Ini Dia 5 Lokasi Terbaik Nikmati Eksotika Danau Toba. Yup! Meski bulan Agustus baru saja berlalu, aku masih belum bisa move on dari ngomongin tentang kemerdekaan, nih.
Menurutku, iya masih menurutku, memaknai kemerdekaan untuk setiap orang adalah berbeda-beda, tapi bisa juga menemukan kecocokan antara satu dengan yang lainnya.
Misalnya seperti sahabatku Ike Yuliastuti yang mengekspresikan makna kemerdekaan di era digital adalah memiliki kebebasan dalam menulis tetapi tetap diikuti rasa tanggung jawab akan isi dan materi tulisan.
Misalnya seperti sahabatku Ike Yuliastuti yang mengekspresikan makna kemerdekaan di era digital adalah memiliki kebebasan dalam menulis tetapi tetap diikuti rasa tanggung jawab akan isi dan materi tulisan.
Sedangkan menurutku memaknai kemerdekaan adalah jadilah inspirasi!Iya, jadilah inspirasi dari lingkungan terkecil dahulu, bagi buah hati misalnya!
Bayangkan jika setiap keluarga di Indonesia menjadikan keluarga adalah panutan utama!
Panutan untuk budi pekerti, cerdas sekaligus, bersih pikiran dan hati.
Kebetulan aku suka menulis, jadilah tulisan tempat aku menumpahkan segalanya.
Kebetulan aku suka menulis, jadilah tulisan tempat aku menumpahkan segalanya.
Aku juga suka jalan-jalan. Kemana saja. Gak pake milih. Apalagi ke tempat yang sama sekali baru. Syalalala... langsung kikir kuku!
Dalam kesempatan liburan kali ini, aku mengajak buah hatiku yang beranjak remaja untuk memaknai kemerdekaan dengan mencintai leluhurnya, Indonesia.
Dalam kesempatan liburan kali ini, aku mengajak buah hatiku yang beranjak remaja untuk memaknai kemerdekaan dengan mencintai leluhurnya, Indonesia.
Cara yang paling mudah dan asyik tentu saja, jalan-jalan di negeri sendiri. Soalnya doi lagi keranjingan oppa-oppa Korea dan segalanya tentang Korea. Huuaaa... Siapa lagi yang idem, ayo ngacung!
Begini ceritanya!
Siantar, I'm coming!
Jam 0645. Pagi menembus kabut Lubukpakam!
Tetapi jalan lintas propinsi sudah menggeliat dengan berbagai aktivitas. Truk panjang dan besar mendominasi jalanan.
mencintaimu,
seumur hidupku,
selamanya,
kau tetap milikku...
Stop!
Hahaha...
Entah mengapa suka banget sama lirik lagu ini. Ayo coba tebak judul dan penyanyinya?
Masih dalam suasana Ramadhan, namun aktivitas jalanan masih sama seperti biasa. Beberapa anak sekolah dasar berjalan berombongan. Sementara yang lain memilih kendaraan roda dua, menembus kabut berpacu dengan si roda empat, enam bahkan sepuluh. Begitu gemuruh, terekam saat sesekali aku menurunkan kaca mobil.
Perbaungan, Sei Bamban, Kampung Pon, Tebingtinggi adalah beberapa kota yang kami lewati, dan kota terakhir adalah yang paling ramai. Kota ini merupakan lintas utama di Sumatera, penghubung Lintas Timur dan Lintas Tengah Sumatera yang melalui lintas diagonal pada ruas jalan Tebingtinggi, Pematangsiantar, Parapat, Balige dan Siborong-borong.
Saat mudik begini pemandangan setelah kota Tebingtinggi adalah favoritku. Perkebunan karet, coklat dan kelapa sawit berganti-ganti menghiasi perjalanan. Beberapa di antaranya berhiaskan tanaman bunga di bagian tepi. Cantik!
Tak pernah bosan mereguk keindahannya. Tak pernah, tak akan!
Bentor alias becak bermotor mulai kelihatan, artinya kota kelahiranku, Pematang Siantar sudah dekat. Darahku perlahan bergejolak. Selalu. Entah mengapa. Kota Siantar, begitu panggilan sayang kami, selalu mampu hadirkan emosi di hati.
Berbagai kenangan silih berganti bermain nun di nurani. Mulai masa kanak-kanak, sekolah dasar hingga tamat SMA berkejaran di pelupuk mata.
"Kog senyum-senyum sendiri, Bunda?"
Rupanya babang suami memergoki aku manyun-manyun sendiri. Xixixi...
"Adaa... deh!" Usilku kumat tanpa kompromi.
Namun kali ini abang tak bereaksi. Langsung fokus ke tengah jalan, ssst... ada dedek emes mau nyebrang.
Nah loe! Kalah sama dedek emes!
Jam sepuluh kami mulai memasuki kota Siantar.
Roti Ganda, Tentu Saja!
Langsung check in ke toko roti legendaris Ganda di jalan Sutomo, ikon oleholeh dan kuliner, tentu saja! Buat buka puasa di jalan, siapa tahu kemalaman.
Roti Ganda sangat terkenal di Siantar bahkan sampai ke Medan!
Kerenyahan roti dan rasa eksotika selainya itu, takkan terlupa!
Ini murni pengalaman pribadi. Tak ada promosi. Sungguh!
Cuma, yaitu kudu ngantri, bow. Apalagi saat ke sana di saat roti baru keluar dari oven, mulai jam 3 siang, alamak, siap-siap betis bengkak.
Harganya juga ramah di kantong. Gak bikin jebol!
Mendadak jadi ingat pengalaman teman saat liburan di Sangalaki, Berau. Di mana sebotol minuman YouC1000 seharga Rp 30.000.
Kalau di Siantar, dengan Rp 18.000 kita bisa mendapatkan roti bantal jumbo dengan selai sarikaya yang khas.
Kalau di Siantar, dengan Rp 18.000 kita bisa mendapatkan roti bantal jumbo dengan selai sarikaya yang khas.
Tersedia juga dalam lapisan krim dan meises. Enyaaak!
Olesan selainya yang royal, memang fenomenal!
... dan pembeli bisa menyaksikan saat pegawai mengoleskan selainya. Dijamin selera langsung membahana!
Sepertinya itulah ciri khas roti selai Ganda!
Duluu... iya dulu sekali, aku masih sempat beli cuma dengan Rp 2.500. Zaman sekolah dasar laa.
But, kini, Ganda sudah berbeda!
Ngantri tingkat dewa tinggal cerita. Desain outlet kini alami inovasi, tak perlu berjejal lagi untuk sepotong roti. Lebih manusiawi. Gak seperti ikan teri. Xixixi.
Berita terkini, Ganda sudah membuka cabang di jalan Kartini 21 Siantar!
Kota Siantar tak banyak berubah. Cuma lebih macet. Luas jalan tidak bertambah namun kendaraan melimpah ruah.
Aku mengarahkan melalui rute jalan yang dulu setiap hari aku lewati. Saat 6 tahun di sekolah dasar negeri. Tak ada lagi halaman luas itu. Tempat aku melantunkan puisi di setiap Sabtu. Kini, gedung sekolah bertumpuk jadi satu. Mungkinkah sukacita belajar didapatkan di situ? Entahlah.
Mobil terus melaju menuju Parapat, dimana Danau Toba siap memikat dan menjerat.
Waspadalah! Waspadalah!
Are you ready, guys?
Hatiku sempat sendu ketika mendung kelabu setia menemani sepanjang perjalanan ini. Bukankah hasil fotografi lebih indah ketika cuaca cerah bersedia bersinergi?
Alhamdullillah, perlahan mendung yang bergantung, berarak pergi. Kecerahan hari sepertinya bukan sebuah mimpi lagi.
Baca juga : Mimpi yang terwujud, terbang ke Osaka Castle Istana Di dalam Taman di Jepang!
Memasuki hutan pinus, dingin beringsut menyelimuti. Begitu kudus!
Kembali jendela mobil aku buka, menghirup aura mistik sang rimba. Batang pinus semakin menjulang diikuti dedaunan yang sesekali bergoyang bagai mempersembahkan tarian selamat datang.
Aku raih gadget merekam eksotika pinus berbaris dan mendadak aura mistis seolah menghipnotis.
Ahhh... maafkan beta yang hiperbola.
Jalanan mulus dan sepi semakin menambah magis. Rasanya ingin berhenti dan berpose narsis but yet tetap manis.
Mendadak ingat beberapa koleksi kebaya modern Zalora. Apa jadinya ya jika aku berpose ala-ala model pro. Mix and match warna cerah dan nuansa alami. Wow, pasti keren tingkat dewa ya, bow.
Jalanan mulus dan sepi semakin menambah magis. Rasanya ingin berhenti dan berpose narsis but yet tetap manis.
Mendadak ingat beberapa koleksi kebaya modern Zalora. Apa jadinya ya jika aku berpose ala-ala model pro. Mix and match warna cerah dan nuansa alami. Wow, pasti keren tingkat dewa ya, bow.
Hmmm... emang bisa?
Ya, coba dong.
Hal baru itu bukan sesuatu yang ditakutkan tapi ditaklukkan!Ciee... cie...
Tapi... takut seketika melingkupi raga.
Takut apa?
Hahaha... takut diculik?
Gak... laa. Takut ada hewan liar numpang eksis bareng. Secara kita kan seleb gitu lho. Bruakakaka...
Kembali ke laptop!
Kini jalan semakin sering berkelok dan deretan pohon pinus perlahan menghilang, digantikan tebing-tebing curam bermunculan dari balik sisi jalan.
Kini jalan semakin sering berkelok dan deretan pohon pinus perlahan menghilang, digantikan tebing-tebing curam bermunculan dari balik sisi jalan.
Jalan semakin mengecil namun masih tetap mulus. Saat berselisih kendaraan kerap berbagi klakson dan lampu sein. Yup, safety first, as always!
Tiba-tiba... di balik sebuah tikungan, sebuah bukit menjulang, semakin dekat, dekat dan di depannya Danau Toba terbentang. Meski sudah berkali-kali ke sini, tetap saja adrenalin mengambil kendali. Jantung seperti dipompa, melompat ingin keluar dari raga. Aku menyentuh tangan babang dan meminta kecepatan kendaraan agar berkurang.
Lihatlah!
Hati siapa yang tak akan terguncang saat perpaduan panorama memesona tepat berada di pelupuk mata. Iya, permukaan air yang luas nan tenang dalam dekapan perbukitan hijau. Sungguh memukau!
Rasanya kurang afdol jika tidak melihatnya dari dekat. Aku hanya bisa menatap lekat karena perjalanan kami masih jauh dari dekat. Mungkin di lain kesempatan, kerinduan ini aku tuntaskan.
Kami menepi dan jadilah beberapa koleksi ini menjadi penghuni galeri. Beberapa di antaranya langsung aku share di twitter @rosannaiqbal pakai XL Xtra Combo. Juga lewat instagram babang.
Tahukah kamu?
Saking luasnya, ternyata Danau Toba bisa dilihat dari berbagai lokasi dan menawarkan berbagai sudut keindahan, yang mencakup kawasan kabupaten Karo, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Simalungun, Humbang Hasundutan, Toba dan Dairi. Jadi merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi penikmat wisata bentang alam.
Ini dia 5 lokasi terbaik nikmati eksotika Danau Toba
Ada beberapa "panatapan" atau tempat berhenti untuk memuaskan menatap eksotisme Danau Toba. Menggunakan Asus Zenfone 3 Max 5.5", aku mengabadikan keindahan Danau Toba. Video dan image. Rencananya sih aku ingin membuat postingan tersendiri. Biar puas curhatnya. Hahaha...
Gimana, kamu suka?
Misalnya yang ini!
Berani uji nyali?
View yang ditawarkan juga fantastis!
Tentu dong ya, ada harga ada rupa!
Barisan bukit menjadi daya tarik, terutama di saat sunset mengintip. Kudu banyak berdoa agar hujan dipindahkan ke tempat lain saja kala senja merona. Biasanya warna kemerahan akan berpendar di atas Danau Toba. Indah sekali!
Pesona bukit dan lembah mampu membuat segala lelah menguap seketika. Apalagi ketika tiba di puncak Pusuk Buhit, melihat pantulan gumpalan awan di permukaan Danau Toba.
Bisa membayangkan?
Aku baru bisa mengeksekusi poin satu dan berharap berkesempatan mewujudkan ke-4 lokasi lainnya.
Siapa yang mau ikut?
Eh, ini sudah sampai di mana ya?
Parapat!
Hampir 1 jam melabuhkan rindu ke Danau Toba. Perjalanan masih panjang menuju Sibolga, Tapanuli Tengah dan melanjutkan perjalanan ke Pulau Karang, Barus mengulangi kembali piknik seru di pulau tanpa penghuni.
Jadi, dari 5 Lokasi Terbaik Nikmati Eksotika Danau Toba ini, yang mana sudah kamu eksekusi?
Upps, hampir ketinggalan, kalau kamu punya lokasi favorit lainnya, sila tambahkan di komen di bawah ini ya!
Tiba-tiba... di balik sebuah tikungan, sebuah bukit menjulang, semakin dekat, dekat dan di depannya Danau Toba terbentang. Meski sudah berkali-kali ke sini, tetap saja adrenalin mengambil kendali. Jantung seperti dipompa, melompat ingin keluar dari raga. Aku menyentuh tangan babang dan meminta kecepatan kendaraan agar berkurang.
Lihatlah!
Hati siapa yang tak akan terguncang saat perpaduan panorama memesona tepat berada di pelupuk mata. Iya, permukaan air yang luas nan tenang dalam dekapan perbukitan hijau. Sungguh memukau!
Rasanya kurang afdol jika tidak melihatnya dari dekat. Aku hanya bisa menatap lekat karena perjalanan kami masih jauh dari dekat. Mungkin di lain kesempatan, kerinduan ini aku tuntaskan.
Kami menepi dan jadilah beberapa koleksi ini menjadi penghuni galeri. Beberapa di antaranya langsung aku share di twitter @rosannaiqbal pakai XL Xtra Combo. Juga lewat instagram babang.
Tahukah kamu?
Saking luasnya, ternyata Danau Toba bisa dilihat dari berbagai lokasi dan menawarkan berbagai sudut keindahan, yang mencakup kawasan kabupaten Karo, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Simalungun, Humbang Hasundutan, Toba dan Dairi. Jadi merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi penikmat wisata bentang alam.
Ini dia 5 lokasi terbaik nikmati eksotika Danau Toba
1. Simalungun
Nah, perjalananku kali ini melalui kota Parapat. Parapat adalah sebuah kelurahan di kecamatan Girsang Sipangan Bolon. Jadi, bukan termasuk Toba Samosir ya. Catat! Hihihi... Soalnya pada penyelenggaraan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba, ada yang 'terpeleset' menyatakan Parapat adalah Toba Samosir. Sampai-sampai Bapak Bupati Simalungun JP Saragih curhat dan menangis saat konferensi pers Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba Agustus tahun lalu. I feel you, Bapak.Ada beberapa "panatapan" atau tempat berhenti untuk memuaskan menatap eksotisme Danau Toba. Menggunakan Asus Zenfone 3 Max 5.5", aku mengabadikan keindahan Danau Toba. Video dan image. Rencananya sih aku ingin membuat postingan tersendiri. Biar puas curhatnya. Hahaha...
Gimana, kamu suka?
2. Bukit Simarjarunjung
Bukit ini terletak di kota Tigaras, masih Simalungun juga. Tempat ini menawarkan sudut berbeda dari Danau Toba. Rencananya kami akan ke sini dalam beberapa hari nanti. Semoga cuaca cerah berkenan menemani. Dari hasil berburu beberapa tulisan di internet, ternyata sudah tersedia beberapa spot foto terbaik.Misalnya yang ini!
![]() |
| Sumber : @arie_fft |
3. Taman Simalem Resort
Ini termasuk dalam kawasan kabupaten Karo. Tepatnya di desa Merek. Bukan merek yang itu lho ya. Hahaha. Tempat ini dikelola swasta dan amat sangat eksklusif. Untuk masuk saja kudu merogoh kocek yang sangat dalam Rp 50.000 untuk pengunjung biasa. Rp 85.000 pengendara motor dan Rp 250.000 untuk maksimal roda 8.View yang ditawarkan juga fantastis!
Tentu dong ya, ada harga ada rupa!
4. Bukit Tarabunga
Nah, ini baru terletak di kabupaten Toba Samosir alias Tobasa. Berjarak 5 kilometer dari kota Balige, tempat ini kembali menawarkan sudut lain pesona Danau Toba.Barisan bukit menjadi daya tarik, terutama di saat sunset mengintip. Kudu banyak berdoa agar hujan dipindahkan ke tempat lain saja kala senja merona. Biasanya warna kemerahan akan berpendar di atas Danau Toba. Indah sekali!
5. Pusuk Buhit
Nah untuk yang satu ini. Kudu menyediakan waktu minimal satu malam. Soalnya ada beberapa aktivitas yang sayang dilewatkan kalau sudah sampai ke sini seperti, mandi di tempat pemandian seperti Aek Sipitu Dae atau Batau Cawan, naik ke Menara Tele untuk mengintip panorama luar biasa Danau Toba, trekking yang mampu membuat kamu berhenti sebentar-sebentar untuk tarik nafas dan... selfie tentu saja.Pesona bukit dan lembah mampu membuat segala lelah menguap seketika. Apalagi ketika tiba di puncak Pusuk Buhit, melihat pantulan gumpalan awan di permukaan Danau Toba.
Bisa membayangkan?
Aku baru bisa mengeksekusi poin satu dan berharap berkesempatan mewujudkan ke-4 lokasi lainnya.
Siapa yang mau ikut?
Eh, ini sudah sampai di mana ya?
Parapat!
Hampir 1 jam melabuhkan rindu ke Danau Toba. Perjalanan masih panjang menuju Sibolga, Tapanuli Tengah dan melanjutkan perjalanan ke Pulau Karang, Barus mengulangi kembali piknik seru di pulau tanpa penghuni.
Jadi, dari 5 Lokasi Terbaik Nikmati Eksotika Danau Toba ini, yang mana sudah kamu eksekusi?
Upps, hampir ketinggalan, kalau kamu punya lokasi favorit lainnya, sila tambahkan di komen di bawah ini ya!




































