Hai, pemirsah! *dadah dadah ala miss world mode on.
Kali ini, aku akan berbagi tentang tahapan sebelum publish postingan blog agar SEO friendly yang biasa aku lakoni.
Yang pasti bukan untuk menggurui! NO big NO!
... karena aku juga blogger yang masih belajar.
Ini murni untuk peringatan ke diri sendiri, karena eh karena, percayalah, sudah bisa dipastikan, aku masih penuh kekurangan!
Sebagai tambahan tahapan sebelum publish postingan blog agar SEO friendly ini adalah bagian dari SEO On Page.
Seperti dilansir dari Moz SEO kan terbagi dua ya, on-site SEO atau (SEO on page) dan off-site SEO atau (SEO off page).
Jadi ceritanya aku mau pelan-pelan belajar SEO giccu seperti sahabat blogger, jeng Lia Yuliani yang juga belajar SEO on page.
Kalau aku pribadi mengukurnya, sederhana saja, dengan diri sendiri!
Biasanya, aku perlu waktu khusus biar bisa fokus!
Misalnya, saat membaca ulang draft postingan, aku membuat komitmen, menghindari aktivitas scrolling media sosial!
Karena hal ini membuat aku terdistraksi!
.. dan biasanya aku akan menemukan banyak typo (meski kadang ke skip juga, halah), mengedit kalimat dan saat in the good mood kadang terinspirasi, termotivasi, menghasilkan sekaligus memperbaiki rima kata.
Aku kadang suka takjub sama diriku! Wow, aku bisa menulis sebagus ini, tsaaah *kibasponi! Mon maap, skip paragraf ini ya, muahahaha.
Ukuran lainnya adalah...
... jika postinganku terasa seperti sedang bercakap-cakap dengan seseorang.
Bisa kurasakan senyumku terkembang.
Aku bahkan menghadiahkan diriku ucapan, "WOW, this is nice! I nail it, man!
Aku, aku...! Hahaha, tanya sendiri, jawab sendiri. Kasihan deh loe!
Mesin telusur lebih menyukai kalau kita memasukkan koleksi foto sendiri ke postingan blog.
Tapi kalau belum punya, tenaaaang... bisa kog pilih dari 20 website free royalty free stock foto gratis.
Selanjutnya, ambil stok gambar relevan yang sudah disimpan dengan URL postingan!
Segitunya? File gambar juga kudu dikasih nama sesuai URL postingan?
Kalau aku memang melakukan itu. Memang sedikit repot, but worth it bingit!
Tidak percaya?
Give it a try, pemirsah!
Fungsinya, lagi-lagi untuk optimasi URL postingan blog.
Berikut contoh tampilan di mesin penelusuran untuk postingan 20 Rekomendasi Meningkatkan Kualitas Konten Blog dengan optimasi URL di gambar.
Postingan blog dan gambar, kompak hadir di halaman utama mesin telusur.
Cek!
Tapi itu belum cukup, Hayati!
Kita harus membantu mesin telusur agar gambar postingan blog bisa ditelusuri dan diakses tunanetra juga.
Caranya?
Optimasi kata kunci via title text dan alt text!
- Pada draft postingan blog, klik gambar, klik properties!
Contoh di postingan 20 Rekomendasi Meningkatkan Konten Kualitas Blog tampilannya seperti ini:
Lengkapi kolom title text dan alt text ya!
Menurut support google blogger, isi kotak title text dengan deskripsi pendek, dan alt text deskripsi panjang sesuai kata kunci.
Untuk info ini, aku juga baru tahu saat mencari-cari referensi untuk postingan tahapan sebelum publish postingan blog agar SEO friendly saat mengklik landing page support google blogger.
Pasti judulnya!
Mana ada orang yang baca artikel tanpa baca judulnya.
Tapi eh tapi banyak lho yang hanya baca judul, skip isinya!
Itulah kenapa, judul ini amat... amat krusial!
Sedih kan, sudah habiskan waktu membuat konten berjam-jam atau bahkan berhari-hari, karena judul yang asal-asalan, orang enggan mampir. Rugi haqiqi!
Tahukah kamu?
Menurut Internet Live Stats ada jutaan konten blog yang terbit setiap hari!
Asumsikan setiap orang mendapat 20 link artikel yang dibagi lewat facebook atau twitter.
Yang manakah yang akan dibaca? Semua? Tentu tidak! Paling hanya 2-5, yang paling menarik, tentu saja!
Darimanakah kamu tahu itu menarik?
Judulnya, atuh la!
Kalau kamu menelantarkan judul, satu-satunya bagian konten yang mampu menarik perhatian, jadi tidak punya kekuatan!
Jadi, Doel, pertempuran dimulai dari judul. C-A-T-A-T!
Eits, hampir ketinggalan, masih menurut support google blogger, untuk meningkatkan pos dan laman di penelusuran, judul sebaiknya berisi 60 karakter.
Judul yang pendek dan ringkas lebih mudah dibaca pengguna dan tidak akan terpangkas!
Doi mengatakan bahwa postingan di blog/situs beda dengan di buku.
Saat baca buku, koran atau majalah, biasanya kita memang ingin fokus membaca.
Tapi, tidak di internet!
Di internet pengguna ingin bergerak dengan cepat, pindah dari situs A ke situs B.
Maka, mereka tidak membaca artikel kata demi kata.
Pasti kamu juga sudah melewati sebagian besar postingan di atas, iya kan?
Ini wajar!
Pola ini disebut F-shaped pattern.
Pengguna melakukan scanning secara vertikal, kemudian ketika menemukan kalimat menarik, barulah mereka membaca secara horizontal.
Berikut adalah gambar yang didapatkan dari eyetracking study Nielsen Norman Group(dot)com menggunakan alat pelacak gerakan mata ketika membaca postingan di blog/situs.
F itu untuk fast!
Tapi tunggu dulu, kalau dilihat sekilas image paling kiri memang seperti huruf F ya.
Setuju?
Tentu saja sebagai penulis, kita ingin meminimalisir fakta ini, bukan?
Untuk itu, jangan mengikuti saran guru Bahasa Indonesia!
"Sebuah paragraf sebaiknya terdiri dari minimal 5 kalimat dan harus mengandung sebuah ide pokok. Kalau tidak, saya kasih nilai nol!"
Itu, waktu di sekolah!
Tidak bagus di situs/blog.
Mengapa, Hayati?
Karena paragraf dengan banyak tulisan bikin mata cepat lelah!
Jadi sebaiknya, satu paragraf maksimal 3-4 baris (bukan kalimat), dengan panjang horizontal tidak lebih dari 20 kata.
Ayo, buruan cek paragraf di blogmu, sekarang!
Sebagai contoh, lihatlah di bawah ini!
Ayo, mana yang lebih enak dibaca, kiri atau kanan?
The right ones, for sure!
Selanjutnya,
Makanya aku buat postingan ini.
Tapi, kamu, jangan ya! Cukup aku saja!
Memang mulai menulis itu susah. Apa yang mau ditulis duluan? Lalu, selanjutnya? Apa sajakah yang perlu dibahas? Ini? Itu?
Untung ada jalan keluarnya.
Gunakan konsep piramida terbalik.
Maksudnya?
Jadi di awal paragraf kasih iming-iming atau manfaat, pengguna akan mendapatkan apa?
Lalu di tengah kasih detailnya!
Perlu contoh?
Coba deh scroll pelan-pelan postingan ini ke atas.
... dan ketika pengguna tertarik menyelesaikan membaca hingga akhir postingan, mission accomplished!
Label ibarat keranjang, mengumpulkan satu atau beberapa postingan sejenis ke dalam satu URL!
Jadi, ntar, pas dapat email dari agensi yang minta syarat kerjasama, "kirimkan semua postingan tentang travel!" Tinggal klik deh di bagian label, kirim URLnya, seperti Label Postingan Traveling di blog ini.
Bayangkan jika yang terpenggal, kata kunci yang notabene sangat krusial!
Perhatikan!
Ada 2 pilihan link URL di sini, tautan permanen otomatis dan tautan permanen khusus!
Aku lebih suka pakai tautan permanen khusus karena bisa diedit sesuai kata kunci yang diinginkan dan tidak akan bikin URL postingan blog terpenggal.
Caranya?
Lengkapi deskripsi penelusuran dengan optimasi kata kunci postingan blog.
Begini tampilannya saat di mesin telusur!
Menurut SEO Learning Center Moz, google menyukai meta deskripsi tag berkisar 50-160 karakter!
Jadi, pilihlah meta tag deskripsi unik, yang membuat pengguna geregetan pengen klik!
Tentu saja dengan syarat, postingan tetap terasa organik dan nyaman bagi pengguna. Ini memang perlu latihan, diantaranya dengan banyak membaca!
So, apakah kamu juga punya cek list atau tahapan sebelum publish postingan blog?
Share yuk di kolom komentar. Dimari...
Kali ini, aku akan berbagi tentang tahapan sebelum publish postingan blog agar SEO friendly yang biasa aku lakoni.
Yang pasti bukan untuk menggurui! NO big NO!
... karena aku juga blogger yang masih belajar.
Ini murni untuk peringatan ke diri sendiri, karena eh karena, percayalah, sudah bisa dipastikan, aku masih penuh kekurangan!
Sebagai tambahan tahapan sebelum publish postingan blog agar SEO friendly ini adalah bagian dari SEO On Page.
Seperti dilansir dari Moz SEO kan terbagi dua ya, on-site SEO atau (SEO on page) dan off-site SEO atau (SEO off page).
Jadi ceritanya aku mau pelan-pelan belajar SEO giccu seperti sahabat blogger, jeng Lia Yuliani yang juga belajar SEO on page.
Tahapan Sebelum Publish Postingan Blog
Agar SEO Friendly
1. Konten Menarik, Bernilai dan Unik
Ini mah wajib yak!Kalau aku pribadi mengukurnya, sederhana saja, dengan diri sendiri!
Biasanya, aku perlu waktu khusus biar bisa fokus!
Misalnya, saat membaca ulang draft postingan, aku membuat komitmen, menghindari aktivitas scrolling media sosial!
Karena hal ini membuat aku terdistraksi!
.. dan biasanya aku akan menemukan banyak typo (meski kadang ke skip juga, halah), mengedit kalimat dan saat in the good mood kadang terinspirasi, termotivasi, menghasilkan sekaligus memperbaiki rima kata.
Aku kadang suka takjub sama diriku! Wow, aku bisa menulis sebagus ini, tsaaah *kibasponi! Mon maap, skip paragraf ini ya, muahahaha.
Ukuran lainnya adalah...
... jika postinganku terasa seperti sedang bercakap-cakap dengan seseorang.
Bisa kurasakan senyumku terkembang.
Aku bahkan menghadiahkan diriku ucapan, "WOW, this is nice! I nail it, man!
2. Sisipkan Foto/Video Yang Relevan
Siapa yang suka "meleleh" saat menyantap foto kece?Aku, aku...! Hahaha, tanya sendiri, jawab sendiri. Kasihan deh loe!
Mesin telusur lebih menyukai kalau kita memasukkan koleksi foto sendiri ke postingan blog.
Tapi kalau belum punya, tenaaaang... bisa kog pilih dari 20 website free royalty free stock foto gratis.
Selanjutnya, ambil stok gambar relevan yang sudah disimpan dengan URL postingan!
Segitunya? File gambar juga kudu dikasih nama sesuai URL postingan?
Kalau aku memang melakukan itu. Memang sedikit repot, but worth it bingit!
Tidak percaya?
Give it a try, pemirsah!
Fungsinya, lagi-lagi untuk optimasi URL postingan blog.
Berikut contoh tampilan di mesin penelusuran untuk postingan 20 Rekomendasi Meningkatkan Kualitas Konten Blog dengan optimasi URL di gambar.
Postingan blog dan gambar, kompak hadir di halaman utama mesin telusur.
3. Optimasi Kata Kunci via Title Text dan Alt Text
Sudah punya gambar relevan yang menarik?Cek!
Tapi itu belum cukup, Hayati!
Kita harus membantu mesin telusur agar gambar postingan blog bisa ditelusuri dan diakses tunanetra juga.
Caranya?
Optimasi kata kunci via title text dan alt text!
- Pada draft postingan blog, klik gambar, klik properties!
Contoh di postingan 20 Rekomendasi Meningkatkan Konten Kualitas Blog tampilannya seperti ini:
Lengkapi kolom title text dan alt text ya!
Menurut support google blogger, isi kotak title text dengan deskripsi pendek, dan alt text deskripsi panjang sesuai kata kunci.
Untuk info ini, aku juga baru tahu saat mencari-cari referensi untuk postingan tahapan sebelum publish postingan blog agar SEO friendly saat mengklik landing page support google blogger.
4. Judul Menarik 60 Karakter
Ayo, please jawab yang jujur, apa yang membuatmu membaca konten ini?Pasti judulnya!
Mana ada orang yang baca artikel tanpa baca judulnya.
Tapi eh tapi banyak lho yang hanya baca judul, skip isinya!
Itulah kenapa, judul ini amat... amat krusial!
Sedih kan, sudah habiskan waktu membuat konten berjam-jam atau bahkan berhari-hari, karena judul yang asal-asalan, orang enggan mampir. Rugi haqiqi!
Tahukah kamu?
Menurut Internet Live Stats ada jutaan konten blog yang terbit setiap hari!
Asumsikan setiap orang mendapat 20 link artikel yang dibagi lewat facebook atau twitter.
Yang manakah yang akan dibaca? Semua? Tentu tidak! Paling hanya 2-5, yang paling menarik, tentu saja!
Darimanakah kamu tahu itu menarik?
Judulnya, atuh la!
Kalau kamu menelantarkan judul, satu-satunya bagian konten yang mampu menarik perhatian, jadi tidak punya kekuatan!
Jadi, Doel, pertempuran dimulai dari judul. C-A-T-A-T!
Eits, hampir ketinggalan, masih menurut support google blogger, untuk meningkatkan pos dan laman di penelusuran, judul sebaiknya berisi 60 karakter.
Judul yang pendek dan ringkas lebih mudah dibaca pengguna dan tidak akan terpangkas!
5. Artikel Human Friendly
Tahapan nomor 5 ini terinspirasi dari postingan Panduanim di artikel seo.Doi mengatakan bahwa postingan di blog/situs beda dengan di buku.
Saat baca buku, koran atau majalah, biasanya kita memang ingin fokus membaca.
Tapi, tidak di internet!
Di internet pengguna ingin bergerak dengan cepat, pindah dari situs A ke situs B.
Maka, mereka tidak membaca artikel kata demi kata.
Pasti kamu juga sudah melewati sebagian besar postingan di atas, iya kan?
Ini wajar!
Pola ini disebut F-shaped pattern.
Pengguna melakukan scanning secara vertikal, kemudian ketika menemukan kalimat menarik, barulah mereka membaca secara horizontal.
Berikut adalah gambar yang didapatkan dari eyetracking study Nielsen Norman Group(dot)com menggunakan alat pelacak gerakan mata ketika membaca postingan di blog/situs.
F itu untuk fast!
Tapi tunggu dulu, kalau dilihat sekilas image paling kiri memang seperti huruf F ya.
Setuju?
Tentu saja sebagai penulis, kita ingin meminimalisir fakta ini, bukan?
Untuk itu, jangan mengikuti saran guru Bahasa Indonesia!
"Sebuah paragraf sebaiknya terdiri dari minimal 5 kalimat dan harus mengandung sebuah ide pokok. Kalau tidak, saya kasih nilai nol!"
Itu, waktu di sekolah!
Tidak bagus di situs/blog.
Mengapa, Hayati?
Karena paragraf dengan banyak tulisan bikin mata cepat lelah!
Jadi sebaiknya, satu paragraf maksimal 3-4 baris (bukan kalimat), dengan panjang horizontal tidak lebih dari 20 kata.
Ayo, buruan cek paragraf di blogmu, sekarang!
Sebagai contoh, lihatlah di bawah ini!
![]() |
| sumber : panduanin(dot)com |
Ayo, mana yang lebih enak dibaca, kiri atau kanan?
The right ones, for sure!
Selanjutnya,
Terapkan konsep piramida terbalik
Aku pribadi sering tidak konsisten lakukan ini, karena sering lupa, halah!Makanya aku buat postingan ini.
Tapi, kamu, jangan ya! Cukup aku saja!
Memang mulai menulis itu susah. Apa yang mau ditulis duluan? Lalu, selanjutnya? Apa sajakah yang perlu dibahas? Ini? Itu?
Untung ada jalan keluarnya.
Gunakan konsep piramida terbalik.
Maksudnya?
Jadi di awal paragraf kasih iming-iming atau manfaat, pengguna akan mendapatkan apa?
Lalu di tengah kasih detailnya!
Perlu contoh?
Coba deh scroll pelan-pelan postingan ini ke atas.
... dan ketika pengguna tertarik menyelesaikan membaca hingga akhir postingan, mission accomplished!
6. Masukkan Label Postingan
Ini gunanya apa, Hayati?Label ibarat keranjang, mengumpulkan satu atau beberapa postingan sejenis ke dalam satu URL!
Jadi, ntar, pas dapat email dari agensi yang minta syarat kerjasama, "kirimkan semua postingan tentang travel!" Tinggal klik deh di bagian label, kirim URLnya, seperti Label Postingan Traveling di blog ini.
7. Sesuaikan Judul dan URL Postingan
Ini krusial agar URL postingan blog tidak terpenggal!Bayangkan jika yang terpenggal, kata kunci yang notabene sangat krusial!
Perhatikan!
Ada 2 pilihan link URL di sini, tautan permanen otomatis dan tautan permanen khusus!
Aku lebih suka pakai tautan permanen khusus karena bisa diedit sesuai kata kunci yang diinginkan dan tidak akan bikin URL postingan blog terpenggal.
8. Lengkapi Meta Deskripsi Tag
Melengkapi deskripsi penelusuran termasuk teknik SEO, optimasi kata kunci melalui meta deskripsi tag.Caranya?
Lengkapi deskripsi penelusuran dengan optimasi kata kunci postingan blog.
Begini tampilannya saat di mesin telusur!
Menurut SEO Learning Center Moz, google menyukai meta deskripsi tag berkisar 50-160 karakter!
Jadi, pilihlah meta tag deskripsi unik, yang membuat pengguna geregetan pengen klik!
9. Sisipkan URL di Postingan
Masih mengacu ke support googleblogger, umumnya aku menaruh URL di awal, di tengah dan di akhir postingan blog.Tentu saja dengan syarat, postingan tetap terasa organik dan nyaman bagi pengguna. Ini memang perlu latihan, diantaranya dengan banyak membaca!
So, apakah kamu juga punya cek list atau tahapan sebelum publish postingan blog?
Share yuk di kolom komentar. Dimari...














































