersebar kuat di Eropa, Afrika, Brasilia, India, Timur Tengah dan Asia.

"The beautiful uninterrupted ocean view and city center adalah pilihan utama kenapa Golden Tulip tertarik mengembangkan layanan hotel di Balikpapan"

ocean view golden tulip balikpapan
Image by @marieskasebastian 
"Kami sadar kami belum jadi yang terbaik tapi kami bertekad untuk memulai jadi yang terbaik di Balikpapan!"

Salut banget sama closing beliau yang humble sekaligus optimis ya.

What do you think?

Evi Azhali, Assistant Vice President Sales & Marketing Golden Tulip

Selanjutnya, giliran Ibu Evi Azhali, Assistant Vice President Sales & Marketing Golden Tulip yang memberikan sambutan.

"Corporate dan Goverment masih menjadi segmen yang akan tetap diambil baik untuk individual traveller/group, long stay guest, wedding serta social event"

 "OTA dan travelling agent  masih menjadi target pasar, plus generasi millenial yang sesuai banget dengan brand's signature Golden Tulip Balikpapan Playtime Anytime. Jadi, tamu bisa serius untuk check in sekaligus bisa juga bersenang-senang"

"Memanggil tamu dengan nama adalah upaya terobosan branding baru Golden Tulip Balikpapan agar lebih dekat dengan tamu serta storytelling as a branding tool"

"Tersedianya photo booth di areal lobi juga menjadi new branding terutama saat tamu mengantri saat check in. Diharapkan para tamu senang dan serius saat check in dan berkenan kembali menginap lagi"

"Luas kamar, lokasi strategis dan terletak di close area (berada dalam satu kompleks) sehingga melahirkan perasaan aman dan nyaman, merupakan kekuatan Golden Tulip Balikpapan"

Pernyataan di atas menjadi sesi penutup konferensi pers Golden Tulip Balikpapan hari itu.

Showing Room dan Makan Siang Bersama

Acara kemudian berlanjut dengan showing room ke 4 tipe kamar yaitu: Golden Suite, Junior Suite, Executive dan Deluxe yang akan aku tulis terpisah ya.

Saatnya menikmati makan siang sambil prospek eh silaturahmi dengan hadirin lainnya.

makan siang di Tulipe restoran golden tulip balikpapan
Image by @syech_nur
makan siang dengan media konferensi pers golden tulip balikpapan
Image by @syech_nur
 Kebetulan aku satu meja dengan Bapak I Ketut Kartika, Mas Syech Rahmadani pemilik @galeri.media beserta kru yang berasal dari Samarinda.

makan siang dengan media serta General Manager golden tulip balikpapan
Image by @syech_nur
Nah, untuk merayakan hadirnya Golden Tulip Balikpapan Hotel & Suites, ada tawaran menarik nih, untuk individu, yang dimulai dari Rp 800.000 net per kamar berlaku mulai sekarang hingga 29 Februari 2020. Tawaran menarik juga tersedia untuk reservasi grup lho. Langsung kepoin ig @goldentulipbalikpapan atau telepon/WA ke 0542 733999.

Ditunggu kedatangannya di Golden Tulip Balikpapan ya.



Ketahui Filosofi Hujan Tentang Hidup dan Manusia

Ketahui Filosofi HujanTentang Hidup dan Manusia. Berhubung ini masih dalam momen "December to remember", kita ngobrolin yang melow-melow, yuuuk.

Yang nge-fans sama hujan, mana suaranya?

Apalagi kalau sudah berada di peraduan bareng kesayangan, simfoni hujan layaknya nyanyian menuju negeri impian. Uhuk!

Jadi gini,

Beberapa waktu lalu, tepatnya Juli 2019 (tsaah, hebat dong, masih ingat, eui... Bukan karena apa-apa juga sih, thanks to ngotot scrolling, sampai jari kapalan di arsip instagram, akhirnya bisa menemukan waktu dengan tepat, hihihi) saat mengikuti writing workshop bersama penulis hits Mas Budiman Hakim (@budiman_hakim), aku pernah mendapat tugas.

"Saya akan memberikan beberapa gambar, dan tugas kalian adalah menciptakan sebuah cerita, berdasarkan gambar yang dipilih. Sebuah tulisan singkat, padat dan sarat manfaat"

Begitulah kira-kira titah beliau.

Wow! Aku nyaris lupa bernafas saat mendapat titah ini, karena eh karena terbiasa dengan rentang waktu lebih dari 1x24 jam untuk menghasilkan tulisan.

Yup, aku tidak tahu namanya ini, kekuatan atau kelemahan, durasi panjang kerap aku butuhkan untuk menghasilkan artikel, terutama untuk kategori evergreen content.

Saat itu, aku memilih gambar dengan hujan sebagai latar belakang.

Yang terpikir adalah tentang filosofi hujan!


Hujan dan Usia Belasan

Saat usia belasan, keadaan ekonomi keluargaku bisa dikatakan sangat pas-pasan. Dengan 4 buah hati, ibu yang seorang guru merangkap CEO [CEO, catat!] kudu melakukan segala cara untuk menghemat biaya kehidupan diantaranya memastikan kami sehat wal'afiat dengan cara say no to dancing in the rain. Bahahaha.

... and you know what, luar biasanya, semakin dilarang gejolak hati semakin liar dan garang! Oh, forgive me My Lord!

Jadi...

Satu-satunya cara adalah ketika ibu masih di sekolah, dan hujan yang memang penuh perhatian pun bertandang, aku yang kebetulan sekolah siang (masuknya jam 1), bisa dipastikan, menuntaskan kerinduan yang terpendam.

Agar tak ketahuan, biasanya aku hanya menggunakan underwear, lalu usai hujan-hujanan aku peras tuh sampai keriting biar gampang kering, lalu aku sembunyikan. Selaku perempuan tertua yang in charge of laundry di rumah, gampang lah urusannya, bahahaha.

Demikianlah sekilas kenanganku tentang hujan di usia belasan, kalau kamu?

Filosofi Hujan

Kembali ke laptop!

Jadi, pas dapat tugas di atas, jariku langsung menari, mengetikkan kata kunci "filosofi hujan".

... lalu menemukan tulisan inspiratif dari idntimes.com tentang 9 filosofi yang diajarkan hujan tentang hidup dan manusia!

Cobalah mengetikkan "filosofi hujan", pastilah kalian akan menemukan artikel yang hampir sama.

Kali ini aku pun akan mengutip artikel yang sama, hanya dengan sedikit polesan ala-ala cushion skincare hihihi.

Setelah membaca artikel idntimes itu, angan langsung membawaku ke beberapa adegan film yang pernah aku tonton di Pride and Prejudice dengan moral cerita bahaya buruk sangka, adegan hujan juga ada di sana.

Pernahkah kamu perhatikan?

Umumnya, dalam adegan film, hujan memang selalu diidentikkan dengan kesedihan.

... saat momen termenung, momen merenung.

Baidewei, subway,

Mengapa ya orang-orang (termasuk aku) mendadak jadi filosofis dan intelek ketika hujan mulai jatuh?

Mengapa para penulis  dan penyair langsung terinspirasi menuangkan karya saat rintik hujan menyapa semesta atau kala mengecup mesra panel jendela?

... selalu saja hujan untuk mewakili kesedihan.

Eh, ada tambahan ding, juga mewakili kesensualan!

Apakah karena hujan yang sangat artistik atau karena sesuatu di dalam sini, something inside us, giccu?


Hujan memang memiliki konotasi berbeda pada setiap orang!

Ajaibnya, hujan juga mampu memberikan persamaan, mampu melahirkan perbedaan emosi.

Tapi, hei, pernahkah kamu memikirkan hal-hal baik dari nyanyian hujan?

Yuk intip rangkaian filosofi hujan berikut ini ala idntimes.com.

1. Meski jatuh berkali-kali, hujan tidak pernah menyerah

Yup, hujan itu turun dan jatuh terus-menerus. Hujan terus mencoba meskipun sudah terus-menerus jatuh. Terus turun, tanpa menyerah.

Moral hujan, "Teruslah mencoba, tanpa pernah menyerah. Selalu kuat dan tabah untuk meraih sesuatu!

2. Hujan turun setelah kemarau panjang. Kesabaran adalah koentji!

Apa yang terjadi jika hujan tak pernah sampai ke bumi. Bumi kering kerontang, gersang! Untunglah hujan datang mengusir kemarau panjang.

... dan kehidupan pun berangsur, dari kesulitan dan kesengsaraan.

Jadilah penolong atau paling tidak penghibur bagi orang yang benar-benar membutuhkan!

3. Hujan mampu memberi rasa dingin

Usai panas seharian, hujan turun berbagi kesejukan. Cuaca berubah, hawa menjadi dingin dan nyaman.

Sudah selayaknya, belajar dari hujan, hindari menyelimuti diri dengan amarah. Cobalah santai dalam menyikapi suasana!

Belajar menjadi sosok memesona!

4. Hujanpun bisa marah kalau manusia tidak ramah

Wah kalau ini sudah sering terbukti ya!

Seperti manusia, hujan yang merupakan bagian dari alam pun bisa lho marah. Ketika benar-benar tidak ada lagi yang perduli dengan alam sekitar, hujan pun bertindak sangar. Menumpahkan kekesalan secara bar-bar. Menghempaskan apa saja. Membawanya larut serta.

Sebagai manusia kudu mampu menjaga perasaan orang lain juga, karena setiap orang punya limit!

5. Bau hujan menyenangkan, meski sederhana namun menenangkan

Sebagian orang terkadang luput menikmati ini. Menyesapi aroma hujan ketika mengecup bumi.

Belajarlah jadi pribadi yang menyenangkan karena umumnya orang gemar dengan sosok-sosok yang memesona, menyenangkan!


6. Hujan datang untuk menyejukkan bumi, bermanfaat bagi material lain

Meski hujan tidak selalu datang, tetapi kehadirannya sangat dinantikan. Terutama pelukan kesejukan.

Yuk belajar dari hujan yang datang dan muncul untuk membawa dan berbagi rasa senang.

7. Hujan turun karena tahu bumi sangat membutuhkan

Pasca kemarau panjang, hujan akan turun untuk menghijaukan. Karena tahu bumi sangat membutuhkan.

Jadilah seperti hujan yang siap mengulurkan bantuan kepada keluarga atau handai tolan!

8. Banyak orang mengeluh terhadap hujan, tetapi hujan tetap akan datang

Janganlah gentar melakukan kebaikan!

Selama itu mendatangkan kebaikan, teruslah lakukan, meski ada beberapa orang yang tidak berkenan.

9. Hujan tidak kenal waktu

Hujan turun tidak mengenal waktu dan mengerti apa yang sedang manusia lakukan. Hujan turun dengan kehendak Tuhan.

Maka, sebaiknya kita juga seharusnya dapat menerima hujan dan hal baik datang, tanpa pernah memaksakan waktu sesuai dengan yang kita inginkan.

Mari mulai melihat hal-hal di sekitar kita dengan cara positif, agar pandai bersyukur dan bahagia dalam menjalani kehidupan fana!

Semoga kita semua bisa memetik pelajaran dari filosofi hujan.

Awarding Journalist Competition Regional Balikpapan 2019

"Ibu, besok pakai baju yang kece ya bu"

Sebuah pesan masuk dari mba Lana Senja Indah, CSR Officer Astra Honda Motor Balikpapan.

"Bisa ajak suami plus anakkah?" Aku bertanya sekaligus membalas chat Lana.

"Ajaaak ajaaa... bu Rosanna"

Alhamdullillah, rasanya gimana giccu ya, kalau sesekali bisa bawa suami dan anak ke event blogger. Heaven, indeed!

Sekaligus mau memberi bocoran, bagaimana sebenarnya sih gambaran dari sebagian aktivitas seorang blogger itu, tsaaah *kibasponi.

Apalagi khusus malam ini adalah momen amat spesial, malam penganugerahan pemenang Journalist Competition Regional Balikpapan 2019 oleh PT Astra Honda Motor Balikpapan, dan aku ingin sekali membaginya dengan sosok-sosok istimewa, suami dan putriku semata wayang.

Journalist Competition Regional Balikpapan 2019

Terbayang lagi keseruan malam itu, malam Awarding Journalist Competition Regional Balikpapan, 29 November 2019 lalu, di Platinum Hotel & Convention Hall, yang dihadiri sebagian besar oleh para nominasi jurnalis media, blogger dan jajaran managemen Astra Honda Motor Balikpapan.

Di Balikpapan sendiri event ini sudah memasuki tahun kedua. Sebelumnya pada tahun 2016, yang disabet oleh mba Nur Chandra, wartawati Balikpapan Pos.

Alhamdullillah, di tahun 2019 ini, tahun pertama aku berpartisipasi sekaligus diberi amanah menjadi pemenang utama Journalist Competition Regional Balikpapan 2019, kategori Blogger.

journalist competition regional balikpapan 2019

journalist competition regional balikpapan 2019

journalist competition regional balikpapan 2019

Malam anugerah ini berlangsung di grand ballroom 3 hotel Platinum. Iya, di tempat ini jugalah kami blogger Balikpapan merayakan Blogger Day 2019, tepatnya di Platinum hotel rooftop Balikpapan, 27 Oktober 2019, lalu.

Bedanya, dalam event kali ini, sebelum sampai di hotel, kami sempat mengalami sedikit drama.

Macet, pemirsah!

Padahal, hanya tinggal berjarak kira-kira 3km saja lho dari tkp, hotel Platinum. Ini sekaligus pelajaran buat aku, kudu memasukkan macet sebagai variabel [variabel] dalam memperhitungkan jam berangkat agar bisa tepat waktu.

Kebetulan jalur yang kami lalui memang melewati pasar dan pas jam pulang karyawan, Jadi, bisa dikatakan kombinasi yang sempurna, indeed.

Baidewei, subway,

Ini adalah pengalaman pertama aku mengalami macet yang haqiqi di Balikpapan, bahahaha.

Menurut hubby, lokasi hotel Platinum memang femes sebagai daerah yang rawan macet, namun sungguh aku tak mengira, akan menjadi bagian dari cerita itu.

Setelah berjibaku hampir kurang lebih 1 jam akhirnya kami tiba juga di grand ballroom 3 hotel Platinum. Untunglah, baru sedikit yang hadir. Sebelumnya, aku sudah risau banget, karena insiden macet tadi.

Mba Lana langsung menghampiri aku dan keluarga sekaligus mempersilahkan mencicipi hidangan. Mantul banget ini, karena "kampung tengah" memang sudah mulai "beraksi", hihihi.

Oh iya, Journalist Competition ini adalah event nasional Astra Motor namun untuk setiap regional diberi kebebasan untuk melaksanakan kompetisi sendiri.

Jadi, untuk wilayah Kalimantan Timur meliputi Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara, Paser, Tarakan Berau dan Nunukan.

Kompetisi ini sendiri diluncurkan saat Media Gathering di bulan Mei 2019 lalu dan hanya fokus untuk media jurnalis cetak online/offline dan jurnalis foto cetak/online.


journalist competition regional balikpapan 2019

"Untuk blogger tidak disupport pusat ibu, jadi untuk kategori blogger merupakan kebijakan Astra Motor Balikpapan" Lana Senja Indah, menambahkan

Semoga di 2020 Corporate Communication (CorCom) Astra Pusat mempertimbangkan dan memberikan apresiasi juga bagi aktivis content creator digital marketing seperti aku dan sahabat blogger lainnya. Aamiin.

"Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan jurnalis dan teman-teman semua, sudah meluangkan waktunya, malam-malam hadir di sini"

Teringat lagi pernyataan pembuka Darma Wijaya selaku Region Head Astra Honda Motor Balikpapan malam itu.

"Ajang ini adalah bentuk apresiasi dari Astra Motor Honda Balikpapan kepada jurnalis. Tetaplah semangat dan memberikan support melalui karya tulisan dan foto! Dan, semua adalah pemenang, hanya waktu yang membedakan" Darma Wijaya menambahkan lagi.

journalist competition regional balikpapan 2019

"Persaingan mengumpulkan point juga sangat sengit" Lana Senja Indah menambahkan.

journalist competition regional balikpapan 2019

Sebelum mengumumkan pemenang, Lana juga mengingatkan kembali  kriteria penilaian pemenang yang memang sudah diberitahukan ketika monthly gathering dan buka puasa bersama di bulan Mei lalu.

Saat itu jugalah journalist competition regional Balikpapan 2019 resmi dimulai!

journalist competition regional balikpapan 2019

Untuk menggenapkan sukacita acara malam itu Astra Honda Motor Balikpapan juga menghadirkan sepasang penari dan mengajak para nominasi jurnalis uji nyali menirukan gerakan penari. Seru!

Berikut susunan pemenang journalist competition regional Balikpapan 2019 Astra Honda Motor Balikpapan selengkapnya:

journalist competition regional balikpapan 2019

Dalam kesempatan lomba journalist competition regional Balikpapan tahun 2019 ini aku memasukkan 3 artikel yaitu ketika menghadiri keseruan Konferensi Pers Honda Genio dan Honda ADV 150, berbagi prestasi AHASS Raih Diamond Service Quality Award 2019 dan terakhir nongki cantik di event Honda Bikers Day 2019 Regional Kalimantan.

Ini dia beberapa momen kece yang terekam malam itu!



Dukungan Keluarga

Aku sepenuhnya percaya, pencapaian ini sepenuhnya berkat dukungan keluarga kecilku, terutama buat hubby, Muhammad Iqbal Pohan, yang selalu memberiku kepercayaan dan dukungan moral dan spiritual terhadap aktivitas blogger sang isteri, bahkan pernah sampai lintas propinsi. Terima kasih ya, hasian, haholongan.

Juga putriku, Nabila Yasmin Pohan, yang sering aku minta tolong membereskan sebagian urusan rumah tangga, pas aku ada event blogger. Highly appreciate, pumpkin!

journalist competition regional balikpapan 2019

Oh iya, menurut Region Head Astra Honda Motor Balikpapan, Darma Wijaya, kompetisi ini juga akan dilanjutkan di tahun 2020.

Jadi, sampai jumpa di Journalist Competition Regional Balikpapan 2020 ya!

Eits hampir lupa, apakah ada event yang sama di daerahmu?

Share yuk di kolom komentar...

Ketahui Urgensi Second Opinion dari Dokter Lain

Aku pernah menonton tayangan serial yang diinspirasi oleh kejadian sebenarnya di saluran National Geographic.

Tayangan tentang kesalahan penegakan diagnosis dan perbedaan penatalaksanaan pengobatan dokter yang satu berbeda dengan dokter lainnya.

Inilah kenapa pentingnya second opinion dari dokter lain itu!

urgensi second opinion

Kejadian overdiagnosis, overtreatment serta wrong diagnosis ini, bahkan terjadi di negara yang paling maju dalam dunia kedokteran, Amerika!

Namun, terus terang tidak pernah terbersit sekalipun dalam hatiku bahwa aku akan menjadi bagian dari kisah itu.

Begini ceritanya...

Adrenalinku langsung meningkat, ketika di suatu hari, di bulan Agustus 2019, aku merasa dada sebelah kanan sakit. Kalau sebelah kiri, biasanya jantung kan ya, tapi tetap sih harus diperiksa juga untuk menegakkan diagnosa.

Fine, mungkin aku kecapekan. Di skip dong yak. Tetap lanjut, kerja keras bagai kuda! Bahahaha.

Eh, beberapa hari kemudian, serangan itu datang lagi, kali ini dengan jarak yang agak berdekatan. Kalau sebelumnya seminggu sekali, eh sekarang malah berani dua hari sekali.

Hmmm... something is going wrong, batinku.

Please, jangan lagi harus opname seperti saat alami pengalaman bedah mulut infeksi akut, karena menganggap sepele masalah geraham dan akhirnya harus masuk ruang operasi untuk eksekusi bedah mulut gigi geraham.

Cukup sekalilah kalau mau 'jatuh', yekan, pemirsah. Kalau berkali-kali, namanya mah doyan, bahahaha.

Tapi harapanku tinggal harapan...

Beberapa hari kemudian, kini plus batuk berdahak lagi.

"Bunda, ke dokter saja, biar cepat sembuh. Ntar, bisa serumah lho ketularan"

Cogan di rumah, rupanya mulai khawatir akan kecipratan virus.

Baiqlah! Akhirnya kami ke faskes 1 dong ya. Diagnosa sementara, bisa ditebak lah, flu dan batuk!

Namun, setelah seluruh obat habis, batuk membahana dan sakit di dada masih betah juga, meski saran dokter sudah aku patuhi.

Tahukan ya, sarannya? Iya itu, standard lah bahahaha. Kurangi gorengan, perbanyak buah dan sayur, cukup istirahat, hindari stress, hindari cogan eh endebrai, endebrai.

Kali ini, aku yang geregetan, mengajak cogan ke klinik lagi, karena batuk ini sungguh menyiksaku, apalagi kalau pas ada event, suara batukku, duh, bikin tengsin, if you know what I mean.

Terkadang tubuhku sampai bergetar saat aku melawan keinginan batuk, karena serangannya itu seperti jailangkun* datang tidak djemput, pulang tidak diantar!

Dan, ketika obat sesi 2 habis, batukku juga belum sembuh!

Ini belum pernah terjadi dalam rimba persilatan eh perjalanan hidupku, sebelumnya. Tak pernah aku mengunjungi dokter selama 2 kali dan belum kunjung sembuh-sembuh flu dan batuknya. Never!

Again, I am suspicious dong yak!

Di kunjungan ke 3, rupanya dokter klinik faskes 1 juga sepakat, aku lalu dirujuk ke dokter spesialis paru (Sp.P) di salah satu rumah sakit di Balikpapan.

Ekspektasi versus Realita
Sebelumnya aku sudah pernah berobat ke rumah sakit ini. Jadi, sudah dapat gambaran bagaimana administrasi yang akan dijalani.

Dalam kesempatan pertama ini aku menuruti masukan petugas registrasi, karena saat itu, aku sebut saja Dr. Y Sp.P (Spesialis Paru) yang bisa langsung menangani, sementara Dr X  Sp.P praktek jam 4 sore hari. So, I got no choice but to accept.

Entah kenapa batinku itu condong ke dokter kedua, karena menurut petugas resgistrasi, Dr Y, sudah sepuh banget keadaannya.

Hari itu aku datang cepat, sekitar jam 8 sudah tiba dan langsung lapor di registrasi. Pengen banget langsung ditangani, karena itu tadi, batuk ini menyiksaku!

Pagi itu, ruangan registrasi memang sedang lengang. Atau mungkin karena masih pagi ya, hmmm. Benarlah, aku langsung dilayani dan langsung mendapatkan nomor antri.

Ruangan dokter Y berada di gedung sebelah. Dekat kog, tak sampai 5 menit aku sudah tiba. Ternyata ada banyak ruangan dokter praktek di sini, dan untuk spesialis paru lokasinya paling ujung, dekat jalan ke luar.

Dalam hati aku agak kaget sih, "Kog ruang tunggu dokter Y belum ada pasien ya...?"

Sementara ruangan tunggu dokter di sebelahnya, kebetulan dokter kandungan. Duh, bejibun.

Sesaat aku ingat pengalaman yang sama, saat konsultasi ke dokter kandungan. Antri bahkan sampai tengah malam sudah menjadi bagian dari gaya hidup, bahahaha.

Aku melirik ruangan suster. Tak ada orang di sana. Aku segera beranjak ke ruangan sebelah dan bertanya pada suster.

"Mba, suster spesialis paru di mana ya?

"Oh, mungkin lagi ke ruangan lain, bu. Tunggu saja, sebentar beliau kembali. Soalnya tadi saya lihat sudah hadir"

"Baiklah, mba. Terima kasih ya"

Tak berapa lama seorang lelaki sepuh mengenakan tongkat masuk ke ruangan suster.

Aku langsung mengikutinya.

"Mba mau berobat?" Tanya beliau

"Iya, Pak"

Aku lalu menyodorkan berkas dari bagian registrasi.

"Mba, harus kembali ke bagian registrasi lagi dan melengkapi berkas ya, biar bisa dilayani"

"Haaa, lha saya ini baru dari registrasi Pak dan diarahkan ke sini"

"Oh, tidak bisa mba, nanti saya tidak dibayar BPJS, kalau cuma begini saja"

"Haa, begitu ya, Pak" Ini kog sampai bawa-bawa pembayaran BPJS segala, batinku. Hmmm, totally weird!

"Iya, mba"

Usai berkata begitu bapak sepuh dengan tongkat itu pun masuk ke dalam ruangan dokter meninggalkan aku yang termangu-mangu, takjub, bahahaha.

"Duh, jangan-jangan, itu tadi dokter Y, pikirku"

Untunglah aku tak perlu lama larut dalam kebingungan. Seorang suster senior masuk dan aku langsung menghampiri.

"Mba, saya tidak mengerti nih, kog saya diminta kembali ke registrasi lagi ya"

"Siapa yang bilang bu?

"Tadi ada bapak tua dengan tongkat yang sekarang ada di dalam ruangan sana"

"Oh itu dokter Y!"

Nah, benar kan dugaanku!

"Mohon maaf ya bu, beliau memang belum mengerti dengan administrasi. Coba sini berikan berkas ibu"

Aku lalu menyerahkan berkas. Suster lalu memeriksa sembari membolak-balik dan memberikan catatan.

"Ibu ikut saya ya, kita sama-sama masuk ke dalam"

Suster itu pun berdiri dan aku segera mengikuti.

"Pagi dokter. Ini ada pasien baru, ibu Rosanna Simanjuntak"

Kali ini dokter Y tidak berkata apa-apa lagi. Aku langsung duduk dihadapan beliau dan curhat panjang kali lebar, buahahaha.

Sambil mendengarkan curhatku, dokter Y hanya diam, mendengarkan, lalu menulis di rekam medisku.

Kemudian, aku diminta melakukan rontgen di ruang sebelah.

Di ruang ganti pakaian, aku diwajibkan membuka atasan dan jeroan, meski braku tanpa kawat, bahahaha, menggantinya dengan atasan standard ruangan rontgen

Juga diminta membuka jilbab, karena ada payetnya. Sebagai gantinya aku memakai jilbab standard rontgen yang juga sudah tersedia.

Proses rontgen hanya sebentar, sekitar 5 menit.

Dengan berbekal catatan kecil aku kembali ke ruangan suster.

"Hari ini, ibu bisa pulang karena pembacaan hasil rontgen akan dilakukan besok hari"

"Waduh, jadi saya harus kembali lagi ya?"

"Iya, bu. Untuk peserta BPJS memang kudu harus kembali, karena biasanya hasil rontgen didapatkan sore hari, sementara sore hari dokternya sudah lain lagi, dokter X"

"Tak bisakah aku dapat obat, mba. Batukku ini sungguh sangat mengganggu" Pintaku ke suster.

"Maaf bu, belum bisa, karena pemberian obat biasanya berdasarkan hasil rontgen. Dan kalau bisa besok ibu cepat hadir ya"

Jadilah hari itu aku pulang ke rumah tanpa obat dan dengan batuk yang masih membahana. Padahal aku ingin banget cepat sembuh karena dalam beberapa hari ke depan akan ada perhelatan perdana ASUS Vivobook Ultra A412 di Balikpapan. Sungguh aku ingin sekali menjadi bagian keseruan event hits ini!

Pembacaan Hasil Rontgen oleh Dokter Y Sp.P 
Pagi ini, pas mau berangkat ke dokter, aku intip ember cucian sudah menggunung, dan aku putuskan untuk menghempaskannya, hahaha.

Walhasil aku jadi agak telat ke rumah sakit, tak bisa memenuhi saran ibu suster.

"Pagi, mba. Ini saya yang kemarin, Rosanna Simanjuntak"

"Oh, sayang sekali bu, dokter Y baru saja pergi. Kemarin kan saya ingatkan untuk datang lebih pagi"

Duh, rasanya aku mau menangis bombay, "tiang, mana tiang?" Tapi yang keluar suara batukku yang membahana di ruangan suster itu.

"Jadi, gimana sebaiknya, suster?" Suaraku memelas, menyadari kesalahan sendiri

"Sebentar saya lihat ke dalam ruangan dokter ya, biasanya kalau teh dan kue dokter masih ada, beliau biasanya akan kembali lagi"

Usai berkata, suster langsung beranjak ke ruangan dokter dan kembali dengan binar mata ceria.

"Ibu lagi beruntung nih, dokter sepertinya akan kembali, silahkan ditunggu ya bu"

Benarlah, hampir satu jam setengah aku menunggu, dokter Y pun tiba.

"Ini hasil rontgennya bagus" Kata dokter sambil memperlihatkan foto rontgen.

"Maksud dokter, saya, saya tidak apa-apa?" Tanyaku separuh tidak yakin. Again, another weird!

Beliau hanya diam saja sambil menulis-nulis resep. Aku memutuskan ikut diam juga, meski kepo sudah naik ke ubun-ubun. Ntar dikira pasien bawel lagi.

Padahal menurut artikel yang pernah aku baca, pasien punya hak lho mengetahui penyakit, memahami rencana terapi yang akan diberikan, memilih alternatif terapi yang ada, menanyakan terapi nonfarmakologis (non obat-obatan yang bisa dilakukan sehari-hari) serta memahami peluang kesembuhan.

Kembali ke laptop!

Aku lalu diberikan obat dan alhamdullillah, semua tersedia di rumah sakit.

Selama 3 hari aku meminum obat dari beliau, tidak ada tanda-tanda kesembuhan!

Ada apa ini?

Pentingnya Second Opinion dari Dokter Lain
Seperti biasa kalau aku mengalami keluhan pasti akan mencari sumber literasi di internet. Dan merujuk ke surat hasil pengantar rontgen yang aku baca, diagnosa sementara Bronchopneumonia Dextra. Untung bukan berondong, ya, hihihi.

Dengan berbekal sedikit pencerahan dari internet, jadi, aku ikhtiar lagi, cari second opinion dari dokter lain, pemirsah!

Namun masih ke rumah sakit yang sama, karena memang lokasinya yang strategis di tengah kota, mudah dijangkau alat transportasi publik, jaga-jaga kalau cogan tidak bisa mengantar.

Kali ini mengikuti kata hati, memilih dokter X.

Iya, pemirsah, main hati! Hihihi.

Meski di dalam hati aku masih bingung, kenapa terapi obat dokter Y belum menunjukkan tanda-tanda kesembuhan yaaa... Hmmm.

Apakah dokter juga seperti jodoh? Cocok-cocokkan, giccu?

Aku lalu konsultasi dengan bagian registrasi dan mengutarakan ingin mengganti dokter spesialis paru!

Dari petugas aku mendapat keterangan jika sudah memutuskan untuk mengganti dokter maka untuk kunjungan selanjutnya dengan surat rujukan yang sama, tidak boleh mengganti dokter lagi. Jadi, hanya ada 1 kesempatan. Duh, kayak babak final kuis saja ya.

Kebetulan hari itu giliran dokter Sp.P X yang praktek, jadi klop deh!

Meski sama-sama dokter Sp.P kedua dokter ini memang punya kesan yang berbeda. Dokter X sedikit lebih humanis dan informatif serta ganteng, eh gimana, hihihi.

Usai curhat tentang batuk dan sakit di dada yang tak kunjung sembuh meski sudah hampir satu bulan, dokter X langsung meminta daftar obat yang telah aku konsumsi.

Jadi, kalau mau second opinion ke dokter lain, pastikan bawa daftar obat, hasil lab (jika ada) serta keterangan lain yang bisa membantu.

"Lho, kog ada tetrasiklin, inikan sudah dilarang " Kata beliau agak kencang ketika melihat daftar obat yang aku sodorkan.

Tentu saja aku kaget sekali, karena obat antibiotik tetrasiklin itu sudah aku habiskan semua.

"Waduh, dok, itu obatnya sudah aku habiskan semua" Aku menjawab tak kalah kencang.

"Iya, saya juga heran, tetrasiklin ini antibiotik yang sudah lama dilarang. Ini saya ganti semua ya obatnya. Namun nanti agak lama nunggunya, karena ini harus diracik, terdiri dari berbagai obat"

"Iya dokter, tidak apa-apa. Yang penting saya sembuh dok!"

"Saya jamin minum obat ini sampai selesai, pasti sembuh!"

Suara dokter sangat meyakinkan. Mendengarnya saja aku juga ikut tersedot aura haqqulyaqin yakin beliau. Sungguh!

Alhamdullilah, baru satu hari (dari dosis 5 hari) aku konsumsi obat beliau, kondisi aku berangsur  lebih baik dan akhirnya bisa beraktivitas kembali dengan normal sehingga bisa menghadiri event perdana brand laptop yang dengannya aku bersinergi mengukir prestasi bersama X201e ASUS

Penegakan diagnosis dan penatalaksanaan obat ini mungkin tidak menjadi masalah serius bila tidak menimbulkan konsekuensi yang berbahaya dan merugikan penderita.

Tetapi lain cerita jika menyangkut kerugian biaya yang besar dan ancaman nyawa, maka harus menjadi perhatian!

Itulah kenapa penting banget second opinion dengan dokter lain tentang permasalahan kesehatan tertentu yang belum pernah terselesaikan!

Baidewei, subway, pernahkah kamu mengalami hal serupa?

Share di kolom komentar, skuy!

Hari Blogger Nasional 2019 Bersama Platinum Hotel Rooftop Balikpapan

Hari Blogger Nasional 2019 Bersama Platinum Hotel Rooftop Balikpapan. "Mba, blogger itu apa sih?"

Pernahkah kamu ditodong eh ditanya seperti itu?

Aku pernah! ... dan sering, hihihi.

Tersinggung, marah dan merasa hampa?

Tentu tidak!

Karena eh karena banyak juga kog yang paham dan mengerti apa itu blogger. Jadi ya, santuy aja! Anggap saja lagi sedang tidak beruntung.

Baca juga : Warna-Warni Keseruan Blogger Goes To School dan Begini Kiat Mengatasi Rasa Gugup di Segala Situasi

Tahukah kamu?

Bahwa ada banyak keuntungan menjadi blogger.

Yang pasti jadi bisa menulis, mau tak mau harus rajin membaca, punya koneksi yang luas, punya fans eh, berjiwa peneliti dan bisa kaya, kaya materi dan yang penting kudu kaya hati. No julid, agree?

Mari mengaminkan, aamiin...

Nah, dalam kesempatan kali ini aku mau fokus ke punya koneksi yang luas!

Thanks to blogger, alhamdullillah, aku jadi punya koneksi yang lumayan luas, di antaranya punya kesempatan bergabung dengan komunitas Blogger Balikpapan alias BBlogger (baca:biblogger)

Mas Bambang Herlandi, selaku ketua, juga punya koneksi dengan beberapa kepala suku eh, ketua komunitas lain maksudnya, di antaranya Bapak Professor Istia Budi, kepala Dilo (Digital Lounge) Balikpapan, co-working space yang didanai  oleh CSR Telkom yang bekerjasama dengan MIKTI (Masyarakat Industri Kreatif  Teknologi Inovasi dan Komunikasi Indonesia)

Walhasil, aku jadi kenal juga deh dengan beliau.

Begitu juga dengan komunitas-komunitas lain di Balikpapan. Seperti punya efek domino, giccu!

"Pak Prof" begitu aku memanggil beliau, sudah sering banget dalam setiap kesempatan, melontarkan ide agar komunitas BBlogger harus memiliki agenda rutin sekaligus regenerasi blogger di Balikpapan.

... dan hari ini, 27 Oktober 2019, ide itu mencapai klimaks!

Mas Bambang pun menuntaskan dahaga Bapak Istia (dan kami juga, para blogger Balikpapan) dengan memperingati Hari Blogger Nasional 2019 yang ke 12, di calon destinasi kekinian Balikpapan, rooftop Platinum Hotel and Convention Hall.


Dari Mas Bambang aku juga mendapat bocoran, dimana Bapak Istia menyarankan dalam hajatan ini, agar lebih greget, sebaiknya mengundang ibu Hj. Arita Rizal Effendi, istri walikota Balikpapan. Beliau juga ketua Dekranasda Balikpapan, karena blogger termasuk dalam ranah Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) dimana ibu Arita juga sebagai ketua Forum Ekonomi Kreatif.

Termasuk juga mengundang Bapak Sutadi S. Sos, MM Kepala Diskominfo Balikpapan, dan Bapak Deni Arianto General Manager PT. Telkom Indonesia Witel (Wilayah Telekomunikasi) Balikpapan.

Terus terang terang terus aku bersyukur, dalam kesempatan Hari Blogger Nasional 2019 ini, ada wakil-wakil dari pemerintah yang meluangkan waktu berbagi dengan kami, blogger Balikpapan.



Usai registrasi dan sholat Ashar, acara pun bermula dengan hotel tour, yay!

Kami dibagi dalam 2 kelompok, pria dan wanita!

Mba Vinka Aprilita Pasimanyeku, Public Relation Platinum Balikpapan mendampingi kami saat sesi hotel tour ini.

Hotel Tour

Hotel tour dimulai dari Platinum Suite 1129, karena sebelumnya kami sudah icip-icip dulu kamar Platinum Suite lainnya, 1128, dimana kami melakukan registrasi, sholat Ashar dan pembukaan acara.

Yup, hotel ini punya 2 Platinum Suite yang biasanya untuk VVIP, seperti kepala negara, dengan harga Rp. 7.000.000 per malam, pemirsah!

Namun saat Bapak Jokowi ke Balikpapan, beliau yang humble justru ingin berada satu lantai dengan rombongannya, memilih Junior Suite.

Selanjutnya kami melanjutkan tour ke Junior Suite, Executive Suite, Deluxe dan Bisnis.

Selama hotel tour aku perhatikan ciri setiap kamar punya fruit bucket. Ternyata eh ternyata itu as per request. Mungkin karena akan ada hotel tour kali ya, muahahaha.



Fasilitas terakhir yang kami kunjungi adalah Kalimaya Spa & Wellness serta restoran.

Usai hotel tour, kami pun menuju rooftop di lantai 11, yay!

Rooftop Hotel Platinum

Pemandangan luar biasa langsung melelehkan dada. Saat itu bayu bertiup sendu. Helai-helai daun menari mengiringi nyanyian senja. Sungguh, memesona!

Benarlah kata pepatah:

"Sunsets are proof that no matter what happens, every day can end beautifully
~Kristin Butler~

Para sahabat pun langsung bereaksi. Ada yang langsung menarik kursi dan termangu. Sementara yang lain mencari sudut cantik melebur bersama senja lewat pose-pose cantik luar biasa!

Sedangkan aku, usai menyesap pesona, menyimpannya di benak dan dada, langsung meraih gadget dan berbagi pada dunia.

Senja semakin temaram, dan aku melihat kode dari Mas Bambang utuk memulai acara.

Yup, kali ini aku ditunjuk menjadi pembawa acara!

Meski sudah lama tidak melakoninya, namun pengalaman saat kuliah, alhamdullillah bisa membantu menenangkan gejolak di dada.

Sungguh aku berterima kasih kepada pilihan karirku ini, blogger, karena sejujurnya aku tidak yakin apakah akan punya akses ke kamar-kamar istimewa seperti Platinum Suite jika aku tidak jadi seorang blogger.

Ucapan terimakasih juga diucapkan Mba Rere, Asisten Director of Sales Platinum Balikpapan saat membuka acara, karena hotel Platinum telah menjadi bagian dari aktivitas Hari Blogger.

"Blogger Balikpapan harus menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri!"

Teringat lagi sambutan ibu Arita. Pas di bagian ini, aku setuju sekali!

Beberapa tahun lagi saat Kalimantan Timur menjadi IKN, IbukotaNegara, pastilah akan banyak "semut-semut" menyerbu "gula-gula".

Sudah selayaknya kami dan penduduk Balikpapan yang akan menjadi tetangga ibukota memantaskan diri, menjadi tuan rumah! Jangan kelak hanya jadi penonton.

"Tolong yah, saya minta terutama Blogger Balikpapan agar memantaskan diri, menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri"

Pernyataan ini berkali-kali dilontarkan beliau.

Sederhana namun dalam maknanya.

Sebenarnya, akutu sudah lama kepo banget sama rooftop Platinum ini!

... karena sering banget kepo-in akun instagramnya @rooftop.terrace

Dulu, mba Anggi, PR Platinum sebelumnya pernah berjanji akan mengundang blogger saat peresmiannya. Namun entah mengapa tak ada kabar beritanya, bahahaha.

Aku sih ingat, cuma malu, mau tanya-tanya. Ketahuan kalau ngebet banget. Padahal sih, memang... iya! Hahaha.

Kesan pertama aku, nuansa di rooftop Platinum ini, asri dan bikin betah. Viewnya hampir 360 derajat. Iya, kita hampir bisa menatap ke semua sisi, tanpa halangan yang berarti.



Rasanya pingin kembali mengulang momen di sini bersama kesayangan, sambil menikmati view ditemani pilihan berbagai menu minuman dan makanan.

Nah, itu dia beberapa momen aku saat memperingati Hari Blogger Nasional 2019 bersama Platinum Hotel Rooftop Balikpapan, kalau kamu?

Eits, hampir lupa, yang mau menambahkan keuntungan/kelebihan jadi blogger, monggo, di kolom komentar ya.