Pages - Menu

Minggu, 04 Juni 2017

Tips Agar Mudik Nyaman Dan Menyenangkan

Tips Mudik Nyaman Dan Menyenangkan


Tips Agar Mudik Nyaman Dan Menyenangkan. "Ntar temani mama mudik ya"

Begitulah permintaan mama yang saat itu masih tinggal bersama si bungsu di Tanjung Redeb, Berau. Beliau mengutarakan niat beberapa hari menjelang Ramadhan di mana biasanya harga tiket akan mulai menjulang.

Mengingat usia beliau yang sudah sepuh - menjelang 80 tahun, menyiapkan mudik agar nyaman dan menyenangkan adalah misi penting, #eeeaaaa. Aku percaya pasti kamu setuju dengan aku, iya kan!

Biasanya aku jarang sekali mudik. Bukan apa-apa, masalah kantong saja. Hahaha. Tiket merupakan isu utama.

Kalau mudik biasanya kami ke Lubukpakam, Sumut dulu, tempat di mana adik lelaki aku berdomisili dilanjutkan ke Barus, kota kecil di Tapanuli Tengah, kota kelahiran babang suami yang harus ditempuh selama hampir 10 jam lewat perjalanan darat. Fuih. Kebayang dong bokong, nanas-nanas. Hihihi...

Apalagi perjalanan ke sana melalui kota Tarutung yang jumlah kelokan dan jalanan penuh jurang menganga di sisi jalan cukup membuat raga keok ditambah rute menuju Sibolga yang tak kalah menguras perhatian dan stamina. Masih dengan isu kelokan dan topografi perjalanan juga.

So membuat mudik nyaman dan menyenangkan merupakan misi yang harus dituntaskan.


Berikut tips agar mudik nyaman dan menyenangkan


1. Memilih moda transport sesuai budget dan kebutuhan.


Aku pribadi menggunakan kombinasi pesawat dan mobil. Jadi, begitu tahu informasi tanggal keberangkatan yang sudah pasti, tiket langsung aku pesan untuk menghindari harga yang menjulang. Aku juga membeli paket asuransi yang bisa meminimalisasi beberapa kerugian seperti dalam foto berikut ini:

Tips Mudik Nyaman Dan Menyenangkan

Sedangkan untuk mobil biasanya babang suami melakukan pengecekan rutin seperti mengecek kondisi kendaraan, membawa uang tunai secukupnya, membawa makanan dan minuman juga secukupnya, mengaktifkan GPS atau membawa peta dan yang paling penting mematuhi peraturan lalu lintas.

2. Stamina Fit


Paling merana banget jika stamina ngedrop saat mudik. Serba salah. Apalagi saat puasa. Asupan gizi seimbang adalah krusial!

Membawa obat-obatan dan P3K juga keharusan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

3. Memilih Waktu Berangkat Yang Tepat


Yang pernah mudik pasti pernah dong merasakan ini. Di mana-mana antri. Ini bukan antri biasa. Kalau pas tidak beruntung bisa berjam-jam lamanya.

Jadi penting untuk memilih waktu yang tepat.

4. Pastikan Rumah Aman 


Apalagi jika mudik dalam rentang waktu yang cukup lama. Pastikan rumah ditinggalkan dalam kondisi aman. Cek kran air, kompor, alat-alat elektrik seperti AC, semua stop kontak, pintu, jendela atau jemuran.

Titip rumah kepada tetangga yang bisa dipercaya.

5. Menyiapkan Provider Telekomunikasi Yang Tepat 


Izinkan dalam kesempatan ini, aku berbagi ya.

Untuk mudik kali ini aku pilih provider XL. Kebetulan pas mau antar mama kemarin paket data aku habis dan aku pilih paket yang tersedia di grapari XL Balikpapan saat itu Paket Combo Xtra. Belakangan aku baru tahu bahwa ini berbeda dengan Xtra Combo.

Tips Mudik Nyaman Dan Menyenangkan

Begitu aku pasang ke gadget di rumah saat masih di Balikpapan. Signalnya ngebut euui. Mungkin daerah tempat tinggal aku termasuk dalam coverage jaringan baru XL yang baru dirilis beberapa waktu lalu. 

Setibanya di Soeta, setelah me-nonaktifkan airplane mode, sinyal XL juga masih ngebut. Aku beberapa kali mengirim stories ke babang suami juga via WhatsApp Video Call.

Mencapai puncaknya ketika menuju Cibinong dari Soeta yang kami tempuh selama 3 jam. Sinyal XL ngebut ini amat membantu tetap terkoneksi dengan keluarga di Kalimantan, Sumatera dan tentu saja yang di Cibinong.

Beberapa kali aku melaporkan posisi usai keluar dari pintu tol agar adik bisa menyesuaikan kapan harus menjemput di halte Damri Cibinong City Mall.

3 jam berlalu tanpa terasa ditemani sinyal si biru yang berjaya. Happy banget!

Kini aku sudah berada di Lubukpakam, Sumatera Utara. Lagi-alagi aku beruntung karena sinyal XL juga lancar di sini.

Rencananya minggu ke tiga Juni, kami akan berangkat ke Barus. Kali ini dengan road transport.

Aku akan kembali menjadi saksi sinyal si biru selama dalam perjalanan panjang ini.  

Tak sabar ingin mengulang kembali momen seru kebersamaan dan kehangatan di pulau tanpa penghuni seperti terekam dalam foto ini dan beberapa tempat wisata lainnya.

Tips Mudik Nyaman Dan Menyenangkan

Biar lebih afdol, sebaiknya kudu tahu juga hal-hal apa saja yang harus dilakukan agar liburan di tempat wisata bisa optimal, berkesan dan tentu saja tak terlupakan.

Oh iya, silahkan lho kalau mau menambahkan dalam komen di bawah ini apa tips mudik aman dan menyenangkan versi kamu?


38 komentar:

  1. berpergian yang jauh apalagi mudih wajib hukumnya menggunakan provider yang kuat sinyal salah satunya adalah XL memberikan kelancaran di setiap aktivitas internet

    BalasHapus
  2. Wah tipsnya keren. Pasti kepake banget buat yg mudik.

    BalasHapus
  3. Aku g mudik kakak. Taon lalu di jakarta sengaja g mudik. Tain ini di kampung. Wkwkwk. G mudik lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senangnya di kampung ditemani sinyal ngebut XL ya.
      Keren itu kampungnya!

      Hapus
  4. Ih serunya bisa pulang kampung dan liburan bersama keluarga. Apalagi ada XL ya di sana yg superkenceng dan koneksinya ngebut. Selamat berlibur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini pengalaman pertama mau menjajal sinyal si biru.
      Semoga lancar jaya.
      Aamiin.

      Hapus
  5. Tipsnya sudah yg paling oke Mbak. Tdk perlu ditambahkan lagi menurut saya 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, mbak.
      Mudik kemana tahun ini, mbak?
      XL GO-nya, dibawa dong ya?

      Hapus
  6. wow ... cocok dipake buat traveling nih XL

    BalasHapus
  7. jalan darat 10 jam kuatkah mama?
    nggak pakai transit nginap dulu di Prapat umpamanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya mama tinggal di rumah adik, Mbak.
      Dulu sih, mama mau ikut. Sekarang kayaknya sudah gampang lelah.
      Jadi hanya saya, suami dan Yasmin, putri kami yang ke Barus.

      Hapus
  8. Wow 10 jam perjalanan? Dah kayak jakarta ke jawa timur ya, Mba.

    Aku baru tau loh ada kota namanya Barus.. Hihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Barus, kota kecamatan di Tapanuli Tengah, mbak.
      Tapi, gak ada hubungannya dengan kapur Barus, bruakakakaka.
      Biasanya sambil dengarin lagu Batak mbak di mobil. Gak berasa.
      Pemandangannya sangat indah, apalagi mendekati Danau Toba.
      Huuaaa... kayak gambar di kalender-kalender gitu.

      Hapus
  9. Betul jangan lupa mengecek kembali rumah ketika ditinggal mudik, dan jangan lupa juga bawa kartu yang sinyalnya kencang di kampung halaman

    BalasHapus
  10. aku juga pakai XL. Mudik taun ini rencana naik mobil. Perlu sinyal yang Ok buat cek peta nih

    BalasHapus
  11. Tipsnya KECE BADAI. Kami gak ngerasain mudik, eh ada sih mudih tapi deket hehehe.

    Omnduut.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mini mudik itu, namanya.
      Hahaha...
      Aku juga sekali-kali aja mudik.
      Berat di ongkos, euii.

      Hapus
  12. Sepakat banget, ku y KLO musik ke Palembang , pilih paket yang aman biar tetap terkoneksi saat di jalan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju.
      Ini krusial, terutama bagi kita aktivis online ya, mbak.

      Hapus
  13. Mudik pakai XL nyaman banget udah dimana-mana soalnya sekarang, sinyal maupun koneksinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apalagi kalau lokasi mudik kita termasuk dalam jaringanXtra baru yang luas, cepat dan kuat ya. Bangga pakai XL!

      Hapus
  14. Intinya sh ,budget memadai ..itu udah :p

    masalah destinasi dan lain lain bisa dipikirkan kedepannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Budget disesuaikang dengan kebutuhan dan kemampuan ya.

      Hapus
  15. Wah udah prepare mudik ya mak :)

    BalasHapus
  16. Stamina fit sih penting. Soalnya nyetir di jkt-jog-pacitam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju.
      Stamina penting untuk perjalanan jauh terutama saat berpuasa.

      Hapus
  17. Uwaaah di barus ya mba? Aku mudik k sibolga. Pernah sekali main ke barus. Tp udh 2 thn ini aku males mudik ama suami. Kita ntr bakal ke solo kampung suami dan ke medan kampungku, setelah lebaran aja. Pas tiket2 udh pd turun :p. Lagian mudik pas lebaran aku udh males. Ga nyaman, terlaku crowded, pesawat mahal gilak, sampe sana toko2 banyak tutup :p . Jd mendingan setelah moment lebaran usai deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga sesekali saja, mbak.
      Berat di ongkos, bruakakaka...

      Hapus
  18. Untuk Provider itu cocok cocokan yak ,
    Beda tempat Beda Rasa

    BalasHapus
  19. Aku mudiknya cuma antar kecamatan. Wkwkwkw

    BalasHapus
  20. XL di Pariaman juga cukup bagus sih kalau pas lagi pulang kampung. Palingan adaptasi beberapa jam pas baru sampai aja. Selebihnya mau upload2 atau chat gampang2 aja.

    BalasHapus

Holaaa...!
Terimakasih ya sudah berkunjung ke sini.
Mohon maaf komentar kudu dimoderasi sebelum dipublikasi.