Senin, 02 Oktober 2017

Percayalah! Tetap Produktif Sepanjang Usia Dahsyat Manfaatnya

Percayalah! Tetap Produktif Sepanjang Usia Dahsyat Manfaatnya

Percayalah! Tetap Produktif  Sepanjang Usia Dahsyat Manfaatnya. Saat mengikuti sebuah lomba blog tentang perjalanan usia aku menemukan quote  babang Jerry Seinfeld ini.

"Forty to 60 I would say is your prime, 
that's when you KNOW the most, 
you've SEEN the most, 
You UNDERSTAND the most 
and you still have some physical ENERGY"

Saat membacanya, rasanya ada aliran energi dahsyat yang tersalur dan membebat. Begitulah. Selalu dan selalu aku terpicu bereaksi emosional jika berkaitan dengan kata.

Bukan sembarang kata sih. Tapi yang mampu menghipnotis, magis dan untuk sesaat aku merasa seperti diangkat ke suatu tempat yang tinggi, di mana hanya ada kebenaran hakiki yang terpatri.

Kebetulan itu adalah rentang usiaku saat ini. Bahahaha. Ketahuan deh.

Yup, detik itu juga aku langsung teringat tekad yang telah lama bersarang dibenakku. Ingin selalu beraktivitas, melakukan hal yang aku suka, berkarya! Tak ada istilah pensiun untuk sekedar berleha-leha. Doing nothing. No, thank you! 

Tapi, sekali lagi, tentu saja impianku ini adalah murni pendapat pribadi.

Justru dengan tetap produktif aku merasa bahagia, minimal untuk diriku sendiri!

Dulu... iya dulu sekali, sempat pernah ada keraguan. Terutama saat buah hati belum kunjung aku dapatkan. Apalagi sahabat urun pendapat agar aku sebaiknya beristirahat, cuti kerja agar mudah mendapatkan momongan. 

Hmmm, tak ada salahnya dong dicoba. Meski beresiko penghasilan bakal berkurang, because  obviously, I have to say good bye to DINK-Dual Income, No Kids.

Namun, seperti yang aku duga, hal ini tak mengubah apa-apa. Tetap saja buah hati tak kunjung tiba. Malah aku jadi pemurung dan gampang marah-marah, huuaaa...

Ada sesuatu yang salah di sini. Aku harus back on track.

Kembali beraktivitas di kantor seperti biasa adalah pilihan utama. Aku terperangkap dalam aktivitas yang aku suka. Membantu membunuh masa dengan hal positif, tetap berkarya. Hingga memasuki tahun ke tujuh akhirnya yang dinanti tiba. Aku... akhirnya hamil. Senangnya!

Jadi sekali lagi dengan tetap produktif, terbukti aku meraih impian dan kebahagiaan!

Percayalah! Tetap Produktif Sepanjang Usia Dahsyat Manfaatnya

Meski aku akui rutinitas mampu membunuh kreativitas. Jadi, penting sesekali keluar dari sana. Melakukan hal baru. Tak perlu mahal dan memikirkan rencana besar.

Caranya?

Karena kegemaranku berinternet ria, sesekali aku aktif dalam kuis dan lomba di media sosial. Yaitu tadi, doing something new. Semua hadiah aku syukuri. Mulai dari yang kecil, menengah hingga yang wah, yang sanggup membuat aku menganga. Salah satunya adalah impian jalan-jalan ke Jepang, negara bunga sakura.

Kesempatan ini aku dapatkan dengan cara yang sedikit unik.  Aku ikutan sebagai peserta dengan menuliskan cerita dan foto tentang bagaimana teknologi bisa membantu para bunda dalam aktivitas sehari-hari.

Sebelum mengirim cerita aku sempat bertandang ke galeri dan menemukan beberapa cerita dari para peserta yang sudah kerap menjadi juara. Nyali ciut seketika. Namun cepat-cepat aku tepis ke udara. Berbekal internet aku mencari beberapa referensi agar bisa memenangkan hadiah utama.

Karena penilaian berdasarkan kaitan cerita dan foto aku langsung mencari dengan kata kunci bagaimana cara menulis dan menghasilkan fotografi cantik.

Namun karena belum rezeki dan belum mampu memenangkan hati juri, aku tak memenangkan hadiah apapun kali ini. Hihihi...

Dibalik semua itu aku temukan hadiah terbaikku!

Apakah itu?

Kebiasaan sering eksplor diri ini menambah kemampuan aku untuk menemukan ide dan solusi. Aku jadi gemar mencoba dan pengalaman baru adalah konsekuensinya.

Sungguh menyenangkan!

Itulah kenapa aku bertekad untuk tetap produktif sepanjang usia.

Hmmm... bukannya masa tua kudu leha-leha, menikmati perjalanan usia?

Mungkin bagi beberapa orang, ya. Namun, sekali lagi bukan untukku.

Berikut alasannya.

1. Menemukan hal-hal baru! 


Ternyata hal baru bukan untuk ditakutkan tapi ditaklukkan! Dengan melakukan hal baru kita akan semakin tahu kemampuan, bakat, minat dan potensi.

Maksudnya?

Jadi gini,

Saat mempersiapkan tulisan atau foto terutama untuk materi lomba aku sering menemukan hal-hal baru. Misalnya, jadi sedikit tahu tentang bagaimana cara merangkai kata dengan diksi 'menggoda' atau menghasilkan fotografi yang indah.

Meski pada akhirnya aku tidak selalu menjadi juara. Tak mengapa.

Namun aku akui hasil fotografi aku semakin membaik. Tidak asal jepret seperti waktu dulu, uhuk!

Guess what? I am falling in love with the process. How cool is that!

Bagaimana dengan menulis?

Apalagi yang ini. Perlahan aku bisa menemukan gaya penulisan yang tanpa aku sadari kadang-kadang mewakili karakter diri sendiri. Luar biasa ya. Tepuk jidat eh tangan, dong.

Satu lagi, aku jadi doyan membaca. Membaca apa saja. Terutama karya penulis yang piawai bermain kata. Iya, mampu menghasilkan bara dalam tulisannya, menularkan hal-hal baik, inspiratif.

Kembali ke laptop!

Jadi, karena aku kalah dalam lomba kali ini, aku jadi kepo, seperti apa ya kira-kira karya cipta sang juara?

Akhirnya rasa penasaran membawa aku ke sebuah karya yang memang layak jadi juara.

Ternyata dia salah satu dari daftar teman di facebook. Sejak saat itu kami jadi sering bertukar wawasan.

Hingga suatu hari doi mengajak aku ke Osaka, Jepang!

Iya, kamu tidak salah baca. Beneran sahabat baruku ini mengajak aku menemaninya. Meski aku harus tetap membayar tiket pesawat tapi tentu saja dengan harga miring, tak mengapa.

Ini adalah kesempatan langka. Bukan apa-apa, karena konco yang berjanji menemaninya berhalangan ikut, orang tuanya mendadak sakit parah.

Yup, just like the quote from Paul Cuelho:
 "When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it"
So, here I am in Osaka, Jepang!

Kata Jepang pertama kali aku dengar saat duduk di sekolah dasar. Tentang penjajahan, kekejaman, romusha. Pokoknya semua yang identik dengan keperihan, kekejaman. Namun seiring waktu perspektifku bergeser. Memori kekejaman dan keperihan beringsut dan akhirnya lengser.

Kini, aku sungguh sangat mengagumi Jepang yang identik dengan etos kerja keras, disiplin, komitmen pada pekerjaan, inovatif dan tepat waktu. Mengadopsi hal-hal baik

Kesan itu jelas tertangkap saat mendarat di bandara KIX Osaka. Begitu masuk kedalam area terminal kedatangan, pemandangan unik aku dapatkan. Petugas rest room didominasi para manula baik pria atau wanita. Mereka terlihat gesit dan energik. Penuh totalitas saat beraktivitas.

Jadi, saat duduk di barisan akhir dalam perjalanan bis dari bandara menuju pusat kota Osaka, aku langsung menanyakan hal itu pada pak Usman, tour leader, warga negara Indonesia namun bekerja sebagai tour guide di Osaka dan beberapa kota besar lainnya di Jepang.
Merasa tidak berguna dan sangat malu jika tidak memiliki aktivitas saat manula adalah salah satu kultur budaya di Jepang. Justru merupakan suatu kebanggaan meski manula namun masih memiliki energi apalagi berprestasi.
Aku sepenuhnya yakin pasti deh ada kebaikan lain dibalik ini semua sehingga lansia Jepang memutuskan memiliki gaya hidup seperti ini.

Tak puas sampai di situ, aku lalu mencari referensi dengan menggunakan keyword fungsi kognitif otak dan menemukan sebuah artikel di web kesehatan hellosehat.com yang menyatakan bahwa beraktivitas fisik adalah 1 dari 7 kebiasaan sehari-hari yang dapat meningkatkan fungsi otak.

Selanjutnya, mengatur pola makan dan asupan nutrisi, berpartisipasi dalam kegiatan yang memicu kreativitas, mempelajari berbagai hal baru, waktu tidur yang cukup, tetap menjalin koneksi sosial dan mengatur stress melengkapi 7 kebiasaan ini.

Aha!

Jawaban pak Usman mau tak mau membawa aku kembali akan suasana pekerja lansia di bandara KIX, Osaka sekaligus mengingatkan tekadku yang ingin terus dan terus melakukan hal-hal yang aku suka, berkarya meski tergerus usia.

Tentu saja aku juga harus siap dengan berbagai keterbatasan ya. Misalnya gak mungkin dong ngotot mau diving bareng manta di Sangalaki, xixixi. Tapi kalau menjajal Gigi Hiu atau Putri Malu di Lampung apalagi pas ada tiket pesawat promo, tariik maaang!

By the way, dari tadi ngomongin Jepang, mana dong buktinya?

Baiklah.

Ini dia mother and blogger zaman now yang lagi pencitraan, eh gimana?

Percayalah! Tetap Produktif Sepanjang Usia Dahsyat Manfaatnya

Percayalah! Tetap Produktif Sepanjang Usia Dahsyat Manfaatnya

Percayalah! Tetap Produktif Sepanjang Usia Dahsyat Manfaatnya

Percayalah! Tetap Produktif Sepanjang Usia Dahsyat Manfaatnya

2. Menemukan Zona Nyaman

Saat melakukan sebuah karya atau proyek, mulus dan nyaman mustahil selalu aku dapatkan.

Dalam perjalanannya sering aku harus menemukan dan menciptakan zona nyaman.

Misalnya saat buntu menemukan bahan tulisan. Aku bangkit dan berjalan, melepas pandang ke lalu lintas di jalan di depan rumah, mendengarkan raungan kucing tetangga yang entah mengapa memiliki kebiasaan yang sama pada jam yang sama.

Atau lewat secangkir teh tarik yang biasa bagi orang lain terasa nikmat kiamat saat aku melepas penat, beringsut sejenak dari aktivitas.

Atau beribadah pagi mempersembahkan sedekah sendi sambil mendengarkan murotal ayat suci.

Bisa juga dengan berselancar di dunia maya membaca artikel atau quote pengembangan diri dan membuat catatan penting.

Kadang-kadang jika keadaan semakin memburuk, mendengarkan lagu sambil berjoget always guaranteed to find my groove back.

3. Menemukan Jam Emas

Maksud lo?

Bukan menemukan jam yang terbuat dari emas la. Tapi, menemukan jam di mana produktivitas mencapai puncak.

Kapankah itu?

Bisa kapan saja! Yang pasti aku harus unplugging dari media sosial dan fokus. Nah... ini dia yang susah. Soalnya aku sering tergoda. Hahaha... derita lo!

Itulah kenapa aku bertekad untuk selalu berkarya melalui aktivitas yang aku suka, tetap produktif sepanjang usia, dan perjalanan ke Osaka Jepang, negara favorit, semakin mempertebal keyakinan.

Pernahkah membayangkan seperti apa hidup jika disetiap detiknya dihiasi, dipenuhi dan diberkahi dengan kegembiraan?

Bayangkanlah!

Adakah yang lebih sempurna dari itu?

Kabar baiknya adalah  kita bisa seperti itu!

Caranya?
Mulailah menjalani hidup dan aktivitas yang kamu suka. Saat menemukan sesuatu yang kita suka dan membuat kita bergairah, kita akan sangat bersemangat. Gairah adalah energi!
Setuju?

Bagaimana dengan kamu?

Punya 'aha moments' saat travelling?


36 komentar:

  1. Uhuy mbak ku. So true, potretnya sekarang kece. Dikau bener2 produktif en ceria. Tetaplah seperti itu ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Melakukan aktivitas yang kita suka, memang membuat kita ceria ya. Tiap hari bangun penuh semangat untuk beraktivitas.

      Hapus
  2. betul , ibuku di usia 84 thn masih aktif berkarya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetap beraktivitas juga membantu kita melawan pikun, karena membuat fungsi kognitif otak tetap tajam dan optimal

      Hapus
  3. sukaaaa! penuh energi positif! Traveling bikin awet muda ya, asalkan ga ketumpuk utang. Itu enaknya pakai Skyscanner dengan merencanakan traveling jauh-jauh hari, bisa pantau tiket pesawat yang murah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat orang yang suka lakukan perjalanan spontan, boleh coba fitur "Go Everywhere". Skyscanner akan membantu memilih paket tiket termurah lengkap dengan destinasinya. Keren, ya!

      Hapus
  4. Serunyaaaa mbaaa... cantik ya Jepang! Dan karena penuh bahagia, seneeng liat cerita travelingnya mbaaa.. semoga aku bisa mampir juga ke siniii ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Travelling itu sering hadirkan aha moment. Gak mesti ke luar negeri, juga. Ini pas kebetulan saja.
      Jepang memang layak jadi bucket list, mba Indah

      Hapus
  5. Ah ga sabar pengen nemuin jam emas juga. Mudah2an umurku di panjangkan menikmati masa2 kaya mba ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku yakin kalau Blogger pasti sudah punya resepnya.
      Ayo berbagi di blog, mba.

      Hapus
  6. Sukaaa....seru deh semua acara traveling Bun Rosanna

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga suka sama acara jalan-jalan mbak Yuni, apalagi yang ke Paris itu.

      Hapus
  7. Selalu suka baca artikel artikel mba anna, bikin muda terus bawaannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Artikel mba juga inspiratif lho. Aku sering terinspirasi. Apalagi kita tergabung dalam WAG, tambah intens deh hubungan kita ya.
      Semoga...

      Hapus
  8. I'm about 40 and still trying my best ^^

    BalasHapus
  9. Katanya sih life begin saat usia 40 :D
    Saya masih sekitar bbrp tahun lagi mencapai usia itu, moga2 sih sampai.
    Suka deh dengan tulisan ini, penyemangat banget.
    Kdng sayamerasa pesimis usia saya yg skrng enaknya ngapain, mau ini itu kok ngrasa telat. Tapi kudu optimis ya mbak. TFS :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mau dimulailebih dini juga, monggo. Gak mesti tunggu forty :).
      Lakukan yang disukai, mba. Insya Allah happy menjalani. Bangun setiap hari penuh energi.
      Coba ya...
      Janji?

      Hapus
  10. Kalau kata mamah dan metua saya, tetap produktif biar gak gampang pikun :)

    BalasHapus
  11. Terima kasih ya sudah ikutan Blog Competition "Aha Moments" Skyscanner Indonesia. Good luck :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah.
      Hitung-hitung, buat nambah postingan di Oktober
      Xixixi... :).

      Hapus
  12. yeay makasih tipsnya mba Anna, aku jadi terpicu untuk selalu produktif dan terus produktif suka dengan menemukan jam emas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju.
      Sungguh dahsyat ya manfaat tetap produktif sepanjang usia.

      Hapus
  13. Tekadku juga gitu mba...tetap produktif insya allah. Dan mudah2an ada rezekinya buat travelling 😀

    BalasHapus
  14. Yang penting selalu happy, berayukur dan semangaaaat ya mba

    BalasHapus
  15. biasanya menemukan hal baru membuat kita semangat ya, apalagi sesuatu yg menyenangkan kita :)

    BalasHapus
  16. Aaah...
    Sukaaa baca tulisan kak Ros (eh berasa lagi jadi upinipin hihihi). Pas banget bacanya di bulan ulangtahunku. So inspiring. Trimakasih kak ros...kalau ke Pakam, singgah ya Kak :)

    BalasHapus
  17. maunya daku sich selalu produktif terkadang malas itu loh.. hehehe

    aha momentsku saat traveling apa, yah?
    dapat teman dan pengalaman baruuuuu

    BalasHapus
  18. Bener2 motivasi saya nih mba.
    Pokoknya untuk berkarya dan belajar tidak ada batasan usia.

    BalasHapus
  19. betul sangat berpengaruh dg kesehatan dan gak cepat pikun ya

    BalasHapus
  20. so inspiring mbak. Harus tetap berkarya tanpa mengenal usia

    BalasHapus
  21. betul aku melihat ibuku produktif sampai usia 85 thn.

    BalasHapus
  22. Mba ini yg ke Jepang bareng mba Diana bukan? Salut untuk kalian sering menang kuis...

    BalasHapus
  23. MasyaAllah. Jadi ikut tertular semangat nih 😁

    BalasHapus
  24. semoga aku tertular semangatnya kak anna ya, amin

    BalasHapus

Holaaa...!
Terimakasih ya sudah berkunjung ke sini.
Mohon maaf komentar kudu dimoderasi sebelum dipublikasi.