Ketahui Rahasia Dibalik Hubungan Harmonis dan Romantis. Alhamdullillah, tahun ini aku dan Abang Iqbal, suamiku, dengan selamat sentosa memasuki tahun ke 25 perkawinan, (((selamat sentosa))), kayak pembukaan UUD yang biasa dibaca saat upacara sekolah aja ya, HAHAHA.
Mau dong tepuk tangannya :D
Biasanya, aku termasuk yang agak jarang berbagi foto romantis berdua dengan suami di akun media sosial kecuali pas ada kuis, HAHAHA.
Bukan apa-apa karena si abang jarang banget mau foto berdua kecuali aku kasih iming-iming, hadiah!
Jadi kalau akhirnya pun ada foto yang bagus pastilah itu hasil beberapa kali rayuan
pulau kelapa, dan ada banyak "drama" di baliknya, HAHAHA.
Tapi keinginan berbagi foto itu membuncah, terutama ketika memasuki bulan-bulan menjelang usia 25 tahun pernikahan, misalnya seperti yang satu ini, saat di Bali beberapa waktu lalu.
Ternyata banyak yang respon dan membuat
engagement di instagram meningkat :D
Hmmm,
25 tahun ya?
Iya, percis separuh dari usiaku!
Banyak yang kaget kalau aku bilang sudah 25 tahun, karena mungkin pembawaan kami yang masih
cengengesan, eh sepertinya bukan kami, aku aja, kayaknya, HAHAHA.
Tapi, jangan buru-buru kasih trofi dulu!
25 tahun itu bukan berarti mulus kayak aspal
hotmix jalan tol Depok-Antasari - Desari, yang baru diresmikan Pak Jokowi, ya.
Big, NO!
Banyak drama yang mengikuti dan sampai sekarang pun masih harus terus banyak belajar lagi dan lagi.
Yang bisa aku bagi di sini adalah bahwa untuk tetap membara (((membara))) selama kurun waktu 25 tahun,
for us it is a quite a challenge, honestly.
Kiat Agar Cinta Tetap Membara Meski Tergerus Usia
Mumpung aku lagi
in the mood karena alhamdullillah sudah melewati 25 tahun usia pernikahan, berikut kiat-kiat yang kami lakukan agar cinta tetap membara, eeeaaa.
Tapi eh tapi, bisa jadi beberapa kiat yang aku bagi di bawah ini mungkin tidak akan berhasil pada lain pasutri,
but for us, so far, it works!
Komunikasi
Klise memang! Tapi itu fakta.
Tak ada yang tak bisa diselesaikan kalau kita masih menjadikan komunikasi, di atas segalanya. Karena aku dan suami bukanlah para normal yang bisa menebak isi hati, meski sudah bersama 25 tahun lamanya.
Masak sih sudah 25 tahun, kadang-kadang masih miskomunikasi, sih?
Hell yes, but we working on it!
Dan... kejutannya adalah, itulah yang membuat kami
stick together.
Wierd, huh!
Misalnya, dulu di awal pernikahan, aku paling jengkel tuh kalau pas menelepon abang, doi lama angkat. Maunya akutu langsung diangkat dong ya, kan eike istri
tersayang (((istri))). Aku kudu jadi prioritas dong ya.
Nah, pas dijawab "abang sedang sholat, sayang", "abang kan lagi di kamar mandi", "abang kan lagi nyetir", "abang lagi ngobrol sama teman" endebrei, endebrei.
Sejak saat itu aku sudah ga sering baper lagi kalau doi telat jawab telepon atau kalau sekarang telat balas
chat WA. Kecuali ada hal emergensi ya.
Lagian capek juga kan, kalau dikit-dikit ngambek. Menguras waktu, tenaga dan pikiran. Mending juga BW ke blog kamu, iya kamu! Nah apa hubungannya, cobak!
Kami juga sering saling "menggoda" kalau dalam satu hari tiba-tiba ada yang menelepon duluan dan kalimat pertama biasanya begini nih...
"
Kangen ya...?"
"
Masak udah kangen sih, belum 5 menit"
Padahal
sih ujung pembicaraannya, cuma mau tanya dan memeriksa apakah ada HP, atau berkas yang yang tertinggal di rumah.
Oh iya, aku juga termasuk tipe yang
ekspresif dan tidak pandai menyimpan amarah pada pasangan
.
Kalau ada yang kurang berkenan, pasti aku usul untuk bicarakan. Tapi tentu saja melihat waktu dan kondisi ya. Favoritku ya saat
pillow talk.
"
Bang, ntar malam aku ingin bicara ya,..."
Aku suka ngomong gitu tuh ke abang, misalnya aku kurang suka kalau abang gemar menunda pekerjaan dan sudah diperingatkan berkali-kali.
Nah, kalau sudah begini biasanya doi tahu, betapa seriusnya topik itu.
Tapi kadang bisa juga kalau tak tahan aku langsung bereaksi dan di sinilah gesekan sering terjadi.
Namun seiring waktu kami semakin mengetahui kelebihan dan kekurangan pasangan.
Intinya, kami selalu mengkomunikasikan hal-hal yang berpotensi merusak keharmonisan, bahkan hal kecil sekalipun, karena sepenuhnya aku percaya
dikit-dikit itu bisa menjadi bukit.
Contohnya lagi nih.
Saat ini suhu politik sudah mulai memanas, dan sayangnya aku dan suami punya pilihan berbeda.
Can you imagine?
Tapi sekali lagi, itulah fakta!
Jadi, dari awal kami sudah berkomitmen, tidak akan pernah bicara politik di rumah, berbagi pandangan politik di media sosial apalagi membahasnya di tempat tidur. Intinya,
no politic issues!
Apresiasi
Meski sudah sering melakukan aktivitas bersama, aku selalu memberikan apresiasi kepada abang saat doi mengantar atau menjemput aku, membelikan kuliner kesayangan (tidak selalu mewah dan mahal), es cendol atau rujak, misalnya, menyikat kamar mandi, tanpa diminta meski jarang, HAHAHA, mengajak kencan makan siang di warung sederhana favorit abang, memberi pujian dan sebagainya.
Privasi/Me Time
Kami juga saling membebaskan pasangan untuk memiliki privasi/
me time.
Sabtu dan Minggu siang, biasanya abang akan berkumpul dengan para suami di kompleks perumahan bermain kartu domino tapi tentu saja gak pakai taruhan ya.
Atau kadang berkumpul dengan teman SMA apalagi kalau pas ada yang datang dari luar kota. Bisa seharian tuh, kadang lanjut dengan karaoke segala.
Sementara aku lebih suka menonton film dan main internet.
Intimasi
Aku termasuk yang meyakini bahwa intimasi itu krusial untuk menghangatkan hubungan!
Beberapa intimasi harian yang aku amalkan adalah sarapan bersama sambil bercerita dan mengharamkan gadget, mengantar abang berangkat kerja sambil menemani memasang sepatu dan kaus kaki, berpelukan, cipika-cipiki dan kadang-kadang berbagi pesan nakal,
you know what I mean,
right, kadang pesan nakal berlanjut di
wa chat juga, HAHAHA.
Intimasi lainnya adalah menjelang istirahat malam.
Saat aku punya
deadline tulisan atau mau nonton film favorit yang mengharuskan aku lembur, aku selalu menyempatkan diri menjenguk abang di kamar tidur yang sedang asyik dengan dunianya, nonton bola, main gadget
endebrei, endebrei.
Untuk menggantinya, jika tak ada
deadline aku lebih suka
pillow talk dengan abang,
cuddling dan biasanya berakhir dengan posisi tidur
liberty.
Iya, aku termasuk yang candu banget sama
pillow talk ini. Terutama saat kehamilan belum kunjung datang hingga 7 tahun usia pernikahan.
Terbukti, kita bisa memecahkan banyak masalah saat
pillow talk, karena saat itu hati bersih dari emosi, momennya santai.
Adegannya kayak film-film India gitu, aku memeluk intens sambil berbaring di dada abang.
So sweet, right? Coba deh, tapi sama pasangan halal ya :D
Berbagai varian intimasi yang aku amalkan juga aku adopsi dari beberapa artikel tentang bagaimana kiat agar pernikahan langgeng seperti
mandi bersama, HAHAHA. Meski jarang sih, bisa dihitung. Biasanya sih kalau pas
staycation review hotel. Soalnya ada
shower, gimana giccu... upps!
Pintar-pintar kita atur waktu laaa, apalagi kalau kita punya anak, iya kan. Selalu ada jalan kalau ada kemauan, setuju? Langsung #kedipnakal.
Berpelukan
Mengapa berpelukan penting?
Pernah dengar dong ya bahwa satu pelukan lebih berarti dari beribu kata!
Dan fakta berbicara kadang kita bisa lho berkomunikasi bahkan tanpa kata, hanya lewat satu pelukan, dan semuanya menjadi terang benderang seketika. Pernah mengalaminya?
Riset juga membuktikan bahwa berpelukan bisa meleburkan emosi, meluluhkan jarak dan membangun kedekatan emosi.
Apalagi pas ada kejadian yang sangat menguras fisik, emosi, stress, satu pelukan mampu meleburkannya.
Pasti tahu dong ya itu karena apa?
Yup, saat berpelukan tubuh kita melepaskan hormon gembira
oksitoksin, dan menurunkan hormon stress
kortisol, itulah kenapa!
Jadi, berpelukan juga salah satu intimasi harian kami.
Biasanya aku mulai saat mengantarkan abang bekerja, terus saat doi pulang kerja (ini kadang sering ke
skip kalau aku pas asyik
in mood di depan laptop). Tapi ini jangan ditiru yaa, HAHAHA! Dan terakhir,
of course saat malam, menjemput impian.
Baidewei, berapa kali sih kita kudu memeluk pasangan dalam sehari?
Menurut artikel yang aku baca di
wolipop.detik.com, minimal delapan kali sehari!
Namun untunglah ada kelanjutan dari kalimat itu...
"
Jangan terpaku pada jumlah pelukan, karena ketika pelukan menjadi sebuah kebutuhan, sebanyak apapun frekuensinya, tidak akan menjadi masalah."
Dampak positif pelukan akan lebih efektif jika dilakukan dengan cara yang benar.
"
Sama-sama rangkulkan tangan saat pelukan, rasakan dan resapi aliran energi. Bayangkanlah seolah itu adalah pelukan terakhir"
Selain pelukan, intimasi lain juga sering kami eksekusi misalnya, meremas tangan, mengusap dan meremas bahu serta mengusap kepala.
Prinsipnya adalah sentuhan. Ketika ada sentuhan, aku merasasakan sensasi aman dan nyaman.
Menjaga Kehidupan Hubungan Intim (baca: Se*s)
Nah ini nih, the
main course, HAHAHA!
Siapkan camilan!
Tahukan ya?
Itu lho,
cecudah celapan cebelum cepuluh, camilan!
Well, yes, I know...
"
Se* is not everything, but if you don't make an effort to make it important, nothing else will be!"
Sepakat dong ya, bahwa setiap pasangan memiliki kehidupan se*s yang berbeda. Jadi, tak ada gunanya membanding-bandingkan dengan pasangan lain!
Namun jika tertarik dan ingin mengadopsi untuk kebaikan bersama atau untuk evaluasi ke arah yang lebih baik, kenapa tidak!
Yang pasti, seiring waktu, biasanya hubungan se*s akan berubah dan bertumbuh.
Akan ada momen yang ekstrem menyenangkan dan sebaliknya, momen terendah, se*s terasa begitu membosankan!
Iya, gairah se*s bukanlah sesuatu yang konstan!
Seiring dengan perjalanan kehidupan yang dipengaruhi pekerjaan, anak, penyakit bahkan penuaan, libido pasangan akan mengalami pasang surut. Kayak laut, eeeaaa...
Ayo siapa yang mau bantah?
Bahkan aku pernah godain teman dan dia jawab dengan datar, "wah... boro-boro, mba" Duh!
Memang ada yang berpendapat bahwa se*s bukanlah yang utama dalam pernikahan, setelah masa bulan madu usai, karena banyak hal-hal lain yang lebih penting dibanding se*s.
Hmmm... tidak salah juga ya.
Orang memandang se*s dengan cara pandang yang berbeda-beda.
Jadi,
se*s bisa jadi hal yang menarik, membosankan atau malah hal yang canggung, tergantung gimana kita menilai pentingnya se*s dalam kehidupan.
"Semua orang memang harus bekerja, punya aktivitas padat, lantas apakah orang lantas berhenti bercinta?
Tentu tidak ya!
Inilah yang membedakan antara pasangan yang berhasil dan gagal.
Se*s adalah ranah eksklusif!
Karena hanya itu satu-satunya hal istimewa yang kita lakukan dengan pasangan halal tentunya, seperti berbagi rahasia terdalam, bagian mana yang harus disentuh, berbagi fantasi terliar dan kesukaan-kesukaan aneh.
Huuaaaa... tambah menggila nih artikelnya, HAHAHA...
Fokus pada hal-hal yang membuat gairah, frekuensi hubungan se*s, prioritaskan
outercourse bukan hanya
intercourse serta melakukan kencan sesekali adalah beberapa kiat dari terapi se*s
Kimberly Resnick Anderson untuk menjaga kehidupan agar kehidupan se*s jangka panjang tetap membara.
Aku juga percaya
komunikasi intim, kenyamanan dan kepercayaan akan membuat hubungan emosional yang istimewa dengan pasangan.
Kontak fisik dan hubungan emosional begini yang mampu menimbulkan gairah, bahwa kita lebih dari sekadar teman sekamar.
Itulah keistimewaan se*s!
Kiat Merawat Area Kewanitaan
Sama seperti anggota tubuh lainnya, perawatan area kewanitaan kudu menjadi perhatian.
Meski area kewanitaan bisa
merawat dirinya sendiri tapi beberapa faktor
eksternal seperti memakai celana dalam dari bahan sintetik, menggunakan jeans/stocking ketat dalam waktu lama, menggunakan celana dalam yang kurang bersih, membasuh area kewanitaan dengan tangan yang kurang higienis dan dengan arah yang salah (yang benar dari belakang ke depan) bahkan stres bisa memicu area kewanitaan berbau tidak sedap.
Duh yang begini ini jelas bisa mengganggu kekhusyukan, (((kekhusyukan))) iye kan, mpok, gan :D.
Hasrat pun bisa langsung terjun bebas, huaaaa...
Ujung-ujungnya hubungan intim dengan pasangan bisa menjadi hambar dan hanya merupakan kewajiban.
Duh, jangan sampai begitu laaa...
Apa kata dunia!
Boleh dong kita ikhtiar ya, misalnya dengan pembersih kewanitaan,
Resik V Khasiat Manjakani Whitening yang
halal dan sudah
teruji klinis untuk menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan.
Berita baik lainnya adalah, produk ini juga sudah dapat dibeli di supermarket/minimarket terdekat seperti Indomaret dan Alfamart.
Resik V Khasiat Manjakani Whitening ini merupakan sinergi dari
ekstrak manjakani asal Persia untuk membantu
membersihkan daerah sekitar organ intim wanita bagian luar dan
mengurangi bau tak sedap, dan
ekstrak bengkoang untuk membantu
mencerahkan kulit di sekitar area kewanitaan, terutama di sekitar pangkal paha.
Warna gelap di sekitar area kewanitaan ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal seperti pemakaian celana dalam yang ketat, memakai celana dalam bukan katun, tidak cukup vitamin, makan kurang teratur yang bisa memicu naiknya berat badan bahkan bisa menggelapkan sekitar area kewanitaan.
Pasti dong sudah pada
khatam dengan khasiat bengkoang ya. Sejak dulu, ekstrak bengkoang dikenal di dunia kecantikan kulit. Selain memutihkan, mencerahkan, menghilangkan flek-flek hitam juga dapat mengencangkan kulit.
Demikian juga dengan buah manjakani asli Persia ini. Diklaim kaya akan
tannin,
antioksidan sebagai
anti mikroba/
bakteri dan sudah digunakan sebagai pengobatan tradisional oleh orang Arad, Iran, Cina dan Melayu.
Cara memakainya juga praktis, tuangkan secukupnya di tangan, dibusakan dengan air, basuhkan ke daerah sekitar area kewanitaan, basuh dengan air hingga bersih. Gunakan hanya satu kali dalam sehari.
Nah kalau
landasan sudah
resik, sang kapten pun bisa
landing cantik, HAHAHA...
Husss, ini kenapa jadi ngakak mulu yak, fokus woi, fokus, ini isu krusial, tahu!
Beklah...
Kalau kamu, apa rahasia dibalik hubungan harmonis dan romantis bersama pasanganmu?
Yuk, berbagi...