Ini Lho Manfaat dan Efek Samping Terapi Radio Frekuensi


Ini Lho Manfaat dan Efek Samping Terapi Radio Frekuensi alias setrika wajah. Haa, appaaa... setrika wajah?

Begitulah reaksi aku, saat mendengar pertama kali tentang terapi ini, beberapa tahun yang lalu.

Langsung deh yang terbayang kegiatan setrika yang 3 kali seminggu aku jalani. Katrok yak!

Jadi...

Biar gak syok kayak aku, ternyata perlu juga nih menambah wawasan dengan mengikuti betapa pesatnya perkembangan teknologi terapi klinik estetika terutama untuk memperlambat penuaan.

Aku menggunakan istilah memperlambat di sini, karena mustahil untuk melenyapkannya sama sekali.

Menjadi tua itu sudah sunnatullah alias kodrat manusia, setuju?

Kembali ke laptop!

Ternyata jauh panggang dari api.

Setrika wajah alias RF alias Terapi Radio Frekuensi ternyata bukan horor, sodara-sodara!

Etapi, hati-hati lho, artikel kali ini berbau horor eh review dan promosi.

Jadi, waspadalah, waspadalah!

Hahaha... mendadak ingat Bang Napi.

Duh, kebiasaan ini, suka ngider kemana-mana. Fokus woi, fokus!

*benerindasi

Jadi gini,

Sejak diluncurkan di klinik ERME dan kerap mendapat 'godaan' iklan dari sang founder Ria Mei Saputra, akhirnya aku putuskan untuk mencoba terapi radio frekuensi ini. 

Seperti biasa sebelum melakukan perawatan wajah, 2 atau 3 hari sebelumnya aku menghentikan pemakaian day cream dan night cream agar manfaat terapi radio frekuensi lebih optimal dan efektif, begitu masukan yang aku terima dari Ria.

Untuk day dan night cream aku juga memakai koleksi ERME skincare.


Sudah lebih dari 5 tahun, karena cocok di kulit, di kantong dan kadang-kadang jadi endorser. Nah, yang terakhir kayaknya alasan utama, hahaha.

Hush, ngakak, muluk, fokus, please!

Beklah...

Terima kasih, Ria. Sering-sering ya, hahaha... eh, ini koh malah curhat ya :p.

Apakah Terapi Radio Frekuensi Itu?

Terapi radio frekuensi termasuk perawatan instan.

Terapi ini mengklaim kita bisa langsung merasakan manfaat, namun tetap, tentu saja berbeda untuk setiap orang, karena eh karena tiap kulit itu unik, tiap masalah itu juga unik.

Terapi ini tanpa bedah, menggunakan gelombang dan panas dari radio frekuensi untuk merangsang tumbuhnya kolagen yang berfungsi meremajakan sekaligus mengembalikan kekencangan kulit yang kendur.

Prinsip kerjanya adalah, bagian yang diterapi dipanaskan, lalu gelombang energi dan panas radio frekuensi memasuki kulit  hingga penetrasi ke dermis yang diklaim akan memberikan perubahan langsung kepada jaringan.

Apakah Terapi Radio Frekuensi Cocok Untuk Semua Tipe Wajah?

Terapi ini juga diklaim aman untuk semua jenis kulit, namun konsultasi dengan dokter di klinik tetap diperlukan.

Beberapa daftar pertanyaan di bawah ini bisa menjadi acuan sebelum memulai terapi.
  • Apakah prosedurnya menyakitkan?
  • Jika kulit kita rendah toleran apakah tetap masih bisa jalani terapi ini?
  • Bagian tubuh mana saja yang bisa diterapi?
  • Bisakah untuk membantu melenyapkan bekas luka?
  • Bisakah perawatan ini digabung dengan perawatan jerawat?
  • Berapa lama waktu yang diperlukan untuk 1 sesi perawatan
  • Apakah diperlukan pengulangan perawatan?
  • Apakah harus menjalankan diet khusus agar hasil optimal?
  • Apakah ada efek pasca perawatan?
  • Apakah bisa membilas wajah setelah perawatan?
  • Apakah ada rentang usia untuk perawatan ini?
Jadi, pastikan semua informasi di atas kamu dapatkan, karena untuk setiap kasus dan tipe kulit berbeda juga hasil dan cara penanganannya.

Pentingnya Referensi

Seperti biasa, sebelum menjalani terapi, mencari referensi bagi aku is a must

Iya dong, karena aku orang awam, mencari referensi merupakan cara aman sekaligus menambah wawasan. Apalagi ini tentang perawatan wajah. Tidak boleh main-main!

Jadilah berbagai referensi offline maupun online, lokal dan internasional menjadi santapan.

Biasanya aku sesuaikan dengan kata kunci sesuai jenis perawatan. Seperti kali ini ya radio frekuensi.

Namun hanya beberapa situs terbaik, secure serta kompeten yang aku jadikan acuan seperti lifestyledotcomliputan6dotcom dan hellosehatdotcom.

Sedang untuk situs luar, aku lebih suka langsung ke youTube. Rasanya lebih afdol dan nampol kalau lihat langsung.

Favoritku adalah akun dokter Amiya Prasad M.DTop Cosmetic Surgeon yang buka praktek di New York.

Dari penjelasan beliau aku mendapat pencerahan bahwa semua tipe perawatan memerlukan konsultasi, jadi penting banget konsultasi sebelum melakukan perawatan  sekaligus memilih klinik yang terpercaya.
"Sebuah klinik perawatan idealnya menanyakan masalah sekaligus harapan pelanggan terhadap perawatan, jenis terapi yang cocok, biaya yang akan dikeluarkan serta efek yang ditimbulkan. Semuanya harus transparan"
Jadi menurut beliau, klinik kecantikan bukan melulu tentang bisnis dan profit. Kepercayaan pelanggan di atas segalanya. Profit adalah bonusnya, eeeaaa.


Terapi Radio Frekuensi di ERME

Di klinik ERME tersedia beberapa perawatan radio frekuensi.

Tinggal pilih sesuai kebutuhan, hasil konsultasi dengan dokter, harapan kita pasca perawatan dan ini nih yang paling penting sesuaikan dengan finansial.


Terapi  Radio Frekuensi Mata

Setelah sesi curhat alias konsultasi tentang kantung mata (eye bag), perawatan radio frekuensi mata akhirnya menjadi pilihan.

Begini prosesnya.

Pertama-tama terapis membersihkan wajah dengan gerakan melingkar dan pemijatan.

Aku suka banget sesi ini saat tangan terapis yang halus lembut melakukan tugasnya. Rasanya seperti dibawa ke negeri antah berantah, hahaha yang ini agak alay yaaa.

Selanjutnya, bagian yang akan diterapi diberi gel, area kantung mata sebelah kanan.

Dan terapi pun dimulai...

Bergerak satu arah dari arah dalam keluar.

Suasana kamar perawatan sejuk berbalut keheningan, hingga aku bisa mendengar suara alat mendesis perlahan. Brrr... brrr... brrr.

Alat ini memiliki dosis panas yang disesuaikan dengan kebutuhan. Mulai dari dosis 1 sampai dengan 3.

Beberapa menit pertama aku memakai dosis 2, dan ingin uji nyali ke dosis 3. Namun hanya beberapa menit, karena mulai kurang nyaman alias agak panas, aku minta untuk kembali ke dosis 2 lagi.

Tapi kayaknya ini gak usah ditiru ya. Aku khilaf. Untung tidak terjadi apa-apa.

Satu sesi mata lamanya 15 menit dan diikuti mata sebelahnya lagi 15 menit.

Lalu sesi terapi dengan device berakhir.

Setelah itu wajahku dipijat sebentar dan selanjutnya kedua mata aku dan bagian yang di terapi tadi dibubuhi masker selama setengah jam. Maskernya berwarna kuning, harum kunyit dan adem banget, maknyooos!

Sesi ini menandai berakhirnya rangkaian terapi radio frekuensi.

Cerita dong gimana sensasi saat alat Radio Frequency beraksi?

Meski sudah membaca referensi plus dukungan moril dari mba terapis tetap saja perasaan gugup melanda, beib.

Momen ketika device menyentuh, dada sedikit bergemuruh namun berangsur-angsur sensasi nyaman menjalari tubuh.

Percis seperti sensasi pijat. Namun kali ini plus rasa hangat.

Hanya ketika minta dosis ditingkatkan lebih, aku sedikit merasa panas dan perih, dan langsung minta kembali ke dosis semula lagi.

Menurut mba terapis, setiap orang punya reaksi berbeda, ada juga yang toleran dengan dosis tiga.

Fiuuh...!

Manfaat dan Efek Samping Terapi Radio Frekuensi

Berikut manfaat dan efek samping terapi radio frekuensi bagiku pribadi, jadi sangat subyektif banget yak.

- Area bekas terapi memerah, tapi tanpa perih dan dalam waktu 1x24 jam akhirnya lenyap
- Wajah lebih kinclong dan lebih tirus
- Kantung mata masih ada dan belum berubah.

Hal ini karena kondisinya yang sudah terlalu parah, jadi diperlukan pengulangan terapi radio frekuensi berkali-kali untuk hasil optimal.

Aku juga diminta tidak menggaruk area terapi, menghindari paparan sinar matahari langsung, namun dipersilahkan menggunakan day dan night cream seperti semula.

Ria juga menambahkan, perawatan ini tidak boleh dilakukan pada tubuh yang dalam kondisi hamil atau memakai alat pacu jantung. Catat!

Sebagai penutup, insight dari artikel di skintighteningsagedotcom tentang 5 Best and 5 Worst Reasons RadioFrequency Skin Devices sepertinya perlu aku tambahkan, tentang bagaimana mengetahui apakah terapi radio frekuensi cocok untukmu?

Yaitu pentingnya melakukan uji coba didampingi dokter/dermatologis yang kompeten.

Yup, seperti yang aku tulis di bagian awal, sebuah klinik terapi yang baik, selalu melakukan uji coba terlebih dahulu dengan gratis pada kunjungan perdana, untuk mengetahui apakah kamu cocok atau tidak untuk produk terapi yang ditawarkan.
Ini adalah upaya pertama untuk mendapatkan kepercayaan sekaligus menunjukkan sejauh mana kompetensi klinik tersebut.
Jadi, hati-hatilah terhadap klinik yang hanya tertarik kepada uangmu saja, ya!

Betewe, punya pengalaman dengan terapi radio frekuensi atau yang lainnya?

Yuk berbagi di sini.

Semoga curhat manfaat dan efek samping terapi radio frekuensi ini bermanfaat, ya.

Eitsss, mo kemana seh? Ojo buru-buru, nih ada bonus video untukmu...


ERME Skincare Clinic
Sentra Eropa AB.5 No.19
Balikpapan Baru
Balikpapan

WA
0818 0712 3576
0812 5328 9000



14 comments:

  1. wah baru tahu saya...terimakasih atas ulasannya

    ReplyDelete
  2. Aku paling suka treatment kayak begini mba.. relaxing!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju.
      Yang namanya treatment, memang nyaman.
      Tinggal kantongnya aja, lagi, xixixi ^_^

      Delete
  3. Wah baru tau ternyata sebelum RF nggak boleh pake day sama night cream ya, makasih pencerahannya mbak!

    Anyway, aku pernah treatment RF terus nyetrum+ngilu diarea gigi yg bermasalah. Apalagi yg pakai behel dianjurkan nggak treatment RF (sekedar info)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ini info baru juga buat aku.
      Kirain cuna orang hamil dan yang pakai alat pacu jantung saja, mba.
      Thank you for sharing ya

      Delete
  4. makin banyak yaaa jenis2 terapi wajah ini. Dan aku blm pernah coba satupun, krn ga berani :p .. Apalagi kulitku super sensi mba :( . Ga cocok dikit lgs breakout. Ga berani ambil resiko jadinya :(. Tp kdg pengin kalo baca review begini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba deh tonton akun YouTube Dr Amiya Prasad.
      Sangat mencerahkan.
      Give us an "insight".
      Karena beliau bicara dari segi praktisi medis estetika.
      Bukan dari segi bisnis belaka.



      Delete
  5. saya termasuk yang penasaran before, afternya. Kayaknya kalau RF belum berani deh. Mungkin perawatan lain cocok

    ReplyDelete
    Replies
    1. RF ini kelihatannya aja pang, sangar, sebenarnya, nyaman.
      Tapi memang kudu dites dulu, sesuai juklak :).

      Delete
  6. Baca kata setrika wajah langsung ngeri hihihi tp ini terapi kecantikan ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, rada horor ya.
      But, tidak seseram namanya, kog.
      Tapi memang kudu konsul dulu.

      Delete
  7. Replies
    1. Boleh juga nih dicoba, mba.
      Apalagi di NY, jangan-jangan sudah ada yang lebih canggih dari RF.

      Delete