Rabu, 30 Maret 2016

Cara Hebat Eksplor Bakat!


Cara Hebat Eksplor Bakat

Cara Hebat Eksplor Bakat. [Update] Sering menghabiskan waktu dengan anak, tapi masih belum bisa menemukan berlian terpendam?

Hohoho... jangan rendah diri, karena anda tidak sendiri!

Semoga tulisan cara hebat eksplor bakat ini bermanfaat.

Jadi gini, #mimikserius

Satu hal yang perlu di tanamkan, bahwa setiap anak itu unik dan berbeda!

Bahwa Setiap Anak Itu Berbeda

Baik bakat dan minat.

Haa...!

Apa...!

Bakat dan minat, memangnya beda ya?

Ya eeyyalah... #melotot

Padahal baru tahu juga. Hahaha...

Bakat itu sesuatu yang menonjol dalam diri anak, seperti hidung, jerawat dan... stop-stop bukan itu!

Mari kita ulangi ya,

Bakat itu adalah sesuatu yang menonjol dalam diri anak.

Kita bisa mulai mengobservasi mengamati perilaku anak sejak dini.

Biasanya bakat itu dibawa sejak lahir dan didapatkan dari genetik orang tua. Misalnya senang menabuh apa saja yang ada disekitarnya, bongkar pasang mainan, bernyanyi, memainkan alat musik atau berlenggak-lenggok bak peragawati.

Menurut para ahli, bakat biasanya terlihat sejak tahun pertama.

Sedangkan minat adalah kesukaan anak terhadap sesuatu. Misalnya, anak suka mendengarkan nyanyian, belum tentu kelak dia bisa menyanyi dengan baik, atau anak suka membaca belum tentu juga nantinya dia bisa menjadi penulis.

Jadi, terlihat jelas sekali peranan orang tua sangat menentukan minat dan bakat ini, mau di bawa kemana #bacasambilnyanyi ya! Hahaha...

Berikut #tips #deteksidini #potensianak 
1. Histori prestasi 
Seperti disebut sebelumnya genetik memang ambil bagian dalam penentuan bakat si kecil.

Yuk, lakukan riset kecil-kecilan tentang prestasi kedua keluarga besar ibu dan ayah.

Contohnya tidak jauh-jauh, aku laa... #uhuk

Dalam hal ini putriku sepertinya mewarisi kecerdasan bahasa yang didapatkan dari aku.

Sejak kecil (pra-sekolah) aku senang sekali berperan sebagi seorang guru.

Yup... bisa ditebak saudara-saudara.

Aku mudah sekali larut dalam peranku. Dinding rumah bagai papan tulis, penuh coretan dan garis. Sepotong kayu atau penggaris siap menemaniku eksis. Seru abis!

Beranjak ke masa SD tampil di pentas sekolah... kecanduanku!

Menjadi pembawa acara, berdeklamasi (istilah dulu) sekarang membaca puisi, memimpin lagu Indonesia Raya saat upacara, atau menyanyikan  lagu wajib setiap hari Sabtu mewakili sekolah, karena kompleks sekolahku terdiri dari 4 SD yang berbagi lahan.

Semua kulakoni hari demi hari, dengan senang hati dan selalu tak sabar menantikan momen ini.

Dan aku melakukannya penuh sukacita!

Seperti kecanduan gitu, mau dan mau, lagi-dan lagi.

Bahkan sampai kini! #Eh

Tahukah engkau?

Aku mendapatkannya itu semua dari... ibuku!

So... once again! Genetic does matter in talent!

Betul, bakat itu bagai berlian terpendam.

Sebagai orang tua kita harus jeli dan jernih mengamati potensi.

Mulai sekarang ayo coba eksplor apa histori prestasi keluarga besar kita!
2. Stimulasi potensi 
Sedapat mungkin hindari trial dan error!

Tak perlu memasukkannya ke berbagai les atau kursus untuk mengetahui bakat buah hati. 

Caranya? 

Langsung saja tanya anak, apakah dia menikmati kegiatan ini?

Jika anak menyukai dan melakukannya dengan segenap semangat dan energi, dapat dipastikan itulah bakat yang kita nanti-nanti.
3. Atensi Orang Tua, so pasti!
Bagaimana?

Curahkan perhatian dan jadilah partner yang menyenangkan!

Memberikan sarana dan prasarana, meluangkan waktu saat latihan, mendampingi saat mengikuti berbagai kompetisi, dan menjadi supporter di barisan pertama lengkap dengan atributnya (kalau perlu!) dan tentu saja seksi dokumentasi dalam bentuk foto atau video.


Menjadi Supporter Salah Satu Bentuk Atensi Orang Tua

Karena kita tidak pernah tahu kejutan serta momen apa yang bakal kita dapatkan dalam setiap kompetisi yang mungkin takkan pernah terulang kembali.

Ever!

Intinya selalu ciptakan kondisi mendukung terutama saat buah hati mengikuti kompetisi.

Misalnya tidak menyalakan TV saat buah hati berlatih baca puisi atau berdongeng.

Jadilah pendengar yang kritisi.

Untuk itu... yup harus banyak memperkaya diri.

Membaca... kakaaa...
4. Komitmen dan Konsisten
Komitmen dan konsisten syarat mutlak untuk mencuatkan bakat!

Karena dari proses deteksi, stimulasi, atensi dan akhirnya berprestasi memerlukan waktu dan latihan.

Anak dan orang tua bagai dua mata rantai bertaut agar bakat tak tergerus.

Tergerus?

Ini memang berita buruk!

Bakat bisa tergerus dan tumpul. Laksana pisau. Ia perlu di asah terus-menerus. Tiada hari tanpa belajar setiap hari. Tanpa henti!

So, inti dari tulisan ini adalah bahwa minat dan bakat, bukan hal yang mudah didapat.

Bukan proses instan, melainkan perlu waktu, dan latihan. Tambahkan juga disiplin, ulet, tekun dan anti bosan!

Bagai rumus matematika perbandingan lurus, makin sering latihan, makin sering mengikuti kompetisi, potensi buah hati pasti akan semakin teruji dan siap-siap panen prestasi!

Percayalah "hasil tidak akan pernah menghianati  kerja keras!"


Finalis Jagoan Cerdas Indonesia 2012

Juara 1 Presenter TV Edukasi


Juara Pertama Poetry Reading 2012

Juara Pertama Poetry Reading THE ANEFYL 2013


Finalis Jagoan Cerdas Indonesia 2012

Wawancara Eksklusif Dengan Menteri UPW Ibu Linda Gumelar

Finalis Tingkat Nasional Kidpreneur Award 2013



Wakil Duta Generasi Hijau  2014 Kota Balikpapan


Juara 1 Poetry Reading Februari 2016


Lolos Seleksi Peserta Program AFS ke Hiroshima Jepang

Runner up 29th Annual World Peace Speech Contest in Japan

Sekali lagi, semoga tulisan berbagi pengalaman cara hebat eksplor bakat ini bermanfaat ya.

Ganbatte!

Selasa, 29 Maret 2016

Disclosure




Blog ini adalah blog pribadi berisi tulisan yang saya sunting dan tulis sendiri. Tentang cerita kehidupan dan pengalaman sehari-hari, kisah perjalanan pribadi saat bersama-sama sahabat dan keluarga, artikel keluarga dan pengasuhan, artikel motivasi serta berbagai tips dan trik dalam menyikapi warna-warni kehidupan.

Selain itu pemilik blog ini juga terbuka untuk menerima kerjasama dari agency, brand ataupun perorangan yang ingin mempromosikan produk/jasanya dalam bentuk review, penempatan artikel, pemasangan iklan, kompetisi dan aneka bentuk kerjasama lainnya.

Sebagai imbalan untuk berbagai bentuk kerjasama di atas, pemilik blog mendapatkan kompensasi yang besarnya mempengaruhi konten, topik dan postingan.

Pemilik blog akan senantiasa mengedepankan opini yang jujur, seimbang dan terpercaya serta sesuai dengan pengalaman penggunaan dari produk/jasa yang diulas dan menayangkan tulisan dengan hasil pemikiran sendiri.

Namun adakalanya penulis blog juga menayangkan konten produk/jasa yang tidak berbayar, didedikasikan secara sukarela karena kecintaan dan kepuasaan atas produk/jasa atau layanan yang didapatkan, membantu teman, atau bahkan karena nyaman dan senang melakukannya.

Semua klaim produk, penawaran, pertanyaan dan hal-hal lain yang berkaitan dengan produk/jasa harus ditujukan kepada pemilik produk atau jasa tersebut. Blog ini hanya memberikan opini dan review.


Pemilik blog ini dapat dihubungi melalui:

email: rosannasimanjuntak93@gmail.com

twitter: @rosannaiqbal

facebook: https://www.facebook.com/rosanna.simanjuntak

instagram: @rosannasimanjuntak

Linkedinhttps://id.linkedin.com/in/rosanna-simanjuntak-880593134



Senin, 28 Maret 2016

Tips Jitu Umroh Saat Musim Dingin


Tepat jam 4 sore kamipun mendarat mulus di King Abdul Aziz Airport, Jeddah.
Ada 2 jam perbedaan waktu dengan Kolombo.

Nice Landing, Captain!

Sssst... yang baru mampir boleh baca kisah sebelumnya di sini ya. *tuing-tuing
Sambil menunggu bis, saatnya... tarrraaa narsis dengan latar belakang pesawat As Saudiyah!




Tak lama, beberapa buah bis penjemput tiba, membawa kami ke terminal kedatangan.

Di sini petugas segera mengarahkan kami kebagian imigrasi dan kembali kami terpisah antara pria dan wanita. Musim umroh tak mengenal sepi. Terbukti di counter imigrasi, antrian panjang sejauh mata memandang. Kesabaran kembali diuji.

Guess what!

Mereka, iya para pegawai imigrasi itu, lagi-lagi berbahasa Indonesia. Kata-kata seperti, ayo ibu, cepat ibu, lurus, sering diucapkan.

Namun sayang sekali mereka pelit senyum.

Apakah karena mereka semua lelaki?

Apakah mereka lupa senyum itu adalah ibadah

Entahlah,, sampai kini itu masih misteri.

Usai mendapat stempel kedatangan, kami para wanita terlebih dahulu usai, segera berkumpul di satu titik. Sambil menunggu, aku lepaskan pandangan ke seluruh terminal. Kembali Bahasa Indonesia ada di berbagai papan informasi berdampingan dengan Bahasa Inggris dan Arab. Rasa haru itu kembali berlabuh.

Hampir satu jam, akhirnya jamaah pria bergabung.

“Lumayan ribet, kak pemeriksaan cowok, sepatu juga harus di buka!” Adikku melepas uneg-uneg
“Sabar, ya sayang” aku membantu menenangkan.

Bis meninggalkan Jeddah, saat kumandang azan Magrib bergema.

“Ibu-ibu, bapak-bapak, kita akan mencari masjid, dan silahkan sholatnya di jamak ya!”, demikian Pak Ustad memberikan arahan.

Mesjid ini terletak di tengah kota, sepertinya diperuntukkan untuk karyawan. Jauh dari kesan megah. Seperti mushollah kalau di Indonesia.

Oh iya satu yang aku perhatikan desain toiletnya kebanyakan untuk posisi jongkok dan kurang bersih. Sayang sekali!

Begitu masuk bis, kami kembali tertidur. Agaknya terserang jetlag karena beda waktu yang hampir 4 jam dengan WIB. Perutpun sudah lapar. Hehehe...

Tak berapa lama bis berhenti dan kami dipersilahkan keluar menikmati makanan dengan tempat ala kadarnya.
“Brrrr,,, dinginnya sampai ke tulang!” Jaket aku rapatkan, namun tubuh masih bergetar.

Tempat makan kami adalah tepatnya sebuah tempat parkir rumah makan.

Menu ayam bakar kotak tak mampu menahan rasa dingin. Mungkin juga pengaruh terlambat makan, Selera ikut menguap ke udara. Sebagian nasi dan ayampun bersisa. 

Sepanjang perjalanan aku berusaha tidur, namun godaan untuk menerobos kegelapan malam lewat jendela bis lebih dominan. Tapi agaknya fisik sudah tak tahan, akhirnya aku tertidur di tengah perjalanan.

Pengumuman dari Pak Ustad membangunkan para jamaah yang tertidur kelelahan.

Bah sesaat lagi bis memasuki Madinah.

Kanan-kiri pemandangan terang benderang oleh cahaya lampu jalan. Kecepatan bis juga sudah mulai berkurang.

Toko-toko mulai kelihatan, aktivitas warga segera terekam.

Akhirnya kami tiba di Madinah, percis jam 2 dinihari.

Dengan tubuh super letih kami masuk hotel. Satu kamar untuk 7 orang dengan 1 kamar mandi.

Usai membersihkan diri kami lanjut tidur kembali.

*****

Ternyata hotel kami sangat dekat dengan Nabawi, bahkan suara azan terdengar dari balik jendela kamar. Tak sabar rasanya ingin sholat Subuh perdana di Nabawi. Hampir semua jamaah bangun dan sholat di Nabawi.

Agar kebagian tempat sholat di dalam Nabawi, minimal kita berangkat 1-2 jam sebelum waktu sholat di mulai, karena jumlah jamaah umroh yang sedemikian banyak.

Bulan Januari, Madinah sedang musin dingin. Pakai jaket/sweater wajib sekali. Oleskan lotion di sekujur tubuh, termasuk bibir untuk menghindari kekeringan. Beberapa jamaah yang mengabaikan,/ kurang telaten mengalami ruam-ruam kulit di sekitar paha, punggung dan paling parah bibir pecah-pecah dan terkelupas.

Alhamdullillah, aku, mama dan adik termasuk gemar melakukan ritual lotion, kulit tetap mulus so jadinya menghemat fulus. Hehehe...

Sedangkan untuk menyiasati rasa haus namun terhindar dari beser (rutin BAK), sediakan selalu botol minuman dan minumlah dalam jumlah sedikit namun sering.

Ternyata musin dingin di Madinah, tidak berbeda jauh saat musim penghujan di Indonesia. Hawa dinginnya tidak sampai buat bodi menggigil. Namun tetap saja unik. Karena meski namanya musim dingin, matahari tetap bersinar cerah dan garang euui, namun ya itu tadi, hawanya dingin.

Unik kan kakaaa...

Dalam bayanganku sebelumnya pasti seperti ala Indonesia. Mendung dan suram! 

Suasana sudah ramai saat kami tiba di halaman masjid. Untung masih kebagian tempat di dalam Nabawi.

Azan Subuh di Nabawi dua kali. Satu untuk membangunkan, interval waktu kira-kira 40 menit dan azan kembali. Jarak azan kedua dengan waktu sholat Subuh juga cukup lama, 20 menit kira-kira. Mungkin untuk memberikan cukup waktu pada jamaah menunaikan sholat sunnah fajar. 

Suara Imam mesjid mengalun merdu melantunkan ayat-ayat suci Alquran menambah syahdu kalbu. Saat sujud subuh keharuan kembali menyelimuti, doa syukur terus menerus terucap di hati. Semoga Ilahi Robbi menerima segala amalan kami. Aamiin.

Usai sholat Subuh, kami juga sholat jenazah. Belakangan aku ketahui bahwa setiap selesai menunaikan sholat lima waktu pasti selalu diikuti sholat jenazah, baik di Madinah maupun di Mekkah.

Oh iya, di tempat-tempat tertentu tak jauh dari shaf sholat ada tong air zam-zam gratis buat jamaah. Terdiri dari dua jenis, yang dingin dan yang normal. Aku dan Mama minum sembari memanjatkan doa bersama-sama.

“Ya Allah, aku mohon pada-Mu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rezeki yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit dan kepedihan, dengan rahmat-Mu ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih  dari segenap Yang Pengasih!” Aamiin.

Usai Subuh kami kembali ke hotel untuk sarapan, karena jam makan yang terbatas.

Tapi masih sempat foto-foto lho.

Buat dokumentasi, contohnya ya buat di posting di blog ini.

Biar greget! Hihihi...





Yang pasti suasana pagi, siang dan malam di Nabawi, hampir tak dikenali. Setiap detik berbalut nuansa religi. Sesak dengan umat yang ingin berbagi kedamaian Nabawi.

Aura ibadah kental terasa. Jamaah hilir mudik dari berbagai negara. Aneka warna kulit dan postur melebur dalam dekapan Nabawi, mesjid sekaligus kediaman Nabi Muhammad SAW.

Silatuhrahmi universal melahirkan ketenangan dan kenyamanan, sulit dilukiskan.

Kini aku mengerti mengapa orang-orang selalu rindu Nabawi, ingin kembali lagi dan lagi.

Berikut tips jitu umroh saat musim dingin:
  • Pilih agen travel yang kredibel dan memiliki pengalaman yang sudah terbukti
  • Untuk menghemat biaya pilih paket reguler yang langsung ke Madinah atau Mekkah, agar tidak tergoda belanja dan kegiatan lain yang menyita tenaga, karena umroh adalah hampir 100% ibadah fisik misalnya aktivitas berjalan kaki ke mesjid, thawaf, sai dan ziarah ke beberapa tempat bersejarah serta menyesuaikan dengan cuaca dan iklim di sana
  • Siapkan semua administrasi dokumen seperti paspor, pas foto khusus umroh dengan 80% porsi muka dengan tampak dekat dan jelas serta kartu vaksin maningitis.
  • Jika jarang berolahraga, mulailah nyicil jogging dan lari setiap pagi, minimal satu bulan sebelum berangkat
  • Membaca buku panduan umroh dan berselancar di dunia maya. Ada banyak artikel di sana bahkan lengkap dengan videonya.
  • Siapkan isi koper minimal 3 hari sebelumnya untuk keperluan 9 hari (umroh reguler) dengan bijak, karena jatah bagasi cuma 1 per jamaah dengan berat 25 kg. Pilih jenis pakaian yang ringan seperti katun, agar cepat kering saat habis dicuci dan langsung digantung, serta baju hangat/sweater bagi yang tak tahan cuaca musim dingin.
  • Pilih pakaian yang bisa di mix and match agar tidak kelebihan bagasi
  • Bawa obat-obatan pribadi termasuk sunscreen lotion dan harus dipakai ya jika tak ingin kulit pecah-pecah seperti zombie.
  • Selain koper besar, siapkan 1 lagi tas tenteng dengan isi pakaian untuk 1-2 hari lengkap dengan peralatan mandi dan perawatan wajah untuk jaga-jaga apabila koper kita hilang atau menyusul tiba. Hal ini bisa terjadi jika kita berangkat dalam jumlah rombongan yang besar.
  • Kalau ini tips pribadi, bawa gantungan baju dan detergen secukupnya biar bisa nyuci karena ssst... laundry mahal bow.. hahaha...
  • Bawa botol minum ya, buat bawa air zam-zam sepulang dari mesjid
  • Kaca mata hitam juga wajib guna mengurangi efek silau sang mentari
  • Lakukan penukaran duit di tanah suci karena lebih murah  
Reportase sesi ini diakhiri, ntar kepanjangan bisa buat sakit gigi.

Yang masih penasaran, boleh deh lanjut mengikuti seputaran aktivitas di Nabawi seperti mengunjungi kebun kurma dan kota seribu tenda Mina.




Selasa, 22 Maret 2016

Cerita Echa Blog Family dan Parenting Terbaik 2015


Jadi gini,

Selama seminggu tidak menyentuh pernak-pernik blogging rasanya sedikit pangling.

Perkembangan selama seminggu ternyata begitu membahana. Banyak peristiwa penting yang aku lewatkan, kakaaa...

Pengumuman pemenang dan munculnya berbagai kontes sosial media yang membuat kehidupanku semakin berwarna, meninggalkanku untuk sementara.

Saatnya mengejar pakai kereta pertama. Yihaa...

Langsung deh aku silatuhrahmi di komunitas Blogger Perempuan.

Ternyata arisan link sudah diputar dan Mbak Echa mendapat kehormatan sebagai pemenang pertama. Jadi, kita semua kudu membuat postingan tentang beliau.

Wah... seru yaaa.

Rasanya gak sabar menanti tulisan blogger lain tentang diriku *kibasponi.

Yuk ahhh kita sowan kesana...

Yang langsung terbayang saat membaca web si mbak, pasti fisiknya yang cute dan so imut dong yaa.

Ternyata aku sallaah...

Mungkin ini ada hubungannya dengan si Cucuth kucing kesayangan yang berusia 12 tahun. Biar mirip-mirip gitu. Hahaha...

Iya Mbak Echa juga penyayang kucing, sampai-sampai ia dedikasikan satu web khusus untuk kucing kesayangannya itu.

Tab yang aku klik pertama kali adalah tentang Echa.

Wow... Mbak Echa adalah survivor kanker getah bening dan saraf kejepit. Bisa dipastikan dong warna-warni kehidupan yang dijalani.

Semua hasil tulisan di blog adalah hasil tulisan sendiri, tentang cerita sehari-hari, tentang tumbuh kembang anak, hobi make up, kecintaan utak-atik gadget, suka-duka kehidupan serta tentu saja cerita tentang kesehatan berjuang dengan kanker.

Beberapa tulisan juga berisi review dan atau digunakan juga untuk mengikuti lomba.

Tak sabar, selanjutnya aku mampir di Gadget dan Tekno.

Postingan mengenai 5 hal yang dilakukan sebelum publish postingan langsug menyita keingintahuanku.

Aku simak pelan-pelan dan langsung dipraktekkan.

Gaya menulis yang runut, sederhana plus infografis mampu membimbingku mengeksekusi semua langkah-demi langkah.

Brillian!

Bertambah lagi pundi-pundi bloggingku dan  sangat bersemangat menjelajahi kembali cerita lain yang pasti lebih seru, keren dan menginspirasi dari sobat baru dunia mayaku ini.

Selain itu baby & parenting, kecantikan, DIY (hahaha.... sekilas kirain sebelumnya ini tentang Daerah Istimewa Yogjakarta, ternyata Do It Yourself), Kesehatan, Curhat dan Kucing adalah beberapa label postingan blogger yang telah memenangkan Award Blog Family & Parenting Terbaik 2015 ini.

Sempat ngintip salah satu postingan kecantikan Cantik dalam 5 menit.... dan nonton videonya.

Duuh tambah jatuh hati sayah... klepek-klepek.

Ditambah sentuhan sense of humor, dijamin buat kita tambah terseponah eh terpesona.

Ayo buktikan sendiri dan dapatkan berbagai inspirasi dari Cerita Echa sebagai Blog Family dan Parenting Terbaik 2015.

Happy blogging... Blogger Perempuan!







Sabtu, 19 Maret 2016

Bahagia itu sederhana!


Bahagia itu Sederhana


Ternyata, tips membuat hidup lebih bahagia itu sederhana

Jadi gini,

Beberapa waktu lalu hatiku tergetar hebat, saking bahagianya saat melihat paras buah hatiku yang sumringah.

Iya, hanya dengan menikmati aura bahagia, akupun ikut terseret ke dalam pusarannya.

Funtastic!

Senang banget!

Di saat lain saat menikmati tontonan yang mampu menerbitkan rasa haru, kasih yang membuncah, akupun merasa damai, tenang dan nyaman.

Atau sembari menyetrika aku menikmati alunan lagu dari penyanyi favoritku, apalagi kalau lagunya mampu membakar semangat memulai hari, serta merta kegiatankupun berhenti, kuikuti irama dan beraksi bak dancer sejati.

Ha ha ha ha...

Begitulah, bagiku kebahagiaan tak harus menunggu target tercapai atau berhasil memperoleh sesuatu.

Bahagia bisa hadir dari momen-momen kecil yang tercipta setiap hari.

Hanya saja kita perlu merasakannya dari hati.

Banyak-banyak bersyukur juga membantu menghadirkan kebahagiaan.

Tak harus menunggu yang serba mewah dan mahal.

Bahagia itu kita yang cipta, tak perlu campur tangan orang!

Bahagia itu sederhana dan kita yang cipta
... karena bahagia itu kita yang cipta
Bukan untuk di temukan di luar, tapi dia bersemayam di lubuk hati terdalam.

Bukan juga ditentukan oleh ketenaran, kekayaan, kecantikan, kekuasaan, kesuksesan bahkan kesehatan.

Kebahagian tergantung kepada keputusan kita sendiri, iya diri kita sendiri!

Mampukan kita mensyukuri semua yang telah kita miliki?

"Jika kebahagiaan dapat dibeli, pastilah orang kaya akan memborong habis semua kebahagiaan di muka bumi ini."

"Jika kebahagiaaan hanya terdapat pada suatu tempat, pasti di beberapa belahan bumi akan sunyi tanpa penghuni, karena semua orang pergi mencari di mana kebahagiaan bersembunyi."

Syukurlah, kebahagiaan berada di dalam hati setiap manusia. Jadi tak perlu susah payah mencarinya.

Hanya pikiran jernih, hati putih dan rasa ikhlas, itu yang kita butuhkan dan dapat dipastikan kita siap menciptakan kebahagiaan, di mana dan kapan saja!

Dan... kebahagiaaan hanyalah milik orang-orang yang pandai bersyukur!

Senin, 29 Februari 2016

Osaka Castle Istana di dalam Taman

Osaka Castle Legenda di Pusat Kota

Osaka Castle Istana di dalam Taman. Selamat datang di Osaka Castle, bacanya seperti suara pengumuman di bandara ya. Hahaha...

Biar lebih seru baca kisah sebelumnya di sini, kakaa...

Bangunan ikonik ini terletak di tengah kota di dalam taman Osaka. Didominasi oleh warna hijau, putih dan emas, dan semakin diminati wisatawan lokal maupun internasional.

Begitu memasuki taman, mata sudah dimanjakan dengan pemandangan indah yang membuat rasa lelah menguap ke angkasa. Hijau pepohonan membelah jalan raya bersinergi dengan desain taman. Dan... apa daya, kembali takjub membelit hati, tak mau pergi.



Pada tahun 1496, istana Osaka awalnya berfungsi sebagai kediaman pendeta Budha Rennyo yang memilih lokasi di tanjakan (Osaka) dengan nama Osaka Honganji, dan baru pada tahun 1583 dibangun oleh Oda Nobunaga menyerupai istana, dan juga sekaligus berfungsi sebagai benteng sejak zaman Azuchi Momoyama hingga zaman Edo.

Ada 3 generasi yang telah mendiami istana ini. Bahkan pada perang dunia kedua juga berfungsi sebagai pusat pembuatan dan gudang senjata dengan 60.000 pekerja

Dapat di akses melalui dua pintu, pintu gerbang Otemon dan Sakuramon.

Kami memilih masuk dari Sakuramon.

Pintu gerbang ini menuju bagian selatan benteng utama (Honmaru). Dikelilingi empat sisi tembok bata, ia adalah contoh pintu gerbang Masugata, mirip dengan tempat beras (bahasa Jepang : Masu). Pintu ini juga hasil rekonstruksi, karena bangunan asli habis terbakar saat zaman restorasi Meiji.

Aku langsung berpose di jembatan di atas parit kering (Karahori) yang memisahkan Honmaru dan Ninomaru (bangunan pendukung).

Begitu masuk kami segera disambut batu-batu raksasa berukuran 59.4 meter persegi yang disebut batu gurita (Takoishi) dan merupakan batu terbesar yang pernah digunakan dalam membangun tembok istana di Jepang.

Wah, sudah ada banyak turis di sini. Tua muda semua hanyut dalam suasana kharismatik istana. Saat itu istana didominasi rombongan dari Korea. Mereka memenuhi semua sudut istana. Tua muda berbalut outfit bak fashionista. Seru juga! Serasa menonton pagelaran fashion show.

Nun... jauh di tengah taman seorang bapak tua sedang asyik memberi makan kawanan burung dara yang super jinak. Kemana bapak itu pergi kawanan itu segera mengiringi, bahkan hinggap di tangan sembari mematuk makanan.

Aku dan teman memberanikan membaur dengan burung, mereka tidak merasa terganggu. Acuh, tetap makan. Dalam hati aku masih ragu, takut kalau-kalau burung berubah mood dan menyerangku dan kamera menangkap momen itu. Ha ha ha ha. Bahasa tubuh, gak bisa bohong la...!



Kami segera tenggelam dalam keindahan taman. Rasanya setiap jengkal ingin diabadikan.

Coba deh lihat lewat foto-foto berikut ini.



Berhubung terbatasnya waktu, kami tak bisa menikmati menara utama yang berfungsi sebagai museum yang terdiri dari 8 lantai, di mana di lantai 7 terdapat diorama yang merangkai 19 penggalan cerita kehidupan Toyotomi Hideyoshi, generasi pertama pembangun istana ini yang disajikan dalam bentuk layar televisi yang bersambung seiring berpindahnya pengunjung.

Keunikan lainnya adalah saat naik ke istana kita bisa menggunakan elevator, namun untuk turun kita harus menggunakan tangga, dan itu makan waktu sangat lama.

Sementara agenda lain sudah menunggu selain badan yang sudah gatal tidak karuan karena belum mandi sejak dari Jakarta dan perut yang keroncongan. Jadi ya dengan berat hati kami meninggalkan istana yang masih menyimpan banyak  keindahan seperti taman Nishinomaru, jembatan Gokurabashi, dan sumur Kinmeisui.

All you can eat, tema makan siang kali ini, kecuali minuman beralkohol, ding. Kelompok tur di bagi dua, yang makan pork dan non pork. Menunya yakiniku. Wew, mantap!

Yakiniku itu adalah irisan super tipis daging yang di panggang/di bakar di atas api, yang sebelumnya telah dicelup kedalam saus yang berupa campuran kecap, sake, gula, bawang putih dan wijen. Nikmat sekali. Makanan penutup juga tersedia seperti puding dan aneka es krim. Restoran ini juga menyediakan tempat sholat lho. Keren!

Saking laparnya, sampai lupa foto-foto makanan. Begitu perut kenyang baru deh ingat. Hahaha...


Berikut tips wisata ke Osaka Castle :
  • Sebaiknya datang pada saat bunga Sakura berbunga, dan berbeda untuk setiap kota/tempat di Jepang. Untuk contekan bisa lihat di https://sakura.weathermap.jp/en.php
  • Berkunjunglah pada pagi hari karena perjalanan dari stasiun terdekat sangat jauh dan saat udara masih sejuk
  • Sediakan waktu 3-4 jam agar bisa puas menikmati semua obyek wisata yang ada di dalamnya
  • Rasakan sensasi memakai baju zirah Jepang di photo booth
  • Naik ke dek observasi di lantai tertinggi dan nikmati keindahan taman hijau dan kota Osaka di kejauhan
  • Jam berkunjung 0900-1700 
  • Harga tiket 600 yen untuk dewasa dan gratis untuk anak-anak 
Gimana? Apa kamu juga punya pengalaman ala-ala  Osaka Castle istana di dalam taman?

Oh iya, mau tahu destinasi berikutnya?

Atau mau tahu banget? *tsaaahhh...

Tunggu yaa...



Senin, 22 Februari 2016

Sensasi Lift Dan Eskalator Transparan

Umeda Sky Building Sensasi Lift Dan Eskalator Transparan
Pose ini hasil arahan Pak Usman yang baik hati 

Sensasi Lift dan Eskalator Transparan. Umeda Sky Building adalah lokasi pertama yang kami kunjungi. Terletak di distrik Kita-ku, Osaka. Gedung yang awalnya dikonsep tahun 1988 dengan 4 menara, namun dengan beberapa pertimbangan akhirnya diputuskan hanya menjadi 2 saja, dan selesai tahun 1993, dengan tinggi 173 meter.
Biar tambah seru baca pengalaman pemanasan sebelumnya di sini
Ia adalah gedung yang sangat terkenal dan tertinggi ke-19 di prefektur Osaka, kota nomor 2 terbesar di Jepang. Keunikannya terdapat pada desainnya yang tidak biasa, bak gerbang raksasa dengan bolongan yang menyatukan kedua puncak menara.

Nah, ke puncak di lantai 40, dek observasi itu kita menuju, Floating Garden Observatory.

Akses ke taman gantung ini terpisah dari kompleks perkantoran.

Dengan lift yang transparan, sejak dari lantai dasar kami sudah dimanjakan dengan pemandangan kota Osaka yang mengagumkan. Tak henti-hentinya kami mengagumi hingga tak terasa lift telah berhenti, dan... hanya sampai lantai 35.

Kekaguman kembali menyelimuti sisa perjalanan menuju lantai 39, tempat loket dan pintu masuk dek observasi.

Kali ini bukan lift transparan, namun eskalator yang menukik dan bagai melayang dari gedung pertama menuju gedung kedua dan jelas terlihat tidak ada penopang di bawahnya. Serasa berjalan lepas di udara bebas.

Berbagai ekspressi terekam. Ada yang histeris memekik ngeri, ada yang berpegangan sambil mencengkeram kencang siapa saja yang ada dalam radiusnya. Ada juga yang komat-kamit membaca doa. Sementara aku memilih tenggelam dalam bisu, antara takjub dan takut. Gak jelas. Hahaha...

Adrenalin berpacu dengan waktu, sungguh!

Bagi yang pobia ketinggian, ini sungguh pengalaman yang menegangkan!

So are you dare?

Akhirnya... sampai juga di Floating Garden Observatory lantai 40. Puncak Umeda Sky Building.

Biar lebih afdol nih aku lampirkan big picture ala foto drone. Biar kekinian laaa...

Dan... baca juga pengalaman pertamaku ke luar negeri yang ini ya.


Tampilan Ala Drone Umeda Sky Building
Sumber foto https://www.flickr.com
Dalam bayanganku, kami akan menemukan kebun dalam arti sesungguhnya. 

Ternyata salah, sodara-sodara!

Tempat ini adalah dek observasi, berbentuk lingkaran dengan bolongan di tengah. Cara sempurna menikmati keindahan kota Osaka yang besar, modern dan sibuk dari ketinggian. Beberapa puncak gedung pencakar langit seperti berlomba meraih kaki langit.

Sinergi desain futuristik dengan dinding dan atap gedung yang terbuat dari kaca transparan, membuat adrenalin terpompa dan bergidik saat melempar pandang nun jauh ke lantai dasar di bawah sana. Tak terhalang apapun. Sensasi melayang kembali terasa.

Hiiii... bisa dibayangkan?

Dek Observasi Floating Garden Observatory

Semilir angin lembut menyapa pipi seolah mengucapkan selamat datang di Osaka.  


Dek Observasi Floating Garden Observatory

Sayang, gerimis dan cuaca mendung, dan dengan kamera digital, hasil foto tidak begitu mendukung. Tak berapa lama hujan pun tumpah, belum puas eksis dan narsis kami harus bergegas masuk kedalam gedung, sayang sekali!

Beberapa saat kemudian kamipun turun dan berada di eskalator transparan yang sarat sensasi, lagi. Namun kali ini emosi sudah lumayan terkendali dan punya nyali jepret sana dan sini. 

Hihihi...

Eskalator transparan menuju Floating Garden Observatory

Kembali kami ke lantai 39 dan ada photo booth untuk kenang-kenangan pernah eksis di sini, lengkap dengan tanggal, bulan dan tahun kejadian.

Floating Garden Observatory

Juga ada gerai aneka aksesori khas Jepang, aula dan... restoran. Duh, jadi lapar!

Dan yup bisa di tebak... foto-foto lagi!

Aneka aksesori di lantai 39 Floating Garden Observatory

Aneka Aksesori di Lantai 39 Floating Garden Observatory

Selanjutnya kami turun dengan menggunakan lift transparan kembali menuju lantai dasar. Mengulang sensasi melayang di ketinggian.

Hujan sudah berhenti, cuaca cerah kembali. Sembari duduk aku menyapu pandangan ke segala penjuru. Tak kutemukan sampah, hanya beberapa orang sedang lalu-lalang diiringi gemercik air mancur dari kejauhan. Ketenangan dan kenyamanan jelas terbaca di sini.

Lantai dasar Umeda Sky Building

Iya, tak ada orang yang mondar-mandir seperti tak punya pekerjaan. Sepertinya informasi itu, tentang etos kerja orang Jepang yang disiplin, komitmen tinggi pada pekerjaan, pekerja keras terbukti.

Aku juga menyadari, tadi sepanjang jalan menuju bangunan ini, para manula selalu aku temukan dalam keadaan bekerja. Tak ada yang berleha-leha. Aku harus mengkonfirmasikan hal ini kepada Pak Usman.

Ini ada sedikit tips. Siapa tahu giliran kamu, kamu dan kamu ke sini. Seperti kata master-master traveler di antaranya, penting lho mengetahui apa saja sih aktivitas favorit di tempat wisata yang akan kita tuju.

Tips ke Umeda Sky Building
  • Jika bisa memilih datanglah malam hari, agar bisa optimal menyaksikan efek glowing in the dark lantai Floating Garden Observatory seperti di bawah ini. Keren kan!
Efek glowing dark Floating Garden Observatory
Pinjam foto dari http://thedailyjapan.com
  • Tiket masuk 700 yen
  • Kenakan kostum yang mengandung neon, dijamin makin seru!
  • Siapkan kamera, make sure enough power ya kakaaa...
Semoga terhibur dengan pengalamanku di Umeda Sky Building

Siap- siap, next stop, Osaka Castle


Selasa, 16 Februari 2016

Serba-Serbi Ngebolang ke Jepang


Jepang


Serba-Serbi Ngebolang ke Jepang. Suara kereta dorong membangunkanku, saatnya snack dini hari.
Biar lebih nyambung baca kisah sebelumnya di sini, ya kakaa...
Aku minum jus guava dan segelas air putih. Tak bisa tidur kembali, aku menonton film The Fault In Our Stars yang mengharu biru.

Film belum usai, kantuk menyerang kembali. Aku matikan TV dan kembali aku terlelap, meski sesekali terusik, karena kepalaku terkulai, terbangun, tertidur, terkulai lagi. Begitu seterusnya, hingga jam menunjukkan pukul lima. Segera aku menunaikan kewajiban. Tayammum, tentu saja.

Tak berapa lama sarapan pagi pun tiba. Aku pilih western style menu. Mantap, ada croissant yang tersaji hangat. Duh renyah dan garing, puding dan jus guava (lagi).

Nun, jauh di sana cahaya ufuk merah menggoda mengintip, malu-malu. Indah sekali. Sayang, aku tak bisa mengabadikannya. Selain tak punya kamera canggih, akupun tak yakin apakah diperkenankan.

Osaka, Aku datang!

Jam 8 pagi waktu Osaka, kami mendarat di bandara Kansai International (KIX). Ada 2 jam perbedaan waktu dengan Jakarta (WIB). Osaka lebih cepat 2 jam.

Wow, aroma keteraturan, disiplin segera terasa begitu memasuki terminal kedatangan. Karyawan telah sibuk di posnya masing-masing. Wajah serius ada di mana-mana. He he he... Suasana masih cukup hening dan lengang. Mungkin pesawat kami yang pertama mendarat ya?

Untuk pemula seperti saya, desain terminal ini sangat membantu. karena begitu keluar dari perut pesawat, penumpang telah di arahkan sedemikian agar tidak tersesat. Posisi panah arah tujuan juga strategis. Kemungkinan untuk tersesat sangat tipis.

Melewati berbagai lorong, akhirnya kami tiba di counter imigrasi. Seorang staf mengucapkan salam dan mengarahkan kami kebeberapa counter guna menghindari panjangnya antrian. Sungguh teratur!

Hei... aku temukan pengalaman baru di sini!

Saat kita sampai di depan counter imigrasi, tak bisa serta merta mengantri dekat dengan meja. Ada jarak tertentu kira-kira 1.5 meter dan diberi warna kuning.

Duh,,, tadinya aku mau foto. Namun ada tanda gede banget NO PHOTO!!

Haisss...

Giliranku tiba, kuberi senyum termanis yang tersisa (aku letih banget, mo copot nih badan). Dia membalas, duh,,, senangnya dapat  nippon's smile . Mak nyosss!

Kusodorkan pasport, lembar kuisioner imigrasi, tak lama aku diminta scan kedua jemari, lengkap kanan dan kiri. Done!

Next check, bagasi, man!

Memasuki ruang ambil bagasi yang super luas, wah... suasana jauh berbeda. Riuh karena ada banyak penumpang lalu lalang.

Kami disambut petugas dengan seekor anjing herder super besar dan kekar yang sibuk memburu para penumpang. Tapi tidak semua lho diburu, hanya kandidat pelaku. Hahaha... Buktinya rombongan kami dia lewati begitu saja.

Jangan-jangan karena kami super kecuuut baunya yaa. Hahaha...

Any how, adakalanya herder ngotot mengendus penumpang dengan sangat fokus, sampai-sampai petugas kewalahan menenangkan, apalagi sang penumpang, namun di saat lain, sang herder berjalan kalem dengan mengendus seadanya.

Pokoknya, si herder most popular scene deh, karena hampir tiap penumpang meluangkan waktu memperhatikannya, meski hanya sesaat.

Satu yang pasti, aku tak melihat ada banner iklan apapun di sini. Mulus...lus.

Sembari menunggu bagasi, tak tahan lagi kami bergegas mencari rest room. Gerah banget!

Wow, ramai coii di sini. Kayak pasar gitu. Hihihi...

Usai menunaikan hajat, aku bingung mencari tombol flush, karena semua berhuruf kanji. Ternyata, tak ada tombol untuk cebok/bilas, saudara-saudara. Mau tanya petugas belum ada. Atau aku yang buta? Aku ambil tissu, lap seadanya. Keluar dari WC, aku ambil tissu lagi basahi dan masuk kembali ke WC. Aku lap lagi. Aiiiii,,,, seadanya... Maafkan daku Miss V.

Usai mencuci muka kami kembali ke ruang bagasi, ternyata kami telah di nanti. Ahh, jadi gak enak nih sama rombongan.

Oh iya, ternyata suhu di Osaka tidak jauh beda dengan Jakarta. Jadi tak perlu penyesuaian segala gitu *benerinponi. Malah aku sedikit merasa sumuk. Pengaruh belum mandi kali ya.

Ada sedikit insiden nih. Keluar dari migrasi ternyata rombongan satu demi satu telah beranjak, aku dan teman telat dikit, buntutnya kehilangan jejak , jadilah kami bingung. Kami segera bergegas menuju ruang bertanda EXIT, namun kami tak menemukan siapapun.

Seorang petugas mencoba menolong, dengan Inggris yang terbata-bata kami jelaskan kalau kami terpisah dari rombongan dan menuju pusat kota Osaka. Tak berapa lama akhirnya sang leader menemukan kami. Duh,, malunya. *plak!

Segera kami bergegas menuju bis yang telah siaga dan bertemu dengan Pak Usman, guide lokal. Beliau WNI, namun perawakannya, perpaduan Mandarin, Korea dan Jepang. He he he, Do goda gado.

Kondisi bis lumayan, bersih namun saat supir mengganti perseneling, sesekali aku mendengar mesinnya protes. Mungkin harus tuning kali, yaa. *tssaaahhh *soktahuloeah!

Selama dalam perjalanan menuju Osaka, Pak Usman menjelaskan bahwa Kansai adalah bandara yang dibuat dari pulau buatan di tengah teluk Osaka.

Kansai secara harafiah artinya barat. Terletak di bagian barat pulau Honshu dan merupakan salah satu daerah prefektur, seperti propinsi kalau di negara kita.

Prefektur Kansai meliputi daerah Mie, Shiga, Kyoto, Osaka, Hyogo, Nara dan Wakayama.

Dan kontruksi bandara Kansai telah direkayasa agar tahan gempa dan topan bahkan dengan kecepatan angin hingga 200km/jam. Wow!

Perjalanan menuju Osaka, didominasi pemandangan laut, pabrik dan jalanan yang lengang. Lagi-lagi kutemukan hal yang mengagumkan.

Tak pernah terdengar suara klakson mobil. Atau pengendara yang ugal-ugalan. Atau konvoi sepeda motor.

Kecepatan mobil konstan. Mobil box dan trailer mendominasi. Desain dan konstruksi pagar pengaman di kanan kiri jalan tol tinggi, kokoh dan bebas grafiti.

Melihatnya saja sudah merasa aman tingkat tinggi.

Memasuki kota Osaka, mobil pribadi yang mungil mulai terlihat. Sama seperti tadi, klakson free. Hening, teratur dan bersih.

Rasa penasaran sudah tak tertahankan, lalu...

"Pak Usman, kog jarang terdengar klakson ya?"

"Asyik, dong ya, mbak"

"Iya... culture shock, ne!"

Balasku masih tersepona eh terpesona.

Jadi gini,

Orang Jepang itu punya budaya malu sekaligus memiliki toleransi yang sangat tinggi.

Kita akan jarang mendengar suara atau orang berbicara dengan gadget saat berada di fasilitas publik misalnya kereta api.

Jika hal itu terjadi, semua orang akan merasa terganggu dan serentak melihat ke pelaku dan tersangka bisa dipastikan akan merasa sangat malu dan bersalah.
"Apalagi ditambah tingkat stress di Jepang sudah sangat tinggi dan orang tidak ingin memperparah keadaan dengan hingar bingar termasuk gelegar klakson "
Kecuali dalam keadaan yang amat penting dan genting baru deh klakson berdenting.
"Semua orang menghargai apa yang dilakukan oleh orang lain.
Semoa orang tahu diri dan punya toleransi yang tinggi"
Bahkan saat lampu  hijau dan masih ada pengguna jalan yang menyeberang, mereka, iya para supir itu masih tetap memberi ruang, dan yet still horn free tanpa klakson.

How cool is that!



Semoga suatu saat Indonesiaku bisa begini. Aamiin...

Oh iya... pagi ini acara melalak langsung dimulai. Begitu menurut Pak Usman.

Alamak, dengan kondisi seperti ini, belum mandi. Hihihi. Tapi gak pa-pa, semuanya juga belum mandi. Kecuali Pak Usman, so pasti!

Nah itu sesi pemanasan serba serbi ngebolang ke Jepang dan masih berlanjut... are you ready guys?

Ayo siapkan camilan, yuk kita mampir di lokasi wisata yang pertama.

Tarrraaaa.... ini dia  First stop : Umeda Sky Building


Rabu, 10 Februari 2016

Aku dan Sepatuku


Aku dan sepatuku
Aku dan Sepatuku

Kalau sepatu bisa ngomong, aku tahu dia takkan bohong!

Pasti dia biarkan aku melolong, bak serigala songong.

Ini curhat tentang sang sepatu, partner sejatiku!

Berbagai kisah telah kubagi bersamanya.

Cerita suka dan duka. 

Mulai dari cari-cari perhatian sampai hampir-hampir terlupakan.

Mulai dari acara santai kayak di pantai, sampai serius ala politikus, cuma minus rakus.

Iya, sepatu ini menjadi saksi bisu hiruk-pikuk kehidupanku. 

Dari menemani keseharian sampai ke momen yang memerlukan ekstra perhatian.

Tahukah kamu? 

Usianya hampir 15 tahun, kakaaa…

Dulu, pas solnya menganga namun bodi masih yahud, hampir saja mau aku lempar ke laut. 

Untung akal sehatku masih nyangkut. 

Setelah di makeover malah hatiku semakin terpaut. 

Kesan butut lenyap tak berbuntut.

Kini, dia jadi sahabat sejati. 

Siap menjadi properti dan setia menemani tanpa basa-basi.

Sssst... dia sudah pernah ke luar negeri lho, ke Osaka, Jepang!


Jumat, 29 Januari 2016

5 Wishlist Di Lazada Indonesia


Tahukah kamu?

Dalam rangka menyambut Chinese New Year, Lazada menggeber aneka sale yang menggoda.

So... boleh dong buat wishlist,  ya kakaaa...

Jadi gini,

Belakangan ini nafsuku #eh keinginan bloggingku semakin membaik.

Walhasil notebook yang semata wayang acapkali aku dominasi, not to mention aktivitas di FB, twitter dan instagram yang juga semakin intens seiring pertumbuhan ekonomi. #halah. Ditambah buah hatiku, Yasmin segera masuk SMA, pasti doi juga akan lebih sering lagi berinternet ria untuk mendukung proses belajarnya.

Hmmm... sudah selayaknya aku mulai memikirkan tambahan sebuah notebook, just in case. *elusdagu.

Lagipula, kadang-kadang dinas luar juga aku lakoni. Jadi memiliki gadget yang mendukung aktivitas selama seharian layak dipertimbangkan, apalagi HP sejuta umat yang aku miliki hampir tujuh tahun lalu dan bahkan sudah tidak di produksi lagi, sering mati sendiri, meninggalkanku termangu diterkam sepi. *mendadakmelloow nii...

Ayo, saatnya terbang ke dunia maya!

Kamu, kamu, iya kamu, kita sama-sama buat wishlist yuuk.

Siapa tahu makbul!

Aamiin...

****

Sebagai seorang blogger *kibasponi *benerinkrahbaju yang sering beraktivitas outdoor, agar lebih percaya diri boleh dong pakai aksesori, sebab percaya diri itu embrionya prestasi.
Iya deh, mpok. Percaya eike percaya.

Aku gemar pilih parfum tipe "Unisex" karena boleh dipakai bareng hubby. Ujung-ujungnya biar hemat. Hemat apa pelit, nih. Hahaha...

Ini nih taksiran eike. Dulu, duluuuu banget, pernah pakai. Itu juga dapat hadiah. Hahaha....
*Husss... mangap aza loe!

Nah, ini dia wishlistku di peringkat 1 =>

Calvin Klein CK Be Unisex EDT-200ml - Rp 327.200


Aroma woody dan fresh spicy yang menyegarkan bisa nge "boost mood" di awal harimu lho. Yay!

Wangi lavender dan jeruk mandarin sebagai pembuka, diikuti aroma rumput hijau dan magnolia merambat perlahan bagai ketukan simfoni, dan berakhir dengan sandalwood yang berharmoni dengan amber, musk, cedar dan vanilla. Kesegaran dan ketenangan, pasti kau dapatkan!

Untuk wishlist no. 2, seperti yang di awal eike sudah curhat, tarrra ini dia...

Notebook Lenovo IdeaPad G40-45-14"HD-Quad Core - A8 6410M - 500GB - 4GB- Hitam - Rp. 4.077.777
 Kenapa aku pilih ini?
  • Tentu saja karena harganya yang terjangkau dan spesifikasi yang ditawarkan. Dengan dapur pacu oleh AMD A8 6410 Quad 2.0-2.4Hz, kinerja handal dan layak andal.
  • Sebagai seorang blogger, aku sering kali bermain aplikasi kuis, memutar dan menyimpan data musik, foto, jadi kapasitas hard disk 500GB cukup memadai.
  • Layar ukuran 14"HD cocok untuk aku yang hampir lebih 6 jam per hari menghabiskan waktu di depan monitor.

Yuk kita move on ke wishlist no. 3 =>

Apple iPhone 6 Plus - 128GB - Rp 10.999.000


Gimana?

Ngiler kan lihat bodinya yang yahuud. Desainnya tipis dan ringan, kakaaa... berpadu serasi dengan tampilan Retina HD, memberi tampilan kualitas tampilan terbaik, generasi baru iPhone yang unggul di segala bidang.

Dengan bentang tampilan 5.5 inchi, pekerjaan multitasking djamin gak bikin pening.

Kamera depan 1.2 MP buat acara selfie dengan teman dan keluarga, begitu menyenangkan. Auto Image Stabilization mampu menangkap image yang bergerak.

Sistem operasi terbaru iOS8 ditanamkan di dapur pacu. Teknologi terkini ada di tanganmu!

Selanjutnya wishlist no. 4 =>

Canon EOS 1200D Lensa Kit 18-55mm-18MP-Hitam - Rp 4.799.000
Sebelumnya aku sudah intip-intip tuh jenis kamera DSLR tipe apa untuk new entry seperti aku. Menurut para pakar tipe ini cukup untuk seorang pemula, karena tidk terlalu rumit.

Last but not least, wishlist no.5 =>

LG 43" LED TV with Game Hitam - Model 43LF540T - Rp 4.699.000

Sudah lebih dari 10 tahun kami belum ganti TV, karena TV layar "gendut" kami bandel banget. Lagipula karena asyik blogging, aku juga jarang sekali menghabiskan waktu menonton TV. Paling juga saat makan malam bersama keluarga itupun menonton berita atau nonton premiere film TV cable.

Tapi boleh dong punya harapan, siapa tahu pas si "gendut"  tumbang, aku sudah punya referensi.

Meet my "future LED TV"...


  • Desainnya yang moderen dan kokoh buat aku jatuh hati
  • Dengan resolusi sempurna, tampilan jernih melampaui imajinasi 
  • Gak bikin kantong bolong karena hemat listrik. Gue banget yak!

Nah, itu dia 5 wishlist di awal 2016.

Semua foto juga aku pinjam dari Lazada.

Siapa tahu diajak jadi partner euuui *kedipmanja.