Panduan, Manfaat dan Biaya Steril Kucing Betina Pasca Melahirkan dan Menyusui

Panduan, Manfaat dan Biaya Steril Kucing Betina Pasca Melahirkan dan Menyusui. Miaw, miaw, miaw. Meongan Titan, kucing betinaku pasca melahirkan dan menyusui yang sedang birahi memecah keheningan senja di rumah. 

Selanjutnya, langsung terbayang deh aroma kegaduhan nyanyian cinta Titan beberapa hari kedepan, hahaha.

Kalau hanya kegaduhan sih, well, I think I can still live with it, namun kalau 'premannya' sudah bertakhta, huuuaaaa, doi bisa ngalahin pemanjat tebing paling expert di dunia!

Gorden vintage jendela depan sudah menjadi korban kebiadabannya. Wassalam deh pokoknya!

Untuk itu, Bismillah, kami sepakat mensterilkan kucing betina dosmestik calico, yang berusia lebih dari 1 tahun dan berat lebih dari 2kg, Titan-the Princess di Jose Vet Clinic, Balikpapan, karena doi sudah punya rekan medis di sana saat menderita scabies.

steril kucing betina pasca melahirkan menyusui
Steril kucing betina ovariohysterectomy

Kisah latar belakang mengapa aku akhirnya mengadopsi kucing betina Titan, selanjutnya sila klik di Panduan Merawat Kucing Bagi Pemula ya. 

Have fun!

Kembali ke laptop!

Nah berikut ini, sharing pengalaman panduan, manfaat, biaya dan steril kucing betina Titan pasca melahirkan dan menyusui yang baru saja aku lakoni.

Catatan

Aku bukanlah ahli kucing. Semua yang aku sharing di sini semata-mata pengalaman pribadi. Jadi, jika ada informasi yang kurang akurat, monggo diralat via kolom komentar ya.

Mengapa Harus Steril Kucing?

Menurut Halodoc, steril pada kucing bukan hanya bermanfaat untuk mengontrol kehamilan dan jumlah kucing, lebih lanjut steril bisa memberi manfaat kesehatan pada kucing jantan dan betina.

Sterilisasi Kucing Jantan


1. Mengurangi resiko kanker testis

Kucing jantan yang sudah disteril disebut lebih jarang mengalami kanker testis. Namun untuk mendapatkan manfaat sehat ini, disarankan melakukan pensterilan sebelum usia kucing 6 bulan.

Aku langsung terbayang 2 anabul jantan di rumah, Simon dan Gozo, yang baru ulang bulan ke empat, 5 September kemarin.

Semoga invoice ada yang cair, hihihi. Buat nambah-nambah, mpok!

Aamiin.

2. Menghindari cedera

Langsung deh teringat beberapa kejadian bar-bar di depan rumah terutama saat musim birahi kucing kampung liar.

Suara gaduh, gemuruh, bertalu-talu ngalahin konser heavy metal. Bersahut-sahutan, membahana di udara dan kadang kala berakhir dengan pertumpahan darah. 

Pernah suatu kali aku pas mengepel di teras, mencoba meleraikan suasana panas, dengan semburan air selang dengan kecepatan full gas. 

Masya Allah, mereka yang sedang 'heat' tidak terpengaruh sama sekali, meski bulu-bulu mereka sudah mulai agak basah di sana-sini.

Bahkan mereka tanpa sadar bergerak bersama menghindari daerah basah dan melanjutkan adu suara yang lebih membahana. 

Aku tak tahu lagi kelanjutannya, karena keburu masuk ke dalam rumah.

Nah, kalau sudah steril, resiko pertengkaran antara kucing bisa diminimalisir sehingga otomatis resiko cedera kucing pun menjadi lebih kecil.

Setuju, penonton?

3. Menurunkan resiko penyakit

Penyakit menular serta leukimia kucing atau FIV pada kucing peliharaan bisa diturunkan dengan sterilisasi

Sterilisasi Kucing Betina


1. Menurunkan resiko tumor

Pas baca bagian ini aku senang sekali. Semoga kucingku Titan bisa terhindar dari resiko tumor kelenjar susu. Penyakit ini tidak boleh disepelekan, karena disebut kucing betina sering mati karena tumor kelenjar susu ataupun kanker.

2. Mencegah infeksi

Sterilisasi pada kucing juga menurunkan resiko penyakit pyometra (radang rahim) Penyakit ini terjadi karena ada infeksi serius yang berkembang di rahim kucing.

3. Komplikasi persalinan menghilang

Setelah disteril, kucing betina tidak akan bisa hamil dan melahirkan which is artinya tidak mungkin lagi mengalami komplikasi serius saat melahirkan yang bisa membahayakan nyawanya.

Steril atau Kastrasi? 

Aku sendiri sih lebih familiar dengan istilah steril!

Namun sejak sering membaca literasi kucing, jadi familiar juga dengan istilah kebiri dan kastrasi. Terutama kastrasi, kini aku sudah mengerti, dipakai untuk istilah kebiri kucing jantan.

Semuanya sih bermuara ke pengertian pemandulan permanen!

Catatan:

Steril kucing jantan bertujuan mengangkat organ reproduksi testis.

Steril kucing betina bertujuan mengangkat organ reproduksi saluran telur dan rahim.

Aku percaya, pastilah masih banyak pro-kontra di luar sana tentang steril kucing ini ya. Dan semuanya pasti sudah siap juga dengan argumen masing-masing.

Kalau kamu gimana, pro atau kontra?

Panduan

Ini pengalaman pertama aku steril kucing betina pasca melahirkan dan menyusui. Kebetulan kucing aku itu, betina berusia 1 tahun, Juli 2021 kemarin. 

Masih ingat dong namanya ya? Iyes, Titan!

steril kucing betina pasca melahirkan menyusui
Posisi rileks ala 'roti' favorit Titan!

5 Mei 2021 kemarin Titan melahirkan 5 anabul. Aku dan Yasmin menemani doi saat menjelang melahirkan bayi-bayinya. 

Masih terbayang jelas ekspresi Titan saat mengejan bayi pertamanya. 

steril kucing betina pasca melahirkan menyusui
5 bayi anabul Titan, usia belum 1 x 24 jam 

Menurut drh. Joko Suseno dari Jose Vet Clinic, ada beberapa persyaratan sterilisasi yang harus dipenuhi demi keselamatan dan kesehatan kucing.

Jujur, aku baru tahu lho. 

Jadi ingat waktu bedah mulut karena infeksi akut gigi geraham, pertama kali, aku juga mengalami serangkaian prosedur pra bedah.

Baca juga: Pengalaman Bedah Mulut Infeksi Akut Gigi Geraham yang masih menjadi favorit pembaca!

Berikut beberapa panduan steril kucing:

- Usia minimal 6 bulan dengan berat lebih dari 2kg baik jantan/betina.

Secara teori, di usia ini testis kucing jantan sudah jatuh dan ovarium kucing betina sudah terbentuk sempurna. 

Namun tentu saja semua itu tergantung pertumbuhan hidup kucing yang dipengaruhi banyak faktor.

Dilansir dari Research Gate, salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kucing adalah lingkungan hidup kucing. Kucing akan tumbuh cepat apabila ia bahagia dengan lingkungannya.

Sebaliknya, apabila kucing sering dihinggapi stress, maka hal itu bisa berpengaruh kepada perilaku dan kesehatan kucing yang membuat pertumbuhannya lambat.

Lingkungan kucing juga mencakup apakah ia dibiarkan bermain bebas atau di kandang.

Pemilik kucing di dalam kandang  sebaiknya memperhatikan ukuran kandang!

Kandang harus terjaga kebersihannya, peletakan tempat makanan dan area toilet.

Kucing merupakan hewan yang memiliki ikatan perasaan dengan pemiliknya. Kucing akan tumbuh baik jika kebutuhan bermainnya bisa terpenuhi!

Berikutnya, tentu saja, makanan!

Semakin baik makanan, semakin baik pula pertumbuhan kucing.

Yang perlu diingat, makanan kucing yang tepat tidak selalu mahal, yang utama, nutrisinya!

Nutrisi diperoleh dari makanan yang akan digunakan sebagai sumber energi dan sebagai bagian dari metabolisme yang diperlukan untuk pertumbuhan. 

- Sehat lahir batin. 

Maaf-maaf, maksudnya, dalam kondisi sehat, tidak dalam keadaan sakit dan tidak punya penyakit.

Kucing sehat akan lebih cepat sembuh pasca sterilisasi.

Beberapa kucing akan drop pasca steril, apabila belum pernah menerima vaksin, sistem kekebalannya akan melemah dan mudah terinfeksi penyakit dari lingkungannya.

- Tidak sedang hamil ataupun menyusui untuk kucing betina

Ini percis banget dengan yang aku alami. Titan yang baru melahirkan 5 Mei 2021 masih menyusui bayi-bayinya bahkan sampai 3 bulan lamanya.

So, I have to wait, you know, hingga akhirnya 25 Agustus 2021, baru deh eksekusi, steril.

Jadi, sekali lagi tolong ingat ya, steril kucing betina itu jangan pas doi masih menyusui!

- Puasa (tidak makan dan minum) 6-8 jam

Aku pernah mendapat pencerahan tentang puasa sebelum pembedahan dari dokter anestesi. 

"Dok, kenapa sih setiap ada proses anestesi, pasien selalu diminta puasa?" Tanyaku.

"Well, pada intinya, proses anestesi meski atas nama medis, tetaplah proses 'memaksa' tubuh melakukan hal-hal yang tidak normal. Dengan kata lain 'dipaksa tidur' padahal bukan saatnya 'tidur'. Anestesi juga menggunakan 'narkotik' namun dengan dosis tertentu, namun tetap saja ada 'resiko' yang mengintip di sana"

"Jadi, kalau lambung kita kosong, resiko untuk memuntahkan isi perut saat pembedahan berlangsung bisa dihindari"

Sepertinya hal itu juga berlaku untuk steril kucing.

- Menyediakan pet cargo

Biasanya digunakan untuk membawa ke dan pulang dari klinik

- Menandatangani surat menggunakan bius dan tidak akan menuntut klinik/rumah sakit

Iyes. Sama seperti manusia, pemilik kucing juga dimintai tanda tangan lho.

Manfaat 

Seperti yang sudah aku uraikan di atas, manfaat steril kucing, selain untuk mengontrol kehamilan dan jumlah populasi kucing juga untuk menurunkan resiko terhadap berbapai penyakit.

Monggo silahkan panjat lagi ke atas ya, hahaha.

Biaya 

Aku percaya masing-masing klinik punya kisaran harga yang berbeda-beda. 

Adapun pasaran umum klinik hewan untuk biaya steril kucing di Balikpapan mulai dari Rp 400.000 s/d Rp 1.415.000.

Di Balikpapan biasanya pemilik kucing memanfaatkan klinik hewan di kantor Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Balikpapan yang mematok mulai dari Rp 250.000 - Rp 350.000 per ekor kucing.

Namun untuk mendapatkan layanan "ekonomis' ini pemilik kucing harus antri dan kuotanya juga terbatas.

Saat aku coba browsing 9 September 2021 jam 1040, wita, dengan kata kunci "steril kucing Balikpapan 2021 di Dinas pertanian, kelautan dan perikanan Balikpapan" inilah tampilannya. 

steril kucing betina pasca melahirkan menyusui
Kata kunci versus tampilan google

Pasca Steril 

Ini pengalaman pertamaku steril kucing betina, jadi aku memutuskan memilih paket plus rawat inap 5 hari di Jose Vet Clinic.

Apalagi di rumah ada 4 anabul yang meskipun tampangnya lembut tapi bar-barnya, hmmm, luar biasa! Hahaha.

Tak bisa membayangkan kalau Titan pasca steril, terprovokasi oleh mereka, jumpalitan bak pemain sirkus hits Tiongkok. Ampuuuun dah!

Berikut hal-hal yang dialami Titan pasca steril:

- Langsung dipakaikan e-collar, agar Titan segera terbiasa dengan keadaan baru ini. 

Usai steril Titan langsung dipakaikan e-collar. 

Manfaatnya agar kucing segera terbiasa karena akan terus menggunakannya hingga kurleb 2 minggu.

Ini tampilan perdana Titan usai steril yang aku dapatkan via wa.

steril kucing betina pasca melahirkan menyusui
Titan langsung pakai e-collar serta underpad

Seperti biasa, aku kepo dong, apakah itu 'e'?

Pasti kamu juga kan? 

Ayolah, ngaku saja!

Kalau begitu, marilah sama-sama kita hempaskan kekepoan kita!

steril kucing betina pasca melahirkan menyusui
E-Collar, sejarahnya!

Gimana? Puas?

Sekali lagi, Titan diwajibkan menggunakan e-collar 2 minggu. 

Namun, kemarin 10 hari sudah aku lepas, karena lukanya sudah menutup sempurna plus aku kasihan banget sama Titan yang sudah gemas buat menggaruk bagian tubuhnya.

But, tetap saja aku selalu stand by, you know, just in case.

Nah, aku mau tanya lagi, adakah yang tahu mengapa oh mengapa harus mengenakan e-collar?

Tjakep!

Betul sekali. Naluri kucing adalah mencakar dan menjilat. Nah dalam kasus ini adalah menghindari jilatan kucing di bekas operasi steril. Duh kebayangkan kalau lukanya terbuka. Hayyaaaa.

Terlihat juga di kandang Jose Vet Clinic menggunakan underpad (perlak) untuk menghindari kuman agar tidak masuk ke bekas luka operasi steril.

Oh iya, buat yang kepo suasana operasi steril Titan yang berlangsung 2 jam, ada beberapa kiriman foto juga dari staff di sana.

Perhatian-perhatian!

Grafik berikut mengundang horor, jadi waspadalah, waspadalah!

steril kucing betina pasca melahirkan menyusui
Titan siap steril!

steril kucing betina pasca melahirkan menyusui
Anestesi sudah aktif, siap steril!

steril kucing betina pasca melahirkan menyusui
Steril kucing betina ovariohysterectomi

Next,

- Terlihat mengantuk dan kurang aktif

Berdasarkan literasi, ini pengaruh dari anestesi dan akan memakan waktu yang berbeda-beda untuk setiap individu kucing.

Untuk kasus Titan, pasca steril, menurut staff rawat inap, sering menghadap dinding, menghindari kontak dan agak defensif.

Saat tiba di rumah pasca rawat inap 5 hari di klinik, agar betah, aku posisikan cat tree Kottur dari Arthacat yang juga menyediakan paket starter kit pemula pelihara kucing, menghadap view teras. 

Alhamdulillah, berhasil, pemirsah! 

Sebagian besar Titan menghabiskan waktu disana. Tidur, most of the time. Hihihi.

steril kucing betina pasca melahirkan menyusui
Tatap mata saya!

- Iyes, percis seperti yang diprediksi, 4 anabul bar-bar berhasil memprovokasi Titan! 

Itulah kenapa aku selalu siaga memantau doi. Jika suasana sudah semakin tidak kondusif dan Titan terpancing aktif, aku segera menaruhnya sementara di kandang. Tidak lama sih, tak sampai 30 menit, aku keluarkan lagi dan menaruhnya kembali ke cat tree.

Mengapa aktif harus dihindari pasca steril kucing?

Ada yang mau mencoba menjawab?

Iyes. Untuk menghindari guncangan dan pendarahan pasca steril yang bisa terjadi di jaringan internal bagian yang dioperasi.

Menurut staff rawat inap Jose Vet Clinic, pembatasan aktivitas berlangsung 2 minggu. Hampir sama dengan lamanya waktu pemakaian e-collar ya.

- Titan mengeram saat tiba pertama kali di rumah.

Kebetulan yang jemput Titan ke klinik, Bang Iqbal Pohan, suamiku. 

Saat aku elus pertama kali, matanya terlihat sangat tidak bersahabat dan menggeram marah. 

Aku sih maklum soalnya kurleb 5 hari doi menginap di klinik. Mungkin bau aku, doi sudah tidak kenali lagi. Entahlah.

Begitu juga saat anak-anaknya mencoba mendekatinya. Titan bahkan menggeram lebih nyaring sambil berusaha mencakar. 

Aku segera menarik dan menaruhnya di sofa. Untunglah doi tidak agresif!

- Beberapa jam usai sampai di rumah, Titan aktif dan mencakari beberapa spot yang pernah doi 'tandai' sebelumnya. 

Kali ini tanpa menggeram. Matanya sudah mulai melembut dan hei mulai menciumi kakiku. 

So sweet.

Aku meraihnya dalam pelukan sambil memberinya usapan di bagian bawah dagu, favoritnya!

- Keesokan harinya, Titan mulai mengendus dan menjilati semua anak-anaknya

Masih terlihat mengantuk dan kurang aktivitas sih. 

Nafsu makan juga belum kembali seutuhnya. Jadi aku 'hack' dengan menambah stick cream di makanan keringnya. 

Wah, doi langsung bergairah makannya, cuy!

- Luka jahitan tampak baik, kering dan beberapa bagian sudah menutup sempurna.

Aku pikir Titan akan kembali untuk membuka jahitan, namun ternyata jahitannya akan menyatu dengan daging.

Yang ini tampilan tanggal 26 Agustus 2021 pasca steril 1 x 24 jam.

steril kucing betina pasca melahirkan menyusui
Takjub sama sayatan bedah steril di Jose Vet Clinic

Gimana, menurutmu?

Kesan-Kesan Steril Kucing Betina di Jose Vet Clinic Balikpapan

Jose Vet Clinic, klinik pertama yang menangani Titan saat scabies seperti yang aku ceritakan di Panduan Merawat Kucing Bagi Pemula.

- Staff-Staff Profesional

Begitu masuk klinik, aku jamin kamu pasti kaget! Sama kayak aku, hihihi. Pas aku ke sana, tidak ada tuh bau khas ala karbol seperti klinik atau rumah sakit.

Teringat lagi kenangan pertama saat menjejakkan kaki di sini. 

Saat itu hujan gerimis, begitu aku membuka pintu mobil, seorang staff menghampiriku dengan membawa payung lalu menawarkan membawa pet cargo/carrier.

Staff lainnya sudah siap dengan alat pengukur suhu tubuh lalu mempersilahkan mencuci tangan dengan hand sanitizer.

Saat pintu terbuka, aku langsung terpesona dengan desain interior klinik.  Aura-aura front desk hotel begitu kentara.

Selanjutnya aku diarahkan ke resepsionis untuk registrasi. 

Staff di sini ramah dan kompeten! Alhamdullillah

Well, selain dukungan staff yang profesional, klinik ini juga dekat dari kediamanku. 

Baidewei, subway, on the way,

Sudah lama aku punya mimpi, akan steril kucing di sini, namun menurutku harganya 'sultan', pemirsah!

Jadilah aku sing rakyat jelata langsung mundur teratur, Moenah!

Suatu hari, suamiku dapat telepon dari Jose Vet Cinic. Doi dapat penawaran menarik untuk layanan steril kucing betina.  Whaaaat!

Senang?

Tentu saja dong, Moenah!

Alhamdullillah rezeki Titan si kucing kampung, bisa steril di Jose Vet Clinic!

Saat itulah aku memutuskan untuk menuliskan pengalaman panduan, manfaat, biaya dan pasca steril kucing betina di tulisanku kali ini sebagai bentuk rasa syukurku.

- Luka bekas operasi steril Titan sangat rapi lho!

Saat pertama kali mendapat laporan perdana pasca steril 1x 24 jam, seperti yang sudah dijelaskan di atas, aku takjub dengan hasil sayatan bedahnya.

Memang sih aku belum punya pengalaman untuk membandingkan dengan hasil steril kucing dokter hewan lainnya di Balikpapan.

So, bisa jadi ini sifatnya subyektif ya.

Oh iya, proses steril kucing betina itu ada 2:

1. Ovariohysterectomy

2. Ovariectomy

Baru pertama dengar istilah ini?

Sama dong, you are not alone!

Ovariohysterectomi, proses steril kucing betina dengan mengangkat  ovarium dan uterus. Praktek ini hits banget di Amerika Serikat. Dokter hewan berpendapat uterus yang tidak berfungsi dapat menyebabkan  penyakit, jadi lebih baik dihilangkan saja sekalian.

Ovariectomy, proses steril kucing betina yang hanya mengangkat ovarium saja. Kalau ini, populer di Eropa. Berlainan dengan di Amerika Serikat, dokter hewan di sini berpendapat, uterus tidak menyebabkan bahaya bagi kucing.

So yang terbaik, yang mana dong, Ann?

Well, tanyakan saja langsung ke dokter hewan kesayangmu ya!

Nah, kalau Titan jenis steril nomor 1, ovariohysterectomy.  Staff dokter di Jose Vet Clinic yang memutuskannya sendiri. 

Mungkin inilah yang terbaik ya. 

Bukankah kita harus menyerahkan urusan kepada ahlinya, right?

- Dapat laporan harian terkini pasca steril melalui Whatsapp

Menurutku poin ini brilian sekali!

Aku jadi 'update' tentang kondisi Titan selama rawat inap. 

Laporan berupa foto dan video beserta kepsyen seperti berikut misalnya:

steril kucing betina pasca melahirkan menyusui
Contoh laporan harian rawat inap via wa

Ahhh, kangenku langsung terobati terutama saat menonton video, meski kadang-kadang hanya bisa melihat punggungnya saja, hahaha.

- Ada pemeriksaan darah sebelum proses operasi steril (opsional dan ada biaya tambahan ya)

Meski aku awam dengan hasilnya, namun intinya hasil darah normal, tidak ada infeksi dan radang. 

Kenapa aku memutuskan pemeriksaan darah?

Angan membawaku ke momen saat konsultasi pra steril dengan drh. Windi di Jose Vet Clinic, sesaat sebelum operasi steril.

"Ibu, Titan sudah puasa ya?"

"Iya, sudah Dok. Sejak siang kemarin Titan memang kurang nafsu makan"

"Sudah lama ya keadaanya ga suka makan? Tanya dokter Windi lagi

Aku mencoba mengingat lagi.

"Tidak Dok, hanya sejak siang kemarin" Timpalku

Langsung dokter membuka mulut Titan.

"Wah pantes saja Bu, Titan sedang sariawan"

Plak!

Aku seperti ditempeleng ne! Baru tahu kalau kucing bisa juga sariawan. Helllaaaw.

Dokter Windi beserta staffnya langsung memberi seuprit wetfood yang segera ludes, des!

"Mau makan kog Dok

Aku mendengar staaf dokter berkata lirih.

"Jadi, gini Bu, Titan perlu pemeriksaan darah sebelum diputuskan apakah layak disteril atau tidak"

Well, sepertinya aku tidak punya banyak pilihan, pemirsah! 

Meski aku tahu aku harus membayar lebih, pada akhirnya.

"Silahkan Dok"

steril kucing betina pasca melahirkan menyusui
Laporan tes pemeriksaan darah pra steril

Alhamdullillah, saat tulisan ini tayang, Titan sudah beraktivitas normal, makan- minum, BAK dan BAB normal, luka bekas operasi steril sudah menyatu, bulu-bulu bekas cukuran di daerah bekas operasi sudah mulai tumbuh.

Namun aku masih tetap stand by terutama saat anabul bar-bar berada di dekat Titan. Hahaha.

Terimakasih Jose Vet Clinic!

Semoga pengalaman pertamaku saat steril kucing betina pasca melahirkan dan menyusui ini bermanfaat ya!

steril kucing betina pasca melahirkan menyusui
Laporan harian ini, mampu mengobati rinduku

Referensi:

https://www.troyanimalhospital.com/2019/11/15/tipp-city-oh-vet-need-to-know-elizabethan-collar

https://www.halodoc.com/artikel/apa-manfaat-melakukan-sterilisasi-pada-kucing

https://www.liputan6.com/health/read/737577/yang-harus-diperhatikan-pada-kucing-usai-dikebiri

https://lifestyle.kontan.co.id/news/apa-saja-faktor-yang-mempengaruhi-pertumbuhan-kucing?page=all

https://lifepal.co.id/media/biaya-steril-kucing/

https://www.goldenmaze.net/steril-kucing/

https://fanicat.com/steril-kucing/

Kiat Menulis Buku Menarik Bagi Pemula Untuk Diterbitkan

Kiat Menulis Buku Menarik Bagi Pemula Untuk Diterbitkan. Kak, tertarikkah menulis buku antologi? Kira-kira begitulah inti obrolan aku dan Mba Fitri, pemilik percetakan CV. Githa Cahya Media Aksara Balikpapan @githaksara.publisher, April 2021 lalu.

kiat menulis buku menarik
Momen ketje, ini kekeran the one and only @anggipraditha

Saat itu aku masih ragu, karena terus terang, terang-terus aku pemula menulis buku, belum punya pengalaman sama sekali dan topiknya menurutku, juga rada 'berat', euy, "leadership dan sisi lain Bapak Rizal Effendi, walikota Balikpapan dan Pak Rahmad Mas'ud, wakil walikota, selama lima tahun memangku jabatan" (30 Mei 2016 - 30 Mei 2021).

Baca juga: Destinasi Unik, Eksotiks, Hits Hari Jadi Kota Balikpapan ke 124

"Buku antologi ini akan digarap oleh tim, Kak. Silahkan menulis naskah menurut sudut pandang kakak dan nanti akan diperiksa lagi oleh tim penyunting"

kiat menulis buku menarik bagi pemula
 Ajid Kurniawan (batik) The Editor! Foto by @anggipraditha

Mba Fitri seperti bisa membaca kegalauanku dan memberikan solusi jitu!

Namun aku masih plin-plan. Menggantung. Hihihi.

Tapi, bagian lain otakku terus menggempurku.

"Ann, kamu kan pernah menulis kebaikan 'belajar hal baru'.  Ayo, inilah saatnya!. Buktikan ucapanmu, jangan hanya NATO, No Action Talk Only!" 

Genderang perang pun bertabuh bertalu-talu dibenakku. Mau. Tidak. Mau. Tidak. Mauuuu!

Gitu terooos, sampai akhirnya:

"Oh iya, apakah kakak punya referensi blogger lain yang mungkin tertarik menulis buku?" 

Suara mba Fitri di seberang sana membuyarkan lamunanku.

Aku lalu memberikan beberapa referensi.

menulis buku menarik bagi pemula kiatnya
Tim penulis sama walikota. Foto by @anggipraditha

Percakapan itu bermula di pagi hari, diiringi nyanyian gerimis di atap garasi.

Sore hari, aku terkejut, ada namaku di WAG proyek buku. 

Whaaaat

Ajaibnya, aku tak kuasa menolak. Ada juga nama-nama blogger referensiku di sana. 

Well, finally, Bismillah. Semoga berkah ya Allah. Aamiin.

Lalu, sejak saat itu komunikasi langsung intens, Hayati!


Kiat Menulis Buku Menarik Bagi Pemula!

YES!

Ini adalah buku antologi pertamaku! 

Selain excited aku juga gugup, sekaligus. Nah loe!

kiat menulis buku menarik
Alhamdullillah. Sah jadi penulis buku, hihihi. Foto by @anggipraditha

Hal pertama yang aku lakukan, tentu saja mencari literasi. Segala sesuatu tentang pemula menulis buku menarik.

Tentu saja ada banyak literasi di internet.

... yup bisa ditebak, aku pun bingung lagi. Hihihi. Mau pilih yang mana?

Hingga akhirnya aku seperti dilecut ketika menemukan ungkapan, "Mulai saja menulis, percayalah semuanya nanti akan mengalir!"

Baidewei, subway, on the way,

Dalam kesempatan kali ini akhirnya aku didapuk menjadi tim penulis tim Pak Rahmad Mas'ud, pemangku wakil walikota saat itu.

Berikut beberapa kiat menulis buku menarik untuk pemula yang aku adopsi dari berbagai literasi dengan suntingan, well you know, di sana-sini. 

Jadi, bisa ditebak takkan banyak berbeda dengan kiat serupa.

Menguatkan Niat

Setuju banget dengan kiat numero uno ini!

Saat mendengar ide menulis buku dari mba Fitri, aku bisa merasakan adrenalinku bergejolak. Ingin banget, giccu

Lalu perlahan melemah saat memikirkan langkah-langkah selanjutnya beserta konsekuensinya. Hal ini sebenarnya lumrah, apalagi bagi pemula!

Jadi, kuatkanlah niat! Kalau perlu ucapkan penuh semangat, "Aku akan menulis buku!" "Aku bisa menulis buku!" "Aku dan buku, YES!"

Pilih yang mana mantra terbaik versimu!

kiat menulis buku menarik bagi pemula
Big thanks to @anggipraditha for this cute moment!

Selanjutnya,

Bisa dipastikan, irama aktivitasku pasti tidak akan sama lagi, karena aku harus menulis buku. Pasti ada yang harus dikorbankan atau minimal dinomorduakan. 

Next, aku harus bisa membagi waktu dong, membuat daftar prioritas! 

Jadi ingat masa-masa jadi karyawan kantor. Membuat to-do-list biar tercapai KPI!

Dan yang pasti aku harus melakukan semua ini dengan senang hati agar hasilnya maksimal, Hayati! Kalau dilakukan dengan terpaksa, tentu kurang maksimal hasilnya.

Setuju?

Caranya?

Tentu saja memenuhi hati dengan hal-hal positif . 

... dan itu bisa dimulai dengan menyediakan camilan. Hahaha. 

kiat menulis buku menarik bagi pemula
Selebrasi di @theeatnic - Foto by @lidhamaul

Kalau kamu, apa sih mood boostermu?

Mulai Menulis Sekarang

Betool, betool, betool!

Lakukan sekarang, iya, sekarang, saat ini juga!

Memang memulai menulis itu berat ya. 

Apalagi kalau me-time seperti menonton film favorit atau scroll media sosial jauh lebih menggoda, karena hampir tak ada usaha di sana. 

Tapi, hellaawwww, mau sampai kapan, me-time terooos ne! 

Ayo kamu, jawab! Hahaha. 

Btw, ini mah self reminder ke akooh ya! Me-time mollo!

Ini sudah mau habis Agustus, satu postingan pun belum ada. Hmmm. Hihihi, malah curhat.

Kembali ke laptop!

Yup. Mulailah menulis. Tulis. Tulis Tulis. Tak perlu diedit-edit dulu.

Ada godaan scroll ke atas? Skip saja! Fokus lagi meneruskan tulisan! F-O-K-U-S!

Lagi-lagi ini seperti plak, menampar aku, paling candu tuh scroll-scroll. Hayyaaa.

Hentikan!

Mengembangkan Ide

Sejujurnya bagian inilah yang paling horor menurutku. Apalagi topik leadership dan sisi lain dari kedua tokoh di atas, I have no clue at all!

Yang langsung terlintas, akun instagram kedua tokoh dan literasi internet.

Dari sanalah aku memulai mengembangkan ide!

Kebetulan aku dapat bagian menulis tentang Pak Rahmad Mas'ud. 

Dari postingan instagram, beliau konsisten menulis tentang keluarga, sedekah, kiat-kiat menjadi sosok sukses dan sesekali postingan yang menimbulkan senyum dikulum.

Melakukan Riset

Hampir sama dengan kiat di atas. Aku menjadikan instagram beliau untuk melakukan riset.

Beberapa kepsyen postingan, celetukan beliau di postingan video dan gesture saat foto juga tak luput dari perhatianku.

Mempersempit Topik

Nah ini, gue banget, kakaaa...!

Aku suka melebar kemana-mana saat kata mulai berjatuhan dari langit, tsaaah!

Stop it!

Sempitkan topik dan jadikan spesifik!

Caranya?

Buatlah kerangka karangan, dan konsisten dengan itu!

Misalnya, seperti yang aku tulis ini.

Ide utama, aku mau berbagi pengalaman sebagai pemula menulis buku sekaligus melampirkan hasil akhir berupa contoh tulisan. Hitung-hitung buat portofolio, ne!

Biasanya dalam setiap tulisan, aku punya formula seperti ini:

Ide

Data

Opening

Analisa

Kesimpulan

Adakah kembaranku di sini?

Oh iya, mau menyingkat I-D-O-A-K juga, welcome!

Btw, menurutmu, bagian ini sudah masuk dalam tahap yang mana ya?

Alhamdullillah, dengan berbekal 5 kiat di atas, aku mampu menelurkan 3 tulisan untuk Buku Jazakallah Khairan - Gaya Memimpin dan Sisi Lain Rizal Effendi - Rahmad Mas'ud.

kiat menulis buku menarik bagi pemula
Jurnalis senior, editor Jazakallah Khairan, Ajid Kurniawan

Tapi, waittt, ada catatan juga untukku, ne!

Menurut Bapak Ajid, sang editor, karena aku seorang blogger, gaya menulis ala bloggerku begitu kental dalam naskah, sehingga beliau melakukan penyuntingan di sana-sini.

Aku sangat memahami, karena ini buku antologi pertamaku tentang kepemimpinan dan sisi lain pejabat pemerintah dimana aku tidak terlibat langsung berinteraksi dengan beliau-beliau.

Well, last but not least,

Pada kesempatan kali ini aku bagikan salah satu tulisan yang telah mengalami penyuntingan dari jurnalis senior Bapak Ajid Kurniawan (@kurniawanajid_) sekaligus komandan tim penulis.

Cinta dan Keluarga

"Sesibuk apapun, sejauh manapun pergi, keluarga adalah tempat pulang. Uang dan popularitas tak akan mampu membayar kebersamaan dengan keluarga".

Hampir setiap pemimpin menemukan dan memilih caranya sendiri untuk escape dari berbagai ketegangan dan tekanan.

Ada yang mempertahankan hobinya dengan memancing, menanam dan merawat bunga, bernyanyi dan bermusik, mengendarai motor besar, menunggang kuda, berolahraga dan sebagainya.

Apapun yang dapat menghilangkan stress, akan baik bagi kejernihan pikiran dan pertimbangan pemimpin dalam mengambil keputusan, dan karenanya baik bagi kota Balikpapan.

Begitu pula yang dilakukan wakil walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud!

Lihatlah foto yang terunggah di media sosial @rrahmadmasud pada 5 Maret 2021. Dengan latar belakang lagu hits 'Kopi Dangdut' Rahmad Mas'ud terekam tombol rana sedang berkuda bersama keluarga.

Kamera merekam mulai dari saat istri Rahmad, Nurlena Rahmad berjuang mencoba naik pelana kuda.

Gagal. Coba lagi, gagal lagi. Dengan bantuan motivasi dan fisik dari Rahmad, sang istri akhirnya sukses duduk di pelana.

"Selalu awali dengan Bismillah, optimis dan tawakal. Insya Allah kita akan berkah dan dilancarkan. Seperti saya yang selalu optimis menyemangati istri belajar menunggang kuda. Selamat ketagihan ya istriku!"

Begitulah narasi Rahmad Mas'ud yang diunggah ke media sosial. Mengenakan baju serba hitam, keduanya terlihat serasi dan harmonis.

Tak cukup sekali. Keesokan harinya pada 6 Maret 2021, Rahmad kembali mengunggah aktivitas belajar berkuda, belajar bersama. Kali ini Nurlena langsung berhasil naik ke pelana kuda tanpa bantuan suami.

Di akhir video, Nurlena berbagi ekspresi memeluk suami. Musik romantis dengan efek 'slow motion' menjadi latar. Asli, bikin baper!

"Naik kuda bikin ketagihan!" Nurlena berbagi sukacita.

Lewat media sosialnya, Rahmad memang kerap berbagi. Bukan hanya kiat sukses berbisnis, tetapi juga kiat serasi dan harmonis pasutri.

Rahmad paham benar bahwa cinta dan keluarga adalah segalanya! 

Keluarga adalah prioritas. Ia juga percaya bahwa semua itu perlu usaha dan kerja keras untuk mewujudkannya.

Menjadi walikota Balikpapan terpilih, hasil pilwali 2020, Rahmad percaya, semua aktivitas diri dan keluarganya akan menjadi sorotan sekaligus panutan, terutama bagi generasi muda.

Momen lain terekam saat keduanya menikmati 'kencan' di atas kapal pesiar di laut lepas. Lengkap dengan masker, Nurlena mengabadikan Rahmad dibalik kemudi kapal.

"Anugerah terindah mendapat pujian dari orang yang kucintai. Jangan lupa bahagia".

Begitu curahan hati Rahmad yang diunggah di media sosialnya pada 21 Februari 2021. Keduanya tertawa lepas saat menikmati pemandangan lautan lepas.

Rahmad juga percaya bahwa cinta itu seperti tanaman yang perlu dirawat!

Hal ini terungkap di unggahan di media soailnya, tepat di Hari Kasih Sayang, 14 Februari 2021.

"Cinta membuatmu menemukan sisi-sisi tersembunyi dari seseorang, bahkan mereka tidak sadari, dan yang tidak pernah terpikirkan oleh mereka untuk disebut indah. Selamat merawat cinta dengan keluarga di akhir pekan" ungkap Rahmad diserta hastag #familytime #happy weekend dan #itusudah yang menjadi branding kampanye Rahmad-Tohari.

Mendukung aktivitas istri diyakininya menjadi salah satu rahasia mewujudkan hubungan serasi, romantis dan harmonis. 

Unggahan di tanggal 8 Maret 2021 menjadi bukti dukungan Rahmad terhadap perempuan.

"Banyak perempuan di dunia yang telah berbuat untuk kaumnya. Mereka menginspirasi perempuan lainnya unuk berbuat hal yang nyata, bermanfaat dan selalu bahagia." tulis Rahmad.

Bagi mereka yang berstatus jomblo ngenes, Rahmad juga berbagi kiat.

"Temukanlah orang yang selalu membuatmu bahagia dan membuatmu berarti lebih dari siapapun!"

Optimis, fokus, ikhlas, konsentrasi, bermanfaat, bersedekah adalah kata-kata favorit dan hal-hal positif yang selalu Rahmad Bagikan hampir dalam setiap unggahan di media sosialnya.

Melalui unggahan ini, Rahmad berikhtiar agar warga Balikpapan khususnya termotivasi mengelilingi diri dengan hal-hal positif.

Adapula momen ketika Rahmad dan istri mendukung hobi sang buah hati, mendampingi saat latihan sepak bola.

"Nungguin jagoan yang lagi latihan. Sebagai orang tua tentu kita ingin memberikan yang terbaik. Salah satunya mendukung minat dan bakat untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri anak." tulis Rahmad pada 23 Maret 2021.

Semua momen ini secara tidak langsung memperlihatkan bahwa keserasian, romantisme dan keharmonisan suami istri merupakan ikhtiar dari kedua belah pihak. Tidak ada yang merasa paling mencintai atau dicintai. Harus seimbang!

Ikhtiar itu bisa berupa meluangkan waktu bersama keluarga, tidak mendominasi, memberikan perhatian lebih, melakukan kegiatan yang menyenangkan, mengungkapkan perasaan dengan tulus dan wajar.

"Cukup membuat orang yang kita sayangi tertawa dan merasa nyaman dengan cara kita sendiri. Maka kebahagiaan itu akan tercipta dengan sendirinya juga!" tulis Rahmad berbagi tips bahagia versinya.

Apakah kamu punya kiat menulis buku menarik bagi pemula lainnya?

Eits hampir lupa, ada iklan mau lewat ne, hihihi.

Dalam kesempatan kali ini, aku mengucapkan terimakasih kepada fotografer kesayanganku, mba Anggi Praditha, yang mengabadikan momen-momen langka seremonial di aula walikota.

Hasil bidikan doi selengkapnya bisa langsung cus ke instagram @anggipraditha ya.

kiat menulis buku menarik
Signature moment by @anggipraditha

Referensi:

https://penerbitdeepublish.com/menulis-buku-bagi-pemula/

Ketahui Alternatif Starter Kit untuk Pemula Pelihara Kucing

Ketahui Alternatif Starter Kit untuk Pemula Pelihara Kucing. Setelah memutuskan mengadopsi Titan,  anabul domestik yang kisahnya mengandung bawang, aku sudah berniat untuk berbagi pengalamanku, karena eh karena, aku banyak banget belajar hal baru selama proses adopsi, bahkan sampai saat aku menulis artikel ini.

Baca juga: Kebaikan Belajar Hal Baru

starter kit pemula pelihara kucing
World, meet Titan's kitten, Mulan and Luna!

Oh iya, saat memutuskan mengadopsi Titan, sejujurnya aku kekurangan literasi, hihihi. Bukan karena tidak ada literasi, tetapi karena aku berpikir remeh (dan ini tidak untuk ditiru!), "Apa sih repotnya memelihara kucing?"

Apalagi di masa kecil aku sudah pernah memelihara kucing, meski tidak mengadopsi 100%. Tepatnya hanya memberi makan saja sih, jadi asisten alamarhum Ayah. 

Biasanya ayah akan mengunyah halus tulang-tulang ikan, mencampurnya dengan nasi dan aku, sang asisten, kebagian menaruh piring di lantai. Lalu setelah "pesta" usai, membersihkan remah-remah yang berserakan di lantai dan lanjut mencuci piring kucing.

Ternyata oh ternyata, aku salah! 

Memelihara kucing terutama untuk pemula itu perlu literasi juga, Hayati!

Selengkapnya kisah adopsi anabul Titan ada di Panduan Merawat Kucing Bagi Pemula, ya.

Starter Kit Pemula Pelihara Kucing  

Kamu, baru pemula pelihara kucing? Terus, bingung cari starter kit-nya?

Tenaaaang, stay tune di sini ya!

Nah aku mau cerita dulu neh, hitung-hitung buat pemanasan. Biar makin asyik siapkan camilan!

Tahu dong ya, camilan! Yup, betool, betool, betool. Cecudah celapan cebelum cepuluh, camilan!

So, tak cukup membuat artikel di blog tentang Titan, aku juga mengunggah pengalamanku di instagram!

Tahu sendiri dong ya, cara kerja algoritma instagram. 

Yup, tak berapa lama iklan dengan nuansa kucing langsung deh berseliweran.

Satu yang paling menyita perhatianku adalah dari akun @arthacat_id. Postingan yang aku lihat saat itu, Cat Tree House seri Kottur! Ntar aku tulis tersendiri kisah serunya ya! Bocorannya, keren kebangetan, cat tree-nya!

Nih penampakan tipis-tipisnya!

starter kit pemula pelihara kucing
Ekspresi kepo anabul, kecuali Titan, hahaha

Terus, pas membaca tagline di akun ig @arthacat_id "A Paw-trait of Happiness!" aku pun tergoda dengan feednya yang menurutku memang instagramable sekaligus mengedukasi. Not to mention sering ada daily giveaway dengan hadiah menarik.

Really? Daily giveaway?  

Cus, langsung ke tkp dan buktikan sendiri ya!

Kembali ke laptop!

Iyes, jari-jariku pun menari-nari di atas keyboard gadget, scroll ke atas dan bawah di akun @arthacat_id.

Tak berhenti di sini, aku juga tergoda lagi, lalu mengklik linktr.ee/arthacat_order yang ada di bio untuk tahu Order via Platform apa saja dan akhirnya mendarat cantik di menu "website".

Saat aku klik, situs  arthacat.com ini kecepatan loadingnya, gesit lho, jadi tak sempat bete saat mengaksesnya. Tjakep

Kadang-kadang kan ada tuh ya, situs yang loadingnya lambreta, bisa bikin selera menguap, ye-kan, Moenah!

Alhamdullillah, aku berkesempatan memiliki beberapa koleksi termasuk starter kit untuk pemula pelihara kucing versi arthacat.com.

Berikut kisahku, sekaligus review starter kit untuk pemula pelihara kucing serta beberapa koleksi item lainnya.

Starter Kit

Starter kit aku terdiri dari 1pc litter box white, 1pc pet bowl single grey, si anti semut & anti slip serta 1 pc litter scoop alias serokan pup anabul.

Kita mulai dari litter box dan scoop ya!

Coba lihat, begitu lega, dengan ukuran 51x39x17cm lengkap dengan pijakan kaki dan serokan yang bisa dicantolkan di pinggiran litter box.

Untuk pijakan kaki, pastikan bagian berlubang menghadap ke atas!

Percis seperti gambar di bawah ini. Bagian berlubang itulah yang akan meloloskan jejak cat litter yang menempel di kaki anabul (jika ada).

starter kit pemula pelihara kucing
White and gery memang jodoh! 

Koleksiku ini berwarna putih. Arthacat punya dua pilihan warna litter box, putih dan abu-abu.

Di rumah, litter box ini dipakai Titan, namun kadang-kadang anaknya Titan (ada 4 anak kucing) pakai juga.

Bagiku, ada tempat untuk menjejakkan kaki itu yang bikin litter box ini istimewa, karena kadang kala anabul suka berhenti sejenak di situ, dan sisa cat litter bisa jatuh ke bagian bawah, tidak berserakan di lantai.  

Pas aku cobakan pertama kali, Titan langsung menciumi litter box ini. Biasa deh, anabul, apa-apa kudu diendus dulu, hihihi. Kenalan, giccu lho.

Titan juga termasuk anabul yang kalau menggaruk cat litter itu dengan kekuatan penuh. Jadi dari jauh pun kalau kedengarannya, srek, srek gemuruh, "Wah, ini nih pasti Titan yang lagi in action!"

Lanjut ke, pet bowl single grey!

Begini penampakannya!

starter kit pemula pelihara kucing
Mulan super kepo sama pet bowl single grey

Perhatikan, ada pinggiran seperti parit di sekelilingbowl, itu dia si anti semut! 

Gimana cara kerjanya?

Langsung saja deh isikan air ke sekeliling parit kecil itu!

Anti slip, mana, Ann?

Setiap pet bowl single selalu disertai 4 anti slip (punyaku warna hitam) yang terbungkus dalam kemasan plastik kecil yang bisa dipasang di 4 bagian bawah pet bowl

Jadi, kalau pas membuka kemasan, pastikan 4 anti slip ini termasuk di dalam paket!

Tips:

Agar anabul disiplin menggunakan litter box, kamu kudu disiplin juga membersihkannya ya.

Di rumahku, karena ada Titan, si kucing betina dewasa (1 tahun usianya) dan 4 anak kucing (jelang 3 bulan), bisa sampai 3x sehari, kami (aku dan Yasmin) membersihkan litter box. (Total ada 3 litter box)

Jika lambat membersihkan, anabul protes, akan buang air (BAB dan BAK) sembarangan. Duh, amit-amit yak!

Jadi sekali lagi, pastikan litter box bersih agar anabul senang melepas hajat di situ. 

C-A-T-A-T!

Natural Tofu Cat Litter Sand

Sebelum menggunakan Natural Tofu Cat Litter Sand aku membaca dulu semua petunjuk di kemasan.

Penting banget ini!

pemula pelihara kucing starter kit
Simon juga kepoin tofu!

Mengapa oh mengapa?

Karena eh karena beberapa kucing memang membutuhkan adaptasi terhadap perubahan. Apa pun itu. Makanan, camilan, cat litter dan lain-lain.

Pernyataan ini aku buktikan sendiri, pemirsah!

Jadi, sesuai petunjuk di kemasan, di minggu pertama aku masih mencampurkan natural tofu litter cat dengan litter sand sebelumnya.

starter kit pemula pelihara kucing
Masih tahap adaptasi, tofu + other cat litter

Dan benarlah, di hari pertama, anabul tidak menyentuh sama sekali natural tofu cat litter ini. 

Kebetulan varian di rumah dengan aroma apel. Cuma diendus-endus doang, hihihi. Harum semerbak apel ini bahkan tercium dari jarak 2 meter.

Oh iya, for you information, ada juga varian lain seperti charcoal, coffee, gree tea, milk dan peach. 

Alhamdullillah di hari kedua, anabul sudah mulai menggaruk meski masih tipis-tipis lengkap dengan aktivitas mengendus super kepo, hihihi.

Saat aku merilis artikel ini, anabul sudah familiar dengan aroma tofu litter cat dan dengan ikhlas melepas hajat di sana, hahaha.

Jadi sekali lagi, penting banget membaca kiat mengganti cat litter yang ada di bagian belakang kemasan seperti ini.

starter kit pemula pelihara kucing
Mulan and tips to switch!

Berikut beberapa keunggulan Natural Tofu Cat Litter yang diklaim Artahacat, best seller ini:

100% Bio-degradable

Klaim: Gampang dibersihkan, aman dan eco-friendly!

Iyes, kamu bahkan bisa memasukkan ke toilet gumpalan kotorannya. 

Tak percaya?

Belum terlambat untuk mencoba ya.

To be honest, aku sendiri belum mencoba, karena pas artikel ini tayang aku masih mencampur tofu dengan cat litter sebelumnya.

Odor Control

Klaim: mengunci bakteri, bau tidak sedap dan kotoran secara efektif!

Beneran lho, guys! Give it a try

starter kit pemula pelihara kucing
Mulan and Simon yang super kepo!

Kebetulan varian aku yang apel, aromanya, tentu saja kayak apel dong ya. Segaaar!

Kamu bisa pilih varian favoritmu!

Easy Clumping

Klaim: waktu menggumpal bisa kurang dari 30 detik.

Yes, confirmed!

You have to try your own experience!

Non-Toxic & Natural Raw Material

Klaim: 100% aman untuk manusia, anabul dan bebas racun!

99,9% Dust Free & Less Track

Klaim: bebas debu, bebas dari serpihan dan tidak banyak meninggalkan jejak.

Semua klaimnya, confirmed ne! 

Suitable for All Stages

Cocok untuk semua kalangan anabul.

Maksudnya, Hayati?

Mulai dari kitten dan anabul dewasa bisa menggunakannya!

Kebetulan di rumah ada Titan, anabul dewasa (1 tahun)  beserta 4 anak kucing (usia menuju 3 bulan).

Cat Food

Di arthacat.com tersedia 2 varian cat food, which is

Kuraun Cat Cookies 

Camilan ini diklaim diperkaya dengan vitamin dan berbagai aroma agar anabul tidak gampang bosan.

Pas aku berikan ke Titan, wow, she is very excited. Bentuk camilannya juga dibuat seperti ikan mini gitu. Bikin gemas!

Menurut feed terbaru @arthacat_id ada 3 varian rasa Kuraun cat cookies, chicken, salmon dan tuna dalam satu kemasan (3 in 1).

starter kit pemula pelihara kucing
Titan so crazy with Kuraun cat cookies 3 in 1

Kuraun Cat Stick

Camilan cairan tuna ini bisa jadi alternatif buat kasih reward ke anabul lho.

Pengalaman sebelumnya, jika Titan disuguhi camilan krim seperti ini, matanya akan berbinar-binar kegirangan dan bisa kalap euy, melompat mencoba meraih kudapan dengan full power, hihihi. Bikin tambah gemas!

starter kit pemula pelihara kucing
Arthacat Starter kit + Kuraun cat food

Baidewei, subway, takeaway,

Apakah kamu punya pengalaman saat belanja starter kit untuk pemula pelihara kucing atau kisah anabul lainnya?

Pengalaman Isolasi Mandiri di Rumah Pasca Terinfeksi Covid-19

Pengalaman Isolasi Mandiri di Rumah Pasca Terinfeksi Covid-19. "Badan abang nyeri banget, Bun. Kayak ditusuk-tusuk gitu. Mau istirahat saja habis Jumatan nanti"

Itulah kalimat yang dilontarkang hubby, Jumat 25 Juni 2021. Aku tidak punya firasat apa pun, karena kadang kala memang sesekali doi istirahat makan siang pulang ke rumah. 

Sudah hampir 2 tahun doi menekuni pekerjaan sebagai supir online, jadi memang selama masa pandemi termasuk yang beresiko tinggi.

Usai berkata begitu, setelah cuci tangan dan ganti baju, doi rebahan sambil menunggu sholat Jumat.

Namun tak disangka usai Jumatan, nyeri badan doi semakin memuncak. Aku meraih termometer digital dan 39 tertera di sana.

Saat itu "feelingku" sudah mulai "bicara". Namun doi berkata, ini mungkin gejala flu biasa. 

"Abang istirahat saja dulu ya, Bunda, siapa tahu bangun tidur, baikan"

Ternyata gejala tidak cukup sampai di situ saja, kini doi merasa kaki dan tubuh dingin.

Kami langsung konsultasi ke teman yang kebetulan seorang dokter dan disarankan langsung ke IRD (Instalasi Rawat Darurat) untuk test rapid antigen menggunakan fasilitas BPJS.

pengalaman isolasi mandiri di rumah pasca terinfeksi Covid-19
Foto diambil sebelum kebijakan double masker


The Covid-19 and My Hubby

Usai sholat magrib kami langsung ke IRD, RSPB (Rumah Sakit Pertamina Balikpapan).  Untuk pasien Covid, RSPB punya IRD terpisah. Aku juga baru tahu!

Sebuah meja registrasi dengan perawat mengenakan busana prokes lengkap. Biasanya aku hanya menyaksikan busana ini lewat gadget. 

Namun tidak hari ini!

Aku berhadapan langsung dengan petugas garda depan Covid-19!

Ada beberapa orang sedang duduk dengan jarak kira-kira 1,5m di depan meja registrasi. Yang lain duduk di pinggiran beton sambil memainkan gadget. Ada juga yang sedang menelepon kerabat.

Nun di sudut sana, kira-kira 5 meter dari meja registrasi, ada barisan kursi yang terisolir dengan jarak kira-kira 1 meter antara kursi satu dengan lainnya. 

Sekeliling area kursi ini dienuhi banner edukasi seputar Covid-19, seperti pentingnya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, perbedaan kebaikan mencuci tangan di air mengalir ketimbang hand sanitizer dll.

"Kursi apa itu, Mas?" 

Aku bertanya ke petugas sambil menunggu giliran.

"Oh, itu, ruang tunggu buat pasien positif, Bu"

Belakangan aku tahu bahwa usai di test rapid antigen/PCR dan dinyatakan positif, pasien akan menunggu pemeriksaan lanjutan dari dokter di area ini.

Begini urutannya:

> Pasien registrasi lalu dilakukan pengukuran saturasi oksigen. 

> Pasien menggu giliran test rapid antigen/PCR.

> Usai test rapid, pasien kembali menunggu pelayanan pemeriksaan dokter.

Catatan:

Test rapid antigen dilakukan di dalam ruangan AC oleh petugas dengan busana prokes.

> Pasien diminta kembali ke luar ruangan sambil menunggu pelayanan CT scan thorax, pemeriksaan darah dan terakhir rujukan selanjutnya seperti dirawat inap atau isoman, isolasi mandiri di rumah atau di fasilitas kesehatan lainnya.

Malam itu, pasien tidak terlalu banyak di meja registrasi. Jadi tak sampai 5 menit, Abang sudah langsung dilayani di meja registrasi. 

Yang lumayan lama menunggu ketika gilitan test rapid antigen.

Saat menanti inilah aku melihat banyak keluarga pasien ke luar masuk dari IRD. Terlihat aktivitas di bagian dalam IRD begitu tinggi. Petugas dengan busana prokes lengkap bak antariksawan, hilir mudik  masuk dan keluar dari satu ruangan ke ruangan lainnya.

Aku masih berharap, you know, hasil test rapid antigen Abang, negatif.

Terbayang lagi adegan di meja registrasi beberapa saat tadi.

"Keluhannya apa saja nih, Pak Iqbal" Tanya perawat

"Nyeri sekujur tubuh, panas sampai 39 derajat, sedikit batuk dan sesekali kedinginan"

Aku mendengar jawaban Abang.

Perawat langsung memeriksa tekanan darah dan saturasi oksigen dengan alat oksimeter!

Aku lupa tensi abang berapa tapi yang paling aku ingat banget saturasi oksigen 98. 

"Silahkan menunggu, untuk test rapid antigen ya, Pak" Tambah perawat itu lagi.

"Di mana menunggunya?" Aku bertanya

"Boleh di luar sini atau mau masuk di dalam juga, boleh"

Kami memutuskan menunggu di dalam ruangan AC, karena di luar sangat gerah.

Tak sampai sepuluh menit, perawat wanita lain kembali dengan seperangkat alat test rapid di tangannya.

"Pak Iqbal, silahkan duduk di sini, saya akan test rapid antigen"

Perawat menunjuk sebuah kursi di mana ada banyak pernik-pernik laboratorium di atasnya.

"Mohon maaf ya Pak, saya pegang kepala Bapak" Tambah perawat wanita itu lagi.

"Maaf Pak, kepalanya agak mendongak sedikit ya"

Aku mendengar suara perawat itu lagi.

Momen di depanku langsung membawaku ke sensasi test rapid antigen, sesaat mengikuti bimtek kerjasama Komisi X DPR-RI dan Kementrian Pariwisata beberapa waktu lalu. 

Prosesnya sungguh sangat berbeda!

Saat itu, petugas hanya memasukkan alat dari seberang meja, dan bukan seperti yang terjadi saat ini di depanku, petugas berdiri di samping Abang, memegang kepala yang sedang mendongak lalu ada gerakan melintir.

Ternyata swab antigen itu ada 2:

1. Swab antigen Nasofaring 

Iinilah yang kami dapatkan di IRD RSPB

Petugas memulai memasukkan dakron dengan tangkai lentur melalui lubang hidung, setelah tidak ada hambatan terus kebagian nasofaring plus bagian memutar sekitar 2 detik. 

Nah, bagian ini nih yang bikin mata memanas saat dakron menyentuh nasofaring.

Baca juga : Lebih Dekat dengan Kanker Prostat!

Baca juga : Pengalaman Bedah Mulut Infeksi Akut Gigi Geraham

2. Swab antigen Nasal 

Aku tak merasakan apa-apa saat petugas melakukan swab antigen nasal ini sesaat memulai bimtek di atas tadi karena memang pengambilan sampel hanya sedalam 2cm dari permukaan lubang hidung.

"Wah, bisa bikin nangis juga ya!"

Aku mendengar respon Abang usai perawat melakukan swab antigen.

"Iya, Pak. Memang begitulah kalau swab antigen nasofaring yang benar, sedikit tidak nyaman!"

Belakangan aku juga mengetahui, saat menyimak acara zoom meeting oleh teman Abang, dokter MN Khairuddin itu, mengonfirmasi fakta ini, memang begitulah seharusnya, swab nasofaring, tidak nyaman, karena pengambilan sampel dilakukan sampai ke nasofaring (pangkal tenggorokan).

Aku bahkan bisa merasakan mataku memanas seperti mau nangis, hihihi. 

Ternyata, Yasmin juga mengonfirmasi mendapat sensasi yang sama, tidak nyaman.

"Jadi kalau ada yang klaim bahwa swab antigen nasofaring itu tidak menimbulkan efek apa-apa, justru itulah yang harus diwaspadai. Berarti petugas tidak melakukan sesuai juklak" Demikian dokter MN Khairuddin menambahkan.

Lagi-lagi aku mendapat pencerahan luar biasa!

"Selanjutnya, akan ada pemeriksaan darah dan CT Scan thorax ya, Pak. Silahkan menunggu"

Tak sampai 10 menit, kembali Abang diambil darah dan dikirim ke ruangan rontgen.

Tak sampai satu jam, hasil swab antigen datang. Abang positif, Covid-19!

Meski aku sudah punya "feeling"namun tetap saja, konfirmasi ini membuatku terhenyak. Entah mengapa aku langsung merasa tidak nyaman, insecure dan pengen cepat-cepat pulang, istirahat!

"Untuk hasil rontgen, Bapak bisa menunggu dokter untuk membacakan hasilnya, atau boleh kembali ke sini besok pagi

"Gimana Bunda? Kita tunggu saja ya, biar tidak bolak-balik" Aku mengiyakan ide Abang.

Hampir 1 jam kami menunggu, masih belum ada kabar. Badanku semakin tak nyaman dan kami memutuskan pulang setelah mendapat resep obat.

Sabtu, 26 Juni 2021

Abang memulai isoman!

Nyeri tubuh semakin menjadi-jadi, plus demam, flu dan batuk. Namun temperatur suhu sudah mulai turun ke 38 terutama setelah minum resep dokter, tablet Sanmol.

Melihat keadaan Abang, sungguh aku sudah tak yakin dengan keadaanku sendiri. Perlahan aku mulai merasakan nyeri. Nyeri yang kadang-kadang secara sporadis menyerang di punggung, bokong, kaki dan tangan.

Namun aku masih bisa beraktivitas di rumah, mencuci piring, menyapu dan sesekali memegang gadget diantara aktivitas menjadi perawat Abang.

Di rumah Abang selalu memakai masker. Sementara aku dan Yasmin, tidak. Kami hanya menghindari bersentuhan langsung dengan Abang.

"Bang, gimana kalau Abang isolasi mandiri di hotel, biar lebih afdol" Aku mengajukan ide.

Kebetulan beberapa waktu lalu aku pernah membaca status ig Bapak Walikota Balikpapan terpilih, Rahmad Mas'ud, yang menambahkan 1 fasilitas hotel untuk isolasi mandiri.

"Boleh juga" Respon Abang.

Namun ternyata semua fasilitas isolasi mandiri di Balikpapan penuh. Terjadi lonjakan pasien Covid-19. Jadi hanya pasien dengan kondisi darurat yang dilayani di sana.

Minggu, 27 Juni 2021

Usai mengurus kebutuhan Abang, aku melirik ember cucian. Nyeri itu datang lagi. Kali ini diselingi mual, sesekali. 

Tapi aku melawan rasa sakit, tetap melanjutkan aktivitas mencuci!

Kuakui, saat mencuci, rasa nyeri pun menguap. Mungkin karena aktivitas aku kali ya. Fokus mencuci jadi otakku tidak sempat memproses rasa nyeri.

Nah, saat menjemur, kebetulan ada di lantai dua, aku merasa agak sedikit oleng, mual dan nyeri kembali menyerang.

Oh iya, malam sebelumnya ada Dokter satuan tugas Covid-19 Balikpapan yang meminta aku dan Yasmin melakukan swab antigen di hari Sabtu, 26 Juni 2021 di Puskesman Sepinggan Baru, kelurahan di mana aku tinggal. Cuma, karena Sabtu itu aku lelah, aku tertidur hingga sore hari. Gagal deh swab antigen.

Jadi, pas menjemur ini, aku ingat!

Aku meminta Abang WA dokter satgas Covid-19 itu, untuk memastikan apakah kami bisa swab antigen sekarang, Minggu 27 Juni 2021 di Puskesmas Sepinggan Baru.

Lama baru direspon, akhirnya kami disarankan swab antigen sekarang. 

"Bang, kami ke Puskesmas Sepinggan ya. Swab antigen. Naik transport online saja!"

Alangkah kecewanya kami, sesampainya di sana petugas berkata, tidak ada jadwal swab antigen!

Bisa dibayangkan betapa kesal, kecewa dan marahnya aku. Tapi aku pendam saja. Lelah, Hayati!

Kembali ke rumah, karena situasi emergensi menurutku, aku minta tolong Abang mengantarkan kami ke IRD RSPB lagi, karena kebetulan teman SMA Abang yang jadi dokter di sana, Dokter MN Khairuddin itu, Direktur RSPB.

Iya, meski Abang positif Covid-19, doi masih bisa nyetir. Sampai di IRD RSPB abang langsung menjaga jarak dengan orang-orang di sekitar, duduk di ruang tunggu, sementara kami duduk dekat meja registrasi.

Pilihan ini terpaksa kami ambil karena tidak ingin mengambil resiko jika menggunakan transport online dan menularkannya ke orang lain, karena saat itu aku dan Yasmin memang belum terkonfirmasi positif Covid-19.

Tetapi sekali lagi ini adalah keputusan darurat.

The Covid-19 and I

Masih kejadian di Minggu 27 Juni 2021.

Kali ini ruang regitrasi Covid IRD, RSPB lumayan ramai dibanding Jumat malam kemarin.

Kami harus mengantri mulai dari registrasi, swab antigen, pemeriksaan dokter, ambil darah dan CT Scan thorax (rontgen)

... dan hasilnya, Yasmin dan aku, POSITIF! Saturasiku 95, Yasmin, 96. 

pengalaman isolasi mandiri di rumah pasca terinfeksi Covid-19
Konfirmasi positif itu!

Sejujurnya, hasil ini tidak terlalu mengagetkanku mengingat semua gejala yang sudah aku alami. 

Siang itu, sambil menunggu hasil rontgen, kami makan di bagian belakang mobil di parkiran RSPB. Aku ingat sekali, selera makan kami masih sangat baik. Semua makanan ludes, des!

Masih seperti malam sebelumnya, sesi mengunggu rontgen memang menjemukan. Kami memutuskan pulang!

Di sinilah kami melakukan hal fatal! 

Tidak memeriksa ulang daftar obat yang diberikan perawat. Mungkin karena sudah lelah sejak pagi antri dan pulang menjelang Ashar.

Apakah yang terjadi selanjutnya?

Isolasi Mandiri (Isoman)

Aku percaya setiap pasien Covid-19 pastilah punya kisah unik. 

Maksudnya, Hayati?

Boleh jadi gejala pasien satu berbeda dengan yang lainya. Namun boleh jadi juga punya kemiripan. Jadi, yang aku bagi di sini murni pengalamanku pribadi.

Isoman 1, Minggu, 27 Juni 2021

Seperti yang aku jelaskan, meski sudah menduga positif Covid-19, aku tetap saja sedikit syok. Sementara Yasmin, OTG, terlihat biasa-biasa saja. Tidak mengeluh atau kesakitan. Just like any other normal day.

Pulang dari RSPB aku langsung melahap semua obat yang meliputi anti virus, anti biotik, flu, batuk dan vitamin zinc.

pengalaman isolasi mandiri di rumah pasca terinfeksi Covid-19
Antivirus, harus dihabiskan!

Menurut pengalaman sakit sebelumnya, karena memang aku, alhamdullillah jarang banget sakit, biasanya, tubuhku akan cepat bereaksi dengan obat. Misalnya badan terasa lebih ringan apalagi kalau sudah dibawa rebahan dan bisa tertidur pulas.

Tapi tidak kali ini!

Tubuhku masih saja nyeri seperti ditusuk-tusuk, mual, sakit kepala bagian kanan di belakang, dada kanan juga seperi ditusuk tembus ke punggung belakang, masih sebelah kanan.

Setiap serangan datang, aku langsung rebahan untuk memedam rasa yang ditusuk-tusuk itu, berbaring dengan posisi terlentang dan berusaha tidak bergerak untuk meminimalisasi rasa nyeri. Tetapi, tidak berhasil, nyeri masih meraja!

Isoman 2, Senin, 28 Juni 2021

Masih dengan gejala yang sama. Aku merasa sangat down. Saat berbaring aku sering menatap hubby dan kadang tergoda ingin meninggalkan pesan-pesan seperti kebanyakan dilakukan orang yang ingin meninggal.

Namun perasaan itu aku tahan. Sebagai gantinya, airmata akan membanjiri bantal dan aku sesunggukan.

Tentu saja ini mengundang respon Abang.

"Bunda, yang kuat Bunda. Yakinlah sakit ini akan menggugurkan dosa-dosa kita jika ikhlas. Semangat ya Bunda!"

Mendengar doa Abang aku malah semakin terharu. Di antara sakitnya, Abang masih memberikan semangat untukku.

Abang, meski positif, keadaan fisiknya tidak banyak berubah. Masih bisa gesit beraktivitas. Doi-lah yang bolak-balik melakukan aktivitas di dapur.

Keluarga besar segera merespon begitu mendapat kabar kami sekeluarga positif. Ada yang mengirimkan logistik sembako, kuliner siap makan, buah-buahan sampai top up saldo GoPay. 

Beberapa teman SMA Abang juga melakukan hal yang sama. Mengirim minuman jahe plus kajang ijo, gulai kambing dll. 

Abang yang sesekali memeriksa hp juga mendapat kiriman meme, video lucu dan bentuk dukungan lain seperti bertanya status kami sekeluarga.

Aku sendiri tidak tertarik menyentuh hp apalagi laptop. Aku masih berjuang dengan mual, nyeri dan sesekali batuk. Terutama nyeri. Masya Allah!

Intinya, semua bentuk perhatian itu sangat berarti, kami merasa tidak sendiri menghadapi keadaan ini!

Isoman 3, Selasa, 29 Juni 2021

Pagi ini tubuhku semakin lemah, fisik dan mentalku drop, terjun bebas

Sepertinya aku akan mati hari ini, pikirku! 

Bergerak sedikit saja, badanku nyeri bukan kepalang. Sesekali ada serangan sporadis seperti di tusuk-tusuk di berbagai tempat seperti dada kanan, punggung belakang, pergelangan tangan dan kaki. Sakit sekali!

Kami juga dipinjami alat oksimeter. Hari ini saturasi aku malah 100. Naik dong dari 96, sebelumnya. Aku juga zero sesak nafas! Hanya nyeri tubuh bagai ditusuk-tusuk yang semakin menggila!

Sementara Yasmin tidak memiliki semua gejala di atas. Doi hanya merasa sedikit nyeri tubuh dan mual. Sesekali diselingi batuk. Saturasi juga 100. Demikian juga Abang, 100.

Di hari ini (kalau Abang sudah Isoman 5), Abang sudah kehilangan indera penciuman dan rasa!

Aku masih makan semua obat yang diresepkan. Dan aku baru menyadari dalam daftar obatku tidak ada Sanmol, yang diklaim mengurangi nyeri!

pengalaman isolasi mandiri di rumah
Ini juga, antibiotik, harus dihabiskan!

Begitu juga resep Yasmin. Tak ada Sanmol. Hanya Abang yang punya.

"Kog bisa ya, padahal nyeri tubuhlah yang paling aku ingat ketika sesi tanya jawab saat registrasi"

"Apakah perawat/dokter kelupaan?"

Aku sungguh tak tahu apa yang terjadi dan tidak punya kekuatan untuk berpikir.

"Bang, minta tolong sama keluarga untuk belikan Sanmol ya

"Iya, Bunda. Ntar Abang minta tolong"

Alhamdullillah saat sesi makan obat di malam hari, tablet Sanmol masuk dalam daftar obat.

pengalaman isolasi mandiri di rumah pasca terinfeksi Covid-19
Yang terlupakan, hiks!


Isoman 4, 30 Juni 2021

Alhamdullillah, pagi ini aku takjub dan merasa bersyukur banget. Saat bangun, tubuhku terasa ringan banget. Nyeri pun hilang tak berbekas.

Langsung terbayang aktivitas menyenangkan yang menantiku!

Mencuci pakaian, membersihkan rumah yang seperti kapal pecah dan memeriksa HP, karena sejak dinyatakan positiv sejak Minggu, 27 Juni 2021, aku tak menyentuh HP sama sekali. Pusing mual segera melanda saat melihat layar HP. Apalagi laptop tidak aku sentuh sama sekali. Not interesting at all!

Iyes! Dengan semangat 45 aku nyuci lho pemirsah. Lumayan banyak tuh cucian. Jemuran sampai berlapis-lapis.

Mejelang sesi menyuci usai. Serangan nyeri datang lagi. Tapi aku masih bisa mengatasi. Lanjut nyuci, hihihi.

Di dapur, Abang menyiapkan makan siang yang dikirimkan teman. Aku melirik, "Wow ada gulai kambing!" Sudah terbayang kelezatannya!.

Sebagai informasi, senyak dinyatakan positif, 27 Juni lalu, indera penciuman dan rasa, alhamdullillah belum terusik, Moenah.

Jadi, ekspektasiku pun demikian jugalah hari ini!

Ternyata aku salah!

Hari ke empat pasca dinayatakan positif covid, indera penciuman dan rasa juga terenggut!

Pernahkah kamu mebayangkan ketika tidak punya penciuman sama sekali?

Itulah yang terjadi kepada kami sekeluarga.

Jadi, kehilangan indera penciuman dan rasa itu, NYATA! Bukan HOAX!

Abang bahkan sudah kehilangan beberapa hari sebelumnya. Doi hampir tiap hari bertanya kepadaku, "Bunda, apakah mencium aroma minyak kayu putih ini?" Kata doi sambil mengusapkan ke hidungnya. "Iya, masih bisa Bang" Jawabku.

Si Abang hampir setiap saat mengusapkan minyak kayu putih ke lubang hidung dan ke pangkal hidung. Aku sudah mengingatkan agar jangan terlalu banyak. Kelihatan banget doi sangat terobsesi dengan minyak kayu putih.

Dan benarlah, pangkal hidung doi jadi merah kayak tomat masak dan... terkelupas!

"Bang, stop dulu Bang, itu sudah terjadi iritasi!" Protesku ke Abang. 

Alhamdullillah doi berkenan mendengarkan masukan.

Namun hari ini, giliran aku yang mengalami kehilangan indera penciuman dan rasa.

Rasa di sini maksudnya, aku hanya punya rasa manis, asin dan pahit!

Selain 3 rasa itu aku tak punya. 

Dan yang paling parah adalah didominasi rasa asin! Hampir semua yang aku makan berasa asin kebangetan! Mengerikan!

Kecuali saat aku makan donat dengan topping coklat. Nah, rasa manislah yang dominan. Tapi ketika aku makan donat dengan topping keju, alamak asin kali, pemirsah! Padahal di bawah topping keju itu ada lapisan krim lho. Aneh tapi nyata. Jadi ingat acara TVRI saat jadul, hihihi.

Usai makan siang, nyeri seperti ditusuk-tusuk itu kembali menyerang. Sanmol tetap aku minum karena dosisnya memang 3x sehari.

pengalaman isolasi mandiri di rumah
Penolong batuk, aku habiskan juga!

pengalaman isolasi mandiri di rumah
Ini juga aku habiskan!

"Lain kali, jangan langsung beraktivitas berat dulu Bunda. Bunda masih sakit lho" Aku mendengar suara Abang dan dalam hati aku mengaminkan.

Siang itu aku tidur nyenyak sekali sampai Ashar.

Alhamdullillah, badanku sudah merasa enakan, meski serangan sporadis nyeri masih ada namun masih bisa aku hadapai. Tak sehoror sebelumnya!

Isoman 5, 1 Juli 2021

Selamat datang Juli!

Bangun pagi, tubuhku terasa ringan lagi! 

Nyeri di sekujur tubuh sudah berkurang, namun serangan sporadis nyeri di tungkai tangan, kaki, dada kanan, sakit kepala bagian belakang sebelah kanan yang tembus ke punggung kanan masih ada!

Karena tak kuasa menahan kepo, aku meraih HP dan bertanya ke keponakan, Dokter Merlinda Simanjuntak.

"Mer, kenapa ya Tante masih nyeri seperti ditusuk-tusuk itu?"

Beberapa fakta aku dapatkan dari doi seperti:

> Virus corona selain menyerang imunitas juga psikis dan mental. Rasa down itu normal asal jangan berlarut-larut.

> Nyeri seperti ditusuk-tusuk namanya "Mialgia" atau nyeri otot. Seiring waktu akan sirna.

> Obat antivirus membantu kecepatan untuk sembuh. Pastikan makan sesuai resep dokter! Jangan beli sendiri, jika sudah habis. Resep aku, 2xsehari untuk 7 hari. Jadi ada 14 tablet.

> Boleh minum vitamin-vitamin, madu dan suplemen

> Harus makan, rasa tak enak kudu dilawan agar virus corona keok!

Iyes, meski rasa makanan tak berjejak, aku tetap paksakan makan! 

Karena indera rasa yang hilang, aku kini lebih banyak makan buah. 

Kebetulan ada keluarga yang kirim pisang raja. Masya Allah nikmat sekali! Rasanya belum pernah aku makan pisang raja senikmat ini.

pengalaman isolasi mandiri di rumah
Kesayanganku!

Pisang raja selalu aku masukkan dalam daftar menu baik sarapan, makan siang dan makan malam. Hanya pisang raja yang membuat hidupku bergairah, karena rasa manisnya yang menurutku, luar biasa!

Ada juga apel dan jeruk kiriman keluarga.

Yang pasti tiada hari tanpa buah. Pisang raja, apel dan jeruk manis kiriman sahabat dan keluarga semuanya tuntas, tas!

Lagi-lagi aku bersyukur di kelilingi keluarga dan sahabat yang menyayangi kami. Bahkan saat aku menuliskan ini, airmataku tak kuasa mengalir lagi.

Sungguh terasa banget saat isoman di rumah ini ini, bantuan apa pun sangat berarti! 

Sangat terbantu dan bersyukur sekali kalau bantuan yang datang langsung bisa dinikmati, karena aku tak punya kekuatan beraktivitas di dapur. Tim rebahan melulu! 

Sementara Abang masih bisa sesekali ke dapur, masak air. Kami sudah lama memutuskan tidak pakai dispenser, karena terkadang air yang dibeli suka ada lumutnya, hihihi.

Oh iya, hampir lupa menambahkan, hampir tiap hari kami juga berjemur di teras saat ada sinar matahari. Kebetulan di Balikpapan saat isoman, kadang kala hari hujan dan mendung seharian.

Selama isoman kami juga dilarang menggunakan AC, karena diklaim bisa membuat virus semakin berkembang biak.

Tapi aku tak ada keberatan dengan  syarat ini, karena biasanya selalu kedinginan terutama saat malam hari. Jarang banget kepanasan. Jarang berkeringat, kecuali saat aktivitas berjemur.

Isoman 6, 2 Juli 2021

Gejala keluhan pasien Covid yang aku alami seperti nyeri, mual flu dan batuk berkurang signifikan. Menyantap buah adalah aktivitas favoritku karena indera penciuman dan rasa yang hilang. 

Untuk penciuman sama sekali aku tak punya, pemirsah!

Ini ada plus minusnya juga ya, hahaha.

Yang pasti kalau pas di kamar mandi BAB, tak ada bau yang terekam. Luar biasa!

Isoman 7, 3 Juli 2021

Hari ke tujuh adalah hari terakhir mengkonsumsi anti virus dan anti biotik, karena dosisnya memang hanya untuk pemakaian 7 hari.

Aku langsung bertanya ke keluarga yang kebetulan seorang dokter.

"Dok, apakah kami harus beli mandiri antivirus dan antiobiotik?"

"Oh, tak perlu Tante. Memang dosisnya hanya sampai 7 hari saja. Biasanya virus sudah mati dan ini tinggal pemulihan saja"

Alhamdullillah, aku merasa lega mendengarnya!

"Tapi, Tante masih belum bisa mencium dan merasa lho, Dok

"Iya, Tante, memang begitu, biasanya akan membaik setelah 2 minggu pasca dinyatakan positif. Tapi bisa juga 2 ampai 5 bulan"

"Alamak!"

Belakangan aku ketahui istilah "anosmia" untuk gejala yang paling umum penderita Covid ini!

Isoman 8 sampai 14 hari

Nyeri sudah jauh berkurang namun batuk sesekali masih ada, terutama kalau aku kurang mengkonsumsi air putih hangat.

Oh iya, selama masa isoman, air putih hangat mendominasi gaya hidup kami. Selalu air putih hangat dalam setiap kesempatan. Sesekali kami minum Yakult dari rak kulkas yang dikirim keluarga beberapa hari lalu. 

Sekali lagi, makan buah adalah aktivitas favoritku!

Selain rasanya yang manis di lidah bikin BAB lancar kayak jalan tol. Warna BAB-nya juga cakep, kuning terang gitu, hihihi. Yang pasti zero bau, hihihi.

Untuk indera penciuman dan rasa, perlahan membaik dam akhirnya sempurna, kembali 100%, pada hari ini aku menulis artikel, 15 Juli 2021.

Berarti kurang lebih hampir 3 minggu ya, sejak konfirmasi positif Covid-19 dan memulai isolasi mandiri di rumah, 27 Juni 2021.

Last but not least, berikut beberapa catatan pribadi aku selama menjadi pasien isolasi mandiri Covid-19, 

- Jika ada anggota keluarga dalam satu rumah dinyatakan positif Covid, sangat disarankan anggota keluarga lainnya swab antigen/PCR juga untuk menghindari penularan. 

Inilah yang kemarin aku tak terpikir untuk melakukannya dan perawat juga tidak menawarkan. Jadi tidak teringat sama sekali. Mungkin pengaruh panik.

Jadi, jangan mengulang kesalahan yang aku buat. Hindari panik, stay calm!

- Iyes, aku ulang lagi. Saat dinyatakan positif Covid-19, stay positive, stay calm! Meski prakteknya sulit tetapi percayalah ini sangat membantu! 

Tak perlu sibuk mencari asal muasal virus, menyalahkan diri apalagi menyalahkan orang lain. Tapi kalau mau introspeksi, sah-sah saja. Yang krusial saat ini fokus untuk sembuh, Pal!

- Saat sesi interview dengan perawat, ceritakan semua keluhan, jangan sampai ada yang terlewat ya, karena setiap pasien Covid itu unik! Punya gejala yang boleh jadi sama, tapi mungkin juga berbeda sama sekali. 

Semua tergantung bagian tubuh mana yang diserang virus

pengalaman isolasi mandiri di rumah
Virus Corona itu. Memang ada mahkotanya ya!

Jika virus berkembang di saluran pernafasan, maka seseorang yang terinfeksi bisa mengalami batuk.

Nah, jika virus berkembang di saluran pencernaan, maka penderita Covid-19 bisa alami diare.

Untuk keluarga kami sepertinya virus berkembang di saluran pernafasan.

Ada yang tanpa demam, ada yang pakai demam. 

Untuk kasus di rumah kami, Abang mengawalinya dengan demam dan suhu tubuh 39, sementara aku dan Yasmin tanpa demam. Saat swab antigen temperatur kami malah normal, 36 derajat Celcius. 

Dikutip dari Kompas.com yang melansir Elemental, berdasarkan kasus virus corona di banyak negara, sejumlah ahli menyimpulkan, sistem daya tahan tubuh mempengaruhi infeksi pasien yang positif Covid-19.

Dilansir dari Kompas.com, Profesor kedokteran dari Harvard Medical School, Mandeep Mehra MD mengungkapkan bahwa tubuh seseorang akan otomatis mengeluarkan imun bawaan begitu terinfeksi virus. Termasuk virus corona!

Saat sistem daya tahan tubuh sedang bekerja, maka akan melibatkan protein yang disebut interferon.

Interferon bertugas menghambat kemampuan virus untuk berkembang di dalam sel tubuh manusia.

Selain itu, protein tersebut juga akan mengomando sel daya tahan tubuh lainnya untuk menyerang virus supaya tidak menyerang bagian tubuh lainnya.

Idealnya, respon awal itu mampu membuat tubuh seseorang yang diserang virus kembali mengendalikan infeksi.

Namun ternyata, perlu diingat, virus juga memiliki sistem pertahanan untuk mampu melepaskan diri dari protein interferon.

Hmmm, itulah kenapa tubuhku terasa sakit, karena respon imun bawaan, ternyata!

Sakit bisa datang dalam bentuk demam, saat sistem  imun mengingatkan tubuh.

Nah, kalau kita mengalami batuk dan diare, berarti sistem imun sedang berjuang mengeluarkan virus dari dalam tubuh.

Jadi sekali lagi, itulah kenapa virus yang sama mampu memunculkan gejala yang berbeda-beda pada masing-masing orang yang terinfeksi.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan saat isolasi mandiri di rumah

- Memberitahu keluarga, RT atau sahabat dalam lingkaran bahwa kita terinfeksi virus corona, sehingga mereka bisa memantau keadaan kita. 

Covid-19 bukan aib, bukan dosa yang harus disembunyikan!

- Idealnya tidak serumah dengan orang yang beresiko tinggi seperti bayi, lansia, orang dengan sistem imun rendah, penderita diabetes, hipertensi dan jantung.

Namun karena kami ketiganya positif dan fasilitas kesehatan di Balikpapan penuh, kami memutuskan isolasi mandiri di rumah.

Aku dan Abang sekamar, sedangkan Yasmin di kamarnya sendiri.

- Setiap hari jendela kamar dibuka agar sinar matahari masuk, terjadilah sirkulasi udara

- Minum semua resep obat sesuai dosis

- Punya alat oksimeter (mengukur kadar oksigen dalam darah). Pinjam juga boleh.

- Tetap melakukan konsultasi online dengan dokter agar tetap bisa dipantau oleh tenaga ahli.

Jadi, sebelum melakukan isoman di rumah, mintalah nomor dokter atau petugas kesehatan ofisial.

- Untuk kasus gejala kami, kami diminta untuk tidak menggunakan AC selama isolasi mandiri di rumah

- Berjemur sinar matahari. 

Kami melakukannya jam 10 pagi, kira-kira 15-20 menit.

- Makan dengan gizi seimbang, 3 kali sehari

- Mengenakan masker saat bertemu keluarga atau orang lain di rumah

- Rajin cuci tangan

- Membersihkan kamar

Biasanya aku membersihkan tempat tidur agar kulit mati dan debu keluar melalui jendela kamar yang aku buka lebar-lebar.

- Memeriksa suhu tubuh dan saturasi oksigen.

Alhamdullillah, saat artikel ini tayang, kami sekeluarga masih dalam pemulihan.

Abang dan aku sudah bisa beraktivitas normal, sementara Yasmin masih menunggu indera penciuman dan rasa kembali 100%.

Untuk gejala nyeri otot, demam, mual flu dan batuk sudah berangsur lenyap.

Baidewei, subway,

Pernahkah kamu mengalami isolasi mandiri di rumah pasca terinfeksi Covid-19

pengalaman isolasi mandiri di rumah pasca terinfeksi Covid-19
Siap-siap aktivitas lagi, yay!

Referensi:

https://kids.grid.id/read/472171026/gejala-infeksi-virus-corona-pada-setiap-orang-berbeda-beda-ternyata-ini-penyebabnya?page=all

https://www.kompas.com/sains/read/2021/07/02/194500123/12-hal-yang-harus-dilakukan-setiap-hari-saat-isolasi-mandiri-di-rumah?page=all

https://www.alodokter.com/pentingnya-oximeter-bagi-pasien-isolasi-mandiri-covid-19