Pages - Menu

Jumat, 24 Juni 2016

9 Alasan Mulia Menulis Kisah Hidup Pribadi (2)

9 Alasan Mulia Menulis Kisah Hidup Pribadi

9 Alasan Mulia Menuliskan Kisah Hidup Pribadi (2)Kekuatan menulis terutama menulis kisah pribadi dipercaya dapat mengubah perilaku dan meningkatkan kebahagiaan.

"Kenapa harus repot-repot menulis kisah hidup kita sendiri? Kan kita sendiri sudah tahu kisah hidup kita masing-masing? Untuk apa, coba...? Apalagi kalau kita belum sukses... eh"

Hal ini didasarkan pada gagasan bahwa setiap orang mempunya cerita pribadi yang memiliki kekuatan untuk membentuk perspektif tentang dunia dan diri kita sendiri. Hanya saja kadang-kadang suara hati kita tidak mengetahuinya dengan benar.
Tanpa disadari ada banyak kejadian dalam kehidupan ini yang kita biarkan berlalu tanpa pernah meluangkan waktu untuk berhenti sejenak memikirkannya, merefleksikannya atau bahkan memberikan penghargaan.
Tahukah kamu?

Menuliskannya adalah salah satu cara untuk memperlambat irama itu!

Bahkan para ahli mengklaim dengan menuliskan kisah hidup, kita memperoleh manfaat secara emosional, spritual bahkan meningkatkan kesehatan/kebahagiaan.

Misalnya saat membantu move on dari mantan eh, dari masa lalu!

Satu manfaat di antaranya pernah aku singgung di sini, namun agar lebih greget, berikut selengkapnya 9 alasan mulia menulis kisah hidup pribadi yang aku kutip dari mindbodygreen.com.

1. Berbagi informasi pribadi menciptakan koneksi

Saat berbagi pengalaman atau informasi pribadi secara tidak langsung kita memberikan akses bagi pihak lain memasuki ranah pribadi kita.

Memberikan kesempatan orang lain untuk mengetahui lebih banyak, membangun hubungan yang kuat sekaligus menciptakan ikatan

Rekan sejawat, tetangga, sahabat bahkan keluarga hanya akan memiliki gambaran sejauh mana mereka mendapat akses tentang diri kita, berbanding lurus dengan sejauh mana kita cukup terbuka.

Dan ketika mereka mendapati bahwa kita adalah sosok multi dimensi dengan segala aspeknya, dapat dipastikan hubungan lebih dalam akan terjadi kemudian.

Hal ini aku alami sendiri saat memulai berinteraksi di sosial media. Memang memerlukan proses dan tidak semua interaksi yang aku lakukan sesuai dengan harapan yang aku inginkan. Namun tidak sedikit juga yang menghasilkan ikatan-ikatan baru yang menambah jam terbang.

Hidup pun menjadi lebih bersemangat. Setiap hari bangun dengan keyakinan bahwa hari ini akan ada interaksi, ada kesempatan saling berbagi dan itu membuat hidup semakin berenergi!

Baca juga : Berbagi dan Menginspirasi

Betapa pentingnya berhenti sejenak dari kesibukan dan rutinitas, karena rutinitas tanpa variasi bisa memadamkan kreativitas, menurunkan kecerdasan dan meningkatkan kejenuhan hidup.

2. Keluarga akan berterimakasih

Masih ingat siapa nama kakek-nenek kita? Bagaimana dengan nama buyut dari kakek-nenek kita?

Anak, cucu, keponakan serta sepupu semua layak mengetahui bagaimana kita bisa menjadi sosok seperti saat sekarang ini. Semakin lama mereka mengetahuinya semakin penasaran juga mereka tentang siapa sebenarnya sosok serta situasi yang membentuk kepribadian kita.

Mereka akan mendapatkan benefit ketika kita mengungkapkan kendala-kendala apa saja yang berhasil kita atasi dan strategi yang diterapkan saat menaklukkan rintangan-rintangan dalam kehidupan.

Jika masih ingin dikenal dan dikenang oleh keluarga dan generasi penerus, menulislah!

Tulisan kita akan terus abadi dan masih akan bisa dibaca meskipun kita sudah tiada. Pengalaman dan cerita kehidupan yang berharga bisa menjadi pelajaran untuk generasi penerus kita.

Selanjutnya untuk tips bagaimana bisa mengeksplor semua kekuatan diri bisa temukan di sini ya.

3. Mampu menyalakan kembali gelora yang meredup

Proses saat mengorganisir dan menulis pengalaman hidup itu ternyata mempunyai kekuatan menyembuhkan.

Ketika memeriksa dan saat menceritakan kembali kisah lama terutama hal-hal yang dulu sangat mengganggu bahkan sampai bertahun-tahun, sebenarnya kita sedang mengurangi level stress harian kita, meningkatkan kemampuan agar bisa tidur dengan mudah dan nyenyak, menikmati kehidupan emosional dengan baik. 

Coba deh!

4. Berpikir lebih baik

Begitu pikiran kita bersih dari hal-hal negatif warisan masa lalu, kemampuan kognitif (kemampuan intelektual sederhana mulai dari mengingat sampai memecahkan masalah) akan meningkat dan kita mampu berpikir lebih tajam.

Tidak lagi memikirkan tentang ketidakadilan dan masalah-masalah masa lalu. Obsesi memudar, dan ada ruang baru serta informasi menarik untuk mengisi benak kita.

Menulis kisah hidup akan menstimulasi intelektual!

5. Merasa lebih baik dan meningkatkan kekebalan tubuh 

Menulis tentang perasaan yang kuat dan membeberkan hal-hal yang layak dan aman dikonsumsi publik menghasilkan rasa nyaman serta mampu meningkatkan kesehatan sekaligus kebahagiaan. Sistim imun bertumbuh ketika melakukan serangkaian penelusuran akan masa lalu dan menuliskan cerita nyata yang ditemui dalam bingkai memori.

6. Berdamai dengan masa lalu

Menulis mengizinkan kita memilah masalah-masalah dan hanya melihatnya dari jauh. Solusi yang berguna untuk situasi saat ini menjadi jelas dan masa lalu menjadi kurang penting.
Merefleksikan dan menuliskannya kembali memicu perubahan sudut pandang.
7. Takkan pernah merasa bosan

Proyek menulis akan selalu memberikan sesuatu untuk dilakukan. Menulis menjadi bagian dari rutinitas. Juga, akan memotivasi untuk bicara dengan teman, keluarga dari masa lalu atau melihat-lihat album foto beberapa tahun yang lalu.

8. Meninggalkan warisan 

Saat selesai menuliskan kisah hidup, kita akan mempunyai memoar yang permanen, bisa dalam bentuk buku yang bisa didistribusikan buat orang-orang tercinta, menerbitkan dan menjualnya secara online dan di toko buku, atau sebagai pengingat dari apa yang telah dicapai dalam kehidupan.

9. Bersenang-senang

Pernah dong ya senyam-senyum sendiri saat menuliskan atau bahkan saat jeda sesaat untuk menikmati momen-momen masa lalu, apalagi kalau itu sangat konyol dan menggelikan banget.

Kalau dinding di dekatmu bisa ngomong, pasti deh dia bakal bilang "Ini apa sih senyam-senyum sendiri gitu, horor ahh!"

Hahaha...

Tanpa disadari hormon gembira atau endorfin memegang kendali. Perasaan senang dan nyaman terjadi, dan seperti yang aku tulis di awal tulisan ini, hal ini membuat hidup semakin berenergi!

Bahkan dikatakan untuk setiap 1 menit tertawa manfaatnya sama dengan 45 menit berolah raga mengeluarkan keringat. Luar biasa!

Semoga 9 alasan mulia menulis kisah hidup pribadi ini bermanfaat.

Jadi, kapan kamu segera mulai menulis kisah hidup pribadi?

34 komentar:

  1. Betul bun, dengan menulis maka kita berbagi pengalaman dgn yg lain. Semangat terus bun ^^

    BalasHapus
  2. saya juga berniat nulis sbg warisan buat bacaan anak cucu mbak, tapi masih suka pilah pilih temanya :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat mbak. Ayo dipilah-pilih yang sesuai selera dan semoga bisa menginspirasi keluarga besar kita

      Hapus
  3. Kalau saya mah mbak suka diarsipkan walaupun tidak sebagus seperti buku novel kebanyakan tapi ini mungkin akan bermanfaat nanti buat anak dan cucu saya.

    BalasHapus
  4. Aku juga mulai menuliskannya di sini, sepenggal-sepenggal dulu. Bisa dibayangkan kan ya cerita kehidupan kita sejak kita mulai kecil dulu. Kalau dibukukan, duh bisa jadi beberapa buku.

    BalasHapus
  5. dengan menulis kisah hidup kita, kita seakan2 diingatkan kembali masa2 yg pernah kita lalui, sedih maupun senang

    BalasHapus
  6. Setuju banget dengan nomor 6. Ada kepuasan tersendiri kalau harus menuliskan kisah masa lalu :)

    BalasHapus
  7. Iya membantu kita move on dan memberi perspektif baru ya :)

    BalasHapus
  8. yang agak sulit berdamai dengan masa lalu, jika punya masa lalu yang mungkin 'memalukan' tapi harus ditulis dan dibaca org, perlu persiapan mental ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa saja menurut sebagian orang memalukan, tapi buat yang lain justru seperti sebuah titik balik, mbak

      Hapus
  9. Aku baca aja deh mbak bisanya, belum pede kalau nulis kisah pribadi

    BalasHapus
  10. Betuuuul...
    Menulis juga ternyata bisa bikin pede meningkat.
    Karena ternyata saya bisa mengerjakan sesuatu yang berhubugan dengan otak kanan.. Padahal, sehari-hari berkutat dengan rumus excel, tabel, bahasa kontrak, dan diagram.. 😂👟

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, dan semakin banyak kita menulis semakin terasah ketrampilan menulis kita. Yay!

      Hapus
  11. nah meninggalkan warisan itu perlu banget, tapi pinginnya dibukukan sih mbak, kalau online gini agak terbuka banget kisah hidup kita

    BalasHapus
  12. Berdamai dengan masa lalu ini kadang yang berat ihik ihik terlalu banyak penyesalan dll

    BalasHapus
  13. Betul tu mba.. klo kita nerus terus nanti pas sudah punya anak.. anak kita nanti akan baca apa yang sudah kita share :) inspiratif :)

    BalasHapus
  14. Berdamai dengan masa lalu...
    Ini point pelajaran paling penting bagi aku kak. Hehehehe

    BalasHapus
  15. Menulis kisah pribadi itu bsa jd tombo kangen mbak 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju.
      Ternyata amat banyak manfaat menulis itu ya.

      Hapus
  16. Waah jadi semangat pengen nulis pengalaman pribadi,makasiih mbaak tulisannyaa

    BalasHapus
  17. Satu lagi ya Mbak..Menceritakan kisah pribadi membuat kita makin mensyukuri nikmat-Nya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju. Meski banyak orang mengetahuinya tapi sangat sedikit orang yang melakukannya.
      Banyak bersyukur membuat nyenyak tidur, disenangi orang, kekuatan dan kesehatan mental terbangun dan punya energi setiap hari.

      Hapus
  18. Setuju. Menulis kisah pribadi yang ada hikmah supaya tdk sekedar curhat dan membawa manfaat. Tapi perlu juga mwmilah mana yang bisa jadi konsumsi publik dan sebaiknya tidak.

    BalasHapus
  19. Luar biasa tulisannya mbak. Saya terinspirasi. Tks salam.

    BalasHapus
  20. Meninggalkan warisan. Setuju banget. Karena aku sendiri juga mikir kaya gitu. Supaya cucuku kelak bisa tahu masa mudaku dulu ehhehee

    BalasHapus

Holaaa...!
Terimakasih ya sudah berkunjung ke sini.
Mohon maaf komentar kudu dimoderasi sebelum dipublikasi.