Sabtu, 04 Maret 2017

Pentingnya Mengetahui Aktivitas Favorit di Tempat Wisata


Pentingnya Mengetahui Aktivitas Favorit di Tempat Wisata


Pentingnya Mengetahui Aktivitas Favorit di Tempat Wisata. Ternyata, jantungnya seni dan budaya Bali itu ada di Ubud ya. Jadi, setiap aktivitas wisata di sini, umumnya akan berhubungan dengan budaya, kemesraan terhadap alam, spritual dan ikatan antara manusia yang pada akhirnya melahirkan kesan mendalam bagi setiap pelancong.

Nah, kalau aku, saat mendengar Ubud yang terbayang langsung hamparan sawah terasering (baca:bertingkat), film Julia Robert, Eat Pray Love dan kentalnya khasanah aura magis.

Menurut beberapa artikel yang pernah aku baca, Ubud lebih terkenal kepada turis manca negara ketimbang turis domestik. Pesona keheningan dan jauh dari hiruk-pikuk, sangat menenangkan sepertinya menjadi pertimbangan.

Terus, apa saja dong yang bisa kita lakukan saat liburan di Ubud?

Berikut beberapa alternatif aktivitas favorit tempat wisata di Ubud


1. Rafting di Sungai Ayung

Bagi masyarakat Bali, sungai Ayung dianggap suci dan sumber kehidupan, namun untuk para pelancong melakukan aktivitas di sepanjang sungai merupakan pengalaman spektakuler yang amat berkesan dan pasti takkan terlupakan!

Termasuk dalam kategori sungai kelas II dan III, arung jeram di sini sangat cocok untuk rafter pemula, yakni mereka yang ingin berarung jeram tanpa bahaya sambil menikmati pemandangan indah menyusuri sungai, di mana yang tampak pada sebelah kanan dan kiri suasana alam liar menawan dan air terjun eksotis. 

Bagai adegan dalam film-film petualangan, sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan atraksi monyet yang bergelantungan di pohon bersinergi dengan kicauan burung yang bersahutan.


Rafting di Ubud


2. Menikmati Keindahan Hamparan Sawah Bertingkat (Terasering) 

Dua tempat ikonik untuk menikmati sawah bertingkat adalah Terasering Jatiluwih di Tabanan dan Terasering Tegallang Ubud. Karena ini tentang Ubud, kita fokus ke Tegallalang ya.

Adalah sebuah desa bernama Tegallalang yang juga merupakan sebuah ibukota kecamatan dari Tegallalang.

Kawasan desa wisata ini sarat dengan nuansa alam. Sejauh mata memandang hijau membanjiri sudut pandang. Iya, hamparan sawah bertingkat memanjakan mata, untuk kamu pencinta kesegaran dan ketenangan, ini sungguh keberkahan!

Apalagi jika dinikmati sambil bersantap dengan keluarga atau pasangan halal, paket premium euiii, hahaha... ini mah gue banget yak!

Sawah Bertingkat


Sepertinya sawah bertingkat memang tempat ikonik Ubud Bali Indonesia, sampai-sampai majalah online Indonesia Travel menjadikannya sebagai gambar sampul untuk artikel tentang tempat wisata di Ubud.

Sawah Bertingkat di Ubud
Source: http://www.indonesia.travel/en/destination/area/ubud

3. Trekking di Campuhan Ridge Walk

Nah yang demen ge-el alias goyang lutut alias jalan kaki ala petualang sejati, boleh deh uji nyali berjalan kaki mencoba trek jogging bukan biasa Campuhan Ridge Walk Ubud Bali.

Karena berjalan kaki, tentu bisa lebih intens dong menikmati suguhan murni khas Bali.

Di sini kita akan menemukan beragam view seperti pura, sungai, lembah, perkampungan khas Bali dan tentu saja menghirup udara sarat oksigen. Sssst... saatnya puaskan hasrat fotografi di sini. Xixixi... Mau pose apa saja, tariiik maang!

Beberapa tips untuk sukses menaklukkan tantangan ini antara lain:
  • Kenakan pakaian yang terbuat dari katun agar keringat terserap dengan baik
  • Pakai sepatu ringan dan nyaman, tak perlu yang terbaik, karena di tengah perjalanan suka ada lumpur yang tersesat, hehehe. Jadi, pastikan sepatu mahal dan keren tetap tinggal di rumah/penginapan ya.
  • Bawa perlengkapan air minum atau camilan karena sepanjang jalan tak begitu banyak orang berjualan.
  • Nah ini kudu wajib hukumnya. Peralatan dokumentasi seperti kamera, tongsis dan konconya. Tentu kamu tak ingin momen ini hilang ditelan waktu. Sepanjang perjalanan akan ada lekukan lembah, pemandangan mempesona baik dari kedua sisi atau datang dari bagian bawah.
  • Waktu perjalanan lama 3-4 jam, lebih dari cukup untuk memuaskan hasrat fotografi (baca: narsis)
  • Waktu eksplor terbaik pagi dan sore hari agar tak terbakar matahari
  • Pastikan membawa losion anti nyamuk karena mereka doyan darah pelancong, hahaha... hush! 
Campuhan Ridge Walk
Source : http://www.bali-indonesia.com/magazine/campuhan-ridge-walk-bali.html

4. Monkey Forest Ubud

Ingin sesuatu yang berbeda untuk kunjungan kali ini?

Nah, ini dia salah satu primadona tempat wisata turis baik domestik atau manca negara di Ubud, yang cocok didatangi bareng keluarga. Menyaksikan tingkah polah monyet yang lucu dan lugu dijamin bisa membuat kita senam mulut.

Tempat ini sebenarnya adalah kompleks pura sekaligus cagar alam dengan pepohonan tinggi dan rindang, yang sangat cocok menjadi habitat ratusan kera yang sudah familiar dengan para wisatawan.

Karena mereka sangat aktif, rasa ingin tahu mereka juga sangat tinggi. Jadi siap-siap dengan aksi mereka yang sukar diprediksi. 

Beberapa di antara mereka suka mejeng di pintu masuk dan menunggu dengan sorot mata penuh selidik, sepertinya mereka tahu dan menunggu para calon "korban". 

Seperti halnya bangsa kera mereka jatuh cinta sama pisang. Jika ingin narsis bareng, kudu minta tolong sama pemandu, siapa tahu mereka mendadak  berubah jadi kasar dan merampas barang-barangmu. Semuanya demi keamanan dan kenyamanan semata.

Monkey Forest Ubud
Source: http://livingintravels.com/balijskaya-istoriya-zhivi-naslazhdajsya-fotografiruj/

Source: http://www.bali-indonesia.com/ubud/ubud-monkey-forest.htm

5. Yoga di Pagi Hari

Yup. Ubud memang identik dengan yoga. Bahkan terkenal sampai ke manca negara. Tenang, untuk kelas pemula juga ada. Kudu merogoh kocek, tapi yang gratis juga tersedia. Apalagi kalau ajak aku, boleh deh gratis, tis. Hihihi...

Pagi hari adalah waktu yang sempurna melakukan yoga. Saat udara masih segar, pikiran rileks, bersinergi dengan suasana sarat spritual dan magis. Waktunya untuk mengembalikan energi positif pada sukma dan raga sekaligus narsis binti eksis. Tetap yak...!

Apalagi jika yoga dilakukan sambil menghadap sungai atau sawah. Sempurna!

6. Puaskan Hasrat Belanja di Pasar Seni Sukawati

Jalan-jalan tanpa ole-ole, rasanya gimana gitu ya.

Ya... gimana dong?

Yuk siapkan kocek dan keluarkan jurus seni tawar menawar terbaikmu di sini. Julia Robert saja syuting di sini lho. Iya di filmnya Eat Pray Love itu. Masih ingat adegannya?

Berbagai ole-ole khas Bali tersedia lengkap di sini. Datanglah lebih awal agar mendapatkan harga perkenalan. Pasar buka jam 10 pagi. Catat ya!

Untuk mendapatkan "harga lokal" kudu akrab dengan penjual. Gunakan panggilan "mbok" untuk perempuan yang berarti ibu, dan "Bli" untuk laki-laki yang berarti Abang. Dan cobalah menawar dengan setengah atau bahkan 3/4 dari harga yang diajukan pertama kali.

Kudu tega, gitu? 

Yup!

Oh iya, tidak semua barang bisa kita dapatkan dengan harga terjun bebas, karena ada beberapa barang sudah punya standar harga dan tak bisa ditawar lagi.

Jadi, gimana dong agar tahu bahwa kita mendapat harga terbaik?

Survei harga dengan cara berkeliling dan kunjungi pedagang yang menjual barang yang sama dan tanya harganya. Iya, samalah caranya saat kita belanja di pasar tradisional di tempat kita sendiri.

Selamat berbelanja ria!

Pasar Seni Sukawati Ubud
Source: http://www.anythingbali.com/senangnya-berbelanja-di-pasar-sukawati/

Nah, sekarang sudah tahukan ya betapa pentingnya mengetahui aktivitas favorit di tempat wisata agar liburan semakin optimal, maksimal, berkesan dan tentu saja, tak terlupakan!

Kamis, 02 Maret 2017

Pentingnya Aktivitas Fisik Bagi Kesehatan


Pentingnya Aktivitas Fisik Bagi Kesehatan

Pentingnya Aktivitas Fisik Bagi Kesehatan. Tuh, sudah kelihatan Singapore! Teman satu baris tempat duduk dengan kami menunjuk ke luar jendela. Subhanallah, sebentar lagi kami akan mendarat di kota yang dulu, di masa kecil dan masih sampai di masa kini, sering bermain di pikiranku. Semua cerita-cerita itu, iya, tentang Singapore berkelebat lagi, menari-nari.

Biar nyambung baca kisah sebelumnya di sini, tentang drama menjadi juara pertama memenangkan perjalanan ke Jeddah, Arab Saudi.

Pesawat turun dari ketinggian dengan mulus, dan aku bisa melihat jelas pemandangan di bawahnya. Kali ini aku tak mengeluarkan kamera. Hanya ingin meresapi sampai ke hati nikmat keindahan dari atas sini.

Yang paling jelas terekam adalah kami terbang sangat dekat di atas lapangan golf yang sangat indah. Mata langsung maknyooss segaaar memandangnya. Hijau dan hijau seluas mata memandang.

Alhamdullilah. Kami mendarat dengan selamat dan mulus di bandara Changi, Singapore, yang telah beberapa kali dinobatkan menjadi bandara terbaik dunia dan tibalah saat untuk membuktikannya. Sesaat sebelum meninggalkan pesawat, aku berdoa semoga suatu saat kembali lagi dengan operator pesawat yang sama, Silk Air.

Begitu keluar dari perut pesawat, penumpang baru seperti kami tak perlu bingung, karena penjelasan dan tanda panah begitu mudah untuk ditelusuri. Sepertinya Changi langsung memberikan antisipasi kapan dan di mana pun saat para pelancong tak menemukan solusi.

Hmmm... terbukti memang Changi, the best airport. Kenyamanan dan keamanan tak perlu diragukan. Semoga Changi menemukan dan membaca postingan ini ya, aw..aw..aw.. terus dapat tiket gratis lagi. Yah... silahkan bermimpi, teruskan! Hihihi...

Hamparan karpet langsung membanjiri pandangan di sana dan sini. Suasana bersih dan hening segera menyergapi. Belakangan baru aku ketahui ternyata warna karpet juga memiliki arti dan menunjukkan kita sedang berada di terminal mana. Aku jamin kamu juga pasti baru tahu seperti aku, iya kan *seringaijahat.

Mataku langsung mencari kamar kecil. Aha, itu dia!

Kamar kecil di terminal 2 kedatangan ini sangat mini, Hanya ada 3 bilik. Namun sangat bersih. Tak ada tetesan air di meja rias atau bau pesing yang menyengat. Seorang petugas perempuan tua siaga di sana. Namun sayang wajahnya kelihatan kurang ramah, tak ada senyum seperti yang sering aku temukan di Soeta. Hehehe... mungkin dia lelah, kakaaa...

Ketika akan keluar dari kamar mandi aku melihat sebuah layar sentuh mini di dinding tentang survei penggunaan toilet seperti ini:

Pentingnya Aktivitas Fisik Bagi Kesehatan

Aku sentuh "Good!"

Ini adalah pengalaman pertama kami ke Singapore dan rencananya akan langsung ke Kuala Lumpur menggunakan bis untuk menemui sepupu pak suami.

Sebelumnya aku sudah mencoba memesan tiket kereta api online, namun karena waktu yang mepet semua kursi sudah terisi. Padahal dari artikel yang aku baca menggunakan kereta api dari Singapore ke Kuala Lumpur sangat direkomendasikan. Ahhh, sudahlah belum rezeki ya, lupakan!

Menuju ruang bagasi kami melewati beberapa lokasi di terminal 2. Belakangan juga baru aku ketahui ternyata ada banyak yang ditawarkan di sini seperti Sunflower Garden untuk kamu yang ingin jauh dari hiruk pikuk bandara sekaligus menikmati pemandangan megah dari landasan pacu dan tempat parkir pesawat dari atap tempat menyenangkan ini.

Ada juga Enchanted Garden yang berupa interaksi dan dekorasi buket bunga raksasa yang seolah hidup serta mengeluarkan bebunyian memikat saat kita mulai mengeksplor taman. Sensor gerak memicu nyanyian alami dan gemulai bunga mekar ini sementara bola lampu LED menampilkan percikan mempesona.

Pastikan kamu belum keluar dari imigrasi untuk menikmati semua fasilitas ini!

Pentingnya Aktivitas Fisik Bagi Kesehatan


Karena kurang membekali diri dengan informasi, kami hanya menikmati dan terpesona dengan taman ini. Sungguh sayang sekali, memang. Jangan sampai kamu juga alami hal yang sama ya! Padahal ada banyak momen lho yang bisa tercipta di sini, di Changi. Apalagi dengan kondisi dan stamina fit saatnya untuk aktivitas fisik. 

Jadi ingat salah satu artikel di situs Tropicana Slim  yang menyatakan betapa pentingnya melakukan olah raga bahkan untuk penderita diabetes sekalipun. Ini adalah salah satu cara mengobati diabetes dengan benar. Jadikan aktivitas fisik menyenangkan ini menjadi rutinas sehari-hari ya.

Saat kita jarang melakukan aktivitas fisik, maka salah satu penyakit yang gampang datang adalah stress! Dan ketika stress, antibodi otomatis turun dan sekali lagi, kita akan mudah terjangkit penyakit seperti obesitas, hipertensi (darah tinggi), jantung, stroke dan diabetes.

Adalah sangat penting untuk memilih aktivitas yang disukai agar tidak tertekan saat menjalani. 

Mengapa?

Karena saat kita menjalani yang sangat kita sukai pasti kita akan bergairah. Gairah melahirkan semangat. Gairah adalah energi! Pernah merasakannya?

Baca juga 5 tekad untuk mampu mengeksplorasi diri dan energi di sini 

Coba deh dan buktikan pentingnya aktivitas fisik bagi kesehatan!


Jumat, 03 Februari 2017

Gedung Batin Destinasi Yang Menginspirasi

Gedung Batin

Usai tebar pesona di Taman Malini dan stasiun Blambangan Umpu kami menuju kampung wisata lestari Gedung Batin.


Cuaca cerah bersinergi dengan semilir angin serta canda tawa sepanjang perjalanan menambah hangatnya perjalanan ini. Jadi ungkapan itu, tentang dengan siapa kamu melakukan perjalanan, so true. It is the journey NOT the destination that matters.



Setelah dimanjakan dengan jalan mulus, saatnya memulai petualangan. Pemandangan kali ini mengingatkan aku akan kampungku nun jauuuh di Sumatera Utara. Barisan pohon karet di kanan-kiri segera menyambut kami.

Gedung Batin

Mbak Rien membuka jendela mobil dan udara kaya oksigen segera menerpa indera. Sesekali kami berpapasan dengan kendaraan roda empat dan roda dua. Kali ini jalanan dengan pengerasan batu bagai simfoni di tengah rimba. Keresek... keresek... menambah kesan magis, kakaaa...

Tak lama sebuah tugu yang mengingatkan aku akan kampung suku Indian di film koboi yang pernah aku tonton. Nuansa etnik dan magis kembali langsung terasa.

Tugu pencanangan kampung wisata lestari yang dibangun tahun 2007 ini merupakan pertanda bahwa kita telah tiba di kawasan Gedung Batin.
Gedung Batin

Begitu turun dari mobil, aku merasa seperti terlempar menjelajah masa lampau. Suara jangkrik berpadu dengan cicit burung sesekali terdengar dari kejauhan. Hari itu menjelang sore, beberapa warga sedang berkumpul di pelataran rumah panggung kuno yang diklaim berusia hampir 400 tahun.

Bersama kelompok kami ada juga Bang Yazid, mbak Desva dan Mas Heri, tim komunitas pariwisata masa depan dari Way Kanan (K@wan), yay, go... go... go...!

Begitu kami mendekat, sontak anak-anak segera merapat, menatap lekat. Semakin kental aura lampau terasa saat menyeret langkah ke pelataran rumah.

Bapak Rajamin, si empunya rumah menjelaskan bahawa rumah panggung ini terbuat dari kayu tembesu prima, dan  menurut wikipedia kayu ini memiliki proses tumbuh yang lambat sehingga baru dipanen ketika berusia 30 tahun. Kayu ini berat, keras dan tahan lama. Tak heran makanya dipilih ya.

Bangunan ini dirintis oleh nenek moyang Way Kanan pada abad ke 14 Masehi dan pada tahun 1808 pemerintahan Belanda menetapkan penataan permukiman ini menjadi kampung percontohan untuk kampung-kampung lain di Lampung pada masa itu.

Terbukti kayu tembesu memang kuat bagai besi, buktinya rayap tidak dapat menembus serat rapat kayu dahsyat ini. Lihatlah, semua tiang-tiang rumah masih berdiri kokoh. Tetap tegap!


Gedung Batin


Gedung Batin


Gedung Batin

Selanjutnya kami ke rumah Pak Ali. Dan rencana juga berubah karena terbatasnya waktu kami memutuskan menginap di sini karena besok akan menuju destinasi favorit yang sudah lama dinanti-nanti, Air Terjun Putri Malu dan beberapa destinasi kece lainnya.

Rumah Pak Ali sendiri diklaim berusia 370 tahun. Wow! Beranda Pak Ali sangat luas. Duh, lupa gak bawa meteran. Hihihi... sepertinya seluas lapangan volley ni. Melihatnya saja, segala capai di raga langsung menguap ke udara. 

Kami dipersilahkan eksplor di ruang dalam. Perabotan seperti kursi dan lemari saling bersaing dengan usia rumah. Ada juga engsel kayu yang berbentuk seperti burung, yang diklaim berasal dari Inggris.

Pindah kembali ke beranda, kami pun larut dalam obrolan. Alhamdullillah, pucuk dicinta ulampun tiba! Neng Desva dan isteri Pak Ali keluar dari dalam membawa camilan, kopi dan teh. Hmmm... mendadak lelah menguap seketika! Wangi kopi segera memenuhi ruang hati eh udara.

Selanjutnya suara seruput kopi membahana, bersahutan membelah keheningan sesekali ditingkahi kerenyahan camilan di sela gigitan demi gigitan.


Next stop, Way Besai River!

Gedung Batin Destinasi Yang Menginspirasi! 

Sungai ini hanya beberapa meter dari rumah Pak Ali. Sebuah jembatan sudah menanti. Bukan blogger traveler dong namanya kalau tidak segera beraksi, yup, selfie eh wefie sukaesih! Meski fisik hampir rontok, jadi mendadak berenergi kalau sudah sesi narsis begini. Cekidot! Hihihi...

Gedung Batin


Gedung Batin


Sungai Way Besai disebut-sebut menjadi tempat 'bertapa" si ikan tapah. 

Biar lebih afdol aku segera tanya si mbah apa itu ikan tapah? 


Lagi-lagi aku langsung teringat kampung halaman masa kecil di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Masa kecilku sangat dekat dengan sungai. Bahkan belakang rumahku berbatasan langsung dengan Sungai Bah Bolon. Sayup-sayup kadang aku bisa mendengar lirih aliran apalagi jika usai hujan, Bah Bolon melimpah dengan arus yang lebih deras.

Melihat potensi sungai Way Besai ini, Indra mencetuskan ide rafting kepada Bang Yazid, pimpro pariwisata Way Kanan.

Gedung Batin sungguh destinasi yang berpotensi dan menginspirasi jika berada di tangan yang tepat, Insya Allah!

Hari semakin senja, kumandang jangkrik berpadu dengan bau menyengat karet membungkus suasana. Kami memutuskan kembali ke rumah Pak Ali tapi... ya tetap ritual wefie, sodara-sodara. Kali ini temanya agak manusiawi, posenya agak jaim-jaim giccuu. Xixixi...

Gedung Batin

Menghabiskan Malam di Gedung Batin

Sampai di rumak Pak Ali, mentari sudah kembali ke peraduannya. dan keheningan mulai mengisi pemukiman. Sudah tak tampak lagi orang berlalu-lalang di jalan. Semuanya menghangatkan diri dalam kediaman. Bercumbu dengan kesunyian atau dengan anggota keluarga berbagi kehangatan.

Aku tak sabar ingin membersihkan badan, bakteri sudah mulai pamer kekuatan, rasa gatal mencoba menggodaku untuk memulai garukan demi garukan.

Kamar mandi lumayan jauh di belakang rumah dan kami disarankan pergi minimal berduaan untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Untungnya rumah pak Ali sudah dialiri listrik jadi tak perlu panik.

Dari arah dapur terdengar aktivitas yang mengundang selera, aroma makanan menggoda hingga ke ruang tengah, Apa gerangan menu malam ini ya?

Tarraaa.... ini dia! Hidangan kaki lima dengan cita rasa bintang lima karena dinikmati bersama orang-orang istimewa. Semuanya khusyu menikmati suapan demi suapan, sesekali diselingi obrolan.

Indahnya kebersamaan!

Hidangan istimewa ala Gedung Batin


Usai makan malam kami mengobrol sebentar berbagi pengalaman petualangan yang begitu berkesan. Tetapi, satu demi satu akhirnya menyerah dan beristirahat, mempersiapkan energi untuk petualangan tak terlupakan yang sudah menanti di depan seperti Air Terjun Putri Malu, Gigi Hiu yang eksotis dan fenomenal serta atraksi lumba-lumba Teluk Kiluan yang hampir mirip dengan  wisata pantai Lovina Bali yang aku baca di Indonesia Travel.

Beberapa bulan kemudian Bang Yazid benar-benar mengeksekusi beberapa potensi wisata Gedung Batin seperti tubing dan menginspirasi munculnya aneka paket wisata kampung Gedung Batin, menebar manfaat dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sana, Insya Allah.

Tertarik?

Bisa langsung kirim pesan di fanspage di https://www.facebook.com/wisatawaykanan.

Bang, Yazid, you... rock! Tetap semangat ya.

Sungguh, Gedung Batin memang destinasi yang menginspirasi!



Ilustrasi:
foto 1: http://yopiefranz.com/
foto 2: https://captureourhearts.wordpress.com/2014/10/13/all-of-life-is-a-process-enjoy-the-journey
foto 3: http://www.duniaindra.com/2016/08/menikmati-kesahajaan-kampung-wisata.html
foto 4: http://www.adventurose.com/2016/08/warisan-lampau-budaya-lampung-di-gedung-batin.html
foto 5 & 6: http://www.duniaindra.com/2016/08/menikmati-kesahajaan-kampung-wisata.html
foto 7: http://www.duniaindra.com/2016/08/menengok-rumah-panggung-khas-lampung-di.html
foto 8 & 9: by Yopie Pangkey http://yopiefranz.com
foto 10:https://www.google.co.id
foto 11: by Yopie Pangkey http://yopiefranz.com
foto 12: http://www.duniaindra.com/2016/08/menikmati-kesahajaan-kampung-wisata.html

Kamis, 26 Januari 2017

Maratua Tempat Di mana Engkau Ingin Waktu Berhenti Sementara

Maratua

Dengan perut masih kenyang dan pakaian basah kami masuk kembali ke speedboat menuju Maratua, tempat di mana engkau ingin waktu berhenti sementara. So long, Kakaban, see you when I see you!

Ok, lanjut dong ceritanya...

Hari itu, semesta seperti memberi restu lewat cuaca yang cerah mengundang ceria. Cerita tentang Maratua yang dahulu hanya bisa aku nikmati lewat foto di dunia maya, dalam waktu sejam, subhanallah, kini terbentang di depan mata.

Mendekati dermaga utama, koral semakin merajalela dengan gerombolan ikan hias yang langsung menarik perhatian. Semuanya jelas terpapar bahkan sampai ke dasar. Air sejernih kristal itu sungguh bukan isapan jempol semata!

Maratua Tempat Dimana Engkau Ingin Waktu Berhenti Sementara!


Akhirnya, tiba di Maratua's signature itu!
Barisan resort dan homestay yang menjorok ke pantai seakan melambai, memanggil kami segera merapat, mendekat, mendekap.

Maratua Paradise Resort

Kembali keharuan di hati menyeruak. Sempurnanya cipta Tuhan Esa. Syukur aku panjatkan kehadiratmu, Tuhan, masih diberi kesempatan dan semoga bisa mengambil pelajaran dari rezeki yang senantiasa Engkau limpahkan. Insya Allah.

Iya, terutama saat speedboat merapat dan menunggu giliran melompat, aku menyapu pandangan ke sekeliling speedboat, dalam selimut air kristal pantai, gerombolan satwa air seolah tersenyum mengucapkan salam selamat datang.

Guide kami langsung menuju resepsionis Maratua Paradise Resort.

Sambil menunggu, kami berjalan di sekitar dermaga dan berfoto ria. Aku tak banyak bicara karena takjub dengan keindahan terutama saat melihat satwa air yang asyik bermain di antara kaki bangunan. Semuanya terekam hingga ke dasar karena airnya bening bagai kristal terutama saat lewat di tempat keren ini, Water Villa Maratua Paradise Resort!

Maratua Water Villa

Apalagi pas duduk memandang dari sudut teras yang menghadap ke samudera lepas.

Saat itu hari sangat terik, waktu terbaik menikmati 3 warna air laut yang sempurna, turquoise, biru kehijauan dan biru pekat, sekaligus! Perpaduan sempurna dengan bangunan kayu di atasnya. Piece of heaven, indeed.

Seolah ingin waktu berhenti sementara di Maratua!

Maratua Paradise Resort

"Ayo, silahkan snorkeling, kita turun melalui dermaga di sebelah sana!"

Suara guide sontak membuyarkan lamunan yang lagi kasmaran  terhanyut pesona keindahan.

Semua peserta tur turun perlahan menuju pantai Maratua percis di bawah bangunan. 

Hmmm... lumayan juga nih kedalaman airnya. Sebagai pemula, aku tak ingin gegabah. Beringsut perlahan dengan bekal teori dari guide, akupun menyelam eh, snorkeling maksudnya.

Eh, tapi narsis dulu dong ahh!

Maratua Tempat Di mana Engkau Ingin Waktu Berhenti Sementara

Segerombolan ikan warna warni langsung mendekat, bung, mondar-mandir didepan hidung. Sungguh aku terharu bisa sedekat ini dengan mereka. Sayang di sekelilingku tak ada petugas kamera. Kalau tidak, bisa penuh nih feed instagram. Hahaha... hush, kan lagi di dalam air, nih ceritanya jangan mangap melulu, dong, kakaa...!

Maratua Tempat Di mana Engkau Ingin Waktu Berhenti Sementara

Saat asyik narsis eh snorkeling sendiri, tiba-tiba ada penampakan, lalu menggandengku penuh kelembutan di kedalaman, aw...aw...aw...so sweet! Luckily, mas fotografer berkenan mengabadikan, momen langka yang pasti takkan terlupakan.

Gak nyangka banget, doi mau foto bareng sambil snorkeling lagi. Thank you, hubby! mmuuaaachhh...! He is so... unpredictable, sometimes.

Snorkeling bareng di Maratua

Saat muncul lagi di permukaan aku melihat Yasmin, sudah jauh ke tengah bersama rombongan tur lainnya. Sejak di Kakaban Yasmin sungguh luar biasa. Rasa takutnya menguap entah kemana. Yang ada cuma rasa penasaran dan ingin mengeksplor sebanyak-banyaknya sang pengalaman.  Take a bow, Yasmin!

Agaknya kelas berenang yang dulu sempat dilakoni, saat ini berhasil dieksekusi. Yasmin mahir berenang ke sana dan ke sini. Seperti punya cadangan energi.

Yasmin in action in Maratua


Bagaimana dengan dirimu, Ann?

Aku... anu... cukuplah di seputaran koral-koral dan ikan-ikan kecil saja. Hahaha... badanku seperti tak selincah dahulu kala, waktu jadi idola remaja, eh! Hahaha... sebetulnya rasa menyesal juga, makanya kudu ke sana lagi, kakaa... sepertinya tak cukup sekali ke Maratua!

Insya Allah, sekalian ke Labuan Cermin ya. Hmmm... jadi ingat pose kekinian itu, seperti seleb-seleb instagram. Hahai...

Kurang lebih satu jam kami di sini, tak lama gerimis turun dan kami diperintahkan naik dan berbilas. 

Haa, jadi basah-basah lagi, nih ceritanya!

Iya, yang mau ganti boleh deh silahkan. Tapi ya untuk apa, ntar di Gosong Sanggalau, turun ke air lagi. Basah lagi. So, what is the point, right!

Dan... beneran akhirnya, semua masuk speedboat dengan pakaian basah lagi. 

Jadi, kalau ke Derawan kudu siapkan stamina dan baju siap basah ya, biar tahan banting berbasah-basah ria. Bayangkan deh mulai dari Sangalaki, Kakaban, dan sampai di sini di Maratua, tetap dengan pakaian basah yang hanya kering di badan.

Dan sekarang saatnya menuju Gosong Sanggalau, ada apa di sana? Stay tune ya.

Oh iya, buat kamu yang ingin paket liburan ke Derawan sekarang sudah banyak lho agen travel yang menyiapkan berbagai paket sesuai kebutuhan. Intinya semakin banyak peserta semakin murah harganya, karena kita berbagi biaya.

Waktu terbaik mengunjungi Maratua adalah bulan Maret sampai Mei, September dan awal Oktober. Di luar waktu itu biasanya memasuki masa musim hujan.

Untuk penginapan murah berkisar dari Rp 200.000 sampai Rp 300.000 dan harus berjalan naik motor kira-kira 20 menit dari Maratua Paradise Resort namun tentu saja dengan view yang sama sekali berbeda dengan Maratua Paradise Resort.

Paket tour kami kali ini tanpa menginap di Maratua, karena kami menginap di Derawan. Jika ingin mencoba sensasi menginap di atas bangunan Maratua Paradise Resort boleh sediakan budget Rp 1.000.000 per kepala. Harga ini sudah termasuk makan tiga kali karena tidak ada warung di sini.

Namun untuk kenyamanan sebaiknya cek harga terlebih dahulu dengan agen travel favoritmu, terutama saat musim liburan tiba. Biasanya suka ada mark up, gitu!

Saatnya membuktikan bahwa di Maratua pasti engkau ingin waktu berhenti sementara.

Maratua Paradise Resort


Ilustrasi:
foto 1: http://www.maratua.com/en/
foto 2: koleksi pribadi www.annarosanna.com 
foto 3 dan 4: http://marischkaprudence.blogspot.co.id/2013/07/maratua-paradise-we-love-turquoise-sea.html 
foto 5, 6, 7dan 8: koleksi pribadi www.annarosanna.com
foto 9: http://marischkaprudence.blogspot.co.id/2013/07/maratua-paradise-we-love-turquoise-sea.html


Rabu, 11 Januari 2017

Pentingnya mempersiapkan kehamilan dengan baik


Pentingnya mempersiapkan kehamilan

Pentingnya mempersiapkan kehamilan dengan baik. Kehamilan ini sangat aku tunggu-tunggu. Iya, kehamilan pertama setelah menunggu hampir tujuh tahun. Begitu banyak drama yang menyertainya.

Kayak sinteron aja, ne..!

Ember. Satu tahun pertama setelah pernikahan sebenarnya aku sudah mulai sedikit resah karena tak kunjung hamil. Saat itu aku masih bekerja di perusahaan tambang emas di tengah belantara Kelian di Kutai Barat, Kalimantan Timur dengan rotasi kerja 6 minggu di lokasi tambang dan 2 minggu cuti di rumah dan tetap di bayar upah normal.

Aku sangat mencintai pekerjaanku sebagai sekretaris di bagian support services yang membawahi semua pekerjaan subkontraktor di lokasi tambang dan sering melakukan interaksi dengan para kontraktor dan divisi lain seperti di bagian keuangan, lingkungan dan tentu saja bagian tambang, sang primadona. Tenaga ahli Australia banyak bertebaran di sini. Paling senaaang kalau ada tugas ke sini, bisa tepe-tepe, giccuuu. Hihihi...

Atasanku ada 3 orang, 2 orang berkebangsaan Australia dan 1 orang Indonesia. Iya, aku punya 3 atasan.

Mantap, jiwa!

Rutinitas sehari-hari hanya bekerja di kantor karena semua disediakan perusahaan termasuk laundry dan itu tuh buat beresin tempat tidur kita, juga, ada!  Pokok na mah seperti nyonya besar daa. Jadi benar-benar karyawan hanya fokus bagaimana menjaga kondisi agar tetap fit dan bisa memberikan yang terbaik pada perusahaan.

Pada zaman aku dulu sekitar tahun 1992, tidak ada hari libur kalau bekerja di lokasi tambang, jadi selama 6 minggu itu kami terus bekerja mulai jam 7 pagi sampai dengan jam 5 dipotong istirahat jam 12 sampai jam 1 siang, dan boleh lembur dengan izin atasan dan jika memang dibutuhkan.

Tips Hamil Versiku


Setelah tak kunjung hamil meski hanya baru memasuki tahun kedua pernikahan, aku sudah mulai rajin membaca berbagai artikel di majalah, buku dan bertanya kepada teman-teman dan akhirnya aku memutuskan untuk konsultasi ke dokter kandungan.

Dokternya bilang apa?

"Santai saja dulu bu, nikmati waktu dan kebersamaan dengan suami!"

Namun dokter tetap juga memberi obat penyubur buat aku dan suami. Harga obatnya sangat mahal untuk ukuran kantong kami, dan untung saja masih bisa diklaim 80% ke perusahaan. 

Beberapa sahabat juga menganjurkan agar aku berhenti kerja agar bisa hamil. Aku tak bisa menerima karena suami saat itu juga belum punya pekerjaan yang mapan. 

Hingga akhirnya memasuki tahun ke lima masih juga belum hamil, aku memutuskan untuk berhenti bekerja, berhenti berobat ke dokter, berhenti memikirkan mengapa belum hamil-hamil juga.

Seiring waktu aku juga sudah mulai tidak terlalu pusing tentang kehamilan. Tak ingin kehidupan direnggut, stres apalagi depresi karena belum punya keturunan. No way! Not my type!

Aku yakin Allah SWT tahu apa yang terbaik bagi aku dan suami. Tak pernah sekalipun aku ragu tentang itu.

Kalau dulu aku berdoa agar diberikan keturunan, kini aku menggantinya dengan semoga diberikan yang terbaik, karena sekali lagi aku percaya hanya Allah SWT tahu apa yang terbaik.

Kami tak pernah lagi berbicara intens tentang kehamilan. Jika diberi kepercayaan, alhamdullillah, jika belum dipercaya, ya tetap alhamdullillah. Tetap menjalani gaya hidup sehat dan santai kayak di pantai, tanpa beban! Itu tips hamil versiku, tak lebih tak kurang.

Hikmahnya, kami sering banget travel ke luar kota bahkan lintas propinsi, bersenang-senang!

Pentingnya mempersiapkan kehamilan

Pentingnya mempersiapkan kehamilan dengan baik


Hingga hari itu tiba!

Suatu hari menjelang subuh Agustus 2001, seperti biasa aku berwudhu ke kamar mandi. Malam hari sebelumnya aku dan suami membeli alat tes kehamilan karena sudah hampir 2 bulan aku telat. Sebenarnya aku sudah terbiasa dengan hal ini, karena sudah sering mengalami.  Tak ada yang isitimewa. 

Namun kali ini, entah mengapa ada sesuatu yang menggerakkan hatiku untuk melakukannya.

Meski sudah sering menjalani tes ini, tetap saja jantungku berdegup kencang, terutama saat garis pertama begitu cepat berubah, memasuki giliran garis kedua, kecepatan cairan merambat agak lambat, mataku tak berkedip... dan aku menangis terisak ketika 2 tanda garis merah jelas terbaca, tanganku bergetar, jantungku apalagi, semakin tak terkendali diiringi ucapan syukur tak henti di dalam hati.

Aku seret langkah kembali ke kamar dan berbisik ke telinga suami sambil tetap menggengam test pack.

"Bang... bunda hamil, Bang"

Ucapku lirih, nyaris mendesis.

"Alhamdullillah"

Suami mengecup keningku lembut dan kami sholat Subuh berjamaah masing-masing dengan hati yang membuncah.

Untuk meyakinkan kehamilan ini, kami berkonsultasi dengan dokter kandungan dan disarankan melakukan USG. Yup, positif hamil!

Dokter kandunganku kali ini agak pelit senyum dan pelit bicara.

Mungkin dia lelah, kakaa...

Mungkin juga. Beda banget sama beberapa dokter kandungan yang sebelumnya. Tapi karena saat itu aku pasien Askes yah aku tak punya banyak pilihan.

Jadi untuk mensiasatinya aku yang harus banyak bicara, banyak bertanya. Sayang dong, kakaa... masak konsultasi yang cuma beberapa menit tak bawa oleh-oleh pengetahuan ke rumah. Setuju?

Banget!

Hal pertama yang aku tanya adalah tentang persiapan awal kehamilan.

Dokter berkata ternyata tahap awal kehidupan sudah dimulai bahkan sejak awal pembuahan. Itulah kenapa setiap pasangan penting mempersiapkan kehamilan dengan baik. Jadi, faktor risiko seorang anak itu sangat dipengaruhi nutrisi kedua orang tuanya. 

Idealnya bahkan sebelum pernikahan untuk meningkatkan kewaspadaan calon orang tua harus memeriksakan kesehatan. Duh... kita dulu gak pakai beginian. Gawat nih!

Mengapa?

Gunanya untuk mendeteksi dini apakah ada penyakit genetik seperti thalasemia, diabetes dan penyakit infeksi seperti hepatitis atau HIV sekaligus menemukan solusi.

Wiii... suerem yak!

Nah, semakin penting lagi ketika sudah memasuki masa kehamilan, calon ibu wajib melakukan pemeriksaan rutin dan mencukupi kebutuhan gizi.

Alhamdullilah, kini si kecilku sudah beranjak remaja and so far tumbuh kembangnya sama seperti anak normal lainnya.

Pentingnya mempersiapkan kehamilan


Biar komplit baca juga bagaimana cara hebat eksplor bakat anak ya.

Semoga artikel tentang pentingnya mempersiapkan kehamilan dengan baik ini bermanfaat.

Kalau kamu punya pengalaman lain sila share di bagian komentar, because sharing is caring, right?




Senin, 09 Januari 2017

Menangkan kesempatan menikmati keindahan bersama jaringan Baru XL


Jaringan Baru XL

Menangkan kesempatan menikmati keindahan 

bersama jaringan Baru XL 


"Ada undangan  Focus Grup Discussion (FGD) buat bloger dari XL, kuota cuma buat 5 orang"
Anganku segera terbang ke bulan Oktober 2016 lalu,  XL mengundang komunitas bloger Balikpapan saat Press Conference jaringan baru XL dan penawaran istimewa yang diklaim 2X sinyal lebih kuat di dalam ruangan dan 6X jangkauan lebih luas.  
Baru beberapa saat aku baca pesan WA ini, mendadak mati lampu, dan baru hidup kembali hampir jam 4 sore. Yup seperti diduga saat aktif kembali, kuota sudah terisi semua. Hayyaaa...

Tapi aku tak buru-buru patah semangat, menghubungi Mas Hurry di XL dan Mas Bambang, pak lurah bloger Balikpapan. Alhamdullillah kuota bisa bertambah bahkan kini bisa 7 orang. Memang kalau rezeki dan Allah berkenan, Insya Allah dilapangkan.

Maka, jadilah tanggal 4 Januari 2017 di pembuka tahun baru ini kami bersilatuhrahmi dengan PT XL Axiata Balikpapan bersama dengan beberapa komunitas fotografi lainnya.

Bertempat di Hotel Fave MT Haryono Balikpapan, acara dikemas sedemikian santai kayak di pantai dan sarat kehangatan. 

Sejujurnya aku belum mendapat bocoran gerangan topik pertemuan kali ini. 

Begitu tiba di hotel segelas yellow cold water menyambut kehadiranku. Rasanya manis dengan aroma mentimun. Segarrrr... Tak lama sepiring kecil singkong goreng keju dan sambal terasi menemani. Mak nyoos!

"Ada acara apa nih, mbak" 

Aku membuka percakapan

"Tenang... ntar ada kejutan"

Mbak Sherlia Arlianty, Area Sales Manager Kaltim PT XL Axiata, seperti bisa membaca pikiran aku. 

Baru aku sadari, aku orang pertama yang tiba di sini. Kirain sudah terlambat, xixixi...

Tak berapa lama kami segera larut dalam obrolan santai, apalagi saat mbak Annisa Syuhada, Sales Marketing Manager dari  Hotel Fave Balikpapan juga bergabung sambil menanti kehadiran teman-teman lain.

Hampir jam setengan delapan malam acarapun dimulai. Kami menuju meja makan. Aku duduk berhadapan dengan Lidha Maul si empunya www. bulirjeruk.com.
Aku suka banget dengan gaya penulisannya yang mencampurkan berbagai emosi, terkadang penuh misteri, sesekali komedi dan tak jarang menguras emosi. Oy iya, aku juga betah nongkrong menikmati ekspresi dan karya fotografinya di instagram bulirjeruk. Coba deh main ke sana.

Mbak Sherlia memberi kode, "yup, bisa dimulai!"

Dan... mendadak Bapak Rahmat Agus Santoso General Manger Hotel Fave Balikpapan juga berkenan hadir dan sambil mengucapkan salam dan menarik kursi, beliau duduk bersama kami, di satu meja.

Jaringan Baru XL

Satu demi satu waitress hotel membawa hidangan pembuka (appetizer) dan meletakkannya di depan kami. Tak berapa lama Chef Fave Hotel datang dan menjelaskan bahwa Avocado Shrimp Cocktail terdiri dari udang (tentu saja) irisan alpukat, selada hijau dan merah, cabe potongan dadu dan irisan lemon.

Secara umum hidangan pembuka memang bertujuan untuk membangkitkan selera makan. Biasanya memiliki rasa enak (tastefull), ringan (light), menyegarkan berasa agak asam untuk merangsang selera makan, kadang kala pedas, berukuran kecil dan disajikan dengan penampilan menarik. 

Nih dia penampakannya.

Jaringan Baru XL

Sebelum menyantap kami diizinkan sekaligus dianjurkan mengambil foto sebagai bahan tulisan.

Dan... segelas cocktail pun ludes, pemirsah!

Berikutnya Chicken Cream Soup datang menggoda. Mungkin karena tak biasa dan rasa susu yang begitu dominan, aku hanya mampu menelan 2 sendok makan. Maafkan aku ya, Chef langsung nyanyi... aku tak biasa...

Tarraa... ini dia main course-nya... Grilled Salmon with Butter Lemon Sauce and Mash Potatoes. Aiii... panjang amat nama dirimu... yak!


Jaringan Baru XL


Salmonnya uenaaak banget! Garing dan kaya rasa, bersinergi dengan sayuran dan mash potatoes yang lembut, sarat bumbu. Sempurna!

Dan... ketika perut mulai agak sesak, si dessert datang menyeruak. Irisan buah cantik dan pudding caramel!

Jaringan Baru XL


Acara dinner berlangsung santai kayak di pantai. Dan tak sekalipun membicarakan hal formal. Hanya menikmati hidangan dengan segenap perhatian.

Nah, ini dia saat yang ditunggu-tunggu...drum roll!

Kita memasuki daerah ring satu, hahaha...

#JaringanXtra - Jaringan Baru XL!


Ternyata pemirsah, mbak Sherlia memiliki misi tersembunyi saat mengizinkan kami menjepret semua hidangan ini.

Iya, ini adalah ajakan untuk para bloger, khalayak umum dan khususnya KOL (Komunitas Online) untuk mengikuti campaign #JaringanXtra challenge sekaligus untuk menyebarkan virus cinta tanah air dan betapa indah serta kerennya daerah di Indonesia.

Caranya:


A. Unggah via Twitter


1. Follow twitter @myXL

2. Unggah foto atau video bertema keunikan di daerahmu (bisa dari alam, landmark atau kuliner khas)

3. Tulis kepsyen foto/video dengan format #JaringanXtra (nama propinsi dari lokasi foto/video) yang kamu unggah. (penjelasan foto/video) misalnya #JaringanXtra Sumatera Utara. Menikmati momen hangat dari keluarga suku Nias.

4. Penyebutan nama propinsi boleh secara lengkap, atau disingkat (misal Jateng, Jatinm Kalteng, Sumbar dan lain-lain)


B. Unggah via Instagram


1. Follow Instagram @myXL

2. Unggah foto atau video tentang keunikan daerah di Indonesia sesuai dengan teman #InstaXLent yang diunggah setiap minggunya.

3. Tulis kepsyen foto/video dengan format #InstaXLent #JaringanXtra (nama propinsi dari lokasi foto/video) yang kamu unggah (penjelasan foto/video) misalnya #InstaXLent #JaringanXtra Sumatera Utara. Menikmati momen hangat dari keluarga suku Nias.

4. Klik pilihan "share to twitter" saat unggah foto/videomu (jadi, pastikan postingan yang kamu unggah juga masuk ke timeline twitter)

Dan ini hadiahnya... jreng-jreng!

HADIAH UTAMA


Jaringan Baru XL


HADIAH MINGGUAN SEMUA KATEGORI


Jaringan Baru XL

Simak juga syarat dan ketentuannya ya!


Jaringan Baru XL


Untuk mekanisme, syarat dan melihat hasil postingan bisa langsung ke jaringanxtra.


Hayyuk atuh ikutan, siapa tahu bisa menangkan kesempatan menikmati keindahan bersama jaringan Baru XL!


Ilustrasi:
Gambar 1 : https://t.co/G5EnrWmhy3
Gambar 2: koleksi pribadi www.annarosanna.com
Gambar 3 : http://www.bulirjeruk.com/2017/01/dinner-with-xl-balikpapan-dan-kompetisi-foto-video-Indonesia.html
Gambar 4 & 5 : koleksi pribadi www.annarosanna.com
Gambar 6,7 dan 8: https://t.co/G5EnrWmhy3




Jumat, 06 Januari 2017

Honda All New CBR250RR Untuk Rasa Senang Berkendara

Honda All New CBR250RR Untuk Rasa Senang Berkendara


Honda All New CBR250RR

"Mbak, ditunggu ya kehadirannya di acara Press Conference Regional Public Launching Honda All New CBR250RR"

Begitulah inti dari email Mbak Carmen Domis, Corporate Communications, Astra Motor Balikpapan. 

Senang banget kembali dipercaya menjadi bagian dari keluarga besar Honda khususnya di kota Balikpapan. Menjadi yang pertama mendapat informasi tentang produk andalan Honda All New CBR250RR, bersama-sama dengan rekan media lainnya, setelah beberapa waktu lalu juga menjadi saksi uji irit Honda All New BeAT eSP dan launching Honda All New BeAT Street eSP.

Agar lebih afdol dalam acara ini, hadir juga Mas Taufik Hidayat dari tmcblog.com, bloger otomotif Indonesia, yang sangat menguasai 'medan'. Semua pertanyaan awak media dijawab dengan detail, dan kebanyakan di antaranya aku sangat awam. Hahaha... maklum laaa biasa pegang sutil dan telenan.

Tapi cara si Mas menyampaikan sangat asyik lho, lengkap dengan bahasa tubuh, terbukti semua khusyu, larut.

Kolaborasi Jepang dan Indonesia untuk rasa senang berkendara


Speed Shape, adalah tema yang diusung motor sport Honda CBR250RR. Tampilan menarik dan fungsional, memberikan kesenangan pengalaman berkendara bahkan sebelum motor dikendarai.

Honda mengklaim peluncuran ini adalah peluncuran global varian motor premium pertama Honda varian CBR yang sekaligus menghentikan produksi CBR250R.

Desain khas motor super sports yang dikembangkan berdasarkan filosofi dasar Honda, dengan mengaplikasikan kasta motor balap tertinggi. Kolaborasi kuat antara tim engineer dari Jepang dan Indonesia berhasil mengembangkan model premium Honda yang dibekali mesin generasi baru 250cc liquid-cooled 4 stroke DOHC 4 katup-2 silinder.

Esensinya, motor yang memenangkan balapan tidak jauh berbeda dengan motor yang didesain untuk menghadirkan rasa senang berkendara.

Total Control

Konsep kunci "Total Control" dalam mengembangkan All New Honda CBR250RR menjadikan mesinnya menjadi sarana terbaik untuk meningkatkan kemampuan pengendara, seperti mampu berbelok cepat, berhenti dan melakukan akselerasi dengan gerakan mudah sehingga melahirkan rasa aman dan percaya diri. Iya, semuanya di bawah kendali sang pengendara.

Motor ini juga memberi standarisasi baru di kelas 250cc dengan mengambil fitur bike dengan mengaplikasikan sistem throttle by-wire untung menunjang pengendara mengoperasikan motor sesuai kondisi jalan. Dengan 3 ride mode, Comfort untuk kenyamanan, Sport untuk kecepatan tinggi dan Sport+ (plus) untuk kecepatan tinggi yang lebih agresif.

Saat ini secara nasional sudah 1.951 unit indent terverifikasi, khusus untuk permintaan melalui Astra Motor Balikpapan yang hanya menilik target 30, berhasil menggaet pembeli untuk indent 50 unit. Wow! Terbukti masyarakat Indonesia memiliki passion dan minat yang cukup tinggi ya, kakaa...

Dual Knalpot

Untuk membuat tampilan semakin garang, racing-look ditambahkan pada knalpot yang memiliki 2 slicer sekaligus semakin fungsional untuk memberikan pembuangan yang lebih plong. Yup, gahar dan fungsional! So... manly banget ya.

Full LED Full Digital


Untuk semua sektor penerangan motor ini sudah Full LED seperti untuk lampu sein, headlamp dan tail lamp. Begitu juga tampilan speedometer Full Digital yang menambah kesan eksklusif dengan layar LCD ukuran besar serta mampu memberikan informasi lengkap, tingkat pencahayaan yang bisa disesuaikan serta memudahkan penghitungan waktu tempuh terhadap jarak yang ditentukan.

Pilihan Warna


Hadir dengan 3 pilihan warna:

1. Anchor gray metallic
2. Racing red
3. Mat gunpowder black metallic


Honda All New CBR250RR Racing Red


Kisaran harga OTR Balikpapan Honda All New CBR250RR untuk rasa senang berkendara ini, mulai dari Rp. 64 juta-an hingga Rp. 71 juta.

Kalau kamu beli ajak aku keliling kota ya...