Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 November 2025

Gak Mau Kantong Bolong? Begini Cara Pertama Kali ke Jepang Hemat dan Seru!

Gak Mau Kantong Bolong? Begini Cara Pertama Kali ke Jepang Hemat dan Seru!

Negeri sakura bukan cuma untuk orang kaya — ini cerita aku, yang merogoh kocek seminim mungkin tapi tetap dapet pengalaman tak terlupakan!”

1. Tentukan Waktu & Budget Sebelum Terbang

Kalau kamu ingin ke Jepang dengan budget terbatas, hindari musim puncak seperti sakura (Maret–April) dan musim gugur (Oktober). Pilih musim panas atau awal tahun — harga tiket bisa lebih murah hingga 40%!.

trik perjalanan hemat seru pertama ke Jepang

Lha, kamu sendiri berangkat bulan Oktober, Ann?

Jadi gini,

Sehubungan putri kami Yasmin diminta mulai bekerja secepatnya setelah ada kepastian CoE (Certificate of Eligibility) dari perusahaan sponsornya di minggu pertama September, aku memutuskan langsung secepatnya mulai berburu tiket promo dan mendapatkan harga terbaik di minggu terakhir September untuk berangkat minggu terakhir Oktober 2025.  Jadi, kurang lebih sebulan ya, "ngintip"nya via browser incognito. Hihihi.

Btw, CoE bukan visa ya guys, tetapi merupakan syarat penting untuk mengajukan visa jangka panjang (lebih dari 90 hari) karena berfungsi sebagai "lampu hijau" dari pihak imigrasi Jepang.

Jadi proses pengajuan CoE dilakukan oleh sponsor, bisa perusahaan, sekolah atau anggota keluarga di Jepang. CoE akan dikirimkan kepada kamu untuk digunakan saat mengajukan visa di Kedutaan Besar Jepang/Konsulat Jenderal sesuai dengan wilayah yurisdiksi KTP.

Berhubung Yasmin pemegang KTP, Kalimantan Timur maka pengajuan dilakukan di Japan Visa Application Centre (JVAC), Graha Bukopin Lantai 12, Surabaya

Balik lagi ke soal tiket promo, menurut aku, sering-sering aja berselancar ke situs airline atau OTA favoritmu ya.

Tips mencari tiket murah ke Jepang
Tiket ke Tokyo bisa jauh lebih murah jika kamu fleksibel soal tanggal.

2. Itinerary “Smart & Ringkas” Supaya Nggak Lelah di Jalan

Kesalahan klasik traveler pertama? Terlalu ambisius. Aku dulu pengen banget ke Tokyo, Kyoto, Osaka, dan Nara — dalam satu minggu! Hasilnya? Waktu habis di kereta, tenaga habis di jalan.

Pelajaran penting: lebih sedikit kota, lebih dalam pengalaman! 

Kalau kamu cuma punya waktu seminggu, fokus aja ke satu area — misalnya Tokyo dan sekitarnya (Yokohama, Hakone, Kamakura) atau Kyoto–Osaka.

Selain lebih hemat transportasi, kamu juga bisa menikmati suasana lokal tanpa terburu-buru.

Pemandangan malam Tokyo
Nikmati satu kota seutuhnya daripada berpindah-pindah tanpa sempat menikmati.

3. Transportasi: JR Pass vs Kartu IC

Begitu sampai Jepang, kamu akan langsung disambut dengan peta transportasi yang rumit — tapi jangan panik. Ada dua pilihan utama: JR Pass dan Kartu IC (Suica/Pasmo).

Kalau kamu hanya berkeliling di satu kota seperti Tokyo, JR Pass nggak wajib. Cukup pakai Suica atau Pasmo yang bisa di-top up di mesin otomatis. Tapi kalau kamu ingin keliling antar kota (Tokyo–Kyoto–Osaka), JR Pass bisa jadi pilihan hemat.

Gunakan aplikasi seperti Google Maps Offline untuk menghitung rute termurah.

Kartu JR Pass dan Suica
Kartu IC Jepang, seperti Suica, praktis untuk transportasi dalam kota.

4. Pilih Penginapan Strategis: Dekat Stasiun, Dekat Hati

Kebetulan tempat tinggal Yasmin dekat stasiun, jadi tips ke 4 ini memang fix terbukti. Apalagi saat berjalan kaki di seputaran perumahan di Seya-ku, Yokohama, rasanya sangat menyenangkan. 

Untuk pemula, pilihlah area yang terkoneksi langsung ke JR Line atau subway utama. Hindari lokasi terpencil meski terlihat murah, karena ongkos transportasi harian bisa malah lebih mahal.

Baca review penginapan di OTA favoritmu dan lihat foto nyata dari tamu sebelumnya. Kadang foto promo bisa menipu!

Guesthouse dekat stasiun Shinjuku
Penginapan kecil di dekat stasiun bisa jadi penyelamat waktu dan tenaga.

5. Kuliner Hemat Tapi Tetap Nikmat

Jujur aja, aku dulu berpikir makan di Jepang pasti mahal. Tapi ternyata, banyak makanan lezat dengan harga bersahabat. Konbini (minimarket seperti 7-Eleven, FamilyMart, Lawson) adalah surga bagi traveler hemat.

Kamu bisa dapat onigiri (nasi isi) mulai dari 120 yen, ramen instan fresh seharga 400 yen, bahkan bento lengkap di bawah 500 yen!

Tentu saja, sesekali boleh dong makan di restoran lokal untuk pengalaman kuliner khas. Tapi sisanya? Hemat nggak harus lapar!

Makanan hemat di minimarket Jepang
Makanan di konbini Jepang enak, terjangkau, dan praktis buat traveler.

6. Aktivitas Gratis yang Tetap Bikin Kagum

Jepang punya banyak kegiatan menarik tanpa harus keluar biaya besar. Beberapa favorit aku:

Kuncinya: nikmati suasana lokal. Duduk di taman sambil minum kopi kaleng dari vending machine pun bisa jadi momen damai yang kamu ingat selamanya.

Taman Ueno Tokyo di musim sakura
Menikmati sakura di taman umum—gratis tapi berkesan!

7. Persiapan Sebelum Berangkat: Fisik, Bahasa, dan Etika

Kalau ini perjalanan pertamamu ke Jepang, ada tiga hal penting yang perlu disiapkan: fisik, bahasa, dan etika.

Siapkan Fisik

Jalan kaki di Jepang bisa mencapai 15.000 langkah per hari! Pastikan kamu latihan ringan beberapa minggu sebelum berangkat.

Pelajari Frasa Dasar Jepang

Kata seperti “sumimasen” (permisi), “arigatou gozaimasu” (terima kasih), dan “ikura desu ka?” (berapa harganya?) bisa membuat interaksi jadi lebih menyenangkan.

Pahami Etika Lokal

Jangan bicara keras di transportasi umum, buang sampah di tempatnya, dan jangan makan sambil berjalan. Hal-hal kecil ini bikin kamu lebih dihargai sebagai wisatawan.

Etika dasar wisatawan di Jepang
Etika sederhana bisa bikin pengalamanmu di Jepang lebih menyenangkan.

8. Checklist & Tips Dompet Aman

  • Paspor & visa (jika diperlukan)
  • Asuransi perjalanan
  • Kartu debit/kredit bebas biaya internasional
  • Adaptor colokan Jepang (tipe A)
  • Uang tunai dalam yen (mesin ATM tidak semua menerima kartu asing)
  • Salinan digital semua dokumen penting

Selalu siapkan budget darurat sekitar 10% dari total perjalanan. Percayalah, ini bisa menyelamatkan kamu kalau ada hal tak terduga seperti kereta berhenti malam hari atau koper rusak.

Checklist lengkap sebelum liburan ke Jepang
Checklist simpel tapi penting sebelum berangkat ke Jepang.

9. Kesimpulan: Jepang Pertama yang Tak Terlupakan

Perjalanan pertama bersama keluargaku ke Jepang ini bukan liburan mewah. Tapi di setiap langkah — dari menikmati jalan pagi di Seya-ku , menyusuri jalan Uehara di Tokyo, sampai menikmati beras organik, telur, susu, keju, roti di dapur rumah  — aku merasa kaya pengalaman.

Dan yang paling aku syukuri? Aku membuktikan bahwa liburan ke Jepang bisa hemat, efektif, dan tetap penuh cerita indah.

Kalau kamu sedang menunda karena takut mahal, percayalah: yang mahal itu bukan tiketnya, tapi rasa penasaran yang tak pernah kamu wujudkan.

Jadi, kapan kamu berangkat?

Baca juga: Pengalaman Ramadan di Negeri Sakura

Baca juga: Osaka Castle Istana di dalam Taman

#TravelStory #JapanBudgetTrip #MimpiKeJepang #Storyof AnnaRosanna

Sabtu, 20 Maret 2021

Destinasi Unik, Eksotik, Hits Balikpapan Ini Memang Layak Dikunjungi!

Destinasi Unik, Eksotik, Hits Balikpapan Ini Memang Layak Dikunjungi!

Apakah hijau selalu sukses buatmu terpukau? Kalau begitu, tos dulu dong! Masih dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Balikpapan ke-124, ijinkan aku berbagi informasi destinasi unik, eksotik dan hits Balikpapan yang memang layak dikunjungi! 

destinasi unik eksotik hits hari jadi kota balikpapan ke 124
Destinasi Unik, Eksotik Hits Balikpapan!

"Ann, destinasi unik di Balikpapan itu apa saja ya?"

"Ann, bandara kotamu, eksotik kebangetan!"

"Ann, aku mau titip kepiting hits buat oleh-oleh dong!"

Nah, percakapan di atas adalah yang paling sering aku alami terutama kalau teman-temanku itu baru pertama kali touch down ke Balikpapan.

Yang bikin sumringah pas teman-teman menyampaikan apresiasi seperti:

"Selamat ya Ann, kota Balikpapan Terpilih Jadi Kota Yang Paling Dicintai Sedunia 2015 (The Most Lovable Sustainable City  2015!"

"Selamat Mba, Kota Balikpapan Terpilih Jadi Kota Layak Dihuni di Indonesia

Jadi, gimana, masih belum cukupkah semua fakta ini menggodamu agar silaturahmi ke kota kami?

destinasi unik eksotik hits hari jadi kota balikpapan ke 124
pencakar langit Balikpapanku

Rekomendasi Destinasi Unik, Eksotik, Hits Balikpapan

Pernahkah kamu takjub sampai-sampai "freeze" dengan sensasi simfoni nyanyian alami?

Aku pernah!

Aku alami saat memasuki Hutan Lindung Sungai Wain pertama kali. Momen ketika suara serangga berfrekuensi tinggi menyambut kedatangan rombongan kami. Kicauan burung bersahutan dikejauhan meningkahi sesekali.

Menurut Mas Ramdhan, forest ranger HLSW, dari nyanyian fauna di sana, doi bisa memperkirakan waktu menunjukkan sedang pukul berapa. 

Amazing, right?

Nah, buat kamu-kamu yang tengah mendamba bepergian, saatnya merapat, kawan!

Izinkan aku berbagi rekomendasi destinasi  unik, eksotik dan hits, Balikpapan yang memang layak dikunjungi, minimal dari persfektif daku! Jadi, memang subyektif sekali. Hitung-hitung buat mengobati hasrat bepergian yang sedang mode hibernasi.

Well, saat ini, daftarku masih cuma 4 destinasi. Kebetulan semuanya sudah pernah aku kunjungi. Tapi mungkin saja jumlahnya akan bertambah. Biar tak ketinggalan informasi, silahkan langganan blog ini via email ya. Halah, promosi pulak dia! Hahaha.

Hmmm, atau mungkin kamu sudah tak sabar ingin menambahkan?

Silahkan ditunggu di kolom komentar di bawah ya.

Sementara itu, sini-sini ikut aku, mari kita mulai petualangan seru!

Hutan Lindung Sungai Wain

Biasanya sih disingkat dengan HLSW. 

HLSW merupakan destinasi perpaduan hutan dan sungai, guys

Hanya 15 kilometer dari pusat kota Balikpapan. Yes, cuma sekitar 20-30 menit untuk sampai di lokasi. Cocok nih buat kamu yang pengen berpetualang tipis-tipis nuansa destinasi unik, eksotis dan hits.

destinasi unik eksotik hits hari jadi kota balikpapan ke 124
Plang unik HLSW

Mengapa HLSW disebut hutan primer dan hutan perawan?

Menurut wikipedia, hutan primer adalah hutan yang telah mencapai umur lanjut dan ciri struktural tertentu yang sesuai dengan kematangannya, serta memiliki sifat-sifat ekologis yang unik!

Pada umumnya hutan primer berisi berisi pohon-pohon besar  berumur panjang berseling dengan batang-batang pohon mati yang masih tegak, tunggul serta kayu-kayu rebah. Robohnya kayu-kayu tersebut biasanya membentuk celah atau rumpang tegakan, meloloskan cahaya matahari sampai ke lantai hutan serta merangsang pertumbuhan vegetasi lapisan bawah.

Hutan primer yang minim gangguan manusia di sebut hutan perawan!

Satu lagi, hutan primer acapkali merupakan rumah bagi flora dan fauna langka. Jadi, keberadaan hutan ini penting secara ekologi!

Gimana, lumayan lah buat pencerahan ya. 

Lanjut!

Akses

Kamu bisa menggunakan moda transport online atau naik kendaraan pribadi. Jalan masuk terletak di pinggir jalan raya Balikpapan-Samarinda.

Bersyukur!

Kata inilah yang patut aku bisikkan karena propinsi Kalimantan Timur khususnya kota Balikpapan, dianugerahi potensi kekayaan hutan yang indah selain penghasil oksigen bagi alam semesta.

Menikmati suasana alam liar bagiku sangatlah mengasyikkan, berpetualang dalam hamparan hutan yang masih alami seperti di hutan lindung Sungai Wain ini. Waktu bergulir tanpa terasa!

Saat terakhir ke sini, belum ada tiket masuk, namun disarankan memberikan fee seikhlasnya ke petugas yang sedang bertugas.

destinasi unik eksotik hits hari jadi kota balikpapan ke 124
Tahan perut, beauty filter on, klik!

Beberapa tips yang bisa aku bagikan adalah kenakan outfit yang nyaman karena akan masuk hutan, misalnya mengenakan baju lengan tangan panjang, mengolesi tangan dengan losion nyamuk, membawa bekal secukupnya, mengenakan tabir surya, membawa cadangan atasan serta yang paling penting bolang bareng kesayangan! Tapi yang terakhir kalau mau diskip, monggo lah. Hahaha.

Selanjutnya, bersiaplah menikmati sensasi hutan perawan yang sering disebut-sebut, satu-satunya hutan yang berjarak paling dekat, hanya 15 km dari kawasan perkotaan.

Tuh, keren kan, satu-satunya di dunia lho. C-A-T-A-T!

Flora dan Fauna Langka

Seperti dilansir dari wikipedia, di hutan ini juga kita bisa menemukan aneka flora langka seperti angrek dan tumbuhan merambat, kantung semar, berbagai jenis jamur serta tumbuhan endemik Balikpapan, Jahe Balikpapan.

Sedangkan fauna langka seperti macan dahan, orang utan, beruang madu, berbagai jenis kera dan the one and only, bekantan.

Fasilitas 

Tracking bridge, beberapa pos peristirahatan, pusat penelitian flora dan fauna, perahu rumah "beruang madu", rumah "enggang" dan area wisata Kebun Raya.

Karena terbatas waktu, saat kunjungan kemarin aku hanya mencicipi tracking bridge dan rumah peristirahatan.

Jadi, pastikan kamu punya cukup waktu agar bisa maksimalkan kunjungan ke HLSW ya!

Monggo, simak keseruan petualanganku selengkapnya di Hutan Lindung Sungai Wain, Hutan Perawan Balikpapan.

Mangrove Center Graha Indah

Destinasi Mangrove Center Graha Indah (MCGI) ini punya nilai histori bagi foundernya Bapak Agus Bei. Meski awalnya dianggap depresi dan stress, Bapak Agus Bei tetap istiqomah melanjutkan visi dan misi beliau.

Kecintaan beliau pun mengantar doi ke Jakarta, menerima penghargaan Kalpataru tahun 2017 dari presiden Jokowi di istana.

Akses

Lokasinya yang unik, menyatu dengan perumahan Graha Indah. 

Aku saja sempat terkecoh di kunjungan perdana.

"Apa tidak salah jalan nih, masak sih di dalam perumahan ada mangrove?"

Masih teringat akan pengalamanku ketika kendaraan sudah memasuki kawasan perumahan. 

Maklumlah saat itu aku masih dalam mode hibernasi, kurang gaul sama destinasi hits di kota sendiri. Plak!

Ke MCGI, kamu bisa menggunakan transport online atau kendaraan pribadi!

Kondisi jalan umumnya lancar dan mulus. Mungkin hanya sedikit tersendat di kawasan pertigaan simpang Kariangau.

Fauna Langka

Sebenarnya di Balikpapan ada 4 destinasi mangrove, namun yang paling hits kebangetan ya MCGI ini. 

Jika beruntung kamu bisa bertemu fauna endemik, bekantan alias si monyet Belanda atau monyet hidung panjang.

Untuk bisa melihat fauna endemik ini, waktu berkunjung yang disarankan adalah saat bekantan mencari makan, biasanya jam 6 pagi. Kadang kala bekantan bisa terlihat di area sekitar pelabuhan. 

Alternatif lain adalah datanglah di sore hari!

Namun untuk pastinya, aku merekomendasikan agar selalu berkoordinasi dengan pihak pengelola yang bisa di akses di instagram @mangrovecentergrahaindah atau akun sang founder @gus.bei

Namun itu juga bukan merupakan jaminan, karena kadang harapan tidak seindah kenyataan. 

Aku sendiri pernah mengalami, sudah berkunjung sesuai 'Syarat dan Ketentuan" namun belum rezeki bertemu pujaan eh bekantan, maksudnya.

destinasi unik eksotik hits hari jadi kota balikpapan ke 124
Eksotika Pelabuhan Mangrove Center Graha Indah 

Harga Tiket Masuk

Tidak ada harga tiket masuk!

Jika ingin merasakan sensasi mengelilingi kawasan mangrove, kita bisa menyewa perahu dengan harga Rp 300.000 dengan kapasitas 10 orang. 

Eh, ralat ding, tergantung ukuran bodi. Hihihi.

Baidewei subway,

Apakah kamu tahu perbedaan monyet dengan kera?

Coba kamu yang lagi khusya baca postingan ini, ayo jawab!

Yup, betul!

Monyet itu punya ekor kalau kera tidak memiliki ekor. Kecuali ada satu monyet Barbary Macaque di Algeria dan Morocco yang tidak memiliki ekor (sumber idntimes.com)

Sekarang saatnya mengerjakan PR!

Jadi, bekantan itu, masuk monyet atau kera ya?

Boleh jawab di kolom komentar ya.

Yang benar, bisa lanjut baca postingan di atas. Hahaha.

Bukit Bangkirai

Meski terletak di kecamatan Samboja Kutai Kartanegara, kawasan wisata alam ini dikelola PT Inhutani Balikpapan. 

Hampir sama dengan HLSW, destinasi ini menawarkan pesona hutan hujan tropis yang masih alami. 

Mengapa disebut Bukit Bangkirai?

Ada yang mau coba jawab?

Yes! Karena hutan ini didominasi vegetasi pohon bangkirai (shorea laevis) yang mencapai ketinggian 40-50 meter dan berdiameter 2,3 meter.

destinasi unik eksotik hits hari jadi kota balikpapan ke 124
Coba tunjukkan yang mana sih banir bangkirai itu!

Pohon ini termasuk pohon komersil yang kini tergolong langka. Sifat kayu bangkirai yang kokoh seperti kayu ulin (kayu besi) sehingga banyak digunakan sebagai bahan bangunan.

Di Balikpapan, kalau kamu ingin membuat bangunan, bisa dipastikan, tukang kayu akan menyarankan bangkirai untuk kusen bahan bangunan.

Akses

Dapat ditempuh melalui jalan darat sekitar 1,5 jam dari Balikpapan. Rute ke Bukit Bangkirai sama dengan rute ke HLSW, sama-sama menggunakan jalan poros Balikpapan-Samarinda, di mana kondisi jalan umumnya cukup baik.

Dari arah Balikpapan, sesampainya di KM-38, belok kiri dilanjutkan menelusuri jalan sekitar 7km.

Fasilitas

Bukit Bangkirai telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Selain tempat parkir, ada juga gedung pertemuan dengan kapasitas 100 orang, penginapan dan restoran.

Aktivitas

Pasti sudah tahu dong!

Aha! Spot andalan destinasi ini, jembatan tajuk (canopy bridge) sepanjang 64m yang digantung menghubungkan 5 tajuk pohon bangkirai di ketinggian 30m.

Menurut wikipedia, jembatan gantung ini merupakan yang pertama di Indonesia, kedua di Asia dan kedelapan di dunia. 

Konstruksinya dibuat di Amerika lho, guys!

Dibangun dalam waktu dua bulan. Februari 1998 kontruksi selesai dikerjakan. Umur jembatan diperkirakan bertahan 15-20 tahun.

Rasakan sensasi berayun di ketinggian terutama saat hembusan sang bayu membelaimu. Awalnya mungkin agak ketakutan namun seiring waktu, aku jamin kamu akan ketagihan. Ketakutan akan segera beralih dengan decak kekaguman akan keindahan yang sukar dilukiskan. Keindahan bumi Kalimantan yang menjadi salah satu paru-paru dunia!

Dari ketinggian, mata dimanjakan panorama hutan, sambil menikmati formasi tajuk tegakan "Dipterocarpaceae" yang membentuk stratum. Formasi itu sambung menyambung sekaligus menjadi ciri khas hutan hujan tropis.

destinasi unik eksotik hits hari jadi kota balikpapan ke 124
Mumpung masih bisa pose, klik dulu ne!

Untuk alasan keselamatan, pengelola akan menutup aktivitas ini jika kecepatan angin melebihi 30 mil/jam atau ada gangguan cuaca, tinggi minimal 1 meter dan dilarang menggunakan sepatu hak tinggi dan sandal. C-A-T-A-T!

Selain aktraksi jembatan gantung, banir atau akar papan pada pangkal pohon bangkirai sungguh sangat menyita perhatian. Unik dan indah. Terlihat menonjol dibanding dengan jenis pohon disekelilingnya

Harga Tiket Masuk

Saat aku ke sini itu tahun 2016. Jadi, sudah lupa berapa HTMnya. 

Tapi, jangan khawatir, setelah browsing, ternyata sekitar Rp 3,500, sedangkan untuk HTM aktraski jembatan gantung, kudu merogoh kocek Rp 25.000 per orang.

Jadi, kapan kamu berayun-ayun di Bukit Bangkirai?

Batu Dinding KM-45

Seperti namanya, destinasi ini memang berjarak kira-kira 45km dari pusat kota Balikpapan. Secara geografis sebenarnya termasuk dalam kecamatan Samboja kabupaten Kutai Kartanegara. 

Namun karena jalan masuknya berada di pinggir jalan poros Balikpapan-Samarinda, netizen gemar menyandingkannya dengan Balikpapan.

Tak percaya?

Coba deh ketik dengan kata kunci Batu Dinding Samboja, lihatlah daftar artikel di sana. Selanjutnya ketik lagi, namun kali ini dengan Batu Dinding Balikpapan. 

Apakah yang terjadi?

Daftar artikel yang ditampilkan kurang lebih sama, bermuara ke destinasi yang sama, Batu Dinding KM-45.

Pertama kali ke sini tahun 2016, hampir 5 tahun yang lalu. 

destinasi unik eksotik hits hari jadi kota balikpapan ke 124
Puncak Batu Dinding hits itu!

Simak keseruan pengalamanku selengkapnya di Ini Dia Cara Afdol Menikmati Pesona Batu Dinding Borneo.

Sejarah Batu Dinding

Sebelumnya tidak ada yang tahu mengenai destinasi ini, sampai akhirnya sekelompok mahasiswa Bandung jurusan geologi yang sedang menyelesaikan skripsi di sini, kemudian menyebarkan hasil observasi. 

Sejak saat itu, Batu Dinding sudah tidak sama lagi. 

Tahu sendiri dong bagaimana efek dominonya kalau dukun eh netizen sudah bertindak.

Akses

Seperti sudah aku uraikan di atas, pintu masuk destinasi unik, eksotik dan hits ini terletak di pinggir jalan poros Balikpapan-Samarinda, di KM-45 dari arah Balikpapan.

Kamu bisa menggunakan roda 2 atau roda empat. 

Fasilitas

Tempat parkir, warung sederhana dan ojek masuk destinasi juga tersedia buat kamu yang ingin merasakan sensasi di atas roda di atas jalanan sederhana.

Sepanjang jalan kamu akan disuguhi aneka panorama mulai dari perkebunan buah naga, kelapa sawit dan pepohonan rindang. 

Jika kamu datang di pagi hari, suara fauna berfrekuensi tinggi dengan senang hati akan menemanimu dari sisi jalan. Semakin melengkapi suasana unik dan eksotik!

Harga Tiket Masuk

Saat tulisan ini dirilis, HTM untuk destinasi Rp 5.000 per orang, parkir roda dua Rp. 5000 serta roda 4 Rp.10.000. Buat kamu yang ingin menghemat tenaga, tersedia layanan ojek antar jemput dengan tarif mulai dari Rp 20.000.

Panorama

Menikmati matahari terbit dan terbenam, dua aktivitas favorit wisatawan di Batu Dinding Km-45!

destinasi unik eksotik hits hari jadi kota balikpapan ke 124
Pose impian itu!

Datanglah di saat BUKAN akhir pekan atau di luar waktu liburan demi kenyamanan. Yang pasti bolang bareng kesayangan sangatlah dianjurkan!

Karena ini destinasi sarat petualangan, menyiapkan fisik serta outfit nyaman jadikan perhatian!

Gimana, apakah Batu Dinding KM-45 kini masuk dalam daftarmu, kawan?

Demikianlah 4 daftar destinasi unik, eksotik, hits di Balikpapan yang memang layak dikunjungi.

Mengakhiri postingan ini, dengan kerendahan hati, aku titip doa ya buat insan pelaku Ekraf Balikpapan serta kotaku yang baru saja merayakan Hari Jadi Kota Balikpapan Ke-124, tepat  tanggal 10 Februri 2021 lalu. Balikpapan Kubangun, Kujaga, Kubela!

Selasa, 29 Desember 2020

Hutan Lindung Sungai Wain, Hutan Perawan Balikpapan!

 "Hutan Lindung Sungai Wain, Hutan Perawan Balikpapan!"

Gimana perasaanmu setelah membaca judul di atas? 

Kalau kamu langsung gatal, tak sabar pengen klik berarti mission accomplished, ne!

Sebenarnya aku mau bikin judul bombastis, tsaaah, "Hutan Lindung Sungai Wain, Sang Perawan Urban" Rasanya lebih greget kan! 

Tapi, aku mau para pembaca sejak awal merasa bahwa di sini aku sedang berbagi tentang H-U-T-A-N sekaligus branding kota kesayangan, Balikpapan. 

Jadilah judul di atas yang tayang!


Lokasi Hutan Lindung Sungai Wain, Hutan Perawan Balikpapan

"Hutan Lindung Sungai Wain, sering disingkat HLSW, adalah hutan primer atau hutan perawan, satu-satunya di dunia, yang berjarak sangat dekat dengan kota, hanya 15km dari pusat kota Balikpapan"

Pernyataan ini sering diulang-ulang Pak Rusdiansyah, salah satu pemateri acara pelatihan Himpungan Parawisata Indonesia (HPI) yang dihelat 18-20 November lalu di Hotel Grand Tjokro Balikpapan.

Tepatnya berada di kelurahan Karang Joang, kecamatan Balikpapan Utara.

Sedangkan menurut wikipedia, HLSW merupakan perpaduan objek wisata Hutan dan Sungai, dengan luas 10.025 Ha, yang terdiri dari:

  • Hutan Dipterocarpa dataran rendah
  • Hutan Dipterocarpa perbukitan 
  • Hutan Rawa Terbuka dan Air Tawar
  • Hutan Riparian
  • Aliran Sungai Wain sepanjang +/ 18.300mtr dengan hutan bakau di tepiannya dan Sungai Bugis.

"... dan kabar baiknya, di hari terakhir pelatihan ini, kita akan bolang ke ke sana". Pak Rusdiansyah juga menambahkan.

Alhamdullillah, bisikku lirih dalam hati.

Ekowisata Hutan Lindung Sungai Wain

Praktis, sejak pandemi melanda November 2019, aku belum pernah travelling ke destinasi wisata. Jadi, kesempatan kali ini sungguh membuat hatiku berbunga-bunga, bagai memori kencan perdana, tsaaah!

Semesta pun seperti mengaminkan doa semua peserta, cuaca cerah jadi saksi perjalanan salah satu destinasi wisata unggulan Balikpapan, si kota Minyak, di masa new normal ini, kakaaa.

Tapi sebelumnya, sssst, sini, sini, aku bisikin, destinasi unggulan lainnya : Mangrove Center Graha Indah, di sini kamu punya kesempatan melihat bekantan, si Monyet Belanda, fauna endemik Borneo. Sedangkan untuk yang doyan uji nyali, trekking tipis-tipis menikmati view ala-ala Great Wall Tiongkok, boleh nih nemplok ke Batu Dinding Borneo.

Kembali ke laptop!

Begini nih penampakan bis pariwisatanya!

hutan lindung sungai wain hutan perawan balikpapan

Kami duduk satu orang per satu bangku. Jadi, bus segede gaban ini, isinya hanya 25 penumpang saja. Lengkap dengan prosedur kesehatan, memakai masker, tentu saja!

Praktek Tour Guide di dalam Bis Pariwisata

"Dalam kesempatan kali ini, kita akan langsung mempraktekkan semua materi pelatihan, bisa pakai bahasa Inggris maupun Indonesia" Pak Rusdiansyah membuka tur ekowisata saat bis mulai bergerak meninggalkan areal parkir hotel Grand Tjokro

Satu persatu peserta mulai uji nyali menjadi tour guide dan tak terasa kurang dari setengah jam, bis pun berbelok memasuki persimpangan gerbang masuk Hutan Lindung Sungai Wain, Hutan Perawan Balikpapan.

Jadi, rute ke Hutan Lindung Sungai Wain ini searah dengan jalur Balikpapan Samarinda. Kalau dari Balikpapan berada si sisi kiri jalan, termasuk dalam wilayah kecamatan Balikpapan Utara, kelurahan Karang Joang, dan selanjutnya 6 km lagi untuk mencai zona inti hutan lindung.

Hutan Lindung Sungai Wain, Selayang Pandang

Hutan Lindung Sungai Wain, awalnya dikenal dengan "Hutan Tutupan" oleh Sultan Kutai pada tahun 1934.

Di hutan ini jugalah tinggal fauna langka, beruang madu, maskot kota Balikpapan.

hutan lidung sungai wain

Mengutip dari satuharapan.com, tahun 1997, peneliti asal Belanda, Gabriella Fredriksson memulai riset panjangnya di HLSW, yang merupakan rumah bagi 50-100 beruang madu liar. Penelitian dan upaya konservasi doi meraup publisitas dan perhatian.

Selanjutnya, mulai tahun 2002, beruang madu mulai dijadikan maskot kota Balikpapan dan diresmikan lewat  SK Walikota No. 4 Tahun 2005.

"Untung saja ikut pelatihan HPI ini, aku jadi tercerahkan, ternyata ada BTS (Behind The Scene) maskot beruang madu!" Bisikku lagi.

Sebelum tiba di pendopo HLSW, kami juga melewati gerbang Kebun Raya Balikpapan. Jujur aku baru tahu kalau destinasi ini terletak dalam lokasi yang sama. Namun saat itu ada tulisan "Tertutup" di pintu masuknya. Mungkin karena pengaruh pandemi.

Usai coffee break dan mendengarkan pengarahan dari tour guide HLSW, Ramdhan Hutagalung, di Pos Ulin - pos penjagaan utama, trekking pun dimulai!

Are you ready guys?

Trekking Pendidikan

Menurut Ramdhan, awal trekking bisa disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan.

Untuk jalur pendidikan, biasanya untuk siswa, trekking yang dipilih relatif tidak berat bahkan beberapa trek sudah disediakan kayu ulin. Jadi kemungkinan untuk terendam lumpur, kecil sekali. Jadi pakaian bisa tetap relatif bersih.

Nah, dalam kesempatan kali ini, apalagi jatuh pada hari Jumpat, kami hanya bisa menikmati trekking jalur pendidikan. 

Padahal jauh dalam hati, aku ingin sekali uji nyali sampai ke Camp Djamaluddin yang hits itu, agar kemungkinan berinteraksi dengan flora langka anggrek, kantung semar, berbagai jenis jamur dan flora endemik Jahe Balikpapan, pasti lebih besar dong!

... not to mention fauna endemik lain seperti orang utan, macan dahan, beruang madu, berbagai jenis kera dan bekantan.

Tepat kira-kira jam 10 pagi, trekking pun dimulai dari rute lokasi bendungan Sungai Wain.

Sesaat sebelum memasuki hutan perawan, di bawah pohon besar nan rindang semua peserta diminta berdoa, memohon keselamatan dan juga bisa mengambil hikmah atas perjalanan ekowisata kali ini.

pohon ara hutan lindung sungai wain

"Sebelum doa kita mulai, ada yang tahu kenapa kita berhenti di sini untuk berdoa?" Tanya Mas Soni ketua Dewan Pimpinan Cabang HPI Balikpapan.

"Lihat pohon besar ini? Ini adalah pohon ara yang juga disebutkan dalam tiga kitab suci agama Islam, Kristen dan Hindu!" Itulah kenapa kita berdoa di sini. Jelas Mas Soni.

Wah, lagi-lagi aku merasa takjub dengan materi pelatihan ini!

Buaya Muara Hutan Lindung Sungai Wain

"Bunda, ntar hati-hati lho saat di Hutan Lindung Sungai Wain nanti, jangan sampai terpisah dari rombongan, ada buaya lho di sana!"

Pesan Bang Iqbal, suamiku, kembali terngiang, saat aku berjalan tepat di belakang sang forest ranger, Mr Ramdhan. Di belakangku ada beberapa peserta lain yang mengiringi.

"Dan, apa benar di sini ada buaya?" Tanyaku, kepo!

"Benar Bu. Coba ibu lihat rerumputan di sebelah kiri ibu itu, ada beberapa yang rebah. Nah itu bekas buaya berjemur" Ramdhan menjawab kalem sambil trus berjalan.

"Masya Allah, rumput di tepi waduk Sungai Wain itu hanya kira-kira 30cm dari jalur trek!" Gumamku dalam hati.

"Tapi, jam begini biasanya buaya sedang di dalam air, Bu" Ramdhan menambahkan buru-buru, seperti bisa membaca pikiranku.

"Lalu, jam berapa biasanya mereka, tanning, Dan?" Aku masih kepo dong, tentu saja!

"Biasanya jam 6 pagi dan menjelang magrib" Tambah Ramdhan lagi.

Untunglah trek di samping bendungan ini segera berakhir. Kami pun berbelok, mulai memasuki hutan perawan yang sebenarnya.

Simfoni Hutan Lindung Sungai Wain, si Hutan Perawan Balikpapan

"Ibu, lihat gemburan tanah itu?" Itu bekas sosoran babi hutan Bu. Tambah Ramdhan lagi.

Aku menoleh ke kanan dan yes, gundukan tanah liat terlihat di beberapa tempat.

Simfoni hutan segera menyambut kami. Suasana sejuk dan teduh langsung membasuh kalbu. Mentari sudah tak kuasa menembus tajuk flora rimba. 

Di depan, Ramdhan sesekali menebaskan parang jika ada penghalang.

Kami lalu hanyut dalam kebisuan hutan, mereguk kedamaian, menyesap eksotika sang perawan!

Tiba-tiba, simfoni hutan semakin gaduh dan riuh!

"Apakah ibu memperhatikan perbedaan suara-suara binatang semenjak kita masuk tadi Bu? Sekarang semakin nyaring ya Bu. Itu tandanya ada perbedaan waktu. Coba lihat jam ibu, pasti sekarang sekitar jam setengah sebelas" Tukas Ramdhan lagi.

Aku meraih HP dan yup, 10:31 tertera di sana!

"Begitulah cara binatang hutan menandai waktu Bu. Coba deh nanti sekitar jam 11, pasti bakal riuh lagi, Tambah Ramdhan lagi.

Again, masya Allah, to be honest this is so new for me!

Rest Area Pos Satu

Akhirnya kami sampai di area yang sedikit terang dan terbuka, namun berbalut aura sendu. Sinar mentari mengintip malu-malu dari sela dahan dan mendarat lembut di lantai dasar hutan perawan.

"Jika beruntung, kita bisa bertemu burung enggang Bu, di sini tempat mereka mencari makanan" Ramdhan membuka percakapan.

Sambil menunggu peserta lain tiba, aku mengambil video tajuk pohon sambil berputar, dengan low angle!

Wah, rasanya begitu luar biasa. Kamu, iya kamu, harus buktikan sendiri kebenaran sensasi sesi merekam footage seperti ini!

"Saya perhatikan tadi ada yang ketinggalan sangat jauh dari rombongan" Pak Rusdiansyah membuka sesi ketika peserta sudah berkumpul di post istirahat hits ini.

"Saat bepergian dengan rombongan apalagi dalam hutan, usahakan jangan sampai terpisah, ya. Resikonya bisa sesat!"

"... dan yang paling penting usahakan situasi selalu dalam keadaan sunyi, seperti suasana eksotika belantara, agar penghuni hutan tidak merasakan kehadiran kita, sehingga kemungkinan untuk bertemu dan berinteraksi dengan mereka lebih besar"

Demikianlah beberapa catatan yang aku dapatkan saat sesi istirahat.

Usai foto bareng dan minum, 15 menit kemudian kamu pun kembali ke Pos Ulin dengan jalur trekking berbeda.

Pulang dengan Trek Berbeda

Kembali aku berada tepat di belakang Ramdhan. 

Beberapa rute pulang ini agak sedikit berbeda dri rute awal tadi. Kali ini kami tidak melewati bendungan tempat buaya "hang out".

Terus terang aku sangat suka jalur pulang ini, karena eksotika belantaranya sangat terasa. Berjalan di bawah tajuk pohon-pohon yang didominasi marga shorea.

Sesekali Ramdhan berhenti, dan tentu saja penyakit kepo aku kembali kumat!

"Dan, kenapa tadi kamu berhenti?"

"Oh tadi, aku sayup-sayup mendengar suara monyet di kejauhan, Bu. Aku pikir mereka mau berlompatan ke arah lokasi kita"

"Oh, begitu

"Mau say hello kali!" Batinku geli.

Tiba-tiba, Ramdhan berhenti di sebuah pohon yang kulitnya "terluka"

"Nah, ini bekas cakaran beruang madu, Bu. Dia mencakar batang pohon dan ingin mencari serangga yang biasanya membuat sarang di batang pohon"

Saking takjubnya aku lupa bertanya, jam berapakah meal time sang beruang madu itu.

Baidewei, subway, menurut pengamatanku trek pulang ini agak sedikit "menantang" giccu, karena ada beberapa topografi yang mendaki. Lumayan bikin keringat bercucuran meski dalam balutan kesejukan hutan perawan.

Alhamdullilah, akhirnya kami tiba kembali di Pos Ulin dan ternyata beberapa peserta sudah tiba dan sedang menyantap makan siang.

Usai mencuci tangan, seorang panitia langsung menyodorkan nasi kotak. 

Sempurna,bisikku dalam hati, karena "kampung tengah" memang sudah minta diisi!

"Kami tadi pakai jalur yang sama seperti rute masuk tadi Bu, jadi lebih dekat!" Jelas Rian, salah sorang peserta yang duduk di sampingku saat aku mulai menyantap nasi kotak.

Kiat Berkunjung ke Hutan Lindung Sungai Wain, Sang Perawan Urban!

"Berkunjung ke HLSW dan bertemu beruang madu atau hewan endemik lain, tak seorang pun bisa memberikan jaminan!" Tegas Mba Tari, salah seorang peserta yang juga memiliki agen travel ini.

rest area hutan lindung sungai wain


Semuanya tergantung rezeki dan tingkah lalu kita saat trekking di dalam hutan.

"Oh, kirain tergantung amal ibadah, mba!" Aku menyelutuk dan pecahlah tawa di Pos Ulin. 

"Namun ada beberapa kiat yang bisa kita adopsi agar kemungkinan bertemu penghuni hutan bisa menjadi kenyataan!" Sambung Pak Rusdiansyah. Diantaranya, galilah informasi sebanyak-banyaknya dari PIC tour dan yang utama, hindari berisik saat di areal hutan perawan!

Informasi Lainnya

Pos Ulin, selain sebagai pos penjagaan utama Hutan Lindung Sungai Wain juga berfungsi sebagai sentra kerajinan Sungai Wain. Puluhan pengrajin yang juga warga Sungai Wain tergabung dalam kelompok pengrajin hasil binaan program CSR Pertamina, dengan Discover Borneo sebagai pelaksana program.

Sayang sekali aku lupa mengambil foto hasil karya pengrajin ini. Mungkin ini pertanda agar aku ke sini lagi. Hihihi.

Seperti aku sebutkan di awal, jalur perjalanan bisa dipilih sesuai kemampuan dan panjang jalur jelajah. Untuk perjalanan setengah hari, pilihan Jalur Pendidikan seperti di atas bisa jadi opsi. Jika ingin bermalam di rimba, Jalur Induk menjadi pilihan utama!

Saat ini, harga tiket masuk ke Hutan Lindung Sungai Wain masih gratis namun dianjurkan untuk memberi tips kepada Forest Ranger seperti Mas Ramdhan.

Baidewei, subway, saat trekking kemarin, aku sangat menikmati suasana dan hanya mengambil sedikit dokumentasi. Selain itu suasana di dalam hutan juga minim cahaya, terhalang kanopi tajuk penghuni rimba. Jadi kalau kamu punya akses ke HP Sultan, bawa juga ya, biar greget kebangetan!

Sabtu, 24 Oktober 2020

Adventure Junkies, Pantai Gigi Hiu Should Be In You List!

Adventure Junkies, Pantai Gigi Hiu Should be in Your List!

"Kak, pernah dengar tentang destinasi Gigi Hiu?"

Mba Rien, sosok empunya www.travelerien.com, begitu aku memanggil Travel Blogger asal Palembang ini, mengajukan pertanyaan.

"Belum pernah, sih, mba. Tapi ntar aku browsing ya"

"Ada rencana kita akan memasukkan pantai Gigi Hiu dalam trip Way Kanan Lampung kali ini"

"Wah, kalau gitu memang sebaiknya aku browsing dulu ya biar greget!"

... dan saat melihat foto-foto, tak ayal aku pun sontak melongo!

adventure junkies pantai gigi hiu should be in your list
foto by @yopiefranz

Y-E-S I have to go there!

Baca juga: Lampung Yang Masih Tersembunyi dan Patut Dijelajahi

Lokasi

Pantai Gigi Hiu terletak di desa Pegadungan, kecamatan Kelumbayan, Tanggamus, Lampung.

Rute Pantai Gigi Hiu

Perjalanan kami kali ini melalui Teluk Kiluan. Kebetulan kami baru saja selesai eksplor Teluk Kiluan, berburu atraksi lumba-lumba umum dan yang paling dikenal, lumba-lumba hidung botol

Kendaraan kami parkir di desa Kelumbayan dan selanjutnya berganti mode transport, motor trail ala-ala Rambo, you know!

Namanya saja trail, namun aslinya motor bebekk kwek, kwek, kwek.

pantai gigi hiu kelumbayan lampung
foto by @travelerien

Y-E-S ke pantai Gigi Hiu, fisik prima adalah keniscayaan

... karena perjalanan sarat aroma keliaran dan kesangaran! 

Pengemudi ojek motor ini biasanya didominasi penduduk sekitar yang umumnya petani kopi. Hitung-hitung membantu menggerakkan roda ekonomi.

Tahun 2016 lalu, tarifnya Rp 200.000 untuk rute pergi pulang.

Rombongan kami, trip destinasi tur Way Kanan berjumlah 17 orang. 

Bak event off road, deru motor memecah keheningan di sepanjang jalan. 

Sesekali kami berpapasan dengan kendaraan warga dengan berbagai rupa. Ada yang sekujur bodi kendaraan sudah tak jelas lagi wujudnya. Bermandikan lumpur. Mungkin terjebak di rute sebelumnya.

Tak ayal mengundang senyum plus khawatir sekaligus. Gerangan medan apakah yang menanti kami di depan sana?

Badanku bergoncang hebat saat bang ojek menerabas jalan yang tak bersahabat. Kadang motor melambat, mencoba menemukan jalur selamat. Namun lebih sering menggilas apa saja yang melintas.

pantai gigi hiu kelumbayan lampung

Hampir tak ada pembicaraan saat perjalanan, karena bang ojek kudu fokus memastikan kendaraan aman sampai tujuan.

Sesekali badanku melorot tak terkendali, tak kuasa melawan sang gravitasi. Aku bergeser merasa tak nyaman sendiri. Namun situasi risih ini memang sukar dihindari, saat gravitasi kembali lagi mengambil kendali. Yup, bodi pun menempel lagi. Begitu terus berkali-kali. Hihihi.

Namun ada secuil pengalaman lucu nih. Ada satu momen saat aku lupa mundur, karena begitu fokus meresapi perjalanan yang seolah tak berujung, kawan, sampai-sampai bang ojek hampir tak kebagian jok motor kendaraan.

"Ibu, maaf, tolong mundur, ini saya sudah mau jatuh!"

"Oh, oh, maaf, Mas"

Kalau ada cermin saat itu, pasti mukaku kayak kepiting rebus kali. Hihihi, malu setengah mati!

Ntar dikira aku keganjenan apa, hahaha.

Tapi hei, jangan khawatir! Bukan hanya jalanan buruk saja yang kami nikmati, moleknya alam Kelumbayan juga menggenapkan perjalanan ini.

pantai gigi hiu pantai batu layar lampung
foto by @travelerien

Saat berada di spot ketinggian, garis pantai pemisah lautan dan daratan bagai sehelai benang dari kejauhan. Sejenak mampu melupakan kegetiran perjalanan yang melelahkan.

YES. Perjalanan ini kurang lebih mendekati pengalaman saat eksplor Air Terjun Putri Malu Way Kanan

Bedanya saat itu kami pakai motor trail beneran. Sedikit lebih nyaman karena memang didesain untuk menaklukkan medan sarat pengembaraan.

Kenikmatan Sesaat

Alhamdullillah, akhirnya bertemu jalan mulus!

Girangnya kebangetan!

Sayang seribu kali sayang, hanya kenikmatan sesaat. Belum hilang girang jalan sudah kembali berlubang-lubang!

Kali ini jalanan bercampur lumpur, aromanya pun sampai ke hidung. Aroma comberan, you know what I mean, kan!

Rest Area di Jembatan Megah

Di tengan belantara, jembatan megah sudah menunggu di depan sana.

"Dusun Batuh Suluh"

Begitu plang kuning menyapa sesaat mendekati jembatan megah.

Seperti dikomando kami pun singgah. Berusaha menata kembali mental dan raga. Cekrek!

pantai gigi hiu kelumbayan lampung
foto by @travelerien

Drama di Tengah Rimba

Tiba-tiba bang ojek berhenti.

"Turun dulu ya Bu, kita belum bisa lewat, ada truk kayu melintang, memenuhi badan jalan"

Aku bergegas turun sambil menoleh ke belakang juga ke depan. Motor teman-teman juga ikut berhenti.

Kami pun menonton adegan ala film Rambo beraksi

Sebuah jeep penarik sedang berusaha membebaskan truk. Beberapa lelaki bersinergi. Ada yang meneriakkan angka berkali-kali, menyebarkan semangat berbagi energi. Sedangkan yang berotot mencoba menaklukkan truk kayu yang ngotot.

eksotika pantai gigi hiu pegadungan tanggamus
jeep in action! 

Perlahan truk bergerak memberi akses, agar bisa diterebes.

Bergayut di atas roda lagi. Berguncang-guncang penuh gelora. Kali ini jalanan kian sempit dan penuh semak. Hanya muat satu motor. Medan jalan pun masih, you knowasoy geboy.

Motor ojek mba Dian, pemilik www.adventurose.com terjatuh. Doi pun tak kuasa menaklukkan gravitasi. Luluh lantak ke bumi.

"Aku baik-baik saja!" Ujar Mba Dian sambil tertawa dan naik ke sadel motor lagi.

Jadi sudah bisa dong membayangkan kondisi jalan menuju destinasi pantai Gigi Hiu ini ya.

Oh iya, yang mau icip-icip rute alternatif, silahkan berangkat dari Bandar Lampung, arahkan kendaraan ke Padang Cermin. Lanjut ke Bawang dan Kelumbayan. Desa Kelumbayan adalah desa terdekat ke destinasi ini. Rute ini juga tidak terlalu baik namun memangkas rute.

Masih ingatkah dengan quote femes ini? 

"Difficult roads often lead to beautiful destinations"

Itulah gambaran perjalanan ke pantai Gigi Hiu yang eksotik, pemirsah!

Atau kamu punya quote favorit lainnya?

Jam Operasional

Buka 24 jam, hahaha. Ya iyalah, pantai! Helllauwww!

Harga Tiket Masuk

Saat ke sana dulu (2016) tiket masuk sudah termasuk dalam paket. Namun, saat aku browsing kini berkisar Rp 15.000 hari biasa, dan Rp 20.000 per kepala saat hari raya.

Pantai Gigi Hiu Alias Pantai Batu Layar

Hampir satu jam terombang-ambing di lautan gelora kesangaran perjalanan. Akhirnya aku mencium aroma "kehidupan normal" sesaat setelah tulisan ini akhirnya nongol juga, kawan! 

adventure junkies pantai gigi hiu
pose hebring detik-detik menjelang pantai gigi hiu

YES! Akhirnya pengembaraan pun bertepi. Di sini lah motor-motor berhenti. Bang Ojek pun istirahat menyiapkan fisik untuk perjalanan balik nanti.

pantai gigi hiu batu layar pegadungan
spot parkir transport gigi hiu

Dari spot ini, barisan bebatuan artistik mengintip dari sela daun pepohonan, seketika kelelahan pun menguap, lenyap, seperti tak pernah hinggap!

Simfoni debur ombak memecah karang dan gulungan ombak raksasa, menyempurnakannya!

pantai gigi hiu should be in your list
view pantai gigi hiu dari kejauhan

Kami masih harus berjalan kira-kira 250km di bibir pantai menuju spot terbaik pantai Gigi Hiu. 

Akses pendek ini sungguh memikat. Melewati batuan pinggiran pantai, lalu menjorok ke hutan mini ke luar ke bebatuan lagi dan masya Allah, akhirnya sampai pantai Gigi Hiu yang eksotik itu!

batu artistik pantai gigi hiu
penampakan batu karang artistik itu

Pantai Gigi Hiu, Pantai Batu Layar, Pantai Pegadungan, kalau kamu menemukan kata-kata ini, sebenarnya mewakili destinasi yang sama.

Disebut Gigi Hiu karena desain batu karang yang tajam dan menjulang bagaikan gigi hiu, si top predator itu.

Untuk sebutan Batu Layar karena ada beberapa bebatuan yang mengembang laksana layar terkembang. 

Sedangkan Pegadungan, ya karena terletak di desa Pegadungan.

Lupakan romantisme taburan pasir putih dan halus di sini! 

Bersiaplah terpukau dengan kesangaran hamparan batu artistik yang tersebar secara alami dan unik!

pantai gigi hiu
masih tentang karang artistik pantai gigi hiu

Aku pastikan decak kagummu pasti akan berhamburan, berdesakan penuh gelora untuk dihempaskan!

Bolang ke pantai Gigi Hiu afdolnya musim kemarau, saat kondisi jalan masih ramah lah yauw. 

Well, kalau masih ngotot datang di musim penghujan, bersiaplah dengan berbagai kemungkinan yang jauh dari nyaman, seperti motor yang lengket dan terbenam di kedalaman lumpur sepanjang jalan, terpeleset, jatuh, endebrai, endebrai.

But, please jangan coba-coba berenang di sini, karena keindahannya bisa menelanmu, tanpa ragu!

So what should I do then?

Well, take your moment, dokumentasikan setiap detik berharga di sana.

pantai gigi hiu
dengan netizen Lampung

Jika ingin eksplor lebih, kamu bisa berjalan di antara karang artistik namun tetap dengan kewaspadaan dan fokus yang tinggi.

Gunakan alas kaki ringan dan nyaman yang cocok untuk bebatuan licin!

Iya, karang-karang di sini super duper licin! C-A-T-A-T!

Aktivitas 

Menikmati matahari terbit dan tenggelam adalah aktivitas favorit di sini. Namun karena tidak ada akomodasi, demi safety, bolang bareng dalam grup, sangat dianjurkan!

pantai gigi hiu
sisi lain sunset pantai gigi hiu

Saat aku kesana 2016, tidak ada fasilitas penunjang pariwisata apa pun di Gigi Hiu. Membawa perlengkapan pribadi terutama air minum dan camilan sangat-sangat direkomendasikan!

Pastikan destinasi pantai Gigi Hiu tetap cantik, unik dan resik!

Tinggalkan hanya kenangan! Haramkan membuang sampah sembarangan!

Last but not least, jika ingin menginap, homestay adalah pilihan dan itu hanya tersedia di Teluk Kiluan, 5 km dari pantai Gigi Hiu yang eksotikanya kebangetan!

Biar greget, memang kudu bolang ke sini, menyaksikan sendiri, karena eh karena, percayalah, kata seolah tak bermakna ketika gelora visual merampok segalanya!

So, sekali lagi yang ngaku adventure junkies, pantai Gigi Hiu definitely should be in your list!

pantai gigi hiu
can't take my eyes off of you!

Baidewei, subway
Akses ke objek wisata Gigi Hiu memang membutuhkan usaha yang bukan biasa dan yang pasti, jauh dari fasilitas pendidikan, seperti kampus misalnya. Namun jika kamu memerlukan informasi kampus terbaik di Bali dan dekat objek wisata di Bali, boleh nih mampir di postingan mba Lendy Agassi, pemilik www.lendyagasshi.com.