Air Terjun Putri Malu Pesona Tersembunyi di Juku Batu

Model Wanna Be Ala Air Terjun Putri Malu
Kesampaian juga foto ala Model Wanna Be - foto by Mas Yopie

Akhirnya, tibalah hari itu! 

Saatnya menikmati Air Terjun Putri Malu, pesona tersembunyi di Juku Batu, kecamatan Banjit, Blambangan Umpu, kabupatan Way Kanan, Lampung.

Untuk mengimbangi aktivitas super hari ini, sarapan yang disiapkan mantan eh istri Pak Ali kami jadikan sumber energi.

Hmmm... super yummy!

Bedanya kali ini sarapan tanpa mandi, xixixi, pantesan mantap surantap!

Pan mau basah-basah di Putri Malu, kakaa... ngapain mandi, iya, kan,kan,kan!

Keseruan perjalanan menuju Gedung Batin kembali terulang saat menuju Putri Malu. Ayunan barisan pohon karet seolah melambaikan ucapan selamat tinggal, til we meet again.

Baca juga : Gedung Batin Destinasi Yang Menginspirasi

Udara sejuk kembali memasuki ruang mobil karena kaca sengaja dibiarkan sesekali terbuka. Iya, dong, kapan lagi bisa seperti ini, menyesapi udara alami.

Bagaimana dengan keseruan di dalam mobil? 

Yup, masih berlanjut dengan canda tawa yang silih berganti. Hitung-hitung buat olah raga pipi, siapa tahu bisa tirus, hihihi.

Menurut Indra, sang pemilik www.duniaindra.com, perjalanan akan memakan waktu 1 jam dari pasar Baradatu.

Dan yang bikin seru, Mas Yopie, www.yopiefranz.com, sang pimpro, merangkap fotografer hits, kerap menunjukkan emosi, seolah lupa jalan masuk ke lokasi eksotik ini. Sukses bikin H2C, harap-harap cemas. Lengkaplah kenangan perjalanan kali ini!

Hari masih pagi, kegiatan penduduk terekam jelas sepanjang perjalanan dari balik kendaraan.

Mengingatkan aku akan kesan ketika menghabiskan liburan di kampung babang suami, saat piknik seru ke pulau tanpa penghuni, pengalaman ketika magic com hilang dan masih menyisakan misteri sampai kini. Horor, iiih!

Baca juga : Piknik Seru ke Pulau Tanpa Penghuni

Kurang lebih setelah 1 jam, kami tiba di desa Juku Batu disambut gerimis mengundang, yang sempat bikin blingsatan, khawatir kehilangan momen seru di Putri Malu, air terjun impian.

Syukurlah, gerimis cuma numpang lewat, tapi sempat bikin jantung mau melompat. Bisa dipastikan jika hujan deras, petualangan ini bakal terhempas, pas, paasss!

Sambil menunggu kesiapan moda transportasi eksklusif hari ini, tak lain tak bukan, tarrraaaa, para ksatria baja hitam eh, babang ojek,  kami berteduh di pekarangan belakang rumah sohib Mas Yopie.

Pemandangan di sini luar biasa indah, nuansa pedesaan kental terasa. So, peacefull!

Selanjutnya, kami diminta membungkus semua gadget untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Soalnya bakal basah-basahan. Bisa dibayangkan jika gadget tak bisa digunakan. Duh, bakal kehilangan momen seru impian. 

Adrenalin mulai mengambil kendali saat kami menuju sepeda motor trail yang telah siap beraksi.

Tapi,  tetap dong, narsis duyyu... xixixi.

Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Babang ojek aja sampai tersepona eh terpesona
Are you ready guys?

Suara motor membahana bersahutan membelah keheningan.  Hanya sebentar mencicipi medan nyaman. Jalanan berbatu, lumpur dan terjal silih berganti menjadi santapan sepanjang perjalanan. 

Meski sudah mendapat bocoran, dan menyiapkan mental, tetap saja sesekali rasa cemas menghantui. Bukan apa-apa, takut mendarat bebas coi, terloncat dari sadel sepeda motor para joki yang sebagian besar petani penggarap kopi ini.

Kebetulan jarak aku dan Indra agak berdekatan, jadilah beberapa pose berikut ini menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Me and babang ojek in action - foto by Indra

Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Trek datar masih bisa senyum - foto by Indra
Terima kasih, Indra!

Saat konvoi ramai-ramai begini, menikmati pemandangan di kanan dan kiri, aura suka cita melingkupi. Beberapa sahabat bahkan nekat merekam dengan kamera aksi meski bodi bergoncang keras sekali.

Yup, truly adventure, indeed!

Keindahan panorama lengkap tersaji. Tanjakan, turunan, hutan lebat, perkebunan kopi dan lenggok perbukitan mengiringi petualangan seru ini.

Yang paling seru saat turunan. Beberapa kali aku mencoba bergeser ke bagian belakang jok, karena saking kerasnya goncangan terkadang tanpa sadar aku terlompat ke depan, nempel sama ksatria ojek pun jadi adegan yang kuasa terelakkan,  hahaha. Tapi eh tapi, gak enak juga eee, dikira gua kegenitan apa, mefet-mefet, hahaha.

But, still, tetap saja gravitasi yang pegang kendali.

Well, akhirnya capek sendiri, aku biarkan saja laa gravitasi yang jadi tuan rumah untuk mengembalikan ke posisi semula, biasanya saat giliran tanjakan ambil peranan, otomatis bodi bergeser ke belakang.

Kadang-kadang aku terpaksa harus berpegang erat kalau tidak mau dibilang memeluk babang joki, laa, ketimbang terjengkang ke belakang. Ayo... mau pilih yang mana?

Beberapa kali juga kami berhenti untuk sekedar istirahat, mengumpulkan kembali nyali yang terkadang tercecer di perjalanan eksotik ini, xixixi.

Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Istirahat dulu yaa... - foto by Indra
40 menit kemudian, akhirnya... tet teretetet...!

Kami tiba juga di ujung jalan setapak yang bisa dicapai sepeda motor dan disambut tulisan ini.

Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Diingatkan kembali sesaat sebelum eksplor Putri Malu

Model Wanna Be Air Terjun Putri Malu

Sayup-sayup terdengar gemercik air dikejauhan. Kelelahan segera menguap  menjadi kenangan. Kini, rasa penasaran yang berjumpalitan, memohon dituntaskan.

Untuk merayakan keselamatan perjalanan yang sarat emosi ini, sesi selfie lagi bareng para babang joki sebelum bertemu si Putri Malu untuk pertama kali.

Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Kelelahan seketika menguap jadi kenangan - foto by mas Yopie

Jalan setapak menyambut kami. Ternyata, perjuangan belum usai, saudara-saudara!

Untuk sampai di lokasi jatuhnya debit air terjun, kami harus merangkak menuruni jalanan setapak yang licin dan terjal. Apalagi aku yang salah kostum pakai outfit yang bermekaran melambai-lambai.

Sembari sibuk berpegangan di akar pohon yang menyembul aku juga direpotkan oleh ujung baju yang menjuntai ke sana ke mari. Syukurlah tidak terjadi insiden apa-apa. Gua gitu lho #benerinponi, xixixi...

Masih dengan posisi merangkak, gemercik air semakin jelas,  aku mengangkat kepala... masya Allah, di depanku, tanpa ada halangan, aku berhadapan dengan pesona keindahan yang sukar dilukiskan, air terjun Putri Malu!

Ini adalah pengalaman pertama kali aku menikmati air terjun setinggi ini, yang diklaim hampir 100 meter dpl.

Nuansa film petualangan ala Hollywood Jurassic Park melintas sekilas, saat melihat tebing-tebing kokoh menggandeng mesra Putri Malu, kekuatan dalam kelembutan!

Tebing-tebing itu berbalut lumut dan saat aku menoleh ke puncak air terjun, percikan air terjun yang jatuh membiaskan pelangi, keharuan seketika menyelimuti. Sempurnanya cipta Tuhan Maha Tinggi!

Terletak jauh ditengah hutan, tersembunyi, membuat air di sini duhai sejuk nian. Aku jamin siapa saja yang sedang dibalut emosi, pasti langsung luluh hati, tak terbantahkan!

Namun tetap saja harus hati-hati, karena batu-batu di sini juga licin sekali. Jadi kudu pandai-pandai menjaga diri. Safety first as always!

Keseruan masih berlanjut dengan sesi foto model wanna be ala air terjun Putri Malu bersama Mas Yopie.

Cekidot, guys!

Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Meet Models Wanna Be - foto by Mas Yopie
Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Still... Models-Models-Models Wanna Be - foto by Mas Yopie


Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Keseruan tanpa henti - foto by Mas Yopie 
Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Keseruan tak terlupakan bersama Mbak Rien dan Barbie
foto by Mas Yopie

Endorser Wanna Be Putri Malu

Sejak di Balikpapan, aku sudah menyiapkan beberapa produk yang ingin aku foto. Biasanya beberapa fanspage produk kerap membuat lomba foto di tempat wisata.

Aku lalu mengeluarkan beberapa produk dan cekrek-cekrek, jadilah mereka penghuni galeri kamera.


Semoga beruntung ya!

Sssst, ternyata bukan aku saja yang endorser wanna be, Mas Yopie juga, hahaha. Hidup endorser!

Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Fotografer merangkap Endorser
Lupa, siapa yang foto, xixixixi...

Air Terjun Batu Duduk

Percis di sebelah Putri Malu ada juga air terjun Batu Duduk. Namun dibandingkan dengan Putri Malu, tentu saja tidak seberapa ya.

Batu Duduk bagai adik bungsu yang serba kalem dan serba menunggu.

Karena jarang disambangi akses ke sini juga sudah tertutup rimbun hutan. Perlu melakukan penebasan di sana sini agar bisa sampai ke sini.

Tuh benar, kalem banget ya. But yet, still, memesona!

Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung
Mudahan Nivea mampir sini terus khilaf, aku didaulat jadi talent, hahaha...

See You Putri Malu

Kalau tak ingat waktu, rasanya ingin lebih lama lagi bercumbu dengan Putri Malu. Pesonanya sungguh membetot hati. Meninggalkan kesan yang takkan terlupa, sepanjang usia.

Kamu, iya, kamu harus ke sana!

Kembali ke laptop.

Beberapa saat kemudian, mendung sudah mulai bergayut, bikin nyali juga ikut-ikutan ciut. Membayangkan perjalanan pulang yang kembali akan menguji nyali.

Kami diminta membersihkan area Putri Malu. Ada banyak sampah peninggalan pengunjung sebelumnya. Sangat disayangkan dan sungguh memalukan. Ngakunya sih penikmat keindahan namun sampah dibiarkan berserakan. Shame on you...!

Perjalanan kali ini sungguh membekas di hati. Apalagi bolang bareng dengan sesama blogger dengan passion yang sama seperti mbak Rien - www.travelien.com, Barbie - www.kulinerwisata.com, mbak Dian - www.adventurose.com adalah  pengalaman yang luar biasa!

Bagi kami, kecuali Mas Yopie, ini adalah pengalaman perdana, berkunjung ke Putri Malu.

Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung

Rasa-rasanya aku menjadi orang yang berbeda. Berharap, menjadi jauh lebih baik dalam segalanya.

Semoga...!

Yuk berpetualang lagi!

Di awal tahun ini, seorang sahabat memberikan aku daftar beberapa tempat wisata baru yang serba unik.

Salah satunya adalah pantai Jogan di Yogjakarta.

Saat aku melalak di internet, aku menemukan artikel menarik dan lengkap tentang tentang pantai ini di blog traveloka.

Unik, karena eh karena di pantai ini ada air terjun yang berada di bibir laut.

Dan seperti biasa, entah mengapa setiap mendengar air terjun, rasa ingin tahu aku pasti membuncah.
Pantai Jogan seperti tempat kencan antara air sungai yang turun gunung, dengan sang ombak, yang pulang melaut. 
So sweet...!

Untuk bisa menikmati totalitas keindahan di sini, katanya sih, datanglah pada saat puncak musim penghujan untuk mendapatkan debit air terjun maksimal, yaitu sekitar bulan Desember sampai dengan Januari.

Wah, berarti, sekarang dong ya!

Pantai Jogan, I am coming!

Boleh dong ngarep ya, pemirsah...

Aku juga baru tahu kalau blog traveloka ternyata berisi informasi menarik tentang tips, berita dan kuis seputar travelling yang dikemas secara unik dan menarik.

Coba deh langsung ke tkp!

Btw, semoga petualangan seru di Air Terjun Putri Malu Juku Batu Banjit Way Kanan Lampung di atas bermanfaat ya.




Selalu Ada Cinta di Hati Bunda

Selalu Ada Cinta di Hati Bunda
Berbagi kehangatan, salah satu manifestasi cinta bunda 
Selalu Ada Cinta di Hati Bunda. Selamat! Putri ibu, Nabila Yasmin Pohan, terpilih menjadi kandidat pertukaran pelajar AFS ke Jepang. Hal-hal selanjutnya akan kami beritahukan lewat email, ya.

Begitulah kira-kira bunyi baris pertama email dari Yayasan Antar Binabudaya, akhir Oktober lalu, yang aslinya tentu saja dalam bahasa Inggris.

Seketika syukur dan haru berpacu dan lolos dalam bentuk air mata bahagia. Selanjutnya aku dan Yasmin, putri semata wayangku berbagi kehangatan pelukan. Tak lupa aku mengecup dan mengusap rambut buah hatiku. Kami larut dalam suasana emosional.
  • Selalu hadir dalam momen penting Yasmin dan berbagi kehangatan, begitulah salah satu cara aku mengungkapkan cinta padanya.

Rasanya aku masih ingat kejadian beberapa tahun silam, suka duka mengharapkan kehamilan dan penantian selama 7 tahun, saat segalanya aku jalani penuh kepasrahan. 

Belum cukup sampai di situ. Aku kembali diuji, saat Yasmin berusia belum genap 2 minggu, terkena flu. Ketika itu aku belum tahu terlalu banyak tentang merawat bayi merah. Untung punya suami siaga tempat aku berbagi segalanya. Kejadian ini memberi hikmah, agar aku  lebih banyak belajar lagi.
  • Memperluas wawasan terutama tentang family dan parenting, juga merupakan cara aku mengungkapkan cinta pada buah hati

Yasmin kecil sering keluar masuk rumah sakit. Yang paling aku ingat kejadian saat tengah malam, Yasmin nangis tiada henti. Padahal malam sebelumnya kami juga sudah tak mencicipi istirahat dengan baik, karena Yasmin kerap rewel dan gelisah. 

Jadi tengah malam itu, untuk kesekian kalinya Yasmin muntah dan badannya sangat lemah. Kami lalu bergegas ke rumah sakit dan langsung ke UGD. Oleh dokter jaga Yasmin diberi obat anti muntah, panas dan diminta tak perlu resah dan kami pulang kembali ke rumah. Tidak apa-apa kata dokter. Namun dalam hati kami, aku dan suami, tak yakin dengan pernyataan dokter ini.

Benarlah, kira-kira jam 7 pagi, Yasmin muntah lagi dan kali ini, Yasmin bahkan tidak kuat mengangkat lehernya sendiri. Jadi, ya terkulai gitu. Kami berdua langsung panik dan nangis tak tahu harus berbuat apa. Iya, kepala Yasmin langsung terkulai saja gitu. Percis seperti tanaman layu. Sungguh tak berdaya.

Cepat-cepat kami bawa ke rumah sakit, ke ruang UGD. Kali ini dokter jaga agak lambat muncul, sementara kondisi Yasmin sudah sangat lemah, jadi dengan inisiatif sendiri, pak suami masuk ke dalam dan melihat dokter sedang bermain kartu dengan staf lainnya. Ya ampun... pak suami langsung naik pitam dan berkata, "kalau ada apa-apa dengan anak saya, saya tuntut kalian semua yang ada di ruangan ini!"

Semua perawat dan dokter langsung bergegas ke tempat tidur Yasmin dan memberikan pertolongan dan dinyatakan positif dehidrasi, langsung diinfus. Beberapa saat kemudian dokter mengambil sampel darah lalu memberi diagnosis utama positif gejala demam berdarah dan harus dirawat inap.

Ini adalah salah satu kejadian yang masih terus tinggal di sanubari, hingga kini semua rentetan kejadian terekam jelas, tak mau pergi. Saat itu usia Yasmin sekitar 1.5 tahun.

Selama balita, Yasmin termasuk anak dengan perkembangan fisik, motorik kasar dan halus yang normal, juga diikuti dengan perkembangan kognitif yang baik.  Keseharian Yasmin yang lincah, energik dan gemar bicara sangat membantu aku untuk memantau kesehatannya. 

Iya aku biasanya pasti langsung tahu, jika Yasmin sedang tidak enak badan hanya dengan memperhatikan aktivitasnya sehari-hari. Saat Yasmin berkurang kelincahannya, atau agak malas dan tidak memperlihatkan banyak sifat ingin tahu,  bisa diduga pasti ia sedang tidak enak badan.

Karena sering sakit, Yasmin jadi sudah terbiasa minum obat. Meski kadang-kadang ada sedikit drama, hahaha, terutama saat obatnya pahit tingkat dewa. Lain cerita jika obat dengan rasa yang manis dan aroma yang sedap, Yasmin dengan senang hati meminumnya, bahkan minta melebihi dosis. Tentu saja aku tidak izinkan.

Kenangan lain adalah ketika kami sekeluarga pindah ke ibukota. Iya, kami pernah hampir 8 bulan menjadi warga ibukota tepatnya di seputaran Kemang Selatan. Yasmin bahkan menghabiskan kelas satunya selama satu semester di SDN Bangka 06 Pagi Mampang Prapatan.

Selalu Ada Cinta di Hati Bunda
Raport Yasmin ketika jadi siswi SDN Bangka 06 Pagi

Selama hampir 8 bulan jadi warga metropolitan, dalam setiap bulan pasti Yasmin akan terserang ISPA. Sampai akhirnya Yasmin diminta lakukan tes alergi dan alhamdullillah negatif.

Lalu dokter bertanya di mana domisili kami sebelumnya, dan kami jawab, Balikpapan. Dokter langsung memberi saran agar kami sebaiknya pindah dari Jakarta, karena ada kemungkinan putri kami tidak cocok dengan kondisi polusi Jakarta. 

Kenyataan ini semakin menambah keyakinan kami untuk segera hengkang dari ibukota yang memang sudah sebelumnya tidak kuat dengan suasana Jakarta yang kompleks, maklum orang kampung, hehehe.


Gemar Kompetisi

Sejak kecil Yasmin sudah menunjukkan kegemarannya beraktivitas. Ia sangat suka bermain masak-masakan, sekolah-sekolahan, mengutak-atik lego, puzzle, dan gemar ikut berbagai kompetisi. Favoritnya saat balita adalah lomba menggambar, mewarnai dan peragaan busana. Iya, Yasmin anaknya sangat gemar terlibat kompetisi. 

Duduk di sekolah dasar, Yasmin kecil mulai menemukan keasyikan di dunia kecerdasan linguistik dan mulai kehilangan minat untuk ikut lomba menggambar, mewarnai apalagi peragaan busana.

Aku ingat di masa ini aku jadi gemar membaca literasi tentang kecerdasan buah hati.

Jadi, bu, ibu, ternyata, penting banget mendeteksi dini bakat buah hati untuk mengeksplorasi potensi, dan pada akhirnya bisa menemukan pendidikan sekaligus karir yang tepat, agar jika bisa, dia tak perlu merasa harus bekerja karena melakukannya penuh hasrat, semangat dan energi. Luar biasa, bukan?


Kenali Demam Untuk Penanganan Tepat

Demam. Iya demam, hampir semua kita pernah mengalami!

Sering curhat sama dokter saat bawa Yasmin ke dokter, aku jadi tahu bahwa demam bukan berarti buruk, namun bukan berarti juga bisa diabaikan ya.

Kata dokter lagi, itu tanda tubuh sedang berperang melawan infeksi. Bak tentara di medan perang, sel darah putih tengah berjuang memanggul senjata. Tinggal menunggu, prajurit pulang dengan kemenangan atau malah memikul kekalahan.

Hal ini juga berlaku pada Yasmin. Demam hampir ada dalam setiap kasus penyakitnya.
Saat anak demam, penting banget menjaga agar suhu tubuh tidak terlalu tinggi. Masih mengutip perkataan dokter, pada bayi dan balita, suhu tinggi bisa menyebabkan kejang.
Yasmin pernah juga alami ini di suatu malam ketika masih bayi. Saat itu yang teringat adalah memberikan sendok untuk digigit dan obat demam.

Pada kasus Yasmin, demam tinggi biasanya akan diikuti oleh kondisi seperti berkeringat, menggigil, kehilangan nafsu makan, lemah dan gelisah/rewel.

Belajar dari pengalaman itu, kami memutuskan untuk menyediakan termometer digital dan obat penurun panas/demam di rumah, untuk penolongan pertama.

Menjadi ibu penuh cinta bagi anak 


Selalu Ada Cinta di Hati Bunda
Penantian panjang 7 tahun mendapatkan Nabila Yasmin Pohan
Terus terang, untuk menjadi ibu, aku banyak belajar otodidak dari kejadian demi kejadian dalam rumah tangga sehari-hari, salah satunya yah, dari Yasmin.

Pengalaman merawat Yasmin yang kerap sakit mulai sejak bayi dan balita, memberikan aku persfektif baru. Bahwa untuk menjadi ibu yang bahagia aku harus bisa membahagiakan diriku sendiri dulu baru bisa membahagiakan anggota keluarga lainnya.

Selanjutnya, aku harus terus menerus belajar, baik dari kejadian sehari-hari, internet, dan komunitas offline, atau saat curhat dengan dokter.

Misalnya saja tentang demam.

Bahwa memberikan obat demam seperti Tempra misalnya hanya jika diperlukan, dan harus sesuai dosis yang tertera di kemasan atau atas anjuran dokter. Apalagi menurut rekomendasi WHO penggunaan obat penurun panas dilakukan bila suhu tubuh lebih besar dari 38.5°C

Selalu Ada Cinta di Hati Bunda
sumber : www.farmasiana.com
Aku berkenalan dengan Tempra saat usia Yasmin lebih dari 6 tahun, ketika terserang panas tinggi.

Selain karena aman di lambung, tidak perlu dikocok, larut 100%, dosis tepat, gelas takar dan kegemaran Yasmin akan warna kuning serta aroma jeruk, membuat aku memilih  Tempra Forte!

Tempra juga punya 2 varian lainnya lho, Tempra Drops dan Tempra Syrup. Mengapa?

Ketika seorang demam, tindakan untuk mengatasinya akan berbeda-beda, 
tergantung pada golongan usia.

Selalu Ada Cinta di Hati Bunda
sumber: http://www.taisho.co.id/index.php/id/produk/otc/tempra-id

Aku percaya, menyediakan obat-obatan umum dan ringan seperti obat penurun panas bisa membuat ibu tenang terutama saat mengangani buah hati yang sedang sakit, dan menurut aku itu adalah salah satu bentuk cinta ibu.
"Selanjutnya, aku juga harus menjadi panutan untuk Yasmin saat mengekspresikan 'ibu yang selalu penuh cinta' dengan memberi apresiasi tanpa sungkan seperti pelukan, pujian tulus, mengucapkan terimakasih serta meminta maaf saat khilaf"
Aku masih terus berjuang menjaga tutur kata. Meski sulit untuk selalu lembut, namun berkata baik is a must!

Selalu Ada Cinta di Hati Bunda
Berbagi momen penting salah satu manifestasi cinta bunda 
Seiring waktu, cara aku menghadapi Yasmin saat sakit semakin membaik seperti tidak mudah panik, memberi perhatian ekstra dan tetap menjaga kebersihannya.

Nah itu dia beberapa koleksi kisah selalu ada cinta di hati bunda versiku.

Yuk, share versimu di kolom komentar di bawah ini.

Ditunggu yaaa...

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh 

Referensi:
https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/mengatasi-demam-tinggi-pada-anak-remaja-dewasa/
https://life.idntimes.com/family/asteria-dw/simpel-dan-manis-ini-5-ungkapan-cinta-untuk-sang-buah-hati-c1c2-csc-1/full
https://www.farmasiana.com/paracetamol/tempra-forte/
http://www.taisho.co.id/index.php/id/produk/otc/tempra-id?view=featured

Ketahui Kiat Realisasikan Resolusi

Realisasi Resolusi Tereksekusi Kiatnya

Ketahui Kiat Realisasikan Resolusi. Yup, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang tutup tahun, orang-orang termasuk aku, akan mulai menyusun resolusi untuk tahun baru nanti.

Biasanya nih akan fokus pada kesehatan, berat badan ideal idaman, aktivitas olah raga impian dan semua kebiasaan buruk siap di peti es-kan.

Tak ada yang salah dalam hal ini, namun biasanya pada minggu ke tiga atau bahkan kedua bulan Januari kita sudah mulai kembali ke habit lama, resolusi terlupa atau terabaikan. Don't worry, ini jelas ngomongin diri sendiri, xixixi. Sounds familiar?

Jadi ingat beberapa waktu lalu pernah menghadiri sebuah seminar tentang pengembangan diri dan pembicara mengajukan pertanyaan, "Bisakah anda menggambarkan seperti apa hidup anda di 10 tahun mendatang?"

Pertanyaan sederhana namun cukup menggoda. Setuju?

Betul juga ne, mau jadi apa kelak di 10 tahun mendatang. Begini-begini saja?

Jangan keburu salah persepsi!

Kehidupan keluarga aku baik-baik saja, sama seperti kebanyakan keluarga lainnya. Kadang bahagia, kadang berantem, baikan lagi, berantem lagi, xixixi. Warna-warni kehidupan pasutri.

Begitu juga dengan anak semata wayang satu-satunya. Sama saja. Kadang akur, kadang kabur, hehehe. 

Yup, aku masih harus terus-menerus belajar dan belajar.

Ok, enough for the warming up, let's start to the main course!

Nah, biar sedikit beda, kali ini aku mau buat daftar evaluasi dan resolusi.

1. Pribadi


Evaluasi

Fisik

Kita ngobrolin fisik dulu ya. Ini nih tema paling hot sejagat raya, hahaha.

Alhamdullilah, berat badan masih sama dengan tahun sebelumnya, namun perut agak sedikit maju ne. Ini mungkin ada kaitan dengan gaya hidup aku yang porsi makannya sering menggila di saat malam tiba. Apalagi kalau sambil ngobrol sama keluarga dan nonton tayangan favorit, fix, bakalan nambah lagi, nambah lagi. Pernah baca, lupa di mana, makan sambil nonton TV is a BIG No! Tapi yaitu, teori doang, tetap aja bandel!

Sempat ikut kelas yoga selama satu bulan, namun karena sering rebutan pakai sepeda motor dengan  buah hati dan hubby, aku ngalah dan membatalkan untuk ikut melanjutkan kelas, karena lokasi yoga lumayan jauh dari rumah. Akhirnya sesekali aku latihan yoga pemula lewat youtube dan kebanyakan I miss the class, hiiks.

Non fisik

Aku akui mudah terpancing emosi dan kurang sabar menghadapi suami dan buah hati. Sedikit-sedikit baper, lumer, baper, lumer, gitu terus. Capcay deh!

Apalagi tentang ibadah, aku sering tergoda sholat tidak diawal waktu terutama Subuh, apalagi pas suasana hujan dan dingin di luar sana. Hubby sudah bangunkan, aku hanya menjawab, iya. Dan akhirnya sampai beliau pulang dari mesjid baru aku turun dari peraduan, hiiks.

Sering multi job, akhirnya tak satupun yang tuntas.

Resolusi

Mengurangi porsi makan saat malam hari adalah keniscayaan kalau tak ingin semua outfit bakal kesempitan dan bobot tubuh naik tak terkendalikan.

Kelas yoga harus lebih ditekuni selain untuk kebugaran juga baik untuk hubungan pasutri, eeeaaaa. Itu menurut pelatih yoga lho ya, katanya eh katanya yoga bisa memperbaiki kualitas hubungan intim pasutri. Hmmm. Catet!

Untuk non fisik, aku harus banyak belajar "anger management". Apalagi buah hati menjelang remaja, di mana hormon-hormon baru bermunculan. Harus banyak berperan sebagai sahabat bagi buah hati seperti parenting ala sahabat Nabi Muhammad SAW, Ali bin Abi Thalib. "Didiklah anakmu sesuai zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu!"

Demikian juga untuk ibadah, harus berubah, harus, harus, harus!

Again, big NO to multi job, karena otak kita memang dirancang untuk single job, the end!

But, again it just me, guys. Who me, to judge you all.

2. Jalan-jalan


Evaluasi

Alhamdullillah impian jalan-jalan ke pulau Sumatera tahun 2017 kesampaian. Itu juga berkat donatur dari ibunda dan adik lelaki semata wayang di Lubukpakam, Sumatera Utara. 

Menikmati eksotisme Danau Toba salah satu kenangan paling indah tahun 2017 ini.

Numpang keren dengan mobil adik, kami melakukan road travelling dari Lubukpakam, Barus lanjut ke Padangsidempuan, Bukittinggi dan Painan di Sumatera Barat, pergi-pulang. Senang sekali!

Ada banyak pelajaran dan pengalaman selama dalam perjalanan. Bukankah memang begitu seharusnya ya, just like the quote said :

Travel has made me more aware of me
I learn more about myself while on the road than anywhere of else. 
It's given me the I can make it happen attitude
~Jessica Johnson~

Namun hampir saja impian kami untuk mengulang keseruan di pulau tanpa penghuni batal karena Yasmin, putri semata wayang kami terserang diare dan staminanya drop.

Resolusi

Tahun ini aku punya impian untuk jalan-jalan bersama sahabat blogger. Kudu nabung ne! Pengen melalak yang tipe berpetualang, padat aktivitas fisik, seperti di Batu Dinding Borneo, cieee.

Yang pasti kudu siapkan stamina dan membawa perlengkapan obat-obatan. Bak kata pepatah sedia payung sebelum hujan.

Memang sih sebaik-baik asupan untuk tubuh adalah yang alami, apalagi kalau untuk dikonsumsi jangka panjang.

Namun ada kondisi tertentu seperti saat sembuh dari sakit, kehamilan, menyusui, lanjut usia dan dalam keadaan diet, tubuh membutuhkan suplemen multivitamin dan mineral.

Realisasi Resolusi Tereksekusi Kiatnya

Wah boleh juga nih buat aku yang demen travelling, karena eh karena, biasanya aku cenderung lakukan aktivitas berlebihan tapi kurang menjaga asupan nutrisi yang seimbang, sering lapar mata, pengen yang serba instan. Saat stamina drop, jadi gampang sakit deh.

Nah, Theragran-M, yang diklaim sebagai vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan, bisa jadi salah satu pilihan, masuk dalam travelling essentials.

Untuk info lebih lanjut mengenai produk dan konsultasi dokter terkait multivitamin ini bisa langsung ke situs Theragran-M.

Tapi ini ada bocoran komposisinya lho, cekidot!

Realisasi Resolusi Tereksekusi Kiatnya


3. Blogging


Evaluasi

Tahun 2017 adalah tahun pertama aku terpilih menjadi army sebuah provider. Rasanya sungguh menyenangkan. Selain mendapat penghasilan, aku juga dimasukkan dalam WAG keluarga besar blogger yang anggotanya tersebar di seluruh Indonesia. Aku seperti memiliki saudara di mana-mana.  

Aku juga mendapat 'pencerahan' secara langsung maupun tidak langsung beberapa teknik 'berkicau', memahami SPK (Surat Perintah Kerja) dan bertanggung jawab menyelesaikan kewajiban seperti menulis laporan tepat waktu.

Beberapa anggota army ada yang seleb blogger namun tetap low profile, penulis terkenal bahkan menguasai bongkar pasang gadget, komputer dan dunia media sosial.

Aku bahkan pernah curhat dengan beberapa sahabat baruku ini saat akun facebook aku diretas. Mereka tanpa diminta memberi dukungan sampai akhirnya akun aku kembali tanpa cacat sedikitpun. 

I am so blessed!

Resolusi

Tentu saja aku berharap tahun depan bisa terpilih kembali menjadi army dan menimba ilmu lebih banyak lagi dan anu, bisa travelling bareng sambil cek signal, pasti seru tuh!

Selain itu aku juga ingin menambah pengetahuan tentang ilmu blogging sedikit demi sedikit, karena menurut pengamatan dan google analytic, artikel tentang tips blogging terutama tentang publish posting blog waktu idealnya mengundang lebih banyak interaksi.

Juga artikel tips tentang tempat wisata dari perspektif berbeda lagi-lagi mengundang lebih banyak interaksi misalnya tentang 5 lokasi terbaik nikmati eksotisme Danau Toba, serta warna-warni perjalanan umroh.


Resolusi Versus Realisasi

Resolusi versus realisasi sebenarnya ini cerita lama, problematika lama. Kebanyakan resolusi hanya tinggal resolusi. Gagal memulai dan paling banyak gagal di tengah jalan.

Jadi gimana nih kiat agar realisasi resolusi tereksekusi? Duh, gile bener nih diksi, xixixi.

Sederhana dan Realistis

Bermimpi memang baik. Namun menginginkan sesuatu yang ekstrim biasanya punya kecenderungan untuk gagal dan berujung jadi kekecewaan.

Jadi, bikinlah resolusi yang sederhana dan realistis. Bukan pada perubahan hidup namun lebih kepada perubahan tingkah laku.

Jika perlu catat dan tempelkan di tempat yang terlihat untuk mengingatkan diri ketika kendala mulai menghampiri.

Terukur Lebih Baik

Memang resolusi yang ambisius itu, menginspirasi, namun tantangan untuk mencapainya bisa membuat kita terpuruk ke lubang frustrasi.

Jadi sebaiknya buatlah resolusi yang logis, rasional dan terukur!

Misalnya mengurangi porsi makanan sedikit demi sedikit, mengurangi lemak jahat dan komitmen untuk tidak makan apa-apa lagi menjelang 2 jam waktu istirahat malam.

Hal ini lebih masuk akal daripada skip saat sarapan lalu panik saat makan siang dan membalasnya lagi saat makan malam, percayalah!

Untuk olah raga, cobalah berkomitmen minimal 2-3 seminggu. Pilih satu favoritmu yang tidak perlu persiapan yang banyak, misalnya jogging. Bermodalkan sepatu dan T-shirt, kau siap menjemput kebugaran.

Yakin Pada Kekuatan Keinginan

Eksekusi resolusi berada di tangan kita. Iya kita sendiri yang tentukan. Mau gagal atau sukses!

Percayalah bahwa kita bisa!

Berhentilah menyalahkan diri sendiri. Fokuslah bahwa kita bisa mengeksekusi realisasi resolusi. Satukan semua kekuatan, keinginan untuk mencapai gol yang kita inginkan.

Namun tentu saja ini murni pendapat pribadi ya, sila tambahkan di kolom komentar jika kau punya kiat lainnya.

Ngomong-ngomong, boleh juga dong berbagi di sini, apa resolusi impianmu kali ini?


Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan 
oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M


79 Tahun Sinar Mas Tumbuh dan Berkembang Bersama Indonesia

79 Tahun Sinar Mas Tumbuh dan Berkembang Bersama Indonesia
Sumber : http://www.sinarmas.com/

79 Tahun Sinar Mas Tumbuh dan Berkembang Bersama Indonesia. Bicara Sinar Mas pasti yang terlintas adalah kata pengembang, perumahan, kertas dan bank. Setuju? Hahaha, maksa banget aku yah

Eitsss... hampir lupa, buku tulis juga ding. Saat sekolah terutama saat SMP, aku paling suka pakai buku tulis Sidu, dengan sampul tokoh kartun unik-unik, produksi pabrik kertas Tjiwi Kimia (ejaanya agak unik, jadul), dan saat jadi karyawan pakai kertas bola dunia untuk urusan cetak-mencetak.

Mengapa?

Aku suka karena kertas kualitas Sidu salah satu yang terbaik, di mana tinta pena tidak tembus ke halaman sebelah. Kan ada tuh ya, buku tulis kalau dipakai bisa tembus ke halaman sebelah, kayak cintamu, eh gimana Bikin kotor, hiiks.

Demikian juga untuk kertasnya, apalagi zaman dulu tinta printer masih ada yang cair, memakai kualitas kertas terbaik untuk hasil cetakan prima adalah salah satu solusinya. Bola dunia, termasuk yang terbaik, kesayanganku!

Terus, saat kerja di Kemang Timur, Jakarta aku juga sempat pakai salah satu produk asuransi Sinar Mas cuma gak lama, ganti lagi. Bukan apa-apa sih, hanya karena aku kembali kerja di Balikpapan lagi. Beda perusahaan, gitu lho.

Ternyata oh ternyata Sinar Mas bukan tentang itu saja.

Yup, kini ada 6 pilar bisnis di bawah payungnya. Kita intip yuk apa sajakah itu?

1. Produk Pulp dan Kertas

Seperti aku sebut di atas PT Tjiwi Kimia di Mojokerto (1972) adalah cikal bakal perusahaan Asia Pulp & Paper (APP) yang sekarang. Produknya bisa dinikmati 120 negara dan 6 benua lho. Pilar bisnis ini menyerap 70 ribu orang karyawan

Nilai tradisi seperti kedekatan dan hubungan panjang dengan pengguna, dengan masyarakat dan lingkungan sekitar bersinergi dengan nilai modern seperti efisiensi dan inovasi tiada henti, menjadi ciri APP dalam setiap aktivitasnya.

2. Agribisnis dan Pangan 

Ayo siapa yang sering pakai minyak goreng Filma?

Nah, minyak goreng ini termasuk hasil produksi dari grup Sinar Mas juga yaitu di bawah perusahaan Golden-Agri Resourced Ltd (GAR) yang berdiri tahun 1996. Bersinergi dengan anak perusahaan lainnya PT Sinar Mas Agroresources and Technology Tbk, GAR menasbihkan dirinya termasuk ke dalam pengelola perkebunan kelapa sawit terintegrasi terbesar di dunia yang mengedepankan efisiensi, produktivitas, kualitas dan berkelanjutan di setiap rantai produksi.

3. Pengembang dan Realestat

Pernah dengar istilah kota mandiri

Konsepnya adalah bagaimana sebuah kota mampu membuat penghuninya tidak perlu keluar dari komplek perumahan guna mendapatkan yang mereka perlukan.

Sinar Mas adalah satu pengembang properti terbesar di Indonesia yang membidik bisnis ini termasuk perumahan, kawasan komersial dan industri, hotel, resort wisata, yang tidak tersebar di Indonesia bahkan Asia dan Eropa. Wah!

4. Layanan Keuangan

Melalui PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), Sinar Mas menyediakan berbagai layanan keuangan bagi nasabah korporasi-termasuk usaha mikro, kecil dan menengah, perorangan. Menjangkau masyarakat dengan dengan layanan berkualitas global di sektor perbankan, asuransi, pembiayaan nasabah serta manajemen aset yang bersinergi dengan layanan terpadu dan solutif.

5.  Komunikasi dan Teknologi

Pakai provider Smart?

Ini adalah produk pilar bisnis Sinar Mas lainnya, PT Smartfren Telecom Tbk yang mengandalkan teknologi 4G LTE Advance, yaitu sebuah teknologi jaringan nirkabel yang tidak membedakan jaringan GSM atau CDMA dengan menggabungkan dua atau lebih saluran radio (spektrum) untuk mendapatkan kecepatan yang lebih baik.

6. Energi dan Infrastruktur

Sejak tahun 1998 melalui PT Dian Swastatika Sentosa Tbk dan sejumlah perusahaan di bawah naungannya, Sinar Mas juga bergerak juga dalam penyediaan energi listrik, pertambangan batu bara, infrastruktur, bahan kimia, perdagangan ritel dan multi media.

Awalnya sih dibangun untuk memasok kebutuhan energi bagi fasilitas pilar bisnis produk pulp and kertas namun kini juga untuk kebutuhan listrik masyarakat.

Meski dikelola secara independen, namun ke 6 pilar bisnis ini disatukan oleh kesamaan nilai dan histori.

79 Tahun Sinar Mas Tumbuh dan Berkembang Bersama Indonesia

Wah kalau secara psikologi perkembangan usia, 79 adalah usia yang sudah matang dong ya. 

Terinspirasi dari filosofi matahari yang tak pernah berhenti (berkelanjutan) memberi cahaya dan kehidupan, Bapak Eka Tjipta Widjaja, founder Sinar Mas memulai usaha di kota Makassar yang perlahan berkembang menjadi 6 pilar bisnis di atas. Terus terang aku baru tahu, kenapa dinamakan Sinar Mas *usapjenggot, eh.

Sejak tahun 1938 hingga kini ada 380.000 karyawan yang terlibat langsung  dan 500.000 secara tidak langsung, tersebar di ke 6 pilar bisnis. Iya, sekali lagi meski berbeda mereka tetap dalam 1 aspirasi yang dikenal dengan 6 values 1 aspiration.

79 Tahun Sinar Mas Tumbuh dan Berkembang Bersama Indonesia
Sumber : http://www.sinarmas.com/
Praktik bisnis Sinar Mas berkomitmen pada praktik bisnis berkelanjutan melalui aspek ekonomi, kelestarian lingkungan dan sosial. Inisiatif terkini, Sinar Mas juga membidik layanan kesehatan dan pendidikan

Dari setiap pilar bisnis yang ada, tergambarkan fokus Sinar Mas adalah pengelolaan komoditas serta layanan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat sekaligus mendorong kesejahteraan dan perekonomian bangsa.

Corporate Social Responsibility (CSR) Sinar Mas 

Bentuk tanggung jawab Sinar Mas terhadap soaial dan lingkungan dapat kita pantau melalui kegiatan CSR. Kegiatan ini juga disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar perusahaan.

Jangan-jangan kamu sudah pernah ikut icip-icip ne.
Pemberian layanan kesehatan dan pengobatan gratis, wakaf Alquran, bazaar minyak goreng, penanaman pohon untuk penghijauan, donor darah, santunan untuk anak yatim bahkan potong rambut gratis adalah beberapa upaya nyata CSR Sinar Mas.
Khusus untuk Wakaf Alquran, para netizen bisa turut serta.

Caranya?

Like Fanspage Sinar Mas, cari postingan foto di bawah ini sambil mention 2 nama teman dan sertakan hastag #QuranUntukIndonesia #BanggaIndonesia dan #SM79.

Selengkapnya klik link ini Alquran Untuk Indonesia dan tarra... kamu sudah menyumbang 1 mushaf Alquran. Tapi, cara ini hanya berlaku untuk 1 akun ya.

79 Tahun Sinar Mas Tumbuh dan Berkembang Bersama Indonesia
Sumber: https://www.facebook.com/SinarMasID/

Sinar Mas dan Trade Expo Indonesia 2017

Aku baru tahu bahwa Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 ini sudah memasuki tahun ke 32. Duh... dari mana saja aku ya?

Eh, sudah tahu belum apa tuh TEI?

TEI adalah pameran dagang tahunan terbesar Indonesia namun dengan kaliber internasional. Wii... keren banget yak!.

Fokus utama TEI adalah transaksi B2B (business-to-business) yang bersifat jangka panjang dan bertaraf internasional dengan tujuan akhir meningkatkan ekspor Indonesia di kancah perdagangan internasional.
Di even TEI 2016 yang lalu, tamu-tamu yang terdiri dari pembeli dan peserta pameran  ini diklaim hampir 15.567 orang dan berasal dari 110 negara dengan transaksi sekitar Rp 12,7 triliun.
Wah, keren! 

Apa saja tuh produk-produk yang diminati saat TEI 2016?

Cekidot, guys!
79 Tahun Sinar Mas Tumbuh dan Berkembang Bersama Indonesia
Sumber: http://www.tradexpoindonesia.com/

Coba tebak Sinar Mas ikutan dalam produk apa saja ya?

Oh iya, tahun ini, pertama kali TEI mengambil lokasi pameran di International Convention Exhibition (ICE) BSD yang merupakan salah satu pilar bisnis Sinar Mas. Hayo, masih ingat yang mana...? Yup, Sinar Mas Land, of course yak.

Tetapi eh tetapi, ini kenapa jadi acara tebak-tebakan mulu, yak?

79 Tahun Sinar Mas Tumbuh dan Berkembang Bersama Indonesia
Sumber: http://ice-indonesia.com/
Tahu nggak sih?

Menteri Perdagangan Bapak Enggartiasto Lukita saat grand launching TEI 2017 bulan Mei lalu berkenan menyampaikan harapannya.
"Di lokasi penyelenggaran baru, kami berharap TEI akan terlaksana lebih baik lagi, lewat penataan tampilan dan zonasi layout produk yang lebih baik dan lebih menarik, sesuai standard internasional. Begitu juga dengan kenyamanan bertransaksi dan bernegoisasi"
Masih ingat dong ya dengan kunjungan Raja Salman dari Arab Saudi dengan pangeran dan para pebisnis negara kaya minyak itu?

Para pebisnis Timur Tengah ini diharapkan akan datang lagi dan semoga kunjungan pemanasan sebelumnya dari Raja Salman mampu mendongkrak nilai transaksi di event TEI 2017 ini.

Semoga...!

79 Tahun Sinar Mas Tumbuh dan Berkembang Bersama Indonesia
Sumber: http://www.tradexpoindonesia.com/

Etapi, kog gak ada dari Arab Saudi ya? Hmmm...

Sinar Mas Corporate Awards

Rasanya nih kurang afdol kalau bicara kiprah Sinar Mas tanpa diikuti dengan capaian penghargaan

Saat mencari dengan keyword Sinar Mas Corporate Awards dengan mbah Google, ternyata Sinar Mas Land menduduki halaman pertama diikuti di posisi kedua Asuransi Sinar Mas.

Wow, ternyata Sinar Mas memang terbukti diakui kiprahnya lho, baik domestik dan internasional.

Bravo, Sinar Mas!

Selengkapnya bisa dilihat di situs http://www.sinarmasland.com/site/awards dan https://www.sinarmas.co.id/tentang-kami/awards.

Kedua pilar ini sudah langganan merebut hati pelanggan ya. 

Berikut daftar prestasi Sinar Mas Land di tahun 2017 yang aku kutip dari situs di atas.


Dan yang masih hangat adalah Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas meraih penghargaan Certificate of Vietnam Environment Administration (VEA) dalam ajang Eco-Product Internationals Fair (EPIF) 2017 bulan Mei lalu di Ho Chi Minh, Vietnam untuk program DMPA (Desa Makmur Peduli Api). Ini merupakan kali kedua APP Sinar Mas mendapat pengakuan atas keberhasilannya menjalankan bisnis berbasis ramah lingkungan.

Semoga dengan kiprah 79 tahun Sinar Mas tumbuh dan berkembang bersama Indonesia, mampu mendorong kesejahteraan dan  perekonomian bangsa.

Untuk bisa tetap mengikuti perkembangan Sinar Mas silahkan pantau terus aktivitas di media sosial berikut :

Facebook: Sinar Mas
Twitter: @Sinar_MasID
Instagram: @sinar_masid


Percayalah! Tetap Produktif Sepanjang Usia Dahsyat Manfaatnya

Percayalah! Tetap Produktif Sepanjang Usia Dahsyat Manfaatnya

Percayalah! Tetap Produktif  Sepanjang Usia Dahsyat Manfaatnya. Saat mengikuti sebuah lomba blog tentang perjalanan usia aku menemukan quote  babang Jerry Seinfeld ini.

"Forty to 60 I would say is your prime, 
that's when you KNOW the most, 
you've SEEN the most, 
You UNDERSTAND the most 
and you still have some physical ENERGY"

Saat membacanya, rasanya ada aliran energi dahsyat yang tersalur dan membebat. Begitulah. Selalu dan selalu aku terpicu bereaksi emosional jika berkaitan dengan kata. Bukan sembarang kata sih. Tapi yang mampu menghipnotis, magis dan untuk sesaat aku merasa seperti diangkat ke suatu tempat yang tinggi, di mana hanya ada kebenaran hakiki yang terpatri.

Kebetulan itu adalah rentang usiaku saat ini. Bahahaha. Ketahuan deh.

Yup, detik itu juga aku langsung teringat tekad yang telah lama bersarang dibenakku. Ingin selalu beraktivitas, melakukan hal yang aku suka, berkarya! Tak ada istilah pensiun untuk sekedar berleha-leha. Doing nothing. No, thank you! Tapi, sekali lagi, tentu saja impianku ini adalah murni pendapat pribadi.

Justru dengan tetap produktif aku merasa bahagia, minimal untuk diriku sendiri!

Dulu... iya dulu sekali, sempat pernah ada keraguan. Terutama saat buah hati belum kunjung aku dapatkan. Apalagi sahabat urun pendapat agar aku sebaiknya beristirahat, cuti kerja agar mudah mendapatkan momongan. 

Hmmm, tak ada salahnya dong dicoba. Meski beresiko penghasilan bakal berkurang, because  obviously, I have to say good bye to DINK-Dual Income, No Kids.

Namun, seperti yang aku duga, hal ini tak mengubah apa-apa. Tetap saja buah hati tak kunjung tiba. Malah aku jadi pemurung dan gampang marah-marah, huuaaa...

Ada sesuatu yang salah di sini. Aku harus back on track. Kembali beraktivitas di kantor seperti biasa adalah pilihan utama. Aku terperangkap dalam aktivitas yang aku suka. Membantu membunuh masa dengan hal positif, tetap berkarya. Hingga memasuki tahun ke tujuh akhirnya yang dinanti tiba. Aku... akhirnya hamil. Senangnya!

Jadi sekali lagi dengan tetap produktif, terbukti aku meraih impian dan kebahagiaan!

Percayalah! Tetap Produktif Sepanjang Usia Dahsyat Manfaatnya

Meski aku akui rutinitas mampu membunuh kreativitas. Jadi, penting sesekali keluar dari sana. Melakukan hal baru. Tak perlu mahal dan memikirkan rencana besar.

Caranya?

Karena kegemaranku berinternet ria, sesekali aku aktif dalam kuis dan lomba di media sosial. Yaitu tadi, doing something new. Semua hadiah aku syukuri. Mulai dari yang kecil, menengah hingga yang wah, yang sanggup membuat aku menganga. Salah satunya adalah impian jalan-jalan ke Jepang, negara bunga sakura.

Kesempatan ini aku dapatkan dengan cara yang sedikit unik.  Aku ikutan sebagai peserta dengan menuliskan cerita dan foto tentang bagaimana teknologi bisa membantu para bunda dalam aktivitas sehari-hari.

Sebelum mengirim cerita aku sempat bertandang ke galeri dan menemukan beberapa cerita dari para peserta yang sudah kerap menjadi juara. Nyali ciut seketika. Namun cepat-cepat aku tepis ke udara. Berbekal internet aku mencari beberapa referensi agar bisa memenangkan hadiah utama.

Karena penilaian berdasarkan kaitan cerita dan foto aku langsung mencari dengan kata kunci bagaimana cara menulis dan menghasilkan fotografi cantik.

Namun karena belum rezeki dan belum mampu memenangkan hati juri, aku tak memenangkan hadiah apapun kali ini. Hihihi...

Dibalik semua itu aku temukan hadiah terbaikku!

Apakah itu?

Kebiasaan sering eksplor diri ini menambah kemampuan aku untuk menemukan ide dan solusi. Aku jadi gemar mencoba dan pengalaman baru adalah konsekuensinya.

Sungguh menyenangkan!

Itulah kenapa aku bertekad untuk tetap produktif sepanjang usia.

Hmmm... bukannya masa tua kudu leha-leha, menikmati perjalanan usia?

Mungkin bagi beberapa orang, ya. Namun, sekali lagi bukan untukku.

Berikut alasannya.

1. Menemukan hal-hal baru! 


Ternyata hal baru bukan untuk ditakutkan tapi ditaklukkan! Dengan melakukan hal baru kita akan semakin tahu kemampuan, bakat, minat dan potensi.

Maksudnya?

Jadi gini,

Saat mempersiapkan tulisan atau foto terutama untuk materi lomba aku sering menemukan hal-hal baru. Misalnya, jadi sedikit tahu tentang bagaimana cara merangkai kata dengan diksi 'menggoda' atau menghasilkan fotografi yang indah. Meski pada akhirnya aku tidak selalu menjadi juara. Tak mengapa.

Namun aku akui hasil fotografi aku semakin membaik. Tidak asal jepret seperti waktu dulu, uhuk!

Guess what? I am falling in love with the process. How cool is that!

Bagaimana dengan menulis?

Apalagi yang ini. Perlahan aku bisa menemukan gaya penulisan yang tanpa aku sadari kadang-kadang mewakili karakter diri sendiri. Luar biasa ya. Tepuk jidat eh tangan, dong.

Satu lagi, aku jadi doyan membaca. Membaca apa saja. Terutama karya penulis yang piawai bermain kata. Iya, mampu menghasilkan bara dalam tulisannya, menularkan hal-hal baik, inspiratif.

Kembali ke laptop!

Jadi, karena aku kalah dalam lomba kali ini, aku jadi kepo, seperti apa ya kira-kira karya cipta sang juara? Sampai akhirnya aku membaca sebuah karya yang memang layak jadi juara. Ternyata dia salah satu dari daftar teman di facebook. Sejak saat itu kami jadi sering bertukar wawasan.

Hingga suatu hari doi mengajak aku ke Osaka, Jepang. Iya, kamu tidak salah baca. Beneran sahabat baruku ini mengajak aku menemaninya. Meski aku harus tetap membayar tiket pesawat tapi tentu saja dengan harga miring, tak mengapa. Ini adalah kesempatan langka. Bukan apa-apa, karena konco yang berjanji menemaninya berhalangan ikut, orang tuanya mendadak sakit parah.

Yup, just like the quote from Paul Cuelho:
 "When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it"
So, here I am in Osaka, Jepang!

Kata Jepang pertama kali aku dengar saat duduk di sekolah dasar. Tentang penjajahan, kekejaman, romusha. Pokoknya semua yang identik dengan keperihan, kekejaman. Namun seiring waktu perspektifku bergeser. Memori kekejaman dan keperihan beringsut dan akhirnya lengser.

Kini, aku sungguh sangat mengagumi Jepang yang identik dengan etos kerja keras, disiplin, komitmen pada pekerjaan, inovatif dan tepat waktu. Mengadopsi hal-hal baik

Kesan itu jelas tertangkap saat mendarat di bandara KIX Osaka. Begitu masuk kedalam area terminal kedatangan, pemandangan unik aku dapatkan. Petugas rest room didominasi para manula baik pria atau wanita. Mereka terlihat gesit dan energik. Penuh totalitas saat beraktivitas.

Jadi, saat duduk di barisan akhir dalam perjalanan bis dari bandara menuju pusat kota Osaka, aku langsung menanyakan hal itu pada pak Usman, tour leader, warga negara Indonesia namun bekerja sebagai tour guide di Osaka dan beberapa kota besar lainnya di Jepang.
Merasa tidak berguna dan sangat malu jika tidak memiliki aktivitas saat manula adalah salah satu kultur budaya di Jepang. Justru merupakan suatu kebanggaan meski manula namun masih memiliki energi apalagi berprestasi.
Aku sepenuhnya yakin pasti deh ada kebaikan lain dibalik ini semua sehingga lansia Jepang memutuskan memiliki gaya hidup seperti ini.

Tak puas sampai di situ, aku lalu mencari referensi dengan menggunakan keyword fungsi kognitif otak dan menemukan sebuah artikel di web kesehatan hellosehat.com yang menyatakan bahwa beraktivitas fisik adalah 1 dari 7 kebiasaan sehari-hari yang dapat meningkatkan fungsi otak selain mengatur pola makan dan asupan nutrisi, berpartisipasi dalam kegiatan yang memicu kreativitas, mempelajari berbagai hal baru, waktu tidur yang cukup, tetap menjalin koneksi sosial dan mengatur stress.

Aha!

Jawaban pak Usman mau tak mau membawa aku kembali akan suasana pekerja lansia di bandara KIX, Osaka sekaligus mengingatkan tekadku yang ingin terus dan terus melakukan hal-hal yang aku suka, berkarya meski tergerus usia.  Tentu saja aku juga harus siap dengan berbagai keterbatasan ya. Misalnya gak mungkin dong ngotot mau diving bareng manta di Sangalaki, xixixi. Tapi kalau menjajal Gigi Hiu atau Putri Malu di Lampung apalagi pas ada tiket pesawat promo, tariik maaang!

Apa? Tiket pesawat promo? Bercanda?

Hari gini bercanda. Buruan deh buktikan bahwa setiap orang bisa jadi ahli mendapatkan tiket pesawat murah dan promo di skyscanner, situs pencarian penerbangan global terkemuka, gratis, jujur sekaligus menghadirkan perbandingan online seketika untuk jutaan penerbangan, penyewaan mobil dan pemesanan hotel seluruh dunia. Dapatkan tiket pesawat murah dengan memaksimalkan fitur-fiturnya.

By the way, dari tadi ngomongin Jepang, mana dong buktinya?

Baiklah.

Ini dia mother and blogger zaman now yang lagi pencitraan, eh gimana?

Percayalah! Tetap Produktif Sepanjang Usia Dahsyat Manfaatnya

Percayalah! Tetap Produktif Sepanjang Usia Dahsyat Manfaatnya

Percayalah! Tetap Produktif Sepanjang Usia Dahsyat Manfaatnya

Percayalah! Tetap Produktif Sepanjang Usia Dahsyat Manfaatnya

2. Menemukan Zona Nyaman

Saat melakukan sebuah karya atau proyek, mulus dan nyaman mustahil selalu aku dapatkan.

Dalam perjalanannya sering aku harus menemukan dan menciptakan zona nyaman.

Misalnya saat buntu menemukan bahan tulisan. Aku bangkit dan berjalan, melepas pandang ke lalu lintas di jalan di depan rumah, mendengarkan raungan kucing tetangga yang entah mengapa memiliki kebiasaan yang sama pada jam yang sama.

Atau lewat secangkir teh tarik yang biasa bagi orang lain terasa nikmat kiamat saat aku melepas penat, beringsut sejenak dari aktivitas.

Atau beribadah pagi mempersembahkan sedekah sendi sambil mendengarkan murotal ayat suci.

Bisa juga dengan berselancar di dunia maya membaca artikel atau quote pengembangan diri dan membuat catatan penting.

Kadang-kadang jika keadaan semakin memburuk, mendengarkan lagu sambil berjoget always guaranteed to find my groove back.

3. Menemukan Jam Emas

Maksud lo?

Bukan menemukan jam yang terbuat dari emas la. Tapi, menemukan jam di mana produktivitas mencapai puncak.

Kapankah itu?

Bisa kapan saja! Yang pasti aku harus unplugging dari media sosial dan fokus. Nah... ini dia yang susah. Soalnya aku sering tergoda. Hahaha... derita lo!

Itulah kenapa aku bertekad untuk selalu berkarya melalui aktivitas yang aku suka, tetap produktif sepanjang usia, dan perjalanan ke Osaka Jepang, negara favorit, semakin mempertebal keyakinan.

Pernahkah membayangkan seperti apa hidup jika disetiap detiknya dihiasi, dipenuhi dan diberkahi dengan kegembiraan? Bayangkanlah! Adakah yang lebih sempurna dari itu?

Kabar baiknya adalah  kita bisa seperti itu!

Caranya?
Mulailah menjalani hidup dan aktivitas yang kamu suka. Saat menemukan sesuatu yang kita suka dan membuat kita bergairah, kita akan sangat bersemangat. Gairah adalah energi!
Setuju?

Bagaimana dengan kamu?

Punya 'aha moments' saat travelling?

Saatnya berbagi pada dunia dan menangkan hadiahnya!

Sebagai pemanasan, monggo nikmati dulu video yang satu ini...