Senin, 30 Mei 2016

4 Kiat Terciptanya Bahagia Di Rumah


4 Kiat Terciptanya Bahagia di Rumah

4 Kiat Terciptanya Bahagia di Rumah. Sejujurnya saat memutuskan berhenti kerja beberapa tahun yang silam sama sekali aku belum punya rencana apa-apa terhadap diriku. Masih kelam. Jangan ditiru ya!

Kuakui keputusanku agak emosionil karena keadaan buah hati yang saat itu sedang sakit. Karena kami tinggal beda domisili, keadaan seperti ini sangat menguras tenaga dan pikiran. Dan aku harus membaginya lagi dengan beban pekerjaan.

Saat itu yang terpikir hanya bagaimana agar bisa terbang dan sampai di sisi ananda. Memberi dorongan semangat, kekuatan agar kembali pulih keadaan.

Menurut info dari suami sudah beberapa hari ini Yasmin muntah-muntah dan kehilangan selera makan, meski sudah dibawa ke dokter dan minum obat. Mungkin kangen sama bunda, tambah suamiku. Duh... hatiku semakin kelabu.

"Yasmin, kangen sama bunda?" 

Itulah pertanyaan retorik yang aku ajukan sesampainya di rumah sembari memeluk dan menciuminya, melabuhkan rindu yang membara.

Mata indahnya mengerjap sendu. Dan itu cukup untukku!

Namun jauh di lubuk hati sebenarnya aku sendiri masih belum yakin dengan keputusanku ini.

Atasanku seperti mencium sikap menduaku. Dan beberapa kali menelepon mencoba mengajakku bergabung kembali, meski surat pengunduran diri telah resmi aku submisi. Gundah merayap dengan mudah. Namun dengan dukungan suami dan meminta petunjuk lewat doa yang kubisikkan dari balik sajadah, hatiku mantap untuk berkarir dari rumah.

Awalnya aku merasa baik-baik saja melakoni profesi anyar ini. Ada banyak ibu rumah tangga di luar sana yang mampu melakukan itu semua. Dan kelihatannya mereka baik-baik saja. Lalu, apa bedanya dengan aku!

Namun perlahan tapi pasti aku rindu sekali bermandikan perasaan itu lagi. Penuh semangat setiap bangun pagi untuk memulai hari seperti yang biasa aku alami, menemukan hal baru. Entah mengapa, aku sangat menikmati banget momen itu.

Menjadi wanita karir adalah juga impianku dan ibu. Ibu tak ingin kami anaknya yang berempat ini kelak kembali mengalami keadaan memprihatinkan. Solusinya hanya satu, bekerja kantoran seperti orang kebanyakan.

Hampir 30 tahun menjadi wanita yang bekerja di kantor dan memiliki penghasilan sendiri, merupakan kesenangan dan kebanggaan tersendiri. Aku merasa hidupku setiap detiknya dihiasi, dipenuhi dan diberkahi dengan kebahagiaan.

Bayangkanlah! Adakah yang lebih sempurna dari itu?

Namun kenyataan berbicara lain. Terus menerus melakukan aktivitas rutin ternyata bisa memicu stress.

Aku membuktikan dan mengalami sendiri. Kreativitas berkurang, mudah tersinggung, gampang marah dan kerap merasa hampa. Merasa tidak berguna, konon pula merasa bahagia.

Bagaimana mungkin aku bisa membahagiakan anggota keluarga lainnya jika aku sendiri tidak bahagia? Itu nonsens! Ada sesuatu yang salah di sini, dan harus berhenti! 

Maka mulailah aku mencari tahu, menggali informasi. Karena aku gemar berinternet ria, ke sanalah aku dominan bertanya sekaligus menemukan jawabannya. Memang sih tidak secara langsung seperti menemukan dompet di taman tengah kota. Tapi aku harus pintar memilah artikel yang sesuai dengan suasana hati dan jiwa.
  • Aku tak mau jadi orang stress dan berakhir depresi!
Kata kunci bahagia aku ketikkan di mesin pencari dan mulailah aku melakukan riset kecil-kecilan terhadap kehidupanku dan menemukan hal-hal berikut yang membuat aku #bahagiadirumah.

1. Hanya Menjalani dan Melakukan Kegiatan Yang Aku Sukai

Bahwa bahagia itu harus kita ciptakan sendiri karena semua berasal dari otak. 

Hal pertama yang aku pikirkan adalah menjalani dan melakukan kegiatan yang aku sukai. Mengapa? Karena saat melakukan sesuatu yang kita sukai pasti akan ada gairah.  Gairah adalah energi! Gairah mampu menutupi semua kekurangan fisik, emosi dan intelektual. Luar biasa! Pernah merasakannya? 

Setelah sarapan biasanya putriku Yasmin akan menghabiskan waktu sampai sore di sekolah. Berangkat bareng pak suami sekaligus mengantar Yasmin ke sekolah. Karena wiraswasta, jadwal pulang tak menentu. Alias tidak memiliki jam kerja tenggo. Tahukan maksudku? Jam 7 pagi teng pergi, dan jam 5 teng, go. Pulang maksudnya. Hahaha... Ini istilah populer yang aku dapatkan saat jadi karyawan dulu.

Kebetulan di rumah  aku senang banget main internet dari laptop. Awalnya hanya cuma mencari artikel, resep dan melepas kangen dengan sobat dunia maya. Dan di antara kegiatan sehari-hari ini aku menemukan kembali gairah masa kecil yang dulu sempat aku gandrungi.

Menulis. Iya, menulis. Awalnya aku menjadi penonton di antara media sosial buzzer yang telah malang melintang di dunia maya. Seperti anak kecil yang mengintip malu-malu dari balik gorden karena ketahuan. Menoleh ke kiri dan ke kanan.

Perlahan irama dan ketukan aku dapatkan, lalu meningkat ke penyesuaian, bergerak mengikuti irama, meresapi dan akhirnya kutemukan iramaku sendiri. Hei, aku menemukan dan menciptakan kebahagiaan di sini. Iya, kebahagiaanku sendiri.

Dengan menjadi media sosial buzzer, bukan hanya kebahagian yang aku dapatkan namun juga penghasilan. Bermula dari sampel produk, pulsa, uang tunai, gadget hingga paket perjalanan ke luar negeri ke Jepang misalnya. Semua dari hobiku menulis.
4 Kiat Terciptanya Bahagia di Rumah

Dan dalam menggeluti hobiku yang satu ini, aku harus berani eksplor diri jika ingin dilirik para juri. Catat ya eksplor diri, bukan eksplor bodi. Hihihi... 


Untuk itu aku harus terus belajar dan belajar. Dari siapa saja. Menambah wawasan dengan banyak membaca. Yang pasti, semakin sering dan berani aku mengeksplor diri tanpa disadari semakin dalam aku menggali potensi diri. Otomatis semakin terdongkrak juga kepercayaan diri. Kini aku bahkan punya blog pribadi tempat aku berbagi.

2. Banyak Bersyukur


Yup! Banyak bersyukur membuat hati bahagia. Termasuk #bahagiadirumah. Seperti yang aku sebutkan di atas, bagaimana mungkin  bisa membahagiakan anggota keluarga lainnya jika kita sendiri tidak bahagia. Mustahil!

Kog bisa?


Dengan banyak-bersyukur aku terhindar dari stress. Tekanan. Karena aku percaya masih banyak orang di luar sana yang tidak seberuntung diriku. 


Dengan banyak bersyukur membuat hidup lebih bahagia dan hati jadi tentram. Ada banyak nikmat dan karunia yang Tuhan limpahkan kepada keluargaku seperti nikmat sehat, anak yang cerdas lagi solehah (Insya Allah) dan pasangan yang sekaligus sahabatku tempat bertukar pikiran dan melabuhkan cinta. 



Meski plafon rumah sudah mulai menghitam karena setiap hujan turun dan genteng bocor, jamurpun semakin ganas, dan masih suka gugup saat nominal angsuran mobil belum cukup, sementara tanggal jatuh tempo hampir menjelang, atau cat rumah yang sudah mengelupas dan hanya kesuraman yang membekas. 


Syukurlah kami sebagai pasangan selalu saling mengingatkan. Kami sepakat dan percaya bahwa kebahagiaan bukan melulu diukur dari uang dan kekayaan. Tapi kami juga tidak alergi dengan hal-hal duniawi, kawan.

Lalu, nikmat mana lagi yang aku dustakan?

3. Selalu Berpikir Positip

Untuk yang satu ini aku yakin banget. Bahwa berpikir positif itu bagai kerangka kontruksi bangunan. Berpikir positif itu merupakan sikap mental yang melibatkan proses mulai dari pikiran-pikiran, kata-kata dan bermuara pada budi pekerti.


Berpikir positif memberi kebahagiaan, suka cita dan kesehatan. Yang ada hanya fokus dan sibuk terus menerus memperbaiki diri. Tak ada bahkan tak sempat lagi berburuk sangka atau memikirkan keburukan orang lain. Tentu saja, wong kita sudah sedemikian sibuk dengan diri sendiri.

Memandang segala sesuatu dari persfektif positf memberi dimensi baru. Kebiasaan ini juga menambah kemampuan menemukan ide dan solusi. Walhasil aku jadi gemar mencoba dan pengalaman baru adalah konsekuansinya. 
Baca juga : Berani Lebih Eksplorasikan Diri 
Mengagumkan! Meski aku tahu ada banyak orang yang menganggap berpikir positif hanyalah omong kosong dan bahkan menertawakan. Aku tak bisa memaksa mereka melakukan hal yang sama. 

4. Menciptakan Suasana Intim 


Aku percaya kepada kekuatan suasana yang penuh keintiman. Misalnya lewat sentuhan.  Satu sentuhan lebih berarti dari seribu kata-kata. Menciptakan suasana intim dengan suami dan anak adalah hal yang menjadi prioritasku. Berbagi berpelukan dan ciuman dengan pasangan dan anak menjadi ritual di rumah kami.

Atau di lain waktu lewat sajian kuliner istimewa. Membuat menu istimewa ala resto favorit kami sekeluarga. Masih tetap dengan konsep sederhana dan aku bahagia mengeksekusinya. Bukan memaksa diri dan akhirnya akan kecapekan sendiri.



4 Kiat Terciptanya #BahagiadiRumah




Ingatlah, cinta bukanlah sesuatu yang hanya untuk dimiliki tetapi ia perlu dibagi. Penelitian dan dokumentasi tentang hal ini tak perlu diragukan lagi.


Aku yakin kebahagiaan bukanlah tujuan tetapi perjalanan.  Perjalanan tanpa henti dan tak berujung.


Tahukah kamu? 

Satu kebahagiaan kecil dari rumah bisa bergulir... bagai bola salju. Kebahagiaan seperti juga kesusahan bisa menular kepada siapa saja. Bisa menerima adalah berkah. Namun mampu memberi adalah anugerah.

Jadi tidak ada kata terlambat, mari mulai berbagi kebaikan dan kebahagiaan. Mulai dari saat ini!



Semoga 4 kiat terciptanya bahagia di rumah ini bermanfaat.





Rabu, 25 Mei 2016

Pentingnya Meluruskan dan Menguatkan Niat


Tips Agar Impian Tercapai Ala Bunda Yati


Pentingnya meluruskan dan menguatkan niat. Entah mengapa, aku sungguh tidak sepakat dengan sebuah kata ini *drumroll... Pensiun

Iya.

Dalam benakku pensiun adalah leyeh-leyeh di kursi malas sambil makan kudapan, memandang lepas ke kejauhan and doing nothing.

Oh, tidaaaak...! lalu histeris.

Sungguh tak ada kamus seperti itu dalam pikiranku!

Aku ingin tetap aktif, baik pikiran dan fisik, karena aku percaya dengan tetap berpikir, berkarya dan berkreasilah itulah aku "hidup".

Apalagi ditambah dengan salah satu episode dalam hidupku yang berkesempatan berkenalan dengan Bunda Yati, blogger inspiratif yang saat ini menginjak usia 77 tahun, dan...masih semangat berkarya. My Lord!

  • Aku juga percaya bahwa konsep mengenai apa yang kita rasakan tentang usia sangatlah penting dan berpengaruh terhadap bagaimana kita bersikap. Jika kita menganggap kita sebagai orang yang tua, ringkih dan lemah, pasti itulah yang kita dapatkan.

Lalu, apakah artinya sesederhana kita berganti perilaku menjadi anak muda lalu otomatis kita akan menjadi muda?

Tentu tidak!

Tak perlu menyangkal fakta bahwa usia bertambah dan fisik berubah. Tapi kita bisa memilih menikmati semua proses ini dengan cara yang menyenangkan, penuh kebahagiaan dan keceriaaan, percis saat masa kanak-kanak kita dahulu kala.

Untuk itu aku sering sekali sambil bergurau saat arisan bersama ibu-ibu di dasa wisma di kompleks perumahaan.

"Tolong jangan pernah memakai kata tua, ya"

"Kenapa, bu?"

"Kata senior jauh lebih keren!" kataku sambil mengerling nakal.

Kontan ibu-ibu menganggu-angguk setuju.

Hahaha...

Begitulah.

Berbicara mengenai Bunda Yati, kata yang tepat adalah sosok inspirasional di tengah era dekadensi moral!

Beliau jadi panutan di berbagai komunitas blogger. Tak terkecuali aku.

Energi, ekspresi dan prestasi beliau sungguh fenomenal, menurutku.

Mengawali profesi blogger sejak tahun 2009 sehingga kini, beliau rajin mengikuti berbagai kontes dan berhasil keluar sebagai pemenang di beberapa even, dan telah menghasilkan karya 19 buku antologi sampai akhir tahun 2013.

Luar biasa!

Dan... karya beliau yang paling gres adalah pada Februari 2015 membuat buku "Me and My Life, Bunga Rampai Kehidupanku".

Buku yang berisi cerita kehidupan yang diambil dari berbagai postingan blog beliau.

Dan ini belum berakhir, beliau masih menyimpan obsesi untuk terus dan terus berprestasi!

Semua pencapaian ini adalah berawal dari hobi beliau bersosial media. Meski berteman dengan sosialita media dengan lintas usia tak membuat beliau rendah diri dan malu.

Malu?

Untuk apa malu?

Kenapa harus malu?

Justru beliau merasa ini adalah sebuah sinergi karena berkesempatan berbagi dengan mereka yang sama-sama cinta menulis.

  • Iya, alangkah senangnya jika kita bisa menemukan orang yang memiliki passion yang sama. 

Gue banget ni kakaaa... *jingkrak-jingkrak.

Tapi memang benar lho, menghabiskan waktu dengan orang yang memiliki hasrat yang sama itu, anugerah!

Rasanya waktu seperti cepat berputar. Setiap detik dihiasi dengan kegembiraaan, berdiskusi dan berbagi ekspresi.

Yang penting mereka tidak memiliki akun yang aneh-aneh, beliau menambahkan.

Nah siap-siap jadi daftar friend list Bunda Yati ya.

Satu hal lagi yang aku dapatkan dari bunda Yati bahwa kita perlu menguatkan niat!

Jika menginginkan sesuatu, kerahkan seluruh usaha maksimal, banyak bertanya kepada sumber yang tepat, agar impian tercapai.

Mendadak jantungku bertalu dan nafas memburu menuliskan kalimat yang penuh deru ini.
Sungguh kata melebihi tajamnya sebuah pedang, adalah ungkapan yang sangat tepat di zaman peradaban sastra mencapai puncak dunia.
Sebuah pedang hanya bisa menusuk satu orang, berbeda dengan kata yang bisa menusuk ratusan bahkan ribuan orang dalam sekejap.

Itulah kekuatan sebuah tulisan.

Mampu memprovokasi hati untuk menyalurkan ide, memancing naluri berontak dan bergejolak.

Pentingnya meluruskan dan menguatkan niat, sebuah pelajaran yang takkan terlupakan!

Terima kasih Bunda, keep inspiring.

*Foto diambil dari akun facebook Bunda Yati



Jumat, 13 Mei 2016

Lakukan 3 Hal Ini Sebelum Membeli Mukena

Tips Membeli Mukena
Lakukan 3 Hal Ini Sebelum Membeli Mukena. Saat melakukan perjalanan terutama lintas kota dan jauh, biasanya aku suka membawa perlengkapan ibadah seperti sajadah dan mukena. Bahkan kadang-kadang walau hanya pergi ke mal di dalam kota.

Mengapa?

Karena lebih higienis dan terjamin kualitasnya. Tidak ada titipan bau yang lain, maksudnya. Hahaha...

Dulu, iya dulu aku sering mengandalkan mukena yang tersedia di tempat ibadah. Maksud hati ingin menunaikan ibadah dengan khusyu, betah dan total. Namun apa daya kadang kala aroma dan kondisi mukena mengusik indera penciumanku secara total.

Walhasil saat sholat sesekali udara dan hidungku bersinergi mencipta hawa yang kurang manusiawi. Kadangkala aku juga berjuang menahan nafas karena bau yang menetas saat aku sujud diantara gundukan tas. Ibadah pun menjadi sedikit ternoda.

Sejak saat itu aku berjanji akan selalu membawa mukena sendiri.

Kebetulan aku punya beberapa koleksi mukena cantik yang dipakai sesuai kebutuhan dan kondisi.

Bagaimana dengan kamu?

Masih bingung soal mukena yang cocok untukmu?

 Yuk simak tips sederhana memilih mukena sesuai kondisi dan kebutuhan.

1. Mukena Untuk di Rumah

Untuk di rumah biasanya aku suka pakai mukena yang terbuat dari katun dan berwarna putih. Bahannya terbuat dari kapas memiliki tekstur halus, kuat dan hiasan bordir.

Mukena ini sangat adem, nyaman dan tidak menyebabkan panas. Apalagi jika di rumah aku sering menghabiskan waktu cukup lama saat sholat ketimbang saat di mesjid atau dalam perjalanan dan tanpa pendingin udara.

Kekurangan mukena jenis ini adalah kurang cocok di bawa saat perjalanan karena sangat berat, mudah kusut dan susah kering setelah habis dicuci atau basah.

2. Mukena Untuk Bepergian

Saat melakukan perjalanan apalagi yang jauh, segala sesuatu yang praktis adalah pilihan, iya kan ladies?

Koleksi mukena cantik jenis parasut adalah pilihan jitu menurutku. Mudah dikemas, ringan dan anti kusut adalah kelebihan mukena tipe ini. Bahkan ia bisa dilipat sampai keukuran paling kecil. Pilihan brilian saat bepergian.

Mukena ini juga cepat kering saat habis dicuci, jadi kebersihan saat beribadah selama perjalanan bisa terjaga.

3. Mukena Untuk Hari Khusus/Hari Raya/Hadiah/Seserahan

Untuk memaknai hari penuh kemenangan dan kegembiraan misalnya seperti Hari Raya, biasanya aku memakai mukena yang terbuat katun dengan hiasan bordir yang lebih indah.

Jika diminta aku juga untuk memberi masukan kepada teman atau handai taulan agar membeli mukena jenis ini karena bahannya yang halus dan desainnya yang indah.

Saat ini konsumen semakin dimanjakan dengan tersedianya berbagai koleksi mukena cantik (baca Misalnya seperti di MatahariMall dengan model yang variatif, dan pilihan harga yang kompetitif.

Salah satunya adalah mukena Bali yang sedang populer.

Warna cerah dan segar menjadi ciri khas sejati mukena ini. Terbuat dari bahan rayon, mukena ini diklaim adem dan nyaman.


Tips Membeli Mukena

Untuk kamu yang suka bahan katun, salah satu koleksi mukena cantik katun Jepang ini bisa menjadi pilihan alternatif. Kalau bahan dari katun tentu kita tak perlu ragu lagi yah.

Tips Membeli Mukena

Rata-rata koleksi mukenaku juga terbuat dari katun. Adem ayem buat hati kalem.

Karena terbuat dari bahan berkualitas bagus harganyanya juga hampir dua kali lipat dari rayon. Jadi pegang kencang-kencang dompetmu ya. Hahaha...

Untuk koleksi mukena cantik murah tapi bukan murahan, ada mukena parasut yang juga menjadi pilihanku untuk dipakai dalam perjalanan. Bahan ini memang panas tapi cocok untuk saat bepergian karena mudah dilipat dan sangat ringkas.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, sebelum memutuskan membeli salah satu koleksi mukena cantik ini,  lakukan 3 hal berikut sebelum membeli mukena:

A. Mencari Tahu Detail Produk

Agar ibadah semakin khusyu dan terjaga sebaiknya mukena memiliki kategori seperti berikut ini:

- Dingin
- Halus
- Luntur/tidak luntur
Brand/merek

B. Dapatkan Deskripsi Lengkap Produk

Pastikan uraian lengkap mukena favoritmu mencakup hal-hal berikut ini:

- Panjang depan (cm)
- Panjang belakang (cm)
- Panjang rok (cm)
- Lebar rok (cm)

C. Spesifikasi Produk

Agar semakin mantap dengan pilihan, kriteria berikut ini patut dijadikan acuan sebelum menentukan pilihan.

- Warna
- Ukuran
- Bahan Utama

Terutama untuk tipe mukena Bali yang terdiri dari berbagai jenis kasta level kain rayon. Semakin tinggi kastanya (baca: mutu) semakin tinggi juga nilai harga jualnya.

Pastikan perlengkapan ibadah membuat ibadah kita semakin khusuk dan bermakna.

Semoga bermanfaat ya 3 tips sederhana sebelum membeli mukena ini.

Selamat mencoba!


Catatan:
Semua foto properti dari website MatahariMall.com https://super.mataharimall.com/jual-mukena/






Rabu, 04 Mei 2016

Ketahui Manfaat Menulis Kisah Hidup Pribadi

9 Alasan Mulia Menulis Kisah Hidup Pribadi (1)


Ketahui Manfaat Menulis Kisah Hidup Pribadi. Hai! Kenalkan, aku Rosanna Simanjuntak! Nama di KTP juga sama. Tak lebih dan tak kurang.

Mo panggil aja Anna, boleh. Rosa juga monggo. Asal jangat, Nyet ya. Hahaha...

Aku seorang ibu dari seorang gadis belia yang ntar 22 Mei tahun depan nanti menginjak usis 17 tahun. Yup, aku asli dari Sumatera Utara bah.

Terus kog sekarang di Balikpapan?

Perhatian-perhatian, berhubung tulisan ini sangat panjang, jadi camilan sangat dianjurkan, xixixi.

Jadi gini,

Masa SMA

Waktu di kelas 3 SMA, saat ada program PMDK, aku pilih Universitas Mulawarman (Unmul) Fakultas Kehutanan di Samarinda, Kalimantan Timur.

Masih ingatkah? Itu lho program Penelusuran Minat Dan Kemampuan (PMDK). Nah lo! Ketahuan deh jadulnya.

Samarinda adalah ibukota propinsi Kalimantan Timur dan berjarak 115km dari Balikpapan.

Lanjut!

Sekarang sih PMDK itu namanya jalur khusus atau undangan.

Iya, betul!

Itu proses seleksi masuk perguruan tinggi dan dapat prioritas memilih universitas idaman sesuai rata-rata nilai raport.

Nilaiku sih gak bagus-bagus Amir (ssst... ini karena si Amat sudah pindah), cuma aku ikuti tips dan trik dari bapak dan ibu guru aja. Jadilah aku lulus dan melenggang masuk Unmul tanpa tes.

Sudah? Paham ya. Kalau belum mah, terlalu!

Ada banyak cerita hidup yang sangat berwarna-warni di tempat baruku ini. Apalagi aku belum pernah merantau jauh terpisah ribuan kilometer dari orang tua.

Biasanya dulu paling banter ke Medan, itu juga pasti berangkat bak rombongan sirkus, bow. Lengkap sama panci-panci persembahan berisi ikan mas arsik.

Maklumlah ibuku kan seorang eda, yang dalam silsilah Batak itu agak anu... kastanya. Hahaha...

Jadi ingat zaman itu, paling sebel kalau mau pergi jauh. Banyak tugas menanti. Jadi tukang giling bumbu, cuci piring seabreg. Hadeh. Duh, melebar lagi kan kemana-mana.

Lanjut!

Saat skripsi hampir selesai aku memberanikan diri melamar ke perusahaan tambang emas di pedalaman Kalimantan Timur. Tepatnya di Kelian. Sekarang masuk Kutai Barat. Sekalian cari jodoh. #Uhuk. Di kota kagak laku soalnya. Hahaha...

Iya, dulu berhasrat banget jadi istri ekspatriat. Pikiranku cuma satu, keren kali tiap 6 minggu bisa ke luar negeri. Terus nyerocos bahasa Inggris setiap waktu. Halah.

Tapi ternyata tak semudah itu ya. Menikah lintas kultur dan religi. Jadi baper nii.

Bekerja di lokasi tambang emas di pedalaman belantara Borneo merupakan anugerah terindah dalam hidupku. Dengan roster kerja 6-2, 6 minggu kerja dan 2 minggu cuti, aku punya banyak waktu untuk travelling. Mulai dari saat meninggalkan base camp di tambang, terbang dengan helikopter, bertemu  dan berinteraksi selama masa perjalanan. Begitu terus berulang selama hampir 2.5 tahun.

Aku banyak belajar di sini. Belajar lebih dekat dengan... diri sendiri. Iya. Jadi ingat best quote dari travelling.

To travel is to take a journey into yourself
~Danny Kaye~

Kog travelling sih?

Iya, setiap selesai cuti 2 minggu, entah mengapa aku sangat bersemangat untuk kembali bekerja. Kadang-kadang aku cuma menghabiskan seminggu saja waktu cuti dan sudah kembali lagi ke site. Atasanku hanya geleng-geleng kepala. Weird... katanya sambil geleng-geleng kepala, masgul. Hahaha... Orang lain malah pengen nambah cuti, aku malah sebaliknya.

Saat kerja di sini juga aku merasakan sensasi bekerja naik helikopter yang biasanya cuma aku lihat gambarnya atau melintas di atas atap rumah. Naik helikopter itu unik. Saat cuaca buruk kita bisa meliuk di antara pepohonan rimba, mencari helipad darurat, sambil menunggu cuaca cerah.

Pernah suatu ketika di pagi hari di tengah perjalanan cuaca buruk menerjang, pilot dengan sigap turun dari ketinggian dan meliuk di antara tajuk pepohonan dan mendarat mulus in the middle of nowhere, di atas hamparan pasir putih halus. 

Saat turun dari heli, aku menyadari sepertinya hutan ini hutan perawan karena disekeliling tajuk pohon  sangat rapat dan aura rimba ala film horor langsung membahana.

Penumpang yang sebagian besar terdiri dari para ekspatriat dan manager malah bermain... tenis lapangan. Iya di atas hamparan pasir itu. Hahaha... Kenangan itu takkan terlupa! See, I even wrote it here.

Tahu nggak sih? Enggaaak...

Dulu, saat SMA aku sebel banget lho sama bahasa Inggris!

Karena tidak mengerti sama sekali apa yang diucapkan guru. Mana tah lagi, begitu masuk kelas si bapak tak pernah berbahasa Indonesia. Tambah tenggelam aku dalam lautan ketidaktahuan. Meski akhirnya nilaiku boljug la. Boleh juga.

Etapi ini kog jadi ngelantur ya. Gak pa-pa laa yaa. Throw back (lagi) to several years ago.

Nah, pas kuliah aku kena batunya. Beberapa dosen mensyaratkan kami membaca text book yang notabene English, bow.

So, mau tak mau, suka tak suka. I have to studyGuess whatSlowly but sure. I am even falling in love with English. 

"Ternyata hal baru bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan namun harus ditaklukkan!"

Saat aku berhasil menterjemahkan kalimat demi kalimat, it feels heaven, you know.

Puasss banget!

So that quote, do what you love and love what you do. It hits me, man!

Kompetensi itu juga yang meloloskan sesi wawancaraku dengan ekspatriat Australia dan langsung memintaku bekerja di pertambangan nun jauh di tengah belantara Kalimantan Timur.

Bahasa Inggris ini jugalah yang mengantarkan aku mampu berkomunikasi saat pelesir di dunia negeri. Sungguh dengan bahasa kita bisa menakklukan dunia.


Meniti Karir

Bekerja dengan ekspatriat memberiku nilai tambah. Bahwa mereka sangat menghargai karyawannya. Ini murni pengalaman pribadi ya.

Pernah suatu kali atasanku meminta izin untuk menolong dia membuat salinan beberapa dokumen. Saat itu aku sedang melayani atasan lainnya. Melihatku masih sibuk mengetik, dia segera membatalkan dan langsung menuju mesin fotokopi dan mengerjakan sendiri.

Hal itu sungguh berarti. Hingga kinipun aku masih menyimpannya di sini. Di hati.

Dan saat dia kembali dari cuti di Australia, buah tangan pasti tak pernah lupa. Sekotak mungil coklat yang hampir bisa dipastikan belum pernah aku lihat wujudnya, kacamata anti sinar matahari, parfum mini (kayaknya ini sering dibeli di Changi, soalnya ada tulisan Duty Free Shop) dan lain-lain. Aku sudah lupa.


9 Alasan Mulia Menulis Kisah Hidup Pribadi

Dengan rotasi kerja 6-2, 6 minggu di tambang dan 2 minggu cuti, aku sungguh terberkati punya atasan seperti beliau.

Yang paling aku ingat, desain coklat yang unik dan ciamik. Kadang-kadang coklat hanya aku bawa ke kamar dan kupandangi hingga beberapa hari.

Hihihi... katrok, yaaa...

Dua setengah tahun aku bertahan di belantara, akupun pindah kerja karena permintaan my hubby.

It makes sense to me. We are about to build a family.

Kami berdua yakin pasti cepat atau lambat bakal tercipta ketidak seimbangan. Baik inter-personal maupun intra-personal.

Iya, kami sempat LDR. Yang perempuan di rimba yang lakinya eeh malah di kota.

Ruarr biasa!

Begitulah, perusahaan terminal batubara, rekondisi dan penyewaan alat berat melengkapi warna-warni kehidupan karirku. Semua rata-rata dengan atasan ekspatriat.

Eh, btw ini tulisan sudah kepanjangan yak? Hampir 600 kata, ne! Kata mastah SEO sebelah buat artikel gak usah panjang-panjang. Yang penting nendaang. *Bola kalles!

Pan gak semua orang internetnya wuz...wuzz.. Ntar pada ngacir lho, fansnya.

Etapi aku harus konsisten dong ya dengan judul di atas.

Jadi seperti yang aku kutip dari mindbodygreen.com bahwa meluangkan waktu menulis kisah hidup sendiri baik di buku diari atau di blog pribadi itu memiliki manfaat besar secara emosional, spritual and health benefits.

Hell yay!

Yuk kita simak.

Berikut 9 alasan mulia itu:

1. Membagi informasi personal itu menciptakan koneksi
Saat menulis kehidupan pribadi, otomatis kita menciptakan koneksi atau ikatan agar orang lain memiliki kesempatan mengetahui lebih banyak. Membuat ikatan yang lebih kuat.

Masih kuat baca yang 8 alasan mulia lainnya?

Hmmm... kayaknya sudah tiba saat merubah posisi sandaran dan menambah porsi camilan! Hahaha.

Gini aja deh, supaya nggak kepanjangan versi lengkap  ketahui manfaat menulis kisah hidup pribadi, sudah tayang di sini ya.


Kamis, 28 April 2016

Ini Dia 7 Manfaat Menakjubkan Dari Menulis


Ini Dia 7 Manfaat Menakjubkan Dari Menulis

Ini Dia 7 Manfaat Menakjubkan Dari Menulis. Hobi tampil ternyata sudah bermula sejak aku balita.

Ini menurut ibunda.

Lalu berkembang menjadi gemar mencoret di dinding rumah sambil bercerita, di fase usia pra sekolah.

Ini Dia 7 Manfaat Menakjubkan Dari Menulis

Selanjutnya bermain sekolah-sekolahan.

Sebagai anak sulung *uhuk! aku menetapkan peraturan. Yang dapat peran sebagai guru pertama kali harus aku, baru kemudian menyusul adik-adikku yang berjumlah 2 orang. Hiii... otoriter banget yak!

Terbayang kembali dinding rumah yang penuh hasil karyaku dan adik-adikku.

Saat itu kami sangat beruntung karena ibu tak pernah melarang kami melakukan semua itu. Walhasil, rumah bagai papan tulis, yuhuuu...

Jika ada dana berlebih biasanya menjelang lebaran dinding rumah bisa mulus kembali, dicat ulang.

Menginjak sekolah dasar hobiku melebar. Unjuk kebolehan di depan umum mulai kunikmati. Membaca puisi, memimpin lagu wajib bahkan menjadi petugas upacara, aku tekuni. Dari menjadi pemimpin upacara sampai petugas bendera.

Ini Dia 7 Manfaat Menakjubkan Dari Menulis

Aku pernah lho jadi petugas bendera bersama teman sekolah untuk tingkat kotamadya. Betapa sukacitanya aku saat itu. Zaman itu belum ada angkutan umum. Jadi agar tak terlambat aku berangkat, saat jam menunjukkan pukul enam. Jalanan masih gelap. Sesampai di tempat upacara tubuh sudah basah oleh keringat. Fuiiih....!

Bukan itu saja. Kami juga didaulat jadi petugas untuk penurunan bendera. Lagi-lagi aku berangkat dengan jalan kaki. Iya, sama seperti tadi pagi, tubuh bersimbah keringat juga aku alami. Demi apa, coba...!

Semua terbayar saat Bapak Walikota mengundang kami masuk ke kediamannya, makan malam bersama dan menyalami kami semua.
Jika semua tentang hal yang disuka, memang nikmat menjalaninya.
Baca juga : Rahasia Agar Tetap Energik dan Cantik Sepanjang Usia

Untuk ukuran zaman itu bisa masuk ke halaman rumah pak Walikota adalah pengalaman luar biasa. Kebetulan sehari-hari waktu masih di sekolah dasar, rumah beliau dua kali dalam sehari aku lewati. Rumah putih besar, dengan halaman luas dan rumput yang terawat, rapi.

Hingga kini kenangan itu terukir dalam di hati. Tak terlupakan.

Saat di sekolah dasar juga, tugas mengarang dari ibu guru bahasa Indonesia adalah momen yang sangat aku suka. Jika teman-teman hanya menghabiskan 2 halaman buku, aku bisa sampai 5-6 lembar.

Kira-kira ibu guru baca apa nggak ya?

Atau malah cuma buat ganjal bawah meja. Habis kebanyakan, cap cai dong bacanya. Hahaha...

Menulis seperti panggilan jiwa.

Bedanya kalau dulu tak perlu mikir tentang teknik SEO dan lain-lainya.

Kalau menulis ya nulis saja. Sudah mendatangkan kenikmatan luar biasa.

Ini Dia 7 Manfaat Menakjubkan Dari Menulis


Nah seperti itulah kira-kira yang dirasakan Nunu, salah seorang member arisan kelompok 6 Blogger Perempuan, saat memutuskan kembali menggeluti dunia blogging yang pernah ditinggalkan selama 5 tahun.

Awalnya mencari kegiatan yang bermanfaat, namun kini malah jatuh cinta. Bahkan hasil karyanya telah diakui dan bersanding dengan penulis keren lainnya.

Doi bisa melakukan semua hobi ini plus berstatus pegawai di sebuah Kementrian di Jakarta.

Hebat ya!

Aku suka banget dengan gaya bahasanya yang seolah menyelami hati pembaca. Hal itu jelas terasa saat menikmati sebuah tulisan tentang membuat konten SEO.

Duh, SEO lagi. Lagi-lagi SEO. Alamak sudah 4 kali aku sebut.
Baca juga  : Cara Ampuh Agar Artikel Cepat Terindeks Google
Iya deh habis ini, nggak lagi. Janji... *sodorin tangan.

Ternyata menulis banyak manfaatnya lho.

1. Mengukir Kenangan
Iya dong.
Karena hidup tidak menunggu kita. Dia terus berjalan. Tak bisa dihentikan. Kejadian demi kejadian berlalu, tertindih bahkan terlupakan. So, kita harus menyelamatkan beberapa momen penting apatah lagi yang langka.
Ini Dia 7 Manfaat Menakjubkan Dari Menulis

2. Rumah Ide
Adakalanya ide muncul liar tak terkendalikan. Seperti jailangkung.
Xixixi... *maklampir mode on
Datang tak diundang, pulang tak diantar. Dan sering kali ide ini hadirnya seperti kilat. Wuz... dan akhirnya hilang.
Namun adakalanya merambat, menggeliat. 
Untuk itu perlu direkam, on line atau off line.
3. Pengembangan Diri
Kog bisa?
Lha, pastinya sebelum pencet publish, pasti kita kudu preview dan memeriksa kembali tulisan kita. Apakah ada ruhnya? Typo?  Diksi yang menarik? 
Ada analisis di sini. Otomatis sedikit demi sedikit tanpa disadari kita mengalami proses belajar yang terus-menerus. Tuh, betulkan! Pengembangan diri deh, muaranya.
4. Sumber Inspirasi 
Kita takkan pernah tahu betapa tulisan terutama curahan hati kita mampu menggerakkan bahkan bisa menginspirasi seseorang.
Bayangkan ada seseorang di luar sana menjadi begitu bahagia dan tertolong hanya karena membaca tulisan kita, yang justru tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Meski mereka hanya sebagai silent reader.
Page view meningkat dan kebaikanpun kau dapat. Insya Allah.
Bukankah kebahagiaan hidup itu adalah saat kita bisa memberi manfaat?
Jadi, tetaplah menulis ya, sobat.
 Baca juga : 9 Alasan Mulia Menulis Kisah Hidup Pribadi


5. Menjadi Penulis Lebih Baik
Maksud loe?
Iya dong dengan disiplin duduk dan menulis dijamin pasti akan meningkatkan kemampuan menulis.
Kalau cuma berpikir dan berencana rasanya sih tidak dihitung. Kudu beraksi dan lakukan!
6. Jadi Lebih Banyak Tahu
Ini jelas banget yaa...!
Untuk bisa menulis dengan baik pasti kudu membaca. Jelas sekali ada output dari aktivitas ini yaitu... kita akan belajar... banyak.
Seperti yang diungkapkan oleh novelis kondang Stephen King.
"If you want to be a writer, you must do two things above all others: read a lot, write a lot"
7. Warisan 
Pernahkan membayangkan bahwa saat kita tiada, tulisan kita akan tetap ada.
Dan yakinlah bahwa suatu hari nanti anak cucu kita akan berterima kasih kepada kita. Mereka akan bisa menikmati dan berkomunikasi lewat karya-karya kita.
Kita bahkan tidak bisa membayangkan betapa terpesonanya mereka saat itu, saat menikmati warisan kita.
Bahkan kitab sucipun dibuat dalam bentuk tulisan agar bisa dinikmati oleh generasi berikutnya, sepanjang zaman. 
Ini Dia 7 Manfaat Menakjubkan Dari Menulis

  
Last but not least, demikianlah 7 manfaat menakjubkan dari menulis versi aku, kalau kamu?

Ini Dia 7 Manfaat Menakjubkan Dari Menulis


Kamis, 21 April 2016

Berani Lebih Eksplorasikan Diri

Berani Lebih Eksplorasikan Diri
Berani Lebih Eksplorasikan Diri
Dulu dan sehingga kini aku sungguh terinspirasi lihat berbagai pose teman di berbagai sosial media. Mereka sangat penuh percaya diri.

Promosi bak talen mewakili  produk. Plus kepiawaian mereka berbagi pengalaman baik resep, perjalanan bahkan hadiah hasil kompetisi.

Satu saat mereka tampil dengan kostum ibu-ibu namun di lain waktu dengan kostum abegeh unyu-unyu, atau hadir lengkap dengan pernak-pernik masak, di kesempatan lain liburan santai dengan pose pantai yang aduhai.

Masih tetap kece dan sopan, tentu saja!


Aku pikir mungkin mereka itu ikut pelatihan atau kursus modelling, tapi ternyata tidak. Rata-rata semua teman-teman yang notabene ibu rumah tangga, semuanya otodidak, belajar sendiri dengan modal #BeraniLebih eksplorasikan diri!

Lalu aku pikir, kenapa tidak #BeraniLebih eksplorasikan diri. Tentu saja maksudku bukan eksplor bodi!
Ternyata hal baru bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan! Namun harus ditaklukkan! Dengan mencoba berbagai hal baru kita semakin tahu kemampuan, bakat, minat dan potensi.
Semakin sering dan berani kita mengeksplorasikan diri tanpa disadari semakin giat kita menggali potensi yang kita miliki. Hal ini otomatis akan menambah tingkat kepercayaan dan wawasan diri.

Lagi-lagi tanpa disadari seiring waktu aku menjadi lebih kreatif.

Berani Lebih  Bisa Membantu Menemukan Ide dan Solusi

Memandang sesuatu selalu dari segi positif dan yang pasti tanpa bermaksud arogan kadang kala diakui sebagai sosok inspiratif. #Halah.

Maka, mulailah aku menumbuhkan kepercayaan diri dengan banyak bertanya sana dan sini.

Membaca literatur ringan tentang fotografi, artikel parenting, resep makanan, sampai-sampai cara menulispun semua aku pelajari. Biasanya semua yang berkaitan dengan kontes/kompetisi yang akan kuikuti.

Pelan-pelan kudapatkan kepercayaan diri dan semakin ekspresif seperti ini. Hihihi...

Berani Lebih dan Temukan Kepercayaan Diri

Secara tidak langsung aku juga menularkannya kepada anak dan suami. Meski sulit meyakinkan mereka bahwa mengikuti berbagai kompetisi dan kontes online itu adalah sesuatu yang mengasyikkan sekaligus menjanjikan.

Uniknya, saat hadiah sampai di rumah, mereka berebut ingin pertama kali merobek pembungkusnya.

Merasakan dan menikmati momen kemenangan!

Jujur, awalnya aku susah mendapatkan hasil foto dan tulisan yang maksimal, bahkan sampai kini, aku masih terus belajar dan belajar. Kadang kala aku harus membaca syarat dan ketentuan berulangkali untuk mendapatkan pesan dan kesan yang ingin di sampaikan.

Namun, tak sedikit juga hasil foto dan tulisanku mendapat simpati juri dan memenangkan kompetisi.

Misalnya di sini dan di sana

Hal ini lagi-lagi semakin mendongkrak kepercayaan diri
Kebiasaan #BeraniLebih eksplorasikan diri ini  juga menambah kemampuanku untuk menemukan ide dan solusi. Aku jadi gemar mencoba, dan pengalaman baru adalah konsekuensinya.

Dengan berbagai pengalaman, otomatis, wawasan aku dapatkan, memberi sudut pandang baru dan menolongku memandang suatu permasalahan. 



Senin, 18 April 2016

Lebih Dekat Dengan Sang Ratu de Blog


Lebih Dekat Dengan Sang Ratu de Blog


Biar lebih mantap reviewnya *tsaaah, jadi pakai acara lihat koleksi-koleksi foto di akun FB mbak Ratu Sya dulu. Pemanasan, woiii! Hihihi...

Etapi, lumayan ngos-ngosan juga scrolnya.

Nah loe, sapa suruh datang Jakarta!

Akhirnya sampai juga ke koleksi foto bulan madu *uhuk. Captionnya bikin ngakak *ketawagenit.

Aku mah gitu orangnya.

Berhubung sudah mulai hangat, yuk kita mulai review batch 3 kelompok 6 arisan link blogger perempuan.

TKPnya di sini

Eh, sebelumnya di batch 1 ada mbak Echa dan batch 2 mbak Rani. Sudah mampir ke?

Ternyata oh ternyata sang Ratu adalah seseorang yang misterius. Maksud loe?

Mysterious shopper!

Apa tuh?

Yang pasti dari baunya sudah tercium aroma horor, petualangan  dan belanja. Yay!

Secara singkat tugasnya adalah mendatangi toko-toko yang telah direferensikan, melakukan peninjauan, membuat laporan dan... digaji. Bisa pilih mau dollar atu Euro. Keren booo...

Apa...?

Mau dong, mau.

Nah untuk lebih detail langsung simak di sini ya.

Jadi, karena sudah terungkap binti tersingkap namanya jadi berubah. Bukan mysterious shopper lagi.

Hahahaa...

Duh, jadi ngelantur ya.

Ayo merapat, acara puncak segera dimulai!

A. Blog Review

1. Template 

Warna putih mendominasi tampilan sang ratu.

Aku suka pilihan hurufnya.

Juga alamat URLnya. Akuratudotcom. Serasa aku juga seorang ratu. Hahaii...

Setuju?

Namun ada sedikit masukan nih.

Sebaiknya pada menu bar bisa ditambahkan kategori misalnya seperti CurhatKu, Jalan-Jalan atau Tips, di sebelah Disclosure.

Meski sudah ada label di bagian side bar. Alangkah lebih baik jika kategori ini langsung menjadi perhatian pembaca saat menit pertama membuka blog dan sudah diarahkan kepada pilihan kategori. Tak perlu harus bergeser ke kanan lagi.

Juga untuk postingan populer sebaiknya di taruh di bagian atas di bawah tombol search.

Masih sama idenya. Agar tampilan blog semakin manis, dan membantu pengunjung memetakan kategori/label serta memudahkan navigasi.

Bagai hidangan yang sudah tersaji dan siap dieksekusi.

Ketahuan yaa, aku tukang makan. Gak ada yang nanya, woii...

2. Konten

Sama seperti diriku yang do goda-gado. Mbak Ratupun seperti itu. Postingannya terdiri  dari berbagai genre. Tinggal pilih, bleh.

Mau yang melow, rock atau seriosa. Semuanya emosionil banget. Mengaduk-aduk perasaan.

Liputan tentang buah hati Arman super lengkap. Salam sayang buat doi ya, mbak. Kecup dan peluk.

Nah, terus pas baca labelnya yang ini, ga penting dan iseng, aku jadi kepo.

Kategori Label Ratu de Blog
Ada apakah di sana?

Biar lebih seru, langsung ke TKP aja ya.

B. Blog Performance

1. Google Indexing 

Memulai dunia tulis menulis sejak 2009 dengan jumlah postingan hampir 114 inilah tampilan Ratu Sya, tarrraaa....

Google Indexing Sang Ratu de Blog
She is famous!

Aktivitas di blog menduduki top ranking diikuti aktivitas twit dan terakhir FB.

Kebalikan nih sama aku, FB malah menduduki posisi pertama.

Mbak, mbak, maaf yaa, sekarang kita lagi membahas mbak Ratu. Fokus, mbak, fokus!

Eh, iye ye... nyook, kite lanjut.

2. Loading Speed


Loading Speed Ratu de Blog

Wuzz...wuzz. Keren euui!

3. Domain Authority dan Page Authority

PA DA Ratu de Blog


Bagus banget!

Melewati angka 25.

Menurut bisnis.com nilai PA dan DA yang bagus dan cocok untuk link building adalah diatas +25 dengan PR minimal 1.

4. Alexa

Alexa Ratu de Blog


Nah, kalau yang ini masih chubby. Kudu diet kayaknya.

Etapi, baru hijrah kedotcom, ya? Biasanya Google perlu penyesuaian jika kita baru hijrah ke TLD.

Monggo mbak, hajar semua postingan gimana cara membuat Alexa ramping dan singset.

Btw, masih baca sampai di bagian ini kan?

Anu, ini mau udahan kog.

Baiklah, pemirsah demikian blog review versi Rosanna, lebih dekat dengan sang Ratu de Blog.

Semoga sang Ratu berkenan adanya.




Selasa, 12 April 2016

5 Tips Ampuh Menjadi Juara Satu di Google


Tips Ampuh Menjadi Juara Satu di Google
5 Tips Ampuh Menjadi Juara Satu di Google

Bukan bermaksud pamer apalagi riya.

Berbagi. Iya, berbagi hanya itu intensi maksud tulisan ini.

Beberapa waktu lalu tulisan ini menduduki ranking 2 di halaman pertama untuk keyword cara hebat eksplor bakat.

Namun hari ini jari-jariku *jarijari hiiiks, ingat almarhum Pepeng.

Kembali ke laptop!

Hari ini, 12 April 2016, aku iseng-iseng mengetik kata kunci yang sama.

Alhamdullillah, tulisanku yang aku publish 30 Maret 2016 nangkring di baris 1, menyusul di bawahnya adalah peringkat 1 sebelumnya, viva.co.id.

Padahal PVnya hanya 168 dengan 16 komentar saat tulisan ini dibuat.

Warbiyasah!

Boleh dong GR, yaak?

Boleh, boleh asal jangan lupa pegangan di pohon anggur ya mak.

Etapi, ini gak ada hubungannya dengan bakar menyan, bukan?

Hahaha...

Jadi gini,

Jujur aku langsung terinspirasi untuk berbagi hal ini. *tssaaah *kibasponi

Ini aja eike masih pakai daster. Gak percaya? Derita loe!

Hahaha...

Berikut tips ampuh menjadi juara satu di google!


1. Konten Orisinal, Berkualitas, Relevan dan Informatif

Ini memang harga mati seperti yang pernah aku tuliskan di sini.

Algoritma terbaru Google RankBrain menjadi polisinya. Menurut praktisi SEO, beliau adalah penerus Hummingbird. Hmm... beliau. Duh, gayamu, rek!

Bersama dengan algoritma Panda keduanya menciptakan sinergi.

Memastikan akurasi konten agar pencari mendapat informasi yang tepat itulah misi yang diemban.

Kalau sudah begini siap-siap kebanjiran visitor organik dari mesin pencari.

Bahagianya.... *korbanSEOmania

2.  Hasilkan Artikel Paling Banyak Diminati dan Dicari

Tahukah kamu?

Ada ratusan blogger baru setiap harinya.

Jadi, membuat artikel paling banyak diminati dan dicari serta non musiman is a MUST!

Pastikan informasi berlaku sepanjang masa. Bukan cuma untuk hari ini apalagi hari kemarin.

3. Sampaikan dengan cara yang khas, akrab dan jauh dari kesan menggurui 

Mengapa?

Agar pengunjung merasa betah dan tertarik untuk membaca artikel lainnya.

Seperti yang sedang aku lakukan ini. *kibasponi lagi. Xixixi...

Buktinya kalian masih mau membaca sampai di bagian sini kan? *kedipmata

4. Backlink Postingan

Seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang.

Maksudnya artikel kita kudu berkenalan dong dengan tetangga agar cepat terindeks. Promo gitu lho.

Caranya?

Bagilah postingan kita dengan menggunakan media sosial seperti facebook, twitter dan google plus.

Apalagi yang terakhir itu google plus, is a another MUST.

Buktikan sendiri, pasti langsung nangkring di page 1 apalagi jika bersinergi dengan teknik SEO on page dan SEO off page. Ayo buruan google. Hahaha...

Udah gitu aja. As simple as it is.

Gak perlu SEO bertele-tele dan rumit, ntar kening malah mengernyit.

5. Blogwalking 

Bahasa di kampung eike silatuhrahmi, kakaaaa...

Selain untuk mempererat silatuhrahmi, kita juga bisa mendapatkan pengetahuan dan informasi.

Pastikan komentar kita juga bisa mendatangkan manfaat dan bahkan mampu mengundang pembaca lain berkenan mampir di blog kita.

Jadi tinggalkan URL postingan bukan homepage agar pembaca langsung beraksi.

Langsung kepal tangan nyanyi ala Kotak.... beraksi!

Dan... Alexa juga bisa ramping lho.

Kog bisa?

Pan google pernah curhat. Buatlah pengunjung baru menjadi pengunjung tetap!

Aku sudah membuktikannya sendiri.

Bahwa kunjungan blogwalker mampu menurunkan puluhan juta angka alexa menjadi ratusan ribu hanya dalam hitungan hari.

Hal itu aku alami saat mutasi blogspot.com menjadi domain pada 26 September 2015 lalu.

Saat itu alexa berada di kisaran 19 juta dan berangsur-angsur hampir menyentuh angka 350.000-an hingga saat ini.

Padahal jumlah postingan masih di bawah 100, tepatnya 62 postingan dan PV di bawah 24.000.

Nah itu dia 5 tips ampuh menjadi juara satu di google versiku.

Jika aku menemukan tips lain yang lebih terkini dengan senang hati aku akan berbagi, karena google senantiasa melakukan terobosan tanpa henti.

Bisa saja tips hari ini tidak akan berlaku beberapa bulan lagi. Semua tergantung trik mesin pencari.

Atau mungkin ada yang ingin menambahkan?

Ayo berbagi tips di komentar di bawah ini.

Indahnya berbagi.



Jumat, 08 April 2016

Contact


HP: 0812 58 40195


Email: rosannasimanjuntak93@gmail.com
Facebook : Rosanna Simanjuntak
Twitter: @rosannaiqbal
Instagram: @rosannasimanjuntak 

Jumat, 01 April 2016

Review Profil Blogger Rani Yulianty


Review Profil Blogger Rani Yulianty.

Hola,

Untuk putaran kedua arisan link kelompok 6 giliran blog mbak Rani Yulianty yang dibedah.

Terus mau bius lokal atau total nih, mbak?

Hahaha...

Mbak Rani bukan pemain baru lho di dunia blogging.

Bahkan ada 2 blog dalam asuhannya.

Blog cerita anak bunda lekat dengan dunia parenting. Berbagi warna kehidupan. Mulai dari cerita masa kehamilan, ASI, review produk dan tentu saja dong semua tentang Fathan, sang buah hati!

Salah satu yang menyita perhatianku adalah tentang betapa sedihnya harus berpisah dengan Fathan, karena beda domisili. Kehilangan beberapa momen yang dulu biasanya sering berbagi.

Namun seiring waktu Mbak Rani bisa belajar mengatasi.

Kali ini aku fokus pada blog professional si Mbak dengan blog title yang sangat melow bow: i don't want to lose this feeling...

Kita telanjangi telusuri blognya, yuk!

Template

Terpesona dengan harmoni warna hitam, biru, putih dan hijau di bagian atas template. Maaknyoos, adem banget dan looks professional!

Bagaimana menurutmu?

Review Profil Blogger Rani Yulianty

Konten

Sesuai dengan title blog yang melow tadi, konten blog juga tidak berfokus pada niche tertentu.

Semua tentang blogger, reviewer dan buzzer.

Review Profil Blogger Rani Yulianty

Meski kadang kala menerima kompensasi atas review yang dibuat, namun mbak Rani memastikan bahwa semua tulisannya dipastikan berasal dari opini yang jujur, seimbang, terpercaya dan sesuai dengan pengalaman produk tersebut.

Hal ini tertuang jelas dalam disclosure.

Statistik pencapaian

1. Google Indexing

Review Profil Blogger Rani Yulianty

Selamat, mbak Rani sudah jadi seleb blog alias femes kakaa...

2. Loading Speed

Review Profil Blogger Rani Yulianty

Not bad, right?

3. Domain Authority dan Page Authority

Review Profil Blogger Rani Yulianty

Gimana?

Kalau menurut bisnis.com nilai PA dan DA yang bagus dan cocok untuk link building adalah diatas +25 dengan PR minimal 1.

Etapi itu kata bisnis.com lho ya.

Kadang kala ada lho klien yang tidak terlalu memprioritaskan hal itu semua.

Ini masalah rezeki, ada campur tangan Ilahi di sini.

Selanjutnya izinkan aku memberi masukan ya dear.

Membaca artikel di blog beda dengan membaca buku.

Biasanya orang sangat fokus saat membaca buku. Tidak di internet.

Pasti kamu juga sudah melewati beberapa bagian sebelum sampai ke bagian ini.

Iya, kan *dipdipmatadikedip.

Itulah, maksudku! Dan ini wajar.

Karena menurut sebuah riset, memang sebagian mata pembaca di internet cenderung melewati hampir sebagian tulisan apalagi kalau sudah terlalu panjang.

Biasanya di bagian atas artikel  masih lengkap tuh dibaca, masih nafsu gitu.

Etapi makin ke bawah makin sedikit yang dibaca. Hahaha... gue banget ini yaak!

Kayak huruf F.

Betulkan? *kediplagi.

Karena kalau di internet, kita bukan reading, tapi scanning atau skimming.

Hadeh, apa itu?

Mengambil poin-poin penting aja cuuu. Gitu lo.

Padahal kita sang penulis maunya pembaca semakin betah dan mau mampir lagi, terus bawa pasukan satu kompi. Biar gak fakir pengunjung. Lho, kog #malahcurhat!

Duh kelamaan, mbak. Buruan to the point aja laa!

Eh...maaf, ya?

Baiklah.

Menurut hematku sebaiknya mbak Rani jangan mengikuti saran ibu guru bahasa Indonesia yang menyarankan agar 1 paragraf terdiri dari 4-5 kalimat, karena itu kurang greget di internet!

Paragraf dengan terlalu banyak tulisan bikin mata cepat lelah.

Maksimal 3-4 baris dengan panjang horizontal tidak lebih dari 20 kata.

Udah gitu aja!

Ntar banyak-banyak dilempar kulit duren.

Hahaha...

Nah, sobat dumayku. Itulah review pribadiku saat membaca konten blog Mbak Rani

Kalau review profil blogger Rani Yulianty versimu, gimana?