Pages - Menu

Senin, 31 Januari 2022

Cerita Kenangan Masa Kecil yang Tak Terlupakan

Cerita Kenangan Masa Kecil Yang Tak Terlupakan

Kenangan masa kecil apa sih yang masih terpatri rapi hingga saat ini

Tentu saja kenangan dan berbagai kejadian saat masa kecil tak akan pernah dilupakan ya. Selalu saja ada potongan-potongan masa kecil yang senantiasa mengendap di dalam ingatan. Setuju?

Mengenang nostalgia masa kecil memang menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Rasanya segala sesuatu sangat berbeda di masa kecil!

Baca juga: Senang Bernostalgia? Perlukah Khawatir? Gimana Nostalgia Terjadi?

cerita kenangan masa kecil yang tak terlupakan
(Saat kami masih bertiga, ayo tebak usiaku!)

Pohon-pohon terasa tinggi bikin keinginan memanjat bagai monyet begitu menggoda, warna-warna begitu indah, hari ini selalu lebih indah dari kemarin. 

Bahkan, ada beberapa kenangan masa kecil yang bercokol begitu dalam, hingga tak kuasa tuk dihempaskan!

Beberapa kenangan masa kecilku ini berlokasi di sekitar kelurahan Sipinggol-pinggol alias Sikuping-kuping, tepatnya di jalan Enggang No. 33 Pematangsiantar, Sumatera Utara, sebelum pindah ke rumah opung di Jalan Narumonda Bawah 125 kelurahan Tomuan.

Berikut berbagai cerita masa kecil yang masih menyisakan kenangan tak terlupakan!

Aktivitas ke Sungai 

Masih terbayang jelas di memori, setiap hari, aku, adik-adik dan mamak sehabis sholat Subuh selalu ke sungai Bah Bolon ini. 

Biasanya aku membawa pakaian kotor, sedangkan adikku membawa piring kotor dan mamak membawa ember yang akan diisi air bersih untuk dibawa pulang.

Namun kadangkala hanya aku dan mamak yang ke sungai.

Biasanya hari masih gelap dan kami harus membawa lampu semprong sebagai penerang jalan. 

Zaman dulu, jalan ke sungai itu mirip hutan mini gitu. Jadi kami harus melalui jalan setapak diantara rimbun hutan, sesekali tangan berusaha menepis akar pohon yang menjuntai sementara tangan lainnya memegang ember berisi pakaian kotor/piring kotor di junjungan kepala. 

Bisa membayangkan?

Yang paling sedih saat hujan datang, kudu ekstra hati-hati merayap di jalan setapak yang licin. Beberapa kali aku pernah jatuh lho. Piring-piring pun penyok. Dulu masih menggunakan piring kaleng. Piring kaca hanya keluar dari lemari saat ada acara khusus misalnya lebaran. Hahaha.

Lutut aku pun berdarah jika terkena batu atau akar pohon yang tajam. Namun tak pernah sekali pun aku phobia. Keesokan harinya, jika luka tidak terlalu parah, kami ke sungai lagi.

Terkecuali hujan turun sangat deras. Biasanya air hujan ditampung di drum dan itu bisa digunakan untuk beberapa hari. Lagipula sungai Bah Bolon akan banjir dan airnya bisa berubah warna menjadi seperti teh susu.

Pasti pada kepo ya, kog ke sungai mesti sekitar Subuh gitu?

Supaya kebagian batu tempat mencuci, Moenah!

Saat itu sungai Bah Bolon masih jernih, dan tersedia beberapa spot mata air bening. Jika tiba lebih awal, peluang mendapatkan mata air yang di sekitarnya ada batu tempat untuk mencuci pakaian lebih besar.

cerita kenangan masa kecil yang tak terlupakan
(Saat itu air sungai masih jernih)

Pengalaman yang tak terlupakan saat di sungai, tentu saja digigit pacet/ lintah saat musim hujan serta berinteraksi secara tidak langsung dengan ular air. Yang terakhir ini bahkan tak terhitung hampir setiap hari ada saja kejadian bertemu si ular air.

Kadang kala pas mau mengambil handuk di tebing, ada ular merayap keluar dari dalam handuk. Tentu saja aku kaget luar biasa dan mencak-mencak. Hahaha.

Di kesempatan lain, ular yang merayap di pohon terkadang terjatuh ke mata air tepat saat menciduk air pakai gayung.

Karena hampir tiap hari bertemu ular air, bertahun-tahun lamanya, perasaan takut pun seiring waktu memudar.

Kami seperti punya MOU tak tertulis, "Asalkan tidak mengganggu, misalnya memukul atau saling menyakitir, sang ular pun tak berkeberatan, berbagi daerah jajahan

Buktinya selama aku beraktivitas di sungai Bah Bolon, tak pernah ada sekalipun berita ular menyakiti penduduk kampung.

Kami hidup berdampingan dalam harmoni!

Baca juga: Kisah nostalgia aku, merantau dari Sumatera ke Borneo di About me ya.

Mandi Hujan

Aku suka sekali kalau hujan turun, namun mamak jarang sekali memberi izin kami mandi air hujan.

"Jangan mandi hujan kalian ya, nanti sakit!"

Itulah mantra mamak!

Namun jika mamak sedang mengajar di sekolah yang memang lumayan jauh dari rumah dan aku sekolah siang, lalu hujan turun, saat itulah aku dan adik-adik menuntaskan impian. Hahaha. Usai mandi kami langsung menjemur celana dalam dan kemeja supaya tidak ketahuan.

cerita kenangan masa kecil yang tak terlupakan
(Senang banget hujan turun pas mamak sedang di sekolah) 

Tapi kalau dipikir-pikir tetap saja sih kelihatan, soalnya tergantung di jemuran. Hahaha. Jika hari itu mamak tidak ngomel. Selamat deh. Tapi pernah juga kami tak selamat, dapat omelan. Fix!

Baca juga : Ketahui Filosofi Hujan Tentang Hidup dan Jadi Manusia

Jalan Kaki ke Sekolah

Kata mamak, kami pindah ke jalan Enggang saat aku berumur 2 tahun. Sebelumnya kami tinggal di kampung Jawa. Yes, sesuai namanya didominasi suku Jawa. Pas di jalan Enggang eh juga didominasi suku Jawa, Jadi kultur Jawa kental banget di masa kecilku.

Aku ingat saat adik bungsu aku lahir di tahun 1976, Lasniari Simanjuntak, mamak minta tolong warga untuk kenduri atau bancaan di rumah. Di kampungku, saat itu kata kenduri dan bancaan sangat sering digunakan ketimbang selamatan.

Aku juga ingat rumahku penuh dengan warga yang membantu menyiapkan segalanya. Aku senang sekali karena banyak makanan yang belum pernah aku icipi. Termasuk nasi tumpeng yang indah itu. Berkali-kali aku menelan liur saat menyaksikan nasi tumpeng dihias. Hihihi.

Aku bersekolah di SDN No. 1 yang kemudian berganti jadi SDN 122332. Dulu sih namanya jalan Sekolah. Kini berganti jalan Jend. Sudirman.

Meski masih dalam kecamatan yang sama, Siantar Barat, perlu waktu setengah jam berjalan kaki dari rumah ke sekolah.

Dulu aku kebanyakan sekolah siang. Seingatku sejak kelas 3 sampai dengan kelas 5 aku sekolah siang, masuk jam 1.

Paling sedih kalau di tengah jalan, turun hujan, bisa dipastikan aku akan basah kuyup, buku-buku juga sedikit basah meski di dalam tas jika pas hujan tak ada tempat berteduh. Sekolah biasanya juga bocor dan banjir di dalam kelas. Kami pasti tidak akan belajar dan mengepel kelas. Horeeee...!

Ada kejadian memilukan yang menimpak adikku, Helgaria Simanjuntak.

Satu hari doi pulang sekolah dengan telinga berdarah. Ternyata anting-anting emasnya dicopot dengan paksa. 

Mamak langsung memeluk adikku itu, membersihkan telinga dan mengganti bajunya yang bersimbah darah. Anting itu doi pakai sejak masih bayi lho, pas acara tindik telinga.

Sejak saat itu kami diminta menggunakan jalan alternatif lain karena jalan sebelumnya meski memperpendek jarak namun sangat sepi dan memang rawan kejahatan.

Aku paling suka kalau pas sedang dalam perjalanan ke sekolah ada Ibu Harahap lewat dengan sepedanya dan aku bisa nunut. Olala, senangnya. Begitu juga saat balik ke rumah bisa nebeng beliau lagi, rasanya hari itu begitu indah!

Oh iya, mamakku mengajar matpel olah raga dan matematika di sekolahku dan aku termasuk siswa yang lumayan encer otaknya.

Kerap menjadi juara pertama di sekolah rupanya menimbulkan rumor tak sedap, bahwa itu semua aku dapatkan karena aku anak guru.

Mereka tidak pernah tahu betapa mamak sangat disiplin sekali soal pendidikan ini!

"Mamak ini orang tak punya harta, jadi kalian semua harus sungguh-sungguh belajar ya, supaya kelak bisa mandiri!"

Mantra mamak yang selalu aku ingat. Pendidikan adalah kunci kesuksesan!

Begitu pula saat SMP, berjalan kaki selama 3 tahun dari jalan Enggang ke SMPN 4 di jalan Kartini dan dari Tomuan, karena saat kelas 2 SMP, kami pindah ke rumah Opung.

cerita kenangan masa kecil yang tak terlupakan
(Tugas permanen selama 3 tahun SMA, petugas bendera)

cerita kenangan masa kecil yang tak terlupakan
(Pertandingan vocal grup antar kelas SMA)

Sedangkan saat SMA sesekali aku naik angkutan umum ke SMAN 2 di Parluasan tapi most of the time, by foot sih. Hihihi.

Mencari Kayu Bakar ke Hutan

Tahun 80-an, aku ingat gaji mamak sebagai guru sangat jauuuh dari cukup untuk menghidupi kami berempat. Sementara ayah, tukang beca mesin.

Beca Ayah di zaman itu modelnya seperti moge. Aku masih ingat mesinnya merek BSA. Mamak beli lewat fasilitas kredit potong gaji.

Segala upaya kami lakukan untuk menekan biaya hidup termasuk mencari kayu bakar ke hutan. Saat itu kompor minyak tanah hanya dipakai untuk keperluan menggoreng saja. Masak nasi pun masih pakai periuk yang akan menimbulkan kerak itu. Sementara merebus air pakai ceret yang warna aslinya sudah tak kelihatan lagi. Hitam legam karena karbon kayu.

Biasanya kami ke hutan saat libur sekolah atau hari Minggu.

"Ros, besok temani Mamak cari kayu bakar ke hutan ya. Kita berangkat pagi-pagi biar tidak kepanasan di jalan"

Kalau mendengar ini, aku senaaaang banget, karena biasanya mamak akan singgah di warung untuk minum teh hangat dan membelikan pisang goreng hangat. Jajan mewah untukku saat itu, karena mamak hampir tak pernah mengalokasikan uang khusus jajan.

3 menu istimewa yang setiap bulan sangat kami nantikan saat mamak gajian, bubur kacang ijo yang dikasih tepung maizena agar kuahnya kental, kolak ubi/pisang dan roti sobek yang dicelupkan ke teh manis panas.

Soalnya saat mencicipinya bersama-sama, kami kerap tertawa bersama-sama. Begitu bahagia!

Baca juga : 4 Kiat Terciptanya Bahagia di Rumah

Terasa banget aura bahagia memenuhi dada, sepertinya setiap sel darah dipenuhi si hormon gembira dopamin dan endorfin

But, 3 menu ini hanya ada di awal bulan ketika mamak gajian. Kadang-kadang juga ke-skip, jika ada keperluan lain yang lebih penting. Hihihi.

Rasanya hidupku super bahagia banget 

Kembali ke laptop!

Sebelum berangkat ke hutan, mamak akan membawa perlengkapan safety seperti minyak angin, tembakau, kain untuk alas kepala, parang dan kampak kecil untuk memotong kayu.

Mamak juga akan membayar sejumlah fee ke petugas dadakan yang kadang ada dan kadang tiada berjaga di posnya.

Sesampai di hutan aku memungut ranting-ranting kecil, membantu mamak menyusun  kayu yang agak besar lalu mengikatnya rapi. Sesekali aku mencoba kampak atau parang namun dengan pengawasan mamak.

cerita kenangan masa kecil yang tak terlupakan
(Happy banget kalau diajak mamak cari kayu bakar ke hutan)

Nah, ini dia bagian yang aku suka. Menuju pulang ke rumah, mamak pasti akan singgah di warung, minum teh hangat dan memesan pisang goreng hangat. Nikmatnya tiada terkira! Letihku langsung rontok, pemirsah!

Aku bahkan tersenyum-senyum saat menuliskan kembali kenangan indah masa kecilku ini.

Aktivitas di hutan tidak selalu berjalan lancar. Kadang kala lokasi hutan yang ada kayu bakar agak jauh meringsek ke dalam, ke hutan yang agak lembab dan gelap. Di sini nih pacet dan lintah bisa ikut sampai ke rumah tanpa aku sadari.

Biasanya ketahuan saat mandi, pahaku berdarah tanpa henti, si pacet sudah gemuk segede jari dan terjatuh kekenyangan di antara jari kaki. Itu sih belum apa-apa ya. Yang horor kalau pacet/lintah tak sudi lepas bahkan sudah ditarik-tarik mamak. Kudu pakai tembakau dan air garam baru dehTinggallah aku menjerit-jerit histeris.

Saat hari terik, kayu-kayu dijemur di halaman rumah dan aku sering kebagian jadi petugas yang stand by, jaga-jaga kalau hujan mendadak turun. Harus sigap mengangkat dan menyusunnya di dapur.

Berobat ke Puskesmas 

Mamakku guru SD dan punya akses berobat ke Puskesmas. 

Adalah Puskesmas Kartini, diberi nama sesuai dengan nama jalan di sekitarnya, yang menjadi kesayangan mamak.

Biasanya, cabut gigi, batuk pilek adalah 2 alasan utama berobat ke Puskesmas Kartini.

Sama kayak kalau pergi ke hutan cari kayu bakar, pulang berobat mamak juga akan singgah di warung beli pisang goreng, karena biasanya kami pergi pulang, jalan kaki, pemirsah. Hitung-hitung buat menghempaskan lelah.

Jadi once again, berobat ke Puskesmas adalah aktivitas menyenangkan di masa kecilku!

Menyalakan Lilin dan Kembang Api Jelang Lebaran 

Adakah yang mengalami aktivitas menyalakan lilin jelang lebaran di halaman rumah sejak mulai malam 27 Ramadan?

Kalau begitu, tos dulu dong!

Ini juga merupakan kenangan indah masa kecilku. Tambahkan juga menyalakan kembang api!

Tapi kembang api yang sederhana ya. Yang berpendar bagai bintang-bintang kecil itu. Bukan yang seperti sekarang, yang suaranya nyaris horor menyerupai bom.

Setelah dinyalakan biasanya aku akan melemparnya ke dahan bunga kamboja di halaman. Cahaya bagai bintang, kerlap-kerlip menyeruak dari balik dahan. Indah sekali!

Aktivitas Terang Bulan

Bulan purnama adalah waktu yang paling dinanti-nanti juga. Apalagi kalau malam terang bulan jatuh di akhir pekan. Biasanya anak-anak desa akan keluar beraktivitas seperti main gobak sodor, engklek, congklak, patok lele, egrang, lompat tali karet, alip cendong (petak umpet), ular naga panjang, bola bekel, dan gasing.

Mamak yang biasanya disiplin, saat terang bulan agak melunak. Izin beraktivitas di rumah pun keluar, nmun maksimal sampai jam 9 malam saja. Setelah itu kami harus melakukan ritual sebelum tidur, membersihkan diri termasuk gogok gigi, membersihkan tangan dan kaki dan mengenakan baju tidur.

Bisa dipastikan malam itu kami pasti tidur bermandikan perasaan sukacita!

Memanjat Pohon

Rumah sewaan di jalan Enggang itu tipe couple. Jadi halaman belakang dan samping lumayan luas. Awalnya rumah sebelah ditempati sepasang kakek nenek Sarji energik yang empunya rumah, di mana sesekali anak-anak beliau bergantian berkunjung. Namun setelah keduanya berpulang disewakan lagi ke penyewa lainnya.

Kakek Sarji punya hobi menanam buah seperti durian, alpukat, rambutan, kelapa, pisang, coklat, manggis, jambu kelutuk, pepaya dan belimbing.

Aku senang sekali memanjat buah manggis. Dahannya saling berdekatan jadi gampang berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya untuk memetik manggis masak yang manisnya luar biasa kayak kamu. Iya, kamu!

Ayo, siapa yang senang memanjat buah manggis?

Jambu klutuk dan belimbing juga menjadi daerah jajahan panjatku.

cerita kenangan masa kecil yang tak terlupakan
(Favoritku, memanjat pohon yang dahannya banyak)

Kalau rambutan aku agak takut karena selainnya pohonnya besar, terkadang ada semut juga. Selain itu  beberapa dahan berjuntai langsung ke aliran sungai Bah Bolon di belakang rumah. Seram pokoknya!

Kalau pohon alpukat, entah mengapa aku selalu gagal mencapai dahan pertama karena batangnya yang licin, menurutku. Walhasil aku hanya bisa menyodok alpukat tua untuk dibuat jus sederhana. Namun terkadang alpukat menghantam batu dan pecah berkeping-keping. Sedih dan kecewa tentu saja.

Mengaji Sepulang Sekolah

Khusus aktivitas mengaji ini aku punya 2 kenangan berbeda, Moenah!

Mengaji yang aku ceritakan di sini, bukan hanya membaca Al-Quran saja namun ada juga pelajaran lain seperti Nahwu, Shorof dan Faraid.

Pertama, saat rumah masih di jalan Enggang, aku mengaji siang dan sore hari, menyesuaikan dengan jam masuk sekolah.

Biasanya aku dan teman berangkat bareng. Sepanjang perjalanan kami bercanda ria. Jadi pergi mengaji itu pengalaman menggembirakan!

Namun sesekali aku juga kesal dan ketakutan saat pergi dan pulang mengaji melewati rumah yang pemiliknya punya anjing, karena ada ada teman cowok suka usil menghentakkan kakinya ke aspal buat membangunkan anjing yang sedang tidur atau santai.

Tentu saja anjing pun terkejut, panik lalu melompat memburu kami. Tak ayal kami harus berlari sekencang mungkin sambil sibuk memegang sarung dan mendekap tas berisi Al-Quran.

Nah, ada suatu saat aku berhasil disusul anjing. Doi langsung menggonggong aku dengan gerakan memutar dan mengendus-ngendus penuh emosi.

Tubuhku pun gemetaran ketakutan dan yang aku ingat guru ngaji pernah berkata cobalah membaca Surah AlLahab untuk menenangkan diri.

Saking takutnya, aku lalu freeze, kaku, sambil tetap mendekap tas dan mulailah aku membaca surah.

Si rajagukguk tetap menggonggong dengan gerakan memutar. Aku tetap terpaku. Diam, sambil terus membaca Al-Lahab.

Perlahan si anjing mundur sambil tetap menggonggong, namun kali ini sudah tidak nyaring lagi. 

Aku menyeret langkah perlahan sambil tetap membaca surah tanpa pernah sekalipun menoleh ke si rajagukguk.

Dari kejauhan teman-temanku memantau sambil terkekeh-kekeh. Betapa teganya mereka. Hmmm.

Tak ingin terjebak dalam pengalaman semi horor, setelah kejadian aku memilih menggunakan jalan lain meski lebih jauh. 

Tahun 1982, saat kelas 2 SMP, kami pindah ke rumah opung ke kelurahan Tomuan dan menemukan madrasah di sini hanya sampai kelas 3 ibtidaiyah saja, sementara aku sudah kelas 5.

Jadilah aku di rumah saja dan sesekali diajak mamak ikut pengajian mamak-mamak. Aha!

Nah, itu dia beberapa cerita kenangan masa kecil yang tak terlupakan saat di Sumatera Utara!

Gimana dengan kamu, punya cerita kenangan masa kecil yang tak terlupakan juga? Ceritain dong di kolom komentar ya. 

Selasa, 11 Januari 2022

Sembuh dari Panleukopenia, Rawat Mandiri, Keajaiban Januari!

Sembuh dari Panleukopenia, Rawat Mandiri, Keajaiban Januari. Aku sudah sering banget dengar dan juga membaca tentang virus panleu, istilah hits Panleukopenia (Feline Distemper), virus rentan menyerang anak kucing, mematikan dan sangat gampang menular. 

Meski rentan menyerang anak kucing, kucing dari segala usia dapat terinfeksi terutama yang belum mendapat vaksinasi. 

Namun aku sungguh tak menyangka sama sekali akan menjadi bagian dari kisah horor ini!

sembuh dari panleukopenia rawat mandiri keajaiban januari
(Gejala Gozo muntah, diare, lesu, kehilangan nafsu makan)

Eh, btw, aku, bukanlah ahli kucing, jadi semua pengalaman di bawah ini semata pengalaman pribadi yang boleh jadi berbeda dengan lainnya ya.

Begini ceritanya...

Gejala

26 Desember 2021, seperti biasa, ritual pagi anabul mengawali hari dengan mengisi 'kampung tengah' mereka. 

Titan, kucing pertama yang aku adopsi bersama ke empat anaknya, Gozo, Simon, Mulan dan Luna (kucing domestik berusia7 bulan) biasanya akan akan langsung duduk manis di dekat mangkuk makanan sambil sesekali menggosokkan badannya ke badanku.

Namun pagi itu sedikit berbeda, Gozo tak bergerak, melingkar bagai ular di singgasananya, kursi plastik putih dekat pintu kamarku, sementara yang lainnya tenggelam bermandikan melodi kratak, krutuk, simfoni pakan dan gigi memecah keheningan pagi.

Satu jam lewat, dua jam, bahkan menjelang makan siang, Gozo kehilangan selera makannya! Biasanya doi yang paling 'bernafsu, Moenah!"

Jujur, sebagai pemula merawat kucing keadaan ini cukup membuat resah.

Tetapi, tiba-tiba, hei, Gozo turun tergesa-gesa dan muntah  di ubin rumah!

Ahh syukurlah hanya muntah biasa dengan satu helai rumput di sana. Gozo memang sering memuntahkan rumput usai bermain di halaman rumah. Rencananya aku ingin juga membuat artikel mengapa sih kucing suka memakan rumput.

Tak lama eh Gozo muntah lagi. Perutnya bergelombang dan kepalanya memutar berusaha memompa isi perutnya. Muntah kuning berbusa dengan dry food yang belum tercerna sempurna. Beberapa saat kemudian,  Gozo muntah lagi, kini warnanya kuning, seperti lendir dan tanpa ampas.

Aku langsung bergegas mencari literasi di internet, pertolongan pertama kucing muntah lendir kuning berbusa.

"Muntah adalah sebuah gejala dan penyebabnya sangat beragam"

"Jika kucing muntah namun tetap melanjutkan aktivitas rutin, terus makan dan  tampak sehat, kamu tak perlu kuatir"

Saat itu, lagi-lagi aku belum kuatir, "Ah, mungkin ini pengaruh pesta kecil kami tadi malam. Bang Iqbal membawa pulang 2 bungkus kwetiau dan ayam goreng, lalu kami berikan tulang ayam yang sudah dikunyah halus ke squad Titan"

"Tapi, kog cuma Gozo saja yang muntah ya?" pikirku lagi, karena 5 kucing semuanya ikut berpesta.

Ketika akhirnya Gozo muntah kuning berbusa lagi dan hanya duduk bagai patung dengan posisi roti, hmmm,  aku sudah mulai mencium hal yang kurang beres.

Seperti biasa aku langsung browsing, Moenah!

sembuh panleukopenia rawat mandiri keajaiban januari
(Image credit: Halodoc)

Langsung deh aku eksekusi poin kedua.

27 Desember 2021, Gozo masih muntah kuning dan masih duduk terpaku ala roti dan kali ini memilih sudut-sudut tersembunyi di dalam ruangan rumah.

 Aku dan Yasmin mencoba menggodanya dengan wet food yang biasanya selaku sukses membuatnya "gila makan". But not today. He seems not interesting at all

Tapi kami tetap menyediakan makanan dry food. Berharap Gozo masih punya minat. Hari itu Gozo muntah kuning dan kadang putih berbusa plus diare tanpa ampas yang baunya sangat busuk! Masih kehilangan selera makan dan minum juga.

28 Desember 2021, bangun di pagi hari, aku menemukan lagi beberapa spot muntah Gozo. Kali ini kembali kuning berlendir dan berbusa. Litter box juga berbau busuk banget. Aku asumsikan Gozo juga diare tadi malam.

Aku teringat pengalaman Luna, kucing betina, saudaranya Gozo. Luna pernah juga tidak mau makan lalu aku berikan air madu dengan perbandingan 1:2. 

1 bagian madu dengan 2 bagian air. Alhamdullillah dalam waktu 2 hari, selera makan Luna kembali. Namun saat itu Luna, tanpa kasus muntah ataupun diare.

Tapi entahlah, kali ini aku tak ingin mencoba resep ini. 

Aku meraih HP dan mengirim WA ke ibu dokter hewan Ratna dari Jose Vet Clinic.

Aku masih simpan lho obrolan bersejarah ini!

sembuh dari panleukopenia rawat mandiri keajaiban januari
(Chat perdana itu)

Dokter juga meminta agar Gozo segera diisolasi dari kucing lainnya.

Tepat jam 1230 Gozo minum sirup Neo Kaolana. 

So far, Gozo berhenti diare dan muntah, namun selera minum dan makan belum ada kelihatan hilalnya. Aku masih cemas.

Aku langsung WA lagi dokter, "Kenapa Gozo belum antusias minum dan makan ya Dok? Kasihan Gozo, lemas dan lesu banget, Dok"

"Iya ibu, Neo Kaolana untuk sementara hanya untuk mengurangi diare, kalau berlanjut sebaiknya dibawa ke Jose Vet Clinic saja ya, kuatirnya, virus"

"Kalau dirawat inap biaya perhari untuk perawatan, makan dan minum, infur dan injeksi obat sekitar 200ribu perhari"

Semua informasi di atas masih tersimpan rapi di memori.

... dan kecemasanku semakin lengkap ketika sekitar jam 1530, Gozo memuntahkan sirup Neo Kaolana yang kebetulan mendarat di mangkuk minumnya.

Segera aku mengirim foto susulan lagi ke drh. Ratna!

Sungguh aku sangat gugup sekali! Berbagai cerita horor kematian kucing akibat terinfeksi Panleukopenia kembali berkelebat. Apalagi perangai Gozo persis seperti referensi kucing yang akan mati. Huuuaaaa.

Malam itu, setelah berdiskusi dengan putriku Yasmin, aku memutuskan untuk membawa Gozo konsultasi ke drh. Ratna di Jose Vet Clinic keesokan harinya. 

Sebagai sesi penutup di bagian ini dapatlah aku simpulkan untuk kasus Gozo dan Simon gejala yang timbul meliputi muntah, diare, dehidrasi, berat badan berkurang,  bulu kusam, kehilangan selera makan dan gemar sembunyi.

Aku kurang tahu Gozo mendapatkan virusnya dari mana, namun karena memang tipe kucing yang 50-50, kadang di rumah kadang dilepaskan, aku asumsikan mungkin terinfeksi dari luar rumah.

Konsultasi ke drh Ratna Jose Vet Clinic

29 Desember 2021, Gozo masih belum tertarik minum dan makan, namun muntah dan diare sudah berhenti. Aku sedikit lega.

Saat aku mengganti pakaian di kamar, aku mendengar suara kucing seperti akan muntah.

"Oh please not again, aku berdoa"

Betapa terkejutnya aku, melihat Simon juga muntah kuning, berlendir dan berbusa.

Aku memutuskan membawa keduanya ke Jose Vet Clinic menggunakan 2 pet cargo dan transportasi mobil online karena cuaca mendung.

sembuh panleukopenia rawat mandiri keajaiban januari
(Sudut favoritku!)

"Pas tiba di resepsionis, ntar langsung pesan mau konsultasi dengan saya ya, Bu"

Aku ingat pesan drh. Ratna saat ngobrol via WA.

SOP Pelayanan di Jose Vet Clinic

Anganku terbang ke suasana saat membawa Titan sebelumnya. Saat itu Jose Vet Clinic sudah memiliki SOP pelayanan. Begitu juga kali ini. Tidak berbeda!

Melihat mobil masuk parkiran, staff  General Affair Jose Vet Clinic langsung menghampiriku dan membawa kedua pet cargo menuju resepsionis, sementara aku langsung ke lokasi cuci tangan dan alat pengukur suhu yang sudah tersedia.

Saat itu staff resepsionis sedang melayani pelanggan lain. Kelihatan klinik sedang sibuk sekali!

sembuh panleukopenia rawat mandiri keajaiban januari

"Boleh dibantu ibu?"

Salam staff resepsionis mengawali sesi konsultasi. Selanjutnya aku diminta menyebutkan data diri, data kedua kucing dan dipersilahkan menunggu di ruang tunggu.

Seorang pemilik kucing sedang berkonsultasi dengan drh. Ratna. Seekor anak kucing terbaring lemah di pangkuannya. Tak berapa lama asisten dokter mengambil anak kucing itu dan membawanya ke ruang periksa.

Suasana dalam ruang periksa terlihat samar dari ruang tunggu namun aku masih ingat banget SOP sesi konsultasi yang selalu dimulai dengan menimbang kucing dan mengukur suhu.

sembuh panleukopenia rawat mandiri keajaiban januari
(Ruang tunggu)

Saat pandemi, pemilik kucing juga duduk sekitar 1,5m dari meja dokter dengan dihalangi partisi transparan.

Gozo, Simon dan drh. Ratna Jose Vet Clinic

"Kucing Gozo"

Suara asisten membuatku bergegas ke kursi konsultasi, sedangkan doi langsung sigap membawa ke dua pet cargo berisi Gozo dan Simon.

Iyes, Gozo langsung ditimbang dan dibawa ke meja periksa sambil diberi elusan lembut tanpa henti di sekitar kepala dan bulu lehernya.

sembuh panleukopenia rawat mandiri keajaiban januari
(Pertemuan perdana Gozo dengan drh. Ratna)

Sebuah TV monitor besar hitam putih besar ditunjukkan ke arahku. Ada image di sana.

"Bu, kami menemukan ada kutu"

Duh PR lagi ini buatku. Kudu grooming kutu!

Dokter Ratna memintaku mengulang cerita kondisi Gozo seperti yang aku uraikan di atas lalu beliau berdiri menuju rak obat-obatan.

"Apakah Gozo sudah pernah sakit seperti ini sebelumnya, Bu?"

"Belum pernah Dok. Ini kunjungan perdana Gozo ke sini" 

"Apakah masih ada muntah dan diare sesaat sebelum dibawa ke sini?"

"Alhamdullillah belum ada lagi Dok"

"Baik Bu. Ini Gozo saya beri 3 suntikan ya. Anti muntah, vitamin dan antibiotik. Untuk antibiotik ini berlaku sampai 3 hari ke depan, jadi jangan dikasih lagi antibiotik ya. Ibu harus kasih minum dan makan, pakai spuit agar Gozo terhindar dari dehidrasi. Bahaya kalau sampai dehidrasi. Gozo juga harus dipisahkan dari kucing lainnya ya Bu!"

Ucapan drh Ratna di atas bagai mantra di kepalaku!

Asisten dokter terus mengusap Gozo ketika dokter menyuntikkan anti muntah. Gozo tidak menunjukkan ekspresi kesakitan juga untuk 2 suntikan selanjutnya.

sembuh panleukopenia rawat mandiri keajaiban januari
(Gozo kalem aja saat disuntik)

Simon juga mendapat perlakuan yang sama, 3 suntikan juga.

sembuh panleukopenia rawat mandiri keajaiban januari
(Simon pun stay calm saat disuntik)

"Kalau dalam 3 hari belum ada perubahan, harus diperiksa lagi ya Bu. Kalau melihat gejala-gejalanya, sepertinya suspect Panleukopenia" Pungkas dokter.

Duuuarrrr, bagai petir menyambar ucapan dokter di telingaku.

Jujur aku masih berharap ini hanyalah masih masalah salah makan saja.

BAK dalam Perjalanan

Dalam perjalanan pulang Gozo tak berhenti mengeong, aku mengajaknya terus berkomunikasi, berusaha menenangkannya.

"Sabar ya Zo, sebentar lagi sampai"

"Semoga cepat sembuh ya Zo"

Tatapan Gozo yang sayu, sendu dan bulunya kusam sungguh semakin membuatku pilu!

Dari 4 anak Titan, Gozo memang sedikit istimewa. Gozo selalu penuh kasih sayang, lembut dan tak ingin lama-lama jauh dari anggota keluarga. Jika kami ke luar rumah dalam waktu lama, Gozo akan menanti di balik pintu ketika mendengar suara mobil memasuki garasi.

"Kog bisa tahu Ann?"

Aku selalu turun pertama dari mobil untuk membuka pintu garasi, dan biasanya aku akan berjungkit-jungkit, mengintip dari jendela, memeriksa ke dalam suasana rumah dan selalu mendapati Gozo sudah menanti di balik pintu. So sweet!

Kenangan itulah yang kini bermain di kepalaku. Membayangkan kelak jika aku akan kehilangan Gozo. Tak terasa, mataku menghangat dan hiiiks, tanpa kuasa airmata pun menetes, mengaliri pipiku.

Meongan Gozo kembali bergema dan kali ini aku melihat cairan kuning membasahi lantai pet cargo. Rupanya Gozo BAK dalam perjalanan. 

Untunglah kami sudah dekat rumah dan cairan kencing tidak sampai mengotori tempat duduk mobil online ini.

Eh iya, apa kabar Simon selama dalam perjalanan, Ann?

Masya Allah, Simon sepanjang perjalanan tidur pules. Sleep like a baby.

Masih Muntah dan Diare Campur Darah

Pulang dari dokter, Gozo masih muntah, jadi usai makan wet food dan minum menggunakan spuit ukuran 3ml, kami memberikan sirup Neo Kaolana juga, dosis 3cc/3ml.

Ini adalah pengalaman pertama Gozo dan Simon makan pakai spuit. Jadi kudu sabar euy!

Sekitar jam 5 sore aku dikejutkan dengan bau yang super busuk lagi. Ternyata berasal dari bulu-bulu di sekitar anus Gozo yang kini jadi berwarna merah. Saat kondisi sehat, biasa bulu-bulu ini berwarna putih bersih.

Kaget dong ya?

Tentu saja. Aku pikir setelah ke dokter semuanya akan kembali normal.

Ternyata aku keliru. 

"Pencernaan Gozo sudah terganggu dan ada luka di dinding ususnya"

Begitulah jawaban drh. Ratna ketika aku konsultasi lagi via WA

Perjuangan dan Pengobatan Panleukopenia Kucing

30 Desember 2021, sejak semalam Gozo sudah 3 kali diare dengan feses berlendir dan ada warna coklat di beberapa tempat. 

Biasanya Gozo disiplin menutup fesesnya. Namun tidak kali ini. Fesesnya dibiarkan saja sehingga aku bisa melihat jelas warna dan model fesesnya dan tentu saja menghirup bau busuknya meski sudah mengenakan masker. Huuaaaa.

"Kalau fesesnya bau busuk dan masih lemas, bisa kemungkinan virus Panleukopenia, Bu"

Kembali drh. Ratna mengirimkan respon saat aku curhat lagi ke beliau.

"Jadi kudu opname, Dok, atau bisa rawat jalan?" Aku bertanya.

"Bisa rawat jalan bu, yang penting telaten suap makan dan minumnya ya!"

Saat itu aku sudah hampir menyerah merawat mandiri, tak ingin hal buruk terjadi.

Namun untunglah aku melakukan good suppotive care seperti dilansir dari Petmd, berupa gabungan perawatan medis dan rawat mandiri di rumah yang mampu menentukan mati atau hidup kucing yang terinfeksi feline panleukopenia!

Abses Pipi Kiri Gozo

31 Desember 2021, saat memberi makan Gozo pagi ini, aku menemukan abses (infeksi bakteri)) di pipi kiri Gozo yang mulai meneteskan nanah berbau busuk. 

Ah, pilu pun semakin meraja!

sembuh panleukopenia rawat mandiri keajaiban januari
(Abses pipi kiri Gozo)

Beberapa hari sebelumnya aku memang menyadari ada bengkak di pipi kiri namun karena fokus ke panleukopenia, aku mengabaikan notif ini.

"Beri salep gentamicin saja Bu"

Solusi medis drh. Ratna segera aku eksekusi namun sebelumnya daerah sekitar abses aku bersihkan pakai kapas bersih yang dicelup ke air garam hangat, lalu kemudian mengoleskan salep dan memakaikan e-collar.

Positip Panleukopenia

Belum sembuh dari rasa kaget abses di pipi Gozo, sekitar jam 1030, Gozo diare dengan semua fesesnya berwarna merah.

Feses pertama masih lunak dan padat merah namun yang kedua encer merah.

sembuh panleukopenia rawat mandiri keajaiban januari
(Aku kaget pas lihat feses lunak berdarah ini)


sembuh panleukopenia rawat mandiri keajaiban januari
(Feses kedua itu)
 "Kalau melihat dari BAB itu mengarah ke virus Panleukopenia Bu. Hati-hati karena sangat menular, bisa dijauhkan dari yang lain ya!"

Kembali drh. Ratna memberi instruksi via WA.

"Neo Kaolana tetap diberi  ya Dok?"

"Iya Bu. Belikan juga antibiotik Cefadroxyl sirup mg 125 dan sirup vitamin Becombion ya"

sembuh panleukopenia rawat mandiri keajaiban januari
(Resep dari drh. Ratna Jose Vet Clinic)

Rawat Mandiri Keajaiban Januari!

1 Januari 2022, pagi-pagi aku memeriksa obrolan terakhir dengan drh. Ratna dan langsung mengirim chat lagi.

"Dosis antibiotiknya, Dok?"

"1ml per kg berat badan, 2x sehari"

Aha!

Ini pencerahan baru untukku. Itulah kenapa saat memulai konsultasi, menimbang berat kucing menjadi prosedur pertama. Sepertinya ada kaitan dengan dosis obat ya.

"Dok, ini antibiotik paten atau generik?"

"Generik Bu"

Ah, leganya hatiku! Alhamdullillah.

"Ibu, hati-hati ya, karena di BABnya banyak virusnya dan menular, setelah pegang dan merawat kucing sakit, hindari memegang kucing sehat sebelum ganti baju dan mandi!"

Lagi-lagi drh. Ratna memngingatkan aku!

"Dok, apakah Gozo dan Simon bisa ditaruh dalam satu tempat?"

"Kalau kasusnya sama, bisa Bu"

Jadi, sejak 1- 3 Januari, aku dan Yasmin resmi jadi perawat Gozo dan Simon. Setiap memberi makan, minum dan menyuapkan obat, kami berdua selalu berkomunikasi, membelai bulu-bulu di atas kepala, dan leher secara lembut, menatap langsung ke bola mata memberikan semangat cepat sembuh!

Tak jarang kami terlilit emosi, menangis melihat kondisi mereka yang begitu ringkih, karena selera makan belum sepenuhnya kembali. Tubuh mereka kurus, bulu kusam dan tatapan sendu. Gozo yang sebelumnya 3,5 kg drop ke 2.9kg saat ditimbang di tanggal 29 Desember 2021 lalu.

Muntah sudah berhenti namun Simon masih sesekali diare tanpa ampas, tapi alhamdullillah sudah tanpa darah lagi.

4 Januari 2022, aku mengirim WA ke drh. Ratna mengabarkan antibiotik sudah habis dan Simon masih diare. Gozo sudah mulai menyentuh makanan, sudah tidak muntah dan tidak diare.

Namun aku kecolongan, Titan yang sebelumnya, sehat dan perkasa, mulai menunjukkan gejala yang sama. Muntah-muntah, kehilangan nafsu makan, lesu dan hanya tidur seharian sejak 3 Januari 2022.

"Ibu, antibiotiknya dilanjutkan sampai dengan 10 hari ya Bu"

Aku juga melaporkan keadaan Titan.

"Untuk Titan, cepat berikan treatment yang sama ya Bu!"

"Anti muntahnya tablet ondansetron 4 mg, vitaminnya masih sama, sirup Becombion" Balasan WA drh. Ratna.

"Itu semua generik dan bebas dijual ya Dok?" Aku bertanya lagi.

"Iya. Bebas!" Konfirmasi dari drh. Ratna.

Oh iya karena tablet, ondansentron aku gerus dijadikan puyer, baru deh di masukkan ke spuit

Begitulah, sejak itu hingga saat aku menayangkan artikel ini, Gozo, Simon dan Titan positip terinfeksi virus Feline Distemper alias Panleukopenia!

Alhamdullillah mereka sudah melewati masa kritis 2-7 hari pasca terinfeksi dan biasanya peluang untuk pulih lebih besar!

Mereka sudah tidak muntah, tidak diare, sudah bisa menggunakan kembali litter box dan sudah punya tenaga menjilati bulu-bulunya.

Selera makan mereka juga sudah mulai kembali meski aku harus mencampurkankan wet food dengan dry food kesayangannya.

Namun mereka masih mengkonsumsi antibiotik dan vitamin untuk menggenapkan  10 hari sesuai dosis dari drh. Ratna.

sembuh panleukopenia rawat mandiri keajaiban januari
(Suntikan buat Simon)

Berikut beberapa catatan dari curhat bisa sembuh dari panleukopenia, rawat mandiri keajaiban Januari:

- Panleukopenia bisa sembuh dengan perawatan dan dukungan yang tepat (good supportive care)

- Semakin besar kasih sayang yang dicurahkan saat sesi perawatan, semakin besar juga keinginan kucing/peliharaan untuk sembuh.

- Gunakan masker saat perawatan karena bau kucing sangat busuk karena mereka sudah tidak mengenal lagi litter box. Cipratan muntah dan BAB boleh jadi mengenai bulu-bulu mereka.

- Sediakan tisu kering dan basah

- Sekali lagi, yang pasti kudu siapkan hatimu yang selembut salju itu ya!

Buat kamu-kamu yang masih berjuang melawan Panleukopenia, semoga sharing ini bermanfaat.

Well, moral story is meski harapan tipis, percayalah keajaiban sembuh dari panleukopenia masih ada!

 Pengobatan dan perjuangan memang paling dibutuhkan. Apa pun untuk kesayangan!

 

Referensi:

https://www.halodoc.com/artikel/apa-yang-menyebabkan-kucing-muntah

https://www.petmd.com/cat/conditions/infectious-parasitic/c_ct_feline_panleukopenia