Hari Blogger Nasional 2019 Bersama Platinum Hotel Rooftop Balikpapan

Hari Blogger Nasional 2019 Bersama Platinum Hotel Rooftop Balikpapan. "Mba, blogger itu apa sih?"

Pernahkah kamu ditodong eh ditanya seperti itu?

Aku pernah! ... dan sering, hihihi.

Tersinggung, marah dan merasa hampa?

Tentu tidak!

Karena eh karena banyak juga kog yang paham dan mengerti apa itu blogger. Jadi ya, santuy aja! Anggap saja lagi sedang tidak beruntung.

Baca juga : Warna-Warni Keseruan Blogger Goes To School dan Begini Kiat Mengatasi Rasa Gugup di Segala Situasi

Tahukah kamu?

Bahwa ada banyak keuntungan menjadi blogger.

Yang pasti jadi bisa menulis, mau tak mau harus rajin membaca, punya koneksi yang luas, punya fans eh, berjiwa peneliti dan bisa kaya, kaya materi dan yang penting kudu kaya hati. No julid, agree?

Mari mengaminkan, aamiin...

Nah, dalam kesempatan kali ini aku mau fokus ke punya koneksi yang luas!

Thanks to blogger, alhamdullillah, aku jadi punya koneksi yang lumayan luas, di antaranya punya kesempatan bergabung dengan komunitas Blogger Balikpapan alias BBlogger (baca:biblogger)

Mas Bambang Herlandi, selaku ketua, juga punya koneksi dengan beberapa kepala suku eh, ketua komunitas lain maksudnya, di antaranya Bapak Professor Istia Budi, kepala Dilo (Digital Lounge) Balikpapan, co-working space yang didanai  oleh CSR Telkom yang bekerjasama dengan MIKTI (Masyarakat Industri Kreatif  Teknologi Inovasi dan Komunikasi Indonesia)

Walhasil, aku jadi kenal juga deh dengan beliau.

Begitu juga dengan komunitas-komunitas lain di Balikpapan. Seperti punya efek domino, giccu!

"Pak Prof" begitu aku memanggil beliau, sudah sering banget dalam setiap kesempatan, melontarkan ide agar komunitas BBlogger harus memiliki agenda rutin sekaligus regenerasi blogger di Balikpapan.

... dan hari ini, 27 Oktober 2019, ide itu mencapai klimaks!

Mas Bambang pun menuntaskan dahaga Bapak Istia (dan kami juga, para blogger Balikpapan) dengan memperingati Hari Blogger Nasional 2019 yang ke 12, di calon destinasi kekinian Balikpapan, rooftop Platinum Hotel and Convention Hall.


Dari Mas Bambang aku juga mendapat bocoran, dimana Bapak Istia menyarankan dalam hajatan ini, agar lebih greget, sebaiknya mengundang ibu Hj. Arita Rizal Effendi, istri walikota Balikpapan. Beliau juga ketua Dekranasda Balikpapan, karena blogger termasuk dalam ranah Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) dimana ibu Arita juga sebagai ketua Forum Ekonomi Kreatif.

Termasuk juga mengundang Bapak Sutadi S. Sos, MM Kepala Diskominfo Balikpapan, dan Bapak Deni Arianto General Manager PT. Telkom Indonesia Witel (Wilayah Telekomunikasi) Balikpapan.

Terus terang terang terus aku bersyukur, dalam kesempatan Hari Blogger Nasional 2019 ini, ada wakil-wakil dari pemerintah yang meluangkan waktu berbagi dengan kami, blogger Balikpapan.



Usai registrasi dan sholat Ashar, acara pun bermula dengan hotel tour, yay!

Kami dibagi dalam 2 kelompok, pria dan wanita!

Mba Vinka Aprilita Pasimanyeku, Public Relation Platinum Balikpapan mendampingi kami saat sesi hotel tour ini.

Hotel Tour

Hotel tour dimulai dari Platinum Suite 1129, karena sebelumnya kami sudah icip-icip dulu kamar Platinum Suite lainnya, 1128, dimana kami melakukan registrasi, sholat Ashar dan pembukaan acara.

Yup, hotel ini punya 2 Platinum Suite yang biasanya untuk VVIP, seperti kepala negara, dengan harga Rp. 7.000.000 per malam, pemirsah!

Namun saat Bapak Jokowi ke Balikpapan, beliau yang humble justru ingin berada satu lantai dengan rombongannya, memilih Junior Suite.

Selanjutnya kami melanjutkan tour ke Junior Suite, Executive Suite, Deluxe dan Bisnis.

Selama hotel tour aku perhatikan ciri setiap kamar punya fruit bucket. Ternyata eh ternyata itu as per request. Mungkin karena akan ada hotel tour kali ya, muahahaha.



Fasilitas terakhir yang kami kunjungi adalah Kalimaya Spa & Wellness serta restoran.

Usai hotel tour, kami pun menuju rooftop di lantai 11, yay!

Rooftop Hotel Platinum

Pemandangan luar biasa langsung melelehkan dada. Saat itu bayu bertiup sendu. Helai-helai daun menari mengiringi nyanyian senja. Sungguh, memesona!

Benarlah kata pepatah:

"Sunsets are proof that no matter what happens, every day can end beautifully
~Kristin Butler~

Para sahabat pun langsung bereaksi. Ada yang langsung menarik kursi dan termangu. Sementara yang lain mencari sudut cantik melebur bersama senja lewat pose-pose cantik luar biasa!

Sedangkan aku, usai menyesap pesona, menyimpannya di benak dan dada, langsung meraih gadget dan berbagi pada dunia.

Senja semakin temaram, dan aku melihat kode dari Mas Bambang utuk memulai acara.

Yup, kali ini aku ditunjuk menjadi pembawa acara!

Meski sudah lama tidak melakoninya, namun pengalaman saat kuliah, alhamdullillah bisa membantu menenangkan gejolak di dada.

Sungguh aku berterima kasih kepada pilihan karirku ini, blogger, karena sejujurnya aku tidak yakin apakah akan punya akses ke kamar-kamar istimewa seperti Platinum Suite jika aku tidak jadi seorang blogger.

Ucapan terimakasih juga diucapkan Mba Rere, Asisten Director of Sales Platinum Balikpapan saat membuka acara, karena hotel Platinum telah menjadi bagian dari aktivitas Hari Blogger.

"Blogger Balikpapan harus menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri!"

Teringat lagi sambutan ibu Arita. Pas di bagian ini, aku setuju sekali!

Beberapa tahun lagi saat Kalimantan Timur menjadi IKN, IbukotaNegara, pastilah akan banyak "semut-semut" menyerbu "gula-gula".

Sudah selayaknya kami dan penduduk Balikpapan yang akan menjadi tetangga ibukota memantaskan diri, menjadi tuan rumah! Jangan kelak hanya jadi penonton.

"Tolong yah, saya minta terutama Blogger Balikpapan agar memantaskan diri, menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri"

Pernyataan ini berkali-kali dilontarkan beliau.

Sederhana namun dalam maknanya.

Sebenarnya, akutu sudah lama kepo banget sama rooftop Platinum ini!

... karena sering banget kepo-in akun instagramnya @rooftop.terrace

Dulu, mba Anggi, PR Platinum sebelumnya pernah berjanji akan mengundang blogger saat peresmiannya. Namun entah mengapa tak ada kabar beritanya, bahahaha.

Aku sih ingat, cuma malu, mau tanya-tanya. Ketahuan kalau ngebet banget. Padahal sih, memang... iya! Hahaha.

Kesan pertama aku, nuansa di rooftop Platinum ini, asri dan bikin betah. Viewnya hampir 360 derajat. Iya, kita hampir bisa menatap ke semua sisi, tanpa halangan yang berarti.



Rasanya pingin kembali mengulang momen di sini bersama kesayangan, sambil menikmati view ditemani pilihan berbagai menu minuman dan makanan.

Nah, itu dia beberapa momen aku saat memperingati Hari Blogger Nasional 2019 bersama Platinum Hotel Rooftop Balikpapan, kalau kamu?

Eits, hampir lupa, yang mau menambahkan keuntungan/kelebihan jadi blogger, monggo, di kolom komentar ya.





Honda Bikers Day 2019 Regional Kalimantan

Sebuah undangan dari WAG Media Honda Balikpapan via mba Lana Senja Indah masuk!

Acaranya santuy banget, nongki cantik, sore-sore di Honda Bikers Day 2019 Regional Kalimantan, 12 Oktober 2019 di lapangan Merdeka, Balikpapan.
Honda Bikers Day 2019 Regional Kalimantan

Kusuka ini, hihihi.

... dan di bagian bawah ada kepsyen yang lebih menggoda, "Ada doorprize helm Genio dan apparel Honda!"

Lagi-lagi, itulah kenapa rasanya rugi banget jika berhalangan hadir meski keseruan konferensi pers Honda Genio dan ADV150 September lalu juga masih hangat terasa.

Seperti biasa, setelah ada pesan begini, semua pada keluar dari sarang, membully si mba high quality jomblo.


Tapi, eits, jangan salah ne!

Doi bukan jomblo sembarang jomblo. Jomblo yang ini aliran garis keras! Yang membully balik dibully, keroyokan lagi, hihihi. Yup, kini giliran si pembully yang masuk sarang lagi.

Hmmm... belum tahu dia!

Honda Bikers Day 2019 Regional Kalimantan

Perhelatan ini adalah pemanasan sebelum puncak Honda Bikers Day 2019 Nasional ke-11 di Ambarawa Jawa Tengah, 30 November 2019 nanti.

Honda Bikers Day 2019 Regional Kalimantan diklaim dihadiri sekitar 2500 bikers Kalimantan.

Honda Bikers Day 2019 Regional Kalimantan

Sebelumnya, 5 Oktober 2019, Honda Bikers Day 2019 Regional Sumatera juga sudah dilaksanakan di Lapangan Bandar Purna MTQ Pekanbaru, dan setelah di Balikpapan, Regional Sulawesi di Lapangan Kodim 1414 Rantepao, Toraja, 2 November 2019.

Saat berjalan kaki menuju Lapangan Merdeka sore itu, dari jauh aku sudah merasakan euforia event ini. Warna merah khas Honda menggenapkan suka cita!

Pride of Nation dipilih menjadi tema Honda Bikers Day 2019 Regional Kalimantan.

"Mengajak seluruh bikers menjadi inspirasi, 
menyatukan perbedaan dalam semangat persaudaraan!"

Sebenarnya, acara sudah dimulai sejak pagi dan dibuka Bapak Walikota Balikpapan H. M. Rizal Effendi dan acara puncak di malam hari dihadiri Wawali Bapak Rahmad Mas'ud.

Jadi, bisa dibilang cukup bergengsi ya event Honda Bikers Day 2019 Regional Kalimantan ini.

Saat menikmati berbagai gerai promo seperti penjualan sepeda motor Honda, penjualan suku cadang asli Honda, aksesoris dan apparel, oli, ban dan lain- lain di lokasi, tiba-tiba suara gemuruh perlahan-lahan mengusik telinga.

Ternyata rombongan bikers yang baru menyelesaikan konvoi skalput (satu kali putaran) dalam kota Balikpapan memasuki arena Honda Bikers Day 2019 Regional Kalimantan.

Semakin lama semakin riuh! Akhirnya mencapai puncak, berhenti di dekat gerbang totem!

Suara alunan musik tradisonal Dayak perlahan berdenting, dan barisan penari cantik gemulai melenggang, mengeksekusi Tari Enggang dengan outfit etnik, sanggup membuat semua mata berpaling.

Aku saja merinding eui, menikmati gemulai penari. Kontras banget dengan outfit bikers yang sangar, hahaha.

Salut banget sama tim kreatif Honda Bikers Day 2019 Regional Kalimantan, selain memupuk rasa persaudaraan juga bersinergi dengan budaya dan kesenian lokal yang menawan.

... dan berlanjut dengan penampilan tarian kolosal yang menghadirkan 5 tarian, yaitu tari mandau, tari paris barantai, tari gantar, tari cik-cik periuk dan tari perang, diiringi alat musik petik tradisonal khas Kalimantan, SAPE!


Dalam ajang Honda Bikers Day 2019 Regional Kalimantan kali ini aku juga melihat mobil Palang Merah Indonesia di salah satu sudut arena.

Honda Bikers Day 2019 Regional Kalimantan

Yup, ada aktivitas charity event #Berkah "Berbagi Rasa Komunitas Astra Honda" donor darah.

Saat menuliskan liputan ini, aku cek ke feed instagram @welovehonda.kaltim ternyata ada juga aktivitas #Berkah yang lain yaitu kunjungan ke Panti Asuhan.

Baidewei, subway, meski ini acara para bikers, masyarakat umum juga boleh berbagi keseruan lho. Booth foto 360 dan beberapa booth foto lainnya segera menjadi idola.

Ada juga grand prize berhadiah sepeda motor Honda Genio, pakai syarat dan ketentuan!

Honda Bikers Day 2019 Regional Kalimantan

"Para bikers yang hadir dalam event ini umumnya berasal dari seluruh anggota komunitas Honda yang ada di Kalimantan." Mereka touring lho, jelas Muhammad Abbas, Manager Customer Care Astra Motor Balikpapan"

"Termasuk dari Pontianak, Mas? Tanyaku, kepo beraaat.

"Iya, mba. Tapi mereka difasilitasi distributor kog. Ada posko-posko rehat yang sudah ditentukan. Jadi, para bikers, tetap dipantau" Jelas Muhammad Abbas lagi.

Honda Bikers Day 2019 Regional Kalimantan

Menurut mba sakti mandraguna, Google, jarak Pontianak ke Balikpapan road trip itu 1.615km atau sekitar 32 jam. Bisa dibayangkan dong boyok bisa bonyok, muahahaha.

Aku langsung teringat aktivitas warna-warni perjalanan lintas timur Sumatera beberapa waktu lalu. Meski lelah namun kebahagiaan dan keseruan lebih dominan, pemirsah!

Aku percaya, para bikers Honda ini pasti punya gelora yang sama. Atau mungkin malah lebih bergelora.

Puncak acara Honda Bikers Day 2019 Regional Kalimantan

Dalam acara kali ini, Darma Wijaya, Region Head Astra Motor Balikpapan berhalangan hadir, dan beliau diwakili oleh Yehezkiel Felix, Manager Marketing Astra Motor Balikpapan yang bersama-sama dengan Thomas Wijaya, General Manager Marketing PT Astra Honda Motor memimpin upacara pembukaan Honda Bikers Day 2019 Regional Kalimantan.

Selanjutnya Ardiansyah, Ketua Paguyuban Honda Balikpapan bersama  dengan 11 representatif Honda Bikers Kalimantan membacakan ikrar di atas panggung di depan para pengunjung.

... dan Orkes 0542 menjadi band pembuka panggung Honda Bikers Day 2019 Regional Kalimantan. Musik semi dangdut Melayu berhasil membuat penonton bergoyang.

Honda Bikers Day 2019 Regional Kalimantan
photo by @cahyowidananto
Pemenang Doorprize Honda Genio

Usai bergoyang bersama Orkes 0542, acara yang paling dinanti akhirnya tiba!

Pengumuman pemenang grand prize Honda Genio 110 edisi spesial dengan hiasan corak etnik Kalimantan.

... dan pemenangnya adalah Pardi Yuwono, satu dari 11 perwakilan Honda Bikers yang membaca ikrar.
Honda Bikers Day 2019 Regional Kalimantan
photo by https://astramotor-md.co.id/
Kemeriahan acara berlanjut dengan suguhan band asal Yogjakarta, Shaggydog.

Terus terang aku belum terlalu familiar dengan grup ini namun aku akui hentakan musik yang merupakan gabungan ska, reggae, jazz, swing dan rock mampu menghipnotis penonton.
Honda Bikers Day 2019 Regional Kalimantan
photo by @cahyowidananto
Fix, Shaggydog, bagai spasi, sanggup membuat penonton berhenti sejenak dari rutinitas, mengeliminasi masalah ekonomi maupun resesi! Saat ini, yang penting goyang dulu!

Sampai jumpa di Honda Bikers Day 2019 Nasional di Ambarawa, Jawa Tengah!

Ketahui Cara Membedakan Madu Asli dan Madu Palsu

"Mba, tahukah cara membedakan madu asli dan madu palsu?"

Suatu hari, seorang teman yang sedang berkunjung ke rumah bertanya padaku. Kebetulan doi memang sedang prospek-in aku tentang produknya.

Membedakan Madu Asli dan Madu Palsu Caranya

"Tahu dong! Yang tidak bersemut kalau dibiarkan di ruang terbuka, alias semut ogah mampir"

Jawabku dengan semangat 45! Pokoknya, yakin banget benar, giccu!"

Ada lagi, mba? Potong doi cepat!

Hmmm, apalagi ya?

- Madu asli tidak beku jika ditaruh di freezer
- Madu asli akan terbakar di batang korek api
- Madu asli akan mengeluarkan gas dan berbusa.

"Semua itu mitos, mba!"  Tukas si mba sambil menatap lekat-lekat kepadaku. Fokus banget doi, hihihi.

Begini cara mengetahui madu asli, tandas doi lagi.

Si mba temanku itu, lalu pinjam piring warna putih tulang. Sayang, aku tidak punya. Mangkuk putih juga boleh kog, kata doi lagi.

Nah, kalau ini, aku punya!

... dan air layak minum juga ya, biar ntar air madunya bisa diminum, kata doi lagi.

Setelah semua tersedia, doi langsung menuang satu sendok makan madu ke mangkuk putih tadi. Sepertinya madu ini memang sering menemani doi travelling, [travelling]. Hahaha, namanya juga marketing yak, kudu siap semua amunisi, buat demo produk.

Baidewei, subway,

Tempat madunya agak unik. Seperti kemasan facial wash gitu. Jadi tinggal dipencet, muncrat deh madunya. Jadi, kagak pake acara belepotan ne, mantul!

Lalu doi menambahkan dua sendok makan air, kemudian menggoyang-goyang mangkuk perlahan-lahan dengan gerakan seperti menampi beras.

Kurang dari lima menit, terbentuklah image seperti sarang lebah di dasar mangkuk!

Amazing!

Menurut doi, itulah bukti, bahwa madu yang digunakan tadi, madu murni!

Terus terang, ini pengalaman pertama bagi aku dan aku tersepona eh terpesona!

Mengapa warna piring/mangkuk kudu putih, Hayati?

Supaya image yang terbentuk lebih jelas kelihatan!

Tidak ada hidden agenda kog. Trust me!

Madu Asli VS Madu Palsu

Faktanya, secara fisik, madu asli dan madu palsu memang sulit dibedakan!

Perbedaanya apa pada banyak faktor, seperti kekentalan, rasa maupun warna.

Fakta lain lagi, ternyata secara kasat mata, madu asli dan palsu juga tidak bisa dibedakan!

Ayo, yang tahu caranya, ayo angkat kaki eh angkat tangan!

Aku termasuk tim yang tidak tahu, hahaha.

Aku juga mengakui, selain mitos di atas tadi, ada banyak mitos-mitos lain yang berkembang di luar sana tentang madu asli dan palsu. Pembahasan yang tidak akan ada habisnya dan sudah menjadi perdebatan sejak lama. Capcay deh!

Yang pasti, kalau hanya dengan memperhatikan tekstur madu, kita tidak akan mampu membedakan madu asli dan palsu!

Buat kamu yang sering konsumsi madu, pasti tahu dong ya, bahwa madu itu punya macam-macam warna seperti, putih bening, putih susu, coklat muda, coklat tua, bahkan agak kehitaman.

Pertanyaannya, apakah semuanya itu madu asli?

Masa iya sih madu asli punya banyak warna?

Warna Madu

Ternyata eh ternyata warna dan rasa madu dipengaruhi oleh berbagai faktor, pemirsah!

1. Sumber nektar tanaman

Yup, sumber nektar yang dihisap lebah!

Lebah yang menghisap nektar pohon randu akan menghasilkan madu berwarna coklat muda, sedangkan nektar dari pohon mangga dan mahoni berwarna gelap, sementara nektar dari bunga-bungaan seperti melati akan menghasilkan madu berwarna putih.

Wah, sungguh ini wawasan baru untukku!

2. Kandungan Mineral 

Jadi, karena kandungan mineral dari setiap daerah itu berbeda, maka unsur hara yang diserap tanaman juga ikut berbeda.

Hal ini ikut menyebabkan nektar yang diproduksi juga berbeda baik warna dan rasanya!

Umumnya madu yang mengandung mineral yang tinggi memiliki warna lebih gelap. Nah, madu jenis ini cocok untuk ibu hamil dan penderita anemia. C-A-T-A-T

3. Iklim dan Cuaca

Iklim dan cuaca yang berbeda akan menghasilkan warna, rasa dan kekentalan madu yang berbeda-beda juga!

Nah setelah ini, kalau menemukan madu yang berbeda warna, rasa serta aroma  padahal dari merek madu yang sama, please hempaskan curiganya ya!

... karena eh karena semua itu sangat dipengaruhi oleh vegetasi tanaman dan kondisi geografis habitat lebah.

Jadi, gimana dong Hayati, cara yang tepat mengetahui madu asli dan palsu?

Dibutuhkan uji laboratorium terhadap enzim-enzim yang ada pada madu tersebut!

Jadi, from now on, jangan buru-buru menghakimi madu ya!

Mosok setiap mau beli madu kudu pergi ke laboratorium nih, mba Hayati?

Tenaaaaang....

Ada kiat-kiat kog untuk melihat kandungan madu, yaitu dengan melihat komposisi produk yang tertera di kemasan.

Yang pasti nih, hindari mengkonsumsi madu yang mencantumkan zat pewarna, perasa dan pengawet ya!

Gunakanlah madu yang sudah memiliki nomor BPOM dan logo halal MUI, agar bebas dari zat-zat berbahaya dan aman dikonsumsi!

Madu TJ Super Extra diklaim terbuat dari 100% madu pilihan yang punya standar kualitas SNI. Sudah memiliki nomor BPOM dan logo halal MUI!

Membedakan Madu Asli dan Madu Palsu Caranya

Madu TJ Super Extra mengandung Royal Jelly dan Bee Pollen yang dipercaya mengandung banyak manfaat.

"Royal Jelly adalah zat yang disekresikan lebah pekerja untuk digunakan sebagai makanan ratu lebah dan larva lebah madu" (wikipedia).

Diklaim mampu meningkatkan sistem imun dalam tubuh, membantu proses peyembuhan luka, menjaga stamina dan membantu mengontrol tekanan darah.

Sedangkan Bee Pollen, diklaim bermanfaat untuk mengatasi gangguan perut, asma, alergi, menambah tenaga saat beraktivitas serta menjaga stamina. Kalau sudah stamina fit, pasti siap travelling nih.

So, sekali lagi, membedakan madu asli dan palsu memang sulit, harus dengan uji laboratorium!

Namun, dengan memeriksa label komposisi produk, nomor BPOM dan logo halal MUI, memudahkan untuk memilih madu yang terbaik untuk kesehatan.

Jadi, gimana nih, kamu tim madu warna terang atau gelap?

Aku sih, minum kedua-duanya!