Senin, 31 Agustus 2015

Dari Derawan ke Dewata

Derawan, Maratua

Dari Derawan ke DewataPasti dong sudah akrab ya dengan kata ini.

Derawan adalah salah satu pulau dari Kepulauan Derawan yang berada di Beraumerupakan 1 dari 7 kabupaten yang ada di Kalimantan Timur. Kepulauan Derawan memiliki tiga kecamatan yaitu Pulau Derawan, Maratua dan Biduk-Biduk.

Ada banyak tempat wisata menarik di kepulauan ini. Bagi yang ingin snorkeling, menyelam, keindahan dan keanekaragaman biota laut, Derawan, Sangalaki, Maratua, Kakaban dan Labuan Cermin adalah pilihan tepat!.

Bahkan Derawan diklaim setara dengan Raja Ampat di Papua. Selain itu ada beberapa tempat tertentu di Derawan jika cuaca menguntungkan kita bisa menikmati semburat pesona mentari saat terbit dan tenggelam lho, atau kita bisa mengelilingi Derawan sambil naik banana boat dan diakhir perjalanan saat banana boat terbalik, kadang-kadang terminum air laut yang asin. *Uhuk!*

Di Sangalaki kita bisa menjadi saksi saat tukik (anak penyu) yang ringkih dan rentan predator itu berjuang menuju air laut. Meski kita putar, tukik dengan insting alamiah tetap bisa memandu dirinya menuju air laut. Mengharukan! 

Sangalaki, tukik

Sedangkan Kakaban dengan Danau Kakaban menawarkan sensasi snorkeling bareng ubur-ubur yang telah mengalami revolusi sehingga kita bisa menyentuhnya.

Gugusan terumbu karang, aneka flora dan fauna serta pesona beberapa titik selam adalah andalan air laut di Maratua yang bening bagai kaca. Kamera anti air dan pose underwater, wajib hukumnya!


Kakaban Berenang Bersama Ubur Ubur

Derawan Maratua

Sesuai dengan namanya Danau Labuan Cermin, air danau ini jernih bak sebuah cermin, sehingga karang dan ranting di dasar danau kelihatan. Keasrian dan suasana alami pepohonan menambah keindahan danau ini. Keunikan terletak di rasa air danaunya. Danau ini memilik dua rasa, di permukaan tawar dan di dasar asin. Organismenyapun terbagi, ikan air tawar di permukaan dan ikan air laut di dasar danau. Tuh, unikkan.

Sementara buat yang gemar benda peninggalan sejarah ada Museum Battiwakal di Gunung Tabur yang sangat indah meski hanya terbuat dari kayu dan tidak terlalu luas. Museum ini kental akan nuansa Melayu yang identik dengan warna kuning, cuma buka hari Sabtu dan Minggu dan gratis.

Ada juga Keraton Sambaliung dengan ciri arsitektur China yang diklaim berdiri sejak tahun 1881 Masehi. Semua bisa diakses dengan mudah dari Tanjung Redeb, Ibukota Berau.

Ingin menikmati kuliner sembari duduk di tepi sungai? Jangan lewatkan wisata kuliner yang dimulai sejak jam 16.00-24.00 di pinggir sungai Segah. Orang Berau menyebutnya "Tepian". Kuliner yang sering ditemui adalah nasi goreng, pisang bakar dan roti bakar. Hmm, yummy!

Untuk menuju Derawan kita bisa terbang melalui Balikpapan dari Jakarta, Yogjakarta, Makassar, Banjarmasin, Surabaya dan Denpasar. Berikutnya mengambil penerbangan penghubung ke Berau dengan menggunakan Garuda, Sriwijaya Air dan Wings Air. Dari Bandara Kalimaru akan tersedia taksi yang siap sedia mengantar ke berbagai tujuan wisata. Untuk penggemar jalur sungai bisa puas menyelusuri aliran sungai Segah dengan menggunakan speedboat yang tersedia di pelabuhan Tanjung Redeb. Hotel dan penginapan juga telah tersedia. 

Aku orang Siantar, merantau sejak SMA dan sekarang tinggal di Balikpapan. Meski sudah pernah ke Derawan, aku masih ingin berkunjung lagi ke sana.

Namun kali ini aku ingin sekali ke Bali. Bali adalah lokasi tempat wisata impianku. Sejak masih duduk di Sekolah Dasar, kata-kata Bali seolah terpatri rapat di hati ini. Siapa coba di republik ini yang tak tahu Bali!

Telah sekian lama aku mencoba melalui peruntunganku baik offline maupun online agar bisa wisata gratis ke sini. Namanya saja gratis. Tapi tetap saja aku harus berusaha sekuat tenaga menguras pikiran serta berdoa, baik lewat lomba foto, undian dan lomba blog seperti ini untuk mendapatkannya. Namun yaitu tadi, belum kesampaian juga.

Bali memiliki segalanya! Tempat wisata lengkap dan terpadu. Pantai, pura, danau, pesona alam yang indah, atraksi seni dan budaya, arung jeram dan wisata kuliner. Kebetulan aku punya teman orang Bali, dan aku yakin sekali dia pasti mau mendampingiku saat menghabiskan waktu di sana.

Dia sangat merekomendasikan Pantai Lovina dengan atraksi lumba-lumbanya. Tapi, kamu harus bangun pagi lho agar tak ketinggalan momennya, karena lumba-lumba hanya terlihat saat pagi hari, begitu pesannya wanti-wanti.

Dia juga menambahkan bahwa kini arum jerang juga menjadi favorit wisatawan. Arung Jeram ada dua pilihan. Bagi yang suka kegiatan seru dan menantang ada Arung Jeram Sungai Telaga Waja yang menguras adrenalin dan tenaga, atau Arum Jerang Sungai Ayung yang merupakan kebalikannya menawarkan ketenangan dan keindahan pahatan tebing sungai. 

Ayo, mau pilih yang mana?

Ternyata ada banyak pilihan maskapai ke Denpasar dari kotaku Balikpapan seperti Sriwijaya Air, Lion Air, Citilink dan Garuda. Jika terpilih, pengen banget naik Citilink ke Bali karena aku belum pernah naik armada ini sebelumnya.







Selasa, 25 Agustus 2015

Suatu hari

Sungguh,
Terberkatinya aku mengenal sosokmu
Rasanya ingin kutampar-tampar mukaku
Merenungkan setiap ucapanmu, dalam dan sangat menyentuh

Sungguh,
Tak pernah kusangka
Rasa humormu pun tingkat dewa
Semakin aku terpuruk dalam jerat cinta
Semakin daku meronta, semakin ketat belitannya

Apa daya,
Aku telah jatuh cinta
Cinta pada pandang pertama

~~~~~

Sabtu, 27 Juni 2015

Nevramin, Ngenakin!

Belakangan ini saya demen banget blogwalking, itu lho kegiatan membaca postingan tulisan para blogger, sambil sesekali meninggalkan komentar dan URL, syukur-syukur ada kunjungan balik ke blog saya. #eeaaa

Ternyata oh ternyata, setiap blogger punya ciri khas tersendiri, dari cara penyampaian, pilihan bahasa, topik bahkan desain. Kadang-kadang sebuah tulisan mampu membius dan mempengaruhi saya, bahkan sampai-sampai mencandunya. #wuih

Buat saya selalu dan selalu ada oleh-oleh dari kunjungan kerja itu. Selain kepuasan batin melahap tulisan yang kadang-kadang sampai membuat kepala terangguk-angguk bak profesor yang telah berhasil menemukan formula canggih, saking menikmatinya, sampai memicu munculnya ide yang kreatif dan inovatif yang tak terpikirkan sebelumnya. #cieeee

Nah, saat singgah di sebuah blog itulah saya tertarik dengan sebuah postingan tentang NEVRAMIN! 


Jadi gini, 

Tubuh kita ini ibarat mesin mobil, juga perlu BBM (Bahan Bakar Minyak) *kali-kali aja sudah lupa kepanjangannya, xi xi xi xi.

BBMnya ya makanan. Secara umum makanan kita harus mengandung 3 komponen penting.

1 Zat tenaga dari karbohidrat dan lemak
2 Zat pembangun dari protein
3 Zat pengatur dari vitamin dan mineral

Selain itu makanan juga harus memiliki 3 syarat yaitu higienis, bergizi dan cukup jumlah!

Dari 13 total vitamin yang diperlukan oleh tubuh, ternyata 8 diantaranya masuk kedalam grup vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9, Kolin & Inositol) yang bekerja saling bersinergi. Artinya kekurangan salah satu anggota dari vitamin B kompleks akan menyebabkan ketidakseimbangan, terutama yang ada kaitannya dengan sistem syaraf tubuh (neuro).  Kedelapan anggota vitamin ini  larut dalam air, meski juga sangat rentan rusak dan hancur.  Kabar buruk lainnya adalah tubuh kita tidak bisa menghasilkan vitamin B kompleks. Jadi tiap hari kita harus mensuplainya.

Hmmm,, jadi itu ya penyebab saya sering kesemutan, pegal-pegal dan kebas, ternyata asupan vitamin B kompleks saya mengalami ketidakseimbangan.

Untung ada NEVRAMIN,  sang NEUROVITAMIN yang siap membantu, produk ini merupakan salah satu andalan Takeda Indonesia!


Produk ini mengandung Fursultiamin (vitamin B1 aktif) 50mg yang lebih cepat bekerja dalam tubuh, plus B6 100mg dan B12 500mg yang berguna untuk mengatur metabolisme dalam saraf agar produktivitas tubuh tetap terjaga dan terhindar dari 5K, kaku, kram, kesemutan, kebas, mata kedutan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.


Jadi, agar kreatifitas dan aktivitasmu bebas 5K, ENAKIN HARIMU dengan memastikan dietmu memenuhi semua syarat makanan sehat dan bergizi, dan minum NEVRAMIN jika perlu!

NEVRAMIN, Redakan BEBAS, KESEMUTAN, Bebas beraktivitas seharian!

Berpartisipasi dalam Blog Competition dengan tema "Enakin Harimu"


Sumber
http://manfaat.co.id/manfaat-vitamin-b-bagi-tubuh
http://cnidc715.com/2012/06/05/menu-makanan-sehat-higienis-bergizi-dan-cukup-jumlah/
http://infonewbi.blogspot.com/2012/12/manfaat-vitamin-b1-b6-b12-fungsi.html
http://www.carakhasiatmanfaat.com/artikel/manfaat-vitamin-b-kompleks-bagi-kesehatan-kita.html










Rabu, 10 Juni 2015

Review NATURAL HONEY - Pure Honey Lotion


Di rumah kami, MADU adalah primadona!

sumber foto www.naturalhoney.co.id

Tiada hari tanpa madu. Mulai bangun tidur hingga menuju keperaduan, madu menemani aktivitas sehari-hari. Sebagai pengganti gula, sesendok madu yang dicampur ke dalam 200cc teh hijau hangat, plus perasan lemon mampu menstimulir semangat. Sarat manfaat! Coba ya.

Apalagi dalam kitab suci ajaran agama kami, madu bahkan diterangkan dalam surah tersendiri. Semakin menambah keyakinan bahwa segala sesuatu tentang madu, pasti bermanfaat selain rasanya yang nikmat.

sumber foto https://theislamisourlife.files.wordpress.com 

Selain manfaat medis, madu juga berperan dalam kecantikan & perawatan kulit

Terinspirasi dari kualitas terbaik dari madu murni, NATURAL HONEY memproduksi Natural Honey hand & body lotion yang diproduksi dengan teknologi terkini agar terjaga kemurniannya.

Yuk mengenal lebih jauh manfaat madu bagi kecantikan kulit yang saya kutip dari Natural Honey. Sekali-kali membaca "bacaan berat" gak pa-pa ya *kedipkedip




1. Antioksidan 

Radikal bebas dapat mempercepat penuaan sel. Madu memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi, sehingga mampu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Bahkan antioksidan yang disebut "pinocembrin" hanya ditemukan dalam madu.

2. Melembutkan & melembabkan kulit

Asam glukonat dan asam organik ringan lainnya dapat melonggarkan ikatan sel-sel kulit mati sehingga mempercepat regenerasi, mengurangi keriput dan garis penuaan, menyeimbangkan minyak dan meningkatkan elastisitas kulit. Madu juga mengandung gula dan asam amino yang membantu mempertahankan kelembaban kulit 

3.  Anti Microbial 

Madu merupakan larutan gula jenuh dengan aktivitas air rendah (Aw) dan mengandung hidrogen peroksida sehingga tidak mendukung pertumbuhan mikrobia. Terdiri dari 84% gula dengan kadar air sekitar 15 sampai 20% (Madumurnirajamadumaduraja)

4. Anti-inflammantory

Madu mempunyai kemampuan sebagai anti-inflammasi atau anti peradangan. Produk perawatan kulit yang mengandung madu, sangat baik untuk kulit sensitif

5. Immunostimulating

Kandungan propolis alami madu asli sebagai Immunostimulating sangat berkhasiat dalam menjaga dan menstabilkan vitalitas tubuh sehingga sistem imunitas/kekebalan juga meningkat.

Ups,, cukup dengan topik berat.

Yuk kita intip 4 varian NATURAL HONEY- Pure Honey Lotion.
Pilih satu yang cocok untukmu, ya

1. NATURAL HONEY Moisture Rich 
Review:
- Varian ini cocok banget buat kamu yang memiliki kulit sangat kering, pecah-pecah terutama di daerah siku dan tumit dan bekerja di ruangan AC
-TIDAK cocok untuk digunakan sangat bepergian di siang hari ketika jalan kaki atau berpanas-panas ria, karena mengandung tingkat kelembaban yang paling tinggi di antara varian lainnya (level 5), kulitmu akan terasa lengket dan tentu saja tidak nyaman.

Secara pribadi aku pakai varian ini, karena kamarku ber AC.

Bahan Utamanya selain Pure Honey yang berfungsi menjaga kelembutan dan kesehatan kulit, ada juga Olive Oil yang akan memberikan kelembaban melimpah serta Vitamin E untuk perawatan terhadap kulit kusam dan kasar agar mejadi cerah lembut, serta 24hFormula yng mengunci kelembaban alami kulit dan menutrisi hingga lapisan terdalam selama 24 jam.

sumber foto www.naturalhoney.co.id

2. NATURAL HONEY Pure White 
Review:
Kalau kamu sering kena paparan matahari, varian ini sangat cocok untukmu!

Dengan kandungan Pure Honey untuk menjaga kelembutan dan kesehatan kulit, serta Yogurt yang kaya nutrisi alami bagi kulit . Vitamin B3 serta Double UV protectionnya secara aktif melindungi dari pengaruh buruk sinar UVA dan UVB, apalagi dengan kandungan SPF 30PA++ dan level kelembaban 3 tidak terasa lengket di kulit, cocok banget buat aktivitas outdoor.

sumber foto www.naturalhoney.co.id

3. NATURAL HONEY Firm & Youthful
Review:
- Cocok buat yang ingin menjaga elastisitas dan keremajaan kulit
- Tingkat kelembaban 4

Varian ini bekerja secara intensif untuk merawat kekencangan kulit, sehingga tampak cantik muda. Dengan kandungan nutrisi untuk kulit yaitu Yeast Ekstrak sebagai skin conditioner untuk menjaga kehalusan kulit. Sedangkan Collagen menjaga elastisitas kulit sehingga tersa kencang dan terjaga keremajaannya. Plus Pure Honey untuk  kelembutan dan kesehatan kulit. Oleskan keseluruh tangan dan tubuh setelah mandi secara rutin. Dapatkan kekencangan kulit dan Anda tampil cantik dan muda!


sumber foto foto www.naturalhoney.co.id

4. NATURAL HONEY Antioxidant
Review:
- Sobat yang sering berinteraksi dengan debu, polusi udara, asap kendaraan dan sengatan matahari, varian ini cocok banget buat kamu.
Mengandung madu, Orange Extract dan vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan. Aku suka wanginya, menyegarkan! Tentu dong, kan ada ekstrak jeruknya. Meski tingkat kelembabannya 4, varian ini cepat meresap dan tidak terasa lengket.

sumber foto www.naturalhoney.co.id


Aplikasi Pemakaian


-  Oleskan ke seluruh tangan dan tubuh setelah mandi
- Awal pembauran terasa lengket, tak perlu menunggu lama, setelah meresap di kulit, tidak lagi lengket dan warna kulit menjadi agak mengkilat
- Aroma lembut segera terasa, sukar dijelaskan dengan kata-kata
- Warna lotion seperti susu

Yang Aku Suka
- Tekstur mudah membaur dan cepat meresap
- Mengandung Pure Honey, bahan alami favoritku
- Harga cukup terjangkau

Yang Aku Tidak Suka
- Stoknya tidak selalu tersedia di kotaku Balikpapan, Kalimantan Timur *hiks

Oh iya produk ini bisa didapatkan di Giant, Hypermart dan Carrefour.


Sabtu, 06 Juni 2015

Sepetang Bersama Blogger 2015


Beberapa hari lalu, saat klik newsfeed di FB, salah satu postingan Emak Gaoel tentang alasan beliau kenapa harus ke SBB yang merupakan hajatan besar Denaihati.com dan disponsori oleh Yeos Malaysia sangat menggoda saya. 




Namun hati kecil saya tahu diri, saya ini apalah apalah dibandingkan para blogger senior. Meski begitu tulisan Emak Gaoel tetap saya lahap bahkan sampai berkali-kali. Semakin saya berusaha menepis keinginan melupakannya, di lain sisi, hati ini melompat-lompat bak bungee jumping yang ingin mencelat.

Mulailah saya nongkrong di postingan Denaihati.com. Saat klik halaman langsung terbuka. Ringan sekali. Warna-warni pelangi halaman segera menyita perhatian. Cuma karena blog Malaysia, banyak kosakata buat saya menganga. He he he.

Selanjutnya ke Yeos Malaysia juga. Sama dengan Denaihati.com. Web ini juga tak kalah ringan. Kurang lebih sama deh dengan tampilan umum web produk di negeri tercinta.

Last but not least, mampir juga ke Anazkia.com. Ini adalah kunjungan pertama.
"Karena hanya tulisan yang bisa saya tinggalkan" langsung menyita perhatian. Dalam dan meninggalkan kesan! 

Saat membaca "tentangku", serasa berhadapan. Saya mulai mesem-mesem sendirian. Apalagi pas baca mantan TKW, jadi ngeh, soalnya di postingan sebelumnya saya sempat bertanya-tanya kenapa nuansa Malaysia kental terasa. Oh,, that's why, eeuiii. Terus pas kebagian "pentium berapa ......" itu, saya sudah gak tahan lagi, ngakak habis, sampai airmata keluar. Kog gue banget, maksudnya. Ha .. ha .. ha
Ane kira, ane yang paling oon sedunia. Xi xi xi xi

Bukan maksud nyama-nyamain cerita lho ya,, biar di pilih gitu ke SBB 2015. Blog saya juga dibuatkan anak murid adik saya. Anak SMP kelas dua. Ha ha ha. Gile bener tuh anak, mainannya kode script. Cita-citanya pengen jadi hacker internasional. Duh,, belum pernah rasanya dengar yang beginian. 

Aniwei, ini kog melenceng banget ya dari tema. Habis bingung, mau cari alasan dan memilih kata-kata penuh rayuan. Ciee,, ciee,,

Kembali ke laptop!

Bismillaahirohmaaniroohim,,

Dear Anazkia, *mimikserius

Saat ini satu-satunya yang terpikirkan dan bisa mewakili gegap gempita perasaan saya kenapa saya harus Ke Sepetang Bersama Blogger 2015 Bersama Anazkia, adalah The Power of Silatuhrahmi! Plus pada dasarnya memang demen jalan-jalan. Gak percaya? Boleh deh mampir di blog saya yang masih di bawah sepuluh postingannya. Ha ha ha...

Lagi-lagi bukan maksud cari kembaran, lho. Saya juga kayak air laut. Pasang surut ngeblognya. Suka kasak kusuk kalau ada even seperti ini. Jalan-jalan, terus dibayarin xi xi xi xi.

Jadi, sebagai bahan pertimbangan, saya sudah punya pasport dan masih berlaku, paham sedikit English *apa coba hubungannya ya, he he he

Insya Allah sudah mematuhi semua persyaratan.

So, tunggu apalagi, pilihlah saya jadi partnermu! *nyanyialaKD




Rabu, 13 Mei 2015

Misteri Hati


Misteri Hati.  Duh, judulnya horor banget yak!

Liburan kali ini kami sepakat berbuat sesuatu yang berbeda!

Iqbal, yang asli penduduk Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara rupanya sudah punya rencana.

"Guys, kita akan berkeliling Pulau Karang!" dia membuka pembicaraan di suatu pagi saat kami menikmati ketan hangat yang ditaburi kelapa dan sepotong pisang goreng, sementara Yusran yang sedang menyeruput teh hangat, menoleh sambil mengangguk-angguk. Gak jelas kenapa.

"Sudah pernah kesana, sebelumnya?" tak tahan aku mengangkat kepala dan menoleh padanya

"Sudah, tapi duluuuu, waktu aku kecil, katanya sambil memperlihatkan kelingking"

Ada-ada saja!

"Tapi, di sana tak ada apa-apa lho!" Kita harus bawa bekal lengkap, Zuhra sepupu Iqbal ikut menimpali.

"Aku akan sewa perahu!" Fauzi yang biasanya irit bicara kali ini menyumbangkan pemikirannya

Pulau Karang yang akan kami tuju-masih menurut Iqbal, selalu menjadi tujuan liburan, terutama bagi anak-anak perantauan seperti kami yang jarang pulang kampung.

Kebetulan aku dan Iqbal sama-sama merantau ke Kalimantan, kami bertemu saat kuliah umum di auditorium Kampus Gunung Kelua, Universitas Mulawarman, Samarinda.  Sementara Fauzi, Yusran dan Zuhra, semuanya adalah sepupu Iqbal yang tetap setia jaga gawang di kampung. Aku kenal mereka lewat cerita dari Iqbal. Dan sejak saat itu persahabatan kami terbina.

Untuk sampai ke Barus, dari Samarinda kami harus menempuh 3 jam perjalanan bis ke kota Balikpapan. Meski Samarinda ibukota Propinsi Kalimantan Timur, bandara terletak di Balikpapan. Unik ya! 

Aku suka sekali kalau ke Balikpapan. Jalanannya mulus dan bisnya juga nyaman. Tak lupa aku bawa oleh-oleh khas Samarinda, amplang, sejenis kerupuk ikan dan gelang yang terbuat dari manik dan mutiara imitasi. Yang asli juga ada, cuma duitku yang tak ada. Ha ha ha ha ha.

Dari Balikpapan kami menggunakan pesawat menuju Batam kurang lebih dua jam dan lanjut ke Kualanamu International Airport (KNIA) selama 1,5 jam. 

Aku bermalam di rumah adikku Roni di Lubukpakam, sementara Iqbal nginap di rumah kakaknya di Medan.

Besoknya Iqbal menjemput aku dan Roni, dengan mobil carteran kamipun menuju Barus. 

Kali ini kami harus 9 jam dalam perjalanan. Bisa sih naik pesawat dari KNIA, cuma 45 menit sampai deh di Sibolga, ibukota propinsi Tapanuli Tengah. Tapi apa enaknya, kalau liburan semua serba pesawat ya. Tapi yang utama sih,, lagi.. lagi .. dananya. Ha ha ha ha ha.

**

Hari itu, di dermaga Barus, sang surya begitu perkasa, di tingkahi semilir angin membawa aroma amis dari kerajinan ikan asin dari sudut desa.

Sesaat sebelum berangkat kamipun mencoba kamera. Klik,, klik,, masing-masing dengan gaya suka-suka.

Pengalaman unik segera bermula. Perahu tak bisa berpadu seirama dengan bibir pantai, karena ombak & angin senantiasa mengusik dengan lidahnya. Begitu perahu mulai mendekap pasir, ombakpun segera beraksi, walhasil perahu kembali bergoyang genit.

Apa daya, kami harus meloncat kedalam air, berpegangan erat ke tepi perahu dan hup,, loncat,, atau tepatnya separuh merangkak masuk ke perahu.


Nyanyian mesin motor perahu memecah riuh ombak, perlahan bibir pantai berubah bak sebaris senyuman dari kejauhan . Bayu semilir membelai pipi, ku pejam mata meresapi karunia Illahi. Atas kesehatan hari ini, sehingga kami semua berkesempatan berbagi.

"Itu pegunungan Bukit barisan!" Iqbal membuka pembicaraan di sela-sela deru mesin perahu

Ku putar kepala, cuaca cerah, tanpa awan yag menggoda, barisan kanopi pegunungan menghijau seolah membungkus kami, jelas terekam mata. Permukaan air laut berkilat-kilat. Sekonyong-konyong ombak besar datang. Aku segera mencekal erat tepi perahu. Mukaku terasa pias karena cemas. Aku segera komat-kamit memasang doa, agar laut kembali tenang. Oh,, ternyata ada kapal nelayan melintas. itu penyebabnya!

Lalu kami saling berbincang. Tentang apa saja. Tentang mungkinkah mengulang kembali perjalanan ini suatu hari nanti. Tentang kegiatan apa yang dilakukan begitu tiba di akhir perjalanan. Tentang hikayat mengapa diberi nama “Pulau Karang”. Sesekali cerita lucu di lontarkan Roni. Dia memang suhunya. Tak seru kalau tak ada dia, makanya aku ajak dia. Kamipun terpingkal-pingkal tertawa. Ahh,, senangnya!

Memasuki separuh perjalanan, air laut berwarna bening kehijauan. Duhai indah nian. Zuhra mulai bernarsis ria. Klik,, klik,, bunyi kamera begitu menggoda.  

Terik mentari yang memanggang, tak menyurutkan hasratnya untuk bersenang-senang.  Tak mau kalah, segera ku raih kamera, tak lama perang klik pun membahana. Masing-masing dengan pose idola,, ya apalagi kalau bukan suka-suka. Pose ala Titanic ada, ala model kelas wahidpun, hayyuk,, yang pose apa adanya ya,, monggo.  Kalau aku mah, jangan di tanya. Pose gado-gado aku menjulukinya. Ya, tentu saja! Mumpung di tengah samudera. Ha.. ha.. ha.. 

Ada banyak pukat nelayan di tengah sana. Aktivitas burung camar tak kalah indahnya. Adakalanya menukik dan mencengkeram ikan, sementara yang lainnya berputar-putar sambil bergerombolan. Saat itu memang tak ada kegiatan nelayan,  Menurut Iqbal, biasanya mereka datang menjelang tengah malam, agar hasilnya dapat di bawa keesokan harinya ke pasar setempat. Jadi ikan masih segar ketika jual beli di mulai umat.

Perlahan, pulau karang mulai menampakkan senyuman, seolah memanggil kami,, bergegaslah!

Raungan mesin melemah, kapal mulai menepi. Rasa penasaran menghampiri. Lambaian nyiur kelapa menyambut mesra.  Pasir putihnya begitu menggoda.  Tak ada dermaga tersedia. Jadi, sama halnya saat berangkat tadi, acara turun perahu  juga pakai gaya yang sama. Meloncat ria. Lumayan, hitung-hitung buat bekal di jalan. Duh,, gak nyambung banget ya,

Begitu menjejakkan kaki, pasir putih lembut menyambut, serasa terhanyut. Ku lepaskan pandangan seraya menghirup udara segar. Nun jauh di ujung pulau, nyiur menunduk kikuk.  Kuputar kepala ternyata beberapa nyiur punya selera sama, seolah sedang yoga.  

“Ayo saatnya bernarsis ria!”, aku berteriak, lalu kamipun berhamburan ke tepi pantai seperti gerombolan balita. Klik!

Iqbal tak mau kalah. Dia mau mewujudkan obsesinya. Berlevitasi ria!

Dia memintaku mengabadikannya.

Meski dengan berkali-kali trial & error, akhirnya dia berhasil. 

"Berhasil,, berhasil,, hore!" dia bernyanyi & berjoget dengan tubuh basah kuyup & ngos-ngosan.

Duh,,perut sudah tak bisa di ajak kompromi lagi, bekal siap di nikmati.
Beralas pelepah nyiur kering, kami bertebaran mencari posisi di antara semak belukar. Nikmat tak terhingga, menu kaki lima, rasa bintang lima. Sembari memandang ke laut lepas, nuansa biru kehijauan, rasanya tak ingin sedetikpun melepas pandangan.

Saking laparnya tak seorangpun yang ingat untuk mendokumentasikannya. Hi hi hi. So,, tidak ada pose mangap edisi kali ini. 

Misi selanjutnya mengelilingi pulau. Dengan diameter kurang lebih 2 km, dan perut sudah kenyang, rasanya, itu misi yang masuk akal. Ha ha ha ha.
  
Kami memutuskan mulai dari sisi kanan pulau. Sisa bekal kami tinggalkan saja. Lagi pula siapa juga yang mau iseng mencuri di siang bolong begini. Wong pulau ini tak ada penghuni.  Kalau penghuni lain… wah gak mau mikir ke sana ah.

Pasir putih lembut segera mendominasi kaki, rombongan siap membakar kalori!
Semakin ke ujung pulau pasir semakin lembut dan air semakin bening, hingga suatu saat kamipun tak tahan lagi. Melebur ke bumi. Dan, lihat! ada bangkai kapal nelayan di sini! Lamat-lamat terdengar kapal nelayan melintas. Hal seperti ini harus di dokumentasi. Jadi, ya foto lagi! Klik!

Tak puas sampai di sini, kami beranjak bergerak ke tengan laut. Air semakin bening ditambah pantulan sinar matahari, nuansa hijau berkilau-kilau. Takjub dan terpukau.  Rasa gembira dan terpesona kami pekikkan ke udara. Yihaaaaa.

Dan aku mengabadikannya. Klik!

Sisa perjalanan tak banyak berbeda. Pasir putih lembut tetap bergayut di kaki seolah enggan beranjak pergi. Pose nyiur eksotis menambah minat narsis. Kadang kala rebah menjorok ke tengah laut. Di lain waktu merebahkan diri ke pangkuan pasir.

Sayang seribu sayang, karang berbagai warna yang konon buat pulau ini terkenal, hanya tinggal cerita.  Karang yang kami temukan sudah mati dan hanya satu warna, putih.  Agaknya penggunaan bahan peledak nelayan penangkap ikan disinyalir menjadi penyebab dan juga peristiwa pemanasan global serta bertambahnya derajat keasaman dan suhu air laut yang tinggi.

2 km rasanya sangat singkat! Belum habis pesona, kami sudah kembali lagi ke tempat semula. Eh,, perut kembali menggoda. Tapi,,, kemana semua nih sisa bekal? Siapa yang ambil ya? Yang tersisa hanya air minuman kemasan dan lauk pauk. Bahkan panci nasi beserta sendok, hilang tak tentu rimba! Kami mencari sepanjang bibir pantai. Tak ada jejak di sana! Hmmm... aura misteri segera membahana.

“Ada yang mau mencoba masuk hutan?” Aku menggoda.

“Sudahlah, ikhlaskan saja!” suara Iqbal melemah

Tak mau merusak suasana, kamipun sepakat mengubur misteri itu hingga detik ini.
  
Sambil menunggu perahu penjemput, kembali kepada pasir kami melebur. Takjub!
Merebahkan raga, bersama-sama melepas pandang ke tengah lautan, beberapa kapal nelayan memulai kegiatan. Hilir mudik ke kiri ke kanan. Sesekali tanganku membelai pasir, meresapi kelembutan hingga jauh masuk ke relung hati terdalam. Sempurnanya cipta Tuhan Esa.

Lamat terdengar mesin perahu, seketika kalbu tergores sembilu. Petualangan ini segera akan berakhir.  
Kami bergegas masuk perahu, melompat ala Tarzan minus pekikan. He he he.
Kali ini pakaian kami basah kuyup, karena saat keliling pulau tadi, pakai acara berenang di tengah laut.

Hampir setengah perjalanan, alamak,, sepertinya ada yang tak beres dengan mesin perahu. Blup.. blup,,  bunyinya itu,, mengkhawatirkan. Tuh.. kan akhirnya mati sama sekali. Posisi kami tepat di tengah lautan, dengan terik surya yang menggigit.  Paket komplit! Motoris berupaya unjuk gigi, namun mesin tak bisa lagi diajak kompromi. Tetap mati. Jadilah kami terapung, terkatung-katung.

Rencana cadangan di jalankan, Fauzi mengubungi salah seorang teman yang kebetulan seorang juragan. Julukan untuk pemilik kapal. Syukurlah, kapal pengganti siap di kirimkan.

Kasihan, Zuhra tak kuat dipermainkan ombak yang sesekali mempermainkan perahu, dan akhirnya memilih duduk di lantai perahu. Aku termasuk yang beruntung tak merasakan apa-apa, justru menikmati suasana yang menurutku,, hmm romantis lah yau. Betapa tidak. Di tengah lautan bening hijau, di dalam perahu yang bergoyang lembut. Sang bayu tak henti bertiup. Di sekeliling perahu ikan kecil merapat, seolah ingin berbagi tempat. Kapan lagi bisa merasakan sensasi seperti ini.

Untuk menghilangkan kebosanan Iqbal dan Roni kembali berbagi lawakan, tak ayal Zuhra yang mualpun dipaksa berbagi senyuman.

Tak lama perahu penggantipun tiba. Kali ini kami harus berjuang keras untuk berpindah perahu. Terbayangkan kalau jatuh di tengah laut, apalagi ku lihat tak ada alat keselamatan sama sekali. Hiii... Ngeri. Untunglah, tak ada apa-apa yang terjadi. Mulus terkendali!

Perahu kembali membelah lautan, kini mentari tak lagi segarang tadi. Tiba-tiba.. dua ekor lumba-lumba berenang tak jauh dari perahu, namun berlawanan arah dengan kami. Duh,, sayang sekali aku tak sempat mengabadikannya. Agaknya sepasang sejoli lumba-lumba. Eh,, tak berapa lama mereka meloncat ke permukaan lagi, namun posisinya sudah tak sedekat tadi. Aku tak ingin berpaling,, namun sampai kami berbelok, lumba-lumba kasmaran tak kelihatan lagi. Sungguh pengalaman istimewa, sukar melukiskannya dengan kata-kata.

Dermaga Barus, masih seperti tadi, tersenyum penuh keramahan menyambut kami. Ritual turun perahu sedikit berbeda, Iqbal, Fauzi, Yusran dan Roni nekat melompat ke laut dan berenang mencapai bibir pantai. Aku dan Zuhra memilih meloncat hingga perahu merapat ke tepi dan mendarat lembut di pasir putih.

Aura puas tergambar jelas diwajah kami, masing-masing membawa pulang pengalaman indah tak terperi plus membawa misteri hati oleh-oleh pantai karang Barus yang eksotis ini.

Kupanjatkan doa dalam hati. Semoga kelak bisa ke sini lagi.

***

Pagi ini, iseng aku buka kembali album foto liburan kami. Rasa hangat segera menjalari wajah ini saat menyusuri perjalanan panjang persahabatanku dengan Iqbal.

Selalu saja perjalanan ini meninggalkan pesona dan kesan, bahkan hingga kini menjelang usia 25 tahun pernikahan. Tak sampai di sini, puteri semata wayang kami pun memendam obsesi ingin mengulang petualangan magis dan mistis ini.





Sabtu, 02 Mei 2015

Umroh Bagian Dua

Umroh Bagian Dua. Ada Bajaj di Kolombo Sri Lanka

Morning call” jam 5 subuh waktu Kolombo membangunkanku.
Biar nyambung, sebelumnya baca di sini ya...
Suara Pak Ustad mengingatkan agar kami bertemu jam 7 pagi di restoran hotel. Senyum lebar tersungging. Tak sabar ingin mencoba menu hotel.

Masih terbayang nikmat suguhan tadi malam yang sangat berkesan! Gerangan apakah tamu perut pagi ini? He he he. Plus di tambah suka cita bahwa kami akan menuju tanah suci, menjadi tamu ya Illahi Robbi. Nikmat mana yang akan aku dustakan lagi?

Sesampai di restoran, ternyata jamaah sudah banyak yang duluan. Lokasi makan masih sama seperti tadi malam. Wah, ternyata panorama sekitar restoran indah nian. Di balik kaca terhampar rumput hijau bagai permadani yang siap mengajak terbang, berdampingan dengan kolam renang yang memantulkan kemilau bak berlian dari kejauhan. 

Aku berbisik pada mama agar silahkan memilih menu. Nasi goreng, mie goreng, roti bakar dan sup, lengkap tersedia, menunggu di sentuh. Belum lagi aneka buah yang telah diiris rapi, tinggal tunggu di eksekusi. Pokoknya dari tampilannya sudah terbayang deh kelezatan dan kandungan gizi.

Seperti biasa aku memilih irisan buah pepaya dan aneka roti mungil, sebagai pembuka selera pagi ini. Hmm, yummy! Selanjutnya nasi goreng pun masuk nominasi. Alhamdullillah.

Usai sarapan kami berjalan-jalan di sekitar kolam renang dan tentu saja sesi berfoto ria!


Belum puas, aku ajak mama dan adik berjalan ke bagian depan hotel yang ternyata luas sekali. Terawat dan rapi. Tak ketinggalan pose dengan doorman, penduduk lokal asli.

Rasanya Pak Ustad layak dapat jempol untuk pilihannnya kali ini.





Tak berapa lama bis jemputan tiba, kamipun bersiap menuju bandara Nike di Kolombo. Suasana sepanjang perjalanan, kurang lebih sama dengan di Indonesia pada umumnya. Namun di sepanjang perjalan ke bandara tidak ada pedagang kaki lima apalagi di simpang lampu lalu lintas, bebas pedagang asongan. Tak seperti di negara kita tercinta.

Simpang lampu lalu lintas Kolombo Sri Lanka bebaspedagang asongan

Hanya ada beberapa mobil, sepeda motor dengan penumpang yang lengkap dengan safery riding, dan hei... lihat ada juga sejenis becak beroda tiga (bajaj) di sini. Berasa di Indonesia. Jalanan masih lengang. Tanpa hambatan kamipun sampai di bandara, kurang lebih 10 menit.


Bajaj di Kolombo


Pemeriksaan pertama di mulai, kami diminta membentuk dua barisan. Pria dan wanita. Untuk wanita tak terlalu banyak prosedur. Melewati pintu, alat deteksi berbunyi, selesai.

Namun lain halnya dengan kaum pria, mereka diminta membuka tali pinggang dan sepatu. Walhasil irama antri pun terganggu. Penumpukan massa. Nah, betul kata Pak Ustad, sesungguhnya melalui proses seperti inilah kadar kesabaran kita mulai diuji. Perang melawan nafsu sesungguhnya telah dimulai.

Oh iya, aku juga melihat ada banyak jamaah lain yang telah mengenakan ihram. Melihat profil wajah dan pembawaan, agaknya mereka penduduk lokal.

Memasuki areal “check in” bandara, kami melewati berbagai gerai toko. Kurang lebih sama dengan di negara kita. Namun di bandingkan dengan KNIA (Kualanamu International Airport), bandara Nike agak “buram” seperti kurang cahaya. Atau memang di desain sedemikian rupa, atau mungkin tipe bolamnya yang remang-remang romantis.

Lagi lagi kesabaran kami kembali di uji, kurang lebih 2 jam kami menanti proses check-in, saking banyaknya jamaah yang ingin beribadah. Kebanyakan yang melakukan checking hanya "leader" perjalanan, sama halnya dengan Pak Ustad yang telah sebelumnya mengumpulkan semua paspor. Jadi, hanya beliau saja yang melapor ke meja petugas, sementara kami di persilahkan mencari posisi masing-masing.

Ada yang hilir mudik ke sana ke mari, ada yang duduk di lantai, karena kursi terbatas sekali. Kalau aku biasa la, bolak balik ke kamar mandi. Hi hi hi hi. Tentu saja tak lupa narsis sesekali bareng mama, yang hmm.. rupanya ikut menikmati momen ini. 

Yup, akhirnya tiba giliran kami, Pak Ustad kembali dengan aksesori stiker kertas berbentuk gelang dan meminta kami mengalungkannya di tas tenteng, pernak pernik dari "As Saudiyah", airline yang akan membawa kami ke Tanah Suci.

Hup.. hup.. buruan dandan, kita mau boarding ni, As-Saudiyah.

Lanjutannya, baca di sini, kakaa...

Kamis, 19 Maret 2015

Umroh Bagian Satu


Umroh Via Kolombo Sri Lanka

Umroh Via Kolombo Sri Lanka

Umroh Bagian Satu. Umroh Via Kolombo Sri Lanka

Bulan Januari 2015 amat sangat istimewa!

Saya, mama dan adik lelaki berangkat umroh bersama-sama.

Mengapa istimewa?

Awalnya dana yang tersedia hanya cukup buat berdua, namun dengan mengumpulkan berbagai informasi plus kesabaran untuk menunggu beberapa bulan lagi tentu sambil menabung dong ya, akhirnya niat kami di ijabah Sang Khalik, bisa berangkat bertiga.

Alhamdullillahirobbilalaamiin.

Saat mendengar kabar sukacita ini, sayapun mulai mempersiapkan diri dengan berbagai informasi. Cukup mengetikkan kata “umroh”, mbah Google siap berbagi. Terimakasih teknologi!

Mama dan adik lelaki saya tinggal di Lubukpakam Sumut, sementara saya di Balikpapan, Kaltim. Jadi, tidak semua acara manasik dapat saya ikuti. Untuk itu, tanggal 14 Januari saya diminta sudah terbang ke Medan agar paling tidak bisa mengikuti manasik terakhir 15 Januari.

Seminggu sebelum keberangkatan tiket sudah dipesan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, padahal saat itu isu kecelakaan pesawat Air Asia masih hangat dibicarakan. Terus terang rasa was-was kerap melintas di pikiran. Namun, suami saya mengingatkan, berdoalah, minta perlindungan agar senantiasa selamat dalam perjalanan hingga kelak kembali ke Balikpapan. Terima kasih, sayang.

Pesawat Lion yang saya tumpangi telat 1 jam dari jadwal semula 11.35. Biasanya pesawat transit di Jakarta, namun kali ini di Batam.  Saya dapat tempat duduk no. 8F, hasil check in online di website Lion. Saat itu saya adalah penumpang pertama, jadi bisa pilih tempat duduk suka-suka. Asyik ya.

Di samping saya adalah ibu dengan anak balitanya yang ingin pulang ke Batam setelah menghabiskan liburan di rumah saudaranya di Balikpapan. Sebenarnya ibu belum mau pulang, namun dia mendapat telepon bahwa anak pertamanya tidak mau sekolah, sampai sang ayah kebingungan dan akhirnya meminta ibu agar segera pulang untuk membereskan masalah. Ada-ada saja yah.

Untung banget nih, Yasmin anak saya, suka banget pergi sekolah, karena katanya, “Asyik, Bunda di sekolah, ketemu teman-teman, guru  dan bermain”. Jadi, saya tak perlu khawatir untuk soal yang satu ini.

Selama dalam penerbangan, saya perhatikan ibu kerap memandang ke luar jendela. Mau tak mau hal itu memicu penasaran saya juga.

“Kalau lihat awan, jadi teringat kecelakaan Air Asia”, ibu membuka percakapan
“Glek!, saya menelan ludah, hadeh ibu,, kog malah membuka luka lama” cemas saya
“Iya, Bu”, mari kita sama-sama berdoa ya bu. Otomatis saya menggenggam tangan ibu dan kami berbagi senyuman. Melihat hal tersebut balita ibupun ikut tersenyum.

Beberapa kali pramugari mengingatkan agar tetap mengenakan sabuk pengaman, sesekali pesawat seperti terbatuk saat memasuki gumpalan awan. Meski saya telah mencoba, pikiran akan kecelakaan Air Asia setia bermain di pikiran. Walhasil, untaian doa tiada henti saya panjatkan. Senyum Yasmin dan suami silih berganti hadir di ingatan.

Terima kasih Tuhan,, kami mendarat mulus di Hang Nadim Batam. Kembali saya dan ibu berbagi senyuman. Kami pun berpisah, saya terus ke bagian transit, ibu langsung ke rute pengambilan bagasi.

Asyik, ini pertama kali menginjakkan kaki di Batam meski cuma di bandara Hang Nadim. He he he he. Begitu keluar dari pesawat, saya langsung menyiapkan,,,,, yup ,, tongsis. Pose narsis dengan pernak-pernik kuis, Ha ha ha ha




Kemungkinan untuk tersesat di Bandara Hang Nadim sangat kecil, karena begitu keluar dari perut pesawat, kita segera masuk dalam lorong yang hanya memiliki satu arah lengkap dengan anak panah dan petugas darat yang siap membantu. Saya menunggu penumpang sepi, dan klik beberapa posepun terdokumentasi. Uhuiiiii.

Saya mengikuti lorong kedatangan yang akhirnya berujung di counter transit. Ternyata ruang tunggu dan masjid berdekatan. So, tak perlu buang waktu saya segera sholat Jamak Qashar Zuhur dan Ashar.

Tak lama saya mendengar gemuruh dalam perut saya. Ho ho ho ternyata usus saya protes minta diisi.
Restoran padang jadi pilihan. Nasi putih + kuah gulai + daun singkong rebus + telor balado mampu menenangkan perut saya. Aman!

Waktu masih cukup, saya habiskan berjalan-jalan di seputaran restoran yang berbagi dengan beberapa outlet oleh-oleh khas Batam.

Sekilas saya tangkap personil di bandara cukup ramah dan tidak pelit senyum. Hal ini saya ketahui saat saya beberapa kali bertanya mengenai beberapa hal dan mereka selalu memberi jawaban diikuti mimik ramah plus senyuman.

Jadi ingat ungkapan dari Tiongkok.

Orang yang tidak bisa senyum dilarang buka toko

Nah,, mungkin mereka pernah baca ya.. jadi mereka rajin senyum.




Tak lama suara panggilan dari pesawatpun bergema. 

Saya habiskan waktu dengan menulis catatan di gadget hingga tak terasa pesawat mendarat sempurna di KNIA dalam waktu 1.5jam. Alhamdullillahirobillalamin.

~~~~~

Kami berangkat umroh 17 Januari 2015 via Kualanamu dengan pesawat Mihin Lanka. 



Jamaah diminta berkumpul jam 1500, meski pesawat berangkat 1730, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Sebelum memasuki ruang tunggu kami menjalani pemeriksaan imigrasi. Paspor di beri stempel segitiga "Departure Kualanamu, 17 Januri 2015".

Interior pesawat masih terawat baik. Sepertinya ini memang masih baru. Uniknya semua penumpang adalah jamaah umroh. Lagi-lagi menurut saya, armada ini jelas memang untuk pengangkutan jamaah umroh.

Begitu masuk perut pesawat, awak pesawat langsung memberi salam “Ayubowan sembari merapatkan 10 jari  di atas dada, percis seperti budaya Jawa. Kami di minta duduk tanpa harus sesuai nomor boarding pass, awalnya sedikit terjadi kericuhan, karena jamaah berteriak-teriak memanggil sahabat ataupun keluarga. Salah seorang awak pesawat minta tolong ke adik saya agar semua penumpang segera duduk dengan rapi karena pesawat akat “take off” sebentar lagi.

Untunglah semua masih terkendali.

Tak tahan segera kusiapkan tongsis untuk merekan pengalaman pertama di kabin pesawat kinclong ini. Entah kapan akan terulang lagi. Hanya Ilahi Robbi yang Maha Mengetahui.



Percis jam 1730 kamipun meninggalkan KNIA menuju Kolombo.

Penerbangan akan ditempuh selama 2.5 jam.

Usai peragaan standar keselamatan, pramugari menyajikan makanan bistik ayam plus nasi putih yang menurut lidahku seperti kekurangan air. Kurang empuk. Untung ada coklat batang dengan "Mihin Lanka" tertera di kemasan. Saya simpan buat oleh-oleh. Ha ha ha ha, Coklat Kolombo eeee. Lebaydotcom.

Sepanjang perjalanan saya membaca buku kumpulan doa & zikir, sambil sesekali melirik pemandangan lewat jendela. Perbedaan waktu Medan dengan Kolombo adalah 1.5 jam, dimana waktu Kolombo lebih lambat.

Mama, sejak pesawat "takeoff" sudah menutup mata, tak kuasa menahan kantuk. Hanya terbangun saat makan tadi, sementara Roni, adik saya juga sesekali mencoba tidur dan membaca buku yang sama.

Percis jam 1800 waktu Kolombo kami mendarat. Memasuki pemeriksaan imigrasi, terjadi penumpukan massa. Ada apa? Ternyata sistem imigrasi sedang "down, demikian informasi yang kami terima. Kesabaran kami sedang diuji.

Kurang lebih satu jam menanti, akhirnya kami bisa memulai pemeriksaan. Kali ini paspor mendapat ekstra stempel di antaranya "barcode" dari Imigrasi dan Emigrasi, "permitted land"  dan terakhir "embarked" dari Imigrasi. Total 3 stempel.

Sesuai jadwal kami akan bermalam di Kolombo. Sambil menanti bis, saya berdoa semoga hotel yang kami inapi, layak huni, mengingat raga yang lumayan rontok, bak daun di awal musim semi.

Alhamdullillah, doa saya terkabul. Sesampainya di hotel, lagi-lagi meski pakai acara menanti yang lumayan menguji, Hotel "Gateway" Airport garden, cukup mengesankan. 

Makan malam tersaji secara "buffee", prasmanan. Saking laparnya, saya lupa mengabadikannya. Maklumlah perbedaan waktu telah membuat perut lapar berat walhasil mau berfotopun tak sempat. Tak sempat berpikir.  Ha ha ha

Menu sup menjadi pilihan utama, disusul nasi goreng. Sebagai penutup saya pilih puding dan aneka cake yang "yummy". Mantap!. Lupa deh sama FC. Food Combining, sudah lupa tuh!  Ha ha ha ha..

Selanjutnya, kami digiring ke kamar buat istirahat. Kali ini saya sempat berpikir untuk berfoto. He he he he, sebelum kamar porak poranda, dan berhasil membujuk mama foto sambil tertawa. Hore!. Iya,, Mama suka gak pede, katanya giginya sudah banyak yang ompong. He he he he.



Malam itu kami istirahat dengan pulas berselimutkan pengalaman umroh via Sri Lanka dan menyiapkan fisik Menuju Nabawi.












Senin, 16 Maret 2015

Kala Senja Menghilang, Mensong pun Datang

Senang bukan kepalang!

Kala senja menghilang, mensong kemenangan datang, bersahutan dengan sayup-sayup suara pengajian dari mesjid di perbukitan.

Semuanya tertuang di pengalaman bersama #Tantangan Energen!










Kamis, 12 Maret 2015

Tips agar tampilan di facebook selalu yang terbaru


Senang banget hari ini dapat ilmu baru.

Beberapa teman curhat di status sering ketinggalan info dari beberapa fanspage.

Sambil menyimak, saya juga tanya mbah Google

Jadi gini,, caranya

1. Login Fb dulu dong di sini
2. Copy paste link berikut http://www.facebook.com/home.php?sk=h_chr dan buka di addres bar
3. tarraa .... semua status baru akan muncul
4. selamat mencoba ya