Road to Saudi Arabia (2) Pemenang Utama Changi Travel Quest

Pemenang Utama Changi Travel Quest

Pemenang Utama Changi Travel Quest

Road to Saudi Arabia (2) Pemenang Utama Changi Travel Quest. Sejak saat itu, hari-hariku semakin penuh warna-warni. Memeriksa email menjadi ritual setiap hari. Tak ingin mengulang pengalaman yang nyaris berakhir ngeri.

Biar nyambung baca juga yang ini ya kakaaa....

Benar sekali, menjelang seminggu berlalu, email kepastian aku dapatkan, menjadi pemenang utama, kontes dunia maya lintas geografi #ChangiTravelQuest oleh fanspage salah satu bandara ternama dan terbaik di dunia, Changi Airport. Hadiahnya travelling to Jeddah, Saudi Arabia!

Baru kali ini aku mengalami pengalaman memenangkan kuis online yang luar biasa dan aku rasa aku harus berbagi kepada dunia! Bukan apa-apa, masih terbayang seluruh usaha dan tenaga yang selama sebulan telah aku curahkan, dengan bantuan netbook yang lebih dari 3 tahun menemaniku ASUS X201E akhirnya membuahkan kemenangan.

Semoga bisa menginspirasi, bahwa sekali lagi hasil tidak akan pernah mengkhianati kerja keras, dan ridho Ilaahi Robbi, tentu saja. Sungguh!

Alhamdullilah.

Berbarengan dengan email pernyataan pemenang, 2 lembar lampiran surat pernyataan juga aku dapatkan dan all in English, sodarah-sodarah. Aku juga diminta menyimpan sementara informasi kemenangan ini alias jangan dipublish sebelum fanspage Changi merilisnya secara offisial demi kenyamanan pembaca dan para fans lintas negara. Begh, cadas banget nih rulesnya.

Butuh beberapa kali aku mengulang-ulang membaca surat ini, takut kalau-kalau ada yang salah interpretasi (eh, benar apa nggak sih nulisnya) Hahaha... Sepertinya Changi juga memahami kenyataan ini, mereka memberikan waktu kira-kira seminggu agar bisa diemail kembali.

Setelah hakkul yakin sekali, suratpun siap ditandatangani, diemail beserta persyaratan lain seperti fotokopi halaman pertama pasport dan nomor HP.

Meski sudah disebutkan sebelumnya bahwa pemenang bisa mengajak satu teman, tapi tetap saja euphoria itu terus bergema di dada apalagi saat membaca email resmi kemenangan ini. Wajah anakku Yasmin dan suamiku berganti-ganti bermain di pelupuk mata. Siapa gerang yang akan mendampingi beta?

Momen sukacita lain yang tak kalah menguras emosi adalah saat membeberkan kemenangan ini kepada mereka. Yasmin sampai menganga karena takjubnya. Reaksi datar pak suami masih sama seperti biasa di kala aku memenangkan sebuah kompetisi, percis seperti yang pernah aku ceritakan di sini. memang untuk masalah ekspresif doi memang bukan ahlinya. Hahaha... 

Masih tak percaya aku bisa mendapatkan kemenangan seheboh itu. Malah dengan suara yang lebih datar doi berkata:

"Yakin, ini bukan penipuan? Tolong dipastikan dulu ya"

"Insya Allah ini resmi, bang" 

Aku menatap sambil menunjukkan 2 lampiran formulir yang harus aku tanda tangani.

"Alhamdullillah" kali ini suara lirihnya agak bergetar.

Tapi kalau aku pikir-pikir kembali, kebiasaan doi ini ada hikmahnya juga. Seperti mengingatkan agar jangan sampai terjerat modus penipuan yang semakin lama semakin kekinian, layaknya perkembangan zaman.

Kembali ke laptop!

Aku lalu menawarkan kepada mereka berdua siapa yang mau menemaniku melakukan perjalanan ke Jeddah, Saudi Arabia.

Mau tahu kenapa aku pilih Jeddah?

Sejujurnya saat diminta memilih kota dari daftar yang ada di aplikasi permainan kota Hongkong adalah pilihan pertama mengingat aku ingin membawa Yasmin ke Disneyland. Namun entah mengapa nuraniku berkata lain. Ingin rasanya aku membawa suami ke tanah suci karena aku ingin mengulang kembali pengalaman religi bersama pujaan hati. Cieeee... 

Doa ini juga yang senantiasa aku ulang saat thawaf di depan Baitullah, dalam sujud di mesjid Nabawi dan Masjidil Haram serta doa di puncak bukit kasih sayang di Jabal Rahmah. Kebimbanganku antara Hongkong dan Jeddah akhirnya musnah setelah hatiku seperti dicondongkan untuk berwisata ke tanah suci menjdi tamuNya.

Suami menyarankan agar aku mengajak Yasmin. Awalnya Yasmin sangat bersukacita. Lalu kujelaskan bahwa ini adalah perjalanan religi. Aktivitas utama adalah beribadah. Sangat berbeda dengan konteks liburan yang ada didalam pikirannya. Yasmin meminta agar diberi waktu untuk memikirkannya. Hahaha... anakku ini memang sedikit unik.

Beberapa hari kemudian dia menjawab akan memberi kesempatan kepada ayah (suamiku) untuk melakukan perjalanan religi ini.

"Apakah Yasmin yakin?"

Aku mendengar ayahnya bertanya.

"Insya Allah"

Jawabnya mantap. Lalu kami bertiga berpelukan. Ahhh, drama banget yaaa...

Selanjutnya hari-hariku diisi dengan segala persiapan umroh. Iya. Karena hadiah perjalanan ini ke Jeddah Saudi Arabia aku putuskan untuk sekalian melakukan ibadah umroh. Aku menghubungi berbagai travel agen untuk membantu proses Land Arrangement.

Apa itu Land Arrangement?

Jadi gini.

Karena aku sudah memiliki tiket pesawat ke Jeddah pergi pulang untuk 2 orang, aku juga memerlukan bantuan agen untuk mengurus visa, akomodasi dan segala tetek bengek selama di tanah suci. Nah semua hal ini kecuali tiket disebut Land Arrangement. Termasuk penjemputan di bandara King Abdul Azis di Jeddah, akomodasi selama di Madinah dan Mekkah serta jadwal ziarah.

Ternyata tidak semua travel agen antusias menerima permohonanku ini. Aku sendiri tak tahu mengapa. Berbagai alasan mereka kemukakan dari mulai yang tidak menyediakan fasilitas sampai harga yang tidak cocok. Ada juga yang berjanji akan menghubungi namun tak kunjung kembali.

Beberapa di antaranya memberikan harga yang fantastis bikin kantong jebol. Lho kan ini hadiah kog mesti bayar, kakaaa? Changi hanya menyediakan tiket pulang pergi, sedangkan di luar itu aku mesti tanggung sendiri.

Kira-kira hampir 2 bulan aku mengerahkan usaha dan tenaga lewat dunia maya dan doa yang akhirnya suatu hari aku dibangunkan oleh sebuah saran dari suami mengapa tak mencoba agen perjalanan yang pernah memberangkatkan aku sebelumnya?

Duh, aku menjitak jidatku sendiri. Iya ya, kog bisanya aku tidak memikirkan ini.

Alhamdullillah, betapa sukacita di dada saat travel dengan segenap hati siap membantu segalanya. Sungguh jika Dia berkata, "jadi maka jadilah ia".

Tanpa hambatan berarti visa kami dapatkan dan segala sesuatu fit sesuai yang direncanakan.

Aku juga baru tahu bahwa suntikan meningitis yang pernah aku dapatkan memiliki masa periode efektif 2 tahun. Untuk kasus aku, pertama kali disuntik tanggal 27 Desember 2014 maka ia akan berlaku sampai 27 Desember 2016. Artinya jika di antara periode itu aku akan melakukan umroh, maka tidak perlu mendapatkan suntikan lagi. Semua tertera jelas didalam sertifikat  yang berukuran sama dengan paspor.

Pemenang Utama Changi Travel Quest

2 Tahun Masa Suntik Vaksin Meningitis
Perjalanan umroh kali ini sedikit berbeda dengan yang di sini. Kali ini kami akan bertemu rombongan pak Ustad dari Medan di Jeddah. Iya, karena kami sudah punya tiket sendiri dari Changi dengan rute Balikpapan-Singapore-Jeddah dan transit di Doha, Qatar pergi pulang, dengan Silk Air dan Qatar Airways.


Pemenang Utama Changi Travel Quest

Tiket Pergi Pulang Balikpapan-Singapore by Silk Air 

Pemenang Utama Changi Travel Quest
Tiket Pergi Pulang Singapore-Jeddah by Qatar Airways

Jadi menjelang hari keberangkatan, kami terutama suami manasik dengan melihat tutorial di internet, karena domisili Ustad di Lubukpakam, Sumatera Utara.

Jelas sekali aura umroh terasa di dalam rumah. Kami juga memelihara kebugaran agar stamina fit saat melaksanakan umroh. Aku pernah menyaksikan betapa sedih dan pilu jika tak bisa menjalankan ibadah umroh saat mendapat cobaan sakit. Orang-orang berlomba-lomba ke mesjid, melakukan rangkaian aktivitas ibadah dan juga ziarah, sementara kita hanya cuma bisa berbaring di hotel tanpa daya. Teramat pilu, kakaa...

Tapi aku sepenuhnya percaya bahwa semua yang terjadi pasti ada hikmahnya.

Just like Steve Job said ~ Learn continually - there is always "one more things" to learn!

Aku percaya akan ada banyak pengalaman seru yang bakal aku temukan selama dalam perjalanan Road to Arabia (2) pemenang utama Changi travel request ini.

Stay tune, gaesss... (aisss... banyak kali gaya emak rempong ini) Xixixi...