[Update Feb 2024] Yuk Intip Rahasia Agar Tetap Energik Dan Cantik Sepanjang Usia. Luar biasa quote ini! Terutama di bagian "ENERGY". Efeknya instantly! Berasa memiliki energi.
Sungguh tajam pedang keok dengan tajam kata!
Betapa dahsyat dan dalamnya makna kata apalagi jika dibaca dan diresapi di saat yang tepat.
Ada momen di mana sanubari ambil kendali dan kau merasa tercerahkan!
Cahaya berpendar di mana-mana, untuk sesaat serasa roh meninggalkan raga. Merasa damai. Sangat damai!
*****
Jadi ingat masa kecilku dulu, saat di Sekolah Dasar, aku suka sekali pura-pura menjadi seorang guru saat bermain dengan adik di rumah dan suka dengan pelajaran menulis cerita (dulu istilahnya mengarang).
*****
Jadi ingat masa kecilku dulu, saat di Sekolah Dasar, aku suka sekali pura-pura menjadi seorang guru saat bermain dengan adik di rumah dan suka dengan pelajaran menulis cerita (dulu istilahnya mengarang).
Ceritaku bisa bercabang-cabang tak tentu arah, walhasil menghabiskan beberapa lembar kertas buku tulis, sementara teman-teman bisa separuhnya saja itu adalah sesuatu hal magis.
Sekarang aku suka berpikir mungkin guru tidak pernah membaca hasil karanganku yaaa, soalnya panjang banget, bow!
Sekarang aku suka berpikir mungkin guru tidak pernah membaca hasil karanganku yaaa, soalnya panjang banget, bow!
Yang pasti, Alhamdullillah aku selalu mendapatkan nilai tertinggi di kelas untuk soal menulis cerita ini.
Boleh dong ya kibas poni, sekali-kali. Hihihi...
Kini baru aku sadari 2 hobi masa kecilku ini ternyata adalah embrio bagi perjalanan usia dan memegang peranan penting membentuk kepribadianku sampai saat ini.
Jadi bu-ibu, ayo sejak dini lakukan stimulasi untuk mendeteksi sekaligus menemukan cara hebat eksplor bakat si kecil ya!
Kini baru aku sadari 2 hobi masa kecilku ini ternyata adalah embrio bagi perjalanan usia dan memegang peranan penting membentuk kepribadianku sampai saat ini.
Jadi bu-ibu, ayo sejak dini lakukan stimulasi untuk mendeteksi sekaligus menemukan cara hebat eksplor bakat si kecil ya!
Kog, tiba-tiba tertarik bicara tentang usia?
Jadi gini,
Belakangan ini aku gemar sekali membaca berbagai pengalaman perempuan-perempuan luar biasa pada rentang #usiacantik mereka.
Bahwa perspektif cantik setiap wanita tidak sama satu dengan lainnya, tergantung bagaimana pengalaman kehidupan akhirnya membawa mereka pada keadaan saat ini!
Namun semua bermuara pada tujuan yang sama.
Ingin menularkan semangat positif agar pertambahan usia bukanlah sesuatu yang ditakuti, namun diapresiasi!
Seperti yang aku kutip dari sebuah postingan dari Blogger Perempuan, sebuah komunitas tempat di mana aku bisa berinteraksi dan saling berbagi dengan para perempuan luar biasa ini.
Sejujurnya dalam banyak hal aku sering lupa dengan usiaku sebenarnya.
Seperti yang aku kutip dari sebuah postingan dari Blogger Perempuan, sebuah komunitas tempat di mana aku bisa berinteraksi dan saling berbagi dengan para perempuan luar biasa ini.
"#Usiacantik adalah perayaan tentang diri dan kisah kita sendiri. Bukan untuk sekedar mengenang kejayaan di masa lalu, tetapi bagaimana mengapresiasi perjalanan usia, menjelma menjadi wanita yang lebih sempurna, tetap cantik, indah serta lebih sempurna seiring bertambahnya waktu."
Aku dan #UsiaCantik
Sejujurnya dalam banyak hal aku sering lupa dengan usiaku sebenarnya.
Cieee.... Bukan apa-apa, soalnya sibuk memikirkan tagihan bulanan. Hahaha...
Menurutku ada banyak hal lain di dunia yang lebih bermanfaat selain memikirkan usia.
Apalagi sampai terobsesi. Yang paling horor, aku tidak ingin terperangkap dengan nomor.
Makanya aku sering merasa sedikit tidak adil jika ada perlombaan atau kuis yang mensyaratkan usia. Lha, produktifitas terutama kreatifitas tidak terbatas usia. Setuju, kakaa...?
Apalagi jika produknya itu bisa dipakai sepanjang usia. Deterjen misalnya.
Apakah di usia tertentu orang akan berhenti mencuci?
Mungkin bagi sebagian orang yang memiliki asisten rumah tangga atau kehidupan yang lebih baik, iya. Tapi tidak untuk sebagian orang.
Kembali ke laptop! eh #usiacantik.
Setelah bekerja hampir 15 tahun di Balikpapan, Juni 2007 kami memutuskan hijrah ke ibukota. Aku mendapat tawaran bekerja di konsultan pertambangan batubara menggantikan seorang ibu yang sedang cuti hamil. Awalnya sih hanya untuk 3 bulan namun akhirnya aku ditawari posisi permanen.
Senang dong!
Tentu. Kerja di ibukota lho! Bermimpi saja aku tak pernah.
Keluarga semua aku boyong dan putriku semata wayang memulai sekolah dasar di seputaran Kemang Selatan.
Mencoba menaklukkan Jakarta! Tsaaah!
Ternyata cuaca ibukota tak cocok untuk kami sekeluarga. Bolak-balik sakit flu, batuk dalam sebulan akhirnya dokter keluarga melakukan tes alergi dan kami dinyatakan positif alergi polusi di Jakarta.
Aku tak bertanya lebih lanjut karena jauh di lubuk hati ingin cepat-cepat hengkang dari sini. Namun sejujurnya kami sudah tak yakin apakah bisa betah di sini.
Biasa tinggal di rumah yang lumayan lega karena gak ada isinya, hahaha... tinggal di rumah kost yang menyatu dengan kamar mandi sungguh sangat menyiksa terutama saat hajat BAB datang bersama-sama.
Hmmm... bisa dibayangkan ya. Dan beberapa alasan kenyamanan privasi lainnya.
Kenapa tidak sewa rumah saja?
Itu sudah kami pikirkan. Menyewa rumah di Jakarta seputaran Kemang, duh bisa gak makan dong kakaaa...
Yah di tempat lain laaa. Bogor, Bekasi atau Tangerang.
Nah ini dia, karena belum menemukan taktik jitu hindari macet dan tidak yakin apakah akan bisa selalu tiba tepat waktu, opsi ini langsung kami buang jauh-jauh.
Lagipula sebagai atasan yang membawahi bagian disiplin dan peraturan perusahaan aku punya kewajiban moral sebagai panutan.
The bottom line is sebenarnya sudah tak nyaman dengan gaya hidup metropolitan. Maklum anak kampung, hiiks...
Hanya delapan bulan bertahan, kami memutuskan kembali ke Balikpapan, untung saja rumah belum terjual.
Akhirnya back to office, again dan berakhir di perusahaan tambang bersama ekspatriat India.
Ternyata aku banyak menemukan hal-hal yang tidak sejalan dengan prinsip manajemen, dan yup resign lagi deh.
Lalu irama kegiatan aku sama sekali berubah.
Biasanya aku habiskan waktu hampir 12 jam di kantor kini hampir 24 jam aku diam di rumah.
Agar bisa antar jemput si kecil, Bang Iqbal, suamiku menyarankan agar aku belajar motor dan menyetir mobil.
Hmm, boleh juga. Akupun jadi mahir mengendarainya. But not the car!
Hahaha... Ampun DJ!
Hikmahnya, aku jadi punya sim C di #usiacantik.
Mendadak aku juga jadi ahli keuangan.
Mendadak aku juga jadi ahli keuangan.
Setelah tidak bekerja, otomatis penghasilan berkurang dong ya, dan agar asap dapur tetap mengepul, aku kudu melakukan penghematan di beberapa pos misalnya lebih banyak makan di rumah ketimbang di resto favorit dan lambai-lambai bendera putih buat me time dengan spa yang aduhai.
Hihihi... derita loe! It's OK. I still survive without it!
Sama seperti ibu rumah tangga lainnya sehari-hari bekerja seputar dapur, sumur dan kasur.
Awalnya biasa saja namun seiring waktu jenuh mulai tumbuh.
Untuk membunuh waktu aku jadi gemar membaca dan berseluncur di dunia internet. Bikin akun sosial media dimana-mana. Biar kekinian. Hahaha...
Sampai suatu hari aku membaca sebuah rangkaian kata (lagi) dalam buku yang kebetulan dikarang seorang wanita.
Sampai suatu hari aku membaca sebuah rangkaian kata (lagi) dalam buku yang kebetulan dikarang seorang wanita.
"Saat kita menemukan sesuatu yang kita sukai dan membuat kita bergairah, kita akan bersemangat. Gairah adalah energi!"Ahh, lagi-lagi aku berhadapan dengan kata.
Entahlah... aku gampang tercerahkan dengan kata!
Lalu aku berpikir, mungkin inilah tanda.
Jadi selama ini, ternyata semesta mencoba berkomunikasi dan memelukku.
Hanya saja selama ini aku menepisnya dan memilih tenggelam dalam lautan luka dalam #eh.
Di sinilah aku menemukan passion, belajar hal baru, start to crawl sekaligus menemukan rahasia agar tetap energik dan cantik sepanjang usia!
Hanya menjalani hidup dan pekerjaan yang aku suka
Pernahkah kamu merasakan semangat dan gairah menjalar ke seluruh tubuh setiap pagi, setiap hari?
Percayalah, kamu bisa!
Saat kita menjalani hidup dan karier yang kita impikan dengan segenap hati dan jiwa maka hanya akan ada kegembiraan yang luar biasa.Itulah salah satu definisi cantik menurutku! Setuju?
Yup. Dari seorang asisten laboratorium di kampus, SPG di sebuah department store, staff akunting di percetakan, sekretaris di perusaan tambang emas, terminal batubara, rekayasa mesin berat sampai akhirnya jadi Manager HRD di kontraktor penyewaan alat berat, dan kini menjadi ibu rumah tangga sekaligus pekerja media (bloger juga pekerja kan ya-butuh pengakuan hahaha) dan juga aktif di sosial media, aku merasakan energi dan semangat itu.
Banyak teman yang menyayangkan keputusan ini.
Terutama ibunda yang sampai detik ini masih bersemangat membujukku agar menjadi pegawai kantoran lagi.
Di sini, iya di sinilah duniaku kini, menikmati irama kehidupan yang baru sekaligus self healing.
Menulis di #usiacantik.
Apalagi ketika menemukan berbagai kebaikan serta alasan mulia menulis kisah hidup pribadi. Meski kadang-kadang jenuh kerap menggoda, namun aku masih mampu mengatasinya.
Sungguh yang diperlukan hanya berdamai dengan diri sendiri agar tetap bisa menjaga bara api supaya mampu mencintai kehidupan dan karir yang kita pilih!
Apalagi dari menulis dan aktif di sosial media aku bisa mendapat kebaikan dalam bentuk materi.
Ada kepuasan batin tertentu saat melihat nama tertera sebagai pemenang apalagi mengingat semua upaya yang telah dikerahkan serta hal-hal baru yang ditemukan.
Mulai dari berkesempatan memakai produk, pulsa, voucher belanja dan yang paling besar dalam ukuran materi aku bisa membawa suami umroh ke tanah suci setelah diumumkan menjadi pemenang salah satu kontes airport terbaik dunia, Changi.
Berkesempatan bertemu orang baru, menambah sahabat baru dan saling berbagi pengalaman hidup adalah sumber kebahagiaan lain yang aku dapatkan lewat hobi yang aku geluti dalam perjalanan #usiacantik ini. Sesuatu yang tak bisa aku beli namun bisa aku raih meski usia sudah tak muda lagi.
Sementara di sisi lain, konsekuensinya aku juga jadi semakin banyak belajar, percaya diri dan mampu melihat berbagai persoalan dari perspektif yang berbeda.
Di atas semua itu aku bahagia sekali jika tulisanku mampu menginspirasi terutama diriku sendiri apalagi kalau bisa menginspirasi orang lain.
Mulai dari berkesempatan memakai produk, pulsa, voucher belanja dan yang paling besar dalam ukuran materi aku bisa membawa suami umroh ke tanah suci setelah diumumkan menjadi pemenang salah satu kontes airport terbaik dunia, Changi.
Berkesempatan bertemu orang baru, menambah sahabat baru dan saling berbagi pengalaman hidup adalah sumber kebahagiaan lain yang aku dapatkan lewat hobi yang aku geluti dalam perjalanan #usiacantik ini. Sesuatu yang tak bisa aku beli namun bisa aku raih meski usia sudah tak muda lagi.
Sementara di sisi lain, konsekuensinya aku juga jadi semakin banyak belajar, percaya diri dan mampu melihat berbagai persoalan dari perspektif yang berbeda.
Iya, sama seperti aku yang kerap tercerahkan hanya dengan lewat tulisan.
Di #usiacantik juga aku semakin mantap memasuki episode kehidupan berikutnya.
Di #usiacantik juga aku semakin mantap memasuki episode kehidupan berikutnya.
Menemukan makna kebahagiaan, bahwa kebahagiaan tak perlu dicari di luar, dia ada di sini, dihati.
Kudu lebih banyak bersyukur!
Menjalani gaya hidup sehat!
Menghindari dan bahkan managing stress.
Eiit, sebentar dulu, menginspirasi diri sendiri, maksudnya?
Biasanya saat membuat tulisan aku sering melakukan riset kecil-kecilan dengan membaca berbagai artikel lain sesuai tema yang sedang aku tangani.
Nah pada saat itu aku sering banget mendapat pencerahan.
Seperti yang aku jelaskan di awal tulisan ini bahwa lagi-lagi aku gampang banget "move on" hanya karena rangkaian kata bahkan sebuah kata.
Itulah, kenapa!
Di #usiacantik ini aku juga memiliki lebih banyak kesempatan melakukan perjalanan sekaligus petualangan, hobi yang merupakan embrio dari kecintaan menulis.
Berjam-jam naik mobil dilanjutkan ojek hanya untuk melihat air terjun dan tempat wisata yang tersembunyi dan perlu sedikit uji nyali.
Di #usiacantik ini aku juga memiliki lebih banyak kesempatan melakukan perjalanan sekaligus petualangan, hobi yang merupakan embrio dari kecintaan menulis.
Berjam-jam naik mobil dilanjutkan ojek hanya untuk melihat air terjun dan tempat wisata yang tersembunyi dan perlu sedikit uji nyali.
Baca juga: Air Terjun Putri Malu Pesona Tersembunyi di Juku Batu Lampung.
Berenang bareng ubur-ubur di Kakaban si Danau dalam pelukan, tak terlupakan!
Pernah juga sempat terombang-ambing di samudera hampir 7 jam setelah lakukan pendaking gunung Anak Krakatau yang melelahkan, dan sempat membuat tim Bazarnas lakukan persiapan pencarian.
Menjadi bagian dari #kelasinpirasi di kota di mana aku berdomisili. Bergabung dengan komunitas muda dan ikut tertular energi positif dan semangat membara. How cool is that!
Baca juga : Pertama Ikut Kelas Inspirasi? Simak Panduan Sukses Buat Pemula!
Dan... semua itu terukir selama dalam perjalanan #usiacantik.
Teristimewa disaat aku mampu mengalahkan para kawula muda dalam berbagai kesempatan, kebahagiaan lebih kembali aku dapatkan.
Dan... semua itu terukir selama dalam perjalanan #usiacantik.
Teristimewa disaat aku mampu mengalahkan para kawula muda dalam berbagai kesempatan, kebahagiaan lebih kembali aku dapatkan.
Sungguh energi mampu menembus batas usia!
Ahhhh... sungguh aku menikmati momen itu. Tak terlupakan!
Kuncinya, tak perlu ciut atau takut. Hanya beberapa persiapan di sana-sini dan kau siap bereksplorasi!
"Dan jangan sekali-kali memberi ruang usia untuk mendikte apa yang bisa dan tidak bisa, kita lakukan!"
Ahhhh... sungguh aku menikmati momen itu. Tak terlupakan!
Kuncinya, tak perlu ciut atau takut. Hanya beberapa persiapan di sana-sini dan kau siap bereksplorasi!
Tampil Energik dan Cantik Sepanjang Usia Memang Perlu Usaha
Sebagai perempuan wajar dong ya ingin tampil maksimal.
Sebagai perempuan wajar dong ya ingin tampil maksimal.
Energik dan tetap cantik!
Bukan mau mengelak apalagi membohongi usia.
Apalagi dengan hobiku yang gemar berpetualang di alam terbuka yang kerap berhadapan langsung dengan berbagai kondisi cuaca.
Ngomong-ngomong, aku paling senang lho kalau ada orang yang khilaf terus panggil mbak.
Hahaha... katrok yaaa. Biarin ah.
Apalagi kalau sudah tahu usia sesunguhnya dan aku menangkap sesaat iya meski sesaat aura takjub itu. Tiang... mana tiang... hahaha...
Siapa sih yang tak ingin terus muda? Mana orangnya!
Aku juga percaya mampu tampil energik, cantik dalam dan luar itu adalah keinginan semua wanita apalagi kalau sampai bisa menginspirasi.
Oh iya, aku pernah punya pengalaman buruk. Dulu paling malas dan alergi pergi ke perawatan kulit. Alasanku sangat naif. "Ahhh... untuk apa buang-buang duit, kan sudah laku juga!" Duh!
Ditambah lagi hobiku yang gemar melakukan petualangan di alam terbuka semakin membuat flek merajalela, bagai nila setitik merusak susu sebelanga. Flek yang dulu hanya seukuran titik di tulisan ini semakin lama semakin lebar hampir mendominasi tulang pipi.
Siapa sih yang tak ingin terus muda? Mana orangnya!
Aku juga percaya mampu tampil energik, cantik dalam dan luar itu adalah keinginan semua wanita apalagi kalau sampai bisa menginspirasi.
Oh iya, aku pernah punya pengalaman buruk. Dulu paling malas dan alergi pergi ke perawatan kulit. Alasanku sangat naif. "Ahhh... untuk apa buang-buang duit, kan sudah laku juga!" Duh!
Ditambah lagi hobiku yang gemar melakukan petualangan di alam terbuka semakin membuat flek merajalela, bagai nila setitik merusak susu sebelanga. Flek yang dulu hanya seukuran titik di tulisan ini semakin lama semakin lebar hampir mendominasi tulang pipi.
Sampai di suatu pagi, aku memandang wajahku di cermin.
Ada bunga jagung di rambut.
Terus, betapa kusam dan ada banyak flek serta kerutan di sana-sini, aku hampir tak mengenali wajahku lagi.
Saat itulah aku memutuskan, I have to do something!
Ternyata menurut riset saat usia di atas 30 tahun kemampuan kulit untuk memproduksi sel-sel baru akan berkurang termasuk di antaranya kulit wajah yang harus mulai dibantu untuk proses eksfoliasi yaitu proses pengangkatan atau pengelupasan sel-sel kulit mati pada permukaan kulit.
Oleh staf dermatologis aku diberitahu ibarat kanker aku sudah memasuki stadium empat. Parah banget!
Ternyata menurut riset saat usia di atas 30 tahun kemampuan kulit untuk memproduksi sel-sel baru akan berkurang termasuk di antaranya kulit wajah yang harus mulai dibantu untuk proses eksfoliasi yaitu proses pengangkatan atau pengelupasan sel-sel kulit mati pada permukaan kulit.
Oleh staf dermatologis aku diberitahu ibarat kanker aku sudah memasuki stadium empat. Parah banget!
... dan solusinya hanya satu kudu telaten merawat wajah dan mungkin harus sanggup menahan perih saat sesi chemical peeling.
Ampun... deh perihnya.
Belum lagi saat sesi kulit mengelotok, persis zombie.
Untuk menghindari tanya jawab dari para kolega aku kerap gunakan masker. Tapi, yaaa tetap saja masih ada sesi tanya jawab.
Beruntung banget punya pasangan yang mendukung usahaku bahkan si Abang yang senantiasa rajin mengingatkan tentang jadwal perawatan dan persediaan krim perawatan.
Cerita di atas hanyalah setitik pengalamanku pribadi dan bersifat subyektif sekali dan boleh jadi berbeda dengan yang lain.
Untuk rahasia agar tetap energik dan cantik sepanjang usia lainnya boleh juga nih intip versi halodoc dengan headlines yang cukup menggoda Ini 9 Resep Awet Muda Meski Memasuki Usia Senja!.
Sekali lagi, gimana menurutmu, bahwa untuk tetap energik dan cantik itu tak terbatas usia, Yay or Nay?



















































