Begini Cara Mengetahui Waktu Ideal Publish Posting Blog


Begini Cara Mengetahui Waktu Ideal Publish Posting Blog. "Aku masih posting asal-asal, huhuhuu..." curhat seorang teman ketika suatu hari aku ngetweet isu tentang XL dan publish posting blog.

Ide postingan blogging ini bermula saat aku terdampar di blog seorang master SEO yang Alexanya di angka 64.937, langsung salto, ciaaaat!

Namun untuk menjaga keakuratan data, tidak cukup sampai di situ saja, aku juga mengetikkan keyword yang sama 'publish posting blog di waktu ideal" di google dan... tet tere tetettt... semuanya bermuara ke konklusi yang sama.

Selain kualitas tulisan, kemurnian konten, publish posting blog di waktu ideal, itu, krusial! Catet, An!

Dan fakta berbicara, bahwa pageview banyak tidak selalu diikuti komentar yang banyak juga. Aku yang baru tahu lalu tersipu. Ada koin jatuh. Hihihi.

Satu lagi, setiap blogger memiliki profil unik dan spesifik!

Next question is, kapan saja publish posting blog di waktu ideal itu?

Yuk kita lakukan mini riset sekaligus pencitraan, eh. Jangan lupa, sediakan camilan. Itu lho, cecudah celapan cebelum cepuluh, camilan!

Hari Ideal Publish Posting Blog

Menurut babang Dan Zarrella dan Search Engine Land, (silahkan digoogle ya untuk lebih tahu tentang mereka - yang pasti mereka master-master sosial media laa), hari yang baik untuk publish posting blog kudu disesuaikan dengan hasil yang ingin dicapai, mau mendapatkan pageviews atau panen komentar.
Untuk menjaring pageviews, pubish di hari Senin, sebaliknya untuk komentar, publish di hari Sabtu.
Dan Zarrella sendiri, melakukan riset 3 tahun untuk sampai ke konklusi ini. *Fiuuh... Meski bicara atas milyaran data, Mas Dan tetap humble mengatakan bahwa surveinya bisa jadi tidak mewakili semua tipe industri, tetapi bisalah dijadikan dasar eksperimen untuk melakukan penelitian sendiri dengan menggunakan tipe audiensi kita sendiri, si pemilik blog. Karena eh karena itu tadi, setiap data itu unik!

Waktu Ideal Publish Posting Blog

Kembali lagi ke tujuan yang ingin kita capai. Pageviews, komentar atau links?

info grafik yang mewakili 3 elemen penting saat publish posting blog

Menurut infografik babang Dan, kita bisa menyimpulkan sebagai berikut:
  • Ingin Pageviews maksimal, waktu posting ideal publish blog jam 9 pagi
  • Mendamba komentar maksimal, waktu posting ideal publish blog jam 8 pagi
  • Punya impian banyak Links di klik, ya waktu posting ideal publish blog jam 7 pagi

Untuk lebih memahami lagi infografik di atas, babang Garret Moon melengkapi dengan studinya seperti infografik (lagi) berikut ini:

Pro Kontra Waktu Publish Posting Blog



Dari grafik ini jelas terlihat bahwa postingan di jam-jam sibuk memang mendatangkan visitor, komentar dan banyak keterlibatan. Namun kekurangannya adalah kecenderungan postingan kita terkubur juga sangat besar karena harus bersaing dengan postingan lain, walhasil bounce rate ikutan tinggi deh.

Sedangkan kontra posting di waktu malam adalah sedikit noise/visitor, komentar dan keterlibatan, namun kemungkinan ada di halaman depan sangat besar karena persaingan sesama publisher berkurang.

So... mau pilih yang mana, guys?


Waktu Membaca Posting Blog
Pagi adalah waktu yang paling disukai untuk membaca blog dibandingkan dengan siang hari. Menurut aku pribadi sepertinya hal ini erat kaitannya dengan jam kerja tubuh.






Wanita VS Pria Membaca Posting Blog
Ternyata hampir 60% para pria lebih menyukai membaca blog di sore dan malam hari ketimbang kaum hawa. Hmmm.




Pageviews by Day VS by Hour
Yup, fix, jam 11 pagi di hari Senin merupakan traffic tertinggi sebuah blog.



Comments by Day VS by Hour
Jam 9 pagi di hari Sabtu kesempatan mendapat komentar di postingan blog sangat tinggi.




Links by Day VS By Hour
Sedangkan hari Senin dan Kamis sekitar jam 7 pagi, adalah the most inbound link on artinya kesempatan bagi blog kita untuk diklik oleh pihak ketiga sangat tinggi.



Catatan:
Semua infografik di atas berdasarkan riset dengan waktu EST, Eastern Standard Times yang meliputi negara Amerika Serikat. Zona waktu kita WIB, misalnya, 11 jam di depan dari EST.

Dari studi yang dilakukan oleh Kissmetric, babang Dan Zarrella, Search Engine Land dan HubSpot di atas, dapat kita simpulkan bahwa banyak yang bisa kita pelajari tentang publish posting blog. Namun, itu tadi, semuanya berpulang kepada tujuan yang hendak dicapai.
  • Ingin traffic, publish posting blog pada hari Senin jam 11
  • Ingin komentar, publish posting blog Sabtu jam 9 
  • Ingin inbound link, publish posting blog, hari Senin dan Kamis
Pro-kontra juga mewarnai publish posting blog. Saat kita mendapat banyak pageviews, komentar dan jangkauan, pada saat yang sama kita juga mendapat bounce rate yang tinggi.

Mengapa? 

Karena kita harus bersaing dengan ratusan atau bahkan ribuan publisher lainnya dan kecenderungan terkubur di newsfeed amat tinggi, yang semuanya ingin melakukan hal yang sama, dalam rentang waktu yang sama, memanfaatkan waktu ideal/popular publish posting blog.

Sekali lagi, setiap blog punya grafik pembaca yang unik dan spesifik. Survei di atas bisa dipakai sebagai acuan bagi audiens blog kita.

Bagaimana dengan share di sosial media? Sepertinya ini juga perlu postingan khusus. Soalnya sudah panjang banget nih. Ntar pada bosan deh. Hehehe.

Waktu Publish Posting Blog Ideal Untuk Pembaca Setia Blog

Hmmm... gimana dengan para fans eh pembaca setia blog kita?

Untuk itu kita kudu pasang Google Analytics (GA) agar bisa mendapatkan gambaran kapan tepatnya para pembaca setia mampir di blog. Etapi, kamu sudah pasang GA kan? Kalau belum kudu google  (lagi) yak.

Aku asumsikan kalian sudah pasang GA ya, jadi begini caranya:

1. Sign In ke Google Analytics
2. Klik Audience-Overview
3. Pilih rentang waktu

Aku pilih mulai 12 Agustus - 10 September 2017

Begini tampilannya:


Kemudian aku bagi-bagi berdasarkan puncak grafik tertinggi untuk mendapatkan data yang mewakili hari dan jam dengan mengklik 'hour'.

Berikut tampilannya dalam bentuk kolase.


Dengan hasil di atas kita bisa mengambil kesimpulan untuk blog www.annarosanna.com dengan rentang waktu 12 Agustus sampai dengan 10 September 2017 adalah sebagai berikut:
  • Pageviews terbanyak didapatkan pada hari Sabtu, Kamis dan Senin.
  • Waktu terbaik kunjungan terjadi jam 12:00WITA
Wah.... seru juga ya utak-atik Google Analytics. Tapi benar-benar perlu fokus nih saat membuat analisa. Meleng sedikit, mumet deh. Hihihi.

Dengan dasar data ini, kita bisa mengetahui deh, kapan waktu ideal publish posting di blog kita sendiri. Panen tayangan, komentar dan banyak yang klik links in atau out. Semoga bisa nangkring deh di halaman satu Google seperti tulisan ini. Lumayan buat menyundul DA dan PA.  Atau yang lebih keren lagi seperti sahabatku Helena Mantra yang baru saja dapat surat cinta dari google yang menyatakan Google Adsensenya telah diterima.

Jadi, benar juga tuh kata babang Dan Zarrella. Untuk setiap blog memang unik. Punya data dan audiensi sendiri. Tapi aku sepakat dalam hal ini. Sepertinya hari Sabtu memang dipilih untuk 'jalan-jalan' ke blog.

Bagaimana dengan blogmu, sobat?

Semoga tulisan publish posting blog di waktu ideal ini bermanfaat.

Punya analisa lain? Silahkan berbagi di kolom komentar di bawah ini.



Referensi infografik:
http://danzarrella.com/infographic-what-are-the-best-times-to-blog/
https://coschedule.com/blog/best-time-to-publish-a-blog-post/


Ini Dia 5 Lokasi Terbaik Nikmati Eksotisme Danau Toba

Danau Toba dilihat dari kota Parapat Simalungun

Ini Dia 5 Lokasi Terbaik Nikmati Eksotisme Danau Toba. Yup! Meski bulan Agustus baru saja berlalu, aku masih belum bisa move on dari ngomongin tentang kemerdekaan, nih. Menurutku, iya masih menurutku, memaknai kemerdekaan untuk setiap orang adalah berbeda-beda, tapi bisa juga menemukan kecocokan antara satu dengan yang lainnya.

Misalnya seperti sahabatku Ike Yuliastuti yang mengekspresikan makna kemerdekaan di era digital adalah memiliki kebebasan dalam menulis tetapi tetap diikuti rasa tanggung jawab akan isi dan materi tulisan.
Sedangkan menurutku memaknai kemerdekaan adalah jadilah inspirasi!
Iya, jadilah inspirasi dari lingkungan terkecil dahulu, bagi buah hati misalnya. Bayangkan jika setiap keluarga di Indonesia menjadikan keluarga adalah panutan utama. Panutan untuk budi pekerti, cerdas sekaligus, bersih pikiran dan hati.

Kebetulan aku suka menulis, jadilah tulisan tempat aku menumpahkan segalanya. Aku juga suka jalan-jalan. Kemana saja. Gak pake milih. Apalagi ke tempat yang sama sekali baru. Syalalala... langsung kikir kuku!

Dalam kesempatan liburan kali ini aku juga ingin mengajak buah hatiku yang beranjak remaja untuk memaknai kemerdekaan dengan mencintai leluhurnya, Indonesia. Cara yang paling mudah dan asyik tentu saja, jalan-jalan di negeri sendiri. Soalnya doi lagi keranjingan oppa-oppa Korea dan segalanya tentang Korea. Huuaaa... Siapa lagi yang idem, ayo ngacung!

Begini ceritanya!

Jam 0645. Pagi menembus kabut Lubukpakam. Tetapi jalan lintas propinsi sudah menggeliat dengan berbagai aktivitas. Truk panjang dan besar  mendominasi jalanan.

Di kursi kedua, buah hatiku juga ikut menikmati hiruk-pikuk kota transit ini. Alunan lagu menambah indah suasana di dalam kabin mobil.

mencintaimu,
seumur hidupku,
selamanya,
kau tetap milikku...

Stop!

Hahaha...

Entah mengapa suka banget sama lirik lagu ini. Ayo coba tebak judul dan penyanyinya?

Masih dalam suasana Ramadhan, namun aktivitas jalanan masih sama seperti biasa. Beberapa anak sekolah dasar berjalan berombongan. Sementara yang lain memilih kendaraan roda dua, menembus kabut berpacu dengan si roda empat, enam bahkan sepuluh. Begitu gemuruh, terekam saat sesekali aku menurunkan kaca mobil.

Perbaungan, Sei Bamban, Kampung Pon, Tebingtinggi adalah beberapa kota yang kami lewati, dan kota terakhir adalah yang paling ramai. Kota ini merupakan lintas utama di Sumatera, penghubung Lintas Timur dan Lintas Tengah Sumatera yang melalui lintas diagonal pada ruas jalan Tebingtinggi, Pematangsiantar, Parapat, Balige dan Siborong-borong.

Saat mudik begini pemandangan setelah kota Tebingtinggi adalah favoritku. Perkebunan karet, coklat dan kelapa sawit berganti-ganti menghiasi perjalanan. Beberapa di antaranya berhiaskan tanaman bunga di bagian tepi. Cantik! 

Tak pernah bosan mereguk keindahannya. Tak pernah, tak akan!

Bentor alias becak bermotor mulai kelihatan, artinya kota kelahiranku, Pematang Siantar sudah dekat. Darahku perlahan bergejolak. Selalu. Entah mengapa. Kota Siantar, begitu panggilan sayang kami, selalu mampu hadirkan emosi di hati.

Berbagai kenangan silih berganti bermain nun di nurani. Mulai masa kanak-kanak, sekolah dasar hingga tamat SMA berkejaran di pelupuk mata.

"Kog senyum-senyum sendiri, Bunda?"

Rupanya babang suami memergoki aku manyun-manyun sendiri. Xixixi...

"Adaa... deh!" Usilku kumat tanpa kompromi.

Namun kali ini abang tak bereaksi. Langsung fokus ke tengah jalan, ssst... ada dedek emes mau nyebrang. 

Nah loe! Kalah sama dedek emes!

Jam sepuluh kami mulai memasuki kota Siantar. Langsung ke toko roti Ganda. Buat buka puasa di jalan, siapa tahu kemalaman.

Roti Ganda sangat terkenal di Siantar bahkan sampai ke Medan. Kerenyahan roti dan rasa eksotis selainya itu, takkan terlupa. Ini murni pengalaman pribadi. Tak ada promosi. Sungguh!. Cuma, yaitu kudu ngantri, bow. Apalagi saat ke sana di saat roti baru keluar dari oven, mulai jam 3 siang, alamak, siap-siap betis bengkak.

Harganya juga ramah di kantong. Gak bikin jebol. Jadi ingat pengalaman teman saat liburan di Sangalaki, Berau. Di mana sebotol minuman YouC1000 seharga Rp 30.000.

Kalau di Siantar, dengan Rp 18.000 kita bisa mendapatkan roti bantal jumbo dengan selai sarikaya yang khas. Tersedia juga dalam lapisan krim dan meises. Enyaaak!

Duluu.. iya dulu sekali, aku masih sempat beli cuma dengan Rp 2.500. Zaman sekolah dasar laa. Pasti kamu, kamu dan kamu yang di pojok itu, belum nongol. Iya, kan? *seringaipongah.

Kini, Ganda sudah berbeda. Ngantri tingkat dewa tinggal cerita. Desain outlet alami inovasi, tak perlu berjejal lagi untuk sepotong roti. Lebih manusiawi. Gak seperti ikan teri. Xixixi.

Kota Siantar tak banyak berubah. Cuma lebih macet. Luas jalan tidak bertambah namun kendaraan melimpah ruah.

Aku mengarahkan melalui rute jalan yang dulu setiap hari aku lewati. Saat 6 tahun di sekolah dasar negeri. Tak ada lagi halaman luas itu. Tempat aku melantunkan puisi di setiap Sabtu. Kini, gedung sekolah bertumpuk jadi satu. Mungkinkah sukacita belajar didapatkan di situ? Entahlah.

Mobil terus melaju menuju Parapat, dimana Danau Toba siap memikat dan menjerat. Waspadalah! Waspadalah! Hahaha... kayak bang Napi, aja!

Danau Toba dilihat dari kota Parapat Simalungun

Are you ready, guys?

Hatiku sempat sendu ketika mendung kelabu setia menemani sepanjang perjalanan ini. Bukankah hasil fotografi lebih indah ketika cuaca cerah bersedia bersinergi?

Alhamdullillah, perlahan mendung yang bergantung, berarak pergi. Kecerahan hari sepertinya bukan sebuah mimpi lagi.

Baca juga : Mimpi yang terwujud, terbang ke Osaka Castle Istana Di dalam Taman di Jepang. 

Memasuki hutan pinus, dingin beringsut menyelimuti. Kembali jendela mobil aku buka, menghirup aura mistik sang rimba. Batang pinus semakin menjulang diikuti dedaunan yang sesekali bergoyang bagai mempersembahkan tarian selamat datang. Aku raih gadget merekam eksotika pinus berbaris dan mendadak aura mistis seolah menghipnotis. Ahhh... maafkan aku yang terlalu berlebihan.

Jalanan mulus dan sepi semakin menambah magis. Rasanya ingin berhenti dan berpose narsis but yet tetap manis.

Mendadak ingat beberapa koleksi kebaya modern Zalora. Apa jadinya ya jika aku berpose ala-ala model pro. Mix and match warna cerah dan nuansa alami. Wow, pasti keren tingkat dewa ya, bow.

Hmmm... emang bisa?

Ya, coba dong.
Hal baru itu bukan sesuatu yang ditakutkan tapi ditaklukkan!
Ciee... cie...

Tapi... takut seketika melingkupi raga.

Takut apa?

Hahaha... takut diculik?

Gak... laa. Takut ada hewan liar numpang eksis bareng. Secara kita kan seleb gitu lho. Bruakakaka...

Kembali ke laptop!

Kini jalan semakin sering berkelok dan deretan pohon pinus perlahan menghilang, digantikan tebing-tebing curam bermunculan dari balik sisi jalan. 

Jalan semakin mengecil namun masih tetap mulus. Saat berselisih kendaraan kerap berbagi klakson dan lampu sein. Yup, safety first, as always!

Tiba-tiba... di balik sebuah tikungan, sebuah bukit menjulang, semakin dekat, dekat dan di depannya Danau Toba terbentang. Meski sudah berkali-kali ke sini, tetap saja adrenalin mengambil kendali. Jantung seperti dipompa, melompat ingin keluar dari raga. Aku menyentuh tangan babang dan meminta kecepatan kendaraan agar berkurang.

Lihatlah!

Hati siapa yang tak akan terguncang saat perpaduan panorama memesona tepat berada di pelupuk mata. Iya, permukaan air yang luas nan tenang dalam dekapan perbukitan hijau. Sungguh memukau!

Rasanya kurang afdol jika tidak melihatnya dari dekat. Aku hanya bisa menatap lekat karena perjalanan kami masih jauh dari dekat. Mungkin di lain kesempatan, kerinduan ini aku tuntaskan.

Kami menepi dan jadilah beberapa koleksi ini menjadi penghuni galeri. Beberapa di antaranya langsung aku share di twitter @rosannaiqbal pakai XL Xtra Combo. Juga lewat instagram babang.

A post shared by Iqbal Pohan (@iqbal.pohan) on

Tahukah kamu?

Saking luasnya, ternyata Danau Toba bisa dilihat dari berbagai lokasi dan menawarkan berbagai sudut keindahan, yang mencakup kawasan kabupaten Karo, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Simalungun, Humbang Hasundutan dan Dairi. Jadi merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi penikmat wisata bentang alam.


Ini dia 5 lokasi terbaik nikmati eksotisme Danau Toba.

1. Simalungun

Nah, perjalananku kali ini melalui kota Parapat. Parapat adalah sebuah kelurahan di kecamatan Girsang Sipangan Bolon. Jadi, bukan termasuk Toba Samosir ya. Catat! Hihihi... Soalnya pada penyelenggaraan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba, ada yang 'terpeleset' menyatakan Parapat adalah Toba Samosir. Sampai-sampai Bapak Bupati Simalungun JP Saragih curhat dan menangis saat konferensi pers Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba Agustus tahun lalu. I feel you, Bapak.

Ada beberapa "panatapan" atau tempat berhenti untuk memuaskan menatap eksotisme Danau Toba. Menggunakan Asus Zenfone 3 Max 5.5", aku mengabadikan keindahan Danau Toba. Video dan image. Rencananya sih aku ingin membuat postingan tersendiri. Biar puas curhatnya. Hahaha...

Gimana, kamu suka?

Danau Toba dilihat dari kota Parapat Simalungun

2. Bukit Simarjarunjung

Bukit ini terletak di kota Tigaras, masih Simalungun juga. Tempat ini menawarkan sudut berbeda dari Danau Toba. Rencananya kami akan ke sini dalam beberapa hari nanti. Semoga cuaca cerah berkenan menemani. Dari hasil berburu beberapa tulisan di internet, ternyata sudah tersedia beberapa spot foto terbaik.

Misalnya yang ini!


Berani uji nyali?

3. Taman Simalem Resort

Ini termasuk dalam kawasan kabupaten Karo. Tepatnya di desa Merek. Bukan merek yang itu lho ya. Hahaha. Tempat ini dikelola swasta dan amat sangat eksklusif. Untuk masuk saja kudu merogoh kocek yang sangat dalam Rp 50.000 untuk pengunjung biasa. Rp 85.000 pengendara motor dan Rp 250.000 untuk maksimal roda 8.

View yang ditawarkan juga fantastis. Seperti ini misalnya.


Tentu dong ya, ada harga ada rupa!

4. Bukit Tarabunga

Nah, ini baru terletak di kabupaten Toba Samosir alias Tobasa. Berjarak 5 kilometer dari kota Balige, tempat ini kembali menawarkan sudut lain pesona Danau Toba.

Barisan bukit menjadi daya tarik, terutama di saat sunset mengintip. Kudu banyak berdoa agar hujan dipindahkan ke tempat lain saja kala senja merona. Biasanya warna kemerahan akan berpendar di atas Danau Toba. Indah sekali!

Ini Dia 5 Lokasi Terbaik Nikmati Eksotisme Danau Toba

5. Pusuk Buhit

Nah untuk yang satu ini. Kudu menyediakan waktu minimal satu malam. Soalnya ada beberapa aktivitas yang sayang dilewatkan kalau sudah sampai ke sini seperti, mandi di tempat pemandian seperti Aek Sipitu Dae atau Batau Cawan, naik ke Menara Tele untuk mengintip panorama luar biasa Danau Toba, trekking yang mampu membuat kamu berhenti sebentar-sebentar untuk tarik nafas dan... selfie tentu saja.

Pesona bukit dan lembah mampu membuat segala lelah menguap seketika. Apalagi ketika tiba di puncak Pusuk Buhit, melihat pantulan gumpalan awan di permukaan Danau Toba.


Bisa membayangkan?

Aku baru bisa mengeksekusi poin satu dan berharap berkesempatan mewujudkan ke-4 lokasi lainnya.

Siapa yang mau ikut?

Eh, ini sudah sampai di mana ya?

Parapat!

Hampir 1 jam melabuhkan rindu ke Danau Toba. Perjalanan masih panjang menuju Sibolga, Tapanuli Tengah dan melanjutkan perjalanan ke Pulau Karang, Barus mengulangi kembali piknik seru di pulau tanpa penghuni.

Jadi, dari 5 Lokasi Terbaik Nikmati Eksotisme Danau Toba ini, yang mana sudah kamu eksekusi?

Upps, hampir ketinggalan, kalau kamu punya lokasi favorit lainnya, sila tambahkan di komen di bawah ini ya.




Ini Dia Kiat-Kiat Agar Tetap Nyaman Naik Kereta Api Ekonomi

Ini Dia Kiat-Kiat Agar Tetap Nyaman Naik Kereta Api Ekonomi

Ini Dia Kiat-Kiat Agar Tetap Nyaman Naik Kereta Api Ekonomi. Banyak alasan kenapa seseorang memutuskan untuk menggunakan kereta api ekonomi saat liburan. Mulai dari keterbatasan dana, kehabisan tiket kelas eksekutif, jam keberangkatan ataupun kedatangan. Apapun alasannya hindari berburuk sangka dan tetaplah senang hati saat naik kereta api ya.

Baca juga : 5 Bahaya Buruk Sangka

Saat ini, fasilitas kereta api ekonomi sudah sangat baik. Meski kelas ekonomi, penumpang tetap bisa menikmati gerbong yang nyaman karena bersih dan ber-AC. Tempat duduk juga sudah 'empuk', walaupun tidak senyaman kelas eksekutif.

Permasalahannya ialah bagaimana bila kita liburan menggunakan kereta api ekonomi jarak jauh, seperti kereta Kertajaya yang melayani rute Jakarta-Surabaya. 

Jarak tempuh membutuhkan waktu belasan jam. Rasa bosan, lelah dan kurang nyaman tentu mudah menghampiri apalagi ditambah dengan jarak serta waktu selama itu.

Nah, untuk membuat perjalanan tetap nyaman dan menyenangkan, yuk simak dulu kiat naik kereta api ekonomi jarak jauh di bawah ini. 


Pilih Kursi dan Gerbong Yang Tepat

Demi kenyamanan pilihlah kursi yang memiliki dua baris penumpang, karena lebih nyaman ketimbang 3 baris.
Kursi ini memiliki nomor dengan akhiran huruf D dan E. 
Untuk nomor bisa  bebas memilih di ujung atau di tengah.

Bila ingin ruang gerak sedikit lebih lebar, bisa memilih kursi di ujung. Namun risikonya lebih berisik, karena dekat pintu.

Selanjutnya untuk gerbong, usahakan tidak memilih gerbong pertama. Gerbong ini terlalu dekat dengan lokomotif dan membuat suasana kurang nyaman.

Untuk memilih kursi dan gerbong ini bisa dilakukan secara online, tanpa perlu repot datang ke stasiun. Kelebihan lainnya, tiket online cenderung lebih cepat, murah, dan mudah. Kamu bisa membuktikannya dengan mencoba memesan tiket Kertajaya di situs Traveloka.


Pilih Perlengkapan Tidur Sederhana dan Seperlunya.

Untuk kenyamanan, sebaiknya membawa perlengkapan tidur pribadi. Bawa saja seperlunya seperti bantal leher dan selimut. Keduanya sangat diperlukan, khususnya di malam hari, karena udara di dalam kereta cenderung dingin.

Bila masih malas membawanya, bisa menyewa ke petugas di kereta dengan harga kisaran Rp10 ribu hingga Rp15 ribu. Namun secara kualitas dan kenyamanan, masih lebih enak membawa milik pribadi. 


Bawa Bekal Selama Perjalanan

Di kereta api sebenarnya ada makanan dan camilan yang bisa dipesan kapan saja. Namun tetap membawa bekal sendiri jauh lebih dianjurkan. 

Alasannya :

- Pilihan lebih banyak atau tidak terbatas
- Harga lebih terjangkau dan bisa berhemat
- Bekal lebih terjamin rasa, kesehatan, dan kebersihannya

Bawalah makanan atau camilan favorit sebagai bekal selama perjalanan naik kereta api, agar lebih nendang. Disarankan membawa bekal dengan kemasan yang sekali pakai, untuk mengurangi beban barang bawaan. Tapi jika ingin sayang bumi, membawa kemasan yang bisa dicuci layak dieksekusi.

Baca juga : Tips Menyiapkan Bekal Untuk Perjalanan Kereta Api

Siapkan Stamina dan Jaga Kesehatan

Jika sudah menentukan waktu liburan dan memesan tiket kereta api, hal penting lain yang perlu dipersiapkan ialah stamina

Jaga kesehatan dan pastikan fisik kuat menempuh perjalanan jauh dengan kereta api. Jika perlu, bisa membawa obat-obatan seperti kayu putih, obat anti mabuk seperlunya. Ingat, rencana liburan indah dan perjalanan yang panjang tidak akan ada artinya, bila kamu jatuh sakit. 
Sebagai gambaran waktu tempuh Jakarta-Surabaya sekitar 12 jam, Jakarta-Jogja 8 jam, Jakarta-Semarang 7 jam, dan paling jauh Jakarta-Malang 15 jam.


Gunakan Trik Atasi Jenuh di Perjalanan

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa bosan dan jenuh berjam-jam di dalam kereta api ekonomi

Paling sederhana ialah menikmati pemandangan dan mengobrol dengan teman seperjalanan atau penumpang lain.


Jika ingin menggunakan cara modern, pastikan memiliki paket data yang cukup atau terkoneksi internet dengan cepat misalnya menggunakan jaringan XL

Agar lebih afdol cari tahu titik-titik lokasi yang termasuk dalam jangkauan jaringan baru sekaligus dilalui jalur kereta api agar perjalanan tetap nyaman, menyenangkan dan berkesan.

Baca juga : Tips Mudik Nyaman dan Menyenangkan

Biasanya waktu berjam-jam di kereta api terasa cepat berlalu bila diisi dengan hal-hal positif seperti di atas tadi itu, berbicara dengan teman seperjalanan di dekat kita, mendengarkan musik, menonton film, membaca atau bermain game di gadget.

Bila tidak memberatkan, bawa juga buku favorit atau mainan kesukaan. Keduanya bisa membantu mengusir rasa bosan dan jenuh di perjalanan. Ketika lelah, pakailah bantal leher dan selimut untuk bisa tidur dengan nyaman.

Jadi gimana?

Sudah siap dong ya mengeksekusi kiat perjalanan nyaman, menyenangkan dan berkesan dengan kereta api ekonomi jarak jauh.

Semoga bermanfaat!


Ini Dia Kiat-Kiat Agar Tetap Nyaman Naik Kereta Api Ekonomi



Staycation di Fave Hotel MT Haryono Balikpapan


Staycation di Fave Hotel MT Haryono Balikpapan
Eksterior Fave Hotel MT Haryono, fresh ya!
Staycation di Fave Hotel MT Haryono Balikpapan. "Bunda, jadi nih kita nginap di hotel?"

Putriku, Yasmin yang baru pulang sekolah, berhenti di depan kamarnya dan menatap lekat ke arah aku yang masih mencuci piring. Wajar dia bertanya karena aku masih mengenakan seragam favorit para bunda sedunia #eh se Indonesia, daster.

Ingin rasanya aku menggoda dengan mengatakan sebaliknya, namun melihat sorot matanya yang penuh harap, kali ini jahilku luluh dan mendadak mengendap.

Rencana ini memang sudah lama mengudara, namun mengingat kesibukan sekolah Yasmin yang kini full time school  plus kesibukan daku, *tssaaah...! baru deh ketemu hari sempurna.

Baca juga : 4 Kiat Terciptanya Bahagia di Rumah 

Tak sampai 15 menit kami bertiga bersiap untuk staycation. Yihaaa...!

Berikut kiat agar staycation bareng kesayangan tak terlupakan.

1. Hindari Jauh

Staycation memang cocok untuk hal-hal yang rileks. Jadi buang jauh-jauh untuk pergi jauh. Lakukan hal yang jarang dilakukan ketika aktivitas begitu padat misalnya membaca buku kesayangan, menonton acara TV kesayangan. Semuanya serba kesayangan.

2. Eksplorasi sekitar kota

Menginap di hotel atau menikmati tempat-tempat di dalam kota yang belum pernah didatangi bisa jadi pilihan. Misalnya perpustakaan, taman baru atau tempat perbelanjaan.

3. Menikmati kuliner favorit

Saat aktivitas padat kadang kala waktu makan di pangkas demi mengejar waktu. Mengunyah pun terburu-buru. Saat ini, lupakan itu. Saatnya menikmati sensasi gigitan dan kunyahan sampai ke hati. Apalagi dengan kuliner yang melelehkan hati. Coba makan dengan mata terpejam sesekali. Rasakan sensasinya!

4. Dokumentasi Semua Ekspresi

Tak ingin kehilangan momen staycation?
Siapkan dokumentasi dan tangkap semua ekspresi. Siapa tahu mungkin ada kuis lomba foto ekspresi, kau sudah punya stok foto di galeri.

5. Belanja

Gak mesti yang mahal. Pergi ke pusat perbelanjaan, siapa tahu sedang ada diskon desainer kesayanganmu. Atau mau hadiahkan sesuatu buat anggota keluarga. Intinya, have fun dan kejutan! Agar tak terjebak belanja kalap, sebaiknya siapkan daftar kejutanmu.

Kembali ke laptop!

Jadi, staycation kali ini kami memilih menginap di Fave Hotel yang sering kami lewati kalau mau pergi ke pusat kota.

Dulu aku pernah menghadiri acara di sini saat launching program XL. Saat itu aku sudah terpikat dengan desainnya yang unik dan pilihan warna yang cerah, sesuai banget dengan tagline fun, fresh and friendly!

Fave Hotel terletak di antara pusat kota dan tempat-tempat menghabiskan waktu luang di Balikpapan. Sempurna! Mudah dijangkau dengan moda transport umum, dekat pantai dan juga tempat belanja/shopping area.

Kami tiba hampir menjelang magrib dan gerimis cantik masih menitik.

Petugas resepsionis yang ramah menyambut kami. Senyumnya menghiasi sore kelabu, bikin adem kalbu.

Staycation di Fave Hotel MT Haryono Balikpapan
Fun, Fresh and Friendly!
Setelah mengisi formulir dan melampirkan KTP, rasanya tak sabar ingin segera tiba di kamar. Hahaha...

Dari resepsionis kami melewati lobi dengan desain fresh. Cekidot!

Yup, Fresh, Fun and Friendly, Indeed!
Staycation di Fave Hotel MT Haryono Balikpapan
Lobby, Hubby!

Staycation di Fave Hotel MT Haryono Balikpapan
Penampakan lobi dari lantai 1
Kamar kami, Superior Room, terletak di lantai 3. Menghadap pusat kota dan laut nun jauh di sana. Dengan tempat tidur queen size. Aku juga minta extra bed, karena kami bertiga. Luas kamar 25 meter persegi. Daftar amenities juga lengkap seperti bath  tub, coffee and tea marker, safe deposit, LED TV 32" dan meja tulis.


Staycation di Fave Hotel MT Haryono Balikpapan
City view and sea view nun di kejauhan
"Tolong jangan dikutak-katik dulu ya kamarnya, bunda mau dokumentasi dulu!"

Aku langsung wanti-wanti saat melihat Yasmin sudah tak sabar ingin merebahkan diri. Hihihi. Yasmin punya hobi unik ini. Sama seperti di rumah, saat melihat kamar tidur rapi, pasti ingin langsung ditiduri. Don't ask, why! Hobi yang aneh. Anak siapa, dulu, dong! Hihihi.

Staycation di Fave Hotel MT Haryono Balikpapan
Desain Superior Room yang bikin melting n pingin hanimun, #eh

Staycation di Fave Hotel MT Haryono Balikpapan
Model kesayanganku, uhuk!

Staycation di Fave Hotel MT Haryono Balikpapan
Kamar mandi kinclong
Setelah sholat Magrib di kamar, kami memutuskan cari makan di luar hotel. Soto Banjar Kuin Gunung Sari, kesayangan. Iya, kami bertiga klop banget dengan tempat kuliner ini. Pelayanan yang cepat dan tentu saja rasa sotonya yang khas dengan aroma kapulaga bersanding dengan sate ayam yang ukurannya imut, pas di mulut, untuk satu gigitan. Perfecto!

Aku coba mengambil foto namun karena hari sudah malam dan hanya mengandalkan flash, hasilnya kurang layak tayang, hiiks.

Tiba di sini saat azan Isya bergema. Babang suami izin mau berjamaah. Aku dan Yasmin karena sudah lapar tingkat dewa minta izin pesan duluan. Ternyata jam segini itu, prime time di warung ini. Pembeli hilir mudik, yang datang dan pergi. Untung saja masih kebagian tempat.

Soto hampir habis, si abang baru nongol.

"Wah, lapar banget ya rupanya!"

Malam itu gerimis mengundang membikin perut lapar kepayang. Dalam sekejap Abang juga menghabiskan hidangan.

"Ke mana kita?"

Abang bertanya sambil menuju parkiran mobil.

"Balik saja ke hotel, leyeh-leyeh yuuk!"

Etapi sebelumnya kita beli sepatu sekolah Yasmin dulu, soalnya sudah mangap selalu. Hahaha. Ide beli sepatu sudah bergulir sejak liburan naik kelas. Sepatu sekolah Yasmin sedikit unik. Kudu warna hitam semua. Jika ketahuan melanggar, bisa kena pinalti, sepatu disita sekolah. Alamak!.

Hampir 45 menit memutari pusat perbelanjaan, alhamdullillah akhirnya ketemu juga.

Mendadak aku ingin es krim. Dalam perjalanan pulang, kami melewati gerai es krim dan pesan untuk bertiga. Ternyata semua juga lagi mood ngemil malam itu. 

Es krim pesanan dalam kemasan mangkuk jadi kami melipir di tepi jalan dalam perjalanan pulang ke hotel, menikmati malam dan es krim di tangan. Bahagia memang sederhana dan kita yang cipta!.

Baca juga : Bahagia Itu Sederhana

Sesampai di hotel tubuh sudah mengirim sinyal ingin istirahat. 

Sambil menunggu antrian di kamar mandi, aku merebahkan badan dan membelai sprei, katun asli ini, lembut banget. Lalu terbayang betapa nyenyaknya tidur ntar malam. 

Dan benar tak lama kami semua terlelap hingga alarm gadget membangunkan.

Saatnya sarapan!

Untuk sarapan, ukuran restoran terbilang kecil. Tapi... jadi kelihatan intim. Cuma aku tak berani membayangkan bagaimana jika kamar semua terisi, dan tamu turun serentak pada saat yang sama untuk sarapan.

Menu sarapan tidak terlalu banyak, sesuai dengan tipe hotel yang budget hotel.

Staycation di Fave Hotel MT Haryono Balikpapan
Restoran warna-warni

Staycation di Fave Hotel MT Haryono Balikpapan
Aneka pilihan sarapan pagi itu
Staycation di Fave Hotel MT Haryono Balikpapan
Ada buah dan salad kesayangan
Staycation di Fave Hotel MT Haryono Balikpapan
Menu wajib sarapan nasi goreng

Dan untuk kategori ini, budget hotel, Fave Hotel baru saja memenangkan penghargaan dari traveloka.com. Selamat ya!



Fave Hotel juga punya beberapa paket andalan seperti berikut ini:




Dan yang paling anyar adalah, ini!

A post shared by favehotel MT Haryono BPN (@favemtharyono) on


Dear Fave Hotel,

Terima kasih atas pelayanan dan keramahan saat kami staycation di Fave Hotel MT Haryono Balikpapan.

Kalau kamu, apa kiat-kiat agar staycation tak terlupakan?

ERME Skin Care Clinic: Pentingnya Konsultasi Sebelum Melakukan Perawatan Wajah


Pesan WA dari Ria Mei, Founder ERME Skin Care Clinic Balikpapan yang terlambat aku klik, sedikit mengagetkanku. Awalnya jadwal yang disepakati jam 16.00WITA. Ternyata maju satu jam. Cepat-cepat aku berkemas dan wuuzz... eng ing eng. Meluncur menembus gerimis cantik.  Demi apa coba...!

Hampir setengah jam dalam perjalanan aku tiba di klinik. Ria sudah menanti dengan senyum manisnya. Tak lama suara azan Ashar membahana dari mesjid At Taqwa. Aku meminta izin sholat dulu, biar lebih afdol, #eeeaaa!

Ruangan Ria yang mungil, bersih, membuat nyaman siapa saja, dan ternyata sajadah dan mukena juga telah tersedia. Good job!.

Akhirnya, tibalah momen itu.

Perawatan kulit wajah impian. Sebelumnya kami telah beberapa kali berdiskusi mengenai tipe perawatan apa yang cocok untuk aku.  Mengetahui pentingnya konsultasi sebelum melakukan perawatan wajah itu banyak manfaatnya. Konsultasi diperlukan guna mendapatkan saran, petunjuk dan pertimbangan sekaligus menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Aku percaya setiap orang meski dengan masalah kulit yang sama pasti akan memberikan reaksi yang berbeda-beda terhadap alat, krim/gel dan perlakuan perawatan kulit. Konsultasi dengan dokter/terapis sebelum perawatan mutlak diperlukan.
Aku juga percaya kecantikan luar dan dalam itu kudu seimbang. Yang pasti perempuan cantik dengan kedewasaan tidak pernah berusaha menutupi kekurangan, mereka mengakui dan menerima kekurangan. Kebaikan hati dan ketulusan kudu dominan sambil tetap fokus mengejar cita-cita
Setuju?


Kembali ke laptop!

Ya, itu tadi, setelah beberapa kali konsultasi, akhirnya kami sepakat memilih perawatan Micro Oxy Bubble untuk kali ini. Perawatan ini membantu mengatasi masalah kulit kusam apalagi aku baru pulang ala piknik seru ke pulau tanpa penghuni, mengeksplor tempat wisata sarat petualangan, serta jalan-jalan di pantai, mirip-mirip seperti kenangan di Sangalaki

Saat mendekati ruangan perawatan, adrenalinku sesaat mengambil peranan. Sudah lama aku tidak melakukan perawatan. Sambil meletakkan tas, doa pun aku panjatkan. Bismillah...

Ayu, terapis ramah memulai eksekusinya. 

"Kita bersihkan dulu ya, Bu!"

ERME Skin Care Clinic: Pentingnya Konsultasi Sebelum Melakukan Perawatan Wajah
Pijatnya asli bikin rileks!
Gerakan memutar sambil melakukan pijitan mendatangkan sensasi nyaman tingkat dewa. Hampir saja aku terbuai. Woi... kerja woi... hihihi. Segera aku raih gadget dan merekam adegan ini. Cukup 30 detik karena ingin melanjutkan sensasi ini. Kudu khusyu, cint!

Selanjutnya wajahku kembali dibersihkan lalu kembali Ayu berkata: "Saya oleskan gel Oxy Bubble-nya ya, Bu, agak sejuk nih..."

Aku pejamkan mata. Lalu ingat, hei... kerja, woi, kerja...!

Mata aku buka dan aku kaget luar biasa wajahku memerah!

"Ayu, ini karena efek perlakuan yang tadi?"

"Bukan, Bu, ini warna gelnya memang merah, gitu"

Hahaha... Ayu sukses membuat aku blingsatan.

Tak berapa lama aku mendengar suara device Micro Oxy Bubble yang sedang disetting. Tak, tak, tak. Suaranya memecah keheningan ruang perawatan. 

Saat itu ketiga kamar perawatan semua terisi. Di samping kanan dan kiri dua pelanggan sedang menikmati sesi akhir perawatan, pemakaian masker. Suara musik lembut melengkapi momen relaksasi.

"Kita mulai Bu, Oxy Bubble-nya"

Gerakan memijat dimulai dari pipi terus bergantian ke arah dagu, kening dan pangkal hidung. Begitu terus berganti-ganti. Tak ada rasa nyeri sama sekali!.

Lagi-lagi aku hampir lupa diri! Hihihi...

Segera aku raih gadget dan merekam momen sakral ini! Ala-ala seleb euui...!
Micro Oxy Bubble berfungsi mencerahkan kulit secara instan, mengangkat sel kulit mati, memberikan asupan oksigen ke dalam pori-pori wajah, membersihkan wajah dari polusi dan kotoran sehingga wajah terasa lebih segar, relaksasi otot wajah, melancarkan peredaran darah di wajah serta membantu mengurangi kerutan halus.
Jika dilakukan secara rutin plus menjalani gaya hidup sehat akan memberikan kehidupan baru untuk kulit (renew) karena memberi oksigen pada epidermis kulit membantu memicu produksi kolagen sehingga kulit menjadi lebih kencang cerah dan kenyal. Ulala...!

Hampir 15 menit aku dimanja alat ini dan akhirnya kembali memasuki sesi pembersihan. Dengan kedua tangan memegang spons, Ayu kembali melakukan pemijitan dan pengangkatan sisa-sisa gel Oxy Bubble.

Sebuah kaca disiapkan dan aku bisa menikmati wajah, pasca perlakuan Micro Oxy Bubble ini. So... glowing, cint! Pangling, akuuh...! Hmmm... kira-kira babang suami bilang apa nanti ya?

ERME Skin Care Clinic: Pentingnya Konsultasi Sebelum Melakukan Perawatan Wajah
So... glowing!
"Selanjutnya sesi masker Oxy Bubble ya, Bu"

Kembali suara ramah Ayu menyadarkanku.

"Ini juga agak dingin gitu, Bu"

Sebelumnya Ayu menorehkan serum yang terdapat di kemasan masker baru kemudian memasang masker.

ERME Skin Care Clinic: Pentingnya Konsultasi Sebelum Melakukan Perawatan Wajah
Oxy Masker In Action...!
Maknyoos...! Emang sejuuuk gitu, cint!

"Saya tinggal 30 menit ya, Bu"

Duh, mau ngapain ya 30 menit di sini? 

Aku jadi ingat. Beberapa teman sering bertanya di mana aku melakukan perawatan wajah. Nah, kebetulan nih, ini waktu yang tepat untuk membuat postingan tentang kecantikan.

Jadi, 30 menit aku isi dengan "jalan-jalan" ke feed instagram ERME Skin Care Clinic, buat suntikan ide postingan ini.

Oh iya, sejak mulai tiba di klinik aku juga berbagi pengalaman perawatan ini via insta story.

Ini adalah pengalaman pertama aku berbagi video dan foto perawatan kulit wajah di instagram @rosannasimanjuntak. Cekidot!



Alhamdullillah... beberapa teman menulis pesan lewat DM dan berkonsultasi. Ciee, ciee.. Mudah-mudahan, berkah yaaa. Insya Allah.

Tak kenal maka tak sayang. Yuk kita kenalan dulu sama ERME Skin Care Clinic.

MICRO OXY BUBBLE Manfaat ­čśéMembantu secara langsung mengecilkan pori-pori. ­čśéMengangkat sel kulit mati. ­čśéMenghaluskan wajah. ­čśéMenghaluskan wajah. Aman untuk kulit sensitive sekalipun. Kalian bisa mendapatkan manfaat tersebut hanya dengan waktu singkat dan tanpa rasa sakit Yukkk datang ke Erme Skin Care Clinic dan dapatkan potongan harga 10 % ERME SKIN CARE CLINIC Jln. Jendral Sudirman Komplek Cemara Rindang D26 Klandasan Balikpapan. Telp / WA : 0812 5328 9000 Bbm : 2A71844 Office : 0542 791743 ERME SKIN CARE PRODUCT STOKIST Jln. Pahlawan Revolusi Jakarta Timur Jakarta just for product and more info WA : 0818 0712 3576 Line : @siz5043p ­čÖĆCantik Sehat bersama Erme Skin Care Clinic ­čÖĆ #ermeskincareclinic #ermethreatment #microoxybubble #noporibesar #aman #balikapapan #percayadiri #peeling #skincare #clinic #dhermarllorer #dokter #dhermapeel #enzymeepel #couter #ifusion #whiteninginfusion #injection #slimming #oxybubbles #hifu #RF #cavitation #threadift #filler
A post shared by Erme Skin Care Clinic (@ermeskincare_clinic) on

Untuk hasil lebih optimal, sebelumnya aku juga sudah menjalani ritual perawatan sehari-hari, dengan ERME Sun Screen Gel dan ERME Night Cream. Alhamdullillah, cocok!


Seperti yang aku uraikan di atas, setiap perawatan wajah kulit meski dengan masalah yang sama kadang kala memerlukan penanganan berbeda.  Biarkan terapis atau dokter yang menentukan perawatan apa yang cocok bagi kita.

Menurut Ria Mei, semua produk ERME Skin Care Clinic adalah halal. Tak perlu was-was dalam pemakaian. Izin sedang dalam pengurusan.

Semoga artikel penting banget melakukan konsultasi sebelum melakukan perawatan wajah ini bermanfaat ya.

Kapan kamu terakhir melakukan perawatan wajah?