About Me

About Me Rosanna Simanjuntak

Hola...! Namaku Rosanna Simanjuntak.

Ini jelas nama asli, sesuai KTP-lah!

Kata ayah sebenarnya namaku dulu mau ditambah Fondesto, karena dulu beliau bekerja di bioskop dan suka bintang film dari Italia yang punya nama belakang Fondesto.

Pas nulis "about me" ini, iseng-iseng cek di google,  ternyata Fondesto itu berasal dari bahasa Inggris "fond" artinya indah.

Mungkin ayah berharap, agar kelak aku memiliki  akhlak yang indah. Aamiin.

Mumpung ini artikel suka-suka, kita lanjut, survei mini ini, ya.

Nah, bentuk superlative adjective-nya jadi fondest, migrasi ke Italia jadi "Fondesto" deh (yang ini versi gue, asli, xixixi). Paragraf ini gak penting sih, but I am sure you guys will read it until the end, right? Hihihi...

Aku asli suku Tapanuli Utara, mamakku boru Butar-Butar.

Menghabiskan masa kecil sampai SMA di kota sejuk Pematangsiantar, 128km dari Medan, ibukota propinsi Sumatera Utara.

Kalau mau ke Danau Toba dan sekitarnya, boleh deh ajak aku sebagai dayang-dayang ya. Insya Allah, kita tak akan tersesat dan bisa pulang dengan aman, eeaaa.
Aku juga seorang ibu dari Nabila Yasmin Pohan, putriku semata wayang. 7 tahun baru nongol setelah pernikahan, di saat aku sudah melupakan hasrat memiliki momongan. Seorang istri dari pria Tapanuli Tengah Muhammad Iqbal Pohan yang dipertemukan oleh sahabat satu kos, saat kuliah di Samarinda, Kalimantan Timur.

Tentang suka duka mendapatkan buah hati selama penantian 7 tahun aku tuangkan di Pentingnya Mempersiapkan Kehamilan Dengan Baik.

Dari Sumut ke Kaltim, jauh amat eda?

Jadi gini.

Di zaman aku, anak SMA di semester terakhir bisa memilih universitas pilihan via PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan). Formulir bisa dibawa pulang ke rumah agar bisa diskusi dengan orang tua.

Mamak langsung kasih saran ke Balikpapan karena saat itu ada adik mamak (tulang) yang kebetulan seorang tentara bertugas di sana.

Saat itu Balikpapan belum punya universitas, yang terdekat berada di Samarinda, 115 km dari Balikpapan, ada Universitas Mulawarman.

"Pilih universitas, apa ya Mak?"

"Karena di sana banyak kayu, kau pilih saja yang tentang kayu lah, jawab Mamak"

Tersisa 2 fakultas, pertanian atau kehutanan. Yang terakhir akhirnya jadi pilihan.

Dengan diiringi derai air mata, karena aku tak pernah berpisah jauh dengan keluarga, aku berangkat sendiri, iya sendiri dengan kapal motor Kambuna. Saat itu masih Rp 68.000 harga tiketnya.

Mei 1986 aku berlayar dari Belawan ke Semayang, pelabuhan Balikpapan.

Pasti ada dan banyak pembaca di sini yang belum lahir yaa, Hahaha... Atau ada yang langsung ambil kalkulator untuk menghitung usiaku? Hmmm... I really do not mind, at all.

Saat menyelesaikan tugas akhir kuliah, aku mendapat panggilan kerja sebagai seorang sekretaris, di perusaan tambang emas PT Kelian Equatorial Mining, nun jauuuh di pelosok Kutai Barat, di tengah rimba, di daerah Prampus, Kelian.
Bekerja dengan suasana multi kultur, budaya dan bahasa, menemukan hal-hal baru sekaligus menggali potensi diri. 
Aku percaya pasti banyak yang bingung ya. Si eda nih kuliah di kehutanan, tapi bekerja sebagai sekretaris. Hmmm, weird? Not really.

Memang sih ilmu yang aku dapatkan tidak seluruhnya bisa diterapkan, namun psikologi pengembangan diri yang aku dapatkan selama masa perkuliahan banyak membantuku dalam membina hubungan kerja dengan berbagai karakter individu, kultur dan budaya. Sangat, sangat membantu. Hal yang tak bisa aku beli dan dapatkan secara instan.

Setelah menikah aku memutuskan pindah kerja ke kota. Aku termasuk orang yang suka pengalaman baru dan menyukai tantangan terutama dalam dunia pekerjaan.

Jadi meski sebagai seorang sekretaris kadang-kadang aku juga diberi tanggung jawab lebih seperti basic purchasing, basic accounting, human resources dan public relation.

Aku suka sekali!

Berbeda dengan beberapa tipe karyawan yang gemar mengeluh jika diberi uraian tugas di luar tanggung jawabnya, aku justru melakukan kebalikan, meski gaji belom dibayar keroyokan. Hayati tak pernah, komplain.

I am pretty sure, it's really worth it, somehow!

Kini aku baru menyadari semua hal-hal itu sangat banyak membentuk kepribadianku.

Aku juga tak pilih-pilih menyerap ilmu. Dari yang muda, tua, junior apalagi senior.

Aku juga percaya, kita harus luwes dengan segala bentuk perubahan. Bagiku, melawan perubahan sama halnya dengan mengubur kesuksesan dan attitude seperti itu kudu... ditenggelamkan!

Hahaha, mendadak ingat ibu Susi, menteri perikanan, one of my role model, eeeaaa (lagi).

Eh lupa, ini kan tentang "about me" ya. Jadi melebar deh kemana-mana, upps!

Kembali ke laptop!

Blog ini banyak bercerita tentang perjalanan, pengasuhan dan keluarga, inspirasi, tinjauan produk, pesan-pesan sponsor dan ini nih yang terutama, gaya hidup. Karena eh karena, percayalah, aku tak bisa hidup tanpa gaya hidup! Hahaha.

Sepertinya aku tipe penulis story telling, pentutur, makanya kadang suka ngelantur, xixixi. Jadi kudu punya kerangka karangan agar tidak 'tersesat' di perjalanan.

Prestasi dalam blog belum apa-apa dibanding para pendahulu. Sering sih ikut lomba, cuma banyak kalah, hahaha. Bangga, gitu, fyuuuh!

Momen yang paling berkesan saat blogging adalah ketika mendapat email kerja sama dan... dibayar. Senangnya bukan kepalang. Jeleknya... aku jadi ketagihan, xixixi. Ini kenapa jadi ngikik melulu ya?

Meski saat itu rate card masih seharga pulsa paket internet pemula, aku sangat-sangat bersuka cita!

And you know what, saat melihat lagi ke belakang, ternyata hobi menulis ini sudah tertanam di gen aku.

Aku menyadari saat menyaksikan sendiri, mamak yang kini menjelang 80 tahun juga masih punya diari.

How cool is that!

Walaupun isinya tentang uang keluar masuk dan kejadian sehari-hari, yup, my mom still doing it, passionately!

Beliau bahkan mempersiapkan diri, seperti kayak mau kencan gitu, kalau mau menulis. Pasti setelah habis mandi dan santai.

Kayak me time gitu deh, bahasa anak zaman now. Lengkap dengan penggaris, pulpen warna merah dan hitam. Dan... jreng, jreng,jreng... tulisan indah. Iya, tulisan jadul yang miring itu. Awesome!

Serius Ngeblog

Ngeblog serius aku mulai Juli 2014.

Saat itu aku memposting ulang cerita mencuci lebih cepat dan hemat yang telah membuat aku terpilih menjadi pemenang di sebuah fanspage pengharum pakaian dan mendapatkan sebuah mesin cuci mutakhir dan besar saat itu dengan nilai hampir 3 juta rupiah.

Mesin cuci bahkan diantar dengan menggunakan truk ekspedisi dari Jakarta.

Wih, mesin cuci lintas propinsi. Mesin cuci aku jual ke keluarga terdekat, karena mesin cuci aku yang lama masih layak pakai. Lumayan, bisa bantu dapur ngepul *kibasponi!

Prestasi ini sangat menginspirasi dan memberi suntikan motivasi!

Sejak saat itu menulis dan kecintaanku mengikuti kuis di medial sosial menjadi tantangan baru.

Benarlah kata pepatah, melakukan hal yang disuka melahirkan semangat. Semangat memberi energi!

Bayangkanlah, akan seperti apa hidup jika di setiap detiknya dihiasi, dipenuhi, dan diberkahi dengan suka cita?

Setiap hari kita lalui dengan energi dan semangat! Tak perduli apa pun yang nanti akan dihadapi.

Adakah yang lebih sempurna dari itu?

Baca juga : 5 Tekad Untuk Mengeksplorasi Kekuatan Diri

See... kayaknya ini sudah melebar lagi nih kemana-mana.

Baiklah!

Seperti kebanyakan profil 'about me' kayaknya kudu buat daftar 'pencapaian'ya..?

Hmmm... *usap jenggot eh dagu dulu*

Ada... apa nggak yaa...?

Tarrraaa... ini dia!


1. Salah satu pemenang 2017 Travel Blog Award


2. Salah satu pemenang SATU Indonesia Awards Blog Competition #Astra60Balikpapan"Ketika Prestasi dan Inspirasi Bersinergi di Balikpapan"



Baru itu aja kayaknya, xixixi...

Last but not least, enjoy my blog...

Upps, hampir lupa, untuk kerjasama silahkan menghubungiku di contact ya.



2 comments:

  1. Salam kenal kakak.. hehe aq panggil kk aja ya :) saya marganya ritonga kak, turunan tapsel :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bah, sama-sama klan Tapanuli kita yaa...
      Yok lah manortor kita :).
      Ok, Salam kenal ya, Desi.

      Delete