Rabu, 30 September 2015

Sangalaki Pulau Tanpa Penghuni


Sangalaki

Sangalaki Pulau Tanpa Penghuni. Beberapa waktu lalu bersama teman kuliah, lengkap dengan keluarga masing-masing, kami touring ke kepulauan Derawan, Berau.

Perjalanan darat dari Samarinda hampir 12 jam. Berkali-kali suami mengepungku dengan curhatnya. Betapa beda kondisi jalanan dulu dan sekarang. Saat itu, Juni 2011 suami mengantarkan unit baru All New Avanza milik adik yang di beli di Balikpapan dan di antar ke Mangkajang, Berau.

Secara umum jalanan sudah mulus, hanya ada di beberapa titik di Sangatta, jalanan sedikit berjerawat namun masih jauhlah dari kategori gawat.

Untuk menghindari kemacetan, jam 7 pagi kami berangkat. Jalanan di jantung kota Samarinda masih lengang. Dua jam berikutnya kami menyelesaikan jarak 128km dan tiba di KM-10 Bontang berbelok ke kiri kami lanjut sejauh 60km ke Sangatta. Tak sampai satu jam kami tiba. Kami mengisi BBM, ke toilet dan membeli berbagai camilan dan minuman.

Ini adalah pengalaman baru bagi aku dan keluarga. Tak sedetikpun aku tertidur. Sayang rasanya melewatkan pemandangan yang jarang kami lihat, mulai dari perkebunan inti rakyat (PIR) pohon karet, nuansa kota tambang, perkebunan kelapa sawit hingga bentuk kanopi dan batang pohon yang unik. Kondisi jalan mulus dan alunan musik fitur entertainment New Avanza membuat perjalanan semakin nyaman.

Jam 7 malam, mobil kami memasuki Tanjung Redeb ibukota kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Langsung check in hotel, istirahat, menyiapkan fisik dan batin  untuk eksplor kepulauan Derawan.

***

Jam 9 kami check out dari hotel, jemput teman di Bandara Kalimaru dan langsung konvoi ke pelabuhan Tanjung Batu. Sayang jalanan kurang mulus, mungkin karena kekurangan fulus. He he he...   Untung pakai All New Avanza, alunan musik dari fitur entertainment membantu menceriakan susanana dalam kabin yang sejuk membahana.

Memang ada beberapa cara untuk sampai di Derawan. Pakai penerbangan dari Jakarta langsung ke Tanjung Redeb atau via Tarakan, dan biasanya kedua rute ini akan transit di Balikpapan. Penerbangan dari Balikpapan ke Berau kurang lebih satu jam begitu juga dari Balikpapan ke Tarakan. Yang membedakan lamanya waktu biasanya jenis maskapai yang digunakan. kalau pakai Garuda bahkan hanya 55 menit saja. Garuda... gitu lho!

Kalau via Tarakan kita akan mengendarai speedboat kurang lebih 3 jam untuk sampai di Derawan. Bagi yang kurang suka perjalanan ini bisa memilih turun di bandara Kalimarau Tanjung Redeb Berau, dan seperti kami menggunakan pelabuhan Tanjung Batu untuk menyeberang ke Derawan.

Kembali ke laptop!

Sesekali kami bernyanyi mengucapkan lirik penuh semangat, dan kadang-kadang larut dalam nada sendu yang mengharu biru. Dan jarak 100km kami tempuh selama 2.5 jam.

Setelah memarkir kendaraan, kami naik speedboat dengan kecepatan 2x75HP berisi penumpang kurang lebih 20 orang dan ditempuh selama setengah jam, munuju Derawan.

Wah,, seru banget. Begitu mesin meraung, seketika adrenalinku mulai mendengung. Terbungkus eforia, senyumkupun berkibar-kibar sembari menatap luas samudera. Tak sabar membayangkan atraksi apakah gerangan yang menanti kami di sana?

Speedboat Interior

Lima menit menjelang merapat, air laut semakin memikat, beranjak dari biru pekat ke warna bening kehijauan. Sinar matahari menambah syahdu pemandangan. Permukaan air berkilat-kilat dan hei... aku bisa melihat ikan dan karang di kedalaman.

Seketika aku menahan nafas, mengatur keharuan agar tak berbuah tetesan kebahagiaan. Ntar orang pada bingung deh, kenapa aku mewek sendirian *hadeh. Pelabuhan sangat sibuk, wisatawan lokal turun naik di dermaga. Derawan memang menyedot wisata, apalagi saat liburan tiba. 

Sampai di dermaga hampir jam tiga, tim kami segera di sambut kru darat agen travel dan membawa kami ke penginapan. Pemandangan dari sini sangat indah meski cuaca kurang cerah, karena penginapan kami dibangun tepat di atas air laut.

Bahkan dari balik daun jendela, aku bisa menikmati kehidupan di bawah permukaan air saking beningnya. Beberapa jenis ikan berenang hilir mudik, bahkan ada yang secara bergerombol bergerak serentak seperti di komando. Ke kanan dan kiri membentuk formasi.

Setelah makan siang kami mendapat beberapa pengarahan untuk pengalaman unik nanti malam, menyaksikan penyu bertelur di sekitar bibir pantai Derawan.

Usai pengarahan, kami berjalan-jalan sekitar dermaga penginapan menikmati panorama menjelang senja meski cuaca tak begitu cerah. Mohon maaf jika beberapa foto agak buram kekurangan gizi, sodara-sodara!

Sangalaki


Derawan Menanti Sunset

Usai makan malam, kami sudah stand by di dermaga sambil menatap air laut yang bening dengan penerangan lampu di sekitarnya.

"Lihat... apa itu?"

Kami serentak berlari-lari menyusuri dermaga, saking tidak mau ketinggalan, aku sampai lupa bawa kamera. Ya Allah, ternyata seekor penyu hijau besar sedang berenang, mencari makanan di sekitar restoran. Mendadak adrenalinku kembali ambil kendali, soalnya belum pernah sedekat ini menyaksikan penyu besar dengan mata kepala sendiri.

Menjelang waktu Isya, kamipun dibawa ke arena penyu bertelur di bibir pantai. Ternyata sudah banyak pengunjung di sana.

Yup, seekor penyu telah selesai bertelur dan siap-siap menutup telurnya dengan pasir. Kami diizinkan mengambil foto, sayang penerangan tidak begitu jelas, inilah hasilnya.

Penyu melindungi telur


Sepertinya penyu tidak terganggu dengan kehadiran kami, dan tetap saja melanjutkan aktivitasnya menutupi telur dengan pasir pantai. Setelah itu dengan perlahan kembali berenang ke pantai.

Hanya setengan jam kami di sini dan harus kembali ke kamar istirahat siap-siap untuk aktivitas memikat besok hari, seharian!


***

Jam 8 pagi, pasca sarapan kami kembali berkumpul di dermaga mendengar pengarahan dari team leader. Tour hari ini sangat padat. Kami akan menyaksikan kejernihan pantai Sangalaki dan melihat pelepasan tukik (anak penyu) ke laut, snorkeling di danau ubur-ubur Kakaban, Maratua dan sesi foto-foto ala seleb (cieee...) di pulau pasir (Gosong) Sanggalau. Asyik!


First Stop - SANGALAKI

Perjalanan dari Derawan ke Sangalaki kami tempuh kurang lebih 1 jam. Seluas mata memandang yang ada hanya biru laut ditingkahi burung yang terbang lalu lalang.

Tiba-tiba sebuah titik muncul di kejauhan, semakin lama semakin jelas, ternyata kapal patroli yang sedng melaksanakan tugas.

Mendekati Sangalaki air laut perlahan berubah warna, semakin kehijauan dan ... bening bagai kristal, kami bahkan bisa melihat dasar pasirnya yang halus dan putih bersih.

Sangalaki

Sangalaki pulau tanpa penghuni adalah tempat habitat terbesar penyu hijau Asia Tenggara dan merupakan kawasan alami konservasi penyu. Setiap malam hampir 50 penyu menuju pantai untuk bertelur.

Untuk menyaksikan pemandangan unik ini kita harus bermalam, karena penyu bertelur hanya di malam hari. Sayang kami tak bisa menyaksikan kesempatan langka ini sehubungan waktu yang terbatas. Namun menyaksikan perjuangan tukik menuju pantai sungguh mengharukan. Tukik yang begitu mungil dan rentan predator ini, secara insting mampu menuju pantai yang terletak jauh.

"May I Mom?" desis buah hatiku Yasmin, halus

Pegawai konservasi tersenyum dan mengangguk ramah.

Tak menunggu komando 2 kali, aku dan Yasmin meraih dan mengelus tukik.

Omaigot! So cute and fragile...!

Sangalaki


Tahukah kamu?

Meski kita memutar tukik, mereka akan selalu bisa menemukan arah menuju air laut. Instingnya menuntunnya kesana. Sempurnanya cipta Tuhan Esa!

Di sini ada cerita lucu. Teman aku pesan teh es dan minuman You C100 dingin. Alamak, harganya selangit. Satu gelas teh es kurang lebih Rp 25.000 dan YouC1000 Rp 30.000 per botol. Ha ha ha ha, untung ane bawa duit cukup, katanya sambil menggaruk dahi yang nggak gatal.

So, lain kali bawa bekal saja ya, nitip di speedboat, gak pa pa kog. Kisah ini terus kami bahas hingga menjelang saat pulang. Tak terlupakan!

Sangalaki

Taman Wisata Laut Sangalaki

Pantai Sangalaki

Pantai Sangalaki

Hampir 45 menit di sini, kami siap-siap menuju Kakaban berenang bareng ubur-ubur tanpa sengat.

Jadi, kapan kamu ke Sangalaki pulau tanpa penghuni?




Jumat, 25 September 2015

Kulit Sehat dan Indah dari Redwin Sorbolene


Suatu hari di bulan Agustus 2015 lalu, saat mengklik beranda sosial media, sebuah postingan fanspage Redwin Indonesia sangat menggodaku. Selain mengadakan lomba foto dan lomba blog mereka juga membagi produk dengan cara mendaftarkan email, data lengkap serta menyukai fanspage berkesempatan mendapatkan salah satu produk.

Tolong di garis bawahi, GRATIS, termasuk ongkos kirim. Segala sesuatu yang gratis itu sungguh sesuatu. Karena syaratnya yang tidak neko-neko, hatiku langsung tertarik. Hitung-hitung bisa menambah koleksi postingan testimoni di blog.


Wah kebetulan banget nih, stok krim pelembab hampir tamat dan aku sedang mencari-cari produk yang cocok untuk masalah kulitku.

Ceritanya sedang galau, gitu.

Maklumlah sebagai seorang ibu rumah tangga yang melakukan semua aktivitas tanpa asisten, aku sering berkutat dengan pekerjaan kasar dan cucian, sodara-sodara sebangsa dan setanah air. Meski menggunakan mesin cuci, namun untuk pakaian khusus aku memberikan perhatian khusus juga, mengucek pakai tangan. Walhasil kadang-kadang tangan jadi kasar dan kering, kerena kehilangan kelembaban alami.

Kurang lebih dua minggu menanti, akhirnya... tarra produk Redwin Indonesia tiba. Aku mendapat krim pelembab Redwin Sorbolene Moisturiser 100gram.  Senangnya tiada terkira. Baru kali ini aku memiliki krim pelembab kelas "ningrat" biasanya kelas rakyat he he he...

Kemasannya sungguh terjamin. Saat pertama kali dibuka, aku masih menemukan segel aluminium foil di mulut tube yang berfungsi menjaga kemurnian konten di dalamnya.

Selanjutnya, bisa di duga. Aku mencium... dan sukaaa banget dengan aroma pertamanya. Langsung deh aku oles di telapak tangan. Cepat kering dan tak meninggalkan bekas sama sekali, alias tidak lengket euui. Lalu aku cium lagi, lama kelamaan aromanya menghilang. Tambah sukaaaa,,


Dalam paket juga terdapat brosur yang menerangkan lebih jauh tentang produk ini. Berikut kutipannya ya.

"Sorbolene adalah krim pelembab bersifat sederhana untuk seluruh tubuh (kecuali wajah) yang diklaim tidak akan menyebabkan alergen, karena tidak mengandung zat-zat aditif keras seperti pewarna, wewangian dan parabens (bahan pengawet) yang dapat memicu reaksi merugikan pada kulit, seperti alergi dan iritasi"

Sebagai produk no. 1 di Australia dan telah menerima sertifikasi halal dari AFIC (Australian Federation of Islamic Council), Redwin Sorbolene Moisturiser juga diperkaya dengan vitamin E, 10% Gliserin dan Sorbitol,  dan diklaim sangat aman untuk digunakan sehari-hari pada semua jenis kulit, termasuk yang sensitif dan bahkan kulit halus bayi yang baru lahir.

Cocok banget untuk keluarga. Bisa menghemat lho. Tak perlu membeli berbagai macam krim pelembab.



Redwin juga diklaim sebagai brand pelopor krim pelembab yang mengandung sorbolene pertama di Indonesia. Wah, rasanya suatu kehormatan berkesempatan mencoba dan bisa merasakan langsung manfaatnya.



Iseng-iseng aku praktekkan tips untuk mengetahui  termasuk tipe kulit apakah aku? Dengan menggunakan kuku, aku tekan lengan tangan. Ya ampun,, terbentuk garis memanjang. Tak percaya, aku melakukannya berkali-kali. Tetap saja hasilnya sama.

Ternyata kulitku mengalami dehidrasi alias kering, pemirsah. Padahal kebanyakan aktivitasku di dalam rumah lho dan hanya malam hari terkena AC. Jadi tambah tak sabar nih untuk membuktikan produk inovatif ini.





Usai mandi segera aku oleskan Redwin Sorbolene Moisturiser sedikit demi sedikit  dan merata ke lengan dan telapak tangan. Mengapa sehabis mandi? Karena saat itu pori-pori kulit sedang terbuka, dan krim bisa terserap optimal. Entah mengapa aku suka banget dengan aroma khas saat kemasan dibuka. Mengingatkan aku akan aroma susu non fat. Serius!

Lalu aku kembali menggunakan kuku membuat garis di lengan. Garis yang tadi timbul tak kunjung muncul. Aku kembali melakukan di tempat lain. Masih sama. Ternyata Sorbolene cepat terserap kulit dan tidak lengket. Wow! Kulitku terasa lembut, halus dan kenyal.

Agaknya Vitamin E dari minyak biji gandum telah bersinergi dengan Gliserin dan Sorbitol, seketika. Bukan tipu bukan sulap, pemirsah! Dan, setelah bereaksi dengan kulit, lambat laun aroma bahan dasar  krim tergradasi dan akhirnya menghilang.


Aku happy banget dengan hasil ini, benar-benar efektif melembabkan kulitku yang kering.

Untuk menambah referensi, seperti sudah disebutkan di bagian awal, Redwin Sorbolene Moisturiser juga cocok untuk kulit bayi. Pada bayi-bayi yang memiliki masalah kulit kering dan sensitif, pemakaian krim kulit dan sabun yang mengandung deterjen, pewarna, wewangian dan parabens sangat tidak disarankan karena dapat menyebabkan alergi/iritasi. Hal ini disebabkan karena kulit bayi masih sangat rentan dan dapat menyerap lebih banyak kandungan kimiawi berbahaya di bandingkan dengan kulit orang dewasa.


Nah untuk yang mengalami masalah tumit pecah-pecah, bisa mencoba tips berikut ini:

1. Rendam kaki selama 10 menit dalam air hangat yang di beri sedikit garam. Kaki akan terasa sedikit perih, menandakan garam sedang bekerja membunuh bakteri. Lakukan sebelum tidur saat kaki akan istirahat dan akan terhindar dari debu.
2. Gosok perlahan dengan batu apung untuk menyingkirkan kulit mati
3. Cuci dengan sabun berformula lembut (Redwin Sorbolene BodyWash)
4. Keringkan dengan handuk bersih
5. Oleskan Redwin Sorbolene Moisturiser, untuk mendapatkan hasil maksimal bungkus kaki dengan kaos kaki yang terbuat dari bahan wool atau lycra
6. Hindari memakai sepatu terlalu sempit, terbuka atau bersol tipis. Gunakan bantalan tumit lembut untuk menghindari gesekan dan tekanan sepatu yang keras.

Selama mencoba ya,

Selain itu beberapa penghargaan juga diraih oleh Redwin seperti :

2014
- Women's Health Indonesia Beauty Choice 2014
Body Wash Favorit Pembaca dalam kategori Sehari-hari untuk Redwin Sorbolene Body Wash
Diberikan 11 Desember 2013

2015
- Women's Health Indonesia Beauty Choice 2015
Pelembab Tubuh dalam kategori Setiap Saat pilihan Redaksi WHI untuk Redwin Sorbolene Moisturiser Restoring with Vitamin E
Diberikan pada 4 Desember 2014

Beauty Highlights 2015
- Women's Health Indonesia
Pelembab Tangan pilihan Pakar untuk Redwin Revitalising Nourishment with Cocoa and Shea Butter
Diberikan pada 26 Maret 2015

Grooming Choice 2015
- Men'sHealth Indonesia
Produk Grooming Pilihan untuk pria 2015 untuk Redwin Body Wash
Diberikan pada 6 Mei 2015

Termasuk di antara dari 6 Body Wash Pilihan Untuk Kulit Cantik dan Sehat versi Majalah Femina

Pasti tambah gak sabar buat mencobanya, iya kan! Kalian bisa mendapatkannya di sini :




Minggu, 20 September 2015

Kakaban Danau Dalam Pelukan

Kakaban


Kakaban Danau Dalam Pelukan. Usai mengeksplor Sangalaki, kami siap-siap ke Kakaban. Yay!

Pulau Kakaban dulunya adalah laguna yang kemudian tertutup karena tekanan ekologi dan menciptakan sebuah danau.

Pulau Kakaban merupakan atol karang besar yang terletak di Kabupaten Berau dengan luas 774.2 hektar yang dibatasi oleh hutan bakau yang sangat padat dan beberapa pantai.

Pulau ini dilindungi dan tidak berpenghuni, so tidak ada akomodasi di sini! 

Peta Kakaban
Peta pulau Kakaban
Nah, danau yang terletak di bagian cincin itulah yang menarik para wisatawan datang, Danau Kakaban. Kalau dilihat pulau itu seperti ... angka 9 ya. Kakaban sendiri dalam bahasa lokal artinya "pelukan" Lihatlah bagaimana pulau itu memeluk danau!

Kenapa danau ini unik?

Danau Ubur Ubur Kakaban berair hangat dengan kedalaman 11-17 meter, berisi campuran air hujan dan rembesan air laut melalui pori-pori tanah.

"Tidak adanya predator alami membuat ubur-ubur di sini mengalami evolusi, sehingga tak membutuhkan racun atau sengatan untuk mempertahankan diri"

Setidaknya ada 4 jenis ubur-ubur tanpa sengat yang mendiami Danau Kakaban seperti Aurelia aurita, ubur-ubur totol Mastigias papua, ubur-ubur kotak Tripedalia cystophora, dan ubur-ubur terbalik Cassiopea ornata.

Ubur-ubur kotak yang merupakan jenis paling mematikan, berevolusi menjadi sepertiga ukuran normal dan tidak memiliki sengat, sedangkan ubur-ubur Cassiopea berenang secara terbalik sehingga tentakel menghadap ke permukaan agar memperoleh sinar matahari untuk membantu proses foto sintesis sehingga bisa mendapatkan makanan.

Di Danau Kakaban ubur-ubur totol dan ubur-ubur terbalik adalah jenis yang paling banyak di temui.

Jadi, itulah kenapa ubur-ubur di Danau Kakaban berbeda dari kebanyakan kawasan danau lain di dunia. Bahkan diklaim tempat seperti ini hanya ada tiga di dunia, di Kakaban, Togean keduanya di Indonesia, dan terakhir Palau di Mikronesia, di Samudera Pasifik.

Juga karena keunikan ini UNESCO menobatkan Kakaban sebagai salah satu Warisan Dunia (World Heritage).

Saatnya Eksplor Kakaban!

Setibanya di Kakaban, dermaga kecil sepanjang 300m siap menyambut kami. Untuk mencapai danau ubur-ubur kami harus melalui tangga yang terbuat dari ulin.

Ayo,, siapkan stamina ya! Pindah ke  gigi satu, eng, ing, eng...

Lumayan cape bow, turun naik sepanjang 300m. Jadi ramping ne! So, kalau mau berat badan ideal, sering-sering atuh ke sini. Hihihi...

Di kiri kanan tangga tampak rerimbunan pohon bakau dan pohon tropis lainnya. Suasananya teduh dan asri banget. Keren! Seolah kita disiapkan, yah semacam pemanasan lah untuk keseruan tantangan berikutnya!

Menuju Danau Kakaban
siapkan stamina, turunan dan tanjakan di depan mata

Kakaban
Syukurlah,, akhirnya sampai juga!
Saat di danau, snorkeling is a MUST!

Mengapa?

Ini adalah sesuatu yang tak biasa dan unik, pemirsah. Dan tempat seperti ini cuma ada tiga di dunia. Kakaban si danau dalam pelukan diklaim yang paling banyak memiliki spesies ubur-ubur tanpa sengat. Itulah, kenapa!

Pastikan kamu menyiram tubuhmu dengan air tawar sebelum berenang untuk memberikan pelembab alami terhadap kulit ya!

Snorkeling kali ini tanpa menggunakan fin (kaki katak) karena dikhawatirkan bisa melukai ubur-ubur. Hindarkan berloncatan dari dermaga karena hal ini juga bisa melukai mereka. Disarankan menggunakan T-shirt untuk mengurangi sengatan matahari, jika termasuk tipe sensitif, karena menggunakan tabir surya akan menyebabkan polusi di air yang bisa membahayakan ubur-ubur.

Berenanglah dengan tenang dan please jangan mengeluarkan ubur-ubur keluar dari dalam danau hanya demi foto ya. Percayalah itu amat menyakitkan bagi mereka! Berfoto bersama tanpa menyentuh ubur-ubur di dalam danau, lebih disukai! Perlakukan ubur-ubur dengan lembut!

Gaess, are you ready?

Dermaga Kakaban
dermaga eksekusi,, no sunblock  please!

Kakaban
take a selfie? why not!

Kakaban
first experience ever!
Awalnya memang terasa aneh ya, insting kita menuntun untuk menjauh dari mereka, namun seiring waktu kita semakin terbiasa, dan saat pertama menyentuhnya, ada perasaan cemas dan malu-malu gitu. Selanjutnya kita lupa kekhawatiran eh tahu-tahu, tanpa kita sadari, perasaan asyik tak terbendung melingkupi saat mereka berenang bersama, disekeliling kita.

Amazing!

Snorkeling di Kakaban
Ubur-ubur terbalik Cassiopea ornata
Air di permukaan danau bening, namun saat menyelam berubah seperti susu dan mengurangi jarak pandang. Ubur-ubur datang dari segala arah. Menari dengan anggun di sela-sela terobosan cahaya matahari.

Indah sekali!
Kadang kala susah bersikap normal tatkala ubur-ubur menyentuh kaki atau pada saat kita tak mengharapkannya. Meski kita tahu mereka tidak menyakiti, otak kita perlu waktu mencerna bahwa mereka tidak menyengat.

Snorkeling di Kakaban
Ubur-ubur bening Aurelia Aurita 

Kakaban
Wefie underwater bareng ubur-ubur

Kakaban
wefie underwater bareng ikan puntang Goby!
Maha Besar Allah, menciptakan keunikan ini. Jika tak ada danau payau seperti ini, mustahil biota laut di sini dapat hidup aman dan terlindungi! 
Sebagai warga negara yang baik yuk kita ikut melindungi warisan dunia ini dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mematuhi semua peraturan.
Kurang lebih satu jam kami mengeksplor danau. Perut mulai protes. Sambil memandang ke laut lepas melepas lelah, kami menikmati makan siang yang di bawa dari Derawan dan kelapa muda. Iya bro, ada yang jual kelapa muda di Kakaban. Tapi mereka tetap menjaga kebersihan!

Saat kami ke sana wisatawan memang sangat ramai. Mereka mencium bisnis ini. Dengan Rp 15.000 sebuah kelapa kayaknya worth it laaa. It's heaven!

Oh iya, meski tak ada akomodasi, ada toilet kog di sini. Jangan khawatir!! Hi hi hi...

Saatnya siap-siap snorkeling lagi membakar kalori, karena Maratua telah menanti!

Jadi, kapan kamu snorkeling di Kakaban si danau dalam pelukan?



Senin, 31 Agustus 2015

Dari Derawan ke Dewata

Derawan, Maratua

Dari Derawan ke DewataPasti dong sudah akrab ya dengan kata ini.

Derawan adalah salah satu pulau dari Kepulauan Derawan yang berada di Beraumerupakan 1 dari 7 kabupaten yang ada di Kalimantan Timur. Kepulauan Derawan memiliki tiga kecamatan yaitu Pulau Derawan, Maratua dan Biduk-Biduk.

Ada banyak tempat wisata menarik di kepulauan ini. Bagi yang ingin snorkeling, menyelam, keindahan dan keanekaragaman biota laut, Derawan, Sangalaki, Maratua, Kakaban dan Labuan Cermin adalah pilihan tepat!.

Bahkan Derawan diklaim setara dengan Raja Ampat di Papua. Selain itu ada beberapa tempat tertentu di Derawan jika cuaca menguntungkan kita bisa menikmati semburat pesona mentari saat terbit dan tenggelam lho, atau kita bisa mengelilingi Derawan sambil naik banana boat dan diakhir perjalanan saat banana boat terbalik, kadang-kadang terminum air laut yang asin. *Uhuk!*

Di Sangalaki kita bisa menjadi saksi saat tukik (anak penyu) yang ringkih dan rentan predator itu berjuang menuju air laut. Meski kita putar, tukik dengan insting alamiah tetap bisa memandu dirinya menuju air laut. Mengharukan! 

Sangalaki, tukik

Sedangkan Kakaban dengan Danau Kakaban menawarkan sensasi snorkeling bareng ubur-ubur yang telah mengalami revolusi sehingga kita bisa menyentuhnya.

Gugusan terumbu karang, aneka flora dan fauna serta pesona beberapa titik selam adalah andalan air laut di Maratua yang bening bagai kaca. Kamera anti air dan pose underwater, wajib hukumnya!


Kakaban Berenang Bersama Ubur Ubur

Derawan Maratua

Sesuai dengan namanya Danau Labuan Cermin, air danau ini jernih bak sebuah cermin, sehingga karang dan ranting di dasar danau kelihatan. Keasrian dan suasana alami pepohonan menambah keindahan danau ini. Keunikan terletak di rasa air danaunya. Danau ini memilik dua rasa, di permukaan tawar dan di dasar asin. Organismenyapun terbagi, ikan air tawar di permukaan dan ikan air laut di dasar danau. Tuh, unikkan.

Sementara buat yang gemar benda peninggalan sejarah ada Museum Battiwakal di Gunung Tabur yang sangat indah meski hanya terbuat dari kayu dan tidak terlalu luas. Museum ini kental akan nuansa Melayu yang identik dengan warna kuning, cuma buka hari Sabtu dan Minggu dan gratis.

Ada juga Keraton Sambaliung dengan ciri arsitektur China yang diklaim berdiri sejak tahun 1881 Masehi. Semua bisa diakses dengan mudah dari Tanjung Redeb, Ibukota Berau.

Ingin menikmati kuliner sembari duduk di tepi sungai? Jangan lewatkan wisata kuliner yang dimulai sejak jam 16.00-24.00 di pinggir sungai Segah. Orang Berau menyebutnya "Tepian". Kuliner yang sering ditemui adalah nasi goreng, pisang bakar dan roti bakar. Hmm, yummy!

Untuk menuju Derawan kita bisa terbang melalui Balikpapan dari Jakarta, Yogjakarta, Makassar, Banjarmasin, Surabaya dan Denpasar. Berikutnya mengambil penerbangan penghubung ke Berau dengan menggunakan Garuda, Sriwijaya Air dan Wings Air. Dari Bandara Kalimaru akan tersedia taksi yang siap sedia mengantar ke berbagai tujuan wisata. Untuk penggemar jalur sungai bisa puas menyelusuri aliran sungai Segah dengan menggunakan speedboat yang tersedia di pelabuhan Tanjung Redeb. Hotel dan penginapan juga telah tersedia. 

Aku orang Siantar, merantau sejak SMA dan sekarang tinggal di Balikpapan. Meski sudah pernah ke Derawan, aku masih ingin berkunjung lagi ke sana.

Namun kali ini aku ingin sekali ke Bali. Bali adalah lokasi tempat wisata impianku. Sejak masih duduk di Sekolah Dasar, kata-kata Bali seolah terpatri rapat di hati ini. Siapa coba di republik ini yang tak tahu Bali!

Telah sekian lama aku mencoba melalui peruntunganku baik offline maupun online agar bisa wisata gratis ke sini. Namanya saja gratis. Tapi tetap saja aku harus berusaha sekuat tenaga menguras pikiran serta berdoa, baik lewat lomba foto, undian dan lomba blog seperti ini untuk mendapatkannya. Namun yaitu tadi, belum kesampaian juga.

Bali memiliki segalanya! Tempat wisata lengkap dan terpadu. Pantai, pura, danau, pesona alam yang indah, atraksi seni dan budaya, arung jeram dan wisata kuliner. Kebetulan aku punya teman orang Bali, dan aku yakin sekali dia pasti mau mendampingiku saat menghabiskan waktu di sana.

Dia sangat merekomendasikan Pantai Lovina dengan atraksi lumba-lumbanya. Tapi, kamu harus bangun pagi lho agar tak ketinggalan momennya, karena lumba-lumba hanya terlihat saat pagi hari, begitu pesannya wanti-wanti.

Dia juga menambahkan bahwa kini arum jerang juga menjadi favorit wisatawan. Arung Jeram ada dua pilihan. Bagi yang suka kegiatan seru dan menantang ada Arung Jeram Sungai Telaga Waja yang menguras adrenalin dan tenaga, atau Arum Jerang Sungai Ayung yang merupakan kebalikannya menawarkan ketenangan dan keindahan pahatan tebing sungai. 

Ayo, mau pilih yang mana?

Ternyata ada banyak pilihan maskapai ke Denpasar dari kotaku Balikpapan seperti Sriwijaya Air, Lion Air, Citilink dan Garuda. Jika terpilih, pengen banget naik Citilink ke Bali karena aku belum pernah naik armada ini sebelumnya.







Selasa, 25 Agustus 2015

Suatu hari

Sungguh,
Terberkatinya aku mengenal sosokmu
Rasanya ingin kutampar-tampar mukaku
Merenungkan setiap ucapanmu, dalam dan sangat menyentuh

Sungguh,
Tak pernah kusangka
Rasa humormu pun tingkat dewa
Semakin aku terpuruk dalam jerat cinta
Semakin daku meronta, semakin ketat belitannya

Apa daya,
Aku telah jatuh cinta
Cinta pada pandang pertama

~~~~~

Sabtu, 27 Juni 2015

Nevramin, Ngenakin!

Belakangan ini saya demen banget blogwalking, itu lho kegiatan membaca postingan tulisan para blogger, sambil sesekali meninggalkan komentar dan URL, syukur-syukur ada kunjungan balik ke blog saya. #eeaaa

Ternyata oh ternyata, setiap blogger punya ciri khas tersendiri, dari cara penyampaian, pilihan bahasa, topik bahkan desain. Kadang-kadang sebuah tulisan mampu membius dan mempengaruhi saya, bahkan sampai-sampai mencandunya. #wuih

Buat saya selalu dan selalu ada oleh-oleh dari kunjungan kerja itu. Selain kepuasan batin melahap tulisan yang kadang-kadang sampai membuat kepala terangguk-angguk bak profesor yang telah berhasil menemukan formula canggih, saking menikmatinya, sampai memicu munculnya ide yang kreatif dan inovatif yang tak terpikirkan sebelumnya. #cieeee

Nah, saat singgah di sebuah blog itulah saya tertarik dengan sebuah postingan tentang NEVRAMIN! 


Jadi gini, 

Tubuh kita ini ibarat mesin mobil, juga perlu BBM (Bahan Bakar Minyak) *kali-kali aja sudah lupa kepanjangannya, xi xi xi xi.

BBMnya ya makanan. Secara umum makanan kita harus mengandung 3 komponen penting.

1 Zat tenaga dari karbohidrat dan lemak
2 Zat pembangun dari protein
3 Zat pengatur dari vitamin dan mineral

Selain itu makanan juga harus memiliki 3 syarat yaitu higienis, bergizi dan cukup jumlah!

Dari 13 total vitamin yang diperlukan oleh tubuh, ternyata 8 diantaranya masuk kedalam grup vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9, Kolin & Inositol) yang bekerja saling bersinergi. Artinya kekurangan salah satu anggota dari vitamin B kompleks akan menyebabkan ketidakseimbangan, terutama yang ada kaitannya dengan sistem syaraf tubuh (neuro).  Kedelapan anggota vitamin ini  larut dalam air, meski juga sangat rentan rusak dan hancur.  Kabar buruk lainnya adalah tubuh kita tidak bisa menghasilkan vitamin B kompleks. Jadi tiap hari kita harus mensuplainya.

Hmmm,, jadi itu ya penyebab saya sering kesemutan, pegal-pegal dan kebas, ternyata asupan vitamin B kompleks saya mengalami ketidakseimbangan.

Untung ada NEVRAMIN,  sang NEUROVITAMIN yang siap membantu, produk ini merupakan salah satu andalan Takeda Indonesia!


Produk ini mengandung Fursultiamin (vitamin B1 aktif) 50mg yang lebih cepat bekerja dalam tubuh, plus B6 100mg dan B12 500mg yang berguna untuk mengatur metabolisme dalam saraf agar produktivitas tubuh tetap terjaga dan terhindar dari 5K, kaku, kram, kesemutan, kebas, mata kedutan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.


Jadi, agar kreatifitas dan aktivitasmu bebas 5K, ENAKIN HARIMU dengan memastikan dietmu memenuhi semua syarat makanan sehat dan bergizi, dan minum NEVRAMIN jika perlu!

NEVRAMIN, Redakan BEBAS, KESEMUTAN, Bebas beraktivitas seharian!

Berpartisipasi dalam Blog Competition dengan tema "Enakin Harimu"


Sumber
http://manfaat.co.id/manfaat-vitamin-b-bagi-tubuh
http://cnidc715.com/2012/06/05/menu-makanan-sehat-higienis-bergizi-dan-cukup-jumlah/
http://infonewbi.blogspot.com/2012/12/manfaat-vitamin-b1-b6-b12-fungsi.html
http://www.carakhasiatmanfaat.com/artikel/manfaat-vitamin-b-kompleks-bagi-kesehatan-kita.html










Rabu, 10 Juni 2015

Review NATURAL HONEY - Pure Honey Lotion


Di rumah kami, MADU adalah primadona!

sumber foto www.naturalhoney.co.id

Tiada hari tanpa madu. Mulai bangun tidur hingga menuju keperaduan, madu menemani aktivitas sehari-hari. Sebagai pengganti gula, sesendok madu yang dicampur ke dalam 200cc teh hijau hangat, plus perasan lemon mampu menstimulir semangat. Sarat manfaat! Coba ya.

Apalagi dalam kitab suci ajaran agama kami, madu bahkan diterangkan dalam surah tersendiri. Semakin menambah keyakinan bahwa segala sesuatu tentang madu, pasti bermanfaat selain rasanya yang nikmat.

sumber foto https://theislamisourlife.files.wordpress.com 

Selain manfaat medis, madu juga berperan dalam kecantikan & perawatan kulit

Terinspirasi dari kualitas terbaik dari madu murni, NATURAL HONEY memproduksi Natural Honey hand & body lotion yang diproduksi dengan teknologi terkini agar terjaga kemurniannya.

Yuk mengenal lebih jauh manfaat madu bagi kecantikan kulit yang saya kutip dari Natural Honey. Sekali-kali membaca "bacaan berat" gak pa-pa ya *kedipkedip




1. Antioksidan 

Radikal bebas dapat mempercepat penuaan sel. Madu memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi, sehingga mampu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Bahkan antioksidan yang disebut "pinocembrin" hanya ditemukan dalam madu.

2. Melembutkan & melembabkan kulit

Asam glukonat dan asam organik ringan lainnya dapat melonggarkan ikatan sel-sel kulit mati sehingga mempercepat regenerasi, mengurangi keriput dan garis penuaan, menyeimbangkan minyak dan meningkatkan elastisitas kulit. Madu juga mengandung gula dan asam amino yang membantu mempertahankan kelembaban kulit 

3.  Anti Microbial 

Madu merupakan larutan gula jenuh dengan aktivitas air rendah (Aw) dan mengandung hidrogen peroksida sehingga tidak mendukung pertumbuhan mikrobia. Terdiri dari 84% gula dengan kadar air sekitar 15 sampai 20% (Madumurnirajamadumaduraja)

4. Anti-inflammantory

Madu mempunyai kemampuan sebagai anti-inflammasi atau anti peradangan. Produk perawatan kulit yang mengandung madu, sangat baik untuk kulit sensitif

5. Immunostimulating

Kandungan propolis alami madu asli sebagai Immunostimulating sangat berkhasiat dalam menjaga dan menstabilkan vitalitas tubuh sehingga sistem imunitas/kekebalan juga meningkat.

Ups,, cukup dengan topik berat.

Yuk kita intip 4 varian NATURAL HONEY- Pure Honey Lotion.
Pilih satu yang cocok untukmu, ya

1. NATURAL HONEY Moisture Rich 
Review:
- Varian ini cocok banget buat kamu yang memiliki kulit sangat kering, pecah-pecah terutama di daerah siku dan tumit dan bekerja di ruangan AC
-TIDAK cocok untuk digunakan sangat bepergian di siang hari ketika jalan kaki atau berpanas-panas ria, karena mengandung tingkat kelembaban yang paling tinggi di antara varian lainnya (level 5), kulitmu akan terasa lengket dan tentu saja tidak nyaman.

Secara pribadi aku pakai varian ini, karena kamarku ber AC.

Bahan Utamanya selain Pure Honey yang berfungsi menjaga kelembutan dan kesehatan kulit, ada juga Olive Oil yang akan memberikan kelembaban melimpah serta Vitamin E untuk perawatan terhadap kulit kusam dan kasar agar mejadi cerah lembut, serta 24hFormula yng mengunci kelembaban alami kulit dan menutrisi hingga lapisan terdalam selama 24 jam.

sumber foto www.naturalhoney.co.id

2. NATURAL HONEY Pure White 
Review:
Kalau kamu sering kena paparan matahari, varian ini sangat cocok untukmu!

Dengan kandungan Pure Honey untuk menjaga kelembutan dan kesehatan kulit, serta Yogurt yang kaya nutrisi alami bagi kulit . Vitamin B3 serta Double UV protectionnya secara aktif melindungi dari pengaruh buruk sinar UVA dan UVB, apalagi dengan kandungan SPF 30PA++ dan level kelembaban 3 tidak terasa lengket di kulit, cocok banget buat aktivitas outdoor.

sumber foto www.naturalhoney.co.id

3. NATURAL HONEY Firm & Youthful
Review:
- Cocok buat yang ingin menjaga elastisitas dan keremajaan kulit
- Tingkat kelembaban 4

Varian ini bekerja secara intensif untuk merawat kekencangan kulit, sehingga tampak cantik muda. Dengan kandungan nutrisi untuk kulit yaitu Yeast Ekstrak sebagai skin conditioner untuk menjaga kehalusan kulit. Sedangkan Collagen menjaga elastisitas kulit sehingga tersa kencang dan terjaga keremajaannya. Plus Pure Honey untuk  kelembutan dan kesehatan kulit. Oleskan keseluruh tangan dan tubuh setelah mandi secara rutin. Dapatkan kekencangan kulit dan Anda tampil cantik dan muda!


sumber foto foto www.naturalhoney.co.id

4. NATURAL HONEY Antioxidant
Review:
- Sobat yang sering berinteraksi dengan debu, polusi udara, asap kendaraan dan sengatan matahari, varian ini cocok banget buat kamu.
Mengandung madu, Orange Extract dan vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan. Aku suka wanginya, menyegarkan! Tentu dong, kan ada ekstrak jeruknya. Meski tingkat kelembabannya 4, varian ini cepat meresap dan tidak terasa lengket.

sumber foto www.naturalhoney.co.id


Aplikasi Pemakaian


-  Oleskan ke seluruh tangan dan tubuh setelah mandi
- Awal pembauran terasa lengket, tak perlu menunggu lama, setelah meresap di kulit, tidak lagi lengket dan warna kulit menjadi agak mengkilat
- Aroma lembut segera terasa, sukar dijelaskan dengan kata-kata
- Warna lotion seperti susu

Yang Aku Suka
- Tekstur mudah membaur dan cepat meresap
- Mengandung Pure Honey, bahan alami favoritku
- Harga cukup terjangkau

Yang Aku Tidak Suka
- Stoknya tidak selalu tersedia di kotaku Balikpapan, Kalimantan Timur *hiks

Oh iya produk ini bisa didapatkan di Giant, Hypermart dan Carrefour.


Sabtu, 06 Juni 2015

Sepetang Bersama Blogger 2015


Beberapa hari lalu, saat klik newsfeed di FB, salah satu postingan Emak Gaoel tentang alasan beliau kenapa harus ke SBB yang merupakan hajatan besar Denaihati.com dan disponsori oleh Yeos Malaysia sangat menggoda saya. 




Namun hati kecil saya tahu diri, saya ini apalah apalah dibandingkan para blogger senior. Meski begitu tulisan Emak Gaoel tetap saya lahap bahkan sampai berkali-kali. Semakin saya berusaha menepis keinginan melupakannya, di lain sisi, hati ini melompat-lompat bak bungee jumping yang ingin mencelat.

Mulailah saya nongkrong di postingan Denaihati.com. Saat klik halaman langsung terbuka. Ringan sekali. Warna-warni pelangi halaman segera menyita perhatian. Cuma karena blog Malaysia, banyak kosakata buat saya menganga. He he he.

Selanjutnya ke Yeos Malaysia juga. Sama dengan Denaihati.com. Web ini juga tak kalah ringan. Kurang lebih sama deh dengan tampilan umum web produk di negeri tercinta.

Last but not least, mampir juga ke Anazkia.com. Ini adalah kunjungan pertama.
"Karena hanya tulisan yang bisa saya tinggalkan" langsung menyita perhatian. Dalam dan meninggalkan kesan! 

Saat membaca "tentangku", serasa berhadapan. Saya mulai mesem-mesem sendirian. Apalagi pas baca mantan TKW, jadi ngeh, soalnya di postingan sebelumnya saya sempat bertanya-tanya kenapa nuansa Malaysia kental terasa. Oh,, that's why, eeuiii. Terus pas kebagian "pentium berapa ......" itu, saya sudah gak tahan lagi, ngakak habis, sampai airmata keluar. Kog gue banget, maksudnya. Ha .. ha .. ha
Ane kira, ane yang paling oon sedunia. Xi xi xi xi

Bukan maksud nyama-nyamain cerita lho ya,, biar di pilih gitu ke SBB 2015. Blog saya juga dibuatkan anak murid adik saya. Anak SMP kelas dua. Ha ha ha. Gile bener tuh anak, mainannya kode script. Cita-citanya pengen jadi hacker internasional. Duh,, belum pernah rasanya dengar yang beginian. 

Aniwei, ini kog melenceng banget ya dari tema. Habis bingung, mau cari alasan dan memilih kata-kata penuh rayuan. Ciee,, ciee,,

Kembali ke laptop!

Bismillaahirohmaaniroohim,,

Dear Anazkia, *mimikserius

Saat ini satu-satunya yang terpikirkan dan bisa mewakili gegap gempita perasaan saya kenapa saya harus Ke Sepetang Bersama Blogger 2015 Bersama Anazkia, adalah The Power of Silatuhrahmi! Plus pada dasarnya memang demen jalan-jalan. Gak percaya? Boleh deh mampir di blog saya yang masih di bawah sepuluh postingannya. Ha ha ha...

Lagi-lagi bukan maksud cari kembaran, lho. Saya juga kayak air laut. Pasang surut ngeblognya. Suka kasak kusuk kalau ada even seperti ini. Jalan-jalan, terus dibayarin xi xi xi xi.

Jadi, sebagai bahan pertimbangan, saya sudah punya pasport dan masih berlaku, paham sedikit English *apa coba hubungannya ya, he he he

Insya Allah sudah mematuhi semua persyaratan.

So, tunggu apalagi, pilihlah saya jadi partnermu! *nyanyialaKD




Rabu, 13 Mei 2015

Misteri Hati


Misteri Hati.  Duh, judulnya horor banget yak!

Liburan kali ini kami sepakat berbuat sesuatu yang berbeda!

Iqbal, yang asli penduduk Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara rupanya sudah punya rencana.

"Guys, kita akan berkeliling Pulau Karang!" dia membuka pembicaraan di suatu pagi saat kami menikmati ketan hangat yang ditaburi kelapa dan sepotong pisang goreng, sementara Yusran yang sedang menyeruput teh hangat, menoleh sambil mengangguk-angguk. Gak jelas kenapa.

"Sudah pernah kesana, sebelumnya?" tak tahan aku mengangkat kepala dan menoleh padanya

"Sudah, tapi duluuuu, waktu aku kecil, katanya sambil memperlihatkan kelingking"

Ada-ada saja!

"Tapi, di sana tak ada apa-apa lho!" Kita harus bawa bekal lengkap, Zuhra sepupu Iqbal ikut menimpali.

"Aku akan sewa perahu!" Fauzi yang biasanya irit bicara kali ini menyumbangkan pemikirannya

Pulau Karang yang akan kami tuju-masih menurut Iqbal, selalu menjadi tujuan liburan, terutama bagi anak-anak perantauan seperti kami yang jarang pulang kampung.

Kebetulan aku dan Iqbal sama-sama merantau ke Kalimantan, kami bertemu saat kuliah umum di auditorium Kampus Gunung Kelua, Universitas Mulawarman, Samarinda.  Sementara Fauzi, Yusran dan Zuhra, semuanya adalah sepupu Iqbal yang tetap setia jaga gawang di kampung. Aku kenal mereka lewat cerita dari Iqbal. Dan sejak saat itu persahabatan kami terbina.

Untuk sampai ke Barus, dari Samarinda kami harus menempuh 3 jam perjalanan bis ke kota Balikpapan. Meski Samarinda ibukota Propinsi Kalimantan Timur, bandara terletak di Balikpapan. Unik ya! 

Aku suka sekali kalau ke Balikpapan. Jalanannya mulus dan bisnya juga nyaman. Tak lupa aku bawa oleh-oleh khas Samarinda, amplang, sejenis kerupuk ikan dan gelang yang terbuat dari manik dan mutiara imitasi. Yang asli juga ada, cuma duitku yang tak ada. Ha ha ha ha ha.

Dari Balikpapan kami menggunakan pesawat menuju Batam kurang lebih dua jam dan lanjut ke Kualanamu International Airport (KNIA) selama 1,5 jam. 

Aku bermalam di rumah adikku Roni di Lubukpakam, sementara Iqbal nginap di rumah kakaknya di Medan.

Besoknya Iqbal menjemput aku dan Roni, dengan mobil carteran kamipun menuju Barus. 

Kali ini kami harus 9 jam dalam perjalanan. Bisa sih naik pesawat dari KNIA, cuma 45 menit sampai deh di Sibolga, ibukota propinsi Tapanuli Tengah. Tapi apa enaknya, kalau liburan semua serba pesawat ya. Tapi yang utama sih,, lagi.. lagi .. dananya. Ha ha ha ha ha.

**

Hari itu, di dermaga Barus, sang surya begitu perkasa, di tingkahi semilir angin membawa aroma amis dari kerajinan ikan asin dari sudut desa.

Sesaat sebelum berangkat kamipun mencoba kamera. Klik,, klik,, masing-masing dengan gaya suka-suka.

Pengalaman unik segera bermula. Perahu tak bisa berpadu seirama dengan bibir pantai, karena ombak & angin senantiasa mengusik dengan lidahnya. Begitu perahu mulai mendekap pasir, ombakpun segera beraksi, walhasil perahu kembali bergoyang genit.

Apa daya, kami harus meloncat kedalam air, berpegangan erat ke tepi perahu dan hup,, loncat,, atau tepatnya separuh merangkak masuk ke perahu.


Nyanyian mesin motor perahu memecah riuh ombak, perlahan bibir pantai berubah bak sebaris senyuman dari kejauhan . Bayu semilir membelai pipi, ku pejam mata meresapi karunia Illahi. Atas kesehatan hari ini, sehingga kami semua berkesempatan berbagi.

"Itu pegunungan Bukit barisan!" Iqbal membuka pembicaraan di sela-sela deru mesin perahu

Ku putar kepala, cuaca cerah, tanpa awan yag menggoda, barisan kanopi pegunungan menghijau seolah membungkus kami, jelas terekam mata. Permukaan air laut berkilat-kilat. Sekonyong-konyong ombak besar datang. Aku segera mencekal erat tepi perahu. Mukaku terasa pias karena cemas. Aku segera komat-kamit memasang doa, agar laut kembali tenang. Oh,, ternyata ada kapal nelayan melintas. itu penyebabnya!

Lalu kami saling berbincang. Tentang apa saja. Tentang mungkinkah mengulang kembali perjalanan ini suatu hari nanti. Tentang kegiatan apa yang dilakukan begitu tiba di akhir perjalanan. Tentang hikayat mengapa diberi nama “Pulau Karang”. Sesekali cerita lucu di lontarkan Roni. Dia memang suhunya. Tak seru kalau tak ada dia, makanya aku ajak dia. Kamipun terpingkal-pingkal tertawa. Ahh,, senangnya!

Memasuki separuh perjalanan, air laut berwarna bening kehijauan. Duhai indah nian. Zuhra mulai bernarsis ria. Klik,, klik,, bunyi kamera begitu menggoda.  

Terik mentari yang memanggang, tak menyurutkan hasratnya untuk bersenang-senang.  Tak mau kalah, segera ku raih kamera, tak lama perang klik pun membahana. Masing-masing dengan pose idola,, ya apalagi kalau bukan suka-suka. Pose ala Titanic ada, ala model kelas wahidpun, hayyuk,, yang pose apa adanya ya,, monggo.  Kalau aku mah, jangan di tanya. Pose gado-gado aku menjulukinya. Ya, tentu saja! Mumpung di tengah samudera. Ha.. ha.. ha.. 

Ada banyak pukat nelayan di tengah sana. Aktivitas burung camar tak kalah indahnya. Adakalanya menukik dan mencengkeram ikan, sementara yang lainnya berputar-putar sambil bergerombolan. Saat itu memang tak ada kegiatan nelayan,  Menurut Iqbal, biasanya mereka datang menjelang tengah malam, agar hasilnya dapat di bawa keesokan harinya ke pasar setempat. Jadi ikan masih segar ketika jual beli di mulai umat.

Perlahan, pulau karang mulai menampakkan senyuman, seolah memanggil kami,, bergegaslah!

Raungan mesin melemah, kapal mulai menepi. Rasa penasaran menghampiri. Lambaian nyiur kelapa menyambut mesra.  Pasir putihnya begitu menggoda.  Tak ada dermaga tersedia. Jadi, sama halnya saat berangkat tadi, acara turun perahu  juga pakai gaya yang sama. Meloncat ria. Lumayan, hitung-hitung buat bekal di jalan. Duh,, gak nyambung banget ya,

Begitu menjejakkan kaki, pasir putih lembut menyambut, serasa terhanyut. Ku lepaskan pandangan seraya menghirup udara segar. Nun jauh di ujung pulau, nyiur menunduk kikuk.  Kuputar kepala ternyata beberapa nyiur punya selera sama, seolah sedang yoga.  

“Ayo saatnya bernarsis ria!”, aku berteriak, lalu kamipun berhamburan ke tepi pantai seperti gerombolan balita. Klik!

Iqbal tak mau kalah. Dia mau mewujudkan obsesinya. Berlevitasi ria!

Dia memintaku mengabadikannya.

Meski dengan berkali-kali trial & error, akhirnya dia berhasil. 

"Berhasil,, berhasil,, hore!" dia bernyanyi & berjoget dengan tubuh basah kuyup & ngos-ngosan.

Duh,,perut sudah tak bisa di ajak kompromi lagi, bekal siap di nikmati.
Beralas pelepah nyiur kering, kami bertebaran mencari posisi di antara semak belukar. Nikmat tak terhingga, menu kaki lima, rasa bintang lima. Sembari memandang ke laut lepas, nuansa biru kehijauan, rasanya tak ingin sedetikpun melepas pandangan.

Saking laparnya tak seorangpun yang ingat untuk mendokumentasikannya. Hi hi hi. So,, tidak ada pose mangap edisi kali ini. 

Misi selanjutnya mengelilingi pulau. Dengan diameter kurang lebih 2 km, dan perut sudah kenyang, rasanya, itu misi yang masuk akal. Ha ha ha ha.
  
Kami memutuskan mulai dari sisi kanan pulau. Sisa bekal kami tinggalkan saja. Lagi pula siapa juga yang mau iseng mencuri di siang bolong begini. Wong pulau ini tak ada penghuni.  Kalau penghuni lain… wah gak mau mikir ke sana ah.

Pasir putih lembut segera mendominasi kaki, rombongan siap membakar kalori!
Semakin ke ujung pulau pasir semakin lembut dan air semakin bening, hingga suatu saat kamipun tak tahan lagi. Melebur ke bumi. Dan, lihat! ada bangkai kapal nelayan di sini! Lamat-lamat terdengar kapal nelayan melintas. Hal seperti ini harus di dokumentasi. Jadi, ya foto lagi! Klik!

Tak puas sampai di sini, kami beranjak bergerak ke tengan laut. Air semakin bening ditambah pantulan sinar matahari, nuansa hijau berkilau-kilau. Takjub dan terpukau.  Rasa gembira dan terpesona kami pekikkan ke udara. Yihaaaaa.

Dan aku mengabadikannya. Klik!

Sisa perjalanan tak banyak berbeda. Pasir putih lembut tetap bergayut di kaki seolah enggan beranjak pergi. Pose nyiur eksotis menambah minat narsis. Kadang kala rebah menjorok ke tengah laut. Di lain waktu merebahkan diri ke pangkuan pasir.

Sayang seribu sayang, karang berbagai warna yang konon buat pulau ini terkenal, hanya tinggal cerita.  Karang yang kami temukan sudah mati dan hanya satu warna, putih.  Agaknya penggunaan bahan peledak nelayan penangkap ikan disinyalir menjadi penyebab dan juga peristiwa pemanasan global serta bertambahnya derajat keasaman dan suhu air laut yang tinggi.

2 km rasanya sangat singkat! Belum habis pesona, kami sudah kembali lagi ke tempat semula. Eh,, perut kembali menggoda. Tapi,,, kemana semua nih sisa bekal? Siapa yang ambil ya? Yang tersisa hanya air minuman kemasan dan lauk pauk. Bahkan panci nasi beserta sendok, hilang tak tentu rimba! Kami mencari sepanjang bibir pantai. Tak ada jejak di sana! Hmmm... aura misteri segera membahana.

“Ada yang mau mencoba masuk hutan?” Aku menggoda.

“Sudahlah, ikhlaskan saja!” suara Iqbal melemah

Tak mau merusak suasana, kamipun sepakat mengubur misteri itu hingga detik ini.
  
Sambil menunggu perahu penjemput, kembali kepada pasir kami melebur. Takjub!
Merebahkan raga, bersama-sama melepas pandang ke tengah lautan, beberapa kapal nelayan memulai kegiatan. Hilir mudik ke kiri ke kanan. Sesekali tanganku membelai pasir, meresapi kelembutan hingga jauh masuk ke relung hati terdalam. Sempurnanya cipta Tuhan Esa.

Lamat terdengar mesin perahu, seketika kalbu tergores sembilu. Petualangan ini segera akan berakhir.  
Kami bergegas masuk perahu, melompat ala Tarzan minus pekikan. He he he.
Kali ini pakaian kami basah kuyup, karena saat keliling pulau tadi, pakai acara berenang di tengah laut.

Hampir setengah perjalanan, alamak,, sepertinya ada yang tak beres dengan mesin perahu. Blup.. blup,,  bunyinya itu,, mengkhawatirkan. Tuh.. kan akhirnya mati sama sekali. Posisi kami tepat di tengah lautan, dengan terik surya yang menggigit.  Paket komplit! Motoris berupaya unjuk gigi, namun mesin tak bisa lagi diajak kompromi. Tetap mati. Jadilah kami terapung, terkatung-katung.

Rencana cadangan di jalankan, Fauzi mengubungi salah seorang teman yang kebetulan seorang juragan. Julukan untuk pemilik kapal. Syukurlah, kapal pengganti siap di kirimkan.

Kasihan, Zuhra tak kuat dipermainkan ombak yang sesekali mempermainkan perahu, dan akhirnya memilih duduk di lantai perahu. Aku termasuk yang beruntung tak merasakan apa-apa, justru menikmati suasana yang menurutku,, hmm romantis lah yau. Betapa tidak. Di tengah lautan bening hijau, di dalam perahu yang bergoyang lembut. Sang bayu tak henti bertiup. Di sekeliling perahu ikan kecil merapat, seolah ingin berbagi tempat. Kapan lagi bisa merasakan sensasi seperti ini.

Untuk menghilangkan kebosanan Iqbal dan Roni kembali berbagi lawakan, tak ayal Zuhra yang mualpun dipaksa berbagi senyuman.

Tak lama perahu penggantipun tiba. Kali ini kami harus berjuang keras untuk berpindah perahu. Terbayangkan kalau jatuh di tengah laut, apalagi ku lihat tak ada alat keselamatan sama sekali. Hiii... Ngeri. Untunglah, tak ada apa-apa yang terjadi. Mulus terkendali!

Perahu kembali membelah lautan, kini mentari tak lagi segarang tadi. Tiba-tiba.. dua ekor lumba-lumba berenang tak jauh dari perahu, namun berlawanan arah dengan kami. Duh,, sayang sekali aku tak sempat mengabadikannya. Agaknya sepasang sejoli lumba-lumba. Eh,, tak berapa lama mereka meloncat ke permukaan lagi, namun posisinya sudah tak sedekat tadi. Aku tak ingin berpaling,, namun sampai kami berbelok, lumba-lumba kasmaran tak kelihatan lagi. Sungguh pengalaman istimewa, sukar melukiskannya dengan kata-kata.

Dermaga Barus, masih seperti tadi, tersenyum penuh keramahan menyambut kami. Ritual turun perahu sedikit berbeda, Iqbal, Fauzi, Yusran dan Roni nekat melompat ke laut dan berenang mencapai bibir pantai. Aku dan Zuhra memilih meloncat hingga perahu merapat ke tepi dan mendarat lembut di pasir putih.

Aura puas tergambar jelas diwajah kami, masing-masing membawa pulang pengalaman indah tak terperi plus membawa misteri hati oleh-oleh pantai karang Barus yang eksotis ini.

Kupanjatkan doa dalam hati. Semoga kelak bisa ke sini lagi.

***

Pagi ini, iseng aku buka kembali album foto liburan kami. Rasa hangat segera menjalari wajah ini saat menyusuri perjalanan panjang persahabatanku dengan Iqbal.

Selalu saja perjalanan ini meninggalkan pesona dan kesan, bahkan hingga kini menjelang usia 25 tahun pernikahan. Tak sampai di sini, puteri semata wayang kami pun memendam obsesi ingin mengulang petualangan magis dan mistis ini.