Pages - Menu

Sabtu, 02 Mei 2015

Umroh Bagian Dua

Umroh Bagian Dua. Ada Bajaj di Kolombo Sri Lanka

Morning call” jam 5 subuh waktu Kolombo membangunkanku.
Biar nyambung, sebelumnya baca di sini ya...
Suara Pak Ustad mengingatkan agar kami bertemu jam 7 pagi di restoran hotel. Senyum lebar tersungging. Tak sabar ingin mencoba menu hotel.

Masih terbayang nikmat suguhan tadi malam yang sangat berkesan! Gerangan apakah tamu perut pagi ini? He he he. Plus di tambah suka cita bahwa kami akan menuju tanah suci, menjadi tamu ya Illahi Robbi. Nikmat mana yang akan aku dustakan lagi?

Sesampai di restoran, ternyata jamaah sudah banyak yang duluan. Lokasi makan masih sama seperti tadi malam. Wah, ternyata panorama sekitar restoran indah nian. Di balik kaca terhampar rumput hijau bagai permadani yang siap mengajak terbang, berdampingan dengan kolam renang yang memantulkan kemilau bak berlian dari kejauhan. 

Aku berbisik pada mama agar silahkan memilih menu. Nasi goreng, mie goreng, roti bakar dan sup, lengkap tersedia, menunggu di sentuh. Belum lagi aneka buah yang telah diiris rapi, tinggal tunggu di eksekusi. Pokoknya dari tampilannya sudah terbayang deh kelezatan dan kandungan gizi.

Seperti biasa aku memilih irisan buah pepaya dan aneka roti mungil, sebagai pembuka selera pagi ini. Hmm, yummy! Selanjutnya nasi goreng pun masuk nominasi. Alhamdullillah.

Usai sarapan kami berjalan-jalan di sekitar kolam renang dan tentu saja sesi berfoto ria!


Belum puas, aku ajak mama dan adik berjalan ke bagian depan hotel yang ternyata luas sekali. Terawat dan rapi. Tak ketinggalan pose dengan doorman, penduduk lokal asli.

Rasanya Pak Ustad layak dapat jempol untuk pilihannnya kali ini.





Tak berapa lama bis jemputan tiba, kamipun bersiap menuju bandara Nike di Kolombo. Suasana sepanjang perjalanan, kurang lebih sama dengan di Indonesia pada umumnya. Namun di sepanjang perjalan ke bandara tidak ada pedagang kaki lima apalagi di simpang lampu lalu lintas, bebas pedagang asongan. Tak seperti di negara kita tercinta.

Simpang lampu lalu lintas Kolombo Sri Lanka bebaspedagang asongan

Hanya ada beberapa mobil, sepeda motor dengan penumpang yang lengkap dengan safery riding, dan hei... lihat ada juga sejenis becak beroda tiga (bajaj) di sini. Berasa di Indonesia. Jalanan masih lengang. Tanpa hambatan kamipun sampai di bandara, kurang lebih 10 menit.


Bajaj di Kolombo


Pemeriksaan pertama di mulai, kami diminta membentuk dua barisan. Pria dan wanita. Untuk wanita tak terlalu banyak prosedur. Melewati pintu, alat deteksi berbunyi, selesai.

Namun lain halnya dengan kaum pria, mereka diminta membuka tali pinggang dan sepatu. Walhasil irama antri pun terganggu. Penumpukan massa. Nah, betul kata Pak Ustad, sesungguhnya melalui proses seperti inilah kadar kesabaran kita mulai diuji. Perang melawan nafsu sesungguhnya telah dimulai.

Oh iya, aku juga melihat ada banyak jamaah lain yang telah mengenakan ihram. Melihat profil wajah dan pembawaan, agaknya mereka penduduk lokal.

Memasuki areal “check in” bandara, kami melewati berbagai gerai toko. Kurang lebih sama dengan di negara kita. Namun di bandingkan dengan KNIA (Kualanamu International Airport), bandara Nike agak “buram” seperti kurang cahaya. Atau memang di desain sedemikian rupa, atau mungkin tipe bolamnya yang remang-remang romantis.

Lagi lagi kesabaran kami kembali di uji, kurang lebih 2 jam kami menanti proses check-in, saking banyaknya jamaah yang ingin beribadah. Kebanyakan yang melakukan checking hanya "leader" perjalanan, sama halnya dengan Pak Ustad yang telah sebelumnya mengumpulkan semua paspor. Jadi, hanya beliau saja yang melapor ke meja petugas, sementara kami di persilahkan mencari posisi masing-masing.

Ada yang hilir mudik ke sana ke mari, ada yang duduk di lantai, karena kursi terbatas sekali. Kalau aku biasa la, bolak balik ke kamar mandi. Hi hi hi hi. Tentu saja tak lupa narsis sesekali bareng mama, yang hmm.. rupanya ikut menikmati momen ini. 

Yup, akhirnya tiba giliran kami, Pak Ustad kembali dengan aksesori stiker kertas berbentuk gelang dan meminta kami mengalungkannya di tas tenteng, pernak pernik dari "As Saudiyah", airline yang akan membawa kami ke Tanah Suci.

Hup.. hup.. buruan dandan, kita mau boarding ni, As-Saudiyah.

Lanjutannya, baca di sini, kakaa...

133 komentar:

  1. Nabawi bagi saya sangat menenangkan....kangen ingin kembali kesana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bunda,, semoga kita kembali lagi ya. Aamiin,, Insya Allah

      Hapus
    2. yuk follow juga blog rey ya tmn2 di perihutan1108.blogspot.com

      Hapus
  2. perjalanan yg menyenangkan sekali ya bund..

    BalasHapus
  3. Menyenangkan sekali bu perjalanannya, semoga membawa berkah ya?

    Moga jadi haji yang mabrur. ^.^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih Bro. Insya Allah. Terima Kasih sudi mampir di sini yaaa ~_*

      Hapus
  4. Amin... semoga bisa balik ke sana yaa bun.. artikel yang sangat bagus dan perjalanan yang sangat menyenangkan :)

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. Moga kita ke sana lagi ya Bun,, Insya Allah . Aamiinn

      Hapus
  6. doain bisa kesana ya

    BalasHapus
  7. Bismillah ... semoga daku bisa segera berkunjung kerumah Allah

    BalasHapus
  8. Bahagianya bisa umroh ke tanah suci.doakan aku segera menyusul ya bun:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah Bunda sayang,, Aamiinn Ya Roballa'laamiin,,

      Hapus
  9. Sangat menginspirasi sekali bunda,jadi ingi cepat2 ke baitullah :),

    BalasHapus
  10. alhamdulillah begitu sangat menginspirasi bunda anna..smoga ada kesempatan kesehatan untuk saya juga bisa ke sana,amien3x..

    BalasHapus
  11. semoga menjadi haji yg mabrur ya bunda :)

    BalasHapus
  12. wah, syukur ya mbak udah bisa ke tanah suci, beberapa kawan saya masih menabung nih ^_~

    The Journey

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih,, Insya allah pasti bisa ke sana . Aamiinn

      Hapus
  13. nice article mbak, smoga cepat menyusul kesana

    BalasHapus
  14. Bismillah sy sekeluarga jg bs ke tanah suci.. Amin.. :)

    BalasHapus
  15. keren, moga bisa nyusul kesana, amin.

    BalasHapus
  16. smoga aq bisa kesana seperti bunda, amiin yra

    BalasHapus
  17. Jadi pengen ke sana lagi mami Rosanna, memang selalu bikin kangen deh ibadah umroh itu. Salam dari Purwokerto ya.

    BalasHapus
  18. Ya Allah...permudahkan lah dan ringankan lah langkah aku, suami dan anakku untuk menuju ke tanah Suci...Aminn...

    BalasHapus
  19. Aamiin, beruntung sekali bisa pergi kesana, semoga dalam waktu dekat keinginanku dapat tercapai juga buat pergi ke tanah suci bersama keluarga, Aamiin :)

    BalasHapus
  20. Perjalanan yang indah. Semoga saya segera menyusul ke tanah suci.
    Good luck mba Rosanna

    BalasHapus
  21. Subhanallah bunda... ikut merasakan kebahagiaan yg bunda rasakan, tulisan nya lengkap deh jadi bisa ikut ngerasain susana disana pasti senang sekali yaa dan tdk mungkin bisa dilupakan, mudah2an segala amal ibadah bunda disana mendapat pahala yg berlipat2 dan doa2 bunda disana dikabulkan yaa, mudah2an saya bisa menyusul bunda dan bisa menuliskan kisah yg sangat berharga seperti yg bunda tulis ini ^_^

    BalasHapus
  22. Semoga kita semua bisa kembali lagi menjalankan ibadah umrah ya bun...

    BalasHapus
  23. Subhanallah .....membaca tulisan bunda yang runut dan teratur serasa ikut menikmati perjalannya.Semoga suatu saat nanti saya juga dimudahkan mengunjungi rumahNya ya Bun...Btw baru tau kalau umroh gini transit di srilanka.Kirain di Dubai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih bunda. Gak mesti Sri Lanka kog Bun, tergantung paketnya & pesawatnya ~_*
      Insya Allah Bunda,,

      Hapus
  24. keren semoga bisa kesana juga,amien

    BalasHapus
  25. Balasan
    1. Hai Bunda,, terima kasih sudah mampir di sini ya

      Hapus
  26. Subhanallah ya bunda..doakan agar kami mendapat kesempatan buat ke sana..

    BalasHapus
  27. Perjalanan yang menakjubkan,

    BalasHapus
  28. Cerita yang inspiratif. Semoga suatu saat saya bisa menyusul ibadah ke sana ya, bunda :)

    BalasHapus
  29. Waahh bagus banget bunda ..sukses ya
    from tataibba

    BalasHapus
  30. Tulisannya keren ��
    Good Luck yaaa ��

    BalasHapus
  31. Aku jadi pengen ke Mekkah jg mak, umroh. Tulisannya sgt menginspirasi & memotivasi daku mak.

    BalasHapus
  32. smoga selalu berbahagia bunda

    BalasHapus
  33. Keren deh bun, semoga saya bersama keluarga bisa Umroh bareng juga.

    BalasHapus
  34. Selamat menapak tilas Karya2 & Nikmat Illahi......... Jadi lah Insan yang bermakna bagi kelestarian Ciptaan-NYA. Amin.

    BalasHapus
  35. semoga menjadi umroh yang berkah hingga di akherat nanti ya Bund :)

    BalasHapus
  36. smg bs membawa keberkahan sendiri y bund, pergi umroh bersama ibu tercinta :)

    BalasHapus
  37. sangat menginspirasi semoga aku bisa menyusul untuk ibadah kesana aaamiiin...

    BalasHapus
  38. semoga bisa menyusul kesana secepatnya amin

    BalasHapus
  39. maa syaa Alloh..saya ikut terharu membaca tulisan bunda,serasa ikut kesana,hehe..semoga perjalanan bunda dan keluarga membawa berkah di dunia maupun di akhirat,aamiin..doakan saya ya bun,ingin sekali rasanya wisata hati kesana..aamiin..

    BalasHapus
  40. Maa syaa Alloh.. tulisan bunda memberikan inspirasi dan semangat pd yg membacanya, termasuk sy utk bisa singgah ke rmh NYA, mdh2an sy bisa wisata hati kesana jg ya bunsay... aamiin. .

    BalasHapus
  41. Subhanallah bun, nikmat sekali perjalananya, semoga kelak aku dan ortu dapat menjadi tamu Allah juga
    Selamat juga ya buat bunda, semoga menjadi haji yang mabrur :)

    BalasHapus
  42. Sangat menginspirasi dan berkesan bunda tulisannya...semoga aku bisa segera menyusul beribadah disana...

    BalasHapus
  43. Sangat menginspirasi dan berkesan bunda tulisannya...semoga aku bisa segera menyusul beribadah disana...

    BalasHapus
  44. wah pengalaman yang sangat berharga ya bun, semoga suatu saat nanti sya juga bisa pergi kesana :-) amin

    BalasHapus
  45. Subhanallah.......smoga sy dan anak-anak bisa seperti bunda dan keluarga...sangat menginspirasi ....

    BalasHapus
  46. Semoga saya dan Keluarga bisa menyusul seperti bunda

    BalasHapus
  47. perjalanan yang indah sekali bun

    BalasHapus
  48. Subhanallah..smga kami sklga bisa beribadah lagi ke sana..

    BalasHapus
  49. semangat bunda...

    BalasHapus
  50. Saya berhaji di tahun 2006, Membaca postingan ini...saya selalu berdoa untuk kembali ke Nabawi....
    Semoga menjadi haji yang mabrur ya Sis

    BalasHapus
  51. Saya berhaji di tahun 2006, Membaca postingan ini...saya selalu berdoa untuk kembali ke Nabawi....
    Semoga menjadi haji yang mabrur ya Sis

    BalasHapus
  52. Terima kasih bunda,,
    Rindu Nabawi, sukar dihindari,, ya, bunda..

    BalasHapus
  53. wah, inspiratif banget.. semoga sekeluarga bisa umroh juga..amin :D

    BalasHapus
  54. Wah pengalaman yang menyenangkan, semoga kelak bisa ke tanah suci juga. Amiiin. Salam kenal mbak :)

    BalasHapus
  55. Aamiin.
    Salam kenal dari bumi Borneo :)

    BalasHapus
  56. semoga saya dan juga keluargaku bisa menyusul umroh.. amin :)

    BalasHapus
  57. Kapan ya kami bisa nyusul, semoga secepatnya

    BalasHapus
  58. Sangat menginspirasi sekali tulisannya bun

    BalasHapus
  59. Semoga bisa segera menjadi tamu Allah...seperti mba Rossa.. :)

    BalasHapus
  60. Insya Allah...
    Aamiin... Ya RobbilAlaamiin

    BalasHapus
  61. Semoga saya dan keluarga bisa kesana seperti kak Rosanna . Amin..

    BalasHapus
  62. Mba.. suka. Suka ceritanya, suka pengalamannya. Mudah2an nanti bisa ke sana.

    Btwya itu bajajnya sama ga nba getaraannya dgn di sini.. :-)

    BalasHapus
  63. Terima kasih, dear Ira.
    Insya Allah, cepat menyusul ya dear.
    Sayang sekali belum pernah naik bajajnya, cuma pas ketemu di simpang lampu merah pas OTW ke bandaranaike Kolombo, Sri Lanka

    BalasHapus
  64. itu jalanannya bersih banget bu.. :D

    BalasHapus
  65. Iya bro, itu jalanan menuju bandaranike Kolombo, Sri Lanka

    BalasHapus
  66. Seru banget perjalananmu, Mba. Hehe, perjalanan ke bandara mirip jalanan kita ya, cuma bebas penjual asongan. Hehe..... bener juga ya, Mba.

    Mau lanjut ke artikel selanjutnya ah!

    BalasHapus
  67. Terimakasih
    Petualangan dikau di Iran juga menggemaskan!
    Sayang foto tour guidenya di embat sendirian
    Hahaha...

    BalasHapus
  68. Mba.. suka. Suka ceritanya, suka pengalamannya. Mudah2an nanti bisa ke sana.

    Btwya itu bajajnya sama ga nba getaraannya dgn di sini.. :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak sempat icip-icip. Cuma ketemu di pertigaan saja. Aku cuma bisa lihat dari jendela bis.

      Hapus
  69. masya allah kapan ya aku bs umroh? ^^

    BalasHapus

Holaaa...!
Terimakasih ya sudah berkunjung ke sini.
Mohon maaf komentar kudu dimoderasi sebelum dipublikasi.