Kamis, 19 Maret 2015

Umroh Bagian Satu


Umroh Via Kolombo Sri Lanka

Umroh Via Kolombo Sri Lanka

Umroh Bagian Satu. Umroh Via Kolombo Sri Lanka

Bulan Januari 2015 amat sangat istimewa!

Saya, mama dan adik lelaki berangkat umroh bersama-sama.

Mengapa istimewa?

Awalnya dana yang tersedia hanya cukup buat berdua, namun dengan mengumpulkan berbagai informasi plus kesabaran untuk menunggu beberapa bulan lagi tentu sambil menabung dong ya, akhirnya niat kami di ijabah Sang Khalik, bisa berangkat bertiga.

Alhamdullillahirobbilalaamiin.

Saat mendengar kabar sukacita ini, sayapun mulai mempersiapkan diri dengan berbagai informasi. Cukup mengetikkan kata “umroh”, mbah Google siap berbagi. Terimakasih teknologi!

Mama dan adik lelaki saya tinggal di Lubukpakam Sumut, sementara saya di Balikpapan, Kaltim. Jadi, tidak semua acara manasik dapat saya ikuti. Untuk itu, tanggal 14 Januari saya diminta sudah terbang ke Medan agar paling tidak bisa mengikuti manasik terakhir 15 Januari.

Seminggu sebelum keberangkatan tiket sudah dipesan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, padahal saat itu isu kecelakaan pesawat Air Asia masih hangat dibicarakan. Terus terang rasa was-was kerap melintas di pikiran. Namun, suami saya mengingatkan, berdoalah, minta perlindungan agar senantiasa selamat dalam perjalanan hingga kelak kembali ke Balikpapan. Terima kasih, sayang.

Pesawat Lion yang saya tumpangi telat 1 jam dari jadwal semula 11.35. Biasanya pesawat transit di Jakarta, namun kali ini di Batam.  Saya dapat tempat duduk no. 8F, hasil check in online di website Lion. Saat itu saya adalah penumpang pertama, jadi bisa pilih tempat duduk suka-suka. Asyik ya.

Di samping saya adalah ibu dengan anak balitanya yang ingin pulang ke Batam setelah menghabiskan liburan di rumah saudaranya di Balikpapan. Sebenarnya ibu belum mau pulang, namun dia mendapat telepon bahwa anak pertamanya tidak mau sekolah, sampai sang ayah kebingungan dan akhirnya meminta ibu agar segera pulang untuk membereskan masalah. Ada-ada saja yah.

Untung banget nih, Yasmin anak saya, suka banget pergi sekolah, karena katanya, “Asyik, Bunda di sekolah, ketemu teman-teman, guru  dan bermain”. Jadi, saya tak perlu khawatir untuk soal yang satu ini.

Selama dalam penerbangan, saya perhatikan ibu kerap memandang ke luar jendela. Mau tak mau hal itu memicu penasaran saya juga.

“Kalau lihat awan, jadi teringat kecelakaan Air Asia”, ibu membuka percakapan
“Glek!, saya menelan ludah, hadeh ibu,, kog malah membuka luka lama” cemas saya
“Iya, Bu”, mari kita sama-sama berdoa ya bu. Otomatis saya menggenggam tangan ibu dan kami berbagi senyuman. Melihat hal tersebut balita ibupun ikut tersenyum.

Beberapa kali pramugari mengingatkan agar tetap mengenakan sabuk pengaman, sesekali pesawat seperti terbatuk saat memasuki gumpalan awan. Meski saya telah mencoba, pikiran akan kecelakaan Air Asia setia bermain di pikiran. Walhasil, untaian doa tiada henti saya panjatkan. Senyum Yasmin dan suami silih berganti hadir di ingatan.

Terima kasih Tuhan,, kami mendarat mulus di Hang Nadim Batam. Kembali saya dan ibu berbagi senyuman. Kami pun berpisah, saya terus ke bagian transit, ibu langsung ke rute pengambilan bagasi.

Asyik, ini pertama kali menginjakkan kaki di Batam meski cuma di bandara Hang Nadim. He he he he. Begitu keluar dari pesawat, saya langsung menyiapkan,,,,, yup ,, tongsis. Pose narsis dengan pernak-pernik kuis, Ha ha ha ha




Kemungkinan untuk tersesat di Bandara Hang Nadim sangat kecil, karena begitu keluar dari perut pesawat, kita segera masuk dalam lorong yang hanya memiliki satu arah lengkap dengan anak panah dan petugas darat yang siap membantu. Saya menunggu penumpang sepi, dan klik beberapa posepun terdokumentasi. Uhuiiiii.

Saya mengikuti lorong kedatangan yang akhirnya berujung di counter transit. Ternyata ruang tunggu dan masjid berdekatan. So, tak perlu buang waktu saya segera sholat Jamak Qashar Zuhur dan Ashar.

Tak lama saya mendengar gemuruh dalam perut saya. Ho ho ho ternyata usus saya protes minta diisi.
Restoran padang jadi pilihan. Nasi putih + kuah gulai + daun singkong rebus + telor balado mampu menenangkan perut saya. Aman!

Waktu masih cukup, saya habiskan berjalan-jalan di seputaran restoran yang berbagi dengan beberapa outlet oleh-oleh khas Batam.

Sekilas saya tangkap personil di bandara cukup ramah dan tidak pelit senyum. Hal ini saya ketahui saat saya beberapa kali bertanya mengenai beberapa hal dan mereka selalu memberi jawaban diikuti mimik ramah plus senyuman.

Jadi ingat ungkapan dari Tiongkok.

Orang yang tidak bisa senyum dilarang buka toko

Nah,, mungkin mereka pernah baca ya.. jadi mereka rajin senyum.




Tak lama suara panggilan dari pesawatpun bergema. 

Saya habiskan waktu dengan menulis catatan di gadget hingga tak terasa pesawat mendarat sempurna di KNIA dalam waktu 1.5jam. Alhamdullillahirobillalamin.

~~~~~

Kami berangkat umroh 17 Januari 2015 via Kualanamu dengan pesawat Mihin Lanka. 



Jamaah diminta berkumpul jam 1500, meski pesawat berangkat 1730, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Sebelum memasuki ruang tunggu kami menjalani pemeriksaan imigrasi. Paspor di beri stempel segitiga "Departure Kualanamu, 17 Januri 2015".

Interior pesawat masih terawat baik. Sepertinya ini memang masih baru. Uniknya semua penumpang adalah jamaah umroh. Lagi-lagi menurut saya, armada ini jelas memang untuk pengangkutan jamaah umroh.

Begitu masuk perut pesawat, awak pesawat langsung memberi salam “Ayubowan sembari merapatkan 10 jari  di atas dada, percis seperti budaya Jawa. Kami di minta duduk tanpa harus sesuai nomor boarding pass, awalnya sedikit terjadi kericuhan, karena jamaah berteriak-teriak memanggil sahabat ataupun keluarga. Salah seorang awak pesawat minta tolong ke adik saya agar semua penumpang segera duduk dengan rapi karena pesawat akat “take off” sebentar lagi.

Untunglah semua masih terkendali.

Tak tahan segera kusiapkan tongsis untuk merekan pengalaman pertama di kabin pesawat kinclong ini. Entah kapan akan terulang lagi. Hanya Ilahi Robbi yang Maha Mengetahui.



Percis jam 1730 kamipun meninggalkan KNIA menuju Kolombo.

Penerbangan akan ditempuh selama 2.5 jam.

Usai peragaan standar keselamatan, pramugari menyajikan makanan bistik ayam plus nasi putih yang menurut lidahku seperti kekurangan air. Kurang empuk. Untung ada coklat batang dengan "Mihin Lanka" tertera di kemasan. Saya simpan buat oleh-oleh. Ha ha ha ha, Coklat Kolombo eeee. Lebaydotcom.

Sepanjang perjalanan saya membaca buku kumpulan doa & zikir, sambil sesekali melirik pemandangan lewat jendela. Perbedaan waktu Medan dengan Kolombo adalah 1.5 jam, dimana waktu Kolombo lebih lambat.

Mama, sejak pesawat "takeoff" sudah menutup mata, tak kuasa menahan kantuk. Hanya terbangun saat makan tadi, sementara Roni, adik saya juga sesekali mencoba tidur dan membaca buku yang sama.

Percis jam 1800 waktu Kolombo kami mendarat. Memasuki pemeriksaan imigrasi, terjadi penumpukan massa. Ada apa? Ternyata sistem imigrasi sedang "down, demikian informasi yang kami terima. Kesabaran kami sedang diuji.

Kurang lebih satu jam menanti, akhirnya kami bisa memulai pemeriksaan. Kali ini paspor mendapat ekstra stempel di antaranya "barcode" dari Imigrasi dan Emigrasi, "permitted land"  dan terakhir "embarked" dari Imigrasi. Total 3 stempel.

Sesuai jadwal kami akan bermalam di Kolombo. Sambil menanti bis, saya berdoa semoga hotel yang kami inapi, layak huni, mengingat raga yang lumayan rontok, bak daun di awal musim semi.

Alhamdullillah, doa saya terkabul. Sesampainya di hotel, lagi-lagi meski pakai acara menanti yang lumayan menguji, Hotel "Gateway" Airport garden, cukup mengesankan. 

Makan malam tersaji secara "buffee", prasmanan. Saking laparnya, saya lupa mengabadikannya. Maklumlah perbedaan waktu telah membuat perut lapar berat walhasil mau berfotopun tak sempat. Tak sempat berpikir.  Ha ha ha

Menu sup menjadi pilihan utama, disusul nasi goreng. Sebagai penutup saya pilih puding dan aneka cake yang "yummy". Mantap!. Lupa deh sama FC. Food Combining, sudah lupa tuh!  Ha ha ha ha..

Selanjutnya, kami digiring ke kamar buat istirahat. Kali ini saya sempat berpikir untuk berfoto. He he he he, sebelum kamar porak poranda, dan berhasil membujuk mama foto sambil tertawa. Hore!. Iya,, Mama suka gak pede, katanya giginya sudah banyak yang ompong. He he he he.



Malam itu kami istirahat dengan pulas berselimutkan pengalaman umroh via Sri Lanka dan menyiapkan fisik Menuju Nabawi.












Senin, 16 Maret 2015

Kala Senja Menghilang, Mensong pun Datang

Senang bukan kepalang!

Kala senja menghilang, mensong kemenangan datang, bersahutan dengan sayup-sayup suara pengajian dari mesjid di perbukitan.

Semuanya tertuang di pengalaman bersama #Tantangan Energen!










Kamis, 12 Maret 2015

Tips agar tampilan di facebook selalu yang terbaru


Senang banget hari ini dapat ilmu baru.

Beberapa teman curhat di status sering ketinggalan info dari beberapa fanspage.

Sambil menyimak, saya juga tanya mbah Google

Jadi gini,, caranya

1. Login Fb dulu dong di sini
2. Copy paste link berikut http://www.facebook.com/home.php?sk=h_chr dan buka di addres bar
3. tarraa .... semua status baru akan muncul
4. selamat mencoba ya


Sabtu, 01 November 2014

Ibu Cerdas Attack Goes To Jepang



Pengalaman Pertama Melalak ke Luar Negeri

"Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn't do than by the ones you did do.
So throw off the bowlines
Sail away from the harbor
Catch the trade winds in your sails
Explore. Dream. Discover
(Mark Twain)


Ibu Cerdas Attack Goes To Jepang. Ungkapan di atas bak setitik cahaya di kegelapan yang gulita, begitu dominan, begitu terpatri saat aku dipermainkan ombak ragu, kala seorang sahabat menawarkan perjalanan ke Jepang yang di adakan sebuah merek detergen.

Aku memang mengikuti kontesnya juga, namun belum terpilih jadi pemenang mingguan apalagi pemenang utama. Hiks.

Meski sebelumnya aku juga sudah meminta kepada beberapa sahabatku yang lain jika menang, sudilah kiranya mengajak daku, namun ternyata mereka juga sudah terikat "kontrak" dengan teman-teman lain.

Saat itu aku sudah pasrah, duhai semesta. Pupuslah harapan beta.

Jepang... I'm Coming!


Namun, takdir berkata lain, salah seorang sahabat yang lain yang kerap menang di berbagai lomba, memberikan harapan.

Saat itu di ujung malam...

Betapa dahsyatnya kabar itu. Kantukku pun mendadak hilang. Segera kulengkapi semua berkas yang diinginkan, diiringi degup jantungku yang tak karuan, seakan berloncatan, ingin terjun bak paralayang.

Untung saja aku memiliki arsip sendiri tentang perlengkapan dokumen pendukung.

Jadi gini,

Sejak beberapa kali menjadi pemenang lomba di sosial media, beberapa admin fanspage selalu meminta beberapa dokumen pendukung. Untuk memudahkan pencarian, dan berdasarkan pengalaman menjadi sekretaris, pengarsipan adalah hal krusial. Beberapa dokumen pendukung aku jadikan satu arsip, jadi begitu diminta, langsung, voilaaaa, tersedia.

Sudahkah kamu berbuat hal yang sama?

Kembali ke laptop!

Rasanya hari demi hari berlalu begitu lambat. Bahkan kadang-kadang serasa bumi berjalan di tempat. *tssaaahhh.Aiiii,,, lebay banget yak.

Kini aku punya hobi baru. Sering berselancar di dunia maya, mencari tahu semua tentang Jepang. Pemandangan indah, tempat favorit tujuan wisatawan dan... makanan. Hmm, gak jauh-jauh dari urusan perut nih.

Akhirnya, tarrraaa... 23 September pun tiba!

Sejak pagi adrenalin mulai terpicu. Walhasil senyam-senyum melulu. Hahaha... *kumatlebaynya.

Bolak-balik bongkar tas, memeriksa kalau-kalau ada yang tertinggal. Kamera, cek, gadget, cek, pakaian pendukung cuaca (maklum menurut data, musim gugur tinggal menghitung jam saja), cek. doku, cek,, meski belum tahu mau beli apa, habis lagi-lagi menurut cerita, di sana wiiii, mahal-mahal bow.

Boarding time sih jam 23:00, namun kami diminta berkumpul jam 20.30 WIB di kafe Olala bandara Soekarno Hatta.

Ada sedikit cerita di sini. Karena tak tahu di mana percis lokasinya, beberapa orangpun kami tanya. Ternyata kami turun di area yang hmmm,, lumayan jauh dari kafe itu. Walhasil, jadilah kami mundur dari drop zone semula. Lumayan, serasa peragawati, melenggok kanan dan kiri, mengitari peron terminal yang sesak penumpang.

Sesampai di kafe, para peserta lain sudah tiba, kami berempat mewakili mahmud-mama muda *kibasponi, dari sosial media, ada juga awak media dan tentu saja perwakilan pihak detergen. Termasuk leader dari JALAN Tour total 12 orang.

Setelah mendapat paspor plus penjelasan kamipun memasuki ruang tunggu utama. Udara dingin segera menyergap raga, menambah syahdu malam sendu.

Berempat kami berjalan gontai, karena sudah letih, namun belum sampai ke ruang tunggu, awak Garuda mencegat dan meminta kami menunggu di luar, karena ruang tunggu sesak dengan penumpang yang mengalami penenerbangan tunda. Wajah merekapun tak kalah kusut, sodara-sodara.

Meski kecewa, kamipun kembali ke ruang tunggu umum, tak kalah gontai dengan langkah sebelumnya.

Hai,, ternyata kami tidak sendiri, kelihatannya adu dua warga Jepang (asumsiku) yang mengalami nasib yang sama.

Lumayanlah buat cuci mata. Hihihi... Selanjutnya, bisa di tebak dong. Bernarsis ria. Dasar emak-emak narsis! Padahal mata sudah kayak panda aja nih, sis.

Kamipun larut dalam percakapan khusyuk, mencoba mengimbangi hawa terminal yang semakin dingin menusuk.

Aku melirik jam di HP, 22.30.

Yuk, kita coba lagi, seseorang berkata.

Kali ini kami masuk ke ruang tunggu yang sudah lengang. Aku dan seorang teman bergegas ke mushollah menunaikan kewajiban. Tak lupa ku cuci muka biar segar. Siapa tahu ada sesi foto di dalam kabin pesawat. Hahaha. Duh, maaf edisi cekikikan melulu nih, Maklum lah edisi heppi-heppi.

Sambil menunggu boarding sesekali kami berbagi cerita dan memainkan gadget. Update status lah!
Aku keluarkan jaket keren pinjaman dari sahabat. Jaket khusus untuk daerah 4 musim, tebal dan warna mencolok. Oke banget buat foto.

Momen itu datang juga. Penumpang di panggil berdasarkan tipe stiker yang terdapat di boarding sheet. Biru warnanya, kami dipanggil pada urutan yang ke empat (kalau gak salah,, hi hi hi). Kelas ekonomi, bow. Aku baru tahu kalau tiap airline punya kebijakan boarding. Kalau pesawat domestik biasanya, siapa cepat dia lompat. Hahaha...

Eh, nggak ding, aku pernah naik Airasia, mereka mendahulukan orang tua yang cacat, ibu-ibu yang bawa bayi/anak, baru deh penumpang yang cakep dan segar kayak aku. *benerinkrahbaju

Aku benar-benar meresapi detik demi detik perjalananku kali ini. Tak ingin melewatkannya. Sungguh!

Pengalaman Pertama Ke Luar Negeri!

Aku sangat percaya bahwa memang semua yang serba pertama pasti terasa istimewa dan tak begitu mudah untuk dilupa, setuju? Jadi perjalananku kali ini, sekali lagi, agak penuh emosi, sedikit-sedikit main hati. Maksudnya terekam jauuuh ke dalam sana.

Saat tiba di perut pesawat, pramugari meminta kami menyebut nomor tempat duduk dan langsung menjelaskan ke mana kaki ini harus melangkah. Pesawat ini memiliki  2 gang di antara tempat duduknya. Kalau pesawat domestik dengan waktu terbang singkat yang biasa aku naiki, cuma punya satu gang.

Jadi penumpang masuk dengan rapi dan teratur. Profesionalisme jelas terbaca di sini.

Suasana di kabin begitu romantis. Remang-remang mengundang gerimis. Hihihi...

Kebetulan kami berempat duduk dalam satu baris. Senang sekali. Begitulah.

Padahal aku ingat banget, saat mengikuti seminar seorang motivator, seyogianya kita itu harus mencari tempat duduk dengan orang yang sama sekali tidak kita kenal, tapi yaitu dengan resiko bisa jadi dia teman perjalanan yang menyenangkan atau sebaliknya membosankan. Kind a gambling sih

Begitu nempel dengan tempat duduk, mataku segera melihat monitor kecil. Lumayan ada hiburan, meski aku tidak yakin, dengan kondisi letoi begitu apakah aku masih enjoy.

Aku buka kemasan selimut, mendorong bangku dan mencoba istirahat total. Tapi, ternyata tak bisa optimal.

Sesekali aku melempar pandangan lewat jendela, hitam pekat di luar sana. Kuputar kepala, kebanyakan penumpang terlelap, hanya ada beberapa yang menikmati hiburan. Kembali kantuk menyerang, kali ini aku berhasil terlelap.

Nah, itu dia sepenggal pengalaman ibu cerdas Attack goes to Jepang.

Mau tahu serba serbi seru lainnya? Yuk cap cus ke sini ya.

****





Minggu, 29 Juni 2014

Mencuci Lebih Cepat dan Hemat Berkat Molto All-In-1


Mencuci Lebih Cepat dan Hemat Berkat Molto All-In-1

Mencuci Lebih Cepat dan Hemat Berkat Molto All-In-1. Buah hati semata wayang kami Yasmin, terpilih mewakili sekolahnya  SMP Negeri  1 Balikpapan untuk mengikuti pemilihan event Duta Generasi Hijau 2014 “Green Generation”.

Yasmin kerap membagi pengalaman tentang serunya berpartisipasi dalam event itu saat kami berkumpul di rumah. Jelas terbaca kebahagiaan dan antusias di sana.

Acara itu sendiri diikuti oleh siswa siswi SMP dan SMA sekotamadya Balikpapan.

Sesuai namanya event ini adalah bentuk partisipasi dan aspirasi “dari pelajar untuk pelajar” yang ada di kota Balikpapan, guna membangkitkan semangat generasi muda, agar lebih mencintai lingkungan sekitar, serta menjaga kekayaan alam Indonesia.

Mulai dari acara bersih-bersih massal pantai, pasar tradisional dan penanaman bibit bakau  hingga mengikuti pelatihan “Energy Camp” dengan motto “Jaga Bumi, Beri Energi Untuk Negeri”.  

Ayah paling sering terlibat dengan semua kegiatan ini karena harus mengantar Yasmin ke lokasi aktivitas yang lumayan jauh dari rumah, sementara aku lebih  berperan memberi pembekalan berupa semangat dan motivasi misalnya agar Yasmin senantiasa mengerjakan segala sesuatu itu dari hati,  mengerahkan semua usaha dan yakin jika semua sudah dilakukan secara maksimal pasti semesta akan memberi dukungan secara optimal.

Alhamdullillah, setelah melalui beberapa seleksi dan penilaian, Yasmin terpilih menjadi wakil III Duta Generasi Hijau 2014. Bangga sekali!

Malam penganugerahan “Award Green Generation Award 2014” pun segera tiba.

Yasmin hanya punya waktu dua hari untuk menyiapkan dress code baju berwarna hijau dengan nuansa daun atau bunga.  Seingatku Yasmin tidak memiliki koleksi pakaian seperti itu.

Otakku segera berpikir keras.

Aha! Bukankah Yasmin punya sepupu yang pernah seusia dan memiliki perawakan yang sama? Segera aku minta Yasmin menghubungi sepupunya.

Lagi-lagi semesta mendukungnya.

Tak menunggu terlalu lama Yasmin dan Ayah segera bergegas menjemput baju itu. Sementara di rumah, aku harap-harap cemas menanti, apakah baju akan cocok dan layak pakai?

Akhirnya, baju sudah di tangan, dan langsung fitting, kakaaa.

“Baju ini sudah di kasih Uning, bunda” karena sudah tak muat lagi sekarang.

Yasmin memberi info status kepemilikan baju itu.

Alhamdullillah, aku peluk Yasmin terharu.

Namun ternyata harus ada perbaikan di sana sini. Berdua kami minta masukan dari tetangga tukang jahit langganan. Beliau memberikan solusi yang penuh inovasi dan berjanji besok siang, pakaian sudah bisa di ambil lagi.

Keesokan hari baju telah selesai, tak sabar Yasmin segera mencoba kembali di rumah. Wah,, cantik sekali. Kesan baju kelonggaran dan kepanjangan hanya tinggal ilusi. Untung saja baju itu sudah jadi milik pribadi, jadi bisa di permak sana dan sini.

Berpacu dengan waktu segera baju aku cuci menggunakan  produk inovasi revolusioner Molto All-in-1, andalan keluarga kami. Proses mencuci cepat, cukup sekali bilas, hemat air, waktu dan tenaga. Keharuman lembut yang memikat Molto All-in-1 semakin menambah sukacita.

Semoga acara besok malam lancar, tidak kurang suatu apapun, doaku dalam hati.

Setelah baju kering, langsung disetrika, tak perlu pakai cairan tambahan lain, karena  Molto All-in-1 sudah mengandung Molto Trika. Lagi-lagi wangi lembut membelah suasana dan baju yang terbuat dari kain satin itu sangat mudah di setrika. Sungguh menghemat waktu!

Malam penganugerahan tiba, aku mendandani Yasmin senatural mungkin mengingat usianya yang baru 13 tahun.

Sesekali aroma Molto All-in-1 dari baju Yasmin yang terbawa alunan pendingin ruangan di kamar kami, menemani suasana dandan kali ini.

Acara demi acara berjalan lancar hingga sampailah pada puncak acara malam penganugerahan.

Yasmin mendapat kalungan selempang cantik dengan tulisan “Wakil III Duta Generasi Hijau”.

Lampu blitz para fotografer bak kilauan petir mini di panggung utama. Berpadu dengan permainan lampu sorot aneka warna menambah gemerlap suasana.

Aku dan suami sangat terharu, kami saling bergenggaman tangan menyaksikan dari kursi penonton. Tepuk tangan bergemuruh melengkapi suasana nan mengharu biru itu.

Sesaat sebelum pulang kami mengabadikan momen istimewa dengan berfoto bersama, dan keharuman tahan lama Molto All-in-1 masih tercium lho dari baju yang kami kenakan.

Terima kasih Molto All-in-1, telah membantu dan menjadi bagian istimewa dari kehidupan dan kebersamaan kami.

Semoga pengalaman mencuci lebih cepat dan hemat berkat Molto All In 1 ini bermanfaat.



Minggu, 01 Juni 2014

Lomba Karya Foto dan Video

Lomba Karya Foto dan Video. Punya pengalaman positif saat menggunakan debit BCA, ATM BCA, klik BCA dan m-BCA yang membuat hidup lebih mudah.

Ayo ikutan lomba!

Syarat sbb:
1. Warga negara Indonesia
2. Tinggal di wilayah NKRI
3. Punya kartu identitas(KTP/kartu pelajar/SIM/Paspor)
4. Punya akun FB dan twitter

Jangan lupa perhatikan tema foto dan videonya ya!

Untuk lengkapnya silahkan klik di Lomba Karya Foto dan Video

Sabtu, 31 Mei 2014

Kompetisi Berbagi Surat

Senang banget sama brand teh yang satu ini.  Selalu menjadi salah satu motivator dan konsisten menggalakkan suasana kehangatan, keakraban dan semangat baru di dalam keluarga.

Kini dengan tagline "ungkapkan rasa sayang dan terimakasih",, keluarga Indonesia di ajak untuk memanfaatkan surat untuk mengawali orolan mendalam antara anggota keluarga.

Lomba ini boleh diikuti secara offline dan online

Syaratnya sangat gampang!

1. Terbuka untuk semua keluarga
2. Warga negara Indonesia
3. Sertakan biodata lengkap sesuai KTP
4. Mengirim surat ungkapaan rasa sayang dan terima kasih kepada anggota keluarga
5. Jangan lupa foto dengan kemasan (0nline) dan menyertakan kemasan (offline)

Untuk lebih jelasnya silahkan klik di kompetisi berbagisurat


Rabu, 21 Mei 2014

Twitter Feed

Senangnya bukan kepalang akhirnya bisa buat "Twitter Feed" *loncat-loncat kegirangan.
Sebelumnya sejujurnya malah gak "ngeh" apa itu.
Lalu saya tanya bagaimana ya caranya agar postingan twitter terkini selalu "nempel ngetop" juga di blog?
Oooo itu namanya "Twitter Feed", mbak, jawab teman dumay.
Can you teach me, how to make it? Sure, he said..
Memang memerlukan beberapa step sih, namun hasilnya you will having your own twitter feed in side bar .
How COOL is that!.
And this is how,,.
1. Login ke akun twitter
2. Masuk ke URL
3. Klik "buat baru"
4. Di tab "time line pegguna" akan ada beberapa pilihan, silahkan pilih sesuai seleramu, saya pribadi pilih apa yang tersedia, hanya saya ganti warna tautan merah.
5. klik "cari" isi kueri pencarian/tipe widget yang ingin diikuti, bisa satu orang, beberapa orang, atau daftar beberapa orang dan klik "buat widget".
6. Magically! anda akan mendapat kode HTML, copy dan siap di sisip ke blogger .
7. Selanjutnya masuk ke blog, pilih Layout, masukkan kode tadi ke pilihan "HTML'JavaScript" beri judul dan klik Save/Simpan .
8. Congratulation You have "Twitter Feed" on your blog .

Sabtu, 10 Mei 2014

Instagram

Alhamdullillah *benerin poni, menang pertama ikut kontes di Instagram namun ini entah sudah keberapa kalinya ikut kontes yang diselenggarakan oleh Putri Ehara,,




Untuk ikut kontes ini saya harus bertanya ke beberapa orang mengenai "re-post atau re-gram", sebab salah satu persyaratannya adalah foto harus di re-post/re-gram. Kalau di Facebook fasilitas itu langsung tersedia dalam bentuk "share/bagikan". Ternyata cara kerjanya hampir sama, namun di instagram, kita harus simpan/screen shoot dulu foto dan di-post ulang. Dengan bantuan pencerahan dari anak saya Nabila Yasmin Pohan akhirnya tantangan berhasil di taklukkan. Terima kasih ya sayang,, *peluk

Senang banget!

Kamis, 01 Mei 2014

Kemenangan Tunggal

Kemenangan Tunggal. Bulan April satu kemenangan tunggal berhasil tercapai dari Wise Word Competition


Sedih? Sudah pasti.
Tapi kata orang bijak rezeki pasti tidak salah menghampiri.
Sesuatu yang engkau kira baik, belum tentu baik di mataNya, demikian pula sebaiknya.

Yang pasti saya harus bisa memetik hikmah dari semua ini.
Lebih berusaha untuk lebih baik lagi.

Nah, yang pengen ikutan masih ada waktu hingga 30 Juni.

Yuk, segera beraksi!

Akhir kata, tetap bersyukur lanjut berjuang lagi.

Go Rosa Go!