Kamis, 28 April 2016

Ini Dia 7 Manfaat Menakjubkan Dari Menulis


Ini Dia 7 Manfaat Menakjubkan Dari Menulis

Ini Dia 7 Manfaat Menakjubkan Dari Menulis. Hobi tampil ternyata sudah bermula sejak aku balita.

Ini menurut ibunda.

Lalu berkembang menjadi gemar mencoret di dinding rumah sambil bercerita, di fase usia pra sekolah.

Ini Dia 7 Manfaat Menakjubkan Dari Menulis

Selanjutnya bermain sekolah-sekolahan.

Sebagai anak sulung *uhuk! aku menetapkan peraturan. Yang dapat peran sebagai guru pertama kali harus aku, baru kemudian menyusul adik-adikku yang berjumlah 2 orang. Hiii... otoriter banget yak!

Terbayang kembali dinding rumah yang penuh hasil karyaku dan adik-adikku.

Saat itu kami sangat beruntung karena ibu tak pernah melarang kami melakukan semua itu. Walhasil, rumah bagai papan tulis, yuhuuu...

Jika ada dana berlebih biasanya menjelang lebaran dinding rumah bisa mulus kembali, dicat ulang.

Menginjak sekolah dasar hobiku melebar. Unjuk kebolehan di depan umum mulai kunikmati. Membaca puisi, memimpin lagu wajib bahkan menjadi petugas upacara, aku tekuni. Dari menjadi pemimpin upacara sampai petugas bendera.

Ini Dia 7 Manfaat Menakjubkan Dari Menulis

Aku pernah lho jadi petugas bendera bersama teman sekolah untuk tingkat kotamadya. Betapa sukacitanya aku saat itu. Zaman itu belum ada angkutan umum. Jadi agar tak terlambat aku berangkat, saat jam menunjukkan pukul enam. Jalanan masih gelap. Sesampai di tempat upacara tubuh sudah basah oleh keringat. Fuiiih....!

Bukan itu saja. Kami juga didaulat jadi petugas untuk penurunan bendera. Lagi-lagi aku berangkat dengan jalan kaki. Iya, sama seperti tadi pagi, tubuh bersimbah keringat juga aku alami. Demi apa, coba...!

Semua terbayar saat Bapak Walikota mengundang kami masuk ke kediamannya, makan malam bersama dan menyalami kami semua.
Jika semua tentang hal yang disuka, memang nikmat menjalaninya.
Baca juga : Rahasia Agar Tetap Energik dan Cantik Sepanjang Usia

Untuk ukuran zaman itu bisa masuk ke halaman rumah pak Walikota adalah pengalaman luar biasa. Kebetulan sehari-hari waktu masih di sekolah dasar, rumah beliau dua kali dalam sehari aku lewati. Rumah putih besar, dengan halaman luas dan rumput yang terawat, rapi.

Hingga kini kenangan itu terukir dalam di hati. Tak terlupakan.

Saat di sekolah dasar juga, tugas mengarang dari ibu guru bahasa Indonesia adalah momen yang sangat aku suka. Jika teman-teman hanya menghabiskan 2 halaman buku, aku bisa sampai 5-6 lembar.

Kira-kira ibu guru baca apa nggak ya?

Atau malah cuma buat ganjal bawah meja. Habis kebanyakan, cap cai dong bacanya. Hahaha...

Menulis seperti panggilan jiwa.

Bedanya kalau dulu tak perlu mikir tentang teknik SEO dan lain-lainya.

Kalau menulis ya nulis saja. Sudah mendatangkan kenikmatan luar biasa.

Ini Dia 7 Manfaat Menakjubkan Dari Menulis


Nah seperti itulah kira-kira yang dirasakan Nunu, salah seorang member arisan kelompok 6 Blogger Perempuan, saat memutuskan kembali menggeluti dunia blogging yang pernah ditinggalkan selama 5 tahun.

Awalnya mencari kegiatan yang bermanfaat, namun kini malah jatuh cinta. Bahkan hasil karyanya telah diakui dan bersanding dengan penulis keren lainnya.

Doi bisa melakukan semua hobi ini plus berstatus pegawai di sebuah Kementrian di Jakarta.

Hebat ya!

Aku suka banget dengan gaya bahasanya yang seolah menyelami hati pembaca. Hal itu jelas terasa saat menikmati sebuah tulisan tentang membuat konten SEO.

Duh, SEO lagi. Lagi-lagi SEO. Alamak sudah 4 kali aku sebut.
Baca juga  : Cara Ampuh Agar Artikel Cepat Terindeks Google
Iya deh habis ini, nggak lagi. Janji... *sodorin tangan.

Ternyata menulis banyak manfaatnya lho.

1. Mengukir Kenangan
Iya dong.
Karena hidup tidak menunggu kita. Dia terus berjalan. Tak bisa dihentikan. Kejadian demi kejadian berlalu, tertindih bahkan terlupakan. So, kita harus menyelamatkan beberapa momen penting apatah lagi yang langka.
Ini Dia 7 Manfaat Menakjubkan Dari Menulis

2. Rumah Ide
Adakalanya ide muncul liar tak terkendalikan. Seperti jailangkung.
Xixixi... *maklampir mode on
Datang tak diundang, pulang tak diantar. Dan sering kali ide ini hadirnya seperti kilat. Wuz... dan akhirnya hilang.
Namun adakalanya merambat, menggeliat. 
Untuk itu perlu direkam, on line atau off line.
3. Pengembangan Diri
Kog bisa?
Lha, pastinya sebelum pencet publish, pasti kita kudu preview dan memeriksa kembali tulisan kita. Apakah ada ruhnya? Typo?  Diksi yang menarik? 
Ada analisis di sini. Otomatis sedikit demi sedikit tanpa disadari kita mengalami proses belajar yang terus-menerus. Tuh, betulkan! Pengembangan diri deh, muaranya.
4. Sumber Inspirasi 
Kita takkan pernah tahu betapa tulisan terutama curahan hati kita mampu menggerakkan bahkan bisa menginspirasi seseorang.
Bayangkan ada seseorang di luar sana menjadi begitu bahagia dan tertolong hanya karena membaca tulisan kita, yang justru tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Meski mereka hanya sebagai silent reader.
Page view meningkat dan kebaikanpun kau dapat. Insya Allah.
Bukankah kebahagiaan hidup itu adalah saat kita bisa memberi manfaat?
Jadi, tetaplah menulis ya, sobat.
 Baca juga : 9 Alasan Mulia Menulis Kisah Hidup Pribadi


5. Menjadi Penulis Lebih Baik
Maksud loe?
Iya dong dengan disiplin duduk dan menulis dijamin pasti akan meningkatkan kemampuan menulis.
Kalau cuma berpikir dan berencana rasanya sih tidak dihitung. Kudu beraksi dan lakukan!
6. Jadi Lebih Banyak Tahu
Ini jelas banget yaa...!
Untuk bisa menulis dengan baik pasti kudu membaca. Jelas sekali ada output dari aktivitas ini yaitu... kita akan belajar... banyak.
Seperti yang diungkapkan oleh novelis kondang Stephen King.
"If you want to be a writer, you must do two things above all others: read a lot, write a lot"
7. Warisan 
Pernahkan membayangkan bahwa saat kita tiada, tulisan kita akan tetap ada.
Dan yakinlah bahwa suatu hari nanti anak cucu kita akan berterima kasih kepada kita. Mereka akan bisa menikmati dan berkomunikasi lewat karya-karya kita.
Kita bahkan tidak bisa membayangkan betapa terpesonanya mereka saat itu, saat menikmati warisan kita.
Bahkan kitab sucipun dibuat dalam bentuk tulisan agar bisa dinikmati oleh generasi berikutnya, sepanjang zaman. 
Ini Dia 7 Manfaat Menakjubkan Dari Menulis

  
Last but not least, demikianlah 7 manfaat menakjubkan dari menulis versi aku, kalau kamu?

Ini Dia 7 Manfaat Menakjubkan Dari Menulis


Kamis, 21 April 2016

Berani Lebih Eksplorasikan Diri

Berani Lebih Eksplorasikan Diri
Berani Lebih Eksplorasikan Diri
Dulu dan sehingga kini aku sungguh terinspirasi lihat berbagai pose teman di berbagai sosial media. Mereka sangat penuh percaya diri.

Promosi bak talen mewakili  produk. Plus kepiawaian mereka berbagi pengalaman baik resep, perjalanan bahkan hadiah hasil kompetisi.

Satu saat mereka tampil dengan kostum ibu-ibu namun di lain waktu dengan kostum abegeh unyu-unyu, atau hadir lengkap dengan pernak-pernik masak, di kesempatan lain liburan santai dengan pose pantai yang aduhai.

Masih tetap kece dan sopan, tentu saja!


Aku pikir mungkin mereka itu ikut pelatihan atau kursus modelling, tapi ternyata tidak. Rata-rata semua teman-teman yang notabene ibu rumah tangga, semuanya otodidak, belajar sendiri dengan modal #BeraniLebih eksplorasikan diri!

Lalu aku pikir, kenapa tidak #BeraniLebih eksplorasikan diri. Tentu saja maksudku bukan eksplor bodi!
Ternyata hal baru bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan! Namun harus ditaklukkan! Dengan mencoba berbagai hal baru kita semakin tahu kemampuan, bakat, minat dan potensi.
Semakin sering dan berani kita mengeksplorasikan diri tanpa disadari semakin giat kita menggali potensi yang kita miliki. Hal ini otomatis akan menambah tingkat kepercayaan dan wawasan diri.

Lagi-lagi tanpa disadari seiring waktu aku menjadi lebih kreatif.

Berani Lebih  Bisa Membantu Menemukan Ide dan Solusi

Memandang sesuatu selalu dari segi positif dan yang pasti tanpa bermaksud arogan kadang kala diakui sebagai sosok inspiratif. #Halah.

Maka, mulailah aku menumbuhkan kepercayaan diri dengan banyak bertanya sana dan sini.

Membaca literatur ringan tentang fotografi, artikel parenting, resep makanan, sampai-sampai cara menulispun semua aku pelajari. Biasanya semua yang berkaitan dengan kontes/kompetisi yang akan kuikuti.

Pelan-pelan kudapatkan kepercayaan diri dan semakin ekspresif seperti ini. Hihihi...

Berani Lebih dan Temukan Kepercayaan Diri

Secara tidak langsung aku juga menularkannya kepada anak dan suami. Meski sulit meyakinkan mereka bahwa mengikuti berbagai kompetisi dan kontes online itu adalah sesuatu yang mengasyikkan sekaligus menjanjikan.

Uniknya, saat hadiah sampai di rumah, mereka berebut ingin pertama kali merobek pembungkusnya.

Merasakan dan menikmati momen kemenangan!

Jujur, awalnya aku susah mendapatkan hasil foto dan tulisan yang maksimal, bahkan sampai kini, aku masih terus belajar dan belajar. Kadang kala aku harus membaca syarat dan ketentuan berulangkali untuk mendapatkan pesan dan kesan yang ingin di sampaikan.

Namun, tak sedikit juga hasil foto dan tulisanku mendapat simpati juri dan memenangkan kompetisi.

Misalnya di sini dan di sana

Hal ini lagi-lagi semakin mendongkrak kepercayaan diri
Kebiasaan #BeraniLebih eksplorasikan diri ini  juga menambah kemampuanku untuk menemukan ide dan solusi. Aku jadi gemar mencoba, dan pengalaman baru adalah konsekuensinya.

Dengan berbagai pengalaman, otomatis, wawasan aku dapatkan, memberi sudut pandang baru dan menolongku memandang suatu permasalahan. 



Senin, 18 April 2016

Lebih Dekat Dengan Sang Ratu de Blog


Lebih Dekat Dengan Sang Ratu de Blog


Biar lebih mantap reviewnya *tsaaah, jadi pakai acara lihat koleksi-koleksi foto di akun FB mbak Ratu Sya dulu. Pemanasan, woiii! Hihihi...

Etapi, lumayan ngos-ngosan juga scrolnya.

Nah loe, sapa suruh datang Jakarta!

Akhirnya sampai juga ke koleksi foto bulan madu *uhuk. Captionnya bikin ngakak *ketawagenit.

Aku mah gitu orangnya.

Berhubung sudah mulai hangat, yuk kita mulai review batch 3 kelompok 6 arisan link blogger perempuan.

TKPnya di sini

Eh, sebelumnya di batch 1 ada mbak Echa dan batch 2 mbak Rani. Sudah mampir ke?

Ternyata oh ternyata sang Ratu adalah seseorang yang misterius. Maksud loe?

Mysterious shopper!

Apa tuh?

Yang pasti dari baunya sudah tercium aroma horor, petualangan  dan belanja. Yay!

Secara singkat tugasnya adalah mendatangi toko-toko yang telah direferensikan, melakukan peninjauan, membuat laporan dan... digaji. Bisa pilih mau dollar atu Euro. Keren booo...

Apa...?

Mau dong, mau.

Nah untuk lebih detail langsung simak di sini ya.

Jadi, karena sudah terungkap binti tersingkap namanya jadi berubah. Bukan mysterious shopper lagi.

Hahahaa...

Duh, jadi ngelantur ya.

Ayo merapat, acara puncak segera dimulai!

A. Blog Review

1. Template 

Warna putih mendominasi tampilan sang ratu.

Aku suka pilihan hurufnya.

Juga alamat URLnya. Akuratudotcom. Serasa aku juga seorang ratu. Hahaii...

Setuju?

Namun ada sedikit masukan nih.

Sebaiknya pada menu bar bisa ditambahkan kategori misalnya seperti CurhatKu, Jalan-Jalan atau Tips, di sebelah Disclosure.

Meski sudah ada label di bagian side bar. Alangkah lebih baik jika kategori ini langsung menjadi perhatian pembaca saat menit pertama membuka blog dan sudah diarahkan kepada pilihan kategori. Tak perlu harus bergeser ke kanan lagi.

Juga untuk postingan populer sebaiknya di taruh di bagian atas di bawah tombol search.

Masih sama idenya. Agar tampilan blog semakin manis, dan membantu pengunjung memetakan kategori/label serta memudahkan navigasi.

Bagai hidangan yang sudah tersaji dan siap dieksekusi.

Ketahuan yaa, aku tukang makan. Gak ada yang nanya, woii...

2. Konten

Sama seperti diriku yang do goda-gado. Mbak Ratupun seperti itu. Postingannya terdiri  dari berbagai genre. Tinggal pilih, bleh.

Mau yang melow, rock atau seriosa. Semuanya emosionil banget. Mengaduk-aduk perasaan.

Liputan tentang buah hati Arman super lengkap. Salam sayang buat doi ya, mbak. Kecup dan peluk.

Nah, terus pas baca labelnya yang ini, ga penting dan iseng, aku jadi kepo.

Kategori Label Ratu de Blog
Ada apakah di sana?

Biar lebih seru, langsung ke TKP aja ya.

B. Blog Performance

1. Google Indexing 

Memulai dunia tulis menulis sejak 2009 dengan jumlah postingan hampir 114 inilah tampilan Ratu Sya, tarrraaa....

Google Indexing Sang Ratu de Blog
She is famous!

Aktivitas di blog menduduki top ranking diikuti aktivitas twit dan terakhir FB.

Kebalikan nih sama aku, FB malah menduduki posisi pertama.

Mbak, mbak, maaf yaa, sekarang kita lagi membahas mbak Ratu. Fokus, mbak, fokus!

Eh, iye ye... nyook, kite lanjut.

2. Loading Speed


Loading Speed Ratu de Blog

Wuzz...wuzz. Keren euui!

3. Domain Authority dan Page Authority

PA DA Ratu de Blog


Bagus banget!

Melewati angka 25.

Menurut bisnis.com nilai PA dan DA yang bagus dan cocok untuk link building adalah diatas +25 dengan PR minimal 1.

4. Alexa

Alexa Ratu de Blog


Nah, kalau yang ini masih chubby. Kudu diet kayaknya.

Etapi, baru hijrah kedotcom, ya? Biasanya Google perlu penyesuaian jika kita baru hijrah ke TLD.

Monggo mbak, hajar semua postingan gimana cara membuat Alexa ramping dan singset.

Btw, masih baca sampai di bagian ini kan?

Anu, ini mau udahan kog.

Baiklah, pemirsah demikian blog review versi Rosanna, lebih dekat dengan sang Ratu de Blog.

Semoga sang Ratu berkenan adanya.




Selasa, 12 April 2016

5 Tips Ampuh Menjadi Juara Satu di Google


Tips Ampuh Menjadi Juara Satu di Google
5 Tips Ampuh Menjadi Juara Satu di Google

Bukan bermaksud pamer apalagi riya.

Berbagi. Iya, berbagi hanya itu intensi maksud tulisan ini.

Beberapa waktu lalu tulisan ini menduduki ranking 2 di halaman pertama untuk keyword cara hebat eksplor bakat.

Namun hari ini jari-jariku *jarijari hiiiks, ingat almarhum Pepeng.

Kembali ke laptop!

Hari ini, 12 April 2016, aku iseng-iseng mengetik kata kunci yang sama.

Alhamdullillah, tulisanku yang aku publish 30 Maret 2016 nangkring di baris 1, menyusul di bawahnya adalah peringkat 1 sebelumnya, viva.co.id.

Padahal PVnya hanya 168 dengan 16 komentar saat tulisan ini dibuat.

Warbiyasah!

Boleh dong GR, yaak?

Boleh, boleh asal jangan lupa pegangan di pohon anggur ya mak.

Etapi, ini gak ada hubungannya dengan bakar menyan, bukan?

Hahaha...

Jadi gini,

Jujur aku langsung terinspirasi untuk berbagi hal ini. *tssaaah *kibasponi

Ini aja eike masih pakai daster. Gak percaya? Derita loe!

Hahaha...

Berikut tips ampuh menjadi juara satu di google!


1. Konten Orisinal, Berkualitas, Relevan dan Informatif

Ini memang harga mati seperti yang pernah aku tuliskan di sini.

Algoritma terbaru Google RankBrain menjadi polisinya. Menurut praktisi SEO, beliau adalah penerus Hummingbird. Hmm... beliau. Duh, gayamu, rek!

Bersama dengan algoritma Panda keduanya menciptakan sinergi.

Memastikan akurasi konten agar pencari mendapat informasi yang tepat itulah misi yang diemban.

Kalau sudah begini siap-siap kebanjiran visitor organik dari mesin pencari.

Bahagianya.... *korbanSEOmania

2.  Hasilkan Artikel Paling Banyak Diminati dan Dicari

Tahukah kamu?

Ada ratusan blogger baru setiap harinya.

Jadi, membuat artikel paling banyak diminati dan dicari serta non musiman is a MUST!

Pastikan informasi berlaku sepanjang masa. Bukan cuma untuk hari ini apalagi hari kemarin.

3. Sampaikan dengan cara yang khas, akrab dan jauh dari kesan menggurui 

Mengapa?

Agar pengunjung merasa betah dan tertarik untuk membaca artikel lainnya.

Seperti yang sedang aku lakukan ini. *kibasponi lagi. Xixixi...

Buktinya kalian masih mau membaca sampai di bagian sini kan? *kedipmata

4. Backlink Postingan

Seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang.

Maksudnya artikel kita kudu berkenalan dong dengan tetangga agar cepat terindeks. Promo gitu lho.

Caranya?

Bagilah postingan kita dengan menggunakan media sosial seperti facebook, twitter dan google plus.

Apalagi yang terakhir itu google plus, is a another MUST.

Buktikan sendiri, pasti langsung nangkring di page 1 apalagi jika bersinergi dengan teknik SEO on page dan SEO off page. Ayo buruan google. Hahaha...

Udah gitu aja. As simple as it is.

Gak perlu SEO bertele-tele dan rumit, ntar kening malah mengernyit.

5. Blogwalking 

Bahasa di kampung eike silatuhrahmi, kakaaaa...

Selain untuk mempererat silatuhrahmi, kita juga bisa mendapatkan pengetahuan dan informasi.

Pastikan komentar kita juga bisa mendatangkan manfaat dan bahkan mampu mengundang pembaca lain berkenan mampir di blog kita.

Jadi tinggalkan URL postingan bukan homepage agar pembaca langsung beraksi.

Langsung kepal tangan nyanyi ala Kotak.... beraksi!

Dan... Alexa juga bisa ramping lho.

Kog bisa?

Pan google pernah curhat. Buatlah pengunjung baru menjadi pengunjung tetap!

Aku sudah membuktikannya sendiri.

Bahwa kunjungan blogwalker mampu menurunkan puluhan juta angka alexa menjadi ratusan ribu hanya dalam hitungan hari.

Hal itu aku alami saat mutasi blogspot.com menjadi domain pada 26 September 2015 lalu.

Saat itu alexa berada di kisaran 19 juta dan berangsur-angsur hampir menyentuh angka 350.000-an hingga saat ini.

Padahal jumlah postingan masih di bawah 100, tepatnya 62 postingan dan PV di bawah 24.000.

Nah itu dia 5 tips ampuh menjadi juara satu di google versiku.

Jika aku menemukan tips lain yang lebih terkini dengan senang hati aku akan berbagi, karena google senantiasa melakukan terobosan tanpa henti.

Bisa saja tips hari ini tidak akan berlaku beberapa bulan lagi. Semua tergantung trik mesin pencari.

Atau mungkin ada yang ingin menambahkan?

Ayo berbagi tips di komentar di bawah ini.

Indahnya berbagi.



Jumat, 08 April 2016

Contact


HP: 0812 58 40195


Email: rosannasimanjuntak93@gmail.com
Facebook : Rosanna Simanjuntak
Twitter: @rosannaiqbal
Instagram: @rosannasimanjuntak 

Jumat, 01 April 2016

Review Profil Blogger Rani Yulianty


Review Profil Blogger Rani Yulianty.

Hola,

Untuk putaran kedua arisan link kelompok 6 giliran blog mbak Rani Yulianty yang dibedah.

Terus mau bius lokal atau total nih, mbak?

Hahaha...

Mbak Rani bukan pemain baru lho di dunia blogging.

Bahkan ada 2 blog dalam asuhannya.

Blog cerita anak bunda lekat dengan dunia parenting. Berbagi warna kehidupan. Mulai dari cerita masa kehamilan, ASI, review produk dan tentu saja dong semua tentang Fathan, sang buah hati!

Salah satu yang menyita perhatianku adalah tentang betapa sedihnya harus berpisah dengan Fathan, karena beda domisili. Kehilangan beberapa momen yang dulu biasanya sering berbagi.

Namun seiring waktu Mbak Rani bisa belajar mengatasi.

Kali ini aku fokus pada blog professional si Mbak dengan blog title yang sangat melow bow: i don't want to lose this feeling...

Kita telanjangi telusuri blognya, yuk!

Template

Terpesona dengan harmoni warna hitam, biru, putih dan hijau di bagian atas template. Maaknyoos, adem banget dan looks professional!

Bagaimana menurutmu?

Review Profil Blogger Rani Yulianty

Konten

Sesuai dengan title blog yang melow tadi, konten blog juga tidak berfokus pada niche tertentu.

Semua tentang blogger, reviewer dan buzzer.

Review Profil Blogger Rani Yulianty

Meski kadang kala menerima kompensasi atas review yang dibuat, namun mbak Rani memastikan bahwa semua tulisannya dipastikan berasal dari opini yang jujur, seimbang, terpercaya dan sesuai dengan pengalaman produk tersebut.

Hal ini tertuang jelas dalam disclosure.

Statistik pencapaian

1. Google Indexing

Review Profil Blogger Rani Yulianty

Selamat, mbak Rani sudah jadi seleb blog alias femes kakaa...

2. Loading Speed

Review Profil Blogger Rani Yulianty

Not bad, right?

3. Domain Authority dan Page Authority

Review Profil Blogger Rani Yulianty

Gimana?

Kalau menurut bisnis.com nilai PA dan DA yang bagus dan cocok untuk link building adalah diatas +25 dengan PR minimal 1.

Etapi itu kata bisnis.com lho ya.

Kadang kala ada lho klien yang tidak terlalu memprioritaskan hal itu semua.

Ini masalah rezeki, ada campur tangan Ilahi di sini.

Selanjutnya izinkan aku memberi masukan ya dear.

Membaca artikel di blog beda dengan membaca buku.

Biasanya orang sangat fokus saat membaca buku. Tidak di internet.

Pasti kamu juga sudah melewati beberapa bagian sebelum sampai ke bagian ini.

Iya, kan *dipdipmatadikedip.

Itulah, maksudku! Dan ini wajar.

Karena menurut sebuah riset, memang sebagian mata pembaca di internet cenderung melewati hampir sebagian tulisan apalagi kalau sudah terlalu panjang.

Biasanya di bagian atas artikel  masih lengkap tuh dibaca, masih nafsu gitu.

Etapi makin ke bawah makin sedikit yang dibaca. Hahaha... gue banget ini yaak!

Kayak huruf F.

Betulkan? *kediplagi.

Karena kalau di internet, kita bukan reading, tapi scanning atau skimming.

Hadeh, apa itu?

Mengambil poin-poin penting aja cuuu. Gitu lo.

Padahal kita sang penulis maunya pembaca semakin betah dan mau mampir lagi, terus bawa pasukan satu kompi. Biar gak fakir pengunjung. Lho, kog #malahcurhat!

Duh kelamaan, mbak. Buruan to the point aja laa!

Eh...maaf, ya?

Baiklah.

Menurut hematku sebaiknya mbak Rani jangan mengikuti saran ibu guru bahasa Indonesia yang menyarankan agar 1 paragraf terdiri dari 4-5 kalimat, karena itu kurang greget di internet!

Paragraf dengan terlalu banyak tulisan bikin mata cepat lelah.

Maksimal 3-4 baris dengan panjang horizontal tidak lebih dari 20 kata.

Udah gitu aja!

Ntar banyak-banyak dilempar kulit duren.

Hahaha...

Nah, sobat dumayku. Itulah review pribadiku saat membaca konten blog Mbak Rani

Kalau review profil blogger Rani Yulianty versimu, gimana?




Rabu, 30 Maret 2016

Cara Hebat Eksplor Bakat!


Cara Hebat Eksplor Bakat

Cara Hebat Eksplor Bakat. [Update] Sering menghabiskan waktu dengan anak, tapi masih belum bisa menemukan berlian terpendam?

Hohoho... jangan rendah diri, karena anda tidak sendiri!

Semoga tulisan cara hebat eksplor bakat ini bermanfaat.

Jadi gini, #mimikserius

Satu hal yang perlu di tanamkan, bahwa setiap anak itu unik dan berbeda!

Bahwa Setiap Anak Itu Berbeda

Baik bakat dan minat.

Haa...!

Apa...!

Bakat dan minat, memangnya beda ya?

Ya eeyyalah... #melotot

Padahal baru tahu juga. Hahaha...

Bakat itu sesuatu yang menonjol dalam diri anak, seperti hidung, jerawat dan... stop-stop bukan itu!

Mari kita ulangi ya,

Bakat itu adalah sesuatu yang menonjol dalam diri anak.

Kita bisa mulai mengobservasi mengamati perilaku anak sejak dini.

Biasanya bakat itu dibawa sejak lahir dan didapatkan dari genetik orang tua. Misalnya senang menabuh apa saja yang ada disekitarnya, bongkar pasang mainan, bernyanyi, memainkan alat musik atau berlenggak-lenggok bak peragawati.

Menurut para ahli, bakat biasanya terlihat sejak tahun pertama.

Sedangkan minat adalah kesukaan anak terhadap sesuatu. Misalnya, anak suka mendengarkan nyanyian, belum tentu kelak dia bisa menyanyi dengan baik, atau anak suka membaca belum tentu juga nantinya dia bisa menjadi penulis.

Jadi, terlihat jelas sekali peranan orang tua sangat menentukan minat dan bakat ini, mau di bawa kemana #bacasambilnyanyi ya! Hahaha...

Berikut #tips #deteksidini #potensianak 
1. Histori prestasi 
Seperti disebut sebelumnya genetik memang ambil bagian dalam penentuan bakat si kecil.

Yuk, lakukan riset kecil-kecilan tentang prestasi kedua keluarga besar ibu dan ayah.

Contohnya tidak jauh-jauh, aku laa... #uhuk

Dalam hal ini putriku sepertinya mewarisi kecerdasan bahasa yang didapatkan dari aku.

Sejak kecil (pra-sekolah) aku senang sekali berperan sebagi seorang guru.

Yup... bisa ditebak saudara-saudara.

Aku mudah sekali larut dalam peranku. Dinding rumah bagai papan tulis, penuh coretan dan garis. Sepotong kayu atau penggaris siap menemaniku eksis. Seru abis!

Beranjak ke masa SD tampil di pentas sekolah... kecanduanku!

Menjadi pembawa acara, berdeklamasi (istilah dulu) sekarang membaca puisi, memimpin lagu Indonesia Raya saat upacara, atau menyanyikan  lagu wajib setiap hari Sabtu mewakili sekolah, karena kompleks sekolahku terdiri dari 4 SD yang berbagi lahan.

Semua kulakoni hari demi hari, dengan senang hati dan selalu tak sabar menantikan momen ini.

Dan aku melakukannya penuh sukacita!

Seperti kecanduan gitu, mau dan mau, lagi-dan lagi.

Bahkan sampai kini! #Eh

Tahukah engkau?

Aku mendapatkannya itu semua dari... ibuku!

So... once again! Genetic does matter in talent!

Betul, bakat itu bagai berlian terpendam.

Sebagai orang tua kita harus jeli dan jernih mengamati potensi.

Mulai sekarang ayo coba eksplor apa histori prestasi keluarga besar kita!
2. Stimulasi potensi 
Sedapat mungkin hindari trial dan error!

Tak perlu memasukkannya ke berbagai les atau kursus untuk mengetahui bakat buah hati. 

Caranya? 

Langsung saja tanya anak, apakah dia menikmati kegiatan ini?

Jika anak menyukai dan melakukannya dengan segenap semangat dan energi, dapat dipastikan itulah bakat yang kita nanti-nanti.
3. Atensi Orang Tua, so pasti!
Bagaimana?

Curahkan perhatian dan jadilah partner yang menyenangkan!

Memberikan sarana dan prasarana, meluangkan waktu saat latihan, mendampingi saat mengikuti berbagai kompetisi, dan menjadi supporter di barisan pertama lengkap dengan atributnya (kalau perlu!) dan tentu saja seksi dokumentasi dalam bentuk foto atau video.


Menjadi Supporter Salah Satu Bentuk Atensi Orang Tua

Karena kita tidak pernah tahu kejutan serta momen apa yang bakal kita dapatkan dalam setiap kompetisi yang mungkin takkan pernah terulang kembali.

Ever!

Intinya selalu ciptakan kondisi mendukung terutama saat buah hati mengikuti kompetisi.

Misalnya tidak menyalakan TV saat buah hati berlatih baca puisi atau berdongeng.

Jadilah pendengar yang kritisi.

Untuk itu... yup harus banyak memperkaya diri.

Membaca... kakaaa...
4. Komitmen dan Konsisten
Komitmen dan konsisten syarat mutlak untuk mencuatkan bakat!

Karena dari proses deteksi, stimulasi, atensi dan akhirnya berprestasi memerlukan waktu dan latihan.

Anak dan orang tua bagai dua mata rantai bertaut agar bakat tak tergerus.

Tergerus?

Ini memang berita buruk!

Bakat bisa tergerus dan tumpul. Laksana pisau. Ia perlu di asah terus-menerus. Tiada hari tanpa belajar setiap hari. Tanpa henti!

So, inti dari tulisan ini adalah bahwa minat dan bakat, bukan hal yang mudah didapat.

Bukan proses instan, melainkan perlu waktu, dan latihan. Tambahkan juga disiplin, ulet, tekun dan anti bosan!

Bagai rumus matematika perbandingan lurus, makin sering latihan, makin sering mengikuti kompetisi, potensi buah hati pasti akan semakin teruji dan siap-siap panen prestasi!

Percayalah "hasil tidak akan pernah menghianati  kerja keras!"


Finalis Jagoan Cerdas Indonesia 2012

Juara 1 Presenter TV Edukasi


Juara Pertama Poetry Reading 2012

Juara Pertama Poetry Reading THE ANEFYL 2013


Finalis Jagoan Cerdas Indonesia 2012

Wawancara Eksklusif Dengan Menteri UPW Ibu Linda Gumelar

Finalis Tingkat Nasional Kidpreneur Award 2013



Wakil Duta Generasi Hijau  2014 Kota Balikpapan


Juara 1 Poetry Reading Februari 2016


Lolos Seleksi Peserta Program AFS ke Hiroshima Jepang

Runner up 29th Annual World Peace Speech Contest in Japan

Sekali lagi, semoga tulisan berbagi pengalaman cara hebat eksplor bakat ini bermanfaat ya.

Ganbatte!

Selasa, 29 Maret 2016

Disclosure




Blog ini adalah blog pribadi berisi tulisan yang saya sunting dan tulis sendiri. Tentang cerita kehidupan dan pengalaman sehari-hari, kisah perjalanan pribadi saat bersama-sama sahabat dan keluarga, artikel keluarga dan pengasuhan, artikel motivasi serta berbagai tips dan trik dalam menyikapi warna-warni kehidupan.

Selain itu pemilik blog ini juga terbuka untuk menerima kerjasama dari agency, brand ataupun perorangan yang ingin mempromosikan produk/jasanya dalam bentuk review, penempatan artikel, pemasangan iklan, kompetisi dan aneka bentuk kerjasama lainnya.

Sebagai imbalan untuk berbagai bentuk kerjasama di atas, pemilik blog mendapatkan kompensasi yang besarnya mempengaruhi konten, topik dan postingan.

Pemilik blog akan senantiasa mengedepankan opini yang jujur, seimbang dan terpercaya serta sesuai dengan pengalaman penggunaan dari produk/jasa yang diulas dan menayangkan tulisan dengan hasil pemikiran sendiri.

Namun adakalanya penulis blog juga menayangkan konten produk/jasa yang tidak berbayar, didedikasikan secara sukarela karena kecintaan dan kepuasaan atas produk/jasa atau layanan yang didapatkan, membantu teman, atau bahkan karena nyaman dan senang melakukannya.

Semua klaim produk, penawaran, pertanyaan dan hal-hal lain yang berkaitan dengan produk/jasa harus ditujukan kepada pemilik produk atau jasa tersebut. Blog ini hanya memberikan opini dan review.


Pemilik blog ini dapat dihubungi melalui:

email: rosannasimanjuntak93@gmail.com

twitter: @rosannaiqbal

facebook: https://www.facebook.com/rosanna.simanjuntak

instagram: @rosannasimanjuntak

Linkedinhttps://id.linkedin.com/in/rosanna-simanjuntak-880593134



Senin, 28 Maret 2016

Tips Jitu Umroh Saat Musim Dingin


Tepat jam 4 sore kamipun mendarat mulus di King Abdul Aziz Airport, Jeddah.
Ada 2 jam perbedaan waktu dengan Kolombo.

Nice Landing, Captain!

Sssst... yang baru mampir boleh baca kisah sebelumnya di sini ya. *tuing-tuing
Sambil menunggu bis, saatnya... tarrraaa narsis dengan latar belakang pesawat As Saudiyah!




Tak lama, beberapa buah bis penjemput tiba, membawa kami ke terminal kedatangan.

Di sini petugas segera mengarahkan kami kebagian imigrasi dan kembali kami terpisah antara pria dan wanita. Musim umroh tak mengenal sepi. Terbukti di counter imigrasi, antrian panjang sejauh mata memandang. Kesabaran kembali diuji.

Guess what!

Mereka, iya para pegawai imigrasi itu, lagi-lagi berbahasa Indonesia. Kata-kata seperti, ayo ibu, cepat ibu, lurus, sering diucapkan.

Namun sayang sekali mereka pelit senyum.

Apakah karena mereka semua lelaki?

Apakah mereka lupa senyum itu adalah ibadah

Entahlah,, sampai kini itu masih misteri.

Usai mendapat stempel kedatangan, kami para wanita terlebih dahulu usai, segera berkumpul di satu titik. Sambil menunggu, aku lepaskan pandangan ke seluruh terminal. Kembali Bahasa Indonesia ada di berbagai papan informasi berdampingan dengan Bahasa Inggris dan Arab. Rasa haru itu kembali berlabuh.

Hampir satu jam, akhirnya jamaah pria bergabung.

“Lumayan ribet, kak pemeriksaan cowok, sepatu juga harus di buka!” Adikku melepas uneg-uneg
“Sabar, ya sayang” aku membantu menenangkan.

Bis meninggalkan Jeddah, saat kumandang azan Magrib bergema.

“Ibu-ibu, bapak-bapak, kita akan mencari masjid, dan silahkan sholatnya di jamak ya!”, demikian Pak Ustad memberikan arahan.

Mesjid ini terletak di tengah kota, sepertinya diperuntukkan untuk karyawan. Jauh dari kesan megah. Seperti mushollah kalau di Indonesia.

Oh iya satu yang aku perhatikan desain toiletnya kebanyakan untuk posisi jongkok dan kurang bersih. Sayang sekali!

Begitu masuk bis, kami kembali tertidur. Agaknya terserang jetlag karena beda waktu yang hampir 4 jam dengan WIB. Perutpun sudah lapar. Hehehe...

Tak berapa lama bis berhenti dan kami dipersilahkan keluar menikmati makanan dengan tempat ala kadarnya.
“Brrrr,,, dinginnya sampai ke tulang!” Jaket aku rapatkan, namun tubuh masih bergetar.

Tempat makan kami adalah tepatnya sebuah tempat parkir rumah makan.

Menu ayam bakar kotak tak mampu menahan rasa dingin. Mungkin juga pengaruh terlambat makan, Selera ikut menguap ke udara. Sebagian nasi dan ayampun bersisa. 

Sepanjang perjalanan aku berusaha tidur, namun godaan untuk menerobos kegelapan malam lewat jendela bis lebih dominan. Tapi agaknya fisik sudah tak tahan, akhirnya aku tertidur di tengah perjalanan.

Pengumuman dari Pak Ustad membangunkan para jamaah yang tertidur kelelahan.

Bah sesaat lagi bis memasuki Madinah.

Kanan-kiri pemandangan terang benderang oleh cahaya lampu jalan. Kecepatan bis juga sudah mulai berkurang.

Toko-toko mulai kelihatan, aktivitas warga segera terekam.

Akhirnya kami tiba di Madinah, percis jam 2 dinihari.

Dengan tubuh super letih kami masuk hotel. Satu kamar untuk 7 orang dengan 1 kamar mandi.

Usai membersihkan diri kami lanjut tidur kembali.

*****

Ternyata hotel kami sangat dekat dengan Nabawi, bahkan suara azan terdengar dari balik jendela kamar. Tak sabar rasanya ingin sholat Subuh perdana di Nabawi. Hampir semua jamaah bangun dan sholat di Nabawi.

Agar kebagian tempat sholat di dalam Nabawi, minimal kita berangkat 1-2 jam sebelum waktu sholat di mulai, karena jumlah jamaah umroh yang sedemikian banyak.

Bulan Januari, Madinah sedang musin dingin. Pakai jaket/sweater wajib sekali. Oleskan lotion di sekujur tubuh, termasuk bibir untuk menghindari kekeringan. Beberapa jamaah yang mengabaikan,/ kurang telaten mengalami ruam-ruam kulit di sekitar paha, punggung dan paling parah bibir pecah-pecah dan terkelupas.

Alhamdullillah, aku, mama dan adik termasuk gemar melakukan ritual lotion, kulit tetap mulus so jadinya menghemat fulus. Hehehe...

Sedangkan untuk menyiasati rasa haus namun terhindar dari beser (rutin BAK), sediakan selalu botol minuman dan minumlah dalam jumlah sedikit namun sering.

Ternyata musin dingin di Madinah, tidak berbeda jauh saat musim penghujan di Indonesia. Hawa dinginnya tidak sampai buat bodi menggigil. Namun tetap saja unik. Karena meski namanya musim dingin, matahari tetap bersinar cerah dan garang euui, namun ya itu tadi, hawanya dingin.

Unik kan kakaaa...

Dalam bayanganku sebelumnya pasti seperti ala Indonesia. Mendung dan suram! 

Suasana sudah ramai saat kami tiba di halaman masjid. Untung masih kebagian tempat di dalam Nabawi.

Azan Subuh di Nabawi dua kali. Satu untuk membangunkan, interval waktu kira-kira 40 menit dan azan kembali. Jarak azan kedua dengan waktu sholat Subuh juga cukup lama, 20 menit kira-kira. Mungkin untuk memberikan cukup waktu pada jamaah menunaikan sholat sunnah fajar. 

Suara Imam mesjid mengalun merdu melantunkan ayat-ayat suci Alquran menambah syahdu kalbu. Saat sujud subuh keharuan kembali menyelimuti, doa syukur terus menerus terucap di hati. Semoga Ilahi Robbi menerima segala amalan kami. Aamiin.

Usai sholat Subuh, kami juga sholat jenazah. Belakangan aku ketahui bahwa setiap selesai menunaikan sholat lima waktu pasti selalu diikuti sholat jenazah, baik di Madinah maupun di Mekkah.

Oh iya, di tempat-tempat tertentu tak jauh dari shaf sholat ada tong air zam-zam gratis buat jamaah. Terdiri dari dua jenis, yang dingin dan yang normal. Aku dan Mama minum sembari memanjatkan doa bersama-sama.

“Ya Allah, aku mohon pada-Mu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rezeki yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit dan kepedihan, dengan rahmat-Mu ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih  dari segenap Yang Pengasih!” Aamiin.

Usai Subuh kami kembali ke hotel untuk sarapan, karena jam makan yang terbatas.

Tapi masih sempat foto-foto lho.

Buat dokumentasi, contohnya ya buat di posting di blog ini.

Biar greget! Hihihi...





Yang pasti suasana pagi, siang dan malam di Nabawi, hampir tak dikenali. Setiap detik berbalut nuansa religi. Sesak dengan umat yang ingin berbagi kedamaian Nabawi.

Aura ibadah kental terasa. Jamaah hilir mudik dari berbagai negara. Aneka warna kulit dan postur melebur dalam dekapan Nabawi, mesjid sekaligus kediaman Nabi Muhammad SAW.

Silatuhrahmi universal melahirkan ketenangan dan kenyamanan, sulit dilukiskan.

Kini aku mengerti mengapa orang-orang selalu rindu Nabawi, ingin kembali lagi dan lagi.

Berikut tips jitu umroh saat musim dingin:
  • Pilih agen travel yang kredibel dan memiliki pengalaman yang sudah terbukti
  • Untuk menghemat biaya pilih paket reguler yang langsung ke Madinah atau Mekkah, agar tidak tergoda belanja dan kegiatan lain yang menyita tenaga, karena umroh adalah hampir 100% ibadah fisik misalnya aktivitas berjalan kaki ke mesjid, thawaf, sai dan ziarah ke beberapa tempat bersejarah serta menyesuaikan dengan cuaca dan iklim di sana
  • Siapkan semua administrasi dokumen seperti paspor, pas foto khusus umroh dengan 80% porsi muka dengan tampak dekat dan jelas serta kartu vaksin maningitis.
  • Jika jarang berolahraga, mulailah nyicil jogging dan lari setiap pagi, minimal satu bulan sebelum berangkat
  • Membaca buku panduan umroh dan berselancar di dunia maya. Ada banyak artikel di sana bahkan lengkap dengan videonya.
  • Siapkan isi koper minimal 3 hari sebelumnya untuk keperluan 9 hari (umroh reguler) dengan bijak, karena jatah bagasi cuma 1 per jamaah dengan berat 25 kg. Pilih jenis pakaian yang ringan seperti katun, agar cepat kering saat habis dicuci dan langsung digantung, serta baju hangat/sweater bagi yang tak tahan cuaca musim dingin.
  • Pilih pakaian yang bisa di mix and match agar tidak kelebihan bagasi
  • Bawa obat-obatan pribadi termasuk sunscreen lotion dan harus dipakai ya jika tak ingin kulit pecah-pecah seperti zombie.
  • Selain koper besar, siapkan 1 lagi tas tenteng dengan isi pakaian untuk 1-2 hari lengkap dengan peralatan mandi dan perawatan wajah untuk jaga-jaga apabila koper kita hilang atau menyusul tiba. Hal ini bisa terjadi jika kita berangkat dalam jumlah rombongan yang besar.
  • Kalau ini tips pribadi, bawa gantungan baju dan detergen secukupnya biar bisa nyuci karena ssst... laundry mahal bow.. hahaha...
  • Bawa botol minum ya, buat bawa air zam-zam sepulang dari mesjid
  • Kaca mata hitam juga wajib guna mengurangi efek silau sang mentari
  • Lakukan penukaran duit di tanah suci karena lebih murah  
Reportase sesi ini diakhiri, ntar kepanjangan bisa buat sakit gigi.

Yang masih penasaran, boleh deh lanjut mengikuti seputaran aktivitas di Nabawi seperti mengunjungi kebun kurma dan kota seribu tenda Mina.




Selasa, 22 Maret 2016

Cerita Echa Blog Family dan Parenting Terbaik 2015


Jadi gini,

Selama seminggu tidak menyentuh pernak-pernik blogging rasanya sedikit pangling.

Perkembangan selama seminggu ternyata begitu membahana. Banyak peristiwa penting yang aku lewatkan, kakaaa...

Pengumuman pemenang dan munculnya berbagai kontes sosial media yang membuat kehidupanku semakin berwarna, meninggalkanku untuk sementara.

Saatnya mengejar pakai kereta pertama. Yihaa...

Langsung deh aku silatuhrahmi di komunitas Blogger Perempuan.

Ternyata arisan link sudah diputar dan Mbak Echa mendapat kehormatan sebagai pemenang pertama. Jadi, kita semua kudu membuat postingan tentang beliau.

Wah... seru yaaa.

Rasanya gak sabar menanti tulisan blogger lain tentang diriku *kibasponi.

Yuk ahhh kita sowan kesana...

Yang langsung terbayang saat membaca web si mbak, pasti fisiknya yang cute dan so imut dong yaa.

Ternyata aku sallaah...

Mungkin ini ada hubungannya dengan si Cucuth kucing kesayangan yang berusia 12 tahun. Biar mirip-mirip gitu. Hahaha...

Iya Mbak Echa juga penyayang kucing, sampai-sampai ia dedikasikan satu web khusus untuk kucing kesayangannya itu.

Tab yang aku klik pertama kali adalah tentang Echa.

Wow... Mbak Echa adalah survivor kanker getah bening dan saraf kejepit. Bisa dipastikan dong warna-warni kehidupan yang dijalani.

Semua hasil tulisan di blog adalah hasil tulisan sendiri, tentang cerita sehari-hari, tentang tumbuh kembang anak, hobi make up, kecintaan utak-atik gadget, suka-duka kehidupan serta tentu saja cerita tentang kesehatan berjuang dengan kanker.

Beberapa tulisan juga berisi review dan atau digunakan juga untuk mengikuti lomba.

Tak sabar, selanjutnya aku mampir di Gadget dan Tekno.

Postingan mengenai 5 hal yang dilakukan sebelum publish postingan langsug menyita keingintahuanku.

Aku simak pelan-pelan dan langsung dipraktekkan.

Gaya menulis yang runut, sederhana plus infografis mampu membimbingku mengeksekusi semua langkah-demi langkah.

Brillian!

Bertambah lagi pundi-pundi bloggingku dan  sangat bersemangat menjelajahi kembali cerita lain yang pasti lebih seru, keren dan menginspirasi dari sobat baru dunia mayaku ini.

Selain itu baby & parenting, kecantikan, DIY (hahaha.... sekilas kirain sebelumnya ini tentang Daerah Istimewa Yogjakarta, ternyata Do It Yourself), Kesehatan, Curhat dan Kucing adalah beberapa label postingan blogger yang telah memenangkan Award Blog Family & Parenting Terbaik 2015 ini.

Sempat ngintip salah satu postingan kecantikan Cantik dalam 5 menit.... dan nonton videonya.

Duuh tambah jatuh hati sayah... klepek-klepek.

Ditambah sentuhan sense of humor, dijamin buat kita tambah terseponah eh terpesona.

Ayo buktikan sendiri dan dapatkan berbagai inspirasi dari Cerita Echa sebagai Blog Family dan Parenting Terbaik 2015.

Happy blogging... Blogger Perempuan!