Pages - Menu

Minggu, 16 Juni 2019

Sensasi Menikmati Pesona Wisata Alam Terbuka Lodge Maribaya

lodge maribaya

Sensasi Menikmati Pesona Wisata Alam Terbuka Lodge Maribaya. Sebuah foto indah sahabat yang sedang berayun ekspresif dengan latar belakang hutan pinus ijo royo-royo masuk di grup WAG. Ada hastag Lodge Maribaya di sana!

"Masya Allah" bisikku dalam hati.

Ini adalah foto kesekian tentang Lodge Maribaya yang aku lahap dalam beberapa waktu belakangan ini.

Yang paling sering saat aku berselancar di instagram. Yup, hastag Lodge Maribaya sukses menancapkan obsesi di dada!

... dan seperti sudah diduga, setiap melihat postingan keseruan ala Lodge Maribaya, godaan bolang semakin meraja.

 "Ya Allah, semoga suatu hari aku bisa ke sana!"

 Doa pun kembali aku munajatkan.

... lalu sejak saat itu aku pun gencar mencari tahu tentang Lodge Maribaya!

Alhamdullillah, rupanya Allah SWT mengijabah pinta.

Maret 2018,  usai mengantarkan Yasmin yang lolos seleksi AFS Hiroshima Jepang via  bandara Soeta, mumpung masih di Jakarta kami (aku plus suami, bang Iqbal) memutuskan untuk sekalian ke Lodge Maribaya di Lembang, Bandung.

Rencananya sih pengin menikmati salah satu spot wisata romantis Bandung 

Untuk menghemat biaya kami memilih menginap di sebuah hotel budget di wilayah Pasteur.

Biar makin afdol, aku pun bertanya kepada staff hotel tentang akses ke Lodge Maribaya, dan disarankan menggunakan moda transport online serta berangkat pagi sekitar jam 8 lebih disukai untuk menghindari macet.

Alhamdullillah, saat itu memang bukan pas akhir pekan, jadi menurut staff hotel, mungkin kami akan beruntung, tidak terjebak macet, maksudnya, hahaha.

Keesokan harinya, aku bersama suami kompak menggunakan outfit cerah, topi pantai dan kaca mata. Biar greget, lah! Minimal hasil fotonya anti lebay, hahaha...

Mobil online telah tiba, dan ongkos ke sana kurang lebih Rp 60.000 dari Pasteur.

"Bu, biar cepat kita lewat Punclut ya?"

Pengendara menawarkan jalur alternatif, sesaat setelah kami berada di dalam mobil

"Terserah Bapak saja, mana yang terbaik ya!"

Ternyata jalur Punclut ini memang agak unik, selain badan jalan yang kecil, juga hampir sepanjang perjalanan merupakan tanjakan curam dan panjang.

Jadi, yang bawa kendaraan pribadi, pastikan kondisi kendaraan sehat wal-afiat ya, guys!

Masih menurut bapak pengendara, kawasan Punclut biasanya lebih semarak saat malam tiba di mana kafe-kafe akan berbagi malam dengan pengunjung, menikmati Bandung dari ketinggian.

Belakangan aku baru tahu, bahwa rute ke Lodge Maribaya memang ada berbagai cara, tergantung di posisi mana kita berada.

Kembali ke laptop!

Perasaanku semakin membuncah ketika mobil mulai mendekati lokasi Lodge Maribaya.

Ternyata kami harus berhenti dan melanjutkan perjalanan menggunakan shuttle bus gratis yang sudah menanti.

Tepat seperti yang dikatakan staff hotel di Pasteur, suasana Lodge Maribaya memang masih sepi saat kami tiba di pintu loket. Bahkan saat itu kami langsung dilayani, membeli tiket regular weekday Rp 20.000 per orang (tiket weekend Rp 25.000, libur nasional Rp 35.000)

Begitu lolos dari pintu tiket, view ikonik Lodge Maribaya segera tertangkap mata. Dibuka dengan selasar bambu yang penuh pesona, bagai hidangan pembuka selera, luar biasa!

Kami terus berjalan, menuruni anak tangga. Hmmm... lumayan juga nih kalau pas naik, bisa membakar karbo, hahaha

Mendadak adrenalin mengambil kendali, ketika view ikonik Lodge Maribaya, perlahan tersibak. Aku sibuk menjinakkan gejolak. Di sini, di jantung yang semakin memompa liar!

Masya Allah. Inhale... Exhale... Inhale... Exhale!

Samar-samar aku mendengar dialog Melayu Malaysia, semakin lama semakin jelas di telinga.

... dan hei benarlah, sekelompok turis mancanegara asal Malaysia sedang berpose di sebuah lokasi datar dengan platform kayu dan latar belakang hutan pinus yang membius.

"Dari Malaysia ya Bu? tanyaku pada seorang ibu yang sedang duduk

"Iya, Nak, tepatnye dari Kuala Lumpur"

"Wah, keren! Tahu dari mana tentang Lodge Maribaya ini, Bu?"

"Oh, kebetulan saye ada keluarge di Bandung dan diajak ke sini"

Kami lalu larut dalam percakapan sambil menikmati panoramau hijau yang memukau.

Ibu itu lalu meminta aku untuk mengambil foto keluarga. Setelah itu mereka pun berpindah spot ke lokasi di sebelahnya.

Ternyata sudah ada antrian di sana!

Aku dan suami melanjutkan sesi foto pre wedding eh pasca wedding dong ya. Uhuk! Soalnya, view dari lokasi ini, indah sekali!

Hari itu, alhamdullillah, kebetulan langit sangat cerah. Mestakung lah!

Sama seperti ibu dari Malaysia tadi, puas berfoto di spot ini, kami bergeser juga ke sebelah. Ke spot wahana foto ikonik Lodge Maribaya.

Sky Tree. Begitulah tertulis di sana!

"Yup, lihat ke sini! Tangan dibuka ya! Satu, dua, tiga! Angkat kaki kiri! Mau loncat juga boleh! Ya, begitu, satu, dua, tiga! Gaya lain juga boleh,satu, dua, tiga!"

Sambil celingukan kanan kiri, aku berusaha mencari pemilik sumber suara instruksi ini!

Aha! Ternyata berasal dari mas sutradara merangkap fotografer yang bersembunyi, membidik dari bangunan saung mini.

Sementara, di depannya, di sebelah pohon ada segerombolan pengunjung menumpuk bagai ikan teri. Ternyata di situ tempat membayar tiket untuk berfoto di area Sky Tree!

Saat itu aku membayar Rp 15.000 untuk pose di Sky Tree per orang dan hasil foto bisa diambil saat mau pulang nanti.

Dan bisa ditebak, arahan pose pun sama seperti yang tadi, hahaha.

lodge maribaya

Kebahagianku semakin lengkap saat bang Iqbal juga memutuskan latah untuk berfoto, bahkan sambil melompat, yihaaa!

lodge maribaya

Oh iya, sebelum berfoto di pohon, kami menggunakan bod harness, alat keselamatan yang dipasang di tubuh.

Hal ini tentu saja demi untuk keselamatan pengunjung juga, karena eh karena beberapa pose yang dilakukan ada yang percis di bibir platform kokoh Sky Tree, di mana medan terjal sudah menunggu di bawah sana. Huuuaaa... cukup membuat jantung memompa liar juga!

Usai dari Sky Tree, kami beranjak ke sepeda udara, Zip Bike!

Saat inilah aku melihat ternyata antrian Sky Tree sudah mengular. Hiii...! Untung tadi cepat datang ya!

Usai membayar tiket Rp 20.000 per orang (iya, kudu bayar lagi, hihihi), di area Zip Bike, kami baru sadar ternyata antrian juga sudah lumayan mengular.

Tapi, kami tetap sabar menanti, mengingat betapa kerennya kalau berhasil foto di sini.

Angan pun langsung membawaku ke beberapa foto ikonik ala Zip Bike yang pernah aku nikmati di beranda media sosial.

Yup, sama seperti saat di Sky Tree, kami juga pakai alat keselamatan di sini.

Sejujurnya aku sempat agak jiper lho sesaat mau menaiki sepeda udara ini. Namun aku menepis semua kebimbangan. Dan dengan bismillah, aku pun naik ke sadel sepeda.

Sepeda di Zip Bike ini didesain khusus. Rodanya dari besi dan memiliki kabel yang bisa ditarik mundur. Kami diminta mengayuh sepeda ke tengah, dan di bawah sana, jurang terjal, menganga!

Benar-benar uji nyali deh!

"Ya, berpegangan sambil berhadapan, iya, gitu, tahaaan! Kembangkan kedua tangan dan melihat ke sini ya! Sambil senyum juga boleh! Tangan di stang sambil senyum dan lihat ke sini! Sekarang, boleh gaya bebas ya"

Begitulah, mas fotografer memberi aba-aba, ketika sepeda mulai kami kayuh dan akhirnya berhenti di tengah.
lodge maribaya

Selanjutnya kami menuju ayunan untuk berdua, yang menjadi signature-nya Lodge Maribaya, Valley Swing!

... dan antri lagi!

... dan bayar lagi (Rp 25.000 per orang!)

... dan pakai harness (alat keselamatan) lagi

lodge maribaya

Selanjutnya kami bergerak ke wahana Bamboo Sky.

Dari namanya sudah jelas dong ya ini spot seperti apa. Tepatnya seperti menara pandang yang terbuat dari bambu dengan latar belakang perbukitan hijau. Indah dan unik banget!

Yup, urutan masih seperti di atas, beli tiket Rp 20.000 per orang, ambil antrian dan pakai alat keselamatan.

lodge maribaya

Kuliner ala Omah Bambu Restaurant

Hari pun beranjak siang, kampung tengah juga mulai protes mau minta 'dilayani'

Kami memilih makan di restoran Omah Bambu dengan panorama indah, menghadap hutan pinus Lodge Maribaya.

Aku ambilkan daftar menu dari situs Lodge Maribaya (www.thelodgemaribaya.com) ya, soalnya, saking laparnya, lupa foto, hahaha.

lodge maribaya

Pas lihat penampakan lalapan serba hijau, salada dan mentimun segar, letih, lelah, lesu, letoi, langsung bubar! Hahaha...

Tersedia juga tempat sholat dan toilet lho. Saat itu sih lumayan lah bersihnya! Hanya debit air di toilet agak lambat.

Urusan kampung tengah usai, kami melanjutkan mengitari lokasi Lodge Maribaya.

Ternyata masih ada beberapa spot foto berbayar (lagi) seperti Gantole, Glass Deck, Sky Plane dan Hot Air Balloon Hydraulic.

Namun sayang, tak berapa lama mendung  menggantung, kami memutuskan untuk check out dari Lodge Maribaya dan singgah di bagian pengambilan foto.

Kami pun diminta mengunduh aplikasi Shareit, memilih foto favorit dengan biaya Rp 10.000 per foto.

Masya Allah, ternyata babang fotografer punya banyak stok foto, namun kami memutuskan hanya memilih yang terbaik saja, eh bukan ding, tepatnya menghemat dana, hahaha.

Yup, kami putuskan hanya memilih 20 foto!

Setelah itu kami diminta menghapus sisa foto lainnya.

Huuuaaa... Ada rasa-rasa tak rela, kakaaa... Namun karena kudu bayar Rp 10.000 per foto, akhirnya, harus rela. H- A-R-U-S!

Dan benarlah, saat kami asyik memilih foto, hujan pun seperti tumpah. Sangat deras!

Eits, hampir lupa, kami juga menukarkan potongan tiket dengan 2 gelas susu dingin. Meski diminum saat cuaca dingin, susunya enyaaak guys!

Untuk sesaat lupa perih karena harus membayar 20 foto sebesar Rp 200.000, hihihi.

Saat diantar shuttle bus kembali ke tempat parkir, kami sempat kebingungan, karena hari sudah sore, tidak ada lagi angkutan umum yang beroperasi.

Iya, kami sempat bingung gimana cara mau balik ke Pasteur.

Untunglah ada satu keluarga yang tadi bareng di shuttle bus, membawa mobil pribadi, menawarkan mengantarkan sampai lokasi di mana moda transport online tersedia.

Alhamdullillah ya, rezeki anak soleha... *kibasponi

Berikut beberapa catatan dan tips yang bisa aku bagi jika tertarik bolang ke Lodge Maribaya.

Tips Berkunjung, Kelebihan, Kekurangan Lodge Maribaya

Tips Berkunjung

- Usahakan berangkat pagi, menghindari antrian panjang
- Hindari berangkat di hari libur/akhir pekan, lagi-lagi untuk menghindari antrian panjang wahana
- Karena banyak wahana outdooor, gunakan outfit nyaman dari bahan katun, mengenakan celana panjang dan bawa payung
- Gunakan sandal dan sepatu nyaman. Terdapat banyak tangga karena landscape berbukit
- Gunakan tabir surya dan pernik lain seperti topi, kaca mata hitam untuk meminimalisasi paparan mentari
- Jangan terpaku sama antrian satu wahana dan mintalah informasi pada petugas, wahana mana yang sedang sepi atau antrianya tidak panjang
- Pastikan baterai HP full dan bawalah power bank, untuk menghindari mati gaya, hahaha
- Siapkan memori cadangan untuk simpan foto di HP
- Unduh aplikasi Shareit untuk mengambil foto yang akan ditebus
- Tukarkan tiket dengan minuman dingin/susu

Kelebihan Lodge Maribaya
- Sarat pesona alam wisata terbuka
- Banyak pilihan spot berfoto yang out of the box, kudu siapkan nyali, hihihi...
- Area yang cukup luas
- Fasilitas cukup lengkap
- Berada satu arah dengan tempat wisata lain seperti: The Ranch, Kebun Bunga Begonia, Maribaya Resort dan Taman Hutan Raya Juanda

Kekurangan Lodge Maribaya
- Menurutku harga cukup menguras kantong, hahaha. Setiap spot foto perlu biaya!
- Biaya transfer foto lumayan mahal Rp 10.000 per foto
- Karena transportasi umum jarang, alternatinya kudu sewa mobil+supir
- Susah mendapatkan moda transport online seperti gojek, gocar, grab dan uber
- Kurang cocok untuk para lanjut usia atau stroller bayi, karena landscape naik turun dan bertangga

Berikut video warna-warni sensasi menikmati pesona wisata alam terbuka Lodge Maribaya.

Semoga bermanfaat!



86 komentar:

  1. mau kesini belum kesampaian saja

    BalasHapus
  2. Sayangnya jln menuju kesana masih bebatuan dan berdebu yaa.. Sperti habis konvoi mobil ajaa... Sy kesana twrakhir des 2017 ga tau kondisi jln udh bagus apa blom.. Kl tpt wisatanya sih ya lumayan keren.. Tp mo antri ft rame bingits

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih disukai datang dini, untuk menghindari antri^^
      Aku, ke sini, Maret 2018 lalu via jalur Punclut.
      Alhamdullillah, secara umum, jalanan mulus, namun kudu hati-hati karena jalanan sempit dan curam panjang.

      Hapus
  3. Kalau melihat hasil fotonya keren dan viewnya bagus begini, jadi pengen ke lodge maribaya juga... Cuma kok bayarnya lumayah mihil ya ?hihi.... Nabung dulu ah... Tfs mb...

    BalasHapus
  4. Waduhh ada lagi yang pamerin foto-foto di Lodge Maribaya. UDah lama mupeng wisata kesana, mbak. Dari foto yang dishare teman kuliah, adik ipar, sampai ponakan, semua fotonya kece dan bikin ser-seran jantung, hihii

    Tipsnya aku ingat banget deh, terutama soal transfer foto, kudu siapin duit lebih ya agar nggak nyesel hapus foto

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ke Maribaya, memang kudu siap segalanya, hahaha
      Fisik, nyali dan romeo piko alis rupiah
      Begitulah...

      Hapus
    2. Paket komplit ya mbak, terutama nyali yang gede dan mesti pede aja karena udah ada perlengkapan keselamatan bod harness. Tapi tetep berdoa kan mbak, aku kok agak ngeri-ngeri sedap ya kalo lihat foto-foto yang dishare saat di Maribaya ini

      Hapus
  5. Keren... perlu nyali besar nih berfoto di ketinggian gitu. Bahkan si Bapak pakai acara lompat segala

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku yang panasin, mba
      Eh, tak dinyana, 'jualanku' dibeli, hihihi

      Hapus
  6. Keren mbak berani naik sepeda melayang, ya ampuun aku membayangkannya saja sudah lemas lutut. Maklum saya fobia ketinggian. hehehe. Tapi tetep aja mupeng ya kalau ke Bandung mampir aaah, tapi kapan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti yang aku tuliskan di atas, aku juga sempat 'jiper' mba, hahaha...
      Cuma, aku pikir, "kalau tidak sekarang, kapan lagi?"

      Hapus
  7. Kemarin lihat tetanggaku ke Maribaya juga dan aku pengen. Teryata biayanya juga banyak dnan harus antri ya. Hhehehe. Tapi sensasinya cukup sesuailah sama yang diperoleh ya mbaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga korban'racun' postingan sahabat dan netizen, mba, hahaha
      Plus kami memang suka travlling yang berbau semi adventure begini
      Jadi, pas ada kesempatan begini, langsung deh, eksekusi!

      Hapus
    2. Hahhaha iya mba. Yang penting juga kita menikmati juga ya mba. Aku tuh takut ketinggian. Tapi kayaknya harus nyoba deh :)

      Hapus
    3. Aku pernah baca artikel tentang mengatasi phobia ketinggian di alodokter(dot)com

      Coba deh browsing mba...

      Siapa tahu bisa membantu^^

      Peluk, mba

      Hapus
  8. Arena Zip bike itu memang bikin lutut lemes ya, Mbak. Padahal dah pake tools pengamanan itu hihihi. Pose di Sky Tree Paksunya keren ih. Jadi pengen ke sana lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mba, Zip Bike, awalnya pengen aku 'skip'
      ... tapi aku berubah pikiran!
      ... dan untunglah aku lakukan, kalau tidak, bisa menyesal dan uring-uringan ^^

      Hapus
  9. tempatnya emg hits banget, pernah dua kali ke sini dan selalu rame.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju Bang!

      Makanya, di sini berlaku Lima Charlie Lima Bravo, Lebih Cepat Lebih Baik.

      Setuju, Bang?


      Hapus
  10. pernah dua kali kesana dan bener-bener menikmati alam. juara lah kalau bandung. aku sih paling suka kalau photo di spot balon udaranya. murce lagi plus ada yang motoin.

    BalasHapus
  11. Harus bawa uang lumayan banyak berarti kalau ke sana hehehe. Tapi, kalau kita gak mau ambil fotonya gak apa-apa kan, Mbak? Lumayan juga itu 10 ribu per foto :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak apa-apa, Chi
      Kita hanya minta menghapus foto yang tidak kita ambil.
      Jadi, kalau tidak ambil semua, ya kudu hapus semua foto
      Begiccu, Chi...

      Hapus
  12. Wah seru sekali bisa menikmati Maribaya ya mbak. Eh tapi itu transfer fotonya lumayan ya harganya 🙄 kalau uangnya mepet kayaknya ga berani deh kesana jadinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Solusinya, kudu bawa fotografer sendiri saja ya, mba
      Boleh juga tuh!
      Bisa memangkas dana

      Hapus
  13. Keren kali mbaa foto-fotonya, iya lumayan juga 10 ribu per foto ya jadi harus memilih hihihi demi dompet..

    BalasHapus
  14. Ternyata ini wisata selfie juga, ya. Tapi kalau ditangani fotografer profesional sih mau juga.

    BalasHapus
  15. Wisata di Bandung yang ini memang ngehits banget. Rela antri deh demi menikmati ayunan 'langit'. Tiketnya juga cukup terjangkau ya. Kayaknya perlu jadwal ke Bandung nih, tapi pas bukan waktu liburan gini. Bakalan ramai banget.

    BalasHapus
  16. Waah...mupeeng ke sini juga. Tapi musti siap2 dompet tebel nih ya..hehe..

    BalasHapus
  17. wah lembang mah udah banyak bgt wisata skrg, aku aja kalo ke lembang udah ga lewat jalan utama karena macet terus, pasti lewat jalan tikus, blum mampir nih the lodge, nnti kalo mudik ke bandung mudah2an bs main ke sana

    BalasHapus
  18. Sekarang tuh ada angkot khusus Lembang-The Lodge, plus ojol ma taksol banyak Mbaa.

    Ayo ke sini lagi banyak yang baru tuuh, tak tungguin di prapatan yaaaa..
    Emang seru main kesana tuh untuk yg berjiwa muda hahaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Teh, aku mau juga dong ditunggu di Prapatan. Sekalian ditemenin yaa ke The Lodge ini. Aku udah termimpi2 loh pengin ke sana tapi belum keturutan.

      Hapus
    2. Kalau sama kesayangan Nchie Hanie, dijamin, foto tercapture dengan baik dan unik!

      Semoga suatu hari bisa bolang bareng lagi...

      Hapus
  19. Makin mupeng aja deh ke sini. Tapi waktunya harus longgar ya karena banyak antrean.

    BalasHapus
  20. Waduh gimana dong ini urusannya aku yang orang Bandung malahan belum pernah ke Lodge Maribaya hahaha. Udah beberapa kali rencana mau ke sana tapi batal terus. Baiklaaah, nanti mah mau dijadiin deh hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. padahal tinggal ngesod ke sana ya bi, malah belum pernah hihihi. Orang jauh duluan malah udah ngerasain

      Hapus
  21. Wah, mbak Anna keren banget ya selalu menjaga suasana Honey Moonnya dengan beragam cara.

    BalasHapus
  22. bookmark ni kaka. seru bgt kayaknya ya. hrs didoain bukan cuma diharapkan :). aku dulu lama di bandung. dan pernah sih ke maribaya tp air terjunnya. apa dulu blm ada ini ya?

    BalasHapus
  23. Paling seru itu Zip Bike ngeri2 tapi bikin aku ketagihan. Btw mbak gak sekalian beli tiket terusan ke The Fairynya lebih murah jadinya

    BalasHapus
  24. Wah, selamat lolos AFS! Dulu waktu masih sekolah aku ambis banget lolos begituan. Tapi ternyata dikasih jalan pergi ke luar negeri lewat cara lain :) *OOT banget ya comment-ku. Hehe maafkan*

    BalasHapus
  25. Aku pun berkali-kali lihat postingan The Lodge Maribaya juga mupeng banget mba. Aslik keren banget laaahh... mulai dari Zip Bike, Valley Swing, Sky Tree, trus kalau anak2 ada yang naik kayak pesawat kecil itu. Uwwwhhh... menyenangkan sekali ya ke sana bareng keluarga. Pasti seruuuu...

    BalasHapus
  26. Gak kuat lihat panoramanya yang subhanallah indah, sayang saya mana berani foto-foto di sana pakai cara ala spot. Ngeri saja, hi hi. Kayaknya lebih cocok untuk generasi muda yang aktif dan enerjik, saya akan ngos-ngosan jika turun-naik, terutana naiknya.
    Padahal sama seperti Mbak Anna, saya juga termakan promosi teman untuk ke sana, dan setelah tahu kayak apa tempatnya, sepertinya saya terlalu tua untuk ke sana, hu hu. Padahal spot fotonya unik.
    Yah, barangkali tiketnya mahal karena ditujukan untuk kelas menengah atas yang punya banyak uang. lagian tempatnya memang ekslusif. :)
    Selamat honeymoon ke sekian, he he. Fotonya cantik.

    BalasHapus
  27. Wah, benar-benar memacu adrenalin ya mba. Foto-fotonya keren mba, meski dikit-dikit harus bayar ya. Mihil..hihi..Tapi kenangan tak bisa terulang lho mba.. :)

    BalasHapus
  28. pengalaman saya kalo ke sana harus hari kerja takutnya macet banget

    BalasHapus
  29. aku deg-degan sama bayarnya, haha. jiwa iritku berontak nih lihat dikit-dikit bayar. bisa abis ratusan ribu nih ya

    BalasHapus
  30. Hallo, mbak, apa kabar?
    Senangnya lagi liburan di Bandung.
    Aku deg2an banget saat naek sepeda yang diatas itu, mbak :(

    BalasHapus
  31. Selamat ya untuk Yasmin karena lolos AFS. Keren banget. Bangga pastinya ya, Kak. Beberapa kali ke Bandung dan berencana ke Lodge Maribaya selalu akhirnya batal karena kami ke sananya pas weekend dan di sana rame banget. Mesti planning ulang nih dan perginya bukan di weekend. Untuk biaya yang menguras kantong tersebut, worth it tidak sih main-main di sana + foto2?

    BalasHapus
  32. Aish mesranya.. bikin envy aja deh ini mbaknya..btw mbak, aku dah lama banget ngga ke bandung huhu.. dan kalo kebandung seringnya menginap di daerah lembang.. nah sering banget ini lewatin lodge maribaya.. tapi belum sempat euy mampir.. next ke bandung mau juga ah mampir.. seru banget sih itu

    BalasHapus
  33. akk, ini nih yang waktu ke Bandung ga kesmpean, haha.. soalnya kami bawa batita dan balita, jadi takut riweuh karena mesti naik-turun jalannya :D Bagus2 deh mbak hasil fotonya <3

    BalasHapus
  34. Kereen...
    Berani pepotoan di Lodge Maribaya.

    Iya kak...
    Banyak jalan menuju Roma, eh Lembang maksudnya.
    Dan Punclut ini semacam secret ways.
    Gak seberapa macet, tapi ya siap-siap dengan trek perjalanan yang bikin deg-degan.

    Aku kemarin pas ke Lodge lewat Dago Giri.
    Lebih banyak melewati tempat wisata yang sejenis Lodge ini..

    BalasHapus
  35. Adudududu foto-fotonya bikin mupeng Kak Anna.... Tapi yang naik sepeda itu, kayanya aku bakal tremor deh, hihihi....

    BalasHapus
  36. Ah iyaa di.sini memang seruu sayangnya selalu penuh antri wahana ke wahananya..jd ga kebagian kalau ga semangat antri mah hehe..

    BalasHapus
  37. The Lodge Maribaya emamg tempat yang wajib didatangi bagi yang suka dengan keseruan dan foto-foto out of the box. Lumayan memguras kantong ya. Kalau datang serombongan lenong kek aku sekeluarga bisa kempes pes dompet eijk hahaha. But sepadanlah dengan kebahagiaan yang didapat

    BalasHapus
  38. hihihi duh emang nih kalo denger atau baca pengalaman teman2 yang pernah liburan ke The Lodge Maribaya bikin mupeng mba, belum sempat kesana. Tapi sayangnya disana serba bayar ya hihihihi, jadi harus nabung dulu nih biar puas mainnya.

    BalasHapus
  39. Duh, aku sebagai orang Bandung malu deh belom pernah ke sini. Macetnya sih bikin males kalo ke daerah Lembang itu. Saat libur parah, saat gak libur gak bisa. Nanti mah kudu nyengajain ya. Seru banget kayaknya main di sana :)

    BalasHapus
  40. Asli bikin ngiri..aku udah lama pengen kesini tapi belum kesampaian. Eh tapi aku takut ketinggian mbak bisa gemetaran aku kayaknya naik itu 😁

    BalasHapus
  41. aku ya belum pernah ke sini mba meski jaraknya mayanlah dibilang dekat dari Cimahi mah..baca reviewnya iya juga dikit2 bayar buat masuk wahananya udah gitu fotonya mayan juga hahaha...kudu bawa uang buanyak

    BalasHapus
  42. Lodge Maribaya emang hits banget terutama yang naik2 ke atas itu dan ayunan yg instagrammable hehe.
    Wah saya kalah nih sama org Malaysia, duluan ke sana, saya belum hehe. Moga2 ada kesempatan ke sana juga secepatnya utk piknik😁

    BalasHapus
  43. Padahal kemarin lebaran pulkam ke Garut dan lewat Bandung tapi sayang waktu yang dipunya sedikit. Udah niat banget mau ke Maribaya. Hiks, nggak rejeki.

    BalasHapus
  44. Lagi hit nih lodge maribaya. Tp blm tertarik ke sana walaupun mudik lebaran ke Bandung krn pasti foto2 instagtamable ngantri, belajar dr pengalaman main ke dago dream park, mau foto model di atas gitu...antri anak2 udah rewel hahah

    BalasHapus
  45. Berarti cocok nih buat aku ke sana sama suami jalan2 kak heheh, aku suka pemandangannya keren banget plus menantang😍

    BalasHapus
  46. Sy blm tertarik ke lodge maribaya males macet2an klo ke Bandung. Klo mudik k Bandung malah males keluar krn males macet2an wisata k tempat deket biar bisa naik motor jd ga macet heheh

    BalasHapus
  47. Ini tuh sudah ku masukkan dalam list tempat liburan kalau pas ke Bandung, tapi sampai sekarang pun aky belum kesana. Seru banget itu bisa foto-foto gitu ya, itung-itung nambah koleksi foto.

    BalasHapus
  48. Aku pas main ke Bandung ga kepikiran main ke sini. Cuman sebentar waktu itu mampir di Bandungnya huhuhuhu

    BalasHapus
  49. Seru banget ya liburannya. Jadi pengen ke sana hihi.. Baru tau ada shuttle bus gratis, harus coba next trip nih ke Maribaya

    BalasHapus
  50. Selalu hanya bisa menelan ludah ketika melihat foto foto teman yang sudah ke sana. Saya yang mau ke sana terkendala perut yang makin membesar.

    BalasHapus
  51. Foto-fotonya keren banget! Dan seru! kapan-kapan minta liburan lah ke sini hehehe

    BalasHapus
  52. Alhamdulillah sudah pernah mampir kesini, tapi gak ada nyali buat naik-naik mengudara begitu. 😀

    BalasHapus
  53. Masukin ke jadwal ah, sepertinya tahun ini perli jalan2 ke lodge ini, sepertinya tenang refreshing ke sana.

    BalasHapus
  54. Bagus banget ya ini pemandangannya pas buat foto2 gitu... Keren

    BalasHapus
  55. Seru banget liburan ke Maribaya.. Kalau ke Bandung pengen ke sana juga hehe.. Baru tau juga ada shuttle bus free, mantul infonya nih!

    BalasHapus
  56. Belum pernah ke Maribaya, bagus banget yaaa pemandangannya.. padahal sering ke bandung... makasi infonya mba Annaa...

    BalasHapus
  57. berapa kali ke Bandung belum pernah mampir ke Maribaya. Ke Bandung kemarin, cuma ke Cikole sama Ciater

    BalasHapus
  58. Waduh. Jd bulak balik bayar ya mba. Kalau bawa keluarga repot jg ya wkwkwkkwkw. Brtti hrs spare lebih kalau ke Maribaya ya. Btw fotonya kerennnnnn. Viewnya bagusss bgt

    BalasHapus
  59. Seru ya mba, spot fotonya uji nyali semua itu :D pengen kesana deh ,reviewnya lengkap banget

    BalasHapus
  60. setiap liat postingan orang yang abis dari sini pasti iri dan mupeng aku mba. tapi ya itu, aku punya phobia ketinggian akut. gemeter aku tuh, takutnya malah ganggu antrian pengunjung yang lain, atau malah pingsan. huhuhu padahal pengen jugak

    BalasHapus
  61. kalo kesini bawa duit banyak aku ahhh, satu foto 10.000 huwaaa
    ga terasa duit cepet mengalir ya disini hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, berasa kurang ridho.
      Jadi sebaiknya berapa ya, menurut mba?

      Hapus
  62. Harga tiketnya itu lo, kok ya fluktuatif banget. Seharusnya tidak begitulah.

    BalasHapus
  63. Pengen ke Lodge Maribaya jadnya.. Salam kenal

    BalasHapus
  64. 10 ribu per foto dikali (berapa pengunjung) bisnis yang menjanjikan hanya bermodal kamera

    BalasHapus
  65. kapan ya bisa ke sana dengan suami

    BalasHapus

Holaaa...!
Terimakasih ya sudah berkunjung ke sini.
Mohon maaf komentar kudu dimoderasi sebelum dipublikasi.