Air Terjun Putri Malu Pesona Tersembunyi di Juku Batu

Model Wanna Be Ala Air Terjun Putri Malu
Kesampaian juga foto ala Model Wanna Be - foto by Mas Yopie

Akhirnya, tibalah hari itu! 

Saatnya menikmati Air Terjun Putri Malu, pesona tersembunyi di Juku Batu, kecamatan Banjit, Blambangan Umpu, kabupatan Way Kanan, Lampung.

Untuk mengimbangi aktivitas super hari ini, sarapan yang disiapkan mantan eh istri Pak Ali kami jadikan sumber energi.

Hmmm... super yummy!

Bedanya kali ini sarapan tanpa mandi, xixixi, pantesan mantap surantap!

Pan mau basah-basah di Putri Malu, kakaa... ngapain mandi, iya, kan,kan,kan!

Keseruan perjalanan menuju Gedung Batin kembali terulang saat menuju Putri Malu. Ayunan barisan pohon karet seolah melambaikan ucapan selamat tinggal, til we meet again.

Baca juga : Gedung Batin Destinasi Yang Menginspirasi

Udara sejuk kembali memasuki ruang mobil karena kaca sengaja dibiarkan sesekali terbuka. Iya, dong, kapan lagi bisa seperti ini, menyesapi udara alami.

Bagaimana dengan keseruan di dalam mobil? 

Yup, masih berlanjut dengan canda tawa yang silih berganti. Hitung-hitung buat olah raga pipi, siapa tahu bisa tirus, hihihi.

Menurut Indra, sang pemilik www.duniaindra.com, perjalanan akan memakan waktu 1 jam dari pasar Baradatu.

Dan yang bikin seru, Mas Yopie, www.yopiefranz.com, sang pimpro, merangkap fotografer hits, kerap menunjukkan emosi, seolah lupa jalan masuk ke lokasi eksotik ini. Sukses bikin H2C, harap-harap cemas. Lengkaplah kenangan perjalanan kali ini!

Hari masih pagi, kegiatan penduduk terekam jelas sepanjang perjalanan dari balik kendaraan.

Mengingatkan aku akan kesan ketika menghabiskan liburan di kampung babang suami, saat piknik seru ke pulau tanpa penghuni, pengalaman ketika magic com hilang dan masih menyisakan misteri sampai kini. Horor, iiih!

Baca juga : Piknik Seru ke Pulau Tanpa Penghuni

Kurang lebih setelah 1 jam, kami tiba di desa Juku Batu disambut gerimis mengundang, yang sempat bikin blingsatan, khawatir kehilangan momen seru di Putri Malu, air terjun impian.

Syukurlah, gerimis cuma numpang lewat, tapi sempat bikin jantung mau melompat. Bisa dipastikan jika hujan deras, petualangan ini bakal terhempas, pas, paasss!

Sambil menunggu kesiapan moda transportasi eksklusif hari ini, tak lain tak bukan, tarrraaaa, para ksatria baja hitam eh, babang ojek,  kami berteduh di pekarangan belakang rumah sohib Mas Yopie.

Pemandangan di sini luar biasa indah, nuansa pedesaan kental terasa. So, peacefull!

Selanjutnya, kami diminta membungkus semua gadget untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Soalnya bakal basah-basahan. Bisa dibayangkan jika gadget tak bisa digunakan. Duh, bakal kehilangan momen seru impian. 

Adrenalin mulai mengambil kendali saat kami menuju sepeda motor trail yang telah siap beraksi.

Tapi,  tetap dong, narsis duyyu... xixixi.

Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Babang ojek aja sampai tersepona eh terpesona
Are you ready guys?

Suara motor membahana bersahutan membelah keheningan.  Hanya sebentar mencicipi medan nyaman. Jalanan berbatu, lumpur dan terjal silih berganti menjadi santapan sepanjang perjalanan. 

Meski sudah mendapat bocoran, dan menyiapkan mental, tetap saja sesekali rasa cemas menghantui. Bukan apa-apa, takut mendarat bebas coi, terloncat dari sadel sepeda motor para joki yang sebagian besar petani penggarap kopi ini.

Kebetulan jarak aku dan Indra agak berdekatan, jadilah beberapa pose berikut ini menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Me and babang ojek in action - foto by Indra

Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Trek datar masih bisa senyum - foto by Indra
Terima kasih, Indra!

Saat konvoi ramai-ramai begini, menikmati pemandangan di kanan dan kiri, aura suka cita melingkupi. Beberapa sahabat bahkan nekat merekam dengan kamera aksi meski bodi bergoncang keras sekali.

Yup, truly adventure, indeed!

Keindahan panorama lengkap tersaji. Tanjakan, turunan, hutan lebat, perkebunan kopi dan lenggok perbukitan mengiringi petualangan seru ini.

Yang paling seru saat turunan. Beberapa kali aku mencoba bergeser ke bagian belakang jok, karena saking kerasnya goncangan terkadang tanpa sadar aku terlompat ke depan, nempel sama ksatria ojek pun jadi adegan yang kuasa terelakkan,  hahaha. Tapi eh tapi, gak enak juga eee, dikira gua kegenitan apa, mefet-mefet, hahaha.

But, still, tetap saja gravitasi yang pegang kendali.

Well, akhirnya capek sendiri, aku biarkan saja laa gravitasi yang jadi tuan rumah untuk mengembalikan ke posisi semula, biasanya saat giliran tanjakan ambil peranan, otomatis bodi bergeser ke belakang.

Kadang-kadang aku terpaksa harus berpegang erat kalau tidak mau dibilang memeluk babang joki, laa, ketimbang terjengkang ke belakang. Ayo... mau pilih yang mana?

Beberapa kali juga kami berhenti untuk sekedar istirahat, mengumpulkan kembali nyali yang terkadang tercecer di perjalanan eksotik ini, xixixi.

Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Istirahat dulu yaa... - foto by Indra
40 menit kemudian, akhirnya... tet teretetet...!

Kami tiba juga di ujung jalan setapak yang bisa dicapai sepeda motor dan disambut tulisan ini.

Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Diingatkan kembali sesaat sebelum eksplor Putri Malu

Model Wanna Be Air Terjun Putri Malu

Sayup-sayup terdengar gemercik air dikejauhan. Kelelahan segera menguap  menjadi kenangan. Kini, rasa penasaran yang berjumpalitan, memohon dituntaskan.

Untuk merayakan keselamatan perjalanan yang sarat emosi ini, sesi selfie lagi bareng para babang joki sebelum bertemu si Putri Malu untuk pertama kali.

Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Kelelahan seketika menguap jadi kenangan - foto by mas Yopie

Jalan setapak menyambut kami. Ternyata, perjuangan belum usai, saudara-saudara!

Untuk sampai di lokasi jatuhnya debit air terjun, kami harus merangkak menuruni jalanan setapak yang licin dan terjal. Apalagi aku yang salah kostum pakai outfit yang bermekaran melambai-lambai.

Sembari sibuk berpegangan di akar pohon yang menyembul aku juga direpotkan oleh ujung baju yang menjuntai ke sana ke mari. Syukurlah tidak terjadi insiden apa-apa. Gua gitu lho #benerinponi, xixixi...

Masih dengan posisi merangkak, gemercik air semakin jelas,  aku mengangkat kepala... masya Allah, di depanku, tanpa ada halangan, aku berhadapan dengan pesona keindahan yang sukar dilukiskan, air terjun Putri Malu!

Ini adalah pengalaman pertama kali aku menikmati air terjun setinggi ini, yang diklaim hampir 100 meter dpl.

Nuansa film petualangan ala Hollywood Jurassic Park melintas sekilas, saat melihat tebing-tebing kokoh menggandeng mesra Putri Malu, kekuatan dalam kelembutan!

Tebing-tebing itu berbalut lumut dan saat aku menoleh ke puncak air terjun, percikan air terjun yang jatuh membiaskan pelangi, keharuan seketika menyelimuti. Sempurnanya cipta Tuhan Maha Tinggi!

Terletak jauh ditengah hutan, tersembunyi, membuat air di sini duhai sejuk nian. Aku jamin siapa saja yang sedang dibalut emosi, pasti langsung luluh hati, tak terbantahkan!

Namun tetap saja harus hati-hati, karena batu-batu di sini juga licin sekali. Jadi kudu pandai-pandai menjaga diri. Safety first as always!

Keseruan masih berlanjut dengan sesi foto model wanna be ala air terjun Putri Malu bersama Mas Yopie.

Cekidot, guys!

Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Meet Models Wanna Be - foto by Mas Yopie
Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Still... Models-Models-Models Wanna Be - foto by Mas Yopie


Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Keseruan tanpa henti - foto by Mas Yopie 
Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Keseruan tak terlupakan bersama Mbak Rien dan Barbie
foto by Mas Yopie

Endorser Wanna Be Putri Malu

Sejak di Balikpapan, aku sudah menyiapkan beberapa produk yang ingin aku foto. Biasanya beberapa fanspage produk kerap membuat lomba foto di tempat wisata.

Aku lalu mengeluarkan beberapa produk dan cekrek-cekrek, jadilah mereka penghuni galeri kamera.


Semoga beruntung ya!

Sssst, ternyata bukan aku saja yang endorser wanna be, Mas Yopie juga, hahaha. Hidup endorser!

Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Fotografer merangkap Endorser
Lupa, siapa yang foto, xixixixi...

Air Terjun Batu Duduk

Percis di sebelah Putri Malu ada juga air terjun Batu Duduk. Namun dibandingkan dengan Putri Malu, tentu saja tidak seberapa ya.

Batu Duduk bagai adik bungsu yang serba kalem dan serba menunggu.

Karena jarang disambangi akses ke sini juga sudah tertutup rimbun hutan. Perlu melakukan penebasan di sana sini agar bisa sampai ke sini.

Tuh benar, kalem banget ya. But yet, still, memesona!

Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Mudahan Nivea mampir sini terus khilaf, aku didaulat jadi talent, hahaha...

See You Putri Malu

Kalau tak ingat waktu, rasanya ingin lebih lama lagi bercumbu dengan Putri Malu. Pesonanya sungguh membetot hati. Meninggalkan kesan yang takkan terlupa, sepanjang usia.

Kamu, iya, kamu harus ke sana!

Kembali ke laptop.

Beberapa saat kemudian, mendung sudah mulai bergayut, bikin nyali juga ikut-ikutan ciut. Membayangkan perjalanan pulang yang kembali akan menguji nyali.

Kami diminta membersihkan area Putri Malu. Ada banyak sampah peninggalan pengunjung sebelumnya. Sangat disayangkan dan sungguh memalukan. Ngakunya sih penikmat keindahan namun sampah dibiarkan berserakan. Shame on you...!

Perjalanan kali ini sungguh membekas di hati. Apalagi bolang bareng dengan sesama blogger dengan passion yang sama seperti mbak Rien - www.travelien.com, Barbie - www.kulinerwisata.com, mbak Dian - www.adventurose.com adalah  pengalaman yang luar biasa!

Bagi kami, kecuali Mas Yopie, ini adalah pengalaman perdana, berkunjung ke Putri Malu.

Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung

Rasa-rasanya aku menjadi orang yang berbeda. Berharap, menjadi jauh lebih baik dalam segalanya.

Semoga...!

Yuk berpetualang lagi!

Di awal tahun ini, seorang sahabat memberikan aku daftar beberapa tempat wisata baru yang serba unik.

Salah satunya adalah pantai Jogan di Yogjakarta.

Saat aku melalak di internet, aku menemukan artikel menarik dan lengkap tentang tentang pantai ini di blog traveloka.

Unik, karena eh karena di pantai ini ada air terjun yang berada di bibir laut.

Dan seperti biasa, entah mengapa setiap mendengar air terjun, rasa ingin tahu aku pasti membuncah.
Pantai Jogan seperti tempat kencan antara air sungai yang turun gunung, dengan sang ombak, yang pulang melaut. 
So sweet...!

Untuk bisa menikmati totalitas keindahan di sini, katanya sih, datanglah pada saat puncak musim penghujan untuk mendapatkan debit air terjun maksimal, yaitu sekitar bulan Desember sampai dengan Januari.

Wah, berarti, sekarang dong ya!

Pantai Jogan, I am coming!

Boleh dong ngarep ya, pemirsah...

Aku juga baru tahu kalau blog traveloka ternyata berisi informasi menarik tentang tips, berita dan kuis seputar travelling yang dikemas secara unik dan menarik.

Coba deh langsung ke tkp!

Btw, semoga petualangan seru di Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung di atas bermanfaat ya.




Selalu Ada Cinta di Hati Bunda

Selalu Ada Cinta di Hati Bunda
Berbagi kehangatan, salah satu manifestasi cinta bunda 
Selalu Ada Cinta di Hati Bunda. Selamat! Putri ibu, Nabila Yasmin Pohan, terpilih menjadi kandidat pertukaran pelajar AFS ke Jepang. Hal-hal selanjutnya akan kami beritahukan lewat email, ya.

Begitulah kira-kira bunyi baris pertama email dari Yayasan Antar Binabudaya, akhir Oktober lalu, yang aslinya tentu saja dalam bahasa Inggris.

Seketika syukur dan haru berpacu dan lolos dalam bentuk air mata bahagia. Selanjutnya aku dan Yasmin, putri semata wayangku berbagi kehangatan pelukan. Tak lupa aku mengecup dan mengusap rambut buah hatiku. Kami larut dalam suasana emosional.
  • Selalu hadir dalam momen penting Yasmin dan berbagi kehangatan, begitulah salah satu cara aku mengungkapkan cinta padanya.

Rasanya aku masih ingat kejadian beberapa tahun silam, suka duka mengharapkan kehamilan dan penantian selama 7 tahun, saat segalanya aku jalani penuh kepasrahan. 

Belum cukup sampai di situ. Aku kembali diuji, saat Yasmin berusia belum genap 2 minggu, terkena flu. Ketika itu aku belum tahu terlalu banyak tentang merawat bayi merah. Untung punya suami siaga tempat aku berbagi segalanya. Kejadian ini memberi hikmah, agar aku  lebih banyak belajar lagi.
  • Memperluas wawasan terutama tentang family dan parenting, juga merupakan cara aku mengungkapkan cinta pada buah hati

Yasmin kecil sering keluar masuk rumah sakit. Yang paling aku ingat kejadian saat tengah malam, Yasmin nangis tiada henti. Padahal malam sebelumnya kami juga sudah tak mencicipi istirahat dengan baik, karena Yasmin kerap rewel dan gelisah. 

Jadi tengah malam itu, untuk kesekian kalinya Yasmin muntah dan badannya sangat lemah. Kami lalu bergegas ke rumah sakit dan langsung ke UGD. Oleh dokter jaga Yasmin diberi obat anti muntah, panas dan diminta tak perlu resah dan kami pulang kembali ke rumah. Tidak apa-apa kata dokter. Namun dalam hati kami, aku dan suami, tak yakin dengan pernyataan dokter ini.

Benarlah, kira-kira jam 7 pagi, Yasmin muntah lagi dan kali ini, Yasmin bahkan tidak kuat mengangkat lehernya sendiri. Jadi, ya terkulai gitu. Kami berdua langsung panik dan nangis tak tahu harus berbuat apa. Iya, kepala Yasmin langsung terkulai saja gitu. Percis seperti tanaman layu. Sungguh tak berdaya.

Cepat-cepat kami bawa ke rumah sakit, ke ruang UGD. Kali ini dokter jaga agak lambat muncul, sementara kondisi Yasmin sudah sangat lemah, jadi dengan inisiatif sendiri, pak suami masuk ke dalam dan melihat dokter sedang bermain kartu dengan staf lainnya. Ya ampun... pak suami langsung naik pitam dan berkata, "kalau ada apa-apa dengan anak saya, saya tuntut kalian semua yang ada di ruangan ini!"

Semua perawat dan dokter langsung bergegas ke tempat tidur Yasmin dan memberikan pertolongan dan dinyatakan positif dehidrasi, langsung diinfus. Beberapa saat kemudian dokter mengambil sampel darah lalu memberi diagnosis utama positif gejala demam berdarah dan harus dirawat inap.

Ini adalah salah satu kejadian yang masih terus tinggal di sanubari, hingga kini semua rentetan kejadian terekam jelas, tak mau pergi. Saat itu usia Yasmin sekitar 1.5 tahun.

Selama balita, Yasmin termasuk anak dengan perkembangan fisik, motorik kasar dan halus yang normal, juga diikuti dengan perkembangan kognitif yang baik.  Keseharian Yasmin yang lincah, energik dan gemar bicara sangat membantu aku untuk memantau kesehatannya. 

Iya aku biasanya pasti langsung tahu, jika Yasmin sedang tidak enak badan hanya dengan memperhatikan aktivitasnya sehari-hari. Saat Yasmin berkurang kelincahannya, atau agak malas dan tidak memperlihatkan banyak sifat ingin tahu,  bisa diduga pasti ia sedang tidak enak badan.

Karena sering sakit, Yasmin jadi sudah terbiasa minum obat. Meski kadang-kadang ada sedikit drama, hahaha, terutama saat obatnya pahit tingkat dewa. Lain cerita jika obat dengan rasa yang manis dan aroma yang sedap, Yasmin dengan senang hati meminumnya, bahkan minta melebihi dosis. Tentu saja aku tidak izinkan.

Kenangan lain adalah ketika kami sekeluarga pindah ke ibukota. Iya, kami pernah hampir 8 bulan menjadi warga ibukota tepatnya di seputaran Kemang Selatan. Yasmin bahkan menghabiskan kelas satunya selama satu semester di SDN Bangka 06 Pagi Mampang Prapatan.

Selalu Ada Cinta di Hati Bunda
Raport Yasmin ketika jadi siswi SDN Bangka 06 Pagi

Selama hampir 8 bulan jadi warga metropolitan, dalam setiap bulan pasti Yasmin akan terserang ISPA. Sampai akhirnya Yasmin diminta lakukan tes alergi dan alhamdullillah negatif.

Lalu dokter bertanya di mana domisili kami sebelumnya, dan kami jawab, Balikpapan. Dokter langsung memberi saran agar kami sebaiknya pindah dari Jakarta, karena ada kemungkinan putri kami tidak cocok dengan kondisi polusi Jakarta. 

Kenyataan ini semakin menambah keyakinan kami untuk segera hengkang dari ibukota yang memang sudah sebelumnya tidak kuat dengan suasana Jakarta yang kompleks, maklum orang kampung, hehehe.

Gemar Kompetisi

Sejak kecil Yasmin sudah menunjukkan kegemarannya beraktivitas. Ia sangat suka bermain masak-masakan, sekolah-sekolahan, mengutak-atik lego, puzzle, dan gemar ikut berbagai kompetisi. Favoritnya saat balita adalah lomba menggambar, mewarnai dan peragaan busana. Iya, Yasmin anaknya sangat gemar terlibat kompetisi. 

Duduk di sekolah dasar, Yasmin kecil mulai menemukan keasyikan di dunia kecerdasan linguistik dan mulai kehilangan minat untuk ikut lomba menggambar, mewarnai apalagi peragaan busana.

Aku ingat di masa ini aku jadi gemar membaca literasi tentang kecerdasan buah hati.

Jadi, bu, ibu, ternyata, penting banget mendeteksi dini bakat buah hati untuk mengeksplorasi potensi, dan pada akhirnya bisa menemukan pendidikan sekaligus karir yang tepat, agar jika bisa, dia tak perlu merasa harus bekerja karena melakukannya penuh hasrat, semangat dan energi. Luar biasa, bukan?


Kenali Demam Untuk Penanganan Tepat

Demam. Iya demam, hampir semua kita pernah mengalami!

Sering curhat sama dokter saat bawa Yasmin ke dokter, aku jadi tahu bahwa demam bukan berarti buruk, namun bukan berarti juga bisa diabaikan ya.

Kata dokter lagi, itu tanda tubuh sedang berperang melawan infeksi. Bak tentara di medan perang, sel darah putih tengah berjuang memanggul senjata. Tinggal menunggu, prajurit pulang dengan kemenangan atau malah memikul kekalahan.

Hal ini juga berlaku pada Yasmin. Demam hampir ada dalam setiap kasus penyakitnya.
Saat anak demam, penting banget menjaga agar suhu tubuh tidak terlalu tinggi. Masih mengutip perkataan dokter, pada bayi dan balita, suhu tinggi bisa menyebabkan kejang.
Yasmin pernah juga alami ini di suatu malam ketika masih bayi. Saat itu yang teringat adalah memberikan sendok untuk digigit dan obat demam.

Pada kasus Yasmin, demam tinggi biasanya akan diikuti oleh kondisi seperti berkeringat, menggigil, kehilangan nafsu makan, lemah dan gelisah/rewel.

Belajar dari pengalaman itu, kami memutuskan untuk menyediakan termometer digital dan obat penurun panas/demam di rumah, untuk penolongan pertama.

Menjadi ibu penuh cinta bagi anak 


Selalu Ada Cinta di Hati Bunda
Penantian panjang 7 tahun mendapatkan Nabila Yasmin Pohan
Terus terang, untuk menjadi ibu, aku banyak belajar otodidak dari kejadian demi kejadian dalam rumah tangga sehari-hari, salah satunya yah, dari Yasmin.

Pengalaman merawat Yasmin yang kerap sakit mulai sejak bayi dan balita, memberikan aku persfektif baru. Bahwa untuk menjadi ibu yang bahagia aku harus bisa membahagiakan diriku sendiri dulu baru bisa membahagiakan anggota keluarga lainnya.

Selanjutnya, aku harus terus menerus belajar, baik dari kejadian sehari-hari, internet, dan komunitas offline, atau saat curhat dengan dokter.

Misalnya saja tentang demam.

Bahwa memberikan obat demam seperti Tempra misalnya hanya jika diperlukan, dan harus sesuai dosis yang tertera di kemasan atau atas anjuran dokter. Apalagi menurut rekomendasi WHO penggunaan obat penurun panas dilakukan bila suhu tubuh lebih besar dari 38.5°C

Selalu Ada Cinta di Hati Bunda
sumber : www.farmasiana.com
Aku berkenalan dengan Tempra saat usia Yasmin lebih dari 6 tahun, ketika terserang panas tinggi.

Selain karena aman di lambung, tidak perlu dikocok, larut 100%, dosis tepat, gelas takar dan kegemaran Yasmin akan warna kuning serta aroma jeruk, membuat aku memilih  Tempra Forte!

Tempra juga punya 2 varian lainnya lho, Tempra Drops dan Tempra Syrup. Mengapa?

Ketika seorang demam, tindakan untuk mengatasinya akan berbeda-beda, 
tergantung pada golongan usia.

Selalu Ada Cinta di Hati Bunda
sumber: http://www.taisho.co.id/index.php/id/produk/otc/tempra-id

Aku percaya, menyediakan obat-obatan umum dan ringan seperti obat penurun panas bisa membuat ibu tenang terutama saat mengangani buah hati yang sedang sakit, dan menurut aku itu adalah salah satu bentuk cinta ibu.
"Selanjutnya, aku juga harus menjadi panutan untuk Yasmin saat mengekspresikan 'ibu yang selalu penuh cinta' dengan memberi apresiasi tanpa sungkan seperti pelukan, pujian tulus, mengucapkan terimakasih serta meminta maaf saat khilaf"
Aku masih terus berjuang menjaga tutur kata. Meski sulit untuk selalu lembut, namun berkata baik is a must!

Selalu Ada Cinta di Hati Bunda
Berbagi momen penting salah satu manifestasi cinta bunda 
Seiring waktu, cara aku menghadapi Yasmin saat sakit semakin membaik seperti tidak mudah panik, memberi perhatian ekstra dan tetap menjaga kebersihannya.

Nah itu dia beberapa koleksi kisah selalu ada cinta di hati bunda versiku.

Yuk, share versimu di kolom komentar di bawah ini.

Ditunggu yaaa...


Referensi:
https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/mengatasi-demam-tinggi-pada-anak-remaja-dewasa/
https://life.idntimes.com/family/asteria-dw/simpel-dan-manis-ini-5-ungkapan-cinta-untuk-sang-buah-hati-c1c2-csc-1/full
https://www.farmasiana.com/paracetamol/tempra-forte/
http://www.taisho.co.id/index.php/id/produk/otc/tempra-id?view=featured