Tumbuh dan Berkembang Bersama BCA


Tumbuh dan Berkembang Bersama BCA


Tumbuh dan Berkembang Bersama BCA

"Buntu, aku buntu!"

Haa..!

Kenapa? Ada apa? Suara itu bersahut-sahutan, berkejaran di benakku.

Ini soal lomba. My BCA Experience Blog Competition, tepatnya!

Eaaalaaa... kirain soal nyawa.

Lho, ini juga urusan genting, tahu! Menyangkut dapur, sumur dan kasur. Eh enggak ding dapur aja.

Jadi gini,

Tahukah kamu?

Ngggaaakkk....

Saat BW (blogwalking) itu pintu rezeki sedang dibuka. Iya, BW itu identik dengan silatuhrahmi. Dan Allah sudah berjanji siapa yang memperpanjang silatuhrahmi akan dibukakan rezeki bahkan dari pintu yang takkan pernah kita sadari. Setuju?

Percis inilah yang aku alami. Saat BW di blog sahabat aku membaca postingan lomba. Berikutnya aku langsung memutar otak, cieeee (belagu amat yak!), kira-kira cerita apa yang layak disunting agar mampu bersanding dengan persyaratan lomba.

Kudu melampirkan pengalaman pribadi atau review dengan salah satu produk BCA dong, tentu saja!

Nah, ini dia!

Soalnya tidak punya stok foto atau tepatnya jarang banget berfoto saat transaksi beraksi.

Berhari-hari aku tak bisa move on dari kebuntuan ide.  Terutama saat aku berada di depan notebook. Aku malah semakin terpuruk.

Sampai suatu hari di Minggu pagi saat mencuci pakaian, iya, saat mencuci pakaian cint, ide jatuh bagai cucuran hujan.

Berarti memang betul ya, kadang kala kita harus mundur agar bisa maju. Mundur dari depan notebook dan berganti aktivitas sesekali.

My BCA Experience

"Sebaiknya ceritakan saja pengalaman sejak awal memakai BCA, tumbuh, berkembang dan masih tetap bersama BCA sampai sekarang"
Suara itu datang lagi, kali ini bertalu-talu menggempurku. Agaknya sanubari tak kuat lagi menampung beban ini. 

Maka disini cinta eh cerita pertama kali aku awali.

***

Masa Kuliah

"Ann, ada pendaftaran pengajuan beasiswa lho, tertarik?" ujar salah seorang dosen bagian kemahasiswaan saat aku membaca papan pengumuman di kampus. Ini dia info yang aku cari dari tadi.

"Mau dong, Pak"

"Tadi saya sempat lihat draft pengumumannya. Coba temui ibu di bagian administrasi di lantai satu dan tanya persyaratannya ya, good luck!"

Sampai detik ini aku tak akan lupa pada beliau yang telah membantu membuka pintu rezeki dan menginspirasi untuk berkenalan dengan perbankan. Iya, aku lulus seleksi dan berhak mendapat beasiswa.

Itulah awal mula aku berkenalan dengan BCA.

Bank yang ditunjuk sebenarnya adalah sebuah bank pemerintah. Namun mohon maaf bukan bermaksud untuk mendiskreditkan, zaman itu bank pemerintah masih identik dengan staff yang pelit senyum, kaku dan menurutku kalau tidak terpaksa sekali rasanya aku malas banget berurusan dengan bank itu.

Jadi aku putuskan untuk buka rekening dari bank lain juga. Opsi B, gitu deh ceritanya!

Saat itu BCA adalah bank swasta yang terbesar dan gampang ditemukan di kotaku. Bangunanya yang khas dan terkesan megah langsung membelit hatiku. Jadilah aku di suatu pagi dengan berpakaian rapi dan dandan secantiknya mencoba mengadu nasib berurusan lagi dengan bank, kali ini dengan BCA.

Aku langsung terkesan dengan pelayanannya. Hanya dengan senyum aku luluh dan jatuh tak bisa bangkit lagi. Bayangkan betapa magisnya sebuah senyuman. Urusan lain bisa ngantri belakangan. So, jadikan senyuman pakaian terbaikmu, ya kawan!

Meski tabunganku tak pernah banyak, maklum masih mahasiswi kakaaa, aku akan berusaha datang bak orang gedongan (waduh, maksudnya bawa-bawa gedung yaa?). Minimal sebulan sekali dan guess what, aku dandan ala-ala  karyawan bank, gitu. Pakai atasan dengan bawahan gelap. Aku terhipnotis dengan seragam mereka yang modis, sungguh!

Saat itu hanya buku tabungan yang menjagi pegangan. Mesin ATM dan kartu masih dalam angan-angan.

Menjadi Karyawan dan Menikah

Saat pertama kali bekerja, perusahaan juga meminta akun BCA, klop deh! Senang banget.

Aku lupa kapan percisnya (sepertinya di era 90-an) saat pertama kali menggunakan ATM. Aduhai hatiku berbunga-bunga saat berhasil melakukan transaksi pertama. Cek saldo, kakaa... Iya cuma dengan cek saldo aku berasa jadi hero.

Sampai di rumah aku masih asyik dengan kartu ATM BCA, membelai, bolak-balik memeriksa fisik dan masih terkagum-kagum dengan teknologi cerdas ini. Katrok yaaa... Hmmm, biarin deh. Aku yakin kamu pasti lagi senyum juga di bagian ini.

Menjadi karyawan di tengah hutan rimba Kalimantan dan suami tetap di kota, kami mengalami sedikit kesulitan. Terutama saat buku sudah ingin diganti dan aku masih bekerja di tengah belantara sunyi. Akhirnya kami putuskan untuk membuat joint account, jadi siapa saja di antara kami bisa pergi ke cabang BCA dan melakukan tindakan administrasi.

Aku ingat sekali, di era ini juga BCA setelah alami deregulasi terus mengembangkan jaringan cabang-cabang secara agresif. Jadi lebih mudah menemukannya. Sangat membantu!

Mesin ATM BCA juga mulai banyak ditemukan. Pengembangan jaringan dan fitur ATM dilakukan secara intensif, menjalin kerjasama dengan berbagai institusi terbuka. Aku langsung pakai untuk bayar tagihan PDAM.

Saat itu untuk mengirim uang kuliah adik yang berbeda domisili aku juga gunakan fasilitas transfer via ATM. Jadi uang langsung diterima. Beda saat zaman aku kuliah masih pakai wesel dan harus pergi ke kantor pos untuk mencairkannya.

Jadi bisa dibilang aku juga mewariskan hal ini kepada adik-adikku. Menabung dan bertransaksi dengan fasilitas BCA.


Internet Banking

BCA adalah Bank Indonesia pertama yang berani meluncurkan produk ini secara masif! Dan aku termasuk yang terpaut dengan teknologi ini. Bukan hanya keren, teknologi ini bisa menghemat waktu dan tenaga.

Sejujurnya saat itu yang terpikir hanya satu kata, keren! Bayangkan bagai punya bank sendiri dan bisa diakses kapan dan di mana saja sejauh layanan internet masih ada. How cool is that! Mau transfer, cek saldo atau bayar tagihan saat dini hari, dimana semua orang masih tidur, juga hayyuk!

Tak perlu bawa uang tunai ke mana-mana. Aman dan praktis!

Sehubungan berkembangnya fenomena belanja online apalagi aku gemar melakukan perjalanan, aktivasi keyBCA serta BCA Klikpay juga aku lakoni. Mudah, praktis, aman dan nyaman.


Tumbuh dan Berkembang Bersama BCA


Khusus BCA Klikpay kita kudu memiliki fasilitas klikBCA individu atau BCA Card. Tertarik? Langsung deh registrasi Internet Banking BCA di ATM atau cabang BCA terdekat.

Sesekali aku juga nikmati diskon khusus dibeberapa merchant yang adakan promosi. Lumayan buat nambah uang pulsa di penghujung bulan, kakaa...

Bahkan untuk urusan pembayaran monetize blog beberapa agensi lebih toleran dengan nasabah BCA, honor pun jadi free horor alias kagak dipotong untuk alasan transfer beda bank. Senangnya jadi nasabah BCA.

Tumbuh dan Berkembang Bersama BCA

Aku juga punya pengalaman menarik beberapa waktu lalu. Saat mengantri untuk ganti buku. Karena datang agak siang dan semua staf masih sibuk aku langsung menunggu sambil membaca beberapa majalah, namun sayang majalahnya sudah terbitan lama. Boleh dong kasih masukan ya, kalau bisa majalahnya yang terkini jadi beritanya tidak basi.

Eh jadi lupa...!

Saat menunggu itu tiba-tiba aku didatangi seorang staf yang seragamnya berbeda dengan staf customer service lainnya. Mas yang ini berpakaian necis ala bankir lengkap dengan gadget mirip ipad di tangan dan senyuman tak pernah lekang dari wajahnya. Keren sekali!

"Bisa saya bantu, bu?"

"Eh, anu... saya mau ganti buku"

Selanjutnya, jadilah hari itu saya dilayani tanpa antri. Aku lupa itu nama programnya apa ya, BCA?

Etapi aku mau curhat nih, belum pernah sekalipun aku memenangkan undian gebyar BCA yang hadiahnya bikin ngiler tingkat dewa.

Nah, siapa tahu ada Bapak CEO BCA baca ceritaku dan khilaf, terus periode berikut aku yang jadi pemenangnya. Hahaha...

Iya... terus... terusin deh berhalunisasi mumpung gratis, xixixixi...

Semoga pengalaman pribadi aku tumbuh dan berkembang bersama BCA bermanfaat ya.

Jadi, kapan kamu buat akun di BCA?

My BCA Experience





Ini Dia 4 Cara Afdol Menikmati Pesona Batu Dinding Borneo

4 Cara Afdol Menikmati Pesona Batu Dinding Borneo
Gimana, kamu suka?

Ini Dia 4 Cara Afdol Menikmati Pesona Batu Dinding Borneo. Pas BW ke salah satu blog komunitas Blogger Balikpapan aku lihat satu postingan foto tempat wisata yang membuat aku menganga.

Appaaaa...!

Tempat seperti ini ada di sekitarku, kekinian dan aku tidak tahu! Huhuhuu... duh, beraninya ngaku-ngaku travel bloger, plak! Sekali lagi, plak-plak! Hahaha... Derita loe! Darimana aja? 

Batu Dinding. Yup, itu namanya. 

Apa itu kembarannya Great Wall yang di Tiongkok? Let's find out!

Sini, sini, merapat. Siapkan camilan dan teh tarik. Hihihi... ketahuan ya doyannya apa.

Baiklah, kakaaaa...

Sejak saat itu, hatiku tak mampu melupakannya, iya melupakan si Batu Dinding, seriously

Dan... akupun rela jadi penyusup saat acara reuni SMA 1 Balikpapan yang kebetulan memasukkan jelajah Batu Dinding ke dalam agendanya. Yok-i kamu tak salah baca pe-nyu-sup. Hahaha... soalnya ini hajatan sekolah pak suami, kalau eike SMA-nya di Siantar, jauuuh no... di Sumut sana.

Agar diberi izin, lalu akupun berjanji sehidup semati menjadi anak yang baik, penurut dan suka menabung. Hahaha... kagak nyambung. Yee... biarin deh.  Cerita-cerita eike. Suka-suka dong. #meletmodeon.

Jadi gini,

Hal pertama yang aku khawatirkan adalah soal cuaca, kawan, sebab beberapa hari sebelumnya saat pagi hari Balikpapan sering melow dan hujan seharian.

Mengingat medan dan trek ke sana yang ala MTMA (My Trip My Adventure) tentu panitia tak ingin kecolongan, karena banyak alumnus yang ingin ikutan. Apalagi fisik dan stamina menjelang kepala 5, yaaa... tahu sendiri kaan. Kecuali daku #kikirkuku sambil #kibasponi. Xixixi... Lalu ditoyor!

Lho, kog tahu ala MTMA?

Sebab sebelumnya pak suami dan panitia sudah sounding lokasi, cint. Jadi dapat bocoran. Meski masih bocor halus.

Dan dalam doaku menjelang hari eksekusi selalu aku selipkan pinta ini. Mengharap restu semoga berlangsung lancar dan seru acara ini.

Malam sebelum hari H aku pun sibuk browsing pakai keyword Batu Dinding. Melahap pose-pose syantiik para netizen beserta "kroni-kroni". Siapa tahu bisa menginspirasi dalam memberi "nyawa fotografi"

Pan inspirasi kayak jailangkung suka datang tanpa diundang, bung. Duh, napa jadi bawa-bawa jailangkung. Iya biar horor dikit laa. Hahaha...

Lalu... aku ketemu sama foto cetarrrr ini!

Inspirasi pose menikmati pesona batu dinding Borneo
sumber : @aadiir
Dan ini...

pose nspirasi nikmati pesona batu dinding Borneo
sumber: @lugasc 
Kalau kamu pengen coba pose yang mana?

Mendadak kepikiran alangkah sempurnanya jika aku juga punya action cam. Pasti lebih banyak lagi momen-momen yang sedang in-action akan tertangkap. Kudu mulai mencari harga action cam terbaik nih.

Batu Dinding di Balikpapan atau Kukar?

Terletak di jalan poros KM 45 Balikpapan-Samarinda, Batu Dinding selalu bersanding dengan Balikpapan. Iya komunitas sering menyebutnya Batu Dinding Balikpapan. Padahal secara geografis termasuk dalam kawasan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar). Percisnya 5 km sebelum tempat wisata kuliner yang juga kekinian Rumah Makan Tahu Sumedang. Di sebelah kiri jalan kalau kita dari Balikpapan.

Pastikan mobil tidak melaju kencang saat mendekati daerah target karena plang papan Batu Dinding cuma berukuran kecil dan sukses menelan korban. Iya, salah satu mobil alumnus ada yang harus berbalik arah karena melacu kencang dan melewatkan tanda krusial ini. Kasihan deh loe!

Sepertinya Yang Maha Pengasih mengabulkan pintaku, semesta mendukung, biru langit menemani sepanjang perjalanan menuju Batu Dinding. Yuhuu...

Roda empat hanya bisa masuk sejauh 2km. Melewati daerah perkampungan yang masih asri bersinergi dengan perkebunan warga seperti pohon naga, jeruk, karet dan sedikit kelapa sawit di kejauhan.

perkebunan warga membuka akses menuju batu dinding Borneo
trek penyibak pesona Batu Dindin Borneo

perkebunan buah naga akses menuju batu dinding Borneo
Perkebunan pohon naga warga

perkebunan kelapa sawit di kejauhan menuju batu dinding Borneo
Perkebunan sawit terbentang di kejauhan
Trek sesungguhnya its about to begin. Are you ready guys...?

Please note roda empat hanya sampai 2km dari plang di tepi jalan tadi dan kudu parkir di sini. Kalau roda dua bisa lanjut sampai tempat parkir yang telah disediakan.

Tempar parkir roda 4 menuju batu dinding Borneo
Maaf, roda 4 cukup sampai di sini
Sebelum uji nyali saatnya isi bahan bakar di warung Mama Rizal. Air mineral, camilan dan berbagai buah hasil kebun sendiri tersedia, euuii. Yang mau sewa ojek juga monggo. Beberapa teman memutuskan naik ojek, dan konvoi sepanjang trek. Keren, rek!

Roda 2 membelah rimba menuju batu dinding Borneo
konvoi ojek membelah sunyi
Aku... ingin uji nyali, cint. Mendadak langsung ingat pengalaman seru di Lampung.
Lengkapnya baca di sini  dan di sana
Awalnya trek masih bersahabat, landai dan sedikit bergelombang.

Jalan landai dan merata bikin semangat membara ke batu dinding Borneo
trek pemanasan dan stamina masih kencang

Jalan landai dan merata bikin semangat membara ke batu dinding Borneo
stamina masih kencang masih sanggup tebar senyuman
Etapi makin ke sini eh makin menantang, mendaki tanpa peri kemanusiaan. Aku bisa mendengar nafasku sendiri yang ngos-ngosan bagai banteng matador. Mencoba tegar. Tenaaang, masak junkies adventure keteteran. Tarik nafas, buang nafas, tarik nafas, buang nafas. Buang angin...juga. Hahaha...

Perlu fisik dan stamina agar bisa mencapai batu dinding Borneo
mulai kelihatan trek asli langsung pindah gigi, hihihi....

Siapkan fisik dan stamina agar bisa mencapai batu dinding Borneo
bang, tunggu  Hayati bang...
Mencoba tegar namun aslinya menggelepar. Hahaha...

Husss! Mangap melulu... jaim sikit, napa!

Suara motor di kejauhan bagaikan simfoni membuai sanubari yang tengah remuk redam. Pak suami meminta agar Yasmin dan Nuning, teman seperjalanan agar naik ojek. Hemat energi buat mendaki puncak nanti, kata pak suami.

Tinggallah kami berdua menyusuri sepanjang jalan kenangan setapak diiringi nyanyian jangkrik di kanan dan kiri, padahal hari masih pagi. Aku jadi ingat pernah nonton video seorang vlogger di youtube tentang perjalanan menuju Henderson Wave di Singapore. Percis deh. Suara nyanyian jangkrik itu... kriik... kriik... kriik... membawa anganku mengembara.

Semoga suatu hari bisa ke sana. Aamiin...

Kembali suara itu menggoda. Deru mesin si roda dua. Akhirnya aku menyerah setelah berjalan hampir 15 menit dan akhirnya pasrah di pangkuan eh di sadel mas ojek. Gak lama sih hanya sekitar 10 menit di atas roda, langsung melipir ke tempat parkir di tengah rimba.

Tempat parkir roda dua menuju batu dinding Borneo
hei kamu  mau ngeloyor aja, bayar dulu dong! :)
Tak lama pak suami juga menyusul, ternyata beliau ngojek juga. Hahaha...

Jangan senang dulu! Petualangan belum tuntas. Ini trek pamungkas. Tak ada roda dua lagi. Kudu ganti persenelling ke gigi satu, cint! Jalan mendaki hampir membentuk siku 90 derajat. Jib... ajib... ajib...!

Sambil menunggu rombongan lain kami pose di lahan parkir. Hei, siluet Batu Dinding kelihatan dari sini. Bisakah kau menemukannya di foto di bawah ini?

Batu Dinding Borneo here we comes!
ayo tebak yang mana Batu Dindingnya?
Setelah membasahi kerongkongan dan deru nafas kembali normal kami konvoi menuju puncak Bukit Dinding. Adrenalin mengambil alih saat mendekati tkp. Tangga kayu bagai pasword pembuka.

Tangga kayu menjelang tiba di puncak batu dinding Borneo
jadi ingat  fil animasi The Flintstones...
Aku memanjat dengan dada memburu. This is it! The moment that I have been waiting for!

Sebuah batu besar menyeruak dan hanya menyisakan lebar jalan yang hanya muat untuk 1 orang.

Subhanallah... terima kasih ya Allah, dengan izinMU aku diberi kesempatan melihat salah satu ciptaan agungMU. Semoga bertambah ilmu dan wawasanku, rezeki serta memperkuat ukhuwah. Aamiin...

Let us enjoy the view...

Aneka ekspresi di puncak batu dinding Borneo
pose pemanasan

Aneka ekspresi di puncak batu dinding Borneo
pose mulai agak panas

Aneka ekspresi di puncak batu dinding Borneo
tarik Hayati bang...

Pose impian ala selebgram Batu Dinding Borneo
gak nemu batang rebah ikonik Batu Dinding, maka jadilah pose ini

Pose impian ala selebgram Batu Dinding Borneo
ganteng kali abang, eh... si  Hayati mana, bang?

Yasmin, kamu kenapa sayang?

Safety First!

Yang paling penting, saat di puncak, jalanlah berhati-hati karena spot yang dilalui hanya lebar 1 meter dimana rimba Borneo dan jurang menganga menanti di sebelah kanan dan kiri.

Yup! Just like the quote said "difficult roads often lead to beautiful destinations"

Duh, seram dong?

Jika melangkah berhati-hati dan lakukan sesuai prosedur keselamatan, Insya Allah selamat sampai di rumah kembali.

Oh iya, tolong bantu bumi kita. Saling mengingatkan sesama pengunjung dan bawalah semua sampah paling tidak sampah pribadimu sendiri.

Biasanya netizen dan khalayak ramai suka menanti momen matahari terbit atau tenggelam di sini. Mereka bahkan rela menginap atau berangkat saat dini hari.

Namun sayang vandalisme sudah memulai aksi. Banyak coretan di batu indah ini. Juga sampah plastik air minum kemasan dan camilan.

Ingin menikmati Batu Dinding lebih afdol, lebih intim dan pribadi?

Yuk simak cara afdol berikut ini!

1. Hindarkan berkunjung saat akhir pekan dan liburan karena Batu Dinding sudah menjadi tempat wisata ikonik dan kekinian.

2. Browsing tips pose keren di internet agar halaman sosmedmu bisa jadi viral. Gubraaak! Siape tahu ada agensi khilaf terus hire kamu jadi modelnya.

3. Lebih seru naik roda dua apalagi dengan pasangan halal

4. Lengkapi diri dengan outfit kekinian namun tetap sopan dengan pilihan warna cerah dan eye catching,  aksesori unik ala model seperti kaca mata hitam, topi, syal, sepatu dan lain-lain.  Ayo google sendiri. Hihihi...

Emang napa?

Lha... biar hasil fotonya kece membahana, terus kamu jadi bahagia, jadi sering senyum, temanmu tertular jadi ikut bahagia juga. Dan... bahagiapun menggelinding bagai bola liar, di sini dan di sana. Dunia jadi jauh lebih baik, kakaaa!

Baiklah, tapi kog cuma 4 aja sih?

Iya dong... agar kamu berkesempatan untuk menambahkan cara berikutnya. Hehehe... *pelintirkumis.

Memang sih untuk mencapai Batu Dinding sangat penuh tantangan namun percaya deh, semuanya sungguh sepadan dengan apa yang akan kita dapatkan di puncak perjalanan.

Buktikan!

Selamat mencoba 4 cara afdol nikmati pesona Batu Dinding Borneo dan aku tunggu versi kamu di kolom komentar ya...

Jadi, kapan kamu ke Batu Dinding Borneo?

Lindungi Periode Emas Eksplorasi Si Kecil Dengan Nutrisi dan Stimulasi Yang Tepat

Pentingnya Lindungi Periode Emas Eksplorasi Si Kecil Dengan Nutrisi dan Stimulasi Yang Tepat



"Ayo siapa di sini yang sudah punya si Kecil?"
"Kalau yang punya si Kecil berusia 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun?"
"Atau ada yang mau jadi calon Bunda?"

Begitulah pertanyaan pembuka dari Bunda Shahnaz Haque saat seminar Dancow Parenting Center di Hotel Swiss Bel Balcony Balikpapan, 8 Oktober 2016 lalu, dengan suaranya yang ramah dan khas. 

Senang banget bisa menjadi bagian dari seminar ini, apalagi sudah lama aku tidak mengikuti even parenting karena di kota Balikpapan jarang sekali diadakan.

Baru aku sadari bahwa memang tidak ada ya sekolah cara mendidik anak. Tapi jangan kecil hati ya, kita tetap masih bisa belajar lho salah satunya ya lewat even seperti ini. Apalagi yang menjadi pembicara adalah para pakar.

Ternyata banyak juga lho beberapa peserta seminar yang belum menikah.

"Wah, keren dan sangat beruntung ya, hari ini bisa dapat ilmu!" tambah Bunda Shahnaz.

Selanjutnya Bunda Dr. dr Sekartini SpA(K) membuka seminar dengan mengungkapkan fakta bahwa pertumbuhan fisik dan kecerdasan si Kecil dipengaruhi oleh berbagai faktor di antaranya genetik, lingkungan dan nutrisi, bahkan sudah dimulai sejak dalam kandungan.

Khusus untuk kecerdasan si Kecil diperlukan sinergi antara genetik, nutrisi dan stimulasi.

Psikolog cantik Bunda Vera Itabiliana Hadiwidjojo menambahkan agar si Kecil bertumbuh dan berkembang secara optimal dan mandiri membutuhkan :

1. Cinta Bunda dan Ayah
2. Kecukupan Nutrisi untuk perlindungan
3. Stimulasi tepat dan berkelanjutan

Pentingnya Lindungi Periode Emas Eksplorasi Si Kecil Dengan Nutrisi dan Stimulasi Yang Tepat


Cinta Bunda dan Ayah

"Cinta Bunda dan Ayah biasanya senantiasa ingin melindungi kerap kali menghadirkan banyak kekhawatiran, betul begitu?" tanya Bunda Vera

"Ayo, siapa di sini yang suka melarang si Kecil bereksplorasi" tanya Bunda Vera lagi

Aku jadi ingat momen saat si Kecil Yasmin yang sangat gemar bereksplorasi terutama saat memasuki usia 1+. Saat berhasil membelai wajahku, menggenggam dan meraih mainan, melangkahkan kaki dan banyak aktivitas lainnya. 

Bunda, ternyata eksplorasi merupakan kebutuhan si Kecil agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Terutama saat si Kecil berusia 1+.  Bunda bisa melihatnya dari:

1. Secara fisik akan aktif bergerak, berjalan-jalan serta menjelajah tempat baru
2. Memiliki rasa ingin tahu yang besar dan gemar bertanya
3. Peka terhadap sekitar serta senang memandang wajah orang dan menirukan ekspresi wajah dan tertawa saat orang lain tertawa.

Bunda Vera juga menambahkan bahkan mewanti-wanti agar memberikan gadget pada si Kecil HANYA setelah mencapai usia 2 tahun namun tetap dengan pengawasan penuh


Kecukupan Nutrisi Untuk Perlindungan

Bunda,

Ternyata, setiap tahapan usia si Kecil memerlukan nutrisi yang berbeda-beda. Dan setiap si Kecil adalah unik! Jadi, perkembangan si Kecil berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Ahli nutrisi Bunda Sari Sunda Bulan menambahkan bahwa pemberian nutrisi seimbang si Kecil harus sesuai tahapan usia dan bisa dipantau melalui pertumbuhan fisikkognisi (kemampuan berpikir) serta emosi/sosial.

Jadi harus dipastikan nutrisi yang masuk kedalam tubuh si Kecil harus lengkap dan seimbang. Di antaranya harus mengandung serat, prebotik dan probiotik.

Serat diperoleh dari sayuran dan buah. Salah satu jenis serat adalah inulin yang membantu kesehatan saluran cerna dan bersifat prebiotik.

Sedangkan sumber probiotik dari susu dan yoghurt. Salah satu jenis probiotik adalah lactobacillus rhamnosus yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh si kecil serta Bifidobacterium longum yang merangsang pertumbuhan bakteri baik. Semuanya terdapat dalam susu pertumbuhan Dancow Excelnutri+ 1+, 3+ dan 5+.

Apalagi 80% sistem daya tahan tubuh si Kecil terdapat di saluran pencernaan dan kolonisasi bakteri baik sangat penting untuk pematangan sistem daya tahan tubuh di saluran pencernaan.

Pentingnya Lindungi Periode Emas Eksplorasi Si Kecil Dengan Nutrisi dan Stimulasi Yang Tepat


Stimulasi tepat dan berkelanjutan

Ibarat komputer nutrisi adalah hardware. Hardware memerlukan software. Dan itu adalah stimulasi. Stimulasi yang dilakukan harus bervariasi dan berkelanjutan setiap hari di mana Bunda dan Ayah memberikan contoh yang baik dengan penuh kasih sayang bukan hanya dengan perintah.

Biarkan si Kecil mengembangkan seluruh aspek kecerdasan dan kreativitasnya. Mencoba, meniru dan mengulangi.

Biarkan si Kecil melakukan kesalahan dan hindari memberikan koreksi dan celaan. Sebaliknya berikan pujian dan penghargaan untuk sekecil apapun atas pencapaian.

Percayalah si Kecil berangsur akan memiliki percaya diri dan lebih berani untuk eksplorasi diri!