Selasa, 22 Desember 2015

Pemandangan Eksotis Laut Merah dan Mesjid Terapung Jeddah


Syahdu Senja di Laut Merah Jeddah Saudi Arabia
Pemandangan Eksotis Laut Merah dan Mesjid Terapung Jeddah. Berangkat bareng ke tanah suci adalah obsesi ibu dan diriku.

Sedikit-demi sedikit kami berinvestasi. 

Diperlukan disiplin dan kemauan kuat agar impian bukan cuma impian.

Kesederhanaan dan kegigihan menjadi pilihan gaya hidup keseharian.

Dan itu... harga mati!

Akhirnya kurang lebih hampir 10 tahun, tibalah hari yang menguras air mata, saat bersujud dan menjadi tamu Allah.

Bahkan kata seperti tak bermakna.

Derai airmata mewakili gejolak jiwa, saat bersujud di depan Kabatullah bersama ibunda.

Berselimut sukacita.

Sungguh!

Nikmat Allah mana lagi yang ingin aku dustakan?

Apalagi saat mengunjungi Mesjid Terapung di tepi Laut Merah di Jeddah. Berdua dengan ibunda menambah syahdu senja di Saudi Arabia.

Semilir angin membelai pipi beta. Dan... sesaat angan berkelana. Hadirkan suasana saat ia terbelah, di zaman Nabi Musa.

Momen indah sepanjang masa bersama ibunda.

Takkan terlupa!

"Selamat Hari Ibu"

Ekspresi Umroh Trio


Senin, 14 Desember 2015

Ternyata, Memang Bukan Basa-Basi!

Yakiniku
Ternyata memang bukan basa basi

Pagi ini, iseng-iseng aku membaca curhatku.

Ternyata aku punya hutang, saudara-saudara!

Melanjutkan reportase sesi kedua.

Pikiranku langsung terbang ke suatu waktu, beberapa minggu lalu

****

Kunjungan kali ini kami sedikit bijak.

Maksud loe?

Iya, datangnya gak pas weekend.

Perfect! No need to queue, for sure.

Begitu tiba, langsung dilayani kasir.

Senang sekali!

Soalnya, sudah lapar tingkat dewa, gaess.

This time, Yasmin dan suami memesan 2 Paket Super Big (lagi) di tambah 1 wings free, reward dari mengisi survei kepuasan.

Aku? Yakiniku dong, so pasti!

That's my goal, kakaaa...

Tagihan lebih dari Rp 25,000; kembali aku mendapatkan kupon survei kepuasan, lagi.

Namun sayang sungguh sayang, saking nefsongnya, pose Kolonel Yakiniku komplit versi aku lupa dibidik. Menjelang suapan akhir, baru aku tersadar, apa mau dikata, barisan sudah bubar. Hahahaha...

So, photo di atas pinjam dari sini

Yang pasti, lantai sekitar tempat cucian tangan menjadi sasaran lirikan. Saat itu bersih dan kering.
Rasa  puas memenuhi sanubari, masukanku diterima dan dieksekusi.

Btw, Saus Yakinikunya sungguh menggoyang lidah. Porsinya juga cukup buat kolon beta.

Terus wingsnya juga kog super garing dan renyah gitu ya. *elusdagu.

Is it because it' s free?

So... magic!

Hmmm... sounds like we will have second round, then.

Hahahaha....

Thank you, KFC!

Ternyata, Memang Bukan Basa-Basi!

Kamu punya pengalaman seperti di atas? Share yuk!




Selasa, 08 Desember 2015

Syarat Rendah Hati


Syarat Rendah Hati
sumber foto https://www.brainyquote.com

Suatu malam...

Menjelang ke peraduan, satu postingan video mampir di beranda.

Tentang rendah hati.

Ternyata menjadi rendah hati bukan seperti yang aku duga selama ini.

Rendah hati harus diuji.

Benar-benar harus teruji.

Menjadi rendah hati harus siap di maki, di hina, diremehkan bahkan dipermalukan.

Pokoknya semua hal-hal yang sama sekali tidak nyaman.

Dan membalas semua dengan tanpa... kemarahan, tapi harus dengan kelembutan.

Bisa?



Senin, 07 Desember 2015

Tips Jitu Cek Kemurnian Kontenmu

Tips Jitu Cek Kemurnian Kontenmu


Tips Jitu Cek Kemurnian Kontenmu. Holaa... jumpa lagi di tips jitu. Hari ini kita ngomong rada serius dikit. Dikit aja kog.

Soal kemurnian cinta.

Salah satu syarat agar Alexa Rank ramping (yang kini juga harus berbayar) adalah memastikan konten artikel kita terjaga keunikan dan kemurniannya. Jika memang terpaksa harus menyadur dari tulisan orang lain, sebaiknya gunakan kata-kata yang berbeda.

Are you ready, gaess?

Berikut tips jitu cek kemurnian konten.

A. Cek kemurnian artikel sebelum tayang

Caranya :

1. Sila mampir di : http://smallseotools.com/plagiarism-checker/

Tips Jitu Cek Kemurnian Kontenmu

2. Sorot semua kata dalam artikel dan masukkan kedalam kolom yang tersedia. Maksimal 1000 kata per satu kali pencarian

3. Klik verify dan dapatkan tampilan seperti ini
Tips Jitu Cek Kemurnian Kontenmu

4. Dialog box ini punya masa validasi, dan jika terlalu lama tidak mencentang, kita akan diminta kembali mencentang, dan melakukan verifikasi dengan menjawab pertanyaan.

5. Selanjutnya klik Check For Plagiarism.

6. Tunggu beberapa saat dan biarkan aplikasi bekerja.

Jika hasilnya 100% Unique Content, maka bisa dipastikan artikel  kita murni, unik dan tidak ada artikel yang sama dengan milik kita itu.

Namun sebaliknya jika ada warna merah dan bukan 100% Unique Content, kita harus mengganti semua kata yang berwarna merah dengan kata baru dengan tidak mengurangi maknanya.

Warna merah yang di tampilkan juga berupa link, jadi kita bisa langung mengklik dan aplikasi ini langsung membawa kita ke tempat darimana ia berasal.

Link-link ini dipastikan.. yaa sekali lagi dipastikan tidak akan pernah lolos dari test plagiarisme mbah Google.

So watch out!

Plagiarisme juga akan menghasilkan page rank yang rendah, dan siap-siap masuk daftar hitam mbah Google dan mesin pencari lainnya.

Jadi, jika page rank dan SERP adalah salah satu tujuanmu, mempublish konten bajakan sungguh sangat tidak sepadan.

Setuju?




Sekarang, siap-siap ya kita mau nikung tajam nih.
B. Cek kemurnian konten setelah tayang
Pastikan artikel yang akan dicek sudah di publish, dan yuk langsung capcus :

1. Mampir di http://www.copyscape.com/

Tips Jitu Cek Kemurnian Kontenmu

2. Masukkan URL yang ingin dicek misalnya ini

Tips Jitu Cek Kemurnian Kontenmu

3. Klik GO

Jika hasilnya seperti ini :

Tips Jitu Cek Kemurnian Kontenmu


Berarti artikel kita murni, coiii. Uhuiii!!

Dan yang pasti sampai belum ada orang yang meniru atau membajak artikel kita.

Selanjutnya, dalam waktu yang bersamaan, kita akan ditawari untuk melakukan hal yang sama untuk URL lain postingan kita.

So, are you dare eksekusi tips jitu cek kemurnian kontenmu ini?



Kamis, 26 November 2015

Bukan Basi Basi

Bukan Basa Basi

Wah... ternyata slogan KFC "Karena Anda Kami Lebih Baik", bukan isapan jempol belaka!
Paling tidak mereka menunjukkan itikad baik menuju kesana.

Jadi gini,

Minggu malam 22 November 2015, sekitar 19:53 WITA, kami sekeluarga memutuskan family time, makan malam di luar. Kali ini giliran Yasmin yang memutuskan lokasi dan restoran pilihan.

KFC!!

Rupanya buah hati kami Yasmin sudah terobsesi dengan menu "Bento Barbeque" yang kalau dilihat dari banner promo di atas meja kasir itu cukup... menjanjikan!

Di sebelahnya ada Yakiniku, yang di mataku jauuuh lebih mengoda, karena ada lembaran selada, seolah-olah memanggil, melambai sambil sesekali mengerling. Aku terpesona, tak ingin berpaling!

Dari balik kaca sudah terlihat jelas antrian mengular. Sesaat aku ingin merubah tujuan. Namun aura sumringah Yasmin kembali bermain di pelupuk mata. Aku tak ingin membuatnya kecewa.

Maka,

Kamipun nekat antri. Sesekali simfoni perut bernyanyi. Menambah nafsu semakin tak terkendali.

Akhirnya, hampir 10 menit giliran kami tiba.

Namun Yakiniki, menurut kasir sudah habis. Aku meringis. Untung pesanan Yasmin terjamin. Aman.

Aku ganti menu seketika. Mataku melirik banner di sebelah kiri. 2 paket Super Big, di mana nasi diganti dengan French Fries.

Mbak kasir tidak menyerah, dia menawarkan paket lainnya (Selanjutnya aku tahu, ternyata ini memang bagian dari strategi marketing KFC, saat mengisi survey nanti, bagian ini tertera disana)

Maaf... aku lupa nama menunya, namun plus puding+Sundaes, itu yang masih aku ingat.

Dasar emak-emak, otak dagangku langsung bekerja. Hmm... "jadinya lebih ekonomis atau mahal, mbak?" aku balas bertanya.

Mbak kasir termangu, sepertinya sedang berpikir dan menghitung.

"Kayaknya sih lebih murah, Bu!"

"Oh, ya"

Aku langsung melirik menu yang ditunjuk, kulirik suami, dan dalam hati kami juga sama-sama... berhitung!"

Hahahaha...

Ternyata, lebih mahal, saudara-saudara!

Kami akhirnya, keukeuh memilih paket pertama.

Mbak kasir menyebut total belanja.

"Silahkan tunggu 10 menit ya Bu!"

"OK, terima kasih!"

Kami berduapun bergabung dengan Yasmin yang sudah check in lokasi meja.

Hari itu KFC, ramai sekali. Hampir semua meja terisi. Dan antrian masih mengular.

Ternyata kami duduk dekat tempat cuci tangan. Aku lirik, lantainya berair dan hitam. Mungkin bekas alas sepatu orang-orang yang lalu lalang. Yang aku takutkan di sekitarku banyak sekali anak-anak yang makan, ada juga yang bermain pedang-pedangan, sambil berloncatan.

Aku berdoa semoga mereka tidak tergelincir dan berharap orang tua mereka bisa mengingatkan agar mereka lebih berhati-hati.

Aku izin sebentar menuju toilet.

Begitu kembali, hidangan sudah tersedia.

Wow, ternyata Bento Barbeque pesanan Yasmin, yummy sekali. Nasinya empuk plus potongan dadu ayam dan sausnya berpadu sempurna. Aku mencoba..... 2 suap. Hahahaha... Kapan-kapan pesan ahhh.

Aku masih terbayang dengan "Yakiniku", pesananku. Warna hijau selada segar itu, kembali mengadu-aduk seleraku.

Ahhh... sudahlah... belum rezeki

Oh, iya syukurlah sampai kami meninggalkan lokasi, insiden yang aku risaukan tak pernah terjadi!

****

Rabu malam, 25 November 2015

Aku menarik laci meja komputer, struk KFC tergeletak di sana.

Aha!!

Ingatanku terbang ke insiden minggu malam.

Saatnya curhat!!

"Kunjungi dan isi survei kepuasan anda dan dapatkan free 1 PC Wing yang disertai dengan pembelian berikutnya di gerai KFC yang sama s/d 06-12-2015, hanya untuk eat in/take away"

Kalimat itu tertera di bagian bawah struk KFC.

Segera aku terbang ke dunia khayangan, berbekal struk aku siap berbagi pengalaman.

Cara mengisi survey ini cukup gampang

1. Kunjungi http://www.kfcku.com/feedback
2. Baca teliti petunjuknya.  Pembelian minimal Rp 25.000 adalah syarat utama pengisian survei online ini.
3. Klik halaman dan selanjutnya kita diminta menjawab berbagai pertanyaan berkaitan dengan pelayanan
4. Survei ini hanya berlaku sampai 31 Desember 2015 

*****

Kamis pagi, 26 November 2015; 08:34

Sebuah nomor telepon masuk dalam daftar panggilan : 0542-734225.

Oooo... siapa dia?

"Dengan ibu Rosanna?"

"Iya, benar"

"Ini, Fachri bu, dari KFC Balikpapan"

"Kami mau mohonmaaf Bu, atas pelayanan kami terhadap ibu"

"Oooo... ini pasti ada kaitannya dengan survey online tadi malam ya?" selidikku dalam hati

Tanpa diminta akupun curhat bagai ke sahabat lama, yang sekian lama tidak berjumpa.

Ucapan maaf bertubi-tubipun aku dapatkan dan komitmen untuk berbuat lebih baik akan segera dilaksanakan.

Pada akhir percakapan kembali aku meminta, berharap bahwa semua ini bukan hanya lip service semata.

Kelak, akan kubuktikan saat kunjungan berikutnya, apakah KFC Balikpapan akan mengeksekusi semua komitmennya.

Bukan basa-basi!

Aiihhh... kayak iklan r***k jadinya.

Tak perlu tunggu lama, tarraaa... reportase selanjutnya sudah tayang di sini.

Senang banget ya, kalau ada produsen yang punya tips membangun kedekatan emosional dengan konsumennya.

Apa kamu punya pengalaman kempen seperti ini?

Yuk, berbagi di kolom komentar, kakaaa...




Minggu, 22 November 2015

Ayo Mencoba Mencipta Sastra Enam Kata Ala Ernest Hemingway


Sastra enam kata
Foto pinjam dari https://dangerousminds.net
Dunia khayangan, di suatu Minggu pagi

Usai menyetrika (lagi-lagi), menjelang waktu membersihkan diri. Daku sempatkan mampir di lapak Mas Hazmi. Entah mengapa aku kagum sama penulis minimalis ini. Jangan tanya kenapa! #galak euiii.

It's all about taste and really subjective, man! No need further explanation, ok. 
At least for this time, I guess. Who knows... 

Can we move on?

I am so sorry, I just changes my mind.

I want to share this in English, it's just pop up in to my mind. Kind a cool, I guess

Back to laptop!

I read his posting slowly, couple times.

Until I got the message

I am so agreed with him in the part when it said that boss sometimes do this stuff,  answered in 6 words actually.

So true.

Then I wrote my comment there "Awesome! We should do this sometimes!" 
While reading and writing, I do calculating many times to make sure it is consists 6 words sensuality.

Did you smell sensuality there? Let me know, please

Or, do you have such as experience as well?

Let share to the world!!



Selasa, 17 November 2015

Tips Ringan dan Jitu Mengetahui Blog Kena Banned!


Tips Ringan dan Jitu Mengetahui Blog Kena Banned

Artikel ini baru di update, 16 Oktober 2018

Holaaa,,, jumpa lagi!

Jadi gini,

Pagi-pagi eike terbang ke khayangan, dapat sedikit nih ole-ole, metik di jalan tadi, di sela-sela awan putih, langsung #nyanyibungaditepijalan #halah

Yuuk, ah capcus ke tekapeh!


1. Cara Mengetahui Blog Kena Banned Google

Gampang banget caranya!

1. Kunjungi http://www.bannedcheck.com/

     Tampilan seperti ini ==>
Tips Ringan dan Jitu Mengetahui Blog Kena Banned

2. Ketik URL blog kita misalnya (annarosanna.com)

3. Klik "Submit"

4. Tarraaaa... hasilnya langsung deh seperti ini

Tips Ringan dan Jitu Mengetahui Blog Kena Banned

Gampangkan, kakaaa....!

Eitss...

Ada satu lagi niii...

Mau tahu apakah blog kita di banned (lagi!!) atau kena penalty google,

Simak berikut ini!

1. Ketik : site:namadomainanda.com di form pencarian google

Contoh : site:annarosanna.com

Tips Ringan dan Jitu Mengetahui Blog Kena Banned

2. Jika tidak ada tampilan, maka positif blog di "banned" google

3. Alhamdullillah blog aku ada di pencarian google dengan hasil, 16 Oktober 2018 ada sekitar 200 hasil tampilan dalam waktu 0.15 detik. 

Hasil ini juga bisa turun atau naik, tergantung performa blog kita di mesin pencari "Google"

Selamat mencoba, sampai jumpa di tips jitu dan ringan-ringan saja, atau kamu mau eksekusi yang satu ini tentang  Tips Jitu Cek Kemurnian Kontenmu 


Kamis, 12 November 2015

Saudia, Sang Pencuri Hati Beta!


Selanjutnya, menuju counter imigrasi. Kembali kami berbaris lagi. Antri lagi. Pemeriksaan lagi. Paspor dan boarding pas harus diperlihatkan.

Kisah yang tak kalah seru sebelumnya yuk bisa disimak di Umroh Bagian Satu dan Umroh via Sri Lanka

Kali ini antrian tak begitu panjang, karena counter tersedia cukup banyak. Dan petugas sungguh cekatan. 

"Sri Lanka Immigration" 396 - 18 Jan 2015 "EMBARKED" begitu tertera di stempel!

Berbondong-bondong kami berbegas menuju ruang tunggu keberangkatan. Degup jantung perlahan mulai beraksi, agaknya adrenalin sudah mengambil kendali. Kami terus berjalan melewati koridor panjang yang cukup luas, sesekali kami berpapasan dengan rombongan besar.

Belakangan saya ketahui koridor ini juga merupakan akses masuk dan keluar dari ruang tunggu plus penumpang yang baru turun dari perut pesawat.

Akhirnya, kami tiba di sebuah counter Saudia, ruangannya cerah, dengan lantai berkarpet dan didominasi jamaah umroh dan hei lihat … kami juga bisa melihat hidung pesawat menyembul dengan bodi yang super ... gembul.




Subhanallah,, besar nian pesawat itu. Benar saja, pesawat haji/umroh ini terdiri dari dua lantai. Kapasitas penumpang kurang lebih hampir 1000 orang dan umumnya di dominasi para tamu Allah.

Pemeriksaan cukup ketat. Awalnya wanita dan pria bercampur berada dalam jalur yang sama, namun begitu mendekati pintu pemeriksaan terakhir kami diminta memisahkan diri. Boarding pas tetap ada di tangan, jaga-jaga kalau nanti ada pemeriksaan. 

Mendekati perut pesawat, keharuan seketika menyelimuti. Nafas panjang saya hembuskan, mencegah airmata menetes di pipi. Tak berhasil. Tetap air menganak di mata, lolos mengalir membasahi pipi hamba. 

Dari tempat berdiri, pemeriksaan di pintu masuk, dapat saya nikmati. Awak pesawat pria dan wanita memeriksa teliti. Angkat tangan kanan dan kiri, sebuah alat pendeteksi di tempelkan mulai dari ujung kaki, bergerak ke sela-sela paha, perut, ketiak, punggung dan atas kepala.

Tas pun tak luput, harus dibuka juga. Usai menikmati itu, saya arahkan pandangan ke perut pesawat. Kini semakin jelas, logo dan kegiatan yang sedang berlangsung. Mobil catering sedang membongkar logistik. Kira-kira menunya apa ya? He he he.

Tibalah giliran saya! Sesaat pramugari cantik melap keringat di wajahnya. Siang ini panas sungguh terik, meski belalai dilengkapi alat pendingin, tak kuasa menyulap ruangan jadi sejuk dan segar. Pas! Tak ada masalah saya masuk. Kembali seorang awak pesawat menyambut sembari meminta nomor tempat duduk.

Terus ibu”, katanya dalam bahasa Indonesia sambil menebar senyum manis, seketika kebanggaan dan keharuan menghinggapi. Bersemayam jauh di lubuk hati!. Senyum tak kalah manis, saya hadiahkan kepadanya.

Percis seperti quote dari  Nelson Mandela 



Tanpa kesulitan, tempat duduk saya temukan. Kali ini saya dan mama terpisah, namun tak begitu jauh.

Benar seperti dugaan saya, penumpang di dominasi jamaah umroh. Terlihat jelas jamaah umroh Indonesia gampang di atur, begitu dapat nomor langsung duduk manis pasang seatbelt. Kontroversi dengan penumpang lain, agaknya mereka dari Srilanka. Hilir mudik, ke sana kemari, sampai-sampai Pak Kapten turun tangan.

Beliau meminta dengan suara tegas agar penumpang segera duduk, karena pesawat akan tinggal landas. Permintaan pertama belum berhasil, kegaduhan masih kental terasa! Beliau kembali mengulang permintaanya, kali ini suaranya sudah jauh dari ramah. Berhasil! Keadaan berangsur tenang.

Kembali suara pengumuman bergema, perlahan pesawat bergerak menuju “runway”, tepat jam 1200 waktu Kolombo.

Perjalanan ke Jeddah akan di tempuh dalam waktu kurang lebih 6 jam. Buku doa segera menemani, sementara di luar mentari masih sangar “unjuk gigi”.

Tak sampai setengah jam, suara roda kereta makanan memecah lamunan. Saatnya makan siang!
Menu nasi putih, kari ayam, puding dan buah sungguh menerbitkan selera! Semua ludes memenuhi perut. Hehehe. Alhamdullillah. Nikmat sekali!

Seperti biasa penyakit kronis setelah makan, ngantuk pun menghinggapi. Tidur-tidur ayam tepatnya. Sesekali saya memperhatikan monitor TV besar yang berisi informasi tentang, sudah berapa lama kami terbang, waktu terkini, jarak yang telah dan akan di tempuh lengkap dengan estimasi waktu tiba.

Kebanyakan jamaah tertidur, untuk menghemat tenaga. Sesuai pesan Pak Ustad Siregar, sesampainya di Jeddah kami akan langsung ke Madinah dengan bis malam. Sama, perjalanan akan di tempuh dalam waktu enam jam juga.

Secara umum perjalanan kami lancar, aman dan terkendali. Mainstream banget yak, kata-katanya. Hahaha...

Cuaca cerah dengan sedikit berawan mendominasi sepanjang perjalanan. Saya selalu tergoda melirik monitor TV yang tepat berada di seberang tempat duduk. Isinya tentang ketinggian pesawat, koordinat dan kadang-kadang lokasi yang sedang dilewati.

Sesekali saya melongok ke luar jendela, lagi-lagi keharuan menjalari seluruh raga. Perjalanan ini sungguh nikmat tak terhingga melebihi dunia dan seisinya.

Mama tertidur pulas, meski terlihat lelah, namun segaris senyum dan aura sukacita, siapa pun pasti bisa merasakannya.

Saya sampai lupa berjalan berkeliling mencari adik, karena kami terpisah lokasi. Saya percaya, dia juga pasti diselimuti rasa syukur bertubi-tubi dengan perjalanan rohani ini.

Hmmm... kira-kira pengalaman apa ya yang menanti kami di Jeddah, Madinah di umroh musim dingin ini?

Til We Meet Again, Nabawi!


Till We Meet Again Nabawi

Hotel di Madinah hanya menyiapkan kamar, untuk makan diserahkan kepada catering yang kebanyakan pengusaha dari Indonesia. Umumnya dari tanah Pasundan.

Jadi kalau jam makan berasa seperti di tanah air deh. Mendengar aksen Sunda para pegawai katering saat melayani jamaah.

Hari pertama kami tidak ke mana-mana, karena fisik masih lemah. 

Biar lebih seru baca kisah sebelumnya di sini ya kakaa....

Usai sarapan kami kembali ke hotel, istirahat sebentar dan lanjut ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW dan Makam Baqi, yang semuanya berada di sekitar Mesjid Nabawi, semata-mata dengan niat agar ingat kehidupan akhirat!

Setelah itu kami kembali ke hotel, acara bebas. Saya & mama istirahat di kamar dan ... tertidur!

Saya bahkan tertidur hingga Zuhur tiba. Karena masih “jetlag”.

Sholat Zuhur dan Ashar saya kerjakan di hotel. Baru Magrib dan Isya saya dan Mama sholat di Nabawi.

Hari kedua di Madinah tanggal 20 Januari, usai sarapan kami ke mesjid Quba dan ke perkebunan kurma.

Di masjid Quba, tak kalah dengan Nabawi, ramai dengan peziarah umroh seperti kami.

Namun secara umum semua lancar terkendali. Budaya antri mendominasi gaya hidup sehari-hari.

Di sinilah hakekat ibadah itu terefleksi.

Benarkah ibadah kita mampu menciptakan akhlak baik diri!

Semua tercermin dari kepribadian dan gaya hidup kita sehari-hari, terutama selama di tanah suci.

Omong-omong, ternyata kurma itu sangat banyak ragamnya yaa.

Hal itu saya ketahui saat berada di perkebunan kurma. Mulai dari harga "rakyat" sampai yang "ningrat!" 

Yang pasti jamaah dapat dispensasi, segala jenis kurma diizinkan dicicipi, HIHIHI. Tentu saja aku tak melepaskan kesempatan langka ini.

Hmmm... nikmat sekali. Mungkin karena gratis, eeeaaa...!

Mama membeli oleh-oleh di sini. Saya mah, cukup jadi pemirsah saja, tahu diri!

Mengharapkan belas kasih  Mama. Alhamdullillah kebagian 1 kilo. Terima kasih ya, Maa...

Menuju perjalanan pulang kami juga berkunjung ke Mina, si kota tenda.

Saya membayangkan lautan manusia dari penjuru dunia, berkumpul di satu tempat untuk satu niat, menjalankan "Sunnah Tarwiyah" yang merupakan rangkaian manasik Haji Rasulah SAW.

Tarwiwah di awali dengan menginap di Mina mulai waktu Zuhur 8 Dzulhijjah sampai subuh 9 Dzulhijjah. Setelah itu jamaah akan bergerak ke Arafah.

Seluas mata memandang hanya ada ribuan kerucut tenda putih. Saat umroh begini, tak seorangpun kami lihat ada di sini.

Kontras pada saat musim Haji, Mina berubah menjadi lautan manusia.

Kembali ke hotel, mumpung masih ada waktu menjelang Zuhur, saya dan Mama berjalan-jalan di sekitar mal dekat hotel.

Mama ingin cari sepatu datar putih. Biar lincah, gitu menurut Mama.

Kami memasuki beberapa toko yang rata-rata penjualnya bisa berbahasa Indonesia. Harganya "ningrat" semua. HAHAHA...

Untunglah ada satu toko yang mampu di jangkau. Harga sepasang sepatu "made in China" Rp 130.000.

Lagi-lagi mama menawarkan satu pasang untukku. Terima kasih Maa, *mmuaachhhh.

Tahukah kamu?

Beberapa toko di Madinah bahkan menerima uang kertas Indonesia pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 lho.

Saat itu, bangga banget aku jadi bagian dari Indonesia!

Kembali ke laptop!

Sesuai rencana, malam ini usai Sholat Isya, kami para jamaah wanita akan melakukan ziarah Raudhah.

Sementara jamaah pria sebelum Ashar. Pak Ustad akan mendampingi mereka.

Khusus jamaah wanita akan ada Ustazah, pegawai Mesjid Nabawi yang ternyata berasal dari Malang, pemirsah!

Beliau dan keluarga sudah 15 tahun menetap di Madinah, tetapi masih menjadi WNI.

Mengapa ziarah Raudah harus direncanakan sebelumnya dan memerlukan bantuan staff mesjid Nabawi?

Karena eh karena ziarah Raudhah tak pernah sepi!

Perlu strategi dan kiat khusus agar bisa sampai di sana namun tetap merasa nyaman saat beribadah.

Nah di sinilah peranan staff Mesjid Nabawi tadi. Mengarahkan jamaah agar tetap merasa nyaman meski berada di sekitar lautan jamaah yang menuju ke satu titik, daerah sekitar 'ziarah Raudhah'

Ziarah Raudhah adalah mengunjungi suatu tempat di dalam Mesjid Nabawi yang letaknya ditandai tiang-tiang putih, berada di antara rumah Nabi (sekarang makam Rasulullah SAW) sampai mimbar. Raudhah adalah tempat yang maqbul untuk berdoa.

Sabda Rasulullah SAW
ما بين بيتي ومنبري روضة من رياض الجنة ومنبرى على حوضى - رواه الشيخان
"Antara rumahku dengan mimbarku adalah Raudhah (taman) di antara taman-taman surga, dan mimbarku di atas telagaku" (HR Bukhari dan Muslim)

Hari ke tiga, 21 Januari, hari terakhir di Madinah!

Usai sholat Subuh seperti biasa kami sarapan dan akan berkumpul mendapat arahan untuk pakaian Ihram.

Acara tanya jawab berlangsung segar dan kocak. Berkali-kali kami tergelak.

Kembali Pak Ustad mengingatkan betapa pentingnya memakai lotion dan minum air putih.

Agar air putih terserap tubuh tanpa harus buang air melulu, ternyata ada triknya!

Minumlah air sedikit demi sedikit, namun rutin. Insya Allah cairan terserap tubuh dan akan dilepaskan melalui keringat.

Diputuskan setelah Zuhur kami segera menuju Mekkah Al Mukaromah.

Selamat tinggal Nabawi, semoga kita berjumpa lagi!

Aamiin...




Kamis, 29 Oktober 2015

5 Tekad Untuk Mengeksplorasi Kekuatan Diri

5 Tekad Untuk Mengeksplorasi Kekuatan Diri
5 Tekad Untuk Mengeksplorasi Diri

"Semakin bulat tekad kita, semakin besar yang kita dapatkan!"
~Vickie L. Milazzo

Fiuh! Sepenggal kalimat motivasi ini begitu ampuh!

Lumer deh segala keangkuhanku. Tak berbekas! 

Tak ada lagi istilah menunda. Harus kerjakan sekarang, saat ini juga. Karena, sekali lagi, ide makhluk gaib, datang tak diundang, pulang tak diantar.

Membaca buku "Inside Every Woman" karangan Vickie L. Milazzo di suatu pagi, meninggalkan kesan begitu dalam. Saking dalamnya, tak sebuah alat ukurpun mampu menaksirnya. #begh!

Gairah adalah Energi

Pernahkah membayangkan seperti apa hidup jika disetiap detiknya dihiasi, dipenuhi dan diberkahi dengan kegembiraan?

Bayangkanlah!

Kesehatan, kehidupan pribadi, karier, jiwa dan keuangan, semuanya sempurna!

Setiap hari dilalui dengan energi dan semangat, tidak perduli apapun yang nanti akan dihadapi.

Adakah yang lebih sempurna dari itu?

Kabar gembiranya, semua itu bisa kita wujudkan!

Aku mengutip dari buku di atas, dan sepertinya 5 tekad ini, Insya Allah bisa kita lakukan, terutama bagi wanita seperti aku, kamu,, iya... kamu!

Karena siapa tahu dengan berbagi kita bisa menginspirasi.

Tekad Pertama : Aku hanya akan menjalani hidup dan pekerjaan yang aku sukai!
Saat kita melakukan sesuatu yang kita sukai pasti akan ada gairah

Kitapun menjadi bersemangat. Gairah adalah energi
Gairah mampu menutupi semua kekurangan fisik, emosi dan intelektual 
Luar biasa! 

Saat bangun pagi, rasakanlah semangat dan gairah yang menjalar ke seluruh tubuh.

Pernah merasakannya?

Begitu menggebu-gebu.

Percayalah, hidup dan karier yang kita jalani dengan segenap hati dan jiwa, maka pasti kita akan merasakan kegembiraan yang luar biasa. 

Buktikan!
Tekad Kedua : Aku lakukan segera atau mundur saat itu juga!
Bukan sesuatu yang salah untuk mengakui bahwa kita tidak cocok dengan sesuatu dan memilih mundur. 

Tapi jika ingin merubah karier dan hidup, harus melakukannya dengan segera atau mundur saat itu juga. 

Jangan biarkan mimpi menggantung hanya karena tidak punya waktu, keberanian atau semangat untuk meraihnya. 

Lakukan atau lupakan!

Jangan menunggu saat yang tepat! Karena itu tidak ada dan tidak akan pernah datang. 

Temukan mimpi, raih dan pertahankan dengan sekuat tenaga!
Tekad Ketiga: Aku akan maju selangkah setiap hari menuju masa depan yang aku inginkan!
Memiliki mimpi dan ambisi adalah hal bagus, tapi, tanpa tindakan, hal itu tidak lebih hanya menjadi halusinasi. Akan cepat menguap dan buyar, seperti awan.

Seperti kata pepatah, jika ingin menggapai sesuatu yang besar, kita harus melakukannya secara bertahap. Satu tindakan setiap hari. 

Memang adakalanya kita diliputi semangat yang sangat besar, namun di lain hari kita bahkan harus memaksakan diri untuk terus maju. 

Semua perlu proses! 

Yang terpenting kita telah melakukan sesuatu.

Ayo buat terobosan besar dalam karir dan kehidupan. 

Siapapun bisa melakukan. Berani mengambil tindakan yang dibutuhkan untuk mewujudkan impian. 

Ide memang penting, tetapi bertindak, jauh lebih penting!
Tekad Keempat : Aku akan terus belajar seumur hidup!
Tahukah kamu?

Atlit dan seniman besar berlatih setiap hari. Bahkan setelah mereka sukses, terus berlatih dan belajar, seumur hidup.

Ketekunan melahirkan kesuksesan!

Terus belajar seumur hidup berarti berlatih menjadi sukses. Yang terlihat susah hari ini menjadi mudah di esok hari - dengan latihan.

Pelajari dan bahas berbagai strategi. 

Bisa sukses dalam karir dan hidup tanpa belajar adalah mitos belaka, sekalipun sejak lahir telah dianugerahi naluri bisnis.

Belajar setiap hari bisa didapatkan dari siapa dan kapan saja. 

Selalu ada saja pelajaran yang bisa dipetik.

Ada 2 cara belajar!

1. Cara rumit

Melalui percobaan dan kegagalan, memuat banyak kesalahan. Semua orang pasti pernah mengalami. Ini cara belajar lambat dan... mahal

2. Cara mudah

Melalui pengalaman orang lain yang berhasil mengatasi masalah dan menemukan solusi.

Carilah mentor!

Bisa siapa saja. Anggota keluarga, teman kolega bahkan buku, CD dan internet.
Tekad Kelima : Aku percaya sebagai wanita, aku bisa lakukan apa saja!
Tumbuh dalam lingkungan yang memiliki doktrin bahwa "aku wanita dan aku bisa melakukan apa saja" banyak memberi keuntungan. Mendapat kepercayaan diri lebih tinggi!

Jadi, luangkan waktu berkumpul dengan wanita-wanita perkasa ini, dan lihatlah kita akan mampu melakukan hal-hal yang tidak mungkin.  
Menghabiskan waktu berkumpul dengan para wanita yang memiliki kreativitas, kekuatan dan kesuksesan, maka kita akan tertular dengan energi dan ide-ide mereka. 
Fantastik!

Cerita, pengalaman, impian, visi, ketakutan bahkan tekad para wanita membentuk suatu ikatan kuat, yang melahirkan perasaan bahwa kita tidak sendiri, dan bisa saling menginspirasi.

Bahkan menurut penilitian, ikatan antara para wanita dapat membantu menghilangkan stress, bermanfaat bagi kesehatan, dan memperpanjang umur. #makjleb!

Ingatlah, tekad yang kita buat!

Ayo temukan 5 tekad ini agar mampu mengeksplorasi kekuatan diri secara optimal milikmu, sekarang juga!




Kamis, 15 Oktober 2015

5 Bahaya Buruk Sangka

Betapa Berbahayanya Buruk Sangka

5 Bahaya Buruk SangkaAku tuh paling sukaaa banget sama film romantis ala-ala kerajaan gitu. Apalagi kalau pakai akses British. Laaaf banget! Dengan setting gaun, suasana alam dan aksennya. Klepek-klepek deh pokoknya! Hitung-hitung sekalian belajar agar kemampuan bahasa Inggris meningkat.

Nah, dari semua film yang aku suka, biasanya sih kebanyakan diadaptasi dari novel best selller, adalah film Pride & Prejudice menduduki ranking utama. Menyusul buah karya novelist best seller Nicholas Sparks, yang biasanya berakhir tragis, hiiks.

Khusus film edisi tahun 2005 yang diperankan oleh Keira Knightley dan Matthew Macfadyen ini mungkin hampir puluhan kali aku tonton. Aku suka banget dengan adegan dan alur ceritanya.

Sungguh!

Momen Favorit Pride & Prejudice

Saat pertemuan pertama kali Darcy menatap sekilas dan terpesona pada kecantikan khas gadis desa saat pesta dansa, merasakan sesuatu menancap dalam hatinya.

Pertemuan kedua dan berdansa untuk pertama kali. Elizabeth mengenakan gaun dansa yang menonjolkan kecantikan yang sungguh mencuri hati. Mereka juga bertukar pikiran diiringi alunan simfoni meski berakhir canggung dan meninggalkan kesan menjengkelkan.

Dan... mencapai puncak saat Darcy menyatakan cinta ke Elizabeth dengan terbata-bata di tengah derasnya hujan, dan debat yang memerihkan hati, ditingkahi gelegar petir membahana, menambah kalut suasana.

Untuk adegan terakhir ini, aku bahkan sering menonton cuplikannya berkali-kali di potongan klip video gratis di internet, tanpa pernah merasa bosan. Ahhh...

Ada juga beberapa kesempatan pertemuan keduanya yang sengaja maupun tidak sengaja. Tatatan sarat cinta Darcy terhadap Elizabeth, sosok memesona, gadis yang bukan hanya cantik namun juga cerdas, begitu nyata terekam dan divisualisasikan.

Betapa indahnya aura cinta!

ketahui 5 bahaya buruk sangka

Aku seperti ikut terjerat asmara mereka.

Haiisss...

ketahui 5 bahaya buruk sangka

Kesan-Kesan Usai Menonton

Karakter kedua tokoh utama dibangun secara perlahan-lahan, tanpa paksaan.

Penonton di ajak mengikuti perkembangan perasaan masing-masing dari kedua sisi tokoh utama. Seperti ada pembenaran mengapa mereka bersikap demikian. 

Perlahan namun pasti penonton digiring menyusuri misteri lorong hati kedua insan yang ternyata saling mengagumi dan mencintai seiring bergulirnya hari demi hari.

5 bahaya buruk sangka

Ada banyak pesan tersirat dari film ini yang bisa aku tangkap!

Yang paling menonjol adalah bahwa rasa benci bisa berubah pelan-pelan menjadi cinta. Makanya hati-hati menebar benci, sebab bisa-bisa menjadi benar-benar cinta. C-A-T-A-T!

Yang paling jelas adalah sesuai banget dengan judul filmnya. Sifat sombong, berburuk sangka, menilai orang hanya dari tampilan luar saja serta bergunjing sungguh membawa petaka! 

Belum tentu orang yang kita nilai sombong dan angkuh memiliki akhlak buruk (namun bukan juga pembenaran agar memelihari sifat sombong ya), atau sebaliknya orang yang kelihatan bak malaikat, belum tentu tidak punya niat jahat. 

Kadang-kadang orang bersifat sombong dan acuh  mungkin karena dia pernah dikecewakan atau sedang berusaha membangun dinding agar tak ingin dikecewakan lagi - melindungi diri! Karena ada sebagian orang yang suka memanfaatkan perasaan bahkan kebaikan orang lain.

Dan di atas segalanya, kita tidak boleh menilai orang ketika baru pertama kali mengenalnya!
"do not judge the book by it's cover"

Ayo, siapa yang sama seperti aku, the romanticism lover?

Bahaya Buruk Sangka

Dari film di atas dapat aku membuat catatan sekaligus untuk mengingatkan diriku sendiri agar menghindari sifat buruk sangka yang memiliki beberapa bahaya seperti di bawah ini:
    1. Jiwa dan pikiran terganggu
    •  Saat pikiran di kuasai buruk sangka yang ada hanya mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang lain. Jiwa dan pikiran dipenuhi hal-hal negatif, akibatnya jiwa dan pikiran menjadi tidak tenang, terganggu.
     2. Mengakibatkan stroke
    • Hal ini sangat jelas! Pikiran yang selalu dikelilingi pikiran negatif bisa merusak pembuluh darah yang berujung kepada stroke. Hiii... seram yaaa 
    3. Merusak Hidup
    • Pikiran kita yang luas tanpa batas mampu memikirkan hal-hal yang belum tentu akan terjadi. Untuk itu berhati-hatilah, karena buruk sangka menguras habis energi otak kita, sampai-sampai kita tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal positif lainnya. Alangkah bahayanya!
    4. Tidak Produktif
    • Yang pasti saat buruk sangka, pasti pikiran kita akan dipenuhi dengan hal-hal negatif, dan tidak ada ruang untuk hal positif. Dan akhirnya... selamat tinggal, produktifitas!
    5. Susah Bahagia
    • Bagaimana mungkin bisa bahagia, bila segala sesuatunya diolah dengan buruk sangka. Meski saat seseorang yang sangat menginginkan kita bahagia, kita masih juga berburung sangka. Semuanya diukur dengan buruk sangka. Yang pasti kita akan jauh sekali dari rasa syukur, terberkati dan bahagia.
    Jadi gimana nih, setelah tahu 5 bahaya berburuk sangka, masih getol berburuk sangka?


    Senin, 12 Oktober 2015

    Cerita Di Balik Kemenangan


    Cerita Di Balik Kemenangan. Saat melihat postingan lomba ini hatiku sejujurnya agak ragu. Mengingat anak dan suami tidak selalu antusias untuk mengikuti kontes foto dan testimoni, karena jarang (tapi pernah sih hahaha..) bisa mencuri hati para juri. Tetapi... masak harus kalah sebelum berperang. Bah.. tak ada itu dalam kamusku!

    "Better to fight for something than live for nothing!"

    Jadi, aku menunggu momen pas agar mereka berpose dengan ikhlas, so hasilnyapun maks, maksimal maksudnya (biar diksinya keren gitu lho, jadi agak dipaksain hi hi hi..)

    Aha!!

    Suatu hari anakku, Yasmin ingin refreshing, ngajak ke mall, cing!

    Nah, tibalah saatnya, aku menancapkan taring!

    "jadi nih ke mall?" aku pura-pura jual mahal

    "iya dong, Bun"

    So.. may I ask your favor, dear?

    "How?"

    Well.. akupun lalu cerita panjang lebar.

    Hadiah utamanya gak tanggung-tanggung man, iPhone6, man.

    So, dari rumah aku sudah kasih bocoran tema yang akan kami usung. Sporty dan stylish!

    Karena saat masih dalam suasana kemerdekaan, dress codenya, *cieeee... aku pilih merah putih.

    Kamera digital dan tongsis semua aku benamkan kedalam tas. Siap menunaikan tugas.

    Hari itu Sabtu, agar tak mubazir, sebelum berangkat kami menghubungi salah seorang staff Toyota yang biasa kami hubungi saat membeli Avanza perdana yang aku ceritakan disini.

    Iya dong, aku tak mau semua usaha kami bakal sia-sia, ternyata showroom tak tersedia alias libur, saudara-saudara.

    Doa kami dikabulkan, siap mengeksekusi gagasan. Dan... staff di sanapun sudah familiar dengan kontes ini, bahkan kami disuguhi flyer asli.

    Makjang! Grand New Veloz, sungguh mobil untuk keluarga stylish!

    Lebih berkarakter, lebih sporty dan lebih stylish, bukan sekadar isapan! Exterior dan interior semuanya mengalami pembaruan menakjubkan. Desain kabin lebih elegan, ruang kabin lebih senyap dan kursi lebih nyaman, fitur entertainment terdepan serta performa mesin yang semakin tangguh dan irit. Dompet aman, man!

    Yang buat aku lebih jatuh hati lagi, fitur keselamatannya yang lebih nyaman dan lebih mumpuni. Mulai dari fasilitas mencegah cidera fatal saat terjadi benturan keras, proteksi optimal untuk mengontrol kendaraan saat pengereman mendadak, perlindungan penuh untuk penumpang tengah, perlindungan dari samping buat penumpang dan pengemudi sampai fitur keselamatan standard internasional untuk keamanan optimal tempat duduk anak.



    Saat suami ngobrol dengan staff marketing, aku dan Yasmin start to hunting. Siap akting. Posisi dan ekspresi segera kami latih, aje gile! Segitunya yaak! Yaeyyaalah, iPhone6, man, iPhone6!

    Nah ini dia beberapa hasilnya.



    Dan yang terpilih mewakili lomba, foto yang ini!


    Lomba ini masih baru dan kami ikutan di periode satu, dengan masa lomba dua minggu.
    Luar biasa! Saat aku posting di facebook, tak lama aku mendapat beberapa like dan komentar yang lumayan gaduh. Meski tidak mempengaruhi penilaian, rasa sukacita tak bisa kutahan. Ya Allah,, semoga para juri berkenan. Begitu juga saat aku berkicau di twitter, beberapa retweetpun berkelebatan. Bahkan ada beberapa teman jadi tahu dan ikutan.
    See, I told you, berbagi itu menginspirasi, man!

    Beberapa kali aku memeriksa galeri. Saingan foto ciamik bin unik semakin bertubi-tubi. Karena lomba ini untuk umum, semua boleh urun. Dari yang amatir hingga professional, dari kamera "rakyat" hingga "ningrat". Semua mendapat perlakuan sama, kakaa.... Jadi bisa dibayangkan aku semakin gundah-gulana, apalagi dengan pose yang meski menurutku sudah luar biasa, tapi... yaaa itu tadi, gusar tetap melanda.

    Well, I have to move on!

    3 minggu berlalu.

    Aku mendapat "missed call" diikuti sms usai mandi di suatu pagi. Intinya ingin mengkonfirmasi data. Deg... adrenalin merayap perlahan, denyut jantung mendadak tak karuan. Menurut histori pengalaman, jika ada konfirmasi, biasanya diikuti harapan. Boleh dong, mengharap. Hehehe.

    Betul! Tak berapa lama Putri, si mbak dengan suara bak seorang puteri, empuk, berasa dipukpuk, minta konfirmasi seluruh data bahkan NPWP. Saat kukejar dengan pertanyaan, si mbak dengan diplomatis memberikan jawaban, "ditunggu saja ya bu". Hahaha. Tapi, tetap aku tak kehilangan akal.

    "Tolonglah, mbak, dapat bocoran, biar bocor halus juga gak papa, aku merayu tak kalah seru!"
    "Tolong jangan di PHP-in ya mbak" tambahku lagi, kali ini dengan memelas perih.
    "ha..ha..ha.." si mbak tertawa renyah. Bahkan teramat renyah, menurut laporan gendang telinga

    Akhirnya, si mbak menyerah, coiii...

    "Selamat ya ibu, ibu dipastikan sudah jadi pemenang. cuma saya kurang paham, pemenang keberapa" Untuk jelasnya nanti cek langsung di web kami ya, bu

    Akhirnya konfirmasi aku dapatkan, adrenalinku semakin liar tak terkendalikan. Masih memegang Hp, aku sujud syukur dengan tangan gemetaran. Aku sudah tak perduli lagi tentang hadiah, yang penting aku sudah jadi pemenang. Terbayang nanti ekspresi anak dan suami. Apalagi saat kusampaikan kabar baik ini.

    So, percis jiplak aksi si mbak tadi, aku juga menyampaikan ini masih fifty-fifty.

    But still, we all are very exciting!

    Hampir dua minggu berlalu. Still nothing happen. Until...

    Satu mention di facebook nongol di notifikasi. Segera aku klik!

    Tarra.....

    Ada namaku di daftar pemenang dengan hadiah ipod touch 64GB!


    Alhamdullillah. Barokallah. Kembali aku bersujud syukur penuh sukacita!

    It even getting better and better, after I read it, tak berapa lama Yasmin dan suamiku tiba di rumah. Kamipun larut dalam eforia.

    So, semakin semangat menulis dan menulis.

    Kebahagian seperti ini tak terlukis.

    Terimakasih, Grand New Veloz!

    Untuk cerita di balik kemenangan yang lain bisa baca di sini dan di sana







    Jumat, 09 Oktober 2015

    Grand New Veloz Lebih Stylish Lebih

    Grand New Veloz Lebih Stylish. "Begh, mantap nih Bu Iqbal keren euui, gonta-ganti mobil melulu!"

    Salah seorang tetangga melepas dahaga keingintahuannya di suatu sore saat arisan dasa wisma di kompleks perumahanku. 
    Alhamdullillah Bu,, balasku tak kalah manis dan ekpressi seru, buat si ibu semakin mengharu biru. Ha ha ha...

    Gonta-ganti mobil? Bukan karena gaya dan kelebihan uang lho. Justru ini salah satu kiat untuk menutupi kebutuhan hidup yang semakin bengkak.

    Lha kog bisa? Mau tahu? Atau mau tahu banget? 

    Jadi gini,

    Setelah mengundurkan diri dari kantor, aku dan suami memutuskan menggunakan dana hasil pengembangan saldo JHT untuk memulai usaha penyewaan mobil. MPV terbaik Indonesia Toyota New Avanza menjadi pilihan kami.

    Mengapa?

    Selain mesinnya yang irit dan bertenaga, harga spare partnya bersaing dan mudah didapat, layanan purna jual yang optimal dan... tarrraaa harga jual kembali yang relatif stabil dan normal. Maklumlah suami mantan sales, bawaannya mau jualan melulu, gaess. Kalau ada untung sedikit, kenapa tidak! Hemm... benar juga ya #ketokpitak

    Karena meski tidak lagi jadi karyawan, the show must go on, kawan! Biar bisa selalu happy seperti di foto ini #uhuk

    Grand New Veloz, Lebih Stylish, Lebih Berkarakter, Terbukti!

    Januri 2009, New Avanza seri G berwarna silver menjadi mobil pertama menorehkan nama suami di STNK, sebelumnya kami hanya mampu membeli mobil bekas. Jadi... rada gimana gituu...

    Melalui jaringan yang sudah terlebih dahulu dibangun suami saat menjadi karyawan sales perusahaan automotif grup Astra, dan keluwesan doi bergaul, usaha mendapatkan pelanggan tidak terlalu sulit.

    Sedikit-demi sedikit kami lalu memiliki beberapa pelanggan tetap dan kambuhan. Kadang-kadang mereka menyewa lepas kunci namun banyak juga yang minta dilayani. Dalam hal ini suamiku turun tangan lho dan siap di balik kemudi #sunjauhabang

    Dengan pengalaman hampir lebih 15 tahun dan mendapat pelatihan HRD di beberapa perusahaan, aku juga kerap berbagi informasi dengan suami bagaimana kiat-kiat agar pelanggan semakin jatuh hati dan takkan pindah ke lain hati, karena "Sharing is Caring", bukan? 

    Sayang aku tak memiliki dokumentasi foto full bodi Avanza, hanya sebagian kabin. Tak apa-apalah yaa. #obatrindu

    Toyota New Avanza Interior

    Kebanyakan para pelanggan jatuh hati pada si jago irit ini, meski ada juga yang mengeluh biasanya saat di tikungan mobil sedikit limbung apalagi saat penumpang penuh. Secara statistik pelanggan lebih banyak tetap setia dan kembali menyewa Avanza.

    Dan aku percaya pasti Toyota akan terus menerus melakukan inovasi melakukan terobosan di sana sini demi kepuasan pelanggan, sesuai dengan komitmennya yang fenomenal Moving Forward. Tentang perbaikan berkelanjutan, yang dapat dirasakan dari hari ke hari bahkan untuk di setiap aspek kehidupan. Jadi ketika kita menatap masa depan,  hanya ada satu cara untuk kita bergerak kedepan!

    Tepat 4 Juni 2011, saat hari ulangtahunku, kami membeli unit kedua Toyota All New Avanza, sang generasi kedua dengan perubahan model secara keseluruhan. Masih berwarna silver, favorit kami sekeluarga.

    Namun kali ini kami sedikit kecewa, karena aki sedikit bermasalah. Baru beberapa bulan (lupa tepatnya berapa) pemakaian, starter tidak berfungsi. Hal ini sebelumnya tak pernah kami alami, jadi agak sedikit syok, gitu lho. Kami membawanya ke bengkel Toyota dan... mendapat aki baru percuma, karena masih garansi, saudara-saudara. Senangnya beli Toyota Avanza!

    Masa ekonomi sulit, Juni 2014 Avanza pertama siap di lego. Meski dengan aneka tipikal pengemudi (maklum mobil sewaan) namun dengan perawatan berkala dan teratur Avanza kami tetap tangguh dan harga jual kembali tetap stabil, terbukti!

    Dananya di tabung, jadi hanya satu Avanza yang beroperasi.

    Sama seperti unit yang pertama, unit kedua juga bertahan hingga 3 tahun sesuai masa kredit yang kami ambil, kembali terjual dengan harga bersaing.

    Karena bisnis ini sewa menyewa, saat nganggur, Avanza juga kami pakai untuk acara keluarga seperti ke undangan, belanja kebutuhan sehari-hari, melancong bahkan untuk kebutuhan kontes fanspage Toyota, and guess what ... kamipun pernah memenangkan voucher belanja. Terima kasih ya Avanza #kecupvoucher

    Toyota New Avanza Eksterior

    Kompak dengan suami kadang-kala kami berdoa agar, tidak setiap hari Avanza disewa apalagi sampai di bawa ke luar kota (aneh, tapi nyata!) agar kami tetap bisa merawat dan memeliharanya, dan bisa jalan-jalan tentunya (yang terakhir ini jelas doa hamba). Dasar emak-emak maunya travelling melulu. 

    September 2014, kami sudah kesengsem sama Toyota All New Avanza, model terbaru. Kali ini kami sepakat memilih warna putih, dan kami membelinya langsung dari Jakarta melalui bantuan seorang teman. Wah,, lumayan juga tuh beda harganya dengan di daerah kami, Balikpapan. Bisa beli 3 unit sepeda motor. Alamak!

    Toyota All New Avanza Eksterior

    Avanza ini sudah seperti anggota keluarga. Tepat setahun lalu menjadi saksi betapa impian akhirnya lintas Sumatera dengan Avanza menjadi kenyataan. Dan saat liburan lebaran lalu menjajal Derawan, Kakaban dan Sangalaki!

    Aku membayangkan suatu hari nanti, jika diizinkan ingin kembali berbagi kebahagiaan dengan keluarga Indonesia, mengalami sensasi touring lintas Sumatera.

    Tapi kali ini dengan Grand New Veloz, yang telah mengalami pembaruan yang menakjubkan baik eksterior maupun interior, fitur keselamatan yang lebih terjamin dan lebih aman seperti fasilitas Airbag untuk pengemudi dan penumpang depan serta performa mesin yang lebih tangguh dan irit (poin ini nih yang paling menggigit!). Perjalanan panjang, kakaa... Dompet kudu ketat! #ting!

    Grand New Veloz yang lebih stylish memang mobil untuk keluarga stylish seperti kami #kibasponi #benerinkrahbaju, yang bukan hanya mengandalkan fitur, namun juga lifestyle. Tampil lebih berkarakter, lebih sporty, dan lebih stylish, of course, pasti Veloz jadi pusat perhatian sepanjang perjalanan. Bayangkan man, sepanjang perjalanan dari Jawa, Sumatera dan kelak di Kalimantan.

    Semoga...!

    Toyota Grand New Veloz Eksterior