Resiko Belanja Online Yang Kudu Diwaspadai

Resiko Belanja Online

Resiko belanja online yang kudu diwaspadai. Beberapa hari lalu aku menang kuis dari sebuah fanspage dan hadiahnya adalah voucher potongan harga Rp 50.000 dengan minimal belanja Rp 200.000 dari sebuah e-commerce, yang kebetulan aku belum pernah belanja online di situ sebelumnya.

Berhubung belakangan ini aku lagi senang banget pakai gamis yang berbahan katun (rasanya aku menjadi perempuan sempurna gitu, cieee....) jadi aku sudah keker nih, akan beli online beberapa koleksi e-commerce tersebut.

Biasanya, Blibli adalah salah satu e-commerce favorit aku untuk belanja online. Lagi pula karena sudah menjadi member Blibli aku juga sering mendapat info promo menarik setiap hari dan tak perlu repot lagi mengisi alamat pengiriman dan penagihan.

Namun ya karena hadiah kali ini bukan dari Blibli tetapi dari e-commerce lain, sekaligus juga untuk mencicipi pengalaman baru, aku putuskan untuk mencoba.

E-commerce ini tampilannya agak ramping dan hanya memakan 1/4 dari layar notebook. Awalnya aku sedikit kesulitan untuk menemukan tombol-tombol yang tersembunyi seperti untuk filter harga, warna, ukuran dan lain-lain.

Hmmm... apa ya istilahnya?

Belum user friendly untuk pengguna baru, nah itu dia istilahnya!

Atau mungkin juga karena aku belum pernah memakai sebelumnya ya.

Atau bisa jadi aku yang lola, hahaha...

So, hampir 15 menit aku mengklik tombol-tombol di situs e-commerce ini, barulah akhirnya aku familiar dengan tip dan trik jitu menemukan barang yang aku cari.

Singkat kata, akhirnya aku menemukan 2 potong gamis favorit, lalu kemudian check out dan metode pembayaran yang aku pilih adalah pakai kartu kredit sambil memasukkan kode potongan voucher harga dari hadiah di atas tadi.

Beberapa hari berikutnya aku mendapat sms notifikasi bahwa pesanan sedang dalam proses. Setelah itu aku tidak mendapat sms notifikasi lagi.

Aku ingat waktu beli online di Blibli sebelumnya, biasanya aku mendapat sms notifikasi, yang dimulai dari pesanan sedang diproses, pesanan sedang dalam perjalanan dan akhirnya sampai pada tahap terakhir, pesanan sedang dalam perjalanan ke alamat pemesan.

So far, kalau belanja online di Blibli, aku tak perlu repot memeriksa pesanan lewat internet karena selalu mendapat sms notifikasi.

Kembali ke laptop!

Meski e-commerce baru ini tak mengirim sms notifikasi seperti Blibli, 2 gamis pesananku akhirnya tiba sesuai waktu. Alhamdullillah.

Namun alangkah kecewanya hatiku, karena pesananku sangat berbeda tampilannya dengan yang ada di situs e-commerce itu!

Gamis pertama pesananku benar-benar tidak sesuai, selain warnanya kusam, jahitan yang tidak rapi juga modelnya tidak sesuai dengan tampilan di situs.

Bahkan yang lebih 'horor' pesanan gamis kedua malah berganti jadi celana kulot dan atasan lengan lonceng. Jib... ajib...ajib...ajib... ajib!

Rasanya aku mau nangis sekaligus marah tingkat dewa sambil juga berpikir keras, kira-kira apa yang menyebabkan si penjual mengirimkan pesanan tidak sesuai seperti itu.

Yang pasti kredibilitasnya pasti terjun bebas dan e-commerce itu jadi ikut buruk juga reputasinya.

Untung aku pas sendirian di rumah, jadi babang suami gak kebagian curhatku dan ikut menyulut api, hihihi...

Usai mengucapkan istighfar, aku beranjak ke meja makan, minum air putih dan menghembuskan nafas panjang. Inhale... exhale... inhale... exhale...!

Akal sehatku akhirnya beraksi. Langsung aku foto deh kedua pesanan tadi sebagai bukti. Ntar dikira hoax lagi.

Meski sudah minum dan menarik nafas panjang berkali-kali, aku masih bisa merasakan dadaku sesak dengan emosi.

Sungguh ini adalah pengalaman terburuk aku belanja online!

Aku langsung membuka situs e-commerce dan chat online dengan customer service. Aku tumpahkan semua kekesalanku! Sampai sepuluh ember kali ya tumpahnya, hahaha... Ember besar lagi!

Si mba CS hanya meminta maaf lagi dan lagi sekaligus memberi informasi tata cara proses retur pesanan.

Lumayan banyak juga nih kolom yang harus aku isi dan ini sungguh menyita waktu yang seharusnya bisa aku gunakan untuk melakukan pekerjaan lain.

Setelah mengisi lengkap formulir beberapa saat kemudian aku mendapat tembusan di email mengenai ringkasannya.

Resiko Belanja Online

Terus terang, aku merasa lega, karena sistem proses retur sangat responsif meski harus menunggu 3-7 hari setelah barang retur tiba di gudang agar bisa diproses.

Selanjutnya korespondensi kami berlangsung lewat email dan sangat formal. Kode pesanan selalu muncul dalam setiap koresponden.

Saat ini aku sedang menunggu proses 'refund' tagihan kartu kredit dan menanti transferan ongkos kirim yang aku gunakan untuk retur pesanan ke gudang masuk ke dalam rekening bank kembali.

Resiko Belanja Online

Beberapa hari kemudian aku juga mendapat voucher pengganti dengan nilai yang sama. Namun kali ini aku memilih untuk memberikannya kepada teman, hahaha. Masih trauma, kakaaa...

Masih tergambar jelas dalam pikiran bahwa sebelum belanja aku sudah melakukan rangkaian beberapa  kiat aman belanja online agar tidak tertipu lho.

Hal-hal seperti riset terhadap e-commerce dengan memeriksa ulasan konsumen, membaca kebijakan situs e-commerce terhadap konsumen, mencari tanda kalau situs e-commerce aman dengan melihat tanda gembok di status bar browser serta mempertimbangkan cara pembayaran.

Tapi namanya apes ya, tetap saja aku masih menjadi korban penipuan belanja online.

Jadi guys, meski kita sudah follow the rules resiko belanja online tetap saja mengintai.

Yang bisa kita lakukan untuk meminimalisasi kekecewaan ketika tidak mendapatkan produk sesuai yang diinginkan adalah :

- pastikan memeriksa paket barang dan membaca deskripsi produk dengan cermat 
- menyimpan semua bukti transaksi termasuk deskripsi produk dan harga, kuitansi digital dan salinan email 
- dokumentasi produk untuk bahan laporan untuk kelengkapan proses retur
- pastikan tidak merobek tag yang melekat di produk
- hubungi customer service secepatnya dan lakukan prosedur komplain

Nah, kalau sudah begini aku langsung ingat Blibli. Dan langsung membanding-bandingkan deh.

Sepertinya kalau aku mau beli online lagi, so far Blibli memang masih patut dijadikan andalan!

Apalagi kini Blibli sudah hadir dalam bentuk aplikasi yang bisa diunduh di playstore. Belanja online semakin mudah, seperti menjentikkan tangan saja.

Tapi tetap dong ya kudu belanja cerdas dan bijaksana dan full aware bahwa resiko belanja online itu tetap ada.

Semoga curhat resiko belanja online yang kudu diwaspadai ini bermanfaat ya.

Apa kamu pernah punya pengalaman belanja online yang perih binti pahit kayak di atas?

Sharing yuk...


30 comments:

  1. wah, makasih sharingnya kak.. alhamdulillah so far setiap Uni belanja online gak pernah mengecewakan hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... Uni sangat beruntung ya... :).

      Delete
    2. aku jg klo belanja online un..beruntung terus malah dapet cash back

      Delete
  2. Iya kak, seringnya kalau beli baju di toko online, nggak sesuai. Semacam jual barang jiplak an gitu, buka brang original.

    ReplyDelete
  3. Wah sama, e commerce favoritku jg blibli. Pernah bermasalah barang ilang sih. Tapi dibantu bgt sama blibli sampai refund

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh tahu sampai berapa lama waktu untuk refundnya mba?

      Delete
  4. AKu pernah ketipu saat belanja online di IG.
    Sejak saat itu kapok belanja di IG.
    Akhirnya sekarang ini lebih sering belanja di ecommerce yang sudah terpercaya, terutama Blibli atau Zalora.
    Lebih sering disitu karena gak perlu mikir bakal ketipu atau nggak.
    Udah pasti aman :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Mas.
      Apalagi di Zalora ya, barangnya, bagus-bagus sepertinya.
      Emang sih, ada rupa ada harga ya :).

      Delete
  5. Aku pernah beli sandal untuk anakku..ukurannya sih sama dengan ukuran biasanya...ternyata kekecilan. Intinya, beda merk..ternyata beda standard ukuran..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita kudu siap memang dengan resiko seperti ini ya, mba Sulis.

      Delete
  6. Makasih banget infonya mbak bisa dijadiikan pembelajaran buat kita kita kedepannya.

    Aku kalo belanja Online lebih milih di Shopee aja cos sejauh ini aman aman aja.TFS

    www.coolatmoshpeer.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga pernah belanja di Shopee.
      Tapi menurutku, kita tetap memang harus siap dengan segala resiko belanja online.

      Delete
  7. info yang sangat bermanfaat, khususnya buat saya yang sering belanja online :). Kalau saya cuma sering ketipu sama kwalitas barang yang tidak sesuai dengan harga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah resiko belanja online ya.
      Ada plus minus.

      Delete
  8. Belum lama ini saya juga dibikin kecewa sama salah satu e-commerce. Tapi sudah di iklashin sih hehehe

    ReplyDelete
  9. Sngat bermanfaat apalagi sama saya yang gila belanja online.. semoga tips nya bermanfaat

    ReplyDelete
  10. Terima kasih sharingnya, Teh.
    Sebenarnya sih dimanapun belanjanya tetap harus hati-hati, ya karena tetap aja ada hal negatif ya, Teh. Tapi kita sebagai pembeli harus pinter2, terlebi online.

    Cukup horor juga ceritanya..wkwk
    Semoga kedepan lancar-lancar aja, Teh. Begitu juga dengan rezekinya ya, lancar dan terus berbagi cerita di sini :)

    Entah udah kesini sebelumnya atau belum.
    Salam kenal ya, Teh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku sharing agar yang lain tidak alami hal yang sama.
      Ini berat,biar aku saja ^^

      Sepertinya sih, ini kunjungan perdana ya Mas Andi ^^

      Delete
  11. wah aku juga pernah , makanya sekarang hrs lebih hati2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju.
      Resiko belanja online memang selalu mengintai ya, mba

      Delete
  12. wah klo beli baju aku trauma klo ga di ecomerce yg bkn langganan mb persis kejadian kyk mb makanya aku mah ga mau lg. smg cpt dtg refundnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mba.
      Sudah saya terima refund ongkirnya.

      Delete
  13. aku kalo belanja onlen paling ama temen2 yg buka olshop aja kak, kalo gak cocok tinggal semprot hahaha

    "pesanan gamis kedua malah berganti jadi celana kulot" ... wkwkwk horor banget kak, benar2 nyari ribut itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, noleh nih dikenalin sama teman olshop yang jual baju muslim.

      Delete
  14. Saya jadi fokus ke sapaan di email e-commerce yang bermasalah itu "Mmaz/Mmiz" Maksudnya Mas atau miss, ya? hehehe

    Saya juga kalau belanja mending yang udah dipercaya aja, deh. Deg-degan kalau sampai barangnya bermasalah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya gitu, Chi. Biar agak unik jadi Mmaz dan Mmiz ^^
      Sebaiknya memang e-commerce yang resikonyanya kecil ya Chi.
      Setuju akutuh

      Delete