Pages - Menu

Rabu, 07 September 2016

Lampung Yang Masih Tersembunyi Dan Patut Dijelajahi


Air Terjun Putri Malu Destinasi Favorit Wisata Lampung

Air Terjun Puteri Malu, Way Kanan Lampung - Foto by Katerina S

Lampung Yang Masih Tersembunyi Dan Patut Dijelajahi.

"Memangnya disponsori Pak Bupati ya jalan-jalanya?"

Suamiku akhirnya tertarik membuka pembicaraan setelah beberapa hari sebelumnya aku telah melakukan sounding but yet still no clue, dalam rangka melakukan lobi turunnya SK. Hahaha... SK izin melalak ke Lampung, kakaa....

Bagiku pribadi, izin suami penting agar aman dunia akhirat selama dalam perjalanan apalagi aku travelling selama kurang lebih 5 hari. Jauh ke pelosok antah berantah, dan mungkin juga belum ada di peta.

Semua demi Lampung

Bang, adek pamit dulu yee, ntar kite lanjut nyanyi di pohon lagi yee

Demikian sekilas info, Ini penting. Catat ya!. Hahaha...

Husss, ketawa melulu... masuk lalat, tahu!

Serius woii!!!

Baiklah.

Mungkin ini terdengar klise. Namun keinginan untuk jalan-jalan ke Lampung sebenarnya hasil percakapan panjang (cieee...) dengan seorang travel blogger femes Katerina yang dari beberapa postingannya terutama hasil jepretannya yang kece badai binti cadas membahana berhasil menginspirasiku untuk mengeksplor Belitung dengan pesona batu granit raksasa.

Namun ternyata paket hemat untuk Belitung sudah usai dan baru akan dimulai Oktober. Blogger jelita ini menawarkanku paket yang tak kalah menggoda. 

Apakah itu? Tet tere tettettttt...

Eksplor Way Kanan, Lampung!

Ada apa di sana? 

Gajah? 

Betul!

Iya, sejujurnya yang aku tahu tentang Lampung hanya gajah dan gajah. Eh ada satu lagi ding. Pabrik tebu sebuah merek gula pasir ternama. Soalnya dulu pernah lewat saat touring lintas Jawa dan Sumatera.

Ternyata eh ternyata Lampung yang masih tersembunyi ini patut dijelajahi. Iya, Lampung punya banyak pesona. Geliat industri wisata mulai terlihat. Dari mulai kopi, tempat kuliner,  dan tentu saja pesona alamnya yang indah, membius segenap raga.

Bukan itu saja. Bangunan klasik berusia hampir 4 abad, Lampung juga punya. Kampung Gedung Batin. Pasti para pembaca sepakat ya dengan beta, yang terbayang pasti desain arsitek yang kekinian yaa. Habis dari namanya Gedung, iya kan, kan. Maksa, hahaha...

Nama kampung ini berhasil mengundang rasa tahu membahana. Langsung deh aku cap cus ke mastah #kelilinglampung, fotografer sekaligus blogger the one and only Yopie Pangkey.

Tepuk tangan dong! Tuing... tuing... Kog tuing... tuing sih? Prok... prok... dong!

Mastah #kelilinglampung Yopie Pangkey

 Seyumnya berhasil menguras dompetku woi... Foto by Katerina 

Tulisannya aku lahap habis, berkali-kali, apalagi setelah lihat foto yang ini!

Gedung Batin Way Kanan Lampung

Warisan budaya di kampung Gunung Batin Foto by Yopie Pangkey

Aku langsung meleleh.

Menurutku sudut pengambilan foto itu sangat brilian. Tapi... apalah arti pendapatku yang awam fotografi ini.

Kalau menurutmu, gimana?


By Chance We Met , By Choice We Become Friend

Aku lupa bagaimana percisnya aku mengenal Mbak Rien begitu aku memanggil blogger jelita ini.

Hmmm, sebentar dulu, pijit-pijit kening. Aha, iya begini. Ketika BW (blog walking), sodara-sodara.

Jadi gini.

Dalam komunitas Blogger Perempuan ada kegiatan yang namanya arisan link. Saat dilakukan pengocokan, dan nama blogger keluar, maka semua anggota dalam kelompok itu akan menulis, atau bisa dikatakan memberikan review kepada blogger tersebut di dalam blognya dan memberikan minimal satu link dofollow. Hitung-hitung promo binti sedekah jariyah dan kalau beruntung bisa membuat ramping Neng Alexa.

Nah, saat BW itulah aku menemukan  Mbak Rien, langsung jatuh dan tak bisa bangkit lagi. Ciee...ciee...

Yang paling mencuri perhatianku adalah berbagai posenya yang elegan, tak terlupakan and so.... inspire. Tak lupa tentu saja hasil bidikannya yang cetar membahenol. Iye... gak pa-pa deh silahkan ge-er. Hihihi... kog kayak gak ikhlas yak.

Gak percaya? Langsung deh capcus ke tekapeh, yaak!

Lanjoott...

Saat pertemuan pertama aku sedikit deg-degan. Kayak mau copy darat ama gebetan. Hahaha... Mengingat diriku yang super lincah, eh nggak ding yang rada aktif ala katalisator en mirip-mirip motivator. Halah!

Lewat chatting WA, kami janjian bertemu di sebuah resto dekat ruang tunggu di Soeta. Mbak Rien dan Atanasia Rian aka Barbie. Alhamdullillah... kami menemukan irama dan melebur dalam suka cita. Kehangatan persahabatan merambat perlahan, menyesapi aliran darah. Subhanallah.

Yup, aku kerap keseleo menyebut nama lengkap Atanasia Rian jadi Anastasia. Naaa, kamu juga kan? Apalagi kebetulan tetangga depan rumah punya nama yang sama. Jadi kalau mau aman, aku kudu inhale... exhale... beberapa kali, baru deh berhasil. Hahaha... Warbiyasak!

Pasti kamu setuju dengan aku deh. Kalau kesan pertama lihat Rian pasti dikira pemalu. Padahal aslinya, begh... malu-maluin. Hahaha... Aku sering terpukau dengan serangan militannya. Canda gurau dan cekikikannya yang khas bikin kita harus ikut ... cekikikan juga. Hihihi...

Pesawat yang kami tumpangi terlambat hampir 2 jam. Aku percaya ini pasti ada hikmahnya. Kami jadi punya kesempatan bercerita dan bertukar pengalaman. Topik fotografi segera mendominasi. Desain atap ruang tunggu, taman di luar, ransel bahkan sepatu tak luput jadi ajang coba-coba.

Ini hasil tutorial dari si Jelita, eksekusi oleh beta.

Pemanasan Sebelum #kelilinglampung


Akhirnya bisa juga foto kekinian ala seleb insta.... yihaaa!

Baru kali ini aku naik pesawat yang hanya setengah jam. Biasanya minimal 2 jam seperti penerbangan sebelumnya Balikpapan ke Jakarta.  Baru saja aku mendengar pengumuman take off, tak lama kemudian sudah harus landing.

Aku sempat mengambil beberapa foto awan yang saat itu sangat mengaduk-aduk perasaanku. Namun yang pede buat ditayang cuma ini. Kamu suka?

Dan... aku semakin merasa aku bukan siapa-siapa tanpa lindunganNya saat berada di atas sana.

Ketika Awan Dan Wisata Bercerita

Setibanya di Bandar Lampung, tak berapa lama mbak Dian travel blogger yang tak kalah kece bergabung dengan Skuad Way Kanan. Kog skuad? Iyaaa, kesannya biar kuat, kayak gladiator, getto!

Wiii... ini asli baru nemu di sini lho namanya. Iya, pas nulis ini. Tiba-tiba saja pop up. Skuad! Sungguh ide seperti jailangkung yak. Datang tak diundang pulang tak di antar. Wiii... suerem. Enggak ding, becanda...

Perkenalkan Kami Duta Wisata Lampung, Yihaaa!

Gimana, Skuad Way Kanan, kece kan... kece...buur ? Foto by Katerina 

Aku salut banget sama Mbak Dian sepanjang perjalanan ke Way Kanan tak henti-hentinya menatap layar gadget. Sama seperti Mbak Rien dan Rian. Kalau aku dijamin pasti sudah mual binti kejang-kejang. Iya. Mungkin faktor U kali ya. Hahaha... Derita loe!


Way Kanan, I am Coming

Suasana masih sepi karena jam masih menunjukkan jam 6 pagi, saat mobil membelah jalanan sunyi. Semburat merah mengintip malu kadang dari balik pepohonan berselang-seling dengan barisan gedung di sepanjang jalan.

Kali ini skuad Way Kanan bertambah dengan hadirnya.... tet tere tetettt... Indra Pradya, sosialita bana-bana Lampung. Peace... ya In...

Aku pikir Mas Yopie bercanda saat mengutarakan mau mengajak seorang teman untuk mengimbangi hirup-pikuk para mahmud dan abegeh. Iya Mas Yopie, sudah membayangkan betapa akan tersiksanya dia terperangkap bersama kami. Hihihi...

Euforia sudah mulai terasa ketika Indra memperkenalkan nama dan tanpa tedeng aling-aling langsung minta agar kami semua mengikuti semua akun sosmednya dan layaknya politikus dia berjanji pasti akan melakukan hal yang sama mengikuti akun kami juga. Hahaha... Dan itu terbukti kakaaa...

"Or let me do it by my self, just give me your gadget," tambahnya lagi.

Hihihi... asli gokil makhluk yang satu ini.

Next time we know, Indra langsung membawa kami terbang ke masa silam 10 tahun yang lalu. Saat dia menjadi bintang di acara TV Dunia Indra - Dunia Inspirasi Penuh Warna yang sayang hanya tayang satu kali saja, dan setelah itu menguap dan tak ada berita bahkan hingga kini, sodara-sodara!

"Poor you," Hahaha...

Cara perkenalan yang unik. Yang pasti aku takkan pernah bisa melupakannya. Terutama saat Indra coba mencari tahu dengan pihak TV bahwa saat tayang ada banyak orang yang melakukan sesi tanya jawab, lalu mengapa tayangan dihentikan, bukankah itu artinya ada yang menonton, ada yang tertarik?

"Itu semua rekayasa, In. Itu semua dari tim pemasaran!"

Hahaha... nah saat menceritakan sesi inilah kami semua tertawa terpingkal-pingkal. Membuat perut semakin lapar. Sarapan, mana sarapan?

Saat menuliskan pengalaman inipun semua rekaman perjalanan masih jelas membekas. Bermain-main dipelupuk mata. Membawaku ke momen penuh warna bagai semburat pelangi. Perasaan membuncah penuh energi kami rasakan sepanjang hari. Sampai-sampai Mas Yopi izin menepi... untuk ketawa. Iya, guys. Cuma buat ketawa doang. Demi alasan keselamatan penumpang.

Bisa kalian bayangkan?

Yopie Pangkey Dan Dayang-Dayang #kelilinglampung

Foto by Dunia Indra
Perjalanan 5 jam tak terasa dengan orang-orang luar biasa ini. Pernahkah membayangkan hidup jika setiap detiknya dihiasi, dipenuhi, dan diberkahi dengan kegembiraan? Bayangkanlah!

  • Sungguh tidak perduli sejauh mana jarak yang harus ditempuh tetapi dengan siapa kamu menghabiskannya. 
  • Aku percaya bahwa saat menemukan sesuatu yang kita suka, hidup jadi bergairah, bersemangat. Gairah adalah energi. Kegairahan bahkan mampu menembus batas kekurangan fisik, emosi dan intelektual. 

Iya seperti saat ini, saat melakukan perjalanan luar biasa ini.

Yang pasti perut jadi sering-sering protes minta diisi, karena sepanjang jalan ketawa tanpa henti.

Untunglah jam makan siang telah tiba, saatnya leyeh-leyeh meluruskan kaki dan tebar pesona, eh!

Penampakan Setelah Makan Siang Ala Way Kanan

Betul! Ini pose setelah maksi. Agak berenergi! Foto by Katerina 

Bahan Bakar Ala Way Kanan

Menunya... so yummy. Foto by Katerina S
Next stop,

Taman Malini

Di sini kami diajak menikmati view yang "tidak biasa", berupa bangunan rumah megah dan mewah masa depan, yang tengah masa konstruksi dan seperti agak terabaikan. Yang menarik adalah taman yang terdapat di bagian depan, sama, masih dalam taraf pembuatan, namun memiliki beberapa fosil kayu dengan disain yang unik.

Taman Malini Lampung

Fosil kayu, hmmm ada yang tahu ini seperti bentuk apa? Foto by Katerina 

Mbak Dee, aku pinjam fotonya ya...

Taman Malini WayKanan Lampung

Tuh, lihat pilar rumahnya segede gaban. Foto by adventurose.com

Taman Malini Lampung

Percaya deh, ini cuma akting. Foto by Yopie Pangkey

Tak sampai 30 menit kami melipir ke lokasi selanjutnya.


Stasiun Blambangan Umpu 

Enaknya jalan sama Mas Yopie. Iya, soalnya doi yang punya Lampung, guys. Coba deh main ke IG @kelilinglampung_ pasti tambah meleleh. Doi tahu banyak soal Lampung. Yang pasti lebih banyak tahu dari kami laa...

Dengan bantuan relasi kami tiba di stasiun kereta api Blambangan Umpu. Tak berapa lama kereta api batu bara rangkaian panjang (Babaranjang) memasuki peron. Babaranjang adalah kereta api jenis barang yang mengangkut batu bara milik PT Tambang Batubara Bukit Assam, sebagai wujud kerja sama antara Bukit Asam dengan PT Kereta Api Indonesia.

Stasiun ini dikasih nama percis seperti ibukota kabupaten Way Kanan, Blambangan Umpu.

Bagi aku domisili Balikpapan Kalimantan Timur melihat kereta api itu adalah sesuatu, cint... Serasa aku berada di planet lain. Coba, sampai segitunya itu. Dan aku juga baru tahu bahwa Blambangan Umpu juga bisa ditempuh lewat kereta api dari Bandar Lampung. Perhaps next time, guys. I bet  I will got another great experience, yay!


Ada Apa Dengan Way Kanan

Si orange pengangkut batu bara Foto by @Katerina 

Saat lihat Mbak Rien pose ala seleb insta, aku mencoba membuat pose tandingan.

Gimana? Suka? Atau malah alergi? Xixixi...


Stasiun kereta api Blambangan Umpu Lampung
Aku menantimu, Bang, di sini. Foto by Yopie Pangkey

Sukaaa banget sama foto di atas. Tapi setelah aku pikir-pikir dengan penuh hikmat dan bijaksana, itu semua because there is a master behind it. Yup, Yopie Pangkey! Kalau mau foto-fotomu jadi keren apalagi foto liburanmu menjadi tak terlupakan, segera hubungi aku, uuppps, Mas Yopie ya. Jadi aku bisa diajak liburan gratis lagi. Hahaha...

Eh, kayaknya kamu sudah lelah ya membaca postingan ini.

Baiknya kudu istirahat dulu ya, sambil olah raga jemari, genggam kuat.... lepaskan. Genggam lagi... lepaskan! Lemaskan kepala kanan dan kiri. Ayo, ikuti aku. Hahaha...

Lagipula eike pengen istirahat cint, besok mau eksplor Air Terjun Putri Malu yang tersohor itu.

Semoga edisi pemanasan geliat industri wisata di Lampung ini bermanfaat.
Bahwa kadang kala harapan tidak selalu menjadi kenyataan, tapi bisa jadi menyenangkan dan tak terlupakan.
Iya, awalnya ingin ke Belitung, finally end up trip to Lampung yang masih tersembunyi dan patut dijelajahi.

Masih mau baca lebih banyak tentang Lampung the Treasure of Sumatra aka Festival Krakatau 2016 bisa melipir ke sini, kakaa...

Nantikan jelajah seru ala My Trip My Adventure di Gedung Batin, Air Terjun Putri Malu, Teluk Kiluan dengan atraksi lumba-lumba serta Gigi Hiu yang eksotis, lengkap dengan drama di postingan berikutnya yang aku beberkan terpisah ya kakaaa...

Ni, eike kasih sneek peek...

Air terjun Putri Malu Way Kanan Lampung

Keseruan liburan bareng sahabat, momen tak terlupakan! Foto by Yopie Pangkey

Jangan lupa siapin camilan biar kekinian. Hahaha...

Catch you later, guys...













44 komentar:

  1. Kalo jalan sama bang Indra yang kece bana-bana, 3 jam emang kurang :D

    BalasHapus
  2. Terimakasih berkenan berkunjung ke Waykanan kakaa...
    btw. tulisannya indah woy...

    BalasHapus
  3. Aih Indra emang ngangenin ya Mbak. Akhirnya aku bisa gabung dengan geng ini.

    BalasHapus
  4. Suka banget foto yang di ruang loket :)

    BalasHapus
  5. Ngalir dan indaaaah banget baca tulisan ini. Jadi tertawa, terharu, tercerahkan...semua jadi satu.

    Rejeki banget bagiku bisa kenal dan jalan bareng denganmu mbak. Alhamdulillah nambah teman nambah sodara berkat jalan2. Lampung penuh kenangan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pleasure is mine, my dear.
      Menemukanmu dalam hidupku adalah anugerah terindah. Subhanallah...

      "Aku percaya tiadalah Allah memerintahkan kita melakukan perjalanan di muka bumi bila tanpa ada keutamaan didalamnya. Bertambahnya ilmu dan wawasan, meningkatkan silaturahmi, menambah rezeki dan bila dilakukan secara berjamaah, Insya Allah menambah ukhuwah".

      Insya Allah...

      Hapus
  6. Ngakak baca tulisan mba ros. Emang namaku uni, kaya orangnya ya bikin selalu ngangenin *PD dikit ah

    Selalu rindu canda tawa dan kebersamaan kita. Perjalanan 5jam gak terasa karena pernuh cerita, malah berasa deket. Miss u sista

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejak mengenal kalian, rezeki juga jadi nambah, Insya Allah.

      Hapus
  7. Cerah ceria rasanya baca postingan ini
    Lali aku membayangkan mbaknya pasti rameeeee

    *salam kenal kakaaaaak

    BalasHapus
  8. Lampung belum terjelajahi..pengen banget, terutama pahawang, kiluan, crui..ah, kapan yak punya waktu keliling lampung. Jadi ngiri...

    BalasHapus
  9. bekh... seru-seruannya ndak tanggung-tanggung. Jadi tertarik juga nih ke lampung... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hei,bro...
      Bisa tayang tuh captionnya, Lampung yang nggak tanggung-tanggung. Cucok!
      Terima kasih yaaa...

      Hapus
  10. Wah asik juga keliatannya mba, sesekali ke NTB ya tepatnya di lombok hehe banyak tempat wisata menarik juga disini

    BalasHapus
  11. Mbak Ross aku mau ke Way kanan. Eh oktober jgn lupa ke Bangka loh mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kudu ke air terjun, Kiluan dan Gigi Hiu ya. Wajib hukumnya. Hahaha...

      Hapus
  12. Dahsyat emang mbak ini! foto mesranya itu lho gak nahan, cihuy bener.

    BalasHapus
  13. akses jalan menuju arter nya bisa ditempuh dengan kendaraan langsung atw dengan jakil mba..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pakai sepeda motor trail selama 1 jam, karena medanya terjal, curam dan mencekam. Perlu nyali untuk bisa sampai ke sini.

      Hapus
  14. Ah, Lampung sungguh menawan. Saya tahunya mah berita begal aja di media-media. padahal Lampung kaya akan potensi wisata. Jadi bisa menghidupkan ekonomi penduduk lokal. Mupeng jadinya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, malah gak ngeh kalo ada begal di Lampung.
      Ayo ke Lampung, pasti untung! :)

      Hapus
  15. waah seneng ya bisa traveling.. bisa jalan" kemana aja.. hehehe mau juga dong bun

    BalasHapus
  16. Lampung, hmm sudah masuk bucket list kok.
    Mau main sama gajah lalu lumba-lumba di Tanjung Kiluan.

    BalasHapus
  17. asik jg yg jalan2 sama seleb, biar acara TV cuman sekali tp teteup aja seleb. Dr perjalanan ini, terbukti memang banyak tempat2 di Indonesia yg kurang digarap parawisatanya ya. smp yg org Indonesia sendiri aja gak ngeh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk, sista, bantu spread the virus #wonderfulIndonesia #pesonaIndonesia

      Hapus
  18. Pas lihat gambar arit terjun aku bilang wow.. Pas lihat foto Mbak sama Suami aku ngakak baca captionnya.. Hehehehhe
    Wah banyak air terjun keren di Indonesia hihih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lampung sendiri mendapat julukan propinsi dengan 1000 air terjun. Luar biasa!

      Hapus
  19. Panjang bener tulisannya tapi asik, jadi pengen jalan-jalan ke Lampung tapi Malang masih banyak tempat yang belum sempat di eksplorasi haha

    BalasHapus
  20. Kak Roooos... aku gak berenti natap layar gadget itu soalnya nyambi ngedraft tulisan. Errrr... sambil sesekali main pokemon juga sih hahaha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apapun itu aku salut.

      Kalau aku lebih suka memilih menikmati pemandangan, karena kalau sambil pegang gadget bawaan pasti mual, rugi kali kurasa... bisa merusak mood, pula.

      Hapus
  21. Aiiih mesranyaaaaaa....kisah cintamu inilah kak...patut diacungin jempol :) salam ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang mesra aja lah yang aku taruh di sini, yang lain, aku rondokkan. Masih ingat sama kata 'rondok' kan? ;)

      Hapus

Holaaa...!
Terimakasih ya sudah berkunjung ke sini.
Mohon maaf komentar kudu dimoderasi sebelum dipublikasi.